Anda di halaman 1dari 57

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Salah satu aspek individu yang diukur melalui pengukuran psikologis adalah kepribadian. Kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi, tempramen, ciri-ciri khas dan perilaku seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan tempramen ini akan terwujud dalam tindakan seseorang jika dihadapkan pada situasi tertentu. Setiap orang mempunyai kecenderungan prilaku yang baku, atau berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapi situasi yang dihadapi, sehingga menjadi ciri khas pribadinya (Lawrence, 2009). Kepribadian seseorang selalu berkembang dan dapat diukur melalui pengukuran kepribadian. Kepribadian seorang individu akan menentukan mudah atau tidaknya diterima di lingkungan masyarakat. Pada psikologi terdapat berbagai macam tes yang digunakan untuk mengukur atribut-atribut psikologi yang ada pada masing-masing individu. Dalam tes psikologi, pada dasarnya terdapat dua macam jenis tes dalam psikologi. Kedua tes tersebut yaitu tes mengungkap aspek kognitif dan aspek kepribadian. Tes kepribadian itu sendiri dibagi menjadi dua bagian yaitu tes proyektif dan non proyektif (objektif). Dalam tes-tes kepribadian dengan pendekatan proyektif, individu memberikan respon pada stimulus yang tidak terstruktur dan ambigu, dimana hal ini berbeda dengan tes non proyektif yang memuat beberapa pertanyaan berstruktur. Sehingga dalam menggunakan tes proyektif ini, individu secara tidak sadar akan mengungkap dan menggambarkan struktur dan dinamika kepribadiannya.

B. Rumusan Masalah

1. Apa saja tes-tes yang tergolong dalam tes proyektif?

2. Apa pengertian dari masing-masing tes proyektif tersebut?

3. Apa tujuan dari masing-masing tes proyektif tersebut?

4. Bagaimana prosedur penggunaan dari masing-masing tes tersebut?

1| T e s

G

r

a

f

i

s :

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

A. Tes Rorschach

BAB II PEMBAHASAN

1. Pengertian dan Sejarah Singkat Tes Rorschach

Tes Rorschach (juga dikenal sebagai tes inkblot Rorschach atau sekadar tes bercak tinta) adalah sebuah tes psikologi di mana subjek persepsi bercak tinta dicatat yang kemudian dianalisis dengan menggunakan psikologis

interpretasi, secara kompleks diturunkan secara ilmiah algoritma, atau keduanya. Beberapa psikolog menggunakan tes ini untuk memeriksa kepribadian seseorang karakteristik dan fungsi emosional. Tes ini telah digunakan untuk mendeteksi gangguan pikiran, terutama dalam kasus-kasus di mana pasien enggan untuk menggambarkan proses berpikir mereka secara terbuka. Tes ini mengambil namanya dari penciptanya, psikolog Swiss Hermann Rorschach. Tes ini juga sering disebut sebagai “tes Rorschach” karena orang yang dianggap paling berjasa dalam mengembangkan tes psikologi dengan metode ini adalah Hermann Rorschach(1921), seorang psikolog kelahiran Zurich, Swiss. Ide mengenai tes bercak tinta pada awalnya muncul dari Justinus Kerner pada tahun 1857 di mana ia mengatakan bahwa setiap orang memberikan respon yang berbeda-beda ketika menghadapi suatu berkas tinta. Tahun 1895, Alfred Bined menyatakan bahwa bercak tinta juga bisa mempengaruhi imajinasi orang yang melihatnya.

2. Tujuan Tes Rorschach

Tujuan dari teknik Rorschach yaitu untuk memberikan suatu deskripsi tentang keseluruhan kepribadian seseorang yang memiliki arti klinis, bukan

sebagai pemrediksi bagian-bagian dari perilaku seseorang. Hasil dari tes Rorschach dapat digunakan untuk membantu terapis dalam menangani klien, karna tes ini memberikan gambaran tentang struktur dasar kepribadian yang mempengaruhi tingkah laku seseorang. Meskipun tes Rorschach memberikan

2| T e s

G

r

a

f

i

s :

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

gambaran mengenai kepribadian seseorang namun bukan berarti tes ini mampu mengungkap seluruh aspek kepribadian seseorang. Menurut Klopfer (1962) tes Rorschach dapat mengungkap 3 aspek pokok kepribadian seseorang, yaitu:

1.

Aspek Kognitif atau Intelektual. Aspek ini menyangkut:

Status dan fungsi intelektual

Pendekatan terhadap masalah

Kekuatan observasi (power of observation)

Pemikiran orisinal

Produktivitas ide

Luas interest

2.

Aspek Afektif atau Emosional. Aspek yang diungkap:

Suasana emosi secara umum

Perasaan terhadap diri sendiri

Responsifitas terhadap orang lain

Reaksi terhadap tekanan sosial

Control terhadap dorongan emosional

3.

Aspek Fungsi Ego. Yang termasuk dalam aspek ini yaitu:

Kekuatan ego

Daerah konflik

3.

Administrasi atau Prosedur Tes Rorschach

a. Gambaran Umum dan Deskripsi Tes Rorschach Dalam tes Rorschach terdiri dari 10 kartu yang sudah terstandarisasi. Kartu- kartu tersebut dapat digunakan sebagai alat assessment kepribadian seseorang. Bercak tinta ini dicetak diatas kertas tebal berwarna putih sebagai dasarnya, dengan panjang 9,5 x 5,5 inci, kartu- kartu tersebut dikelompokan menjadi:

Kartu Akromatik, kelompok kartu ini hanya mempunyai warna hitam, putih dan abu- abu.

3| T e s

G

r

a

f

i

s :

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

Kartu K romatik, kelompok kartu ini memiliki anek a warna, seperti merah, hij au, kuning, dan biru.

1)

Kartu I

Kartu

I termasuk kartu akromatik, terdapat ber cak besar yang

berwarna hita m keabu-abuan dengan empat lubang putih yang menyolok di tengah. Re aksi pertama testee biasanya akan mengguna kan keseluruhan

bercak itu d an melihatnya sebagai mahkluk bersaya p. Testee yang imajinasinya baik, kadang-kadang dapat melihat gerakan manusia. Jarang

sekali testee

mengamati bagian yang kecil atau mengguna kan bagian yang

putih secara

terpisah. Pada umumnya bagian yang puti h ini digunakan

sebagai bagia n dari keseluruhan bercak. Di samping ma hkluk bersayap, bercak ini me mungkinkan dipersepsi sebagai manusia, kh ususnya wanita, yaitu pada b agian tengah. Orang-orang yang terlalu me naruh perhatian pada tubuhn ya biasanya akan melihat keseluruhan ber cak itu sebagai

bagian kecil di

tulang pingg ul. Kadang-kadang testee menggunakan

tengah sebela h atas untuk jawaban ‘tangan’. Wajah ora ng kadang juga

dilihat pada

bagian

sisi

dari

bercak.

Subjek

yang

tidak mampu

memberikan

jawaban secara keseluruhan untuk kartu

I ini, indikasi

kemampuan p enyesuaian diri terhadap situasi yang baru k urang.

p enyesuaian diri terhadap situasi yang baru k urang. Kartu 1 4| T e s G

Kartu 1

4| T e s G r a f i s :

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

2) Kartu II Kartu hanya warna menggunakan mempunyai menggunakan

warna, meskipun

merah saja. Biasanya testee memberi j awaban dengan bagian-bagian bercak itu secara terpisah. H anya testee yang

yang baik, yang sering direspon

sebagai manu sia atau binatang yang sedang bergerak (a ktif). Sedangkan

II adalah kartu pertama yang mempunyai

perhatian dan kemampuan mengorganisir bercak secara keseluruhan. Bagian hitam

bagian putih

di tengah maupun di atasnya biasanya m enarik perhatian

testee untuk

meberi jawaban sebagai ‘pesawat’. Kupu-kup u sering muncul

pada bagian b ercak yang berwarna merah di bawah, sedan gkan bagian atas

dan bagian ba wah sering menimbulkan kesan organ sex.

atas dan bagian ba wah sering menimbulkan kesan organ sex. Kartu 2 3) Kartu III Kartu

Kartu 2

3) Kartu III Kartu III terdiri dari dua bagian berwarna hitam k eabu-abuan yang

terpisah dan

Di antara kedua

bagian itu ter dapat bercak merah yang cukup jelas. Diban dingkan dengan

jelas dan lebih

kartu I dan I I, kartu III ini tampak terpisah-pisah secara

sugestif, sehi ngga lebih mudah untuk memberikan respon . Oleh karena itu

kartu ini se ring disebut sebagai “kartu penolong” ( recovery card). Terutama unt uk subjek yang mengalami kesulitan deng an kartu I. Pada

kartu III ini

untuk memb erikan jawaban. Dalam memberikan resp on, kebanyakan

testee jarang menggunakan bercak tinta sec ara keseluruhan

dihubungkan oleh warna abu-abu muda.

5| T e s

G

r a

f

i

s :

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

orang akan m enggunakan bagian yang hitam untuk melih at manusia yang sedang berge rak. Bagian merah di tengah sering dilihat s ebagai dasi, pita

rambut atau

dijawab seperti

kepiting atau sesuatu yang diperebutkan dua orang di kiri

kupu-kupu. Bagian abu-abu di tengah sering

dan kanannya.

kupu-kupu. Bagian abu-abu di tengah sering dan kanannya. Kartu 3 4) Kartu IV Berca k tinta

Kartu 3

4) Kartu IV Berca k tinta pada kartu ini menimbulkan kesan b esar, berat, utuh, massive. Ber warna hitam dengan shading yang kuat dan jelas bentuknya,

sering muncul

sehingga seri ng membingungkan subjek. Respon yang

adalah mons ter, raksasa, gorilla yang sedang dudu k atau berjalan

mendekat. Ka dang pula direspon sebagai hutan yang leba t dengan gunung

besar dan kuat,

dan danau-d anau. Karena bentuknya yang berkesan

kadang-kadan g juga menakutkan dan ada unsur berkuasa, namun ada juga unsur sebaga i tempat bergantung, maka kartu ini disebu t sebagai father

card. Kartu i ni cenderung dijawab secara keseluruhan. P ada bagian atas dan bawah s ering muncul jawaban yang berhubungan d engan sex. Bila

mengganggu, maka dapat menimbulkan k esan lembut dan misalnya selimut atau mantel bulu.

shading tidak

halus seperti

6| T e s

G

r a

f

i

s :

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

Kartu 4 5) Kartu V Bentu k bercak dalam kartu ini sangat jelas dan Kebanyakan

Kartu 4

5) Kartu V Bentu k bercak dalam kartu ini sangat jelas dan

Kebanyakan

hampir semua

berwarna hi tam pekat, shading tidak kuat, warnan ya hitam rata.

testee akan mudah sekali memberikan respo n, terutama bagi

yang mengal ami kesulitan memberikan respon pada ka rtu sebelumnya.

Oleh karena i tu kartu ini juga disebut sebagai “kartu pen olong” (recovery

card) seperti

yang pekat itu;

keadaan ini

adalah mahk luk bersayap, kelelawar, atau kupu-kup u yang sedang bergerak. Bag ian kecil di bawah kadang direspon sebagai kepala binatang atau kaki man usia.

disebut sebagai black shock. Jawaban yan g sering muncul

jawaban, kem ungkinan dia terganggu dengan warna hitam

kartu III. Bagi testee yang mengalami kesuli tan memberikan

kartu III. Bagi testee yang mengalami kesuli tan memberikan Kartu 5 7| T e s G

Kartu 5

7| T e s

G

r a

f

i

s :

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

6) Kartu VI Kartu

dipersepsi se bagai alat kelamin pria dan di bagian ba wah seperti alat

ini disebut sebagai sex card, karena ba gian atas sering

kelamin wan ita, juga bagian-bagian lain yang sangat

menimbulkan

organ sex atau sexual. Kualitas

shading kart u ini sangat jelas, sehingga jawaban ya ng mengandung

lain banyak

kesan hal-hal yang berhubungan dengan s ex, dengan kata

memungkinkan

fasilitas sexual dalam kartu ini. Mungkin

hal-hal lain yang berhubungan dengan

aktivitas atau

sering direspon

sebagai selim ut berbulu yang lembut atau hangat, kuli t kambing yang

shading bany ak muncul. Misalnya keseluruhan bercak

dikeringkan

dengan penjelasan mengenai bulunya. B agi testee yang

mempunyai

masalah sexual, kemungkinan kartu ini san gat mengganggu

sehingga men olak memberi jawaban.

ini san gat mengganggu sehingga men olak memberi jawaban. Kartu 6 7) Kartu VI I Berca

Kartu 6

7) Kartu VI I Berca k tinta pada kartu VII ini mempunyai ke san ringan dan

lembut. War nanya abu-abu muda dengan sedikit bagia n agak gelap di

bawah. Kartu ini memungkinkan testee me mberikan respon

secara keselu ruhan berupa awan dan asap. Respon yan g sering muncul

adalah

atau

binatang yan g mempunyai bulu lembut. Bagian tengah b awah yang agak

gelap kadang direspon sebagai organ sex wanita. Karena

banyak berkaitan

bagian tengah

figure

manusia,

terutama

wanita,

yang

sedang

bergerak

8| T e s

G

r a

f

i

s :

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

dengan kewa nitaan (feminitas) dan kelembutan (sosok

manusia sering

terlihat di da lamnya yang digambarkan seperti wanita maka kartu in i disebut sebagai mother card.

atau anak-anak),

kartu in i disebut sebagai mother card. atau anak-anak), Kartu 7 8) Kartu VI II Kartu

Kartu 7

8) Kartu VI II Kartu

warnanya tid ak hanya merah saja seperti pada kartu II da n III, tetapi juga

menyatu dengan

ada warna-w arna yang lain. Bentuknya agak kecil dan

VIII ini adalah kartu pertama yang selur uhnya berwarna,

beberapa bag ian yang jelas dan terpisah : bagian atas b erwarna abu-abu

kehijau-hijau an, bagian tengah berwarna biru, bagian

bawah berwarna

merah muda

dan orange dan bagian samping kiri dan

kanan berwarna

merah muda.

Bagian samping berwarna merah muda

sering direspon

sebagai bentu k binatang berkaki emmpat yang sedang be rgerak (misalnya harimau, mu sang, tikus, dan hewan sejenis ; bukan bu aya, cecak atau ikan). Bagia n-bagian lain dapat dijadikan sebagai jaw aban jika tidak digunakan se cara bersama-sama. Memang agak sulit un tuk memberikan jawaban seca ra keseluruhan pada kartu ini, karena bercak -bercaknya yang terpisah.

9| T e s

G

r a

f

i

s :

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

Kartu 8 9) Kartu IX Berca k tinta pada kartu ini menimbulkan kesan bes ar

Kartu 8

9) Kartu IX Berca k tinta pada kartu ini menimbulkan kesan bes ar dibandingkan dengan berca k pada kartu VIII maupun kartu-kartu yang la in, tetapi bentuk atau struktur nya tidak jelas, sehingga sulit untuk dib edakan bagian- bagiannya. W arna-warnanya saling bertumpang tindih ata u tercampur dan struktur berc ak yang tidak jelas membuat beberapa te stee mengalami kesulitan unt uk memberikan jawaban secara keseluruha n atau memilih

bagian-bagian

yang cukup t inggi atau di atas rata-rata saja yang mam pu memberikan jawaban deng an baik (jawaban berkualitas baik). Oleh ka rena itu kartu ini disebut intele ctual blocking card. Respon pada kartu ini s angat bervariasi, bahkan diba nding kartu yang lain, variasi jawabanny a paling besar. sehingga jaw aban dari kartu ini dapat digunakan seba gai dasar untuk menginterpre tasi keadaan testee secara cepat, teruta ma interpretasi keadaan intel ectualnya.

tertentu. Hanya orang yang mempunyai ti ngkat intelektual

10 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

Kartu 9 10) Kartu X Pada kartu ini warna-warna tersebar secara terpisa h, sehingga sulit

Kartu 9

10) Kartu X Pada

kartu ini warna-warna tersebar secara terpisa h, sehingga sulit

bagi testee u ntuk melihat bercak sebagai suatu yang u tuh. Kalau tetee mempunyai k emampuan mengorganisasikan bercak deng an baik, respon

yang sering

muncul adalah palet seorang pelukis atau

pemandangan di

bawah laut.

Tetapi pada umumnya testee memberikan

jawaban secara

terpisah-pisah . Jawaban “ulat/ular yang berwarna hijau” ” sering muncul

pada bagian

sedangkan ba gian kecil dari bercak hijau ini yang berw arna lebih muda sering dijaw ab sebagai hewan bertelinga panjang. Ba gian luar yang

berwarna bir u sering direspon sebagai hewan berkaki b anyak misalnya “kepiting”. B agian-bagian lain juga banyak yang me mberikan kesan sebagai binat ang. Respon manusia jarang dilihat, kecu ali pada bagain besar di tenga h yang berwarna merah muda.

tengah yang berwarna hijau dan bentukn ya memanjang,

muda. tengah yang berwarna hijau dan bentukn ya memanjang, Kartu 10 11 | T e s

Kartu 10

11 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

b. Persiapan Tes Rorschach 1) Kesiapan Tester dan Testee Untuk melaksanakan tes Rorscachch, sebaiknya tester dan testi sama-sama siap dan bersedia untuk melaksanakan tes. Khususnya tester harus sehat secara fisik maupun psikologis, tidak sedang sakit atau mengalami gangguan, misalnya tidak sedang marah, sedih, ataupun terlalu gembira, dan berminat melakukan tes, tidak sedang malas.

2) Suasana Lingkungan Suasana tes ini sangat bervariasi, tergantung dari testi, tester, maupun situasi pada waktu tes dilaksanakan. Suasana ts ini sangat penting karena akan berpengaruh juga pada respon yang akan diberikan.

3)

Pengaturan Tempat Duduk Tempat duduk diatur dalam berbagai posisi, antara lain :

sama, tetapi tester duduk agak sedidkit dibelakang testi. Cara ini dianjurkan oleh Klopfer (1962). Tetapi tampaknya hal ini agak sulit dilakukan di Indonesia karena faktor kultural, terutama jika tester dan testi berbeda jenis kelamin. Tester dan testi duduk berhadap-hadapan. Posisi ini tampaknya banyak digunakan di Indonesia. Namun duduk dengan cara seperti ini terlalu formal, menimbulkan kesan sedang diinterogasi, sehingga hubungan menjadi kaku. Keadaan ini kurang cocok untuk tes Rorschach. Tester duduk disamping testi mebentu sudut siku. Untuk tester orang Indonesia yang tidak kidal, testi duduk disebelah kiri tester. Posisi ini memudahkan tester untuk mengamati gerak-gerik testi maupun perubahan wajahnya secara tidak langsung, hubungan tidak formal dan kaku. Tester juga dapat melihat posisi kartu yang di

Tester dan testi duduk bedampingan, mengahadap ke arah yang

12 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

pegang testi, dan tester lebih enak menulis jawaban testi ke lembar jawaban. Prsiapan alat-alat tes Rorschach :

Alat-alat yang harus dipersiapakan untuk penyajian tes Rorschach adalah:

Sepuluh kartu Rorschach yang sudah diatur sesuai dnegan urutannya kartu I paling atas dengan keadaan dibalik sehingga gambar/bercak tinta menghadap kebawah.

Lembar jawaban. Ada dua macam yaitu, lembar jawaban yang dgunakan untutk mencatat semua respon/jawaban yang digunakantesti yang diberikan waktu perfomance proper dan lembar lokasi yang digunakan untuk mencatata jawaban testi pada waktu inquiry.

Alat pengukuran stopwatch yang akan digunakan untuk mengetahui waktu reaksi dan waktu respon testi.

Alat tulis.

c. Tahap-tahap Penyajian Tes Rorschach Sebelum melaksanakan tahap-tahap penyajian tes Rorschach, terlebih dahulu tester harus memberikan instruksi. Instruksi dalam tes Rorschach ini memang tidak ada formulasi yang baku seperti pada tes obyekyif, misalnya tes ingtelegensi dan tes bakat. Hal ini sangat

tergantung pada kondisi dari testi , misalnya latar belakang pendidikan, sosial budaya, usia, dan keadaan khusus lainnya. Meskipun demikian ada kriteria yang harus dipenuhi untuk memberikan instruksi, yaitu yang utama adalah menggunakan kata-kata netral dan tidak sugestif, serta mengandung unsur-unsur sebagai berikut:

1. Penjelasan cara membuat bercak tinta, dan menanyakan apakah testi sudah tahu tentang bercak tinta.

2. Memberitahukan pada testi bahwa nanti akan ditunjukkan 10 kartu bercak tinta seperti tersebut diatas.

13 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

3. Memberi tahukan bahwa tugas testi adalah mengatakan apa yang dilihat pada kartu tersebut.

4. Motivasi diberikan dengan mengatakan bahwa semua jawaban adalah benar, tidak ada jawaban yang jorok, tabu, atau memalukan; jawaban setiap orang tidak sama; apapun dapat ter lihat di kartu tersebut.

5. Memberitahukan bahwa jawaban testi akan dicatat dan waktunya akan

dihitung, tetapi testi tidak perlu merasa terganggu. Oleh karena itu sebaiknya testi memberi tahukan apabila testi telah selesai memberikan jawaban pada setiap waktu. Seperti disebutkan di atas, bahwa instruksi dapat diberikan dengan formulasi dari tester sendiri, tetapi yang perlu diingat adalah tester tidak boleh memberikan pernyataan-pernyataan maupun pertanyaan yang sugestif. Misalnya dengan mengatakan: “Anda bolehmelihat setiap kartu sesuka anda dan mengatakan kepada saya semua apa yang anda lihat”. Setelah selesai memberikan instruksi, tester perlu mengecek apakah testi sudah betul-betul memahami apa yang harus dilakukan. Misalnya dengan menanyakan: “Apakah anda sudah tahu apa yang harus anda lakukan?”. Testi diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Ada kalanya testi meminta penjelasan sekali lagi, tetapi ada juga testi yang ingin tahu tentang tujuan dari tes ini. Jika tidak diberi tahukan kemungkinan testi akan menunjukkan sikap yang tidak kooperitis. Akan cukup riskan juka tester secara eksplisit mengatakan bahwa tes ini adalah tes kepribadian, terutama pada tes yang belum dikenal. Oleh karena jawaban yang paling aman adalah mengatakan bahwa tes ini ada hubungannya dengan imajinasi dan fantasi.

B. Tes DAP (Draw a Person)

1. Pengertian Tes DAP (Draw a Person)

Tes DAP (Draw A Person) atau juga sering disebut DAM (Draw A Man) merupakan salah satu bentuk alat tes Psikologi yang sering kita jumpai

di saat proses assessment psikologi. Tes DAP atau DAM termasuk tes

14 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

individual. DAP atau Draw a Person adalah salah satu jenis tes menggambar. Tes ini mudah diinterpretasikan dan banyak digunakan di berbagai negara karena tidak ada hambatan bahasa, hambatan budaya dan komunikasi antara penguji dan peserta tes. Biasannya, DAP digunakan dalam berbagai tujuan sehingga bersifat universal. Tes Draw a Person menurut Machover (1949), adalah tes pertama yang secara formal memperluas teknik menggambar dari perkembangan kognitif ke dalam interpretasi kepribadian berdasarkan teori tes proyektif. Tes ini pada awalnya mengungkap kemampuan IQ anak dan psikologi anak. Selain itu juga untuk mengetahui bakat, minat dan kemampuan dalam menuangkan ide dan perhatian anak terhadap objek yang digambar. Test ini berasumsi bahwa dengan dasar sebelum orang dapat membaca dan menulis, maka yang dilakukan adalah menggambar atau melakukan coretan.

2. Tujuan Tes DAP (Draw a Person)

Tes ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara apa yang digambar dengan kepribadian orang yang menggambar, ekspresi diri atau body images seseorang yang dibentuk pengalaman pribadi, menggambarkan kebutuhan tubuh dan konflik yang dialami, mengetahui emosionalitas, pshychosexual maturity, kecemasan, guilt (kesalahan), tingkat agresif individu, dan untuk menggambarkan bagaimana individu dalam lingkungan kelompok sosialnya. Tes ini meminta subjek untuk menggambar figur manusia, karena adanya asumsi bahwa gambar yang mudah dikenali dari suatu objek adalah bentuk manusia dan semenjak dini individu sudah seringkali menggambar manusia dibandingkan menggambar bentuk atau objek lain. Menurut Florence Laura Goodenough, individu melakukan coretan karena adanya proses mental berdasarkan perkembangan intelektual. Gambaran anak kecil terkait erat antara konsep perkembangan mental dan kemampuan intelegensi secara umum. Goresan atau coretan anak lebih menunjukkan ekspresi diri dibandingkan keindahan. Gambar yang dibuat

15 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

cenderung apa yang diketahui dan bukan apa yang dilihat. Dasar tersebut merupakan landasan perkembangan intelegensi dan mental anak yang dapat diamati mengacu pada standar normatif yang harus dibuat. Spesifikasi dari tes ini yaitu individu diberikan kertas kosong tanpa coretan apapun dan diminta untuk menggambar orang lengkap tanpa ada aturan apapun dan dibebaskan sesuai keinginan masing-masing. Tes ini dapat digunakan pada anak-anak, remaja dan lansia.

3. Administrasi atau Prosedur Tes DAP (Draw a Person)

a. Persiapan Tes DAP (Draw a Person) Lubis (2014), menyampaikan bahwa persiapan yang perlu dilakukan dalam administrasi tes ini adalah:

1) Sarana Testi duduk senyaman mungkin dengan ruang yang cukup lega untuk menggerakkan tangan selama menggambar

Kertas HVS A4

Pensil 2B yang runcing dan karet penghapus

Jika gambar berwarna, disediakan krayon, pensil warna, atau pen warna warni. 2) Waktu Tanpa batas untuk tes individual, tetapi biasanya 5-10 menit lalu

diambil rata-rata 7 menit(biasanya untuk kelompok). jadi tes ini biasanya tidak untuk secara klasikal, tetapi individu karena tidak dapat di lakukan observasi pada testee. Komentar-komentar individu selama menggambar, misalnya “kok

susah ya gambar kepala?

b. Instruksi

”.

Berikan kertas gambar dalam posisi vertikal kepada testee.

Katakan kepada testee, “Gambarlah seseorang”.

16 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

Apabila testee mengeluh atau mengatakan kesulitannya untuk menyelesaikan tugas ini, katakan bahwa “Tugas ini tidak ada hubungannya dengan keahlian anda dalam menggambar. Saya hanya ingin melihat bagaimana anda membuat gambar tersebut”. Selama testee menggambar, lakukan observasi. Bila gambar testee tidak lengkap, buatlah catatan di lembar observasi. Setelah testee selesai menggambar orang dengan lengkap, berikan selembar kertas putih yang baru (bila klasikal, kertas baru dapat dibagikan beberapa saat sebelum batas waktu pengerjaan) dan katakan: “Gambarkan pula seorang laki-laki/wanita (yang berlawanan dengan gambar yang pertama). Hendaknya jangan sekali-kali mengatakan: “Gambarlah seorang putra atau putri” karena nanti ada kemungkinan testee menggambarkan seorang anak laki-laki atau seorang anak perempuan. Pada saat testee membuat gambar kedua, berikan lagi kertas baru untuk tes berikutnya. Jika tes dilakukan secara time limit, maka saat waktu pengerjaan habis, katakan: “Ya, selesai. Silakan simpan hasil pekerjaan saudara di sudut kanan meja!”

Observasi Observasi selama testee mengerjakan tugasnya. Observasi dilakukan secara tidak menarik perhatiannya atau tidak terlalu menyolok. Yang diobservasi adalah:

c.

Data identifikasi mengenai testee.

Waktu yang dibutuhkan untuk mengambar.

Urutan bagian-bagian gambar yang digambar.

Penempatan gambar, penghapusan, pengubahan/penggantian, usia,

penekanan. Pertanyaan-pertanyaan pendahuluan dari testee.

17 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

4.

Gambar DA P (Draw a Person)

4. Gambar DA P ( Draw a Person) Ga mbar 1 Gambar 2 C. Tes TAT

Ga mbar 1

Gambar 2

C. Tes TAT (Them atic Apperception Test)

1. Pengertian d an Sejarah Singkat Tes TAT

Apperception Test, disingkat TAT adal ah suatu teknik

proyeksi, yang d igunakan untuk mengungkap dinamika ke pribadian, yang

menampakkan di ri dalam hubungan interpersonal dan dalam

interpretasi yang ada artinya) terhadap lingkungan. Dengan te knik ini seorang

mahir dapat mengungkap dorongan-d orongan emosi,

sentiment, komp leks dan konflik-konflik pribadi yang

diciptakan pertam a kali oleh Henry A. Murray dan Christiana D. Morgan pada tahun 1935. TAT yan g lazim dilakukan kepada orang-orang terdi ri dari setumpuk

yang mengandung ekspresi-ekspresi yang

apersepsi (atau

Thematic

interpreter yang

dominan. TAT

kartu bergambar, ini juga di

kuat. Kartu TAT untuk boys, G

untuk girls dan M -F untuk male and female, yakni untuk ked ua jenis. Bentuk

modifikasi dari

menyediakan ga mbar yang terfokus pada konflik, hubun gan orang tua,

TAT adalah CAT (Children’s Appercept ion Test), yang

kategorikan

berdasarkan

gender,

B

18 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

permusuhan dengan saudara kandung, dan situasi lain yang sering ditemui pada anak-anak. TAT ini didasarkan pada teori needs Murray yang memandang bahwa dalam suatu perilaku manusia pasti didorong oleh adanya motivasi internal dan eksternal, sedangkan lingkungan dipandang sebagai press (tekanan) yang mempengaruhi dorongan tersebut. Keduanya akan membentuk suatu interaksi antara kebutuhan dan lingkungan yang disebut sebagai tema. Kesatuan tema merupakan kesatuan interaksi itu yang terbentuk sejak jaman kanak-kanak tanpa disadari, dan ini merupakan kunci dari suatu perilaku unik (khas) seseorang.

2. Kegunaan Tes TAT (Thematic Apperception Test) Bermanfaat bagi semua studi dalam mengungkap dinamika kepribadian individu. Dapat digunakan dalam mencoba menafsirkan/menginterpretasikan segala bentuk tingkah laku yang menyimpang/abnormal/mengalami gangguan, seperti psikosomatis, neurosis dan psikosis. Bermanfaat sebagai langkah pertama/pengantar untuk melaksanakan serangkaian interview dalam psikoterapi ataupun pelaksanaan psikoanalisis yang sifatnya tidak mendalam.

3. Aspek yang Diungkap Dalam Tes TAT (Thematic Apperception Test) Henry A. Murray, mengungkap tujuh aspek dalam Thematic Apperception Test :

Aspek Mental Mengungkap pengalaman Testee yang luas dan pemikiran yang lebih matang Dapat tergambar dari : organisasi cerita (sebab-akibat cerita; kelogisan; konsep cerita yang cermat, runtut dan terpadu; ketepatan konsep cerita dengan gambar; bahasa yang digunakan mudah dipahami).

1)

19 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

2)

Aspek Imajinasi

3)

Mengungkap kekuatan daya khayal dan kreativitas Testee, yaitu seberapa jauh Testee dapat memperkaya persepsi terhadap gambar gambar TAT dengan isi cerita yang mengekspresikan pengalaman/latar belakang pribadi. Aspek Dinamika Keluarga

Mengungkap latar belakang keluarga (ayah, ibu, saudara kandung)

Dapat tergambar dari : apakah terjadi “blocking” (terutama pada

4)

K.5, 6 BM, 7BM/GF, 8, 9) dalam menanggapi kartu tersebut, atau apakah ada emosi (marah, senang, dll) yang berkaitan dengan kartu-kartu tersebut. Aspek Penyesuaian Terhadap Diri Sendiri

5)

Mengungkap apakah Testee itu dapat menerima /menolak keadaan dirinya (kelebihan-kekurangan). Aspek Emosi

Mengungkap reaksi yang lebih dominant muncul

Dapat tergambar dari ekspresi wajah dan reaksi tubuh (body language).

6)

Aspek Penyesuaian Seksual

7)

Mengungkap bagaimana hubungan heteroseksual Testee; dengan temen sebaya (laki-laki/perempuan), hubungan orangtua dan anak. Aspek Behavioral

Dapat tergambar dari proses pelaksanaan tes, perilaku apa yang

Mengungkap tentang perilaku Testee

muncul (misal: emosi, gembira sekali, dll).

4. Materi Tes TAT

Materi TAT terdiri dari 20 gambar: 11 kartu untuk segala testi; termasuk disini kartu kosong, dan 9 krtu disesuaikan untuk dewasa/anak dan

pria/wanita. Ke 9 kartu ditandai dengan:

a) BM = Boy & Male (untuk pria)

20 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

b)

GF = Gilr & Female (Untuk wanita)

c)

MF = Male & Female (untuk dewasa)

d)

GB = Boy & Girl (untuk anak-anak 4 14 tahun).

5.

Administrasi Tes TAT (Thematic Apperception Test)

a. Melaksanakan Rapport Yang Baik

Membuat suasana tidak tegang, agar testee mudah/bebas/nyaman untuk mengeluarkan imajinasinya, melalui kata-kata (verbal) maupun ekspresi emosinya.

Menanyakan keadaan testee

b. Pelaksanaan Tes

Sebaiknya pelaksanaan tes dilakukan dalam 2 (dua) session, yaitu session ke-1 proses pengambilan data dan session ke-2 untuk menggali

lebih dalam/memperjelas data yang dirasa kurang jelas (inquiry). Ada dua bentuk inquiry :

a) Intermittent inquiry, dilakukan di sela-sela pemberian kartu atau setelah separuh waktu perjalanan tes.

b) Final inquiry, dilakukan inquiry setelah semua kartu diberikan.

Layaknya tes ini dilakukan secara individual (1 tester-1 testee), tetapi dapat juga dilakukan secara klasikal/kelompok (untuk kepentingan seleksi karyawan), yaitu gambar ditampilkan melalui slide dan testee

diminta menuliskan ceritanya. Secara individual, waktu tidak perlu dibatasi, namun biasanya diberikan waktu 5 menit (5’) per kartu.

c. Instruksi Instruksi ini sesuai untuk klien adolesen dan dewasa yang memiliki inteligensi average serta cukup berpengalaman, diucapkan sebagai berikut : “Ini adalah tes imajimasi. Sebentar, saya akan memperlihatkan kepada anda beberapa gambar satu persatu, dan tugas anda adalah berusaha untuk membuat suatu karangan/cerita yang dramatis dari tiap gambar- gambar tersebut. Ceritakanlah/uraikanlah dari gambar, kira-kira apa

21 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

yang terjadi

dirasakan da n dipikirkan pelakunya, kemudian berik an juga akibat yang ditimbu lkannya. Berceritalah sesuai dengan apa ya ng pertama kali terlintas dal am benak anda. Apakah anda sudah me rasa jelas dan

sebelumnya, apa yang terjadi pada saa t itu/apa yang

mengerti? (tu unggu sebentar). Baiklah, jika anda suda h mengerti, kita dapat memula inya sekarang…….ini adalah gambar yang pertama”. Instru ksi ini dipergunakan untuk klien anak, ora ng dewasa yang

bawah normal,

kurang berpe ndidikan atau yang memiliki intelegensi di

dan untuk par a penderita psikotik, diucapkan sebagai beri kut : “ Ini adalah tes mengurai kan cerita. Di sini saya memiliki beberap a gambar yang

sebentar lagi

akans saya perlihatkan pada anda, dima na untuk setiap

gambarnya sa ya meminta kesediaan anda untuk membua t suatu karangan cerita. Ceritak anlah apa yang telah terjadi sebelumnya dan apa yang terjadi saat ini/sekar ang. Ceritakanlah juga pikiran, perasaan da n perbuatan dari

orang-orang

kesudahannya a/akibatnya.

yang terlibat di dalamnya, ser ta bagaimana

6. Gambaran d an Deskripsi Umum Kartu TAT

1)

Kartu 1 Seora ng anak laki-laki sedang memandangi seb uah biola yang terleta k di atas meja di depannya. Meng ungkap : Keinginan untuk berprestasi dan h ubungan dengan orang tua.

Keinginan untuk berprestasi dan h ubungan dengan orang tua. 22 | T e s G r

22 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

2)

Kartu 2

Pema ndangan desa; disebelah depan ada seorang w anita membawa

buku; dilator belakang ada seorng laki-laki sedang bkerja di lading

dan s eorang wanita lebih tua dari wanita mema ndanginya.

pertama sedang

Meng ungkap : aspirasi klien, pandangan terhadap lingkungan dan sikap terhadap orang tua.

pandangan terhadap lingkungan dan sikap terhadap orang tua. 3) Kartu 3 B M BM. Dilantai seorang

3)

Kartu 3 B M

BM.

Dilantai seorang anak laki-laki sedang meri ngkuk menmpel

sofa

dengan kepalanya disandarkan di atas ta ngan kanannya.

Disam pingnya di lantai tergeletak sepucuk pistol.

Meng ungkap : Perasaan depresi, patah hati, frus trasi yang dapat menga akibatkan agresifitas.

hati, frus trasi yang dapat menga akibatkan agresifitas. 23 | T e s G r a

23 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

4)

Kartu 3

GF

GF. S eorang wanita sedang berdiri dengan ke pala menunduk.

Muka nya ditutupi dengan tangan kanannya. dirent angkan pada suatu pintu kayu.

Tangan kirinya

Meng ungkap : Perasaan putus asa, kesedihan dan k onflik

Meng ungkap : Perasaan putus asa, kesedihan dan k onflik 5) Kartu 4 Seora ng wanita

5)

Kartu 4 Seora ng wanita sedang memegang erat-erat bahu s eorang pria yang

Pria ini seolah-

badan

dan wajahnya membelakangi wanita tadi.

olah b erusaha menghindar dari wanita tadi.

Meng ungkap : situasi konflik antara perempuan d an laki-laki atau konfli k dalam rumah tangga atau sikap terhadap je nis kelamin lain

(aspek

seksual)

atau sikap terhadap je nis kelamin lain (aspek seksual) 24 | T e s G r

24 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

6)

Kartu 5

Seora ng wanita setengah baya sedang berdiri di am bang pintu yang

seteng ah terbuka dan mlihat kearah suatu kamar.

Meng ungkap : sikap terhadap ibu/ istri atau terhada p diri sendiri

: sikap terhadap ibu/ istri atau terhada p diri sendiri 7) Kartu 6 B M BM.

7)

Kartu 6 B M

BM.

Seorang wanita tua pendek berdiri membe lakangi seorang

pria m uda jangkung. Si pria memandang ke bawah dengan ekspresi wajah kebingungan.

perempuan dan

anak

ibu/

perem puan dan anak laki-laki/ laki-laki

Meng ungkap : Hubungan dan sikap antara ibu/

laki-laki/

laki-laki,

apa

penyebab

konf lik

antara

ibu/ laki-laki/ laki-laki, apa penyebab konf lik antara 25 | T e s G r a

25 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

8)

Kartu 6

GF

GF.

Seorang wanita sedang duduk ditepi s ebuah sofa. Ia

 

mema ndang kebelakang ke arah seorang pria yan g lebih tua yang

berpip a di mulutnya. Pria ini seakan-akan sedang wanita a tadi.

berbicara dengan

 

Meng ungkap : hubungan dan sikap terhadap ay ah/laki-laki dan

 

anak

perempuan/ perempuan, apa penyebab kon flik antara ayah/

laki-la ki dan anak perempuan/ perempuan.

 
 
 

9)

Kartu 7 B M

BM. S eorng pria ubanan memandang seorang pria

muda cemberut

yang s edang melamun.

Meng ungkap : Sikap ayah terhadap anak laki-la ki atau terhadap sesam a jenis

ayah terhadap anak laki-la ki atau terhadap sesam a jenis 26 | T e s G

26 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

10) Kartu 7 GF GF. S eorang wanita agak tua sedang duduk dis amping seorang

sesuatu untuk si

anak. Si anak yang sedang memegangi boneka, me mandang kearah

perem puan, sambil berbicara atau membacakan

lain.

Meng ungkap : Sikap Ibu terhadap anak perempu an atau terhadap sesam a jenis.

Ibu terhadap anak perempu an atau terhadap sesam a jenis. 11) Kartu 8 BM BM. S

11) Kartu 8 BM BM. S eorang pria remaja memandang lurus ke lua r gmbar. Di satu sisi ta mpak sebuah laras senapan, dan dilator b elakang tampak lamat- lamat seperti bayangan dalam mimpi, , pemandangan semac am operasi.

yang

positif /cita-cita), dan atau adanya kecend erungan agresi (pemb unuhan, dendam, dll)

Meng ungkap

:

Ambisi

klien

(mengarah

pada

suatu

hal

dll) Meng ungkap : Ambisi klien (mengarah pada suatu hal 27 | T e s G

27 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

12) Kartu 8 GF

Meng gungkap : Ambisi klien tentang masa sek arang dan masa yang akan datang.

Seora ang wanita muda duduk bertopang dagu samb il melamun.

Seora ang wanita muda duduk bertopang dagu samb il melamun. 13) Kartu 9 BM BM. rerum

13) Kartu 9 BM

BM.

rerum putan.

Empat

pria

berpakaian

kerja

sedang

ti duran

santai

di

Meng gungkap : Hubungan dengan sesama jenis, p eer group/teman sebay a (hubungan social).

sesama jenis, p eer group /teman sebay a (hubungan social). 28 | T e s G

28 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

14) Kartu 9 GF Seora ang wanita muda dengan majalah dan do mpet di tangan mem andang dari balik sebatang pohon seorang w anita muda lain berpa kaian pesta yang sedang berlari-lari ditepi pa ntai.

Meng gungkap : Sikap terhadap sesama jenis, pe er group/ teman sebay a, atau persaingan antar saudara kandung / ibu (hubungan socia l).

persaingan antar saudara kandung / ibu (hubungan socia l). 15) Kartu 10 Meng gungkap : hubungan

15) Kartu 10

Meng gungkap : hubungan antara lawan jenis atau d engan orang tua

Kepa la seorang wanita muda bersandar dibahu se orang pria.

Kepa la seorang wanita muda bersandar dibahu se orang pria. 29 | T e s G

29 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

16) Kartu 11 Suatu cadas

jalan menyusuri suatu jurang yang dalam d iantara batu-bati

gambaran-

gamb aran yang tidak jelas. Dari salah satu dindin g cadas menjulur

kepal a dan leher panjang seekor naga.

agresi atau rasa hal-hal yang

ingin

berba haya/mengancam.

yang

terjal.

Diatas

jalan

dikejauhan

ada

Meng gungkap : Indikasi ketakutan klien terhadap

tahu

klien

yang

besar

terhadap

ketakutan klien terhadap tahu klien yang besar terhadap 17) Kartu 12 M M. S eorang pria

17) Kartu 12 M M. S eorang pria muda sedang berbaring memeja mkan mata diatas dipan . Seorang pria tua membungkuk, tanganny a terbuka diatas

muka

orang yang sedang berbaring.

Meng gungkap : Hubungan antara ayah/ kakak lak i-laki dan anak/

adik

figur e yang lebih superior.

laki-laki (sesama jenis) dan ketakutan aka n dominasi oleh

laki-laki (sesama jenis) dan ketakutan aka n dominasi oleh 30 | T e s G r

30 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

18) Kartu 12 F Gam bar seorang wanita muda. Dilatar belak angnya seorang wani ta tua berkerudung dan menyeramkan seda ng mengerutkan waja h.

Meng gungkap : Hubungan antara ibu/ kakak d engan anak/adik pere mpuan dan ketakutan akan dominasi oleh fi gure yang lebih super ior.

ketakutan akan dominasi oleh fi gure yang lebih super ior. 19) Kartu 12 BG Sebua h

19) Kartu 12 BG

Sebua h

berhut an.

kapal

dayung

didaratkan

dipinggiran

sungai

didaerah

Meng ungkap : Kecemasan/ ketakutan anak

sungai didaerah Meng ungkap : Kecemasan/ ketakutan anak 31 | T e s G r a

31 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

20) Kartu 13 FM

Seora ang pria muda sedang berdiri menunduk,

deng an lengan. Dibelakangnya ada gambaran sedan g berbaring diatas tempat tidur.

mukanya ditutup seorang wanita

Meng gungkap: masalah seksual antara laki-laki dan

perempuan

Meng gungkap: masalah seksual antara laki-laki dan perempuan 21) Kartu 13 BG Seora ang pond ok

21) Kartu 13 BG

Seora ang

pond ok kayu.

anak

laki-laki

kecil

sedang

duduk

ditangga

sebuah

Meng gungkap : Orientasi masa lalu anak

ditangga sebuah Meng gungkap : Orientasi masa lalu anak 32 | T e s G r

32 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

22) Kartu 14

F.

berke lok-kelok.

S eorang

anak

perempuan

sedang

memanj at

tangga

yang

Meng gungkap : Cerminan masalah yang sedang

dihadapi klien,

harap an/ ambisi, dan mungkin ada pikiran untuk b unuh diri.

harap an/ ambisi, dan mungkin ada pikiran untuk b unuh diri. 23) Kartu 15 Baya ngan

23) Kartu 15

Baya ngan seorang pria (atau wanita) pada sua tu jendela yang

teran g. Gambar sisanya seluruhnya gelap.

Meng gungkap : Ketakutan akan kematian, atau tent tang pengalaman masa lalu/ sekarang.

kematian, atau tent tang pengalaman masa lalu/ sekarang. 33 | T e s G r a

33 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

24) Kartu 16

Seora ang pria kurus dengan tangan terpadu berdi ri diantara batu-

batu nisan.

atau

ambi si/harapan klien yang ingin/ sedang dicapai.

Meng gungkap

:

Masalah

yang

menekan

piki ran

klien,

dicapai. Meng gungkap : Masalah yang menekan piki ran klien, 25) Kartu 17 BM BM. tali.

25) Kartu 17 BM

BM.

tali. I a sedang memanjat atau menurun.

Seorang pria tanpa busana sedang bergant ung pada seutas

Meng gungkap : Keinginan untuk menonjolka n diri, tingkat

reaksi terhadap

masa lah/konflik yang belum dapat diatasi, atau kead aan yang darurat/ mendesak.

belum dapat diatasi, atau kead aan yang darurat/ mendesak. 34 | T e s G r

34 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

26) Kartu 17

G

menj ulur diatas pagar jembatan itu. Dilatar bela kangnya tampak gedu ng-gedung tinggi dan gambar-gambar kecil b eberapa pria. Meng gungkap : Perasaan depresi yang dapat me nyebabkan sikap agres if.

Sebuah jembatan diatas air, sesosok w anita bersandar

GF.

Sebuah jembatan diatas air, sesosok w anita bersandar GF. 27) Kartu 18 BM BM. tanga n.

27) Kartu 18 BM

BM.

tanga n. Tidak tampak gambar lawan-lawan orang ini.

Seorang pria dipegang erat-erat dari bel ekang oleh tiga

Meng gungkap : Kecemasan klien terhadap agresi , adanya konflik yang belum dapat diatasi, atau mengindikasikan kecanduan obat/ alcoh ol.

diatasi, atau mengindikasikan kecanduan obat/ alcoh ol. 35 | T e s G r a f

35 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

28) Kartu 18

GF Seorang wanita tangannya mencekam leher

GF.

tanpa knya didorong kebelakang kearah pagar tang ga.

wanita lain yang

Meng gungkap : Kecenderungan agresi pada wanit a, konflik antara ibu d an anak.

agresi pada wanit a, konflik antara ibu d an anak. 29) Kartu 19 Gam bar meny

29) Kartu 19

Gam bar

meny elimuti pondok yang tertutup salju dipedesaa n.

yang

menyeramkan,

melukiskan

k umpulan

awan

Meng gungkap : Keinginan akan rasa aman, cara- cara yang dapat meng atasi frustasi yang ditimbulkan oleh lingkun gan.

dapat meng atasi frustasi yang ditimbulkan oleh lingkun gan. 36 | T e s G r

36 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

30) Kartu 20

Gam bar remang-remang seorang pria (atau w anita) bersandar

pada tiang lampu dimalam buta.

Meng gungkap : Masalah/ konflik yang sedang dip ikirkan, masalah deng an lawan jenis, atau adanya kecenderungan a gresifitas.

deng an lawan jenis, atau adanya kecenderungan a gresifitas. D. Tes CAT ( Childr en Apperception

D. Tes CAT (Childr en Apperception Test)

1. Pengertian d an Sejarah Tes CAT (Children Apperceptio n Test)

CAT (Ch ildren Apperception Test) adalah tes yang d irancang khusus untuk anak-anak yang berusia 3-10 tahun. Tes ini berkemba ng yang berawal dari sebuah ide p embuatan CAT dalam diskusi antara Ernst K ris dan Leopold

Bellak. Kartu CA T diganti dari manusia menjadi hewan deng an asumsi bahwa

anak-anak kecil

manusia. Gamba r tersebut dirancang untuk membangkitk an fantasi yang berhubungan den gan masalah makan serta aktivitas oral, pe rsaingan sesama saudara, hubung an orang tua dan anak, agresi, latihan bua ng air kecil dan besar, serta pe ngalaman anak lainnya. Kemudian dila kukan berbagai

hewan daripada

lebih mudah melakukan proyeksi pada

penelitian untuk

melihat segi positif dan negatif penggunaan f igure hewan dan

manusia. Dari

hasil tes Rorschach yang dilakukan

terhadap anak,

menunjukkan has il bahwa anak lebih banyak memunculkan re spon hewan.

penelitian menunjukkan bahwa hewan dap at menggantikan

figure identifikas i pada anak usia 3-10 tahun. Kemudian dipu blikasikan CAT dengan menggun akan figure hewan pada tahun 1949. Selain C AT, tahun 1952

Berbagai

37 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

diterbitkan CAT-S. Paket ini didisain untuk anak yang masih sangat muda dengan gambar figure hewan dengan latar belakang aktivitas keluarga dan teman usia sebaya. Sepanjang 15 tahun, berbagai penelitian difokuskan untuk membandingkan relative penggunaan figure hewan dan manusia. Dari berbagai penelitian tersebut disimpulkan bahwa penggunaan figure manusia lebih memiliki nilai dibandingkan figure hewan. Kemudian dikembangkan versi manusia untuk digunakan pada situasi-situasi khusus. Tahun 1965, BELLAK menerbitkan CAT-H yang menampilkan figure manusia dalam situasi yang analog dengan gambar-gambar pada versi hewan. Walaupun penggunaan figure hewan pada CAT yang asli dipertimbangkan menghasilkan stimulus yang tidak dipengaruhi factor budaya dibandingkan dengan karakter manusia, namun sebagian setting gambar membuktikan bahwa penggunaan berbagai kelengkapan seperti toilet, tempat tidur, kursi, sofa dan sepeda roda tiga berbeda dengan tipe yang ada pada kebudayaan di luar barat. Dengan pertimbangan tersebut, tahun 1966 SAMIKO MARUI mengembangkan CAT untuk digunakan di Jepang dan UMA CHOWDHURY menghasilkan adaptasi untuk India. Tahun 1975 diterbitkan versi Philipina (PACT) yang menjelaskan gambaran situasi yang sama dengan CAT tapi menggunakan figure manusia dalam gambaran yang lebih ambigu. Di Chekoslovakia juga dikembangkan CATO untuk mengukur relasi interpersonal anak di dalam lingkungan social yang lebih luas. Tahun 1974 di Indonesia dikembangkan adaptasi Indonesia dengan menggunakan figure hewan.

2. Sasaran Tes CAT

CAT (Children Apperception Test) dirancang khusus untuk anak-anak berusia 3-10 tahun yang dirancang untuk membangkitkan fantasi yang berhubungan dengan masalah makan serta aktivitas oral, persaingan sesama saudara, hubungan orang tua dan anak, agresi, latihan buang air kecil dan besar serta pengalaman anak lainnya. CAT mempersiapkan modifikasi

38 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

manusia (CAT-H) untuk anak-anak yang lebih tua, terutama di atas usia 10 tahun, penyusunan tes mempertahankan bahwa bentuk manusia atau bentuk hewan bisa lebih efektif tergantung pada usia dan ciri-ciri kepribadian anak bersangkutan.

3. Prosedur atau Administrasi CAT

Secara umum, CAT digunakan oleh anak usia 3-10 tahun. Sifat tes ini adalah individual. CAT, membutuhkan waktu 20-45 menit untuk adminitrasi, dilakukan oleh orang yang terlatih psikiater, psikolog, social worker, guru

atau dokter anak yang terlatih secara khusus dalam sebuah klinik, penelitian, atau setting pendidikan. Tes ini memungkinkan digunakan secara langsung dalam terapi atau sebagai sebuah play technique dalam setting yang lain. Alat-alat yang dibutuhkan:

1. 1 set katu CAT (10 gambar binatang)

2. Perekam (recorder) atau kertas dan pensil

3. Meja dan kursi, anak dan tester boleh duduk berhadapan, atau tester duduk

di sebelah kanan anak Penerangan harus memadai, agar anak dapat melihat gambar dengan jelas. Jangan sampai anak melihat gambar sebelum waktu administrasi CAT tiba. Jangan lupa untuk lakukan observasi perilaku anak, dan lakukan pencatatan apabila ada hal-hal yang khusus (misal : reaksi tertunda untuk kartu tertentu). Setelah secara hati-hati membangun rapport dengan anak, pemeriksa menunjukkan ke anak sebuah kartu setelah rangkaian khusus (meskipun kurang dari 10 kartu mungkin digunakan pada keleluasaan pemeriksa) dan mendorong anak untuk menceritakan sebuah cerita dengan pembuka, tengah, dan akhir- tentang karakter-karakter. Pemeriksa mungkin meminta anak untuk mendeskripsikan, seperti, adegan yang tergambarkan, emosi dari karakter, dan apa yang mungkin terjadi di masa depan. Berikut ini merupakan administrasi tes CAT :

39 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

a. Melaksanakan rapport yang baik Sebagaimana halnya dengan tes lain, pendekatan terhadap anak perlu dilakukan disesuaikan dengan usia, tipe aktivitas tingkah laku anak dan tingkat kesulitan. Secara umum, menciptakan good rapport akan terasa lebih sulit pada anak yang lebih muda usianya dan anak “bermasalah”. CAT lebih baik disajikan pada anak dalam bentuk seperti permainan, bukan tes. Sebelum mulai ajak anak bicara mengenai binatang, atau bermain boneka binatang, dll.

b. Pelaksanaan Tes

Sebaiknya pelaksanaan tes dilakukan dalam 2 (dua) session, yaitu session ke-1 proses pengambilan data dan session ke-2 untuk menggali lebih dalam/memperjelas data yang dirasa kurang jelas (inquiry). Setelah seluruh cerita disampaikan, dapat dilakukan inquiry dengan menanyakan pada anak mengenai hal-hal penting di dalam cerita, seperti mengapa seseorang diberi nama tertentu, nama tempat, usia dan lain-lain. Pertanyaan inquiry diberikan berdasarkan cerita yang disampaikan. Kartu diperlihatkan satu per satu secara berurutan sampai selesai. Kemudian kartu tersebut ditutup dan disimpan oleh tester. Akan sangat membantu jika kartu yang diperlihatkan hanya kartu yang sedang diceritakan,

sedangkan kartu lainnya disimpan. Pada prinsipnya, seluruh kartu harus diperlihatkan satu per satu, namun jika anak lelah dan tester dapat melihat indikasi masalah yang mengganggu anak, dapat dipilih sebagian kartu untuk menggali masalah spesifik. Misalnya anak yang mempunyai masalah dengan saudara kandung dapat diberi kartu 1 dan 4 saja. Pencatatan dilakukan terhadap seluruh jawaban anak, termasuk awal cerita yang salah, “keseleo lidah”, pandangan pribadi dan kesulitan menemukan kata-kata. Pada saat pelaksanaan tes, mungkin perlu untuk memberikan semangat pada anak, tetapi jangan sugestif. Lyles (1958) melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa sikap positif pada diri tester membantu penyesuaian diri anak. Sedangkan sikap negative memunculkan kecemasan dan agresi.

40 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

c. Pemberian Instruksi Katakan pada anak bahwa ia akan melakukan permainan, yang mana ia akan diminta untuk bercerita mengenai suatu gambar (yakinkan anak bahwa ini bkan tes). Selama bercerita mengenai gambar, tanyakan pada anak : apa yang dilakukan binatang tersebut, apa yang terjadi sebelumnya, dan sesudahnya. Setelah semuanya selesai dapat ditanyakan juga mengenai alasan anak memberi nama, usia, dan tempat terkait dengan ceritanya.

d. Observasi

Pencatatan terhadap akvitas dan tingkah laku anak penting dilakukan selama pemeriksaan berlangsung. Blatt (1961) menyarankan untuk memperhatikan aktivitas fisik, gesture, ekspresi wajah dan postur dalam kaitannya dengan respon. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh tester selama pemeriksaan berlangsung, adalah :

a) Tingkah laku anak selama dites, misalnya seperti :

Manifestasi tingkah laku yang nampak (overt behaviour)

Reaksi terhadap Tester

Reaksi anak terhadap situasi tes dan terhadap gambar

b) Hubungan Antara Instruksi dan urutan Kejadian dalam Cerita, seperti :

Instruksi CAT meminta anak untuk memasukkan tiga periode waktu

dalam ceritanya, yaitu masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Berdasarkan cara klien mengikuti instruksi tersebut, maka dapat dilakukan beberapa penilaian mengenai :

Sikap klien terhadap masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang

Periode waktu di mana anak merasa sangat cemas

Perspektif waktu anak

41 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

4.

Gambaran d an Deskripsi Umum Kartu CAT

1)

Kartu I Anak- anak ayam duduk mengitari meja yang di

atasnya terdapat

mang kuk berisi makanan. Pada sisi kiri, ada see kor ayam besar yang t ergambar samar. Meng ungkap : “sibling rivalry” (persaingan antar saudara), situasi

pembe erian hadiah atau pemberian hukuman

(lewat siatuasi

pembe erian makan oleh orang tua), masalah umum denga n oralitas.

yang berkaitan

(lewat siatuasi pembe erian makan oleh orang tua), masalah umum denga n oralitas. yang berkaitan 2)

2)

Kartu II

Seeko r beruang menarik tambang pada satu u jung, sementara berua ng lain dengan seekor anak beruang menari k ujung tambang yang l ain.

Meng ungkap : tentang identifikasi anak terhadap f igure yang dapat diajak bekerjasama di antara ayah atau ibu, masala h yang berkaitan denga n ketakutan akan agresi, sikap agresi anak at au otonomi.

n ketakutan akan agresi, sikap agresi anak at au otonomi. 42 | T e s G

42 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

3)

Kartu III

Seeko r singa dengan pipa dan tongkat duduk di

kursi; di sudut

kanan bawah, seekor tikus muncul dari lubang. Meng ungkap : Singa pada umumnya dipandang

sebagai figure

ayah

sebag ai anak-ana, namun beberapa anak meng identifikasi diri merek a dengan singa dan mengganti figure ident tifikasi beberapa kali, h hal ini menunjukkan kebingungan mengena i peran, konflik antara pemenuhan kebutuhan dan otonomi.

Tikus dipandang

yang dilengkapi symbol pipa dan tongkat.

Tikus dipandang yang dilengkapi symbol pipa dan tongkat. 4) Kartu IV Seeko r kangguru memakai topi,

4)

Kartu IV

Seeko r kangguru memakai topi, membawa keranj ang berisi botol

susu;

di kantongnya ada anak kangguru yang se dang memegang

balon;

sedangkan

anak

kangguru

yang

lebih

besar sedang

menge endarai sepeda.

 

Meng ungkap

:

“sibling

rivalry”,

hubungan

a ntara

ibu-anak,

keingi nan untuk mandiri dan berkuasa.

a ntara ibu-anak, keingi nan untuk mandiri dan berkuasa. 43 | T e s G r

43 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

5)

Kartu V

Sebua h kamar yang gelap dengan tempat tidur belaka ng; di depan terdapat tempat tidur bayi berua ng di dalamnya.

Meng ungkap : hal yang berkaitan dengan duga an, pengamatan, kebin gungan dan keterlibatan emosi pada anak.

besar pada latar dengan 2 bayi

6) Kartu VI Suatu gua yang gelap dengan gambaran yang sa mara dari 2 ekor
6)
Kartu VI
Suatu
gua yang gelap dengan gambaran yang sa mara dari 2 ekor

berua ng di latar belakang; seekor bayi beruang sed ang berbaring di

latar d epan.

Meng ungkap : merupakan pelengkap kartu 5 da n pada kartu ini dapat merefleksikan perasaan cemburu.

5 da n pada kartu ini dapat merefleksikan perasaan cemburu. 44 | T e s G

44 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

7)

Kartu VI I

Seeko r harimau menunjukkan taring dan cakar nya, menerkam seekor kera yang sedang melompat ke udara.

Meng ungkap : hal yang berkaitan dengan tingkat kecemasan anak yang b erkaitan dengan adanya agresi.

tingkat kecemasan anak yang b erkaitan dengan adanya agresi. 8) Kartu VI II Dua e kor

8)

Kartu VI II

Dua e kor kera dewasa duduk di sofa, minum dari

cangkir teh. Di

depan , seekor kera dewasa tengah bicara dengan an ak kera.

Meng ungkap : berkaitan dengan peran anak di dal am keluarga. Di

anak mengenai

sampi ng itu juga menggambarkan konsep kehid upan social orang dewasa.

juga menggambarkan konsep kehid upan social orang dewasa. 45 | T e s G r a

45 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

9)

Kartu IX

Sebua h kamar yang gelap terlihat melalui pintu ter buka dari kamar

yang

terang. Dalam kamar gelap terdapat tempat tidur anak-anak

yang

di dalamnya berdiri seekor kelinci yang me mandang melalui

pintu.

Meng ungkap

:

ketakutan

akan

kegelapan,

di tinggal

sendiri,

besar mengenai

dipisa hkan oleh orang tua, rasa ingin tahu yang sesuat u hal yang terjadi.

orang tua, rasa ingin tahu yang sesuat u hal yang terjadi. 10) Kartu X Seeko r

10) Kartu X

Seeko r anak anjing telungkup di atas lutut anjing latar b elakang situasi kamar mandi.

dewasa dengan

Meng ungkap

:

“kejahatan

dan

hukuman”,

memperlihatkan

menge enai konsep moral anak, “toilet training”, da n kecenderungan

regres i.

anak, “toilet training”, da n kecenderungan regres i. 46 | T e s G r a

46 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

E. Tes BAUM

1. Pengertian dan Sejarah Singkat Tes BAUM

Tes ini awalnya digunakan oleh Emil Jucher untuk membantu mendiagnosa. Pohon sebagai gambar, merupakan pernyataan dari ‘the being of the person’. Tes ini kemudian dikembangkan oleh Charles Koch, yang sekarang dikenal dengan ‘Tes Pohon (Baum Test)’. Psikotes "Baum Test" atau yang lebih dikenal dengan "Tree Test" adalah tes kepribadian yang dikembangkan oleh Karl Koch yang kemudian dipublikasikan pertama kali pada tahun 1959. Dalam tes ini, peserta tes diminta untuk menggambar sebuah pohon. Perintah menggambar pohon ini bisa bervariasi. Adakalanya diminta menggambar pohon tertentu seperti pohon apel, pohon mangga, dll, pohon tanpa buah, pohon merambat, pohon besar, ataupun sebuah pohon dengan kriteria yang diinginkan penguji. Namun, rata-rata peserta tes dibebaskan untuk menggambar pohon apapun yang berbatang kayu dan memiliki dahan. Gambar pohon yang dilarang biasanya dicantumkan dalam soal seperti bambu, tebu, pisang, kelapa, dan semak/rerumputan. Sejak semula, dikatakan bahwa ada hubungan antara bentuk pohon dan bentuk manusia, yang menanam kehidupan dalam pohon seperti dalam suatu patung yang berdiri. Pohon mencapai kemiripan paling tinggi dengan kemanusiaan (humanity) dan bahwa pertemuan dengan pohon adalah pertemuan dengan diri sendiri. Ada kemiripan tetapi juga ada perbedaan, dimana letak perbedaannya dan apa sebabnya kita membedakan kehidupan tanaman dan binatang dan hidup manusia? Tanaman merupakan sistem yang terbuka, segala sesuatu menuju keluar, segala pada ujung-ujung tunas-tunasnya. Hanya jenis pohon yang dapat memperlihatkan kejadian ini. Konstitusi tubuh manusia dan binatang tidak memperlihatkan hal ini dan merupakan suatu sistem yang tertutup dimana segala sesuatu bergerak ke dalam, diberi makan serta dikendalikan organ-organ pusat. Karena itu “keberadaan” tanaman (the being of) berarti gerakan hidup keluar, suatu usaha menjauhi zona-zona pertumbuhan pusat yang tidak berguna dan bersifat lebih simbolis.

47 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

Sebaliknya kehidupan binatang berarti hidup fisik diarahkan ke dalam, berkonsentrasi dalam tubuh dan dalam tubuh semua bagian dan organ tubuh diberi darah oleh kekuatan yang sama seumur hidup. Semua organ sudah ada sejak awal dan harus diselesaikan agar tumbuh/berkembang menjadi sempurna. Tanaman tidak pernah berkembang/tumbuh sempurna, ia selalu muda dan sampai mati pun akan berbunga dan dapat menjadi buah. Pohon tidak pernah berhenti berkembang, tetapi tumbuh walaupun sudah tua dan apabila kita tidak lagi melihat suatu pertumbuhan ke atas maupun menjadi lebih besar, pohon itu masih tetap hidup, ada pucuk-pucuk baru dan selalu berganti daun setiap tahun. Eksistensi tanaman berarti gerakan hidup keluar sedangkan dalam eksistensi manusia segala sesuatu bergerak ke dalam dan dikendalikan organ- organ puat, bahkan fisiognomi dibentuk dari dalam. Apa yang dinyatakan dalam gambar pohon bukanlah suatu fisiognomi, akan tetapi lebih baik dikatakan sebagai suatu sekresi dari apa yang ada di dalam, suatu gerak keluar menjadi suatu bentuk yang menyerupai manusia namun dengan sifat-sifat yang berbeda dalam inner beingnya. Ini merupakan suatu proyeksi dari psyche dan apa yang muncul tidak benar-benar merupakan suatu face (penampilan). Karena hokum pohon adalah untuk mendorong keluar apa yang ada di dalam, maka dalam gambar pohon psyche manusia mengikuti hukum pohon. Dari penelitian-penelitian maka dapat dilihat apa yang ditarik pohon keluar dari manusia yaitu suatu campuran yang sangat menarik dari lapisan- lapisa dalam dan seringkali dari lapisan-lapisa permukaan. Namun juga terjadi bahwa gambar pohon tidak memancing apa-apa.

2. Tujuan Tes BAUM

Tujuan dari tes ini adalah untuk menilai karakter dan kepribadian seseorang dari sosok gambar pohon yang diberikan. Penilaian ini dapat diketahui dari aspek, antara lain dengan menginterpretasikan bentuk gambar, kelengkapan gambar, kerapian, cara menggambar, dan aspek-aspek penilaian yang lain. Pohon dianggap dapat memberikan keteduhan bagi makhluk hidup

48 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

di sekitarnya. Dengan sifat tersebut, tes menggambar pohon digunakan untuk mengukur ego, emosionalitas, kepekaan, sikap, dan adaptasi. Penilaian yang dilakukan bukan bagus atau tidaknya gambar yang dihasilkan, melainkan besar atau kecilnya gambar, goresan pensil yang tegas atau tidak, atau patah-patah, letak gambar di kanan-kiri, atas-bawah, atau di tengah.

3. Administrasi Tes BAUM

a. Situasi Tes Tes dihadapi tanpa prasangka karena menyangka tes ini merupakan tes kemampuan menggambar. Akan tetapi tes ini tetap harus disertakan dengan tes lain untuk menganalisa suatu kepribadian yang lengkap dari seseorang individu.

b. Alat yang Dibutuhkan Bentuk dan besarnya gambar terserah subjek, namun ada beberapa

persyaratan, yaitu:

1.

Kertas HVS ukuran F4

2.

Pinsil lunak

3.

Waktu tidak dibatasi (work limit)

4.

Tidak diperkenankan menghapus/ menggaris

c.

Instruksi

dilakukan secara klasikal, pemberian kertas ini bisa dilakukan saat testee sedang mengerjakan tes sebelumnya. Katakan kepada testee: “Kepada anda telah dibagikan sehelai kertas kosong. Ambillah kertas itu dan tuliskan identitas anda di sudut kanan atas kertas ini (tunjukkkan kertas dalam posisi vertikal kepada testee)”. Katakan lagi: “Gambarlah satu pohon kayu apa saja, kecuali pohon pisang, jenis kelapa, beringin, jenis pinus, jenis rumput-rumputan,

Berikan kertas gambar dalam posisi vertikal kepada testee. Jika tes

49 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

jenis kapuk, bambu, dan semak-semak”. “Apakah ada pertanyaan?”

Bila testee mengatakan tidak bisa menggambar, katakan: “Saya tidak melihat baik buruknya gambar, tetapi melihat cara Saudara menggambar”.

Pada saat testee terlihat hampir menyelesaikan pekerjaannya (sekitar 4-5 menit sebelum batas waktu pengerjaan jika waktu dibatasi), bagikan lembar kerja berikutnya (misalnya lembar Wartegg, dalam posisi tertutup). (Jika testee sudah selesai menggambar, katakan) : ”Ya, selesai. Silakan simpan hasil kerja anda di sudut meja.

Lalu katakan: ”Jika sudah paham, silakan mulai menggambar.”

4. Gambar Tes BAUM

sudah paham, silakan mulai menggambar.” 4. Gambar Tes BAUM Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar

Gambar 1

silakan mulai menggambar.” 4. Gambar Tes BAUM Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 50|

Gambar 2

mulai menggambar.” 4. Gambar Tes BAUM Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 50| T

Gambar 3

menggambar.” 4. Gambar Tes BAUM Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 50| T e

Gambar 4

50| T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

F. Tes Wartegg

1. Pengertian dan Sejarah Singkat Tes Wartegg

Tes Wartegg merupakan salah satu asesmen tes psikologi yang digunakan untuk evaluasi kepribadian (personality assessment). Tes ini adalah

tes proyektif yang merupakan kombinasi dari teknik completions dan expressions karena telah memiliki stimulus-stimulus yang perlu diselesaikan dengan mengekspresikan suatu gambar (nieizel & bemstein,1987). Teknik proyektif dalam tes wartegg adalah teknik konstitutif yaitu subjek diberikan materi yang belum berstuktur, yang kemudian subjek diminta untuk memberi struktur. Materi tes yang digunakan dalam tes wartegg bertujan untuk menghindarkan faktor-faktor yang mengancam, misalnya dari tes yang ambigu dan asing, yang mungkin menimbulkan keragu-raguan. Ukuran segi empat bertujuan membantu subjek memusatkan perhatiannya pada tempat yang terbatas pada stimulus. Bingkai hitam segiempat bertujuan untuk memusatkan perhatian pada stimulus. Hasil karya wartegg kemudian lebih dikenal dengan istilah drawing completion test, hal ini karena subyek harus melengkapi gambar-gambar kecil yang telah tersedia dengan tujuan mengeksplorasi struktur kepribadian/ fungsi-fungsi dasar. Latar belakang dari gestalt psychology atau Ganzheit Psychology dikembangkan pada University of Leipzig oleh F. Krueger dan F. Sander dengan asumsi bahwa “tidak hanya obyek pengalaman, tetapi subyek yang mengalami harus dilihat sebagai suatu struktur. Sender menciptakan teknik “Phantasie test”, subyek dihadapkan pada materi drawing completion test (DCT), yang menghasilkan sifa struktural khas dari subyek. Tes Wartegg dikembangkan pada tahun 1920 dan 1930-an. Tes Wartegg merupakan tes yang berakar dari psikoanalisis dan psikologi Gestalt (Roivainen, 2009). Psikologi Gestalt berasumsi bahwa keseluruhan terdiri dari bagian-bagian dan bagian-bagian adalah keseluruhan, bahwa objek atau

51 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

gambar dalam tes wartegg adalah sebuah kesatuan yang merupakan cerminan dari pengalaman seseorang yang menggambar. Psikologi Gestalt dikembangkan dari Teori Psikoanalisa yang menekankan bahwa manusia dibentuk oleh pengalaman masa lalunya yang tidak bisa lepas dari dirinya saat ini. Begitupun dalam menggambar, saat subjek memunculkan respon stimulus jelas merupakan pengalaman masa lalu atau apa yang pernah ia lihat sebelumnya. Respon-respon yang muncul dalam gambar merupakan suatu ide yang dapat memunculkan ide-ide baru, hal ini terkait dengan teori psikologi asosiasi, yaitu semua gambar memiliki hubungan dengan ide-ide pertama yang muncul dan sebagai simbol-simbol tertentu merespon stimulus.

2. Tujuan Tes Wartegg

Tujuan utamanya adalah untuk mengeksplorasi struktur kepribadian dalam istilahistilah yang sering disebut sebagai fungsi dasar yaitu emosi, imajinasi, dinamisme, control dan reality function, yang terdapat pada semua individu tetapi dengan intensitas yang berbeda dan interrlasi yang berlainan. Struktur ini tidak statis tertap berubah-ubah dalam derajat yang menentukan sebagian besar dari perilaku individu.

Cakupan diagnostik dari tes wartegg adalah menggali fungsi dasar kepribadian seperti emosi, imajinasi, dinamika, kontrol dan fungsi realitas yang dimiliki oleh individu (Kinget, 1964). Dasar dari tes ini adalah bahwa tiap individu memiliki cara-cara yang berbeda di dalam mempersepsi dan bereaksi terhadap situasi yang tidak terstruktur dan cara-cara ini merupakan pembeda bagi masing-masing kepribadian (Kinget, 1964).

3. Administrasi Tes Wartegg

a. Peralatan Tes

 

Lembar tes wartegg Pensil HB (agar tekanan garis dapat terlihat jelas)

Penghapus (sesuaikan dengan tujuan pemeriksaan)

52 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

Kertas karton tipis untuk alas menggambar. (Menggambar tidak langsung pada meja kayu, logam atau bertaplak, agar bisa dilihat kuat lemahnya tekanan garis gambar yang dibuat).

b. Instruksi Tes Berikan lembar tes dalam posisi yang tepat, yaitu bagian identitas di atas, sedangkan kotak-kotak untuk digambar di bagian bawahnya. Katakan: “Kepada anda telah dibagikan lembar tes baru. Bekerjalah dengan menggunakan pensil HB. Pertama, isilah identitas anda pada bagian atas kertas.” “Jika sudah selesai, letakkan alat tulis anda dan perhatikan petunjuk yang akan saya sampaikan”. (Setelah testee memperhatikan) “Pada kertas ini Saudara lihat ada 8 buah kotak.

Di dalam setiap kotak terdapat tanda yang kecil. Tanda-tanda ini

tidak mempunyai arti khusus, mereka hanya merupakan bagian dari gambar yang akan atau harus Saudara buat nanti dalam tiap kotak.” “Saudara boleh menggambar apa saja dan mulai dari kotak mana saja. Saudara tidak perlu mengikuti ururtan kotak-kotak seperti

pada kertas ini, tetapi saudara diminta utnuk member nomor urut pada gambar-gambar yang saudara buat sesuai dengan urutan

saudara mengambar, yang mana yang saudara buat pertama, kedua, dan seterusnya.” Waktu untuk menggambar tidak terbatas. Saudara boleh menggunakan penghapus, tetapi kertas tidak boleh dibalik, bagian yang putih harus tetap di bawah”. (mungkin saja dalam tes klasikal/non klinis testee tidak diperkenankan menggunakan penghapus dan waktu pengerjaan dibatasi 15 menit). (Tergantung pada sikap, pendidikan, dan usia testee, dapat diberikan reassurance lagi, misalnya dengan mengatakan: “Ingat,

ini bukanlah tes kemampuan menggambar. Yang dilihat bukan segi

53 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

keinda ahannya melainkan bagaimana saudara mel akukan tugas ini menur ut cara saudara sendiri”).

4. Gambar Tes Wartegg

menur ut cara saudara sendiri”). 4. Gambar Tes Wartegg Gambar 1 Gambar 2 G. Tes HTP
menur ut cara saudara sendiri”). 4. Gambar Tes Wartegg Gambar 1 Gambar 2 G. Tes HTP

Gambar 1

ut cara saudara sendiri”). 4. Gambar Tes Wartegg Gambar 1 Gambar 2 G. Tes HTP (

Gambar 2

G. Tes HTP (House Tree Person)

1. Pengertian d an Sejarah Singkat Tes HTP (House Tree Person) House Tr ee Person (HTP) adalah tes psikologi ya ng pertama kali

meyakini bahwa

dikembangkan o leh John Buck pada tahun 1948. Buck

goresan gambar

seseorang (dalam hal ini gambar rumah, p ohon dan orang)

dapat mewakili

karakter pribadinya. House Tree Perso n (HTP) Pada

prinsipnya dike mbangkan dari Goodenough Scale yang

berfungsi untuk

54 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

mengukur fungsi/kematangan intelektual. Buck meyakini bahwa gambar rumah dan pohon juga dapat memberikan informasi yang relevan mengenai kepribadian individu. HTP merupakan salah satu tes grafis yang berguna untuk melengkapi tes grafis yang lain, yaitu mengetahui hubungan keluarga. Tes HTP Pada mulanya digunakan untuk anak-anak, tapi kemudian sudah dipergunakan secara luas untuk segala usia. Seperti juga tes DAM (Goodenough), pada mulanya digunakan untuk mengukur inteligensi, yang penilaiannya secara kualitatif dan kuantitatif, yang dilihat dari jumlah detail yang digambar. Tapi kemudian, ternyata gambar dapat memberikan informasi mengenai faktor-faktor kepribadian, bahkan dalam kenyataan faktor emosional lebih mendapat penekanan dripada faktor intelektual.

2. Tujuan Tes HTP (House Tree Person)

Tes HTP (House tree Person) umumnya memiliki tujuan untuk mengukur keseluruhan pribadi. Waktu yang dipergunakan dalam tes Psikologi HTP normalnya selama 10 menit. Berikut beberapa alasan digunakannya tes HTP sama seperti tes DAP dan BAUM, yaitu: Karena ketiga objek tersebut paling dikenal oleh orang. Hampir semua orang tak menentang diminta menggambar House Tree Person. Dibandingkan dengan objek lain, objek yang lebih dapat menstimulir verbalisasi yang sifatya jujur dan bebas. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tes Psikologi ini, adalah HTP digunakan oleh para ahli jiwa untuk mendapatkan data yang cukup signifikan yang mempunyai sifat diagnosa atau prognosa mengenai keseluruhan pribadi individu yang bersangkuta, juga dapat mengetahui bagaimana interaksi pribadi dengan lingkungan baik yang umum ataupun spesifik. Menurut John Duck, HTP digunakan untuk mendapatkan data tentang kemajuan individu yang dikenai suatu treatment. Baik HTP ataupun tes grafis lainnya dapat disertai dengan warna dan interpretasinya mencakup juga sesuai atau tidak sesuainya penggunaan warna terhadap objek. Yang paling penting di interpretasi adalah orientasi individu (terhadap ruang dan daya abstraksi).

55 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

3.

Administrasi Tes HTP (House Tree Person)

a. Ada 2 Ca ra Menggambar

Subje k

diminta

menggambar

HTP

untuk mengukur inteligensi.

dala m

1

kertas.

Subje k diminta menggambar HTP masing-masi ng dalam kertas tersen diri.

b.

Peralatan

Kertas HVS folio

Pensil HB

Meja yang permukaannya rata

Pener angan yang cukup

Tes

c. Waktu

Dalam

psikologi klinis tidak dibatasi ( 10-20 meni t)

d. Instruksi

Tulis

identitas diri Anda di sisi kanan atas” (nam a, jenis kelamin,

usia, t ingkat pendidikan).

Silahk an saudara menggambar rumah, pohon, kertas yang tersedia.

dan orang pada

4. Gambar Tes HTP (House Tree Person)

dan orang pada 4. Gambar Tes HTP ( House Tree Person ) G ambar 1 Gambar

G ambar 1

Gambar 2

56 | T e s

G

r

a f i s

:

P

s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Tes grafis adalah bagian dari tes proyektif di ilmu psikologi. Awal mula tes ini berkembang pada abad 20 permulaan meskipun pada jauh decade sebelumnya sudah terdapat berbagai aplikasi Grafologi berupa pembacaan tulisan tangan, tanda tangan dan coretan-coretan manusia yang dapat di interpretasikan. Tokoh penting akhir abad ke 19 seperti Fechne, Wundt dan Ebbinghaus sebagai psikiater di bidang gangguan mental memperngaruhi teknik-teknik untuk melakukan assesmen klinis terhadap para pasiennya. Dibidang Grafologi salah satu tokoh penting tentu saja Goodenough, Machover, Moch, Kinget, Wartegg dan lain sebagainya. Bidang ilmu ini sebenarnya terus berkembang sampai saat ini dengan metode kualitatif maupun kuantitatif untuk mengungkap proyeksi dan grafis.

57 | T e s

G

r

a f i s

:

P s i k o

l o

g i

P r o y e k t i f