Anda di halaman 1dari 3

ASKEP KEPERAWATAN PADA KLIEN Menoragia

Definisi

Menoragia adalah pendarahan lebih banyak dari normal dan lebih lama dari normal dengan
kehilangan darah lebih dari 80 100 ml ( sarwono, 2002)

Etiologi dan Faktor Risiko

1. Gangguan hormon estrogen yang akan menyebabkan pertumbuhan endometrium. Akibatnya


terjadi peluruhan jaringan endometrium abnormal .
2. Anovulasi , kegagalan pelepasan ovarium yang menyebabkan 90% dari pendarahan uterus
tidak normal. Anovulasi ini disebabkan oleh hal hal berikut :
a. Sekresi estrogen berlebihan . sekresi ini awalnya akan menyebabkan
hiperplasia,adenomatus, hiperplasia atipical, dan akhirnya adenokarsinoma
b. Disebabkan oleh adenoma putiitari yang memproduksi prolaktin berlebiahn dan
mengganggu kelenjar hipotalamus
c. Sindrom polikista ovarium
d. Pendarahan berat bisa terjadi karena penggunaan alat kontrasepsi
e. Infeksi berat
f. Penyebab organik seperti lukauterus
g. Obat obatan.

Manifestasi klinis
Tanda tanda dan gejala gejala termasuk haid tidak teratur, ketegangan menstruasi yang
terus meningkat , darah menstruasi yang banyak (menoragia)dengan nyeri tekan pada
payudara, menopause dini, rasa tidak nyamanpada abnomen,dispepsia,, tekanan pada
pelvis,dan sering berkemih.
Gejala gejala ini biasanya samar, tetapi setiap wanita dengan gejala gejala gastrointestinal
dan tanpa diagnosis yang diketahui harus dievaluasi dengan menduga kanker ovarium .
Kombinasi dari dua syarat utama.
1. Riwayat disfungsi ovarium jangka panjang
2. Gejal gejala gastrointestinal samar, tak terdiagnosa menetap.
Hal ini harus menyadarkan perawat terhadap kemungkinan malignasi ovarium dini.
Setiap ovarium yang teraba pada wanita telah melewati masa menopouse biasanya
diperiksa karena ovarium menyusut setelah menopouse
Tahap tahap kanker ovarium :
Tahap I : Pertumbuhan terbatas pada ovarium
Tahap II : Pertumbuhan mencakup satu atau kedua ovarium dengan perluasan pelvis
Tahap III : Pertumbuhan mencakup satu atau kedua ovarium dengan metastasis di
luar pelvis atau nodus inguinal atau retroperitoneal positif.
Tahap IV : Pertumbuhan mencakup satu atau kedua ovarium dengan metastasis jauh

Gejala klinis :

1. Pendarahan haid lebih dari 80 100 ml


2. Lamanya haid lebih dari 8hari
Komplikasi yang biasanya terjadi adalah syok hipovolemik
Pengobatan : Sesuao penyebab, misalnya menoragia pada mioma uterus, maka
bergantung pada penanganan mioma uterus.

ASUHAN KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
1. Riwayat menstruasi dan reproduksi
Riwayat kesehatan menggambarkan:
a. Tanggal awal pendarahan
b. Lama pendarahan
c. Bagaimana hubungan dengan siklus menstruasi wanita
d. Jumlah darah, gumpalan darah, dan bau.
e. Pola ketidaknyamanan, nyeri, serta kram. Nyeri dikaji dengan seberapa besar
pengaruh nyeri terhadap pola kehidupan atau kegiatandengan karakteristik
nyeri
2. Riwayat masalah pendarahan
3. Riwayat kesehatan keluarga
4. Pemeriksaan fisik : keadaan vagina, perineum, uretra, serviks, dan rektum. Inspeksi
terdapatnya laserasi vagina, polip serviks , infeksi luka, perluasan uterus,lembek dan
ada masa.ada nodul atas, serta bengkak pada sektum rektovagina dan ligamen.

Pemeriksaan diagnostik
1. Pap smear vagina atau servikal smear untuk kultur mikroskopik.
2. Hb dan Ht.
3. Jumlah darah lengkap
4. Urinalisis dan kultur urine
5. Tes kehamilanKultur gonore atau klamidia
6. Pelvik ultrasonografi

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Defisit volume cairan yang berhubungan dengan kehilangan darah berlebihan.
2. Nyeri yang berhubungan dengan disfungsi menstruasi
3. Cemas yang berhubungand engan disfungsi menstruasi
4. Risiko cedera yang berhubungan dengan kemungkinan tindakan pembedahan
5. Perubahan pola seksual berhubungan dengan efek pengobatan disfungsi menstruasi

INTERVENSI KEPERAWATAN

1. DX 1 : Defisit volume cairan yang berhubungan dengan kehilangan darah berlebihan.


a. Tinjau ulang siklus Defisit volume cairan yang berhubungan dengan kehilangan
darah berlebihan.
b. Tinjau ulang siklus menstruasi,perhatikan faktor faktor penyebab
c. Kaji dan catat jumlah, tipe pendarahan,serta timbang dan hitung jumlah
pembalut
d. Perhatikan hipotensi atau takikardi , perlambatan pengisian kapiler atau sianosis
dasar kuku,serta membran mukosa bibir.
e. Beri lingkungan tenang dan dukungan psikologis

2. DX 2 : Kecemasan yang berhubungan dengan disfungsi menstruasi


a. Kaji dan dokumentasikan tingkat kecemasan serta mekanisme koping
b. Biarkan klien mengekspresikan kecemasan dan ketakutannya
c. Manfaatkan waktu kunjungan yang fleksibel yang memungkinkan kehadiran
keluarga
d. Ajarkan teknik pengurangan stress
e. Kolaborasi pemberian medroxy progesterone accetate atau kombinasi estrogen

3. DX 3 : Nyeri yangberhubungan dengan disfungsi menstruasi


a. Kaji keluhan utama dan intensitas nyeri (skala 1 sampai 10), tempat nyeri
b. Observasi petunjuk nyeri dan ekspresi wajah dan peningkatan pernapasan
c. Gali alternatif tindakan mengurangi nyeri, contoh teknik relaksasi
d. Beri analgetik dan antispasmodik yang sesuai untuk mengurangi nyeri.

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Implementasi merupakan tindakan yang sesuai dengan yang telah
direncanakan,mencakup tindakan mandiri dan kolaborasi

EVALUASI KEPERAWATAN
Merupakan hasil perkembangan klien dengan berpedoman kepada hasil dan tujuan yang
hendak dicapai.