Anda di halaman 1dari 4

TERAPI MODALITAS DALAM KEPERAWATAN KOMUNITAS “SENAM

KAKI DIABETES”

A. Pengertian

Terapi modalitas adalah suatu kegiatan dalam memberikan askep baik di institusi maupun di
masyarakat yg bermanfaat dan berdampak terapeutik. Terapi modalitas adalah suatu sarana
penyembuhan yang diterapkan pada dengan tanpa disadari dapat menimbulkan respons tubuh
berupa energi sehingga mendapatkan efek penyembuhan (Starkey, 2004). Terapi modalitas
yang diterapkan pada, yaitu: manajemen nyeri, perawatan gangren, perawatan luka baru,
perawatan luka kronis, latihan peregangan, range of motion, dan terapi hiperbarik.
B. Jenis-jenis terapi modelitas
1. Terapi Individual
Terapi individual adalah penanganan klien gangguan jiwa dengan pendekatan
hubungan individual antara seorang terapi dengan seorang klien. Suatu hubungan
yang terstruktur yang terjalin antara perawat dan klien untuk mengubah perilaku
klien. Hubungan yang dijalin adalah hubungan yang disengaja dengan tujuan
terapi, dilakukan dengan tahapan sistematis (terstruktur) sehingga melalui
hubungan ini terjadi perubahan tingkah laku klien sesuai dengan tujuan yang
ditetapkan di awal hubungan.
2. Terapi Lingkungan
Terapi lingkungan adalah bentuk terapi yaitu menata lingkungan agar terjadi
perubahan perilaku pada klien dari perilaku maladaptive menjadi perilaku adaptif.
Perawat menggunakan semua lingkungan rumah sakit dalam arti terapeutik.
Bentuknya adalah memberi kesempatan klien untuk tumbuh dan berubah perilaku
dengan memfokuskan pada nilai terapeutik dalam aktivitas dan interaksi.
3. Terapi Biologis
Penerapan terapi biologis atau terapi somatic didasarkan pada model medical di
mana gangguan jiwa dipandang sebagai penyakit. Ini berbeda dengan model
konsep yang lain yang memandang bahwa gangguan jiwa murni adalah gangguan
pada jiwa semata, tidak mempertimbangkan adanya kelaianan patofisiologis.
Tekanan model medical adalah pengkajian spesifik dan pengelompokkasn gejala
dalam sindroma spesifik. Perilaku abnormal dipercaya akibat adanya perubahan
biokimiawi tertentu.
4. Terapi Kognitif
Terapi kognitif adalah strategi memodifikasi keyakinan dan sikap yang
mempengaruhi perasaan dan perilaku klien. Proses yang diterapkan adalah
membantu mempertimbangkan stressor dan kemudian dilanjutkan dengan
mengidentifikasi pola berfikir dan keyakinan yang tidak akurat tentang stressor
tersebut. Gangguan perilaku terjadi akibat klien mengalami pola keyakinan dan
berfikir yang tidak akurat. Untuk itu salah satu memodifikasi perilaku adalah
dengan mengubah pola berfikir dan keyakinan tersebut. Fokus auhan adalah
membantu klien untuk reevaluasi ide, nilai yang diyakini, harapan-harapan, dan
kemudian dilanjutkan dengan menyusun perubahan kognitif.
Ada tiga tujuan terapi kognitif meliputi:
a. Mengembangkan pola berfikir yang rasional. Mengubah pola berfikir tak rasional
yang sering mengakibatkan gangguan perilaku menjadi pola berfikir rasional
berdasarkan fakta dan informasi yang actual.
b. Membiasakan diri selalu menggunakan pengetesan realita dalam menanggapi setiap
stimulus sehingga terhindar dari distorsi pikiran.
c. Membentuk perilaku dengan pesan internal. Perilaku dimodifikasi dengan terlebih
dahulu mengubah pola berfikir.
5. Terapi Keluarga
Terapi keluarga adalah terapi yang diberikan kepada seluruh anggota keluarga sebagai
unit penanganan (treatment unit). Tujuan terapi keluarga adalah agar keluarga mampu
melaksanakan fungsinya. Untuk itu sasaran utama terapi jenis ini adalah keluarga
yang mengalami disfungsi; tidak bisa melaksanakan fungsi-fungsi yang dituntut oleh
anggotanya.
Dalam terapi keluarga semua masalah keluarga yang dirasakan diidentifikasi dan
kontribusi dari masing-masing anggota keluarga terhadap munculnya masalah
tersebut digali. Dengan demikian terleih dahulu masing-masing anggota keluarga
mawas diri; apa masalah yang terjadi di keluarga, apa kontribusi masing-masing
terhadap timbulnya masalah, untuk kemudian mencari solusi untuk mempertahankan
keutuhan keluarga dan meningkatkan atau mengembalikan fungsi keluarga seperti
yang seharusnya.
6. Terapi Kelompok
Terapi kelompok adalah bentuk terapi kepada klien yang dibentuk dalam kelompok,
suatu pendekatan perubahan perilaku melalui media kelompok. Tujuannya adalah
meningkatkan kesadaran diri klien, meningkatkan hubungan interpersonal, dan
mengubah perilaku maladaptive. Tahapannya meliputi: tahap permulaan, fase kerja,
diakhiri tahap terminasi.
Terapi kelompok dimulai fase permulaan atau sering juga disebut sebagai fase
orientasi. Dalam fase ini klien diorientasikan kepada apa yang diperlukan dalam
interaksi, kegiatan yang akan dilaksanakan, dan untuk apa aktivitas tersebut
dilaksanakan. Peran terapis dalam fase ini adalah sebagai model peran dengan cara
mengusulkan struktur kelompok, meredakan ansietas yang biasa terjadi di awal
pembentukan kelompok, dan memfasilitasi interaksi di antara anggota kelompok. Fase
permulaan dilanjutkan dengan fase kerja.
7. Terapi Prilaku
Anggapan dasar dari terapi perilaku adalah kenyataan bahwa perilaku timbul akibat
proses pembelajaran. Perilaku sehat oleh karenanya dapat dipelajari dan disubstitusi
dari perilaku yang tidak sehat. Teknik dasar yang digunakan dalam terapi jenis ini
adalah:
a. Role model
b. Kondisioning operan
c. Desensitisasi sistematis
d. Pengendalian diri
e. Terapi aversi atau releks kondisi
Teknik role model adalah strategi mengubah perilaku dengan memberi contoh
perilaku adaptif untuk ditiru klien. Dengan melihat contoh klien mampelajari melalui
praktek dan meniru perilaku tersebut. Teknik ini biasanya dikombinasikan dengan
teknik kondisioning operan dan desensitisasi.
8. Terapi Bermain
Terapi bermain diterapkan karena ada anggapan dasar bahwa anak-anak akan dapat
berkomunikasi dengan baik melalui permainan dari pada dengan ekspresi verbal. Dengan
bermain perawat dapat mengkaji tingkat perkembangan, status emosional anak, hipotesa
diagnostiknya, serta melakukan intervensi untuk mengatasi masalah anak tersebut.
Prinsip terapi bermain meliputi membina hubungan yang hangat dengan anak,
merefleksikan perasaan anak yang terpancar melalui permainan, mempercayai bahwa
anak dapat menyelesaikan masalahnya, dan kemudian menginterpretasikan perilaku anak
tersebut.
C. Terapi Modalitas di Masyarakat
Disini penulis mengambil salah satu terapi modalitas yang biasanya diterapkan disuatu
masyarakat yaitu menggunakan terapi Senam Kaki Diabetes Melitus.
Senam Kaki Diabetes Melitus
Senam adalah serangkaian gerak nada yang teratur, terarah, serta terencana yang dilakukan
secara sendiri atau berkelompok dengan maksud meningkatkan kemampuan fungsional raga
(Adenia, 2010). Senam kaki diabetes melitus adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh
masyarakat yang menderita diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu
memperlancar peredaran darah bagian kaki. (Setyoadi & Kushariyadi, 2011).
Manfaat Senam Kaki Diabetes Melitus
Menurut Setyoadi & Kushariyadi, 2011. Senam kaki bermanfaat untuk:
1. Memperbaiki sirkulasi darah, memperkuat otot-otot kecil kaki, dan mencegah terjadinya
kelainan bentuk kaki,
2. Meningkatkan kekuatan otot betis, otot paha,
3. Mengatasi keterbatasan pergerakan sendi.
Indikasi Senam Kaki Diabetes Melitus
1. Diberikan pada semua penderita diabetes melitus (DM tipe I maupun tipe II)
2. Sebaiknya diberikan sejak seseorang didiagnosa menderita diabetes melitus sebagai tindakan
pencegahaan dini.
Kontraindikasi Senam Kaki Diabetes Melitus
1. Penderita yang mengalami perubahan fungsi fisiologis seperti dispnea dan nyeri dada.
2. Penderita yang mengalami depresi, khawatir dan cemas.
Teknik Senam Kaki Diabetes Melitus
Persiapan
Persiapan Alat dan Lingkungan:
1. Kertas koran dua lembar,
2. Kursi (jika tindakan dilakukan dalam posisi duduk),
3. Sarung tangan,
4. Lingkungan yang nyaman dan jaga privasi penderita.
Persiapan klien: lakukan kontrak topik, waktu, tempat dan tujuan dilaksanakan senam kaki
diabetes melitus.
Prosedur
1. Perawat mencuci tangan,
2. Jika dilakukan dalam posisi duduk maka posisikan klien duduk tegak di atas bangku dengan
kaki menyentuk lantai,
3. Dengan meletakkan tumit dilantai, jari-jari kedua kaki diluruskan ke atas lalu dibengkokkan
kembali ke bawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali.
4. Dengan meletakkan tumit salah satu kaki di lantai, angkat telapak kaki ke atas. Pada kaki
lainnya, jari-jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki diangkatkan ke atas. Cara ini
dilakukan bersaman pada kaki kiri dan kanan secara bergantian dan diulangi sebanyak 10
kali,
5. Tumit diletakkan di lantai. Bagian ujung kaki di angkat ke atas dan buat gerakan memutas
dengan pergerakan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kaki,
6. Jari-jari kaki diletakkan dilantai. Tumit diangkat dan buat gerakan memutar dengan
pergerakan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali,
7. Angkat salah satu lutut kaki, dan luruskan. Gerakan jari-jari ke depan turunkan kembali
secara bergantian ke kiri dan ke kanan. Di ulangi sebanyak 10 kali,
8. Luruskan salah satu kaki di atas lantai kemuadian angkat kaki tersebut dan gerakkan ujung
kaki ke arah wajah lalu turunkan kembali kelantai,
9. Angkat kedua kaki lalu luruskan. Ulangi langkah ke-8, namun gunakan kedua kaki secara
bersamaan. Ulangi sebanyak 10 kali,
10. Angkat kedua kaki dan luruskan, pertahankan posisi tersebut. Gerakan pergelangan kaki ke
depan dan ke belakang,
11. Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki, tuliskan pada udara
dengan kaki dari angka 0 hingga 10 lakukan secara bergantian,
12. Letakkan sehelai koran dilantai. Bentuklah koran tersebut menjadi seperti bola dengan
kedua kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran seperti semula menggunakan kegua
kaki. Cara ini dilakukan hanya sekalai saja.
a. Lalu sobek koran menjadi dua bagian, pisahkan kedua bagian koran,
b. Sebagian koran disobek menjadi kecil dengan kedua kaki,
c. Pindahkan kumpulan sobekan tersebut dengan kedua kaku lalu letakkan sobekan koran
pada bagian kertas yang utuh,
d. Bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola.