Anda di halaman 1dari 12

PENGABDIAN MASYARAKAT

DEKUBITUS MELLITUS

AKADEMI KEPERAWATAN

PEMERINTAH KABUPATEN CIANJUR

BADAN LEMBAGA UMUM DAERAH (BLUD)


Jl. Pasir Gede Raya No.19 Telp.(0263)267206 Fax. 270953 Cianjur 43216

2017

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Bidang Promosi : Pengabdian Masyarakat

Topik : Diabetes Mellitus

Sub Topik : 1. Definisi Diabetes Mellitus

2. Penyebab Diabetes Mellitus

3. Tanda dan gejala Diabetes Mellitus

4. Kompilkasi pada Diabetes Mellitus


5. Penanganan pada penderita Diabetes Mellitus

Sasaran : Ibu-ibu Pengajian

Hari/Tanggal : Selasa 12-Desember-2017

Jam :

Waktu :

Tempat :

A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah dilakukan tindakan pendidikan kesehatan maka ibu-ibu mampu
mengetahui dan merawat anggota keluarga yang sakit dalam hal perawatan
pasien Diabetes Mellitus, dan mampu mengetahui untuk pencegahan
terjadinya komplikasi lebih lanjut.

B. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)


Setelah dilakukan tindakan pendidikan kesehatan ibu-ibu pengajian
mampu mengetahui, yaitu :
1. Definisi Diabetes Mellitus
2. Penyebab Diabetes Mellitus
3. Tanda dan gejala Diabetes Mellitus
4. Komplikasi pada Diabetes Mellitus
5. Penanganan pada penderita Diabetes Mellitus
C. MATERI
Terlampir

D. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi/Tanya jawab

E. MEDIA
Leaflet, LCD

F. PENGORGANISASIAN
Penyaji : 1. Rifqi Daffa Kurnia
2. Rima Fatimah Zahra
Konsumsi : 1. Nabilah Pratiwi Ryanti
2. Putri Utami Pratiwi
Dokumentasi : 1. Nia Purnama Sari
2. Restu Fauziah
Pengecekan : GDS : 1. Raya Saepul Rahman
2. Rijal Ramdani Kosasih
3. Rohmatilah
TEKANAN DARAH : 1. Nita Maulida
2. Ria Destriani
3. Rina Rohaedi
G. KEGIATAN PENYULUHAN

Tahap Waktu Kegiatan Perawat Kegiatan Klien


Pendahuluan 1. Memberi salam 1. Menjawab salam
2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan dan
memperhatikan
3. Menjelaskan tujuan 3. Menjawab
penyuluhan dan pokok pertanyaan
materi yang akan
disampaikan

Penyajian Menjelaskan materi : Mendengarkan dan


1. Memberi penyuluhan memperhatikan
tentang pengertian
Diabetes Mellitus
2. Memberi penyuluhan
tentang penyebab
Diabetes Mellitus
3. Memberi penyuluhan
tentang tanda dan gejala
Diabetes Mellitus
4. Memberi penyuluhan
tentang kompilkasi pada
Diabetes Mellitus
5. Memberi penyuluhan
tentang penanganan pada
penderita Diabetes
Mellitus

Diskusi 1. Memberikan kesempatan Bertanya


kepada peserta untuk
bertanya
Penutup 1. Penegasan materi 1. Mengajukan
2. Meminta peserta untuk pertanyaan
menjelaskan kembali materi 2. Menjawab
yang telah disampaikan pertanyaan yang
dengan singkat diberikan oleh
menggunakan bahasa peserta penyuluh
sendiri 3. Membalas salam
3. Menutup acara dan
mengucapkan salam

H. EVALUASI
Jenis evaluasi : Diskusi dan tanya jawab

Jumlah pertanyaan : 2 Soal

Pertanyaan : 1. Apa pengertian diabetes mellitus ?


2. Sebutkan penyebab diabetes mellitus ?
3. Apa saja tanda dan gejala Diabetes Mellitus
4. Apa saja komplikasi pada Diabetes Mellitus
5. Bagaimana penanganan pada penderita Diabetes
Mellitus ?
Kunci Jawaban : Terlampir materi

Terlampir
PENGABDIAN MASYARAKAT
DIABETES MELLITUS

A. Definisi Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan


hiperglikemi yang berhubungan dengan abnormalitas metabolisme
karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh penurunan sekresi
insulin atau penurunan sensivitas insulin atau keduanya dan menyebabkan
komplikasi kronis mikrovaskular, makrovaskular, dan neuropati (Yuliana
elin, 2009).

Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang


ditandai oleh kenakan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia
(Smeltzer, 2002 ).

B. Penyebab Diabetes Mellitus

Faktor penyebab diabetes mellitus adalah :

1. Keturunan

2. Gaya hidup

3. Obesitas atau kegemukan

4. Penuaan

5. Infeksi

Penyebab diabetes mellitus berbeda-beda sesuai dengan jenis diabetesnya.


Berikut ini penyebab diabetes mellitus berdasarkan jenisnya :
1. Penyebab diabetes mellitus tipe 1
Diabetes mellitus tipe-1 dikenal sebagai insulin dependent diabetes.
Kegagalan pankreas dalam memproduksi insulin merupakan faktor
penyebab utama dari diabetes mellitus tipe ini. Diabetes mellitus tipe-1
umumnya dialami oleh anak-anak. Penderita diabetes tipe-1 tidak dapat
memproduksi insulin karena mengalami gangguan sistem kekebalan
tubuh yang menyebabkan kerusakan sel pankreas. Penyebab pasti dari
diabetes tipe-1 belum diketahui dengan jelas, namun diduga berkaitan
dengan :
a. Faktor genetik
Penyakit diabetes mellitus tipe-1 sering kali bersifat menurun.
b. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan yang diduga berperan sebagai penyebab diabetes
tipe 1 adalah infeksi virus. Infeksi virus merupakan salah satu faktor
yang diduga memicu gangguan sistem kekebalan tubuh dan
kemudian mengganggu fungsi pankreas pada penderita diabetes tipe-
1.
2. Penyebab diabetes mellitus tipe 2
Diabetes mellitus tipe-2 adalah jenis diabetes yang paling banyak dialami
oleh sebagian besar diabetes. Penyakit diabetes ini sering dikenal sebagai
non-insulin dependent diabetes, dimana tubuh masih dapat memproduksi
hormon insulin, namun kerja hormon insulin terganggu karena tubuh
tidak dapat merespons insulin dengan baik.
a. Obesitas
Kegemukan disinyalir menjadi penyebab diabetes tipe-2. Bahkan,
obesitas diyakini merupakan penyebab diabetes tipe-2 yang terutama.
Bagaimana kegemukan dapat menyebabkan diabetes ? lemak yang
menumpuk dalam tubuh dapat mengakibatkan resistensi insulin,
yakni kondisi dimana insulin kurang sensitif sehingga tidak dapat
berfungsi dengan baik dalam mengatur kadar gula darah. Terutama
timbunan lemak di perut yang ditandai dengan lingkar pinggang
melebihi batas normal, yaitu ≥80 cm untuk wanita atau ≥90 cm untuk
pria, merupakan faktor penyebab diabetes yang penting diperhatikan.
b. Gaya hidup
Pola hidup yang tidak sehat juga dpat memicu resiko diabetes tipe-2.
Pola makan yang tidak sehat seperti konsumsi gula, lemak, dan kalori
yang tinggi dapat mengakibatkan obesitas dan diabetes tipe-2.
Penelitian menunjukan bahwa mereka yang rutin mengkonsumsi
miuman manis tinggi gula ternyata memiliki resiko diabetes yang
lebih tinggi, apalagi, jika pola makan yang tidak sehat ini didukung
dengan kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, atau tidak pernah
berolahraga.
c. Faktor usia
Semakin tua usia seseorang, berat badannya cenderung akan
bertambah dan kebiasaan olahragapun semakin berkurang. Faktor
inilah yang memicu lebih tingginya resiko penyakit diabetes mellitus
tipe-2 . diabetes mellitus tipe-2 umumnya dialami oleh orang-orang
berusia 40 tahun ke atas.
d. Etnis tertentu
Orang asia memiliki resiko terkena iabetes mellitus tipe-2 yang lebih
tinggi. Hal ini diduga berkaitan dengan lebih tingginya kadar lemak
tubuh pada orang asia. Ditambah lagi, orang asia memiliki kebiasaan
selalu menyantap nasi putih yang berlebih. Penelitian menunjukan
bahwa tingginya konsumsi nasi putih ternyata juga merupakan faktor
penyebab diabetes.
e. Faktor genetik
Penyakit diabetes mellitus tipe-1 sering kali bersifat menurun.
Namun, faktor yang satu ini bisa dicegah dengan memiliki gaya
hidup yang lebih sehat dan rutin berolahraga.
f. Kurang beraktivitas fisik
Bila kurang berolahraga, resiko diabetes tipe-2 maka akan meningkat.
Olahraga sangat penting untuk membantu menjaga berat badan,
menggunakan glukosa sebagai energi, dan meningkatkan sensivitas
insulin.
3. Penyebab diabetes gestasional
Diabetes gestasional dialam oleh wanita yang sedang mengandung.
a. Kehamilan
Perubahan hormon pada masa kehamilan bisa menyebabkan
terjadinya resistensi insulin. Hormon yang dihasilkan oleh plasenta
diketahui dapat menghambat kerja hormon insulin di dalam tubub
ibu. Tingginya kadar gula diabetes pada ibu hamil dapat
menyebabkan gangguan kesehatan pada ibu dan bayi sehingga harus
segera dikendalikan dengan baik.
b. Riwayat diabetes gestasional
Wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional pada kehamilan
sebelumnya juga beresiko kembali mengalami penyakit ini pada
kehamilan saat ini. Begitu juga dengan ibu yang pernah mengalami
bayi dengan berat lebih dari 4.1 kg
c. Obesitas
Berat badan juga menjadi faktor resiko diabets gestasional. Seoran
wnita yang sebelum hamil sudah memiliki berat badan berlebih atau
mengalami obesitas diketahui memiliki resiko diabetes gestasional
yang lebih tinggi. Karena itu, penting menjaga berat badan dalam
batas normal sebelum kehamilan.

C. Tanda dan gejala Diabetes Mellitus

1. Polyuria ( peningkatan dalam berkemih)

2. Polydipsia (rasa haus)

3. Polyphagia ( peningkatan selera makan)

4. Glukosuria (glukosa muncul dalam urin)

5. Penurunan berat badan

6. Kesemutan atau mati rasa pada ujung saraf ditelapak tangan dan kaki
(parestesia)

7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu

8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba

9. Apabila luka atau tergores lambat dalam penyembuhannya

10. Mudah terkena infeksi terutama pada kulit

D. Kompilkasi pada Diabetes Mellitus


1. Gangguan Kardiovaskuler
Penyakit diabetes mellitus dapat mempengaruhi jantung srta pembuluh
darah arteri jantung serta dapat menyebabkan komplikasi yang fatal
seperti terjadinya penyakit arteri koroner (serangan jantung) dan penyakit
stroke.
2. Gangguan Ginjal
Komplikasi berikutnya yang dapat terjadinya akibat diabetes mellitus
adalah gangguan ginjal, karena adanya kerusakan pada pembuluh darah
kecil di ginjal yang menyebabkan fungsi ginjal mengalami penurunan
atau bahkan dapat terjadi gagal ginjal.
3. Gangguan Syaraf
Kadar gula darah serta tekanan darah yang terlalu tinggi dapat
menyebabkan kerusakan pada sistem saraf di seluruh tubuh. Bagian tubuh
yang sering mengalami kerusakan saraf ini adalah sistem ekstremitas,
khususnya kaki. Kerusakan saraf di daerah ini disebut dengan neuropati
perifer yang ditandai dengan gejala seperti nyeri, kesemutan dan mati
rasa. Mati rasa pada bagian kaki ini sangat berbahaya karena ketika
terjadinya infeksi yang serius tidak akan terasa dan tidak diketahui,
sehingga pada akhirnya harus dilakukan amputasi.
4. Gangguan Mata
Sebagian besar orang yang menderita diabetes akan mengalami
komplikasi gangguan pad penglihatan yang dapat menyebabkan
penglihatan yang dapat menyebabkan penglihatan menjadi berkurang,
rabun bahkan dapat menyebabkan kebutaan. Tingginya kadar gula dalam
darah serta tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi merupakan
penyebab utama dari gangguan penglihatan tersebut. Hal ini dapat diatasi
dengan pemeriksaan mata secara teratur serta menjga agar kadar gula
dalam darah tetap normal.
5. Gangguan Kehamilan
Waita yang menderita diabtes mellitus selama kehamilan beresiko
mengalami komplikasi jika mereka tidak hati-hati dan rutin
memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Untuk mencegah terjadinya
kerusakan atau gangguan pada janin, maka wanita hamil harus menjaga
kadar gula agar tetap normal. Kadar gula darah yang tinggi dapat
membuat janin memiliki kelebihan berat badan, hal tersebut dapat
menyebabkan masalah terhadap asupan nutrisi terhadap janin, trauma
pada anak dan ibu, penurunan secara tiba-tiba kadar gula darah untuk
anak setelah lahir. Seorang ibu yang memiliki riwayat diabetes selama
kehamilan maka kemungkinan anak tersebut memiliki resiko yang lebih
tinggi terkena diabetes dikemudian hari.

E. Pencegaha pada penderita Diabetes Mellitus

Penanganan untuk mencegah terjadinya diabetes mellitus adalah :

1. Kontrol kadar gula darah yang teratur

2. Olahraga yang teratur/latiha gerak

3. Minum obat secara teratur

4. Mengatur makanan yang sehat

5. Menjaga keseimbangan berat badan


DAFTAR PUSTAKA

Askandar Tjokroprawiro, 2000, Simposium Diabetes Mellitus, Fakultas


kedokteran UNAIR RSUD Dr Sotomo, Surabaya

Brunner & Suddart, 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 8
Volume 2. EGC. Jakarta

Irawan Susilo Imim, dkk, 2000. Waspadai Diabetes Mellitus, Cahaya Remadja.
Bandung

Johnson. M. 2000. Diabetes Mellitus dan Pencegahan. IKAPI. Bandung

Sarwono, W, dkk. 2001. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 1. Balai Penerbit.
FKUI. Jakarta.

Smaltzer, Bare. 2001. Keperawatan Medikah Bedah Vol 2. EGC. Jakarta