Anda di halaman 1dari 26

GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”

PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”


TEMA
MENGURANGI GANGGUAN PADA GAS ANALYZER UNIT PREHEATER 441AN2 PABRIK TUBAN

JUDUL
MENEKAN FREKUENSI GAS FLOW ALARM PADA GAS ANALYZER UNIT PREHEATER 441AN2 PABRIK
TUBAN SEBESAR 88,23 % SELAMA 4 BULAN

Fasilitator : Adi Suprayono, ST ( 30 th ) Pendidikan : SLTA


Ketua GKM : Wahyu Hidayat, S.Pd. ( 37 th ) GKM dibentuk : 28 September 2011
Sekretaris : Suparman ( 36 th ) Jumlah Pertemuan : 20 kali
Anggota : Joni Eko Sampurno ( 35 th ) Lama Pertemuan : 2 – 4 jam
Achmad Sirrul Atho’ ( 30 th ) Rata-rata kehadiran : 95 %
Slamet Widodo ( 32 th ) Periode Kegiatan :3
Usia rata-rata : 33 th

1. ALASAN PENENTUAN TEMA


Gas Analyzer Unit Preheater adalah alat untuk menganalisa gas hasil pembakaran terak , oleh karena itu gas analyzer
Unit Preheater harus beroperasi secara kontinyu selama 24 jam sehari dan diharapkan selama operasi tanpa berhenti
tersebut tidak terjadi gangguan sehingga kualitas terak akan lebih terjamin. Gangguan pada Gas Analyzer Unit Preheater
terutama untuk Gas Flow Alarm selain mempengaruhi proses pembakaran, juga berpengaruh terhadap lingkungan karena jika
terjadi Gas Flow Alarm maka akan interlock dengan sistem penangkap debu ( Electric Precipitator / EP ). Sistem penangkap
debu / EP akan OFF jika terjadi Gas Flow Alarm, maka gas dan debu dari proses pembakaran akan dibuang melalui stack EP
Rawmill sehingga akan menyebabkan pencemaran udara di sekitar pabrik. Dan hal ini yang menjadi alasan utama kami untuk
selalu mencegah terjadinya gangguan pada Gas Analyzer Unit Preheater.

2. LOKASI PERMASALAHAN

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 1


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

3. JADWAL RENCANA DAN REALISASI KEGIATAN

JADWAL RENCANA DAN REALISASI KEGIATAN


TAHUN 2013 Jumlah Pertemuan
No LANGKAH MARET APRIL MEI JUNI JULI
Renc. Real
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
V V
1 Menentukan Tema & Judul 2 2
X X
Menganalisa Penyebab V V
2 P 2 2
X X
Menguji dan Menentukan V V
3 2 2
Penyebab Dominan X X
Membuat Rencana dan V V V V V V
4 D 6 6
Melaksanakan Perbaikan X X X X X X
Meneliti Hasil Perbaikan V V V V
5 C 4 4
X X X X
Membuat Standarisasi V V
6 2 2
X X
Mengumpulkan Data Baru A V V
7 & Menentukan Renc. X X 2 2
Berikutnya
V : Rencana Pertemuan TOTAL 20 20
X : Realisasi Pertemuan

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 2


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

LANGKAH 1
MENENTUKAN TEMA DAN JUDUL
(Periode : 01 s/d 14 Maret 2013)

1.1 MENENTUKAN TEMA


Data sheet untuk Diagram Pareto berdasarkan lokasi peralatan dan Frekuensi gangguan Gas Analyzer Unit
Preheater

Jenis Gangguan
NO FAKTOR Gas Prew GMU Press Power Jml % %
Flow arning Error Drop Drop Kum
1 441 AN2 17 3 0 0 1 21 45,65 45,65
2 442 AN2 0 1 7 0 0 8 17,39 63,04
3 441 AN1 1 4 0 1 1 7 15,22 78,26
4 443 AN2 1 3 0 1 1 6 13,04 91,30
5 443 AN1 1 1 0 0 1 3 6,52 97,83
6 442 AN1 0 0 1 0 0 1 2,17 100,00
JUMLAH 20 12 8 2 4 46 100

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 3


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

Data sheet untuk Diagram Pareto berdasarkan lokasi peralatan dan lamanya waktu downtime Gas Analyzer Unit Preheater

Lama Downtime ( menit )


NO FAKTOR Gas Prew GMU Press Power Jml % %
Flow arning Error Drop Drop Kum
1 441AN2 925 65 0 0 15 1005 57,59 57,59
2 441AN1 15 200 0 15 15 245 14,04 71,63
3 442AN2 0 20 220 0 0 240 13,75 85,39
4 443AN2 60 75 0 15 15 165 9,46 94,84
5 443AN1 30 15 0 0 15 60 3,44 98,28
6 442AN1 0 0 30 0 0 30 1,72 100,00
JUMLAH 1030 375 250 30 60 1745 100

Dari data diatas GKM QUICK sepakat mengambil tema sbb:

MENGURANGI GANGGUAN PADA GAS ANALYZER UNIT PREHEATER 441AN2


PABRIK TUBAN

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 4


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

1.2 MENENTUKAN JUDUL

Data sheet untuk frekuensi gangguan Gas Analyzer Unit Preheater 441 AN2
No Faktor Jumlah % % Kumulatif
1 Gas Flow 17 80,95 80,95
2 Prewarning 3 14,29 95,24
3 Power Drop 1 4,76 100,00
Jumlah 21 100,00

Data sheet untuk lamanya downtime ( dalam menit ) gangguan Gas Analyzer Unit Preheater 441 AN2
No Faktor Jumlah % % Kumulatif
1 Gas Flow 925 92,04 92,04
2 Prewarning 65 6,47 98,51
3 Power Drop 15 1,49 100,00
Jumlah 1005 100,00

Dari data diatas GKM QUICK sepakat mengambil judul sbb:

MENEKAN FREKUENSI GAS FLOW ALARM PADA GAS ANALYZER UNIT PREHEATER
441AN2 PABRIK TUBAN SEBESAR 88,23 % SELAMA 4 BULAN

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 5


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

1.3 INITIAL GOAL

1.4 RADAR CHART KINERJA QCC SEBELUM PERBAIKAN MUTU

1.4.1 Kinerja QCC


No. Kinerja QCC : Nilai
1 Pengetahuan Konsep Dasar Peningkatan Mutu 2
2 Pengelolaan QCC & Peran Aktif Anggota 3
3 Penerapan PDCA & QC Tools 3
4 Ketrampilan ber-QCC 3
5 Motivasi untuk meningkatkan diri 3
Rata-rata 2,8

1.4.2 Dampak terhadap lingkungan kerja


No. Kondisi Lingkungan Kerja : Nilai
1 Keharmonisan antar karyawan 3
2 Keharmonisan Atasan dan Bawahan 3
3 Frekuensi dan Mutu Pertemuan 2
4 Budaya perbaikan mutu 3
5 Konsistensi melaksanakan standar-standar 3
Rata-rata 2,8

1.4.3 Rinda Window Kinerja QCC Sebelum Perbaikan Mutu

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 6


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

Komentar Manajemen:

Mengetahui, Menyetujui, Dibuat,

Yunus Yanuar Adi Suprayono, ST Wahyu Hidayat, S.pd


Kabiro List & Instr. 1 Fasilitator Ketua GKM

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 7


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

LANGKAH 2
MENGANALISA PENYEBAB
(Periode : 15 s/d 31 Maret 2013)
2.1 STRATIFIKASI MASALAH

No. Faktor Penyebab No. Kemungkinan Penyebab


1 MANUSIA 1,1 Petugas kurang terampil
1.1.1 Petugas belum ditraining khusus
2,1 Solenoid valve Y10/Y11 macet
2 MESIN 2.1.1 Pilot solenoid kotor
2,2 Diapraghma air valve Y4/Y5 tidak kerja
2.2.1 Solenoid valve Y4A/Y5A rusak
2.2.2 Spring putus
2.2.2 Coil terbakar
2,3 Gas pump Y8/Y9 lemah
2.3.1 Membran kotor
2.3.1 Membran sobek
3,1 Aliran gas sampling tidak lancar
3 METODE 3.1.1 Penyempitan line gas sampling
4,1 Needle valve V1 kotor
4 MATERIAL 4.1.1 Dust sampling masuk
4.1.2 Dust lolos dari filter probe
4.1.3 Pori-pori filter > dari dust
4,2 Humidity filter basah
4.2.1 Gas sampling bercampur air
4.2.2 Proses pembuangan air tidak kerja
4.2.3 Condensate pump Y20 rusak
4,3 Filter probe buntu
4.3.1 Solenoid valve fluhing Y12/Y13/Y15 macet
4.3.2 Spring putus
4.3.2 Coil terbakar
5 LINGKUNGAN 5,1 Panas

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 8


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

2.2 DIAGRAM FISHBONE

Frekuensi Gas Flow Alarm


di Gas Analyzer Unit
Preheater 441AN2 Tinggi

2.3 NOMINAL GROUP TECHNIQUE

No. Faktor Penyebab WAHYU PARMAN JONI ATHO' SLAMET Nilai Rank.
1 Panas 1 1 1 1 1 5 X
2 Petugas belum ditraining khusus 5 5 5 6 5 26 VI
3 Penyempitan line gas sampling 9 9 9 10 9 46 II
4 Pori-pori filter > dari dust 10 10 10 9 10 49 I
5 Condensate pump Y20 rusak 4 3 3 3 3 16 VIII
6 Coil solenoid valve Y12/Y13/Y15 terbakar 3 4 4 4 4 19 VII
7 Spring solenoid valve Y12/Y13/Y15 putus 7 8 8 7 8 38 III
8 Coil solenoid valve Y4A/Y5A terbakar 2 2 2 2 2 10 IX
9 Spring solenoid valve Y4A/Y5A putus 6 6 6 5 6 29 V
10 Membran sobek 8 7 7 8 7 37 IV

Paraf

Berdasarkan hasil voting dan rumus 1/2N , dengan jumlah n=10 maka group GKM Quick bersepakat untuk menggambil 5
ranking nilai tertinggi sebagai faktor penyebab, yaitu :
1. Pori-pori filter lebih besar dari dust
2. Penyempitan line gas sampling
3. Spring solenoid valve Y12/Y13/Y15 putus
4. Membran sobek
5. Spring solenoid valve Y4A/Y5A putus

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 9


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

LANGKAH 3
MENGUJI DAN MENENTUKAN PENYEBAB DOMINAN
(Periode : 01 s/d 14 April 2013)

3.1. HUBUNGAN ANTARA PORI-PORI FILTER LEBIH BESAR DARI DUST DENGAN GAS FLOW ALARM
Sumbu X: Waktu Sampling dalam satuan jam.
Karena pori-pori filter probe yang ada adalah sama,maka GKM QUICK sepakat menggunakan waktu ( lamanya )
sampling untuk mengetahui flow yang diambil sebagai gas sampling.
GKM QUICK sepakat pengambilan data flow dilakukan tiap 8 jam sekali.
Sumbu Y: Gas Flow dalam satuan liter per jam
Indikasi gas flow bisa diketahui dengan melihat flow indikator (ROTAMETER) di panel room analyzer.

Prosedur pengambilan data:


1. Analyzer dalam keadaan bekerja normal. Operasi Kiln dalam keadaan stabil.
2. Lihat gas flow pada flow indikator.Catat penunjukan gas flow.
3. 8 jam kemudian lihat gas flow pada flow indikator dan catat penunjukan gas flow.
4. Prosedur dilakukan berulang sehingga didapat 10 data yang diambil tiap 8 jam sekali.
Keterangan : Prosedur pengambilan data di atas dilakukan pada alat simulator gas analyzer

Tabel 3.1.1 Scatter diagram untuk korelasi antara pori-pori filter lebih besar dari dust dengan gas flow alarm

Waktu Indikasi
Data
sampling (jam) gas flow
1 0 80
2 8 76
3 16 72
4 24 68
5 32 64
6 40 60
7 48 55
8 56 50
9 64 45
10 72 41
11 80 35

Berdasarkan diagram scatter di atas, maka disimpulkan terdapat korelasi negatif kuat antara pori-pori filter lebih besar dari
dust dan gas flow alarm, dengan ρ = - 0,9985

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 10


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

3.2. HUBUNGAN ANTARA PENYEMPITAN LINE GAS SAMPLING DENGAN GAS FLOW ALARM

Sumbu X: Untuk mewakili penyempitan line gas sampling, GKM QUICK sepakat menggunakan needle valve untuk mengetahui
flow yang diambil sebagai gas samping.
GKM QUICK sepakat mengunakan jumlah putaran needle valve untuk mengambil data. Jumlah putaran needle
valve ada 11 putaran, dan tiap putaran akan dicatat indikasi gas flow di flow indikator ( ROTAMETER )
Sumbu Y: Gas Flow dalam satuan liter per jam
Indikasi gas flow bisa diketahui dengan melihat flow indikator (ROTAMETER) di panel room analyzer.

Prosedur pengambilan data:


1. Analyzer dalam keadaan bekerja normal. Operasi Kiln dalam keadaan stabil.
2. Needle valve dibuka penuh dan tunggu 1 menit sampai gas flow stabil.Catat penunjukan gas flow.
3. Needle valve ditutup 1 putaran dan tunggu 1 menit sampai gas flow stabil.Catat penunjukan gas flow.
4. Needle valve ditutup 2 putaran dan tunggu 1 menit sampai gas flow stabil.Catat penunjukan gas flow.
5. Ulangi prosedur hingga 11 kali putaran dan catat penunjukan gas flow.
Keterangan : Prosedur pengambilan data di atas dilakukan pada alat simulator gas analyzer

Tabel 3.2.1 Scatter diagram untuk korelasi antara penyempitan line gas sampling dan gas flow alarm

Jumlah Indikasi
Data
Putaran gas flow
1 0 112
2 1 101
3 2 89
4 3 80
5 4 71
6 5 61
7 6 52
8 7 40
9 8 33
10 9 19
11 10 8
12 11 0

Berdasarkan diagram scatter di atas, maka disimpulkan terdapat korelasi negatif kuat antara penyempitan line gas sampling
dan gas flow alarm, dengan ρ = -0,9993

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 11


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

3.3. HUBUNGAN ANTARA SPRING SOLENOID VALVE Y12/Y13/Y15 PUTUS DENGAN GAS FLOW ALARM

Sumbu X: GKM QUICK sepakat menggunakan jumlah ulir dalam satu spring yang terdiri dari 11 ulir (22mm) serta dilakukan
pemotongan ulir satu per satu untuk memperoleh data.
Sumbu Y: Gas Flow dalam satuan liter per jam
Indikasi gas flow bisa diketahui dengan melihat flow indikator (ROTAMETER) di panel room analyzer.

Prosedur pengambilan data:


1. Analyzer dalam keadaan bekerja normal. Operasi Kiln dalam keadaan stabil.
2. Pasang spring tanpa potongan (22mm). Tunggu energize, catat penunjukan gas flow.
3. Pasang spring dengan potongan 1 ulir (20mm). Tunggu energize, catat penunjukan gas flow.
4. Pasang spring dengan potongan 2 ulir (18mm). Tunggu energize, catat penunjukan gas flow.
5. Pasang spring dengan potongan 3 ulir (16mm). Tunggu energize, catat penunjukan gas flow.
6. Prosedur dilakukan sampai potongan 10 ulir.
Keterangan : Prosedur pengambilan data di atas dilakukan pada alat simulator gas analyzer

Tabel 3.3.1 Scatter diagram untuk korelasi antara spring solenoid valve Y12/Y13/Y14 putus dan gas flow alarm

Data Potongan Indikasi


ke ulir spring Gas Flow
1 0 80
2 1 43
3 2 0
4 3 0
5 4 0
6 5 0
7 6 0
8 7 0
9 8 0
10 9 0
11 10 0

Berdasarkan diagram scatter di atas, maka disimpulkan terdapat korelasi negatif lemah antara Spring solenoid valve
Y12/Y13/Y14 putus dan gas flow alarm, dengan ρ = - 0.6578

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 12


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

3.4. HUBUNGAN ANTARA MEMBRAN SOBEK DENGAN GAS FLOW ALARM

Sumbu X: Membran gas pump berbentuk lingkaran, oleh sebab itu GKM QUICK menyepakati untuk mengukur membran sobek
dengan menggunakan skala derajat. Pengambilan data diambil tiap sobek 45° berlaku kelipatannya sampai 360°.
Sumbu Y: Gas Flow dalam satuan liter per jam
Indikasi gas flow bisa diketahui dengan melihat flow indikator (ROTAMETER) di panel room analyzer.

Prosedur pengambilan data:


1. Analyzer dalam keadaan bekerja normal. Operasi Kiln dalam keadaan stabil.
2. Pasang membran dalam keadaan normal. Tunggu sampai running, catat penunjukan gas flow.
3. Pasang membran sobek 45°. Tunggu sampai running, catat penunjukan gas flow.
4. Pasang membran sobek 90°. Tunggu sampai running, catat penunjukan gas flow.
5. Prosedur dilakukan sampai membran sobek 360°.
Keterangan : Prosedur pengambilan data di atas dilakukan pada alat simulator gas analyzer

Tabel 3.4.1 Scatter diagram untuk korelasi antara membran sobek dan gas flow alarm

Derajat membran Indikasi


Data
sobek gas flow
1 0 80
2 45 20
3 90 10
4 135 0
5 180 0
6 225 0
7 270 0
8 315 0
9 360 0

Berdasarkan diagram scatter di atas, maka disimpulkan terdapat korelasi negatif lemah antara membran sobek dan gas flow
alarm dengan ρ = - 0,6928

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 13


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

3.5. HUBUNGAN ANTARA SPRING SOLENOID VALVE Y4A/Y5A PUTUS DENGAN GAS FLOW ALARM

Sumbu X: GKM QUICK sepakat menggunakan jumlah ulir dalam satu spring yang terdiri dari 11 ulir (22mm) serta dilakukan
pemotongan ulir satu per satu untuk memperoleh data.
Sumbu Y: Gas Flow dalam satuan liter per jam
Indikasi gas flow bisa diketahui dengan melihat flow indikator (ROTAMETER) di panel room analyzer.

Prosedur pengambilan data:


1. Analyzer dalam keadaan bekerja normal. Operasi Kiln dalam keadaan stabil.
2. Pasang spring tanpa potongan (22mm). Tunggu energize, catat penunjukan gas flow.
3. Pasang spring dengan potongan 1 ulir (20mm). Tunggu energize, catat penunjukan gas flow.
4. Pasang spring dengan potongan 2 ulir (18mm). Tunggu energize, catat penunjukan gas flow.
5. Pasang spring dengan potongan 3 ulir (16mm). Tunggu energize, catat penunjukan gas flow.
6. Prosedur dilakukan sampai potongan 10 ulir.
Keterangan : Prosedur pengambilan data di atas dilakukan pada alat simulator gas analyzer

Tabel 3.5.1 Scatter diagram untuk korelasi antara spring solenoid valve Y4A/Y5A putus dan gas flow alarm

Data Potongan Indikasi


ke ulir spring Gas Flow
1 0 80
2 1 42
3 2 0
4 3 0
5 4 0
6 5 0
7 6 0
8 7 0
9 8 0
10 9 0
11 10 0

Berdasarkan diagram scatter di atas, maka disimpulkan terdapat korelasi negatif lemah antara spring solenoid valve Y4A/Y5A
putus dan gas flow alarm dengan ρ = - 0,6562

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 14


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

3.6. LEMBAR DATA PIE CHART

Tabel. 3.6.1 Data sheet penyebab dominan

No. Penyebab Dominan ρ ρ² % Derajat


1 Penyempitan Line Gas Sampling -0,9993 0,999 50,04 180,14
2 Pori-pori filter lebih besar dari dust -0,9985 0,997 49,96 179,86
Jumlah 1,996 100 360

3.7. DIAGRAM PIE

Gb. 3.7.1. Diagram pie faktor penyebab

Kesimpulan:
Berdasarkan pie chart di atas terdapat 2 faktor penyebab yang mempunyai korelasi kuat, yaitu:
1. Penyempitan Line Gas Sampling
2. Pori-pori filter lebih besar dari dust

2 penyebab dominan di atas akan kami lakukan perbaikan pada langkah berikutnya.

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 15


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

LANGKAH 4
MEMBUAT RENCANA DAN MELAKSANAKAN PERBAIKAN
(Periode : 15 April 2013 s/d 31 Mei 2013)

4.1 MEMBUAT RENCANA PERBAIKAN

FAKTOR HOW
NO WHY WHAT WHERE WHEN WHO HOW
DOMINAN MUCH

Penyempitan Agar aliran gas Tambah dust Minggu Menambah dust


1 441AN2 All 100%
line gas sampling lancar filter IV filter tambahan
Member
sampling setelah gas cooler
April
2013

Pori-pori filter Agar dust tidak Tambah dust Minggu Menambah dust
2 441AN2 All 100%
lebih besar lolos dari filter filter IV filter tambahan
Member
dari dust probe setelah gas cooler
April
2013

4.2 INTERMEDIATE TARGET


17

100% 88,23% 100% Intermediate Target = 100%


Frekuensi

2
0 Sebelum Initial Intermediate
Perbaikan Goal Target

Komentar Manajemen:

Mengetahui, Menyetujui, Dibuat,

Yunus Yanuar Adi Suprayono, ST Wahyu Hidayat, S.pd


Kabiro List & Instr. 1 Fasilitator Ketua GKM

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 16


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

4.3. MELAKSANAKAN PERBAIKAN

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 17


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

LANGKAH 5
MENELITI HASIL PERBAIKAN
(Periode : 01 s/d 30 Juni 2013)

5.1 EVALUASI TERHADAP JUDUL

5.1.1 Data sheet perbandingan frekuensi gangguan berdasarkan lokasi peralatan sebelum dan sesudah perbaikan

a. Data sheet sebelum perbaikan b. Data sheet sesudah perbaikan

a. Diagram pareto sebelum perbaikan b. Diagram pareto setelah perbaikan

5.1.2. Data sheet perbandingan lamanya durasi downtime berdasarkan lokasi peralatan sebelum dan sesudah
perbaikan

a. Data sheet sebelum perbaikan b. Data sheet sesudah perbaikan

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 18


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

D D
O O
W W
N N
T T
I I
M M
E E

(Menit) (Menit)

b. Diagram pareto sebelum perbaikan b. Diagram pareto setelah perbaikan

5.2. EVALUASI TERHADAP TEMA

5.2.1. Data sheet perbandingan fekuensi gangguan berdasarkan lokasi peralatan sebelum dan sesudah perbaikan

a. Data sheet sebelum perbaikan

b. Data sheet sesudah perbaikan

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 19


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

a. Diagram pareto sebelum perbaikan

b. Diagram pareto setelah perbaikan

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 20


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

5.2.2. Data sheet perbandingan lamanya durasi downtime berdasarkan lokasi peralatan sebelum dan sesudah
perbaikan
a. Data sheet sebelum perbaikan

b. Data sheet sesudah perbaikan

a. Diagram pareto sebelum perbaikan

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 21


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

b. Diagram pareto setelah perbaikan

5.3. PERBANDINGAN SEBELUM PERBAIKAN, INITIAL GOALS, INTERMEDIATE TARGET DAN SESUDAH
PERBAIKAN

5.3.1. Perbandingan frekuensi gangguan sebelum perbaikan, initial goals, intermediate target dan sesudah perbaikan

5.3.1.1. Evaluasi terhadap Tema 5.3.1.2. Evaluasi terhadap Judul

5.3.2. Perbandingan lamanya durasi downtime sebelum perbaikan, initial goals, intermediate target dan sesudah
perbaikan

5.3.2.1. Evaluasi terhadap Tema 5.3.2.2. Evaluasi terhadap Judul


Downtime
Downtime

5.4. ANALISA BIAYA

1. Dust Filter type VTF - 38 – 141 : 2 x Rp. 800.000,- = Rp. 1.600.000,-


2. Connector 3/8 NPT x 1/4 tube : 4 x Rp. 52.000,- = Rp. 208.000,-
TOTAL = Rp. 1.808.000,-

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 22


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

5.5. ANALISA DAMPAK PERBAIKAN

5.5.1. SASARAN POSITIF

1. Kerjasama antar anggota lebih baik


2. Pengetahuan masing-masing anggota bertambah

5.5.2. DAMPAK NEGATIF

1. Belum ditemukan dampak negatifnya

5.6. RADAR CHART KINERJA QCC SESUDAH PERBAIKAN MUTU

5.6.1 Kinerja QCC


Sebelum Sesudah
No. Kinerja QCC :
Perbaikan Perbaikan
1 Pengetahuan Konsep Dasar Peningkatan Mutu 2 4
2 Pengelolaan QCC & Peran Aktif Anggota 3 4
3 Penerapan PDCA & QC Tools 3 5
4 Ketrampilan ber-QCC 3 4
5 Motivasi untuk meningkatkan diri 3 5
Rata-rata 2,8 4,4

5.6.2 Dampak terhadap lingkungan kerja


Sebelum Sesudah
No. Kondisi Lingkungan Kerja :
Perbaikan Perbaikan
1 Keharmonisan antar karyawan 3 4
2 Keharmonisan Atasan dan Bawahan 3 4
3 Frekuensi dan Mutu Pertemuan 2 4
4 Budaya perbaikan mutu 3 5
5 Konsistensi melaksanakan standar-standar 3 4
Rata-rata 2,8 4,2

5.6.3 Rinda Window Kinerja QCC Sebelum Perbaikan Mutu

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 23


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

LANGKAH 6
MEMBUAT STANDARISASI
(Periode : 1 s/d 14 Juli 2013)

6.1 PETUNJUK KERJA PEMASANGAN DUST FILTER DENGAN CONNECTOR 3/8NPT X 1/4 TUBE

1. Pilih salah satu select probe 1/2 pada panel GMU (Gas Monitoring Unit)
a. Apabila tabung yang diganti pada probe 1, posisikan selector pada probe 2
b. Apabila tabung yang diganti pada probe 2, posisikan selector pada probe 1
2. Lepas connector line gas out tabung gas cooler dan suction gas pump
3. Pasang dust filter dengan connector 3/8NPT X 1/4 tube
a. Untuk connector line gas out tabung gas cooler di konek di IN dust filter
b. Untuk connector line suction gas pump di konek di OUT dust filter
4. Kembalikan posisi selector probe ke auto dan pantau penunjukan gas flow di flow indikator ( Rotameter )

6.2 STANDAR PROSEDUR PEMELIHARAAN

1. Lakukan Preventive Maintenence di 441AN2 sesuai dengan Preventive Maintenance Schedule


2. Lakukan pengisian hasil dari Preventive Maintenance 441AN2 di Form Preventive Maintenance

6.3 STANDAR HASIL

Jika pemasangan dust filter dengan connector 3/8NPT X 1/4 tube dilakukan sesuai prosedur di atas, maka gas
flow alarm tidak akan terjadi minimal satu minggu.

6.4 MANFAAT PENERAPAN STANDAR

1. Tidak terjadi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh gas flow alarm.
2. Kontinuitas analisa proses pembakaran terpantau terus.
3. Hasil pengukuran lebih baik.
4. Produktivitas pekerja meningkat.
5. Effisiensi waktu maintenance.

6.5 STRATEGI IMPLEMENTASI

1. Sosialisasi standar prosedur kepada rekan sejawat.


2. Persetujuan dari manajemen.
3. Pendokumentasian standar prosedur pemasangan dan pembersihan dust filter dengan connector 3/8NPT X 1/4
tube.

Komentar Manajemen:

Mengetahui, Menyetujui, Dibuat,

Yunus Yanuar Adi Suprayono, ST Wahyu Hidayat, S.pd


Kabiro List & Instr. 1 Fasilitator Ketua GKM

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 24


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

LANGKAH 7
MENGUMPULKAN DATA BARU DAN MENENTUKAN RENCANA BERIKUTNYA
(Periode : 15 s/d 31 Juli 2013)

7.1. MENENTUKAN TEMA

Sumber data laporan : Laporan harian Seksi Pemeliharaan Instrumentasi dan Sistem Kontrol RKC 1-2
Periode : 1 s/d 15 Juli 2013

Sesuai dengan data di atas maka GKM QUICK sepakat


menyimpulkan TEMA sebagai berikut:

MENGURANGI GANGGUAN PADA GAS ANALYZER UNIT PREHEATER 442AN2 PABRIK


TUBAN

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 25


GUGUS KENDALI MUTU “QUICK”
PT. SEMEN INDONESIA ( PERSERO ) Tbk.

7.2. JADWAL RENCANA KEGIATAN

JADWAL RENCANA DAN REALISASI KEGIATAN


TAHUN 2013 Jumlah Pertemuan
No LANGKAH AGUSTUS SEPT. OKT. NOV. DES.
Renc. Real
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Menentukan Tema & V V
1 2 1
Judul X
Menganalisa V V
2 2
Penyebab P
Menguji dan V V V V
3 Menentukan 4
Penyebab Dominan
Membuat Rencana V V V V
4 dan Melaksanakan D 4
Perbaikan
Meneliti Hasil V V V V
5 C 4
Perbaikan
Membuat V V
6 2
Standarisasi
Mengumpulkan Data A
7 Baru & Menentukan V V 2
Renc. Berikutnya
V : Rencana Pertemuan TOTAL 20 1
X : Realisasi Pertemuan

Menyetujui, Dibuat,

Adi Suprayono, ST Wahyu Hidayat, S.pd


Fasilitator Ketua GKM

GKM QUICK – PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. 26