Anda di halaman 1dari 18

SATUAN ACARA PENYULUHAN

BENCANA BANJIR DAN DIARE

Fasilitator :

Sri Anik, SH., S.Kep.Ns,M.Kes

PRODI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN
BENCANA BANJIR DAN DIARE

ANGGOTA KELOMPOK 6:
Agung Prassetia Aji (151.0001)
Dhira Ayu Pangestika (151.0009)
Farida Ayu Isdyaputri (151.0014)
Rara Ayu Anjani (151.0043)

PRODI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat
menyelesaikan proposal penyuluhan yang berjudul “Satuan Acara Penyuluhan
Bencana Banjir dan Diare” ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang
dimiliki.
Kami sangat berharap proposal ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam
tugas ini terdapat kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu,
kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan dimasa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang
membangun.
Semoga proposal sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya proposal yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan dimasa depan.

Surabaya, 3 April 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................i


DAFTAR ISI ...............................................................................................ii
I. Latar Belakang .......................................................................................1
II. Tiu (Tinjauan Intruksional Umum)........................................................2
III. Tik (Tujuan Instruksional Umum) .........................................................2
IV. Sasaran ...................................................................................................2
V. Materi (Terlampir) .................................................................................2
VI. Metode ...................................................................................................2
VII. Media ...................................................................................................2
VIII.Kriteria Evaluasi...................................................................................3
IX. Kegiatan Penyuluhan .............................................................................3
X. Setting Tempat........................................................................................5
XI. Pengorganisasian ....................................................................................6
Materi Penyuluhan........................................................................................7
Daftar Hadir Penyuluhan ............................................................................10
Hasil Review Jurnal....................................................................................11
Hasil Critical Jurnal ....................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................15

ii
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) SINDROMA NEFROTIK
STIKES HANG TUAH SURABAYA

Pokok Bahasan : Keperawatan Bencana


Sasaran : Masyarakat Menur Pumpungan Rt.
Metode : Ceramah
Diskusi
Demonstrasi
Media : Leaflet
Waktu : 35 menit
Tempat : Puskesmas Menur
Hari dan tanggal : Senin, 26 Maret 2018
Pukul : 08.00-08.35

I. LATAR BELAKANG
Indonesia adalah negara yang luas dan memiliki sumber daya alam yang
melimpah. Penduduk Indonesia pun hidup nyaman selama bertahun-tahun. Hal
ini disebabkan iklim di Indonesia sangat bersahabat. Hampir tidak ada tanah di
Indonesia yang tanpa ditumbuhi pepohonan. Indonesia beriklim tropis
dengan curah hujan yang tinggi. Sinar matahari pun sampai ke wilayah
Indonesia sepanjang tahun. Di Indonesia terjadi berbagai peristiwa alam.
Peristiwa-peristiwa alam terjadi akibat pengaruh alam.
Peristiwa alam adalah peristiwa yang terjadi karena pengaruh yang
ditimbulkan oleh alam itu sendiri. Peristiwa alam dapat bersifat merugikan dan
membahayakan. Akan tetapi, dapat pula tidak membahayakan. Contoh peristiwa
alam yang membahayakan adalah banjir, gunung meletus, gempa bumi, angin
topan,dan tanah longsor. Peristiwa alam yang tidak membahayakan misal
nya pergantian musim, terbentuknya embun, dan pelangi.
Salah satu peristiwa alam yang merugikan manusia dan sering terjadi di
Indonesia adalah banjir. Banjir adalah peristiwa alam yang bisa dikategorikan
sebagai sebuah bencana. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa
yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat

1
yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor
manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan
lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
Banjir merupakan peristiwa tergenangnya wilayah daratan karena
volume air yang meningkat. Penyebab banjir biasanya dikarenakan oleh adanya
curah hujan yang tinggi, permukan tanah yang lebih rendah dibandingkan
permukaan laut, pemukiman yang membangun pada dataran sepanjang sungai
atau kali, adanya sampah sehingga aliran sungai tidak lancar.

II. TUJUAN
Setelah diberikan penyuluhan peserta dapat memahami serta mampu mencegah
terjadinya banjir dan wabah diare.

III. SASARAN
Masyarakat Menur Pumpungan

IV. MATERI (TERLAMPIR)

V. METODE
a. Ceramah
b. Diskusi

VI. MEDIA
a. Leaflet

VII. KRITERIA EVALUASI


a. Kriteria Struktur :
1. Peserta hadir minimal 15 orang.
2. Penyelenggara penyuluhan dilakukan di Puskesmas Menur
3. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum
dansaat penyuluhan.

2
b. Kriteria Proses:
1. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
2. Peserta konsentrasi mendengarkan penyuluhan
3. Paserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
c. Kriteria Hasil:
1. Peserta mengetahui pengertian banjir dan diare.
2. Peserta mengetahui penyebab banjir dan diare.
3. Peserta mengetahui dampak banjir dengan diare.
4. Peserta mengetahui cara penanggulangan banjir.
5. Peserta mengetahui tanda-tanda pada anak terkena banjir.
6. Peserta mengetahui penatalaksanaan diare
7. Peserta mengetahui pencegahan diare yang benar dan efektif
8. Peserta mengetahui kondisi untk dirujuk pada saat diare

VIII. KEGIATAN PENYULUHAN


No Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan Audience
Pembukaan
1. Penyuluh memulai penyuluhan 1. Menjawab salam
dengan mengucapkan salam 2. Memperhatikan
1 5 Menit 2. Memperkenalkan diri 3. Memperhatikan
3. Menjelaskan tujuan penyuluhan 4. Memperhatikan
4. Menyebutkan materi yang akan
diberikan
Pelaksanaan
1. Menjelaskan pengertian banjir 1. Memperhatikan
dan diare 2. Memperhatikan
2. Menjelaskan penyebab banjir 3. Memperhatikan
2 15 Menit 3. Menjelaskan penatalaksanaan 4. Memperhatikan
diare 5. Memperhatikan
4. Menjelaskan pencegahan banjir 6. Memperhatikan
dan diare

3
Evaluasi:
1. Diskusi atau tanya jawab 1. Bertanya dan
2. Meminta audience menjelaskan mendengarkan
pengertian banjir dan diare jawaban
3. Memintaaudience menjelaskan 2. Menjelaskan
penyebab banjir pengertian banjir
3 10 Menit
4. Meminta audience menjelaskan dan diare
pencegahan banjir 3. menjelaskan
menjelaskan
penyebab banjir
4. menjelaskan
pencegahan banjir
Terminasi
1. Mengucapkan terima kasih atas 1. Memperhatikan
4 5 Menit
perhatian yang diberikan
2. Mengucapkan salam penutup 2. Membalas salam

IX. SETTING TEMPAT

Keterangan :
: Pembawa acara dan moderator

: Penyaji : Audience

4
X. PENGORGANISASIAN
a. Pembawa acara dan moderator : Farida Ayu Isdyaputri
b. Penyaji : Agung Prassetia Aji
c. Notulen : Dhira Ayu Pangestika
d. Fasilitator : Rara Ayu Anjani

Surabaya,4April 2018
Mengetahui,

Ketua Kelompok Pembimbing Institusi

(Agung Prassetia Aji) (Sri Anik SH.,


S.Kep.,Ns.,M.Kep)

Pembimbing Lahan

(Arif S.Kep.,Ns)

5
MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian Banjir dengan Diare


Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika tergenangnya wilayah
daratan karena volume air yang meningkat. Banjir diakibatkan oleh volume air
di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau menjebol
bendungan sehingga air keluar dari batasan alaminya. Banjir juga dapat terjadi
di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di selokan
sungai.
Penyakit yang sering diakibatkan karena banjir diantaranya adalah diare.
Diare merupakan kondisi dimana seseorang buang air besar dengan
konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya
lebih sering (tiga kali atau lebih) dalam satu hari.

B. Penyebab Banjir dengan diare


Penyebab banjir di Indonesia sering kali disebabkan oleh kepadatan
penduduk yang berpengaruh langsung terhadap berkurangnya daerah resapan
air, dan kurangnya kesadaran, pemahaman serta tingkat kepedulian yang
rendah dari masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap bersih dari sampah.
Diare adalah salah satu penyakit yang paling rentan diderita pada saat
banjir, sebab lingkungan disekitar wilayah terkena banjir sangat kotor
termasuk sanitasi air yang mendukung berkembangnya bakteri dan virus
penyebab diare.

C. Dampak Banjir dengan diare


Dampak banjir akan dialami langsung oleh warga yang terkena air banjir
ialah lingkungan menjadi kotor yang mengakibatkan pada kurangnya sarana
air bersih dan berbagai penyakit mudah menjangkiti warga yang terserang
banjir.
Dampak dari banjir yaitu rentannya warga sekitar untuk terkena diare,
jenis diare dapat dibagi menjadi dua, yaitu diare akut dan diare kronik atau

6
persisten. Diare akut adalah diare yang kurang dari 14 hari, sementara diare
kronis yaitu diare yang lelbih dari 14 hari.

D. Cara Menanggulangi Banjir


Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk
menanggulangi kejadian akibat banjir
1. Pengoptimalan sungai atau selokan
Masyarakat ikut berperan untuk memelihara dan menjaga
kebersihan sungai maupun selokan. Kebersihan dan deras arusnya harus
dipantau setiap saat, bukan hanya mengamati jika terjadi banjir.
2. Tidak melakukan pembuatan rumah sepanjang aliran sungai
Tanah di pinggiran sungai tidak seharusnya digunakan untuk
pemukiman penduduk karena akan mengakibatkan dipenuhinya sampah
pada pinggiran sungai sebab kurangnya motivasi masyarakat untuk
menjaga kebersihan lingkungan dan tatanan kota tidak teratur.
3. Melakukan tebang pilih dan reboisasi
Pohon yang telah ditebang sebaiknya ada penggantinya. Menebang
pohon yang telah berkayu kemudian di tanam kembali tunas pohon
yang baru.

E. Tanda-Tanda pada Anak Jika Terkena Diare


Cara menilai anak diare
a) Perhatikan:
1. Bagaimana keadaaan umum anak?
2. Sadar atau tidak sadar?
3. Lemas atau terlihat sangat mengantuk?
4. Apakah anak gelisah?
5. Berikan minum, apakah dia mau minum?
Jika iya, apakah ketika minum ia tampak sangat haus atau malas
minum?
6. Apakah matanya cekung atau tidak cekung?
7. Lakukan cubitan kulit perut (turgor).

7
Apakah kulitnya kembali segera, lambat, atau sangat lambat (lebih dari
2 detik) ?
b) Pastikan:
1. Berapa lama anak sudah mengalami diare?
2. Berapa kali anak buang air besar dalam satu hari?
3. Apakah tinjanya ada darah?
4. Apakah dia muntah?
5. Apakah ada penyakit lainnya?

Table 1 : Klasifikasi tanda-tanda derajat dehidrasi

F. Penatalaksanaan Diare
Lima Langkah Tuntaskan Diare (LINTAS DIARE):
1) Berikan oralit
2) Berikan tablet Zinc selama 10 hari berturutturut
3) Teruskan ASI-makan
4) Berikan antibiotik secara selektif
5) Berikan nasihat pada ibu/keluarga

8
Rencana terapi untuk masing-masing penderita diare :
Bagan 1 : Rencana Terapi A Diare Tanpa Dehidrasi

9
Bagan 2 : Rencana Terapi B Diare Dehidrasi Ringan/ Sedang

10
Bagan 3 : Rencana Terapi C Diare Dehidrasi Berat

11
G. Pencegahan Diare yang Benar dan Efektif
1) Cara mencegah dehidrasi sebelum anak dibawa ke sarana kesehatan
Berikan oralit, bila tidak tersedia berikan cairan rumah tangga misalnya air
tajin, kuah sayur, sari buah, air teh, air matang dll.
2) Cara melakukan pencegahan diare yang benar dan efektif
3) Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan sampai 2 tahun
4) Memberikan makanan pendamping ASI sesuai umur
5) Memberikan minum air yang sudah direbus dan menggunakan air bersih
yang cukup
6) Mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum makan dan sesudah buang
air besar
7) Buang air besar di jamban
8) Membuang tinja bayi dengan benar
9) Memberikan imunisasi campak

H. Kondisi Untuk Dirujuk Pada Saat Diare


1) BAB cair lebih sering
2) Muntah berulang-ulang
3) Mengalami rasa haus yang nyata
4) Makan atau minum sedikit
5) Demam
6) Tinjanya berdarah
7) Tidak membaik dalam 3 hari

12
DAFTAR HADIR KEGIATAN PENYULUHAN PADA MAHASISWA
MENGENAI BANJIR DAN DIARE DI PUSKESMAS MENUR

No Nama Tanda Tangan


1. 1.
2. 2.
3. 3.
4. 4.
5. 5.
6. 6.
7. 7.
8. 8.
9. 9.
10. 10.
11. 11.
12. 12.
13. 13.
14. 14.
15. 15.
16. 16.
17. 17.
18. 18.
19. 19.
20. 20.
21. 21.
22. 22.
23. 23.
24. 24.
25. 25.

13
DAFTAR PUSTAKA

Betz, C. L. (2009). Buku Saku Keperawatan Pediatri Edisi 5. Jakarta : EGC.


Hardi, N. H. (2013). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis
& NANDA (North American Nursing Diagnosis Association) NI-NOC.
Jakarta: Mediaaction Publishing.
Departemen Kesehatan RI. 2011. Buku Saku Petugas Kesehatan Lintas Diare
Lima Langkah Tuntaskan Diare.
http://www.artikelsiana.com/2015/08/pengertian-banjir-penyebab-dampak-
cara.html. Diakses tanggal 1 April 2018

14

Anda mungkin juga menyukai