Anda di halaman 1dari 8

 c




Mikrobiota yang normal dalam tubuh berperan penting dalam kesehatan dan
penyakit pada manusia dan hewan.Mereka berperan dalam perkembangan sistem imun dan
menyediakan ketahanan terhadap mikroorganisme patogen. Mereka juga merupakan
reservoir dari bakteri yang berpotensi patogen yang dapat menginfeksi jaringan .

Di dalam rongga mulut, bakteri normal sering dihubungkan dengan etiologi dua
penyakit mulut utama, yaitu karies dan penyakit periodontal yang endemi pada Negara
industri dan bertambah pada Negara berkembang.Penyakit mulut sepertinya muncul akibat
ketidakseimbangan antara mikroba normal, yang mengarah pada munculnya bakteri
patogen. Untuk mendefinisikan proses yang terkait pada karies dan penyakit periodontal,
diperlukan pemahaman tentang ekologi rongga mulut dan identifikasi faktor-faktor yang
bertanggung jawab terhadap transisi mikroba normal dari hubungan komensal menjadi
patogen terhadap host. Faktor yang mempengaruhi ekosistem rongga mulut terbagi atas
tiga : faktor host, faktor mikroba, dan faktor luar.Dalam faktor host, secretory
immunoglobulin A (sIgA) merupakan mekanisme pertahanan imun spesifik dalam saliva dan
memiliki peran penting dalam homeostasis mikroba normal rongga mulut.

Dalam makalah ini akan dibahas khususnya ekologi mikrobial rongga mulut yang
dapat terbagi dalam dua bagian yaitu pada individu yang sehat serta dihubungkan pula
dengan penyakit-penyakit mulut.

cPage
 Ä

Ekologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik diantara organisme
dengan lingkungan hidup(biotik) dan tidak hidup (abiotik)

Ekosistem terdiri atas komunitas mikroba tinggal dalam habitat tertentu dan lingkungan
abiotik mengandung elemen fisik dan kimia. Ekosistem mulut terdiriatas mikroorganisme mulut
dan lingkungannya

Dalam suatu ekosistem, perkembangan komunitas termasuk dalam rangkaian


beberapa populasi.Prosesnya dimulai dengan kolonisasi habitat oleh populasi mikroba
pelopor.Dalam rongga mulut bayi baru lahir, streptococci (4  biovar1, 4  , dan
4  
 ) merupakan organisme pelopor. Mikroorganisme pelopor ini akanmengisi
tempat dari lingkungannya yang baru dan mengubah habitat dan hasilnya,populasi baru
akan berkembang. Selama prosesnya berlanjut, perbedaan dan kompleksitas komunitas
mikroba bertambah. Perubahan akan berakhir jika tidak ada tambahan tempat yang
didapatkan pada populasi yang baru, sekumpulan bakteri yang relatif stabil tercapai dan
dikenal dengan komunitas klimaks.

Konsep stabil atau komunitas klimaks tidak menggambarkan kondisi statis. Stabilitas
berdasarkan pada homeostasis, yang menyatakan tentang suatu mekanisme yang bekerja
untuk menjaga kondisi yang normal oleh bermacam-macam pengaturan yang bertujuan
untuk melawan gangguan yang dapat mengganggu kondisi normal tersebut.Konsep
homeostasis dan perubahan bakteri penting dalam mikrobiologi oral.Beberapa faktor,
seperti diet tinggi sukrosa, dapat mengakibatkan kerusakan irreversibel terhadap
homeostasis ekosistem oral, sehingga terjadi karies.

     

c 

^ongga mulut merupakan lingkungan yang lembab yang memiliki temperatur konstan 34-
36oC dan pH mendekati netral pada sebagian besar daerahnya sehingga mendukung
pertumbuhan berbagai macam mikroorganisme. Bagaimanapun, rongga mulut tidak boleh
termasuk lingkungan yang uniform. Terdapat beberapa habitat dalam rongga mulut,
masing-masing dikarakteristikan oleh faktor psikokimia sehingga mendukung pertumbuhan
komunitas mikroba yang berbeda-beda. ^ongga mulut memiliki jaringan keras (gigi) dan
jaringan lunak (mukosa). Gigi dapat digambarkan sebagai permukaan keras tanpa
penggantian yang memberikan banyak tempat berbeda untuk kolonisasi bakteri di bawah

ÄPage
(subgingival) dan di atas (supragingival) margin gingiva. Secara kontras, mukosa mulut
dikarakteristikan sebagai deskuamasi pd permukaan epitel yg memungkinkan bakteri yg
melekat mengeleminasi. Mukosa yang menutupi pipi, lidah, gingiva, palatum, dan dasar
mulut berbeda tergantung lokasi anatomi.Epitelium dapat keratin (palatum) atau
nonkeratin (sulcus gingiva) Lidah, dengan permukaan berpapilla menyediakan tempat
kolonisasi yang terlindung dari pelepasan secara mekanik.Area antara pertemuan antara
epitelium gingiva dan gigi, yang dinamakan sulcus gingiva, juga menyediakan tempat
kolonisasi unik yang termasuk jaringan keras dan lunak.

Permukaan oral juga diliputi oleh dua cairan fisiologis yang pen ting, yaitu saliva dan cairan
sulcus gingiva.Cairan ini penting untuk memelihara ekosistem oral dengan cara
membekalkan air, nutrien, dan faktor antimikroba. Lingkungan supragingiva diliputi oleh
saliva, sedangkan subgingiva diliputi sebagian besar oleh cairan sulcus gingiva. Saliva
merupakan campuran kompleks yang masuk ke rongga mulut melalui saluran tiga kelenjar
ludah besar, yaitu parotis, submandibular, dan sublingual, serta kelenjar ludah minor. Saliva
mengandung 99% air tapi juga mengandung glikoprotein, protein. Hormon, vitamin, urea,
dan beberapa ion. Konsentrasi komponen-komponen ini akan berbeda tergantung aliran
saliva. Peningkatan sedikit kecepatan sekresi menyebabkan bertambahnya sodium,
bikarbonat, dan pH, serta berkurangnya potassium, kalsium, fosfat, klor, urea, dan protein.
Pada kecepatan yang lebih tinggi, konsentrasi sodium, kalsium, klor, bikarbonat, dan protein
bertambah sementara konsentrasi fosfat berkurang. Saliva membantu menjaga integritas
gigi dengan menyediakan ion-ion seperti kalsium, fosfat, magnesium, dan flor untuk
remineralisasi enamel.

Cairan sulkus gingiva merupakan eksudat yang berasal dari plasma yg melalui gingiva sampai
ke sulkus gingiva dan mengalir disepanjang gigi.Penyebaran cairan sulcus gingiva rendah
tetepi meningkat saat inflamasi.Komposisinyamirip dengan plasma yaitu mengandung
protein, albumin, le ukosit, Immunoglobulin dan komplemen.

Ä        

Pada manusia, mikrobiota sangat kompleks dan menyebar.Terdiri dari lebih dari 300 spesies
bakteri, termasuk protozoa, ragi, dan mikoplasma.Distribusinya berbeda-beda secara
kualitatif dan kuantitatif tergantung habitatnya.Mutans streptococci (4   , 4   ,
4  , and4  ) dan 4   ditemukan lebih banyak pada
gigi,sementara4  
 terisolasi sebagian besar pada lidah.4    and
4   muncul di rongga mulut setelah erupsi gigi.

uPage
a. Gigi

Pada gigi, mikroorganisme berkoloni dalam bentuk misel padat pada plak gigi.Plak gigi
terdiri dari komunitas mikrobial yang terorganisir dalam matrik kompleks yang mengandung
produk mikrobial ekstraseluler dan komponen saliva.Komposisi mikrobial plak berubah-
ubah tergantung tempat dan waktu.Plak berkembang secara khusus pada tempat yang
terlindung dari gesekan mekanik, seperti area aproksimal, area subgingiva, serta pit dan
fissure. Organisme yg utama pd plak gigi di supragingival yaitu :bakteri gram positif,bakteri
fakultatif anaerob terutama Aktinomises sp dan streptokokus, bakteri gram negatif yaitu
Veillonella, haemofilus & bakteroides juga sering tapi pada proporsi yg lebih rendah.

Pada sulcus gingiva yang sehat, jumlah bakteri relatif sedikit.Plak subgingiva juga didominasi
oleh bakteri gram positif ¢V    

      



          Bakteri gram negatif bentuk batang
yaitu 
     = 
    =  
   =    =   =      jarang
diisolasi dari sulkus gingiva yg sehat.

b. Permukaan Mukosa

Kurang informasi yang tersedia untuk mikrobiota permukaan mukosa.Mukosa mulut pada
gingiva, palatum, pipi, dan dasar mulut dikolonisasi oleh sedikit mikroorganisme
¢       .Streptokokus proporsinya paling banyak pada tempat itu dan yg
predominan adalah S.oralis dan S.sanguis.Genus neisseria, haeofilus dan veilonella juga
diisolasi.Pada lidah jumlah dan penyebaran bakteri lebih banyak. 4 
   
¢4     4     !       
"       Peptostreptokokus sp, Batang gram positif (sebagian besar
Aktinomises sp) , Bakteroides sp, dan Gram negatif batang lainnya. Batang anaeobik dan
spirokhetes dapat berkaitan dengan penyakit periodontal.

u        !  

Telah diketahui denga baik bahwa karies dan penyakit periodontal merupakan penyakit
infeksi yang berhubungan dengan mikroorganisme pada plak gigi.Terdapat dua hipotesis
utama tentang penyebaba plak pada penyakit mulut. Hipotesis spesifik plak menyatakan
bahwa hanya sebagian mikroorganisme yang terlibat dalam proses penyakit mulut,
sedangkan hipotesis lain menyatakan bahwa penyakit berasal dari interaksi seluruh plak
dengan host.

ŒPage
"

Karies dental merupakan penyakit bakterial pada jaringan keras gigi; ditandai dengan
disintegrasi struktur gigi yang terlokalisir dan progresif.Demineralisasi gigi disebabkan oleh
asam organik yang dihasilkan dari fermentasi bakteri terhadap substrat
karbohidrat.Penyerapan karbohidrat yang berulang-ulang dapat mengarah pada pilihan
bakteri yang acidogenic (mampu menghasilkan asam dari karbohidrat) dan aciduric (mampu
mentoleransi asam) dan dapat menimbulkan penurunan pH lingkungan.Kondisi ini yang
berakibat solubilisasi mineral gigi.pH dimana demineralisasi dimulai diketahui sebagai pH
kritis dengan jangkauan dari pH 5.0 dan 5.5.

Kompleksitas komunitas bakteri pada plak gigi manusia membuat sulit untuk menentukan
agen bakteri karies. Walaupun terdapat beberapa bukti bahwa mutans streptococci
(4    4   dan Lactobacillus terlibat dalam inisiasi dan proses karies. Kedua
grup bakteri ini mampu memetabolisir karbohidrat menjadi asam dengan cepat serta tahan
pada lingkungan pH rendah.

!  

Penyakit periodontal digambarkan sebagai keadaan inflamasi secara patologis dari jaringan
pendukung gigi.Ini dapat dibagi menjadi 2 yaitu gingivitis dan periodontitis .Gingivitis
didefinisikan sebagai inflamasi gingiva yang tidak berpengaruh terhadap perlekatan
gigi.Periodontitis termasuk kerusakan jaringan penghubung perlekatan gigi dan dekat tulang
alveolar. Perjalanan kerusakan jaringan periodontal adalah proses kompleks termasuk
diantaranya akumulasi plak, pelepasan kandungan bakterial, serta respon inflamasi host.

Walaupun bakteri jarang menginvasi jaringan, mereka dapat melepaskan substansi yang
menembus gingiva dan menyebabkan kerusakan jaringan secara langsung, oleh enzim dan
endotoksin, atau secara tidak langsung oleh inflamasi.

Pada manusia, gingivitis juga berhubungan dengan akumulasi plak di sekitar margin
gingiva.Pada sulcus gingiva yang sehat, jumlah mikroorganisme sedikit dan didominasi oleh
bakteri gram positif.Jumlah sel bakteri pada plak yang berhubungan dengan gingivitis 10-20
kali lipat dari gingiva sehat. Predominan bakteri gram positif yaitu V    
 
  ¢#  V   = V  = 4   = 4 = 

 
    $    #   %   =
  = =  = 
 
=   
 Walaupun kurang
jelas apakah gingivitis diperlukan untuk perkembangan bentuk periodontitis, beberapa
spesies yang predominan pada periodontitis ditemukan dalam jumlah kecil pada gingivitis.

Pada periodontitis kronis mikrobiota secara ekstrim menyebar dan dapat mencapai lebih
dari 150 spesies yang berbeda, diantaranya yaitu anaerob batang gram negatif dan

ÎPage
spirochetes dalam jumlah besar. Spesies predominan meliputi    
 ,   ,
  ,   ,  ,   ,  
  ,dan  . Periodontitis kronis mungkin terjadi akibat aktivitas mikrobial dari
bermacam-macam mikroorganisme, khususnya bakteri anaerob batang gram negatif.

Hipotesis ekologi plak dapat diaplikasi untuk menjelaskan peran mikroorganisme pada
penyakit periodontal.

£Page
 u
 # 

" 


Dalam suatu ekosistem , dalam hal ini ekosistem rongga mulut terdapat bermacam-
macam mikroba, cairan, substansi maupun sistem-sistem yang terdapat di dalamnya untuk
mempertahankan keseimbangan (homeostasis) dalam rongga mulut. Keseimbangan ini
sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kelainan ataupun penyakit pada jaringan-
jaringan rongga mulut.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi ekosistem rongga mulut yaitu faktor host,
faktor mikroba, dan faktor-faktor lainnya

Dalam rongga mulut, sejak awal sudah terdapat mikroba-mikroba normal yang
tinggal di sana. Mikroba tersebut sudah memiliki daerah masing-masing untuk ditempati di
rongga mulut. Mikroba tersebut merupakan mikobiota normal yang berhubungan secara
komensal dengan host (manusia). Walaupun demikian, mikroba -mikroba ini dapat berubah
dari mikroba komensal menjadi mikroba yang bersifat patogen akibat faktor-faktor seperti
makanan, obat-obatan, rokok, dan lain-lain.Ini dapat menyebabkan beberapa macam
penyakit mulut seperti karies dan penyakit periodontal.

Walaupun dalam tubuh kita sudah memiliki sistem keseimbangan yang


memungkinkan kita terhindar dari penyakit, tapi jika kita kurang memperhatikan kesehatan
mulut kita maka perkembangan bakteri patogen akan semakin banyak dan menyebabkan
penyakit yang dapat mempengaruhi bukan hanya rongga mulut tapi seluruh tubuh kita.

APage
$#%  #"

Catatan Kuliah Oral Biologi III Dinamika Ekosistem di ^ongga Mulut .PSKG UNS^AT.
drg. Krista Veronica Siagian

Diktat Ilmu Konservasi Gigi I. Operative Dentistry.Tim Ajar Konservasi Gigi. Manado. PSKG
UNS^AT.

Harold Marcotte; Marc C. Lavoie, Oral Microbial Ecology and the ^ole of Salivary
Immunoglobulin A [online]
http://mmbr.asm.org/cgi/content/full/62/1/71, diakses tanggal 12 Juni 2010)

____________, 2010, Kesehatan lingkungan rongga mul ut dan penyakitnya [online]


http://dentistcentre.blogspot.com/2009/03/kesehatan-lingkungan-rongga-mulut-dan.html,
diakses tanggal 12 Juni 2010)

XPage

Anda mungkin juga menyukai