Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan nomor 574/Menkes/SK/IV/2000 telah
ditetapkan Visi Pembangunan Kesehatan, yaitu Indonesia sehat 2010. Selain itu Dasar
Pelaksanaan Desa Siaga adalah SK Menkes No. 554/Menkes/VIII/2004 tentang Pelaksanaan
Pengembangan Desa Siaga dengan target nasional tahun 2008 adalah seluruh desa di Indonesia
menjadi desa siaga.
Tingginya angka kematian, terutama kematian pada ibu (AKI) dan bayi (AKB)
menunjukkan masih rendahnya kualitas pelayanan kesehatan. Demikian juga dengan tingginya
angka kesakitan yang akhir-akhir ini ditandai dengan munculnya kembali berbagai penyakit lama
seperti malaria, dan tuberculosis paru, merebaknya berbagai penyakit baru yang bersifat
pandemic seperti HIV/AIDS, SARS dan flu burung dan masih banyak ditemukan penyakit-penyakit
endemis seperti daire dan demam berdarah. Keadaan tersebut diperparah lagi dengan timbulnya
berbagai jenis bencana karena faktor alam.
Menindaklanjuti kenyataan tersebut, pemerintah mencari upaya terobosan yang benar-
benar memiliki daya ungkit meningkatkan derajat kesehatan bagi seluruh penduduk di Indonesia,
dengan cara mengembangkan Program Desa Siaga diseluruh Indonesia.
Pengembangan desa siaga mencakup upaya untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan dasar
pada masyarakat, menyiapsiagakan masyarakat menghadapi masalah-masalah kesehatan,
terutama KLB, memandirikan masyarakat dalam pembiayaan kesehatan, serta pengembangan
perilaku hidup bersih dan sehat.
Inti kegiatan Desa Siaga adalah memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk
hidup sehat. Oleh karena itu dalam pengembangannya diperlukan langkah-langkah pendekatan
edukatif, yaitu upaya pendampingan (memfasilitasi) masyarakat untuk menjalani proses.
RW SIAGA adalah suatu tatanan masyarakat yang penduduknya memiliki kesiapan
sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah
dan mengatasi masalah kesehatan, bencana dan kegawat-daruratan kesehatan secara
mandiri.
RW SIAGA merupakan kegiatan bakti masyarakat yang dimaksudkan menata kesiapan
warga dalam memberikan bantuan bencana alam dan kegawat-daruratan serta
mengaktualisasikan warga yang kompak dalam gotong royong dan tolong menolong.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah konsep Desa Siaga?
2. Bagaimanakan konsep RW siaga?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimana konsep Desa Siaga.
2. Untuk mengetahu bagaimana konsep RW Siaga.
BAB II

PEMBAHASAN