Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda)
yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.” Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2012: 849), Sementara itu, Surakhmad (2013:7)
menyatakan bahwa pengaruh adalah kekuatan yang muncul dari suatu benda atau
orang dan juga gejala dalam yang dapat memberikan perubahan terhadap apa-apa
yang ada di sekelilingnya. Jadi, dari pendapat-pendapat tersebut dapat
disimpulkan bahwa pengaruh merupakan suatu daya atau kekuatan yang timbul
dari sesuatu, baik itu orang maupun benda serta segala sesuatu yang ada di alam
sehingga mempengaruhi apa-apa yang ada di sekitarnya.

Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang


melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Motivasi berasal dari
kata motif yang berarti "dorongan" atau rangsangan atau "daya penggerak" yang
ada dalam diri seseorang. Menurut Weiner (2013) yang dikutip Elliot et al. (2012),
motivasi didefenisikan sebagai kondisi internal yang membangkitkan kita untuk
bertindak, mendorong kita mencapai tujuan tertentu, dan membuat kita tetap
tertarik dalam kegiatan tertentu. Menurut Uno (2014), motivasi dapat diartikan
sebagai dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan
dengan adanya; hasrat dan minat; dorongan dan kebutuhan; harapan dan cita-cita;
penghargaan dan penghormatan. Motivasi adalah sesuatu apa yang membuat
seseorang bertindak (Sargent, dikutip oleh Howard, 2013) menyatakan bahwa
motivasi merupakan dampak dari interaksi seseorang dengan situasi yang
dihadapinya (Siagian, 2004).

Pengertian Perawat adalah orang yang mengasuh dan merawat orang lain yang
mengalami masalah kesehatan. Namun pada perkembangannya, pengertian
perawat semakin meluas. Pada saat ini, pengertian perawat merujuk pada
posisinya sebagai bagian dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan
kepada masyarakat secara profesional.Perawat yaitu tenaga profesional yang
mempunyai kemampuan, tanggung jawab dan kewenangan dalam melaksanakan
dan memberikan perawatan kepada pasien yang mengalami masalah kesehatan.

Berdasarkan jenjang pendidikan yang ditempuh, Pengertian Perawat ialah


seseorang yang telah menyelesaikan minimal setara Diploma III (D3) atau Sarjana
Setara 1 (S1), baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yang program
pendidikannya sesuai dengan standar keperawatan dan diakui oleh pemerintah
Indonesia.
Pengertian ilmu Keperawatan adalah ilmu yang mempelajari segala hal
tentang cara merawat seseorang. Ruang lingkup ilmu keperawatan mencukup
ilmu-ilmu dasar seperti ilmu alam, ilmu sosial, ilmu dasar keperawatan, ilmu
kesehatan masyarakat dan ilmu aplikatif seperti ilmu perilaku, ilmu biomedik dan
lain-lain.
Ilmu keperawatan menggunakan pendekatan dan metode penyelesaian masalah
secara ilmiah, ditujukan untuk mempertahankan, memelihara, menopang dan
meningkatkan integritas seluruh kebutuhan dasar manusia. Keperawatan
dikatakan sebagai sains kerena melalui proses observasi, eksperimen dan dapat
dipertanggungjawabkan keilmuannya dalam pelaksanaan praktik keperawatan itu
sendiri.
Fungsi perawat yang utama adalah membantu pasien atau klien dalam
kondisi sakit maupun sehat, untuk meningkatkan derajat kesehatan melalui
layanan keperawatan. Dalam menjalankan peranny, perawat akan melaksanakan
berbagai fungsi yaitu : Fungsi dependen perawat, fungsi independen perawat dan
fungsi interdependen perawat.

1. Fungsi Independen Perawat


Fungsi independen ialah fungsi mandiri dan tidak tergantung pada orang lain,
dimana perawat dalam menjalankan tugasnya dilakukan secara sendiri dengan
keputusan sendiri dalam melakukan tindakan untuk memenuhi kebutuhan dasar
manusia.

2. Fungsi Dependen Perawat


Fungsi dependen ialah fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas atau
instruksi dari perawat lain.

3. Fungsi Interdependen Perawat


Fungsi Interdependen ialah fungsi yang dilakukan dalam kelompok tim yang
bersifat saling ketergantungan di antara satu dengan yang lain.

Pengertian Pelaksanaan Menurut Westra adalah sebagai usaha-usaha yang


dilakukan untuk melaksanakan semua rencana dan kebijaksanaan yang telah
dirumuskan dan ditetapkan dengan melengkapi segala kebutuhan alat-alat yang
diperlukan, siapa yang akan melaksanakan, dimana tempat pelaksanaannya dan
kapan waktu dimulainya.

Menurut Bintoro Tjokroadmudjoyo, Pengertian Pelaksanaan ialah sebagai


proses dalam bentuk rangkaian kegiatan, yaitu berawal dari kebijakan guna
mencapai suatu tujuan maka kebijakan itu diturunkan dalam suatu program dan
proyek.Siagian S.P mengemukakan bahawa Pengertian Pelaksanaan merupakan
keseluruhan proses pemberian motivasi bekerja kepada para bawahan sedemikian
rupa, sehingga pada akhirnya mereka mau bekerja secara ikhlas agar tercapai
tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis.

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen yang


memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan ma-syarakat sekitar dari
bahaya akibat kecelakaan kerja. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang
wajib dipenuhi oleh perusahaan. K3 bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan
menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident).
Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak biaya
(cost) perusahaan, melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka
panjang yang memberi keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan datang.
Menurut Sumakmur (1988) kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu
kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan, agar pekerja/masyarakat
pekerja beserta memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, baik fisik,
atau mental, maupun sosial, dengan usaha-usaha preventif dan kuratif, terhadap
penyakit-penyakit/gangguan –gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor
pekerjaan dan lingkungan kerja, serta terhadap penyakit-penyakit umum.
B. Masalah penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan,maka peneliti
merumuskan suatu masalah yaitu adakah pengaruh motivasi perawat
pelaksana terhadap keselamatan pasien diruang irna IIIa di RSUD Kota
Mataram ?

C. Tujuan penelitian
1. Tujuan umum
Mengetahui pengaruh motivasi perawat pelaksana terhadap keselamatan
pasien diruang irna IIIa di RSUD Kota Mataram

2. Tujuan khusus
a. Mengetahui jumlah perawat pelaksanan diruang irna IIIa di RSUD
Kota Mataram
b. Mengetahui SOP untuk keselamatan pasien diruang irna IIIa di RSUD
Kota Mataram.

D. Manfaat penelitian
1. Bagi rumah sakit
Bagi RSUD Kota Mataram, memberikan masukan dalam upaya
meningkatkan dan mengembangkan pelayanan keperawatan
sebagai bahan untuk mengambil kebijakan mengenai pengaruh
motivasi perawat pelaksana terhadap keselamatan pasien.
2. Bagi institusi pendidikan
Sebagai masukan dalam proses belajar mengajar,kalau perlu
dimasukkan dalam mata pelajaran khusus terutama mengenai
pentingnya pengaruh motivasi perawat pelaksana terhadap
keselamatan pasien yang harus dimiliki sebagai modal untuk
menjadi perawat yang professional.
3. Bagi perawat yang lain
Mendapatkan gambaran seberapa besar pengaruh motivasi perawat
pelaksana terhadap keselamatan pasien.