Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PENDAHULUAN

DAN ASUHAN KEBIDANAN

NEONATUS ATERM DENGAN MUNTAH GUMOH

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah

Lab. Asuhan Neonatus, Bayi, Balita

Dosen Pembimbing :

Lia Agustin, S.ST

Disusun oleh :

1. Tri Agustin Emilinda Bd.DH.2009.55

2. Tri Wulandari Bd.DH.2009.56

3. Vivi Sarinda K Bd.DH.2009.57

4. Wahyu Puji Bd.DH.2009.58

5. Yesi Nur Bd.DH.2009.59

6. Yuli Ika Bd.DH.2009.60

AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI


TAHUN AKADEMIK 2010/2011

LAPORAN PENDAHULUAN NEONATUS ATERM


DENGAN MUNTAH GUMOH

A. Pengertian Muntah dan Gumoh


Muntah adalah pengeluaran isi perut melalui mulut secara paksa.
Bergumoh (paling sering ditemukan pada bayi dibawah satu tahun) adalah aliran
dari isi perut yang keluar melalui mulut dengan mudahnya dan sering diikuti
dengan sendawa.

B. Patofisiologi
Muntah terjadi ketika otot perut dan diafragma berkontraksi dengan kuat
sementara perut dalam keadaan relaks. Aksi refleks ini dipicu oleh pusat muntah
di otak setelah mengalami rangsagan oleh :
 Saraf-saraf dari lambung dan usus pada saat saluran pencernaan teriritasi
atau membesar karena proses infeksi atau penyumbatan.
 Proses kimiawi dalam darah (sebagai contoh obat).
 Rangsangan psikologis akibat gangguan penglihatan dan penciuman.
 Rangsangan dari telinga bagian tengah (seperti pada muntah yang
disebabkan oleh mabuk kendaraan).

C. Penyebab Muntah dan Gumoh


Penyebab utama dari bergumoh berlainan bergantung pada umur. Selama
bulan-bulan pertama, sebagai contoh, kebanyakan bayi akan mengeluarkan
sedikit dari susu yang diminumnya. Biasanya dalam satu jam pertama setelah
diberi makan. Kejadian yang sering disebut cheesing ini adalah gerakan makanan
dari dalam lambung melalui saluran (esofagus), keluar melalui mulut. Keadaan
ini lebih jarang terjadi jika anak sering bersendawa dan jika aktivitas bermainnya
dibatasi sehabis makan. Bergumoh cenderung berkurang saat bayi tumbuh
semakin besar, tetapi akan menetap dalam bentuk ringan hingga usia anak
sepuluh sampai dua belas bulan. Bergumoh bukan masalah yang serius dan tidak
mengganggu kenaikan berat badan normal.
Antara usia dua mniggu hingga empat bulan, muntah yang menetap dan
berat dapat disebabkan oleh penebalan otot keluar lambung. Keadaan ini akan
menghalangi gerakan makanan menuju ke usus, dan disebut sebagai stenosis
pilorus serta memerlukan perhatian medis dengan segera. Tindakan bedah
biasanya diperlukan untuk membuka daerah yang menyempit. Tanda penting dari
kondisi ini adalah muntah yang kuat, yang terjadi lebih kurang lima belas menit
sampai tiga puluh menit atau kurang setelah pemberian makanan.
Setelah bulan-bulan pertama kehidupan, penyebab tersering dari muntah
adalah infeksi lambung dan usus. Virus sejauh ini merupakan agen penyeba
infeksi yang paling sering, tetapi kadang-kadang bakteri dan beberapa parasit
bisa juga menjadi penyebabnya. Infeksi ini juga menyebabkan demam, diare, dan
kadang-kadang mual serta sakit perut.
Infeksi biasanya menular, jadi jika anak mengalaminya, kemungkinan
teman bermainnya juga ikut terkena. Kadang-kadang infeksi di luar saluran
pencernaan dapat pula menyebabkan muntah. Hal ini meliputi infeksi saluran
pernafasan, infeksi saluran kemih, radang telinga tengah, dan pneumonia,
demikian juga meningitis/radang selaput otak, radang usus buntu/apendisitis dan
sindrom reye.

2.4 Pencegahan Muntah dan Gumoh


Pencegahan muntah dan gumoh pada bayi antara lain:
1. Kentalkan susu dengan sejumlah kecil sereal bayi.
2. Hindari pemberian makanan yang berlebih.
3. Buatlah bayi bersendawa sebanyak mungkin.
4. Angkat bayi lalu buat posisi tegak dan diam selama paling sedikit tiga puluh
menit setelah makan. Jika hal ini tidak efektif, dapat meletakkan anak
tersebut pada posisi tengkurap atau dengan posisi tengkurap tegak (tengkurap
dengan posisi kepala tegak).
5. Pastikan bahwa dot botol tidak terlalu besar atau terlalu kecil dan botol
dimiringkan sedemikian rupa sehingga susu, bukan udara yang memenuhi
bagian dotnya.

2.5 Pengobatan Muntah dan Gumoh


Pada banyak kasus, muntah akan berhenti tanpa penanganan medis yang
spesifiki. Kita sebaiknya tidak menggunakan obat-obatan bebas atau obat resep
kecuali memang diberikan oleh dokter anak untuk anak secara khusus.
Saat anak atau bayi muntah, biarkan ia berbaring tertelungkup atau
miring ke samping sedapat mungkin. Tindakan ini akan mengurangi
kemungkinan muntahan masuk ke dalam saluran nafas dan paru.
Apabila muntahnya terjadi terus-menerus perlu memastikan bahwa tidak
terjadi dehidrasi (dehidrasi adalah istilah yang digunakan pada saat tubuh
kehilangan banyak cairan sehingga tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik).
Jika dehidrasi mencapai tingkat yang berat, akan dapat berakibat serius dan
mengancam jiwa. Untuk mencegah kejadian ini, pastikan anak mendapat cukup
cairan tambahan untuk mengembalikan yang hilang. Jika dia tetap
memuntahkannya, beritahu ke dokter anak.
Untuk penyakit apapun yang menyebabkan muntah, selama dua puluh
empat jam pertama hentikan pemberian makanan padat pada anak dan doronglah
agar dia meminum atau mengisap cairan bening seperti air, air gula, es krim, air
agar-agar, gelatin, atau lebih baik larutkan elektrolit sebagai ganti makanan.
Cairan tidak hanya akan membantu mencegah dehidrasi, tetapi juga lebih sedikit
menyebabkan muntah lebih lanjut dibandingkan dengan makanan padat.
Ada beberapa petunjuk untuk memberikan cairan pada anak setelah dia
muntah :
1. Tunggu dua atau tiga jam setelah muntah terakhir terjadi, dan kemudian
berikan 30 hingga 60 cc air dingin setiap setengah jam sampai satu jam
sebanyak empat waktu makan
2. Jika dia tidak memuntahkannya, berikan 60cc larutan elektrolit diselingi
40cc air setiap setengah jam
3. Jika bertahan dalam dua kali pemberian makanan, tambahkan susu formula
dengan keenceran separuh (bergantung pada usianya), dan teruskan dengan
menambah jumlahnya perlahan-lahan 3 sampai 4 ons perlahan-lahan setiap
tiga atau empat jam
4. Setelah dua belas jam hingga dua puluh empat jam tanpa muntah tambahan,
secara bertahap kembalikan anak pada diet normalnya, tetapi teruskan
pemberian cairan kepadanya.

POHON MASALAH

INTERVENSI UMUM

Dx/Mslh/Keb Intervensi Rasional


DAFTAR PUSTAKA
Eisenberg, Arlene. 1997. Bayi pada Tahun Pertama. Jakarta : Arcan

L. Wong, Donna. 2000. Pedoman Klinis Perawatan Pediatrik. Jakarta : EGC

Shelov, Steven, P. 2005. Panduan Lengkap Perawatan untuk Bayi dan Balita.
Jakarta : Arcan

Surudi, Rulina, Prof. Dr. 2004. Manajemen Laktasi. Jakarta : Perkumpulan


Perinatologi Indonesia

WHO. 2008. Buku Saku Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir. Jakarta : EGC

ASUHAN KEBIDANAN
PADA NEONATUS NORMAL
Tanggal Masuk : 29 April 2008
Jam : 09.00 WIB
Tanggal Pengkajian : 29 April 2008
Jam : 09.20 WIB
Diagnosa Masuk : Neonatus hari ke-2
I. Pengkajian
A. Data Subyektif
1. Identitas
Nama bayi : By Ny Sati
Umur : 2 hari
Tanggal/jam lahir : 28 April 2008/08.000 WIB
Jenis kelamin : Laki-laki
Nama Ibu : Ny. Sati Nama Ayah : Tn. Rahmat Denta
Umur : 23 Tahun Umur : 27 Tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Pendidikan : Sarjana Pendidikan : Sarjana
Pekerjaan : - Pekerjaan : Swasta
Penghasilan : Penghasilan :  Rp. 1.750.000/bln
Alamat : Ds. Kapas Kec.
Kunjang Kab. Kediri

2. Riwayat antenatal ibu


 GI P0000 UK 39 minggu
 ANC rutin : di dokter
 Keluhan selama hamil : mual muntah
 HPHT : 29 Juli 2007
 HPL : 06 April 2008

3. Riwayat penyakit selama kehamilan dan sebelumnya


 Ibu tidak pernah dan tidak sedang menderita penyakit kronis/menular
 Keluarga ibu tidak ada riwayat keturunan

4. Kebiasaan ibu saat hamil


 Makan : 3 x sehari dengan menu seimbang
 Minum : 5 - 8 gelas sehari
 Obat-obatan : tablet besi dan vitamin C
 Mandi : 2 x sehari disertai ganti pakaian

5. Riwayat persalinan saat ini


 Jenis persalinan : spontan bractial
 Ditolong oleh : dokter dan bidan
 Lama persalinan :  50 menit
 Air ketuban : jernih

B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum Bayi
Keadaan umum : baik
Suhu : 372 oC
Pernapasan : 4x /menit, teratur dan dangkal
Nadi : 126 x/menit
Keaktifan : baik

2. Pemeriksaan Khusus
 AS : 7-8
APGAR SCORE 1` 5`
Appearance 2 2
Pulse 1 1
Grimace 1 1
Activity 1 2
Respiratory 2 2
7 8

3. Pemeriksaan fisik
a. Kepala
- Bentuk : Simetris normal
- Moulage : tidak ada
- Cepal : tidak ada
- Perdarahan intrakranial : tidak ada

- UUB : lebar, membuka


- Caput Suksedantum : ada
- Kelainan : tidak ada
b. Mata
- Bentuk : Simetris normal - Bersih : ya
- Perdarahan : tidak ada - Sklera : putih ke abuan
- Konjunctiva : merah muda - Reaksi putil : baik
- Kelainan : tidak ada
c. Hidung
- Bentuk : Simetris, normal - Atresia koana : tidak
- Mukosa : tidak ada/kelainan - Tidak terpasang sondee oksigen
d. Mulut
- Bentuk : Simetris, normal
- Palatum mole : ada, bersih
- Saliva : ada, sedikit
- Gusi : bersih, kemerahan, gigi belum ada
- Bibir : kemerahan
- Bersih : ya
- Palatum durum : ada, bersih
- Lidah : bersih
e. Muka
- Bentuk : Simetris, normal
- Down syndrom : tidak ada
- Bercak-bercak merah : ada
- Paralisis saraf parsial : tidak ada
- Ikterus : tidak ada
f. Telinga
- Bentuk : Simetris, normal
- Serumen : tidak ada
- Daun telinga : tidak lengket
- Bersih : ya
g. Leher
- Bentuk : Normal, pendek
- Iritasi : tidak ada
- Gerakan : lemah
- Bersih : ya
- Pembesaran kelenjar tiroid : tidak ada

h. Dada
- Bentuk : Seperti tong lebih kecil dari perut
- Pernapasan : teratur, dangkal 46 x/mnt
- Ronchi : tidak ada
- Reaksi : tidak ada
- Mur-mur : tidak ada
i. Perut
- Bentuk : seperti tong
- Kembung : tidak ada
- Bising Usus : tidak ada
- Kelainan : tidak ada
j. Tali pusat
- Pembuluh darah masih basah, belum lepas dan tidak bau
- Perdarahan tidak ada
- Kelainan tidak ada
- Dirawat dengan kasa alkohol
k. Kulit
- Warna : Kemerehan
- Lanugo : ada, sedikit
- Oedem : tidak ada
- Kelainan : tidak ada
- Turgor : sedang
- Vernih koserosa : ada sedikit
- Lembab : ya
- Kulit wajah terdapat bintik-bintik merah
l. Punggung
- Bentuk : datar dan tegak
- Spina Bifida : tidak ada
m. Ekstremitas
Atas Bawah
- Bentuk : Simetris, normal - Bentuk : Simetris, normal
- Gerakan : Lemah - Gerakan : Lemah
- Jari : Jumlah 10 jari, normal - Jari : Jumlah 10 jari, normal
- Teraba : Hangat - Teraba : Hangat

n. Genetalia
- Testis sudah turun
- Skrotum ada rugae
- Penis dalam bentuk dan ukuran normal
4. Antropometri
- Berat Badan : 3400 gram
- Panjang Badan : 50 cm
- Lingkar Lengan : 12,5 cm
- Lingkar Dada : 34,5 cm
- Lingkar Kepala  Arcumferensia Franto Occipitalis : 35,5 cm
Arcumferensia Mento Occipitalis : 38 cm
Sub Occlipito Bregmatika : 33 cm
Sub Mento Bregmatika : 37 cm
5. Refleks
- Moro refleks : ada, kuat
- Tonic neck refleks : ada, lemah
- Palmar grape, refleks : ada, kuat
- Walking refleks : ada, lemah
- Rooting refleks : ada, kuat
- Secting refleks : ada, sedang
6. Elimanasi
- Urine : 1 x selama dinas siang
- Mekoneum : 1 x selama dinas siang
- Ganti pokok : setiap kali BAB / BAK
7. Pemeriksaan Penunjang
- Tidak dilakukan
8. Pola Nutrisi
- Minum PASI
- Munkoh/ gumoh kadang
- ASI masih belum keluar
9. Perawatan sehari-hari
- Mandi : belum dimandikan
- Timbung : 3400 gram
- Membersihkan mata, mulut dan hidung
II. INTERPRESTASI DATA

No. Data Dasar Diagnosa/Mslh/ Keb


1. Ds : - Dx: Neonatus aterm
hari ke-2
Do : - Usia kehamilan 39 minggu
- Tgl/jam lahir : 28 April 2008/08.00WIB
- Jenis kelamin : Laki - laki
- Jenis persalinan : Spontan Brachial
- AS : 7 - 8
- KU sedang
- Suhu 37,2 o C
- Pernapasan : teratur, dangkal, 46 x/mnt
- Nadi : 126 x /mnt
- BB : 3400 gram
- PB : 50 cm
- LILA : 12,5 cm
- LD : 34,5 cm
- Diameter kepala bayi terbesar/arferensia fronto
accupitalis
- Kulit kemerahan, lanuga ada/sedikit, verniks
koseosa ada/sdet, turgor sedang
- Genetalia : kertis sudah turun, scrotum ada tugas
Ds : -
Do : - KU bayi sedang Kebutuhan :
- Secking refleks sedang Pemenuhan Nutrisi
- Kebutuhan 10 cc/ 2 jam atau 10 cc x 8 dalam sehari
Ds : -
Do : - Usia bayi 2 hari Kebutuhan :
- KU bayi sedang Perawatan sehari-hari
- Verniks keseosa ada sedikit
- BB saat lahir 3400 gram
III. Intervensi

Dx/Mslh/Keb Intervensi Rasionalisasi


Dx: Neonatus normal Tujuan :
hari ke 2  Neonatus Normal Hari ke-2
tidak ada komplikasi
Kriteria Hasil :

 Neonatus tidak hipotermi


Intervensi :

1. Tempatkan Bayi pada tempat 2. Mencegah kehilangan panas


hangat melalui konduksi
Kebutuhan : Tujuan :
1. Pemenuhan Nutrisi  Kebutuhan nutrisi neonatus
terpenuhi
Kriteria Hasil :
 Bayi tidak kekurangan minum
Intervensi :
1. Cuci tangan sebelum dan 1. Mencegah terjadi infeksi silang
sesudah menyentuh bayi
2. Memberikan ASI/PASI sesuai 2. Bayi mendapat cukup nutrisi
kebutuhan (min 30 cc/2 jam)
3. Berikan ASI/PASI dengan 3. Melatih refleks hisap dan
benar meningkatkan kerja peristaltik
usus agar bayi dapat BAB/BAK
2. Bantu ibu menyusui yang 4. ASI adalah nutrisi terbaik,
benar dengan menyusui dapat
meningkatkan hubungan ibu dan
anak
5. Sendawakan bayi tiap selesai 5. Mencegah gumoh
minum
2. Perawatan Bayi Tujuan :
sehari-hari  Kebutuhan nutrisi neonatus
terpenuhi
Kriteria Hasil :
 Bayi bersih
 Tidak ada infeksi
Intervensi :
1. Mencuci tangan sebelum dan 1. Mencegah terjadinya infeksi
sesudah menyentuh bayi silang
2. Mandikan bayi minimal 2 x 2. Untuk menjaga kenyamanan bayi
sehari dengan air hangat dan memperlancar peredaran
darah
3. Timbang badan bagi setiap 3. Mengetahui pertumbuhan bayi
akan/sesudah mandi sebelum
berpakaian
4. Rawat tali pusat setiap selesai 4. Mencegah infeksi pada tali pusat
mandi

IV. Implementasi

Tgl/Jam Diagnosa/Mslh/Kab Implementasi


29 April 08 Neonatus aterm 2
09.20 hari.

1. Menempatkan BBL pada tempat yang hangat


Kebutuhan : 1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah
1. Pemenuhan Nutrisi menyentuh bayi
2. Membersihkan ASI/PASI sesuai kebutuhan
(min 30 cc/ 2 jam)
3. Menyendawakan bayi tiap selesai minum
2. Perawatan Bayi Bayi masih baru lahir jadi hanya
sehari - hari membersihkan bayi dan merawat tali pusat
dengan kasa steril

V. Evaluasi

Tgl/Jam Diagnosa/Mslh/Kab Implementasi


29 April 08 Diagnosa : S : -
09.40 Neonatus aterm hari 2 O : Bayi dalam keadaan baik, jalan napas
bersih
A : Neonatus aterm hari 2 tidak mengalami
komplikasi
P : Pantau KU bayi
29 April 08 Keb : S :-
09.40 1. Pemenuhan Nutrisi O : - Bayi dapat minum per speen (20 cc/jam)
- Bayi belum minum ASI
A : Kebutuhan Nutrisi bayi terpenuhi
P : Anjurkan ibu untuk menyusui bayi besok
pagi
29 April 08 2. Perawatan bayi sehari- S : -
09.40 hari O : - Bayi bersih
- Tali pusat dibungkus kasa steril
A : Kebutuhan kenyamanan bayi terpenuhi
sebagian
P : Lanjutkan Intervensi

Anda mungkin juga menyukai