Anda di halaman 1dari 2

PENGERTIAN JENIS-JENIS TANDA DAN GEJALA

Malnutrisi adalah suatu kondisi dimana Malnutrisi pada gagal ginjal kronis
terjadi pengurangan cadangan protein terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu
tubuh dengan atau tanpa disertai deplesi malnutrisi tipe 1 dan malnutrisi tipe 2.
lemak atau suatu kondisi dengan kapasitas
fungsional berkurang disebabkan  Malnutrisi tipe 1
konsumsi makanan tidak adekuat Umumnya terjadi karena asupan
dibandingkan kebutuhan kalori dan protein yang kurang.
Penurunan albumin hanya sedikit
sehingga pemberian nutrisi yang 1. Malaise dan fatigue
adekuat serta dialisis akan 2. Rehabilitasi jelek
menunjukkan perbaikan status 3. Penyembuhan luka terganggu
nutrisi. 4. Kepekaan terhadap infeksi
 Malnutrisi tipe 2 meningkat
PENYEBAB Terkait dengan inflamasi, sering 5. Angka rawat tinggal dan mortalitas
disebut sebagai malnutrition meningkat
Malnutrisi pada pasien dialisis dapat timbul inflamation atheroclerosis (MIA). 6. Anemia
oleh berbagai sebab diantaranya Pada kondisi ini, selain pemberian 7. Over load
nutrisi dan dialisis, penting (nerscomite, 2010)
memperhatikan penyakit lain yang
PEMERIKSAAN PENUNJANG
menyertai serta respon inflamasi
kronis Pemeriksaan penanda kimia pada
1. Asupan makanan yang tidak adekuat malnutrisi meliputi
2. Respon katabolisme
1. Albumin serum (menurun),
3. Prosedur dialysis
2. Prealbumin (menurun),
4. ESRD yang menimbulkan inflamasi
3. Transferin (meningkat),
kronis dan mencetuskan
4. IGF-1, kreatinin (rendah)
hiperkatabolisme dan anoreksia,
5. Asam amino
perdarahan, oxidative stress serta
gangguan metabolisme dan endokrin
MANAGEMEN MALNUTRISI PASIEN KOMPLIKASI
DIALISIS
Malnutrisi akan meningkatkan resiko MALNUTRISI PADA
Deteksi dan Penanganan sebab anoreksia kesakitan dan kematian. Beberapa
dan katabolisme penelitian menunjukkan prediktor yang
PASIEN HEMOODIALISA
dapat digunakan adalah albumin yang
1. Koreksi diet yang tidak adekuat rendah, BMI rendah (,19kg/m2),
2. Koreksi dialisis tidak adekuat prealbumin walaupun lebih lemah
3. Penggunaan membran biokompatibel dibanding albumin dan hitung limfosit.
4. Penggunaan bikarbonat saat dialisis
5. Pemberian eritropoetin Pada pasien dialisis yang secara fisik tidak
6. Deteksi dan penanganan depresi aktif, malnutrisi dan anemia akan didapat
7. Deteksi dan penanganan gangguan penurunan aktivitas fisik interdialisis yang
gastrointestinal diukur menggunakan pedometer.

PENCEGAHAN

Pencegahan malnutrisi pada pasien


hemodialisis dapat dimulai dengan
penilaian status gizi awal saat pertama
dilakukan dialisis. Diagnosis dini akan
memudahkan dalam tatalaksana lebih
lanjut. Monitoring status nutrisi dilakukan
setiap 1-3 bulan pada pasien dengan GFR Oleh :
Malnutrisi ringan atau sedang (diet tidak
<20 mL/min dan GFR < 30 ml/min/1.73 m2 Kelompok 15
adekuat tanpa malnutrisi berat)
(CKD Stages 4-5) serta monitoring jarang
 Konseling diet dan suplementasi oral (setiap 6 -12 bulan) pada pasien tanpa
malnutrisi dengan GFR 30-60 mL/min/1.73
Malnutrisi Berat PROGRAM STUDI PROFESI
m2 (CKD Stage 3). Pencegahan yang dapat
 Asupan spontan > 20 Kcal/kg/hari : dilakukan meliputi asupan makanan yang
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
IDPN +suplementasi oral cukup saat dialisis dimulai, asupan protein
dapat ditingkatkan 1-1,2 g/kg BB/hari SURABAYA
 Asupan spontan : < 20 Kcal/kg/hari :
terutama protein yang bernilai biologis
nutrisi eneral harian 2017
tinggi.