Anda di halaman 1dari 3

Data Ketuaan Warna

Variasi K/S ketuaan


Metoda standar 41,741
Retarde anionik 43,648
Retarder kationik 42,222

K/S Ketuaan Warna


44
retarder
43.5 anionik, 43.648

43
nilai K/S

42.5 K/S
retarder
42 kationik, 42.222
standar, 41.741
41.5
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5
variasi metoda

Data Kerataan Warna

Variasi Nilai Standar Deviasi


Metoda standar 0,102
Retarde anionik 0, 093
Retarder kationik 0,098

standar deviasi
0.103
0.102 standar, 0.102
0.101
nilai standar deviasi

0.1
0.099
retarder
0.098
0.097 kationik, 0.098
0.096 standar deviasi
0.095
0.094
retarder
0.093
0.092 anionik, 0.093
0 1 2 3 4
Metoda
PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil praktikum pemcelupan benang poliakrilat dengan menggunakan zat


warna basa dengan variasi metode pencelupan standar, metoda retarder anionik, dan metoda
retarder kationik. Diperoleh hasil evaluasi ketuaan dan kerataan warna.

1. Keratan Warna
Pada ketuaan warna, nilai keratan warna yang paling baik yaitu pada benang
dengan metode retarder anionik yaitu dengan nilai standar deviasi kerataan warna
sebesar 0,093 dan kerataan warna yang kedua terbaik yaitu pada pencelupan
benang dengan menggunakan metode retarder kationik. Apabila dibandingkan
dengan metoda standar, metoda retarder kationik dan metoda retarder anionik
merupakan modifikasi metoda untuk menjadikan penyerapan zat warna kedalam
serat secara perlahan-lahan dan memperbaiki kerataan hasil celup. Karena ikatan
yang terjadi antara benang poliakrilat dengan menggunakan zat warna basa yaitu
ikatan ionik yang merupakan ikatan interaksi jangka panjang yang penyerapannya
akan terjadi sejak awal proses sehingga penyerapannya perlu dikontrol perlahan-
lahan.
Pada metode retarder anionik, retarder akan memblok muatan positif yang ada
pada zat warna dan pada saat suhu larutan pencelupan naik perlahan lahan, maka
reatrder anionik tersebut akan rusak dan melepaskan zat warna yang tertahan
sehingga penyerapan terjadi secara perlahan. Begitupun pada metode dengan
retarder kationik, namun pada metode retarder kationik akan memblok permukaan
pada serat. Sehingga penggunaan metoda retarder anionik dan kationik dapat
membuat benang atau kain hasil celup menjadi lebih rata.
2. Ketuaan Warna
Pada ketuaan warna, benang hasil celupan yang paling baik ketuaannya yaitu
benang dengan menggunakan metoda standar. Pada metoda standar, zat warna
akan lebih cepat masuk kedalam serat karena sifat ikatan antar zat warna dan serat
merupakan ikatan long term interaction. Namun meskipun hasil ketuaan warna
lebih tinggi, kerataan yang diperoleh paling rendah diantara metode retarder
anionik maupun kationik.
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pencelupan dapat disimpulkan bahwa metoda yang paling baik
digynakan yaitu dengan metoda retarder anionik dan kationik yang mengasilkan hasil celup
yang rata dan ketuaan warna yang baik.