Anda di halaman 1dari 12

BAB VI

URAIAN TUGAS JABATAN

TUGAS POKOK DAN FUNGSI


INSTALASI INSTALASI BEDAH SENTRAL
RSUD KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN

Ka. Instalasi INSTALASI BEDAH SENTRAL


Penanggungjawab Umum Organisasi Pelayanan INSTALASI BEDAH
SENTRAL
Memimpin penyelenggaraan Pelayanan INSTALASI BEDAH SENTRAL
Rumah Sakit & bertanggung jawab kepada Bidang Penunjang Medis.
Menyusun Perencanaan Pelayanan INSTALASI BEDAH SENTRAL.
Menyusun Rencana Evaluasi Pelayanan INSTALASI BEDAH SENTRAL.
Melakukan Pengawasan dan Pengendalian
Koordinator Ruang INSTALASI BEDAH SENTRAL
Bertugas sebagai koordinator ruangan INSTALASI BEDAH SENTRAL
yang bertanggung jawab kepada Kepala Instalasi INSTALASI BEDAH
SENTRAL.
Koordinator Pengadaan
Bertugas mengkoordinasikan pemesanan bahan makanan dan minuman
untuk pasien dan pegawai yang bertanggung jawab kepada Kepala
Instalasii INSTALASI BEDAH SENTRAL
Koordinator Konsultasi
Bertugas mengkoordinasikan pelayanan konsultasi dan penyuluhan
INSTALASI BEDAH SENTRAL kepada pasien di ruang rawat inap dan
rawat jalan yang bertanggung jawab kepada Kepala Instalasi INSTALASI
BEDAH SENTRAL.
Koordinator Litbang
Bertanggung jawab mengkoordinasikan kegiatan penelitian dan
pengembangan INSTALASI BEDAH SENTRAL terapan yang bertanggung
jawab kepada Kepala Instalas INSTALASI BEDAH SENTRAL
Koordinator Logistik
Bertugas mengkoordinasikan penyimpanan bahan makanan, peralatan
masak, pasien dan pegawai/dokter yang bertanggung jawab kepada
Kepala Instalasi INSTALASI BEDAH SENTRAL.
Supervisor Pengolahan Makanan
Bertugas mengawasi dan mengendalikan proses penyelenggaraan
pelayanan INSTALASI BEDAH SENTRAL mulai dari persiapan sampai
pendistrisibusian makanan untuk pasien dan pegawai yang bertanggung
jawab kepada Kepala Instalasi INSTALASI BEDAH SENTRAL.
Supervisor Distribusi Makanan
Bertugas mengawasi dan mengendalaikan proses penyelenggaraan
pelayanan INSTALASI BEDAH SENTRAL mulai dari perencanaan sampai
pendistrisibusian makanan untuk pasien dan pegawai yang bertanggung
jawab kepada Kepala Instalasi INSTALASI BEDAH SENTRAL.
Supervisor Gudang Makanan
Bertugas mengawasi dan mengendalikan proses keluar masuknya bahan
makanan untuk menjamin ketersediaan dan kesiapan bahan makanan
sesuai dengan pesanan harian serta kondisi fisik bahan makanan yang
bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan, yang bertanggung
jawab kepadaKepala Instalasi INSTALASI BEDAH SENTRAL.
Supervisor Peralatan Pasien
Bertugas mengawasi dan mengendalikan kelengkapan dan kebersihan
peralatan makan pasien dari ruang VIP sampai kelas III yang
bertanggung jawab kepada Kepala Instalasi INSTALASI BEDAH
SENTRAL.
Supervisor Peralatan Masak & Minum
Bertugas mengawasi dan mengendalikan kelengkapan dan kebersihan
peralatan
masak dan minum yang bertanggung jawab kepada Kepala Instalasi
INSTALASI BEDAH SENTRAL.
Penanggung Jawab Pengolahan
Bertugas mengkoordinasikan proses pengolahan makanan mulai dari
persiapan sampai pemasakan bahan makanan untuk pasien dan
pegawai yang bertanggung jawab kepada Kepala Instalasi INSTALASI
BEDAH SENTRAL.
Penanggung Jawab Distribusi Makanan
Bertugas mengkoordinasikan proses pendistrisibusian makanan untuk
pasien dan pegawai yang bertanggung jawab kepada Kepala Instalasi
INSTALASI BEDAH SENTRAL.
Penanggung Jawab Gudang Makanan
Bertugas mengkoordinasikan keluar masuknya bahan makanan sesuai
dengan pesanan harian yang bertanggung jawab kepada Kepala Instalasi
INSTALASI BEDAH SENTRAL.

BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA

A. INSTALASI GAWAT DARURAT ( IGD )


1. Jika ada pasien IGD yang akan melakukan pemeriksaan
INSTALASI BEDAH SENTRAL, maka dokter jaga atau perawat
IGD meneleponINSTALASI BEDAH SENTRAL.
2. Dokter jaga IGD menulis Surat Permintaan Pemeriksaan
INSTALASI BEDAH SENTRAL
3. Petugas INSTALASI BEDAH SENTRAL mengambil sampel sesuai
dengan permintaan pemeriksaan INSTALASI BEDAH SENTRAL.
4. Hasil INSTALASI BEDAH SENTRALdikirim sesuai ruang
perawatan pasien untuk pasien rawat inap dan untuk pasien
rawat jalan diserahkan kepada pasien atau keluarga pasien, bila
ada hasil yang kritis hasil akan dilaporkan ke dokter jaga IGD
atau ruang perawatan pasien via telepon.

B. UNIT RAWAT JALAN


a. Jika ada pasien Rawat Jalan yang akan melakukan pemeriksaan
INSTALASI BEDAH SENTRAL,maka pasien ke INSTALASI BEDAH
SENTRAL dengan surat permintaan pemeriksaan INSTALASI
BEDAH SENTRAL yang telah diisi lengkap identitas dan
pemeriksaan yang ingin dilakukan.
b. Hasil INSTALASI BEDAH SENTRAL yang sudah jadi diambil
pasien atau keluarga pasien kemudian diberikan kepada dokter
pengirim.

C. UNIT RAWAT INAP


a. Permintaan pemeriksaan INSTALASI BEDAH SENTRAL ditulis di
Surat Permintaan Pemeriksaan INSTALASI BEDAH SENTRAL.
b. Pengambilan sampel dilakukan sesuai dengan jam sampling
INSTALASI BEDAH SENTRAL.
c. Apabila pasien CITO, maka perawat mengantarkan form
permintaan INSTALASI BEDAH SENTRAL beserta dengan sampel
yang ingin diperiksa ke ruang INSTALASI BEDAH SENTRAL.
d. Untuk sampel urin dan feaces perawat mengantarkan sampel ke
ruang INSTALASI BEDAH SENTRAL beserta dengan surat
permintaan pemeriksaan INSTALASI BEDAH SENTRAL.
e. Hasil INSTALASI BEDAH SENTRAL yang sudah jadi dikirim
sesuai dengan waktu pengiriman hasil INSTALASI BEDAH
SENTRAL Rawat Inap.
f. Untuk hasil kritis dilaporkan via telepon ke ruang perawatan

D. RUANG KEBIDANAN
a. Permintaan pemeriksaan INSTALASI BEDAH SENTRAL ditulis di
Surat Permintaan Pemeriksaan INSTALASI BEDAH SENTRAL.
b. Pengambilan sampel disesuaikan dengan jam sampling
INSTALASI BEDAH SENTRAL.
c. Apabila pasien CITO, maka perawat/bidan menelepon INSTALASI
BEDAH SENTRAL.
d. Hasil INSTALASI BEDAH SENTRAL yang sudah jadidikirim
sesuai dengan waktu pengiriman hasil INSTALASI BEDAH
SENTRAL Rawat Inap.
e. Untuk hasil kritis dilaporkan via telepon ke ruang perawatan
E. RUANG OPERASI
a. Jika ada jaringan dari tindakan operasi maka jaringan tersebut
akandiantar oleh keluarga pasien dan perawat dengan membawa
form permintaan pemeriksaan jaringan dari operator.
b. Surat pengantar pemeriksaan INSTALASI BEDAH SENTRAL
diserahkan oleh perawat ke INSTALASI BEDAH SENTRAL.

F. INTENSIF CARE UNIT ( ICU )


a. Permintaan pemeriksaan INSTALASI BEDAH SENTRAL ditulis di
Surat Permintaan Pemeriksaan INSTALASI BEDAH SENTRAL.
b. Jika ada pasien ICU yang akan melakukan pemeriksaan
INSTALASI BEDAH SENTRAL,maka perawat menelepon
INSTALASI BEDAH SENTRAL.
c. Pengambilan sampel dilakukan segera oleh petugas INSTALASI
BEDAH SENTRAL.
f. Hasil INSTALASI BEDAH SENTRAL yang sudah jadi,dikirim
sesuai dengan waktu pengiriman hasil INSTALASI BEDAH
SENTRAL Rawat Inap.
g. Untuk hasil kritis dilaporkan via telepon ke ruang perawatan

BAB VIII
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL

I. Definisi
Ketentuan yang mengatur penentuan jumlah kebutuhan tenaga
analis INSTALASI BEDAH SENTRAL di unit INSTALASI BEDAH
SENTRAL dengan mempertimbangkan jumlah tenaga dan kualifikasi
yang diharapkan.

II. Tujuan
1. Menentukan jumlah dan komposisi tenaga diruang INSTALASI
BEDAH SENTRAL berdasarkan kualifikasi.
2. Melakukan perhitungan agar memenuhi kebutuhan.
3. Mengatur agar penyediaan ketenagaan tetap efektif dan efisien.

III. Jumlah, komposisi dan kualifikasi tenaga di ruang


INSTALASI BEDAH SENTRAL
Berdasarkan data kepegawaian per januari 2018 maka jumlah
petugas di instalasi INSTALASI BEDAH SENTRAL ada 5 orang.
Komposisi dan kualifikasi tenaga yang bekerja diruang INSTALASI
BEDAH SENTRAL adalah sebagai berikut :

Daftar komposisi & kualifikasi tenaga diruang labratorium


No Komposisi tenaga Jumlah Kualifikasi

1 S1INSTALASI BEDAH
Kepala Instalasi 1
SENTRAL
2 D3INSTALASI BEDAH
Koordinator Ruang 1
SENTRAL
3 D3INSTALASI BEDAH
Pelaksana Teknis 3
SENTRAL

IV. Perhitungan ketenagaan


Kualifikasi sumber daya manusia di Unit INSTALASI BEDAH
SENTRAL terdiri dari Dokter spesialis Patologi Klinik, Koordinator
dan Analis Pelaksana. Dari hasil perhitungan kebutuhan tenaga
yang dihitung dapat dilihat kebutuhan tenaga sebagai berikut :
1. Kepala Instalasi
Kepala Instalasi INSTALASI BEDAH SENTRAL adalah seorang
Dokter Spesialis Patologi Klinik yang bertanggung jawab
terhadap kegiatan dan program pelayanan INSTALASI BEDAH
SENTRAL. Sebagai seorang ahli patologi klinik, kepala instalasi
melakukan pemeriksaan Gambaran Darah Tepi dan sebagai
konsulen untuk pengembangan dan hasil pemeriksaan
labortorium.
2. Kepala RuangINSTALASI BEDAH SENTRAL
Untuk perhitungan ketenagaan maka Kepala Ruang INSTALASI
BEDAH SENTRAL dihitung sebagai tenaga INSTALASI BEDAH
SENTRAL.
BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI

Program orientasi merupakan salah satu kegiatan INSTALASI BEDAH


SENTRAL bekerja sama dengan Bagian Kepegawaian dan Bagian
Penunjang Medis dalam rangka memberikan pengarahan dan bimbingan
serta mempersiapkan analis baru agar dapat bekerja sesuai dengan peran
dan fungsinya.
Analis baru umumnya adalah analis yang sudah lulus dari
pendidikan yang belum mengenal lingkungan kerja serta peraturan atau
kebijakan yang ada di RSU Sebening Kasih.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka perlu diadakan program
orientasi bagi analis baru guna kelancaran dalam bekerja.
Seiring dengan upaya RSU Sebening Kasih untuk menjalankan
tujuannya menjadi rumah sakit yang unggul dalam pelayanan dengan
manajemen dan sumber daya manusia yang professional dan
berpengalaman. Dengan bertambahnya kebutuhan akan tenaga analis,
maka RSU Sebening Kasih perlu melakukan pengenalan pada tenaga
analis baru guna memenuhi tuntutan tersebut.
 Orientasi atau pengenalan RSU Sebening Kasih

 Penempatan analis baru di INSTALASI BEDAH SENTRAL

 Orientasi ruang INSTALASI BEDAH SENTRAL

 Orientasi alat INSTALASI BEDAH SENTRAL

 Orientasi reagent INSTALASI BEDAH SENTRAL

 Orientasi administrasi INSTALASI BEDAH SENTRAL

 Melakukan Distribusi makanan di ruang perawatan

 Orientasi K3 INSTALASI BEDAH SENTRAL

 Membuat laporan
BAB X
PERTEMUAN / RAPAT

Kegiatan pertemuan atau rapat di unit INSTALASI BEDAH SENTRAL


ada 2, yaitu :
1. Pertemuan Rutin
Pertemuan Rutin di INSTALASI BEDAH SENTRAL dilaksanakan 1
bulan sekali. Dalam peretemuan rutin ini dihadiri seluruh staff, dokter
penanggungjawab INSTALASI BEDAH SENTRAL dan perwakilan dari
manajemen. Pertemuan rutin ini merupakan sarana untuk melakukan
sosialisasi, membahas permasalahan yang ada di INSTALASI BEDAH
SENTRAL dan mencari solusinya, mengevaluasi kegiatan pelayanan
INSTALASI BEDAH SENTRAL bulan sebelumnya, memberikan
informasi dan pengetahuan yang berhubungan dengan peningkatan
mutu pelayanan INSTALASI BEDAH SENTRAL.

2. Pertemuan Insidentil
Pertemuan ini dilaksanakan bila terjadi insiden keselamatan kerja
ataupun keselamatan pasien.Pertemuan ini dihadiri seluruh staff dan
dokter penanggungjawab INSTALASI BEDAH SENTRAL, asissten
manager penunjang medis dan manager pelayanan medis. Pertemuan
ini membahas permasalahan yang terjadi dan mencari solusinya agar
kejadian yang sama tidak terulang lagi dan dilakukan pembinaan staff
INSTALASI BEDAH SENTRAL oleh manager pelayanan medis.
BAB XI
PELAPORAN

Pencatatan dan pelaporan kegiatan INSTALASI BEDAH SENTRAL


diperlukan dalam perencanaan, pemantauan, dan evaluasi serta
pengambilan keputusan untuk peningkatan pelayanan INSTALASI BEDAH
SENTRAL. Untuk itu kegiatan ini harus dilakukan secara cermat dan
teliti, karena kesalahan dalam pencatatan dan pelaporan akan
mengakibatkan kesalahan dalam menetapkan suatu tindakan.

A. PENCATATAN
Pencatatan kegiatan INSTALASI BEDAH SENTRAL dilakukan sesuai
dengan jenis kegiatannya.
Ada 5 jenis pencatatan, yaitu :
1) Pencatatan kegiatan pelayanan
2) Pencatatan keuangan
3) Pencatatan logistik
4) Pencatatan kepegawaian
5) Pencatatan kegiatan lainnya, seperti pemantapan mutu internal,
keamanan INSTALASI BEDAH SENTRAL

Pencatatan kegiatan pelayanan dapat dilakukan dengan membuat


buku atau aplikasi sebagai berikut :
1) Aplikasi registrasi besar/induk berisi data – data pasien secara
lengkap serta hasil pemeriksaan INSTALASI BEDAH SENTRAL
2) Buku ekspedisi pemeriksaan rujukan
3) Buku pengiriman hasil pemeriksaan rawat inap
4) Buku pengambilan hasil rawat jalan
5) Buku komunikasi pertukaran petugas ( shift )
6) Buku register peminjaman alat oleh perawatan/ kerusakan
7) Buku catatan kontrol harian

B. PELAPORAN
Pelaporan kegiatan pelayanan INSTALASI BEDAH SENTRAL terdiri dari :
1) Laporan kegiatan rutin harian
Laporan harian ini dilakukan setiap hari.Kegiatan pelaporan harian ini
dilakukan oleh kepala unit INSTALASI BEDAH SENTRAL ataupun
petugas INSTALASI BEDAH SENTRAL baik secara lisan maupun
tulisan. Pelaporan harian ini seperti laporan mengenai jumlah petugas
INSTALASI BEDAH SENTRAL yang dinas dengan jumlah pasien yang
ditangani dan kendala yang dihadapi setiap harinya, pelaporan
keluhan pasien atau pegawai yang berhubungan dengan pengambilan
sampel, hasil pemeriksaan lab, dan pelaporan tentang kebutuhan
sarana dan prasarana unit INSTALASI BEDAH SENTRAL baik
pengadaan bahan reagent ataupun peralatan. Pelaporan harian ini
biasanya disampaikan kepada unit atau kepala bidang terkait.
2) Laporan kegiatan rutin bulanan
Laporan bulanan dilakukan setiap bulan sebagai tindak lanjut dari
laporan kejadian setiap hari dalam kegiatan pelayanan INSTALASI
BEDAH SENTRAL.Pelaporan ini biasanya menyangkut kegiatan
program kerja yang dilakukan unit INSTALASI BEDAH SENTRAL dalam
kurun waktu setahun. Pelaporan ini dapat berupa: laporan rapat
bulanan intern, laporan inventaris pemeliharaan barang instalasi
INSTALASI BEDAH SENTRAL, laporan penilaian karyawan, laporan
indikator mutu, laporan evaluasi program kerja instalasi INSTALASI
BEDAH SENTRAL, laporan kebutuhan karyawan, laporan kejadian
K3RS, dll.
3) Laporan Tahunan
Laporan tahunan biasanya dilakukan setiap akhir tahun. Tujuan
laporan tahunan ini untuk mengevalusi seluruh laporan harian dan
bulanan sehingga dapat dilihat total kegiatan yang berlangsung dalam
pelayanan INSTALASI BEDAH SENTRAL sehingga dapat dilakukan
tindak lanjut dari evaluasi laporan tahunan ini. Laporan tahunan
kegiatan pelayanan INSTALASI BEDAH SENTRAL dapat berupa
rekapitulasitotal pasien yang melakukan pemeriksaan hematologi,
kimia klinik, urnalisa, feaces, bakteriologi, elektrolit dll, rekapitulasi
laporan total keluhan pasien, rekapitulasi indikator mutu, dll.
4) Laporan khusus ( misalnya : KLB,HIV,NAPZA dll )
5) Laporan pemeriksaan
a) Tanggung jawab managemen untuk membuat format hasil :
Managemen INSTALASI BEDAH SENTRAL harus membuat format
laporan hasil pemeriksaan. Format laporan dan cara
mengkomunikasikannya kepada pemakai harus ditentukan dengan
mendiskusikannya dengan pengguna jasa INSTALASI BEDAH
SENTRAL.
b) Penyerahan hasil tepat waktu
Managemen INSTALASI BEDAH SENTRAL ikut bertanggung jawab
atas diterimanya hasil pemeriksaan kepada orang yang sesuai
dalam waktu yang disepakati.
c) Komponen laporan hasil pemeriksaan
Hasil harus dapat dibaca tanpa kesalahan dalam tulisan, dan
dilaporkan kepada orang yang diberi wewenang untuk menerima
dan menggunakan informasi medis. Laporan setidaknya harus
mencakup hal – hal berikut :
 Identifikasi dari pemeriksaan yang jelas dan tidak ragu – ragu,
termasuk prosedur pengukuran bila perlu
 Identifikasi INSTALASI BEDAH SENTRAL yang menerbitkan
laporan
 Identifikasi khas dan bila mungkin lokasi pasien serta tujuan
dari laporan
 Nama atau identitas khas lain dari pemohon dan alamat
pemohon
 Tanggal dan waktu pengumpulan sampel primer, apabila tersedia
dan relevan dengan pelayanan pasien, serta waktu penerimaan
oleh INSTALASI BEDAH SENTRAL
 Tanggal dan waktu penerbitan laporan. Jika tidak tercantum
pada laporan, tanggal dan waktu penerbitan laporan harus dapat
diperoleh dengan segera bila diperlukan
 Sumber dan sistem organ sampel primer. Misalnya : darah
vena,pus
 Bila dapat digunakan, hasil pemeriksaan dilaporkan dalam unit
Standar Internasional atau telusur hingga unit Standar
Internasional
 Interval acuan biologis, apabila dapat digunakan
 Interpretasi hasil, apabila sesuai
 Identifikasi dari petugas yang diberi wewenang mengeluarkan
hasil
 Jika relevan, hasil asli dan hasil yang diperbaiki
 Apabila mungkin, tandatangan atau otorisasi dari petugas yang
memeriksa atau menerbitkan laporan

BAB IX
PENUTUP

Demikian pedoman pengorganisasianINSTALASI BEDAH SENTRAL RSU


SEBENING KASIH ini dibuat, kami harapkan dapat menjadi pedoman
dalam pelayanan, sehingga tercapai tujuan yaitu mampu menjadi sarana
penunjang diagnostik yang handal dan dapat dipercaya.