Anda di halaman 1dari 3

NAMA : BENDIT SETIAWAN

NPM : 1102013056
KELAS : FK-A 2013
TUGAS INDIVIDU “ANEMIA MIKROSITIK HIPOKROM “

ANEMIA
Anemia adalah suatu keadaan dimana berkurangnya hemoglobin dalam darah .yang
mengakibatkan tidak adanya pasokan 02 yang cukup ke jaringan perifer,walaupun nilai normal
dapat bervarisi antar laboraturium kadar hemoglobilm yang biasanya kurang dari 13,5 g/dl pada
pria dewasa dan kurang dari 11,5 g/dl pada wanita dewasa sejak usia 3 bulan sampai dengan
pubertas kadar hemoglobin yang kurang dari 11g/dl sudah menunjukan adanya anemia selain itu
anemia biasanya juga disertai dengan menurunnya eritrosit dan hematrokit tetapi kedua
parameter ini mungkin normal pada beberapa pasien yang memiliki kadar hemoglobin
subnormal ,
disamping itu perubahan volume plasma sirkulasi total dan massa hemoglobin total menentukan
konsentrasi HB .sedangakn berkurangnya volume plasma (saat dehidrasi) dapatr menutupi
kondisi anemia atau bahkan hannya polisitemia sebaliknya peningkatan volume plasma (seperti
pada splenomegaly atau kehamilan) dapat menyebabkan terjadinya anemia bahkan dengan
jumlah eritrosit sirkulasi total dan masssa hemoglobin yang normal
Setelah kehilangan darah dalam jumlah yang bannyak ,tidak akan segera terjadi anemia karena
volume draha total berkurang memakan waktu sampai sehari untuk menggantikan volume
plasma dan sampai derajat enemia terlihat

Nilai rujukan hemoglobin sesuai usia dan jenis kelamin (sumber slide patologi klinik)
Umur Hemoglobin (g/dl)
Neonates (tali pusat) 13,5 -19,5
1-3 hari(darah kapiler) 14,5 -22,5
0,5 – 2 tahun 10,5- 13,5
2 – 6 tahun 11,5 – 13,5
6 -12 tahun 11,5 – 15,5
12 -18 tahun (pria) 13,0 -16,0
12 -18 tahun (wanita) 12,0 – 14,0
18 -49 tahun (pria) 14,0 -16,0
18 -49 tahun (wanita) 12,0 -14,0
KLAASIFIKASI ANEMIA
Anemia dapat diklasifikasikan atas :
1. Morfologi :

ANEMIA MIKROSITIK HIPOKROM


ANEMIA NORMOSITIK HIPOKROM
AENMIA MAKROSITIK
2. Penyebab (etiologi) meliputi : kehilangan darah akut,gangguan pembentukan eritrosit,
berkurangnya masa eritrosit

 ANEMIA MIKROSITIK HIPOKROM


Penyebab terjadinya anemia mikrositik hipokrom adalah karan kekurangan besi (defisiesnsi
besi) atau berkurangnya pelepasan besi dari makrofag ke serum(anemia inflamsi atau
keganasan) kegagalan sintesis protoforin (anemia sideroblastik) atau sintesis globin
(thalesemia α dan β) selain itu senyawa timabal juga dapat mengahambat sintesis heme dan
globin.
Transportasi dan penyimpanan besi diperantai oleh tiga protein : tranferin ,reseptor
transferrin dan ferritin
Tranferin berfungsi untuk mengangkut besi kejaringan yang mempunyai reseptor tranferin
khususnya eritoblas dalam sumsum tulang yang menggabungkan besi menjadi hemoglobin
,kemudian tranferin dipakai ulang nantinya selanjutnya sebagian besi disimpan dalam
retikuloendothelial sebagai ferritin dan hemosiderin ,ferritin adalah komples besi protein
yang larut dalam air sedangkan hemosiderin adalah suatu komples besi protein tak larut
dengan komposissi yang bervariasi ,hemosiderin berasal dari digesti parsial agregat molekul
feriten oleh lisososm selanjutnya besi dalam ferritin dan hemosiderin bebrbentuk ferri
kemudian diimobilisasi dengan bentuk ferro dengan bantuan vit C, kadar ferritin dan
reseptor tranferin berkaitan dengan status besi sehingga kelebihan besi menyebabkan
terjadinya peninggakatan ferritin jaringan dan penururnan TFR, sedangkan pada defisiensi
besi ferritin rendah dan tfr meningkat ,dimana defisiensi besi meningkatkan kemamapuan
IRP untuk beriktan dengan IRE sedangkan kelebihan besi mengurangi ikatan
Jika besi plasma meningkat dan trasferin menjadi jenuh ,terjadi peningkatan jumlah besi
yang dipindahkan ke sel parenkim dan ini menjadi dasar perubahan patologik yang
menyertai keadaan penimbunan besi

DEFISIENSI BESI
Jika terjadi def,besi cadangan retikuloendothilial (hemosiderin dan ferritin)habis seluruhnya
sebelum timbul anemia sejalan dengan adanya keadaan ini maka manifestasi yang timbul
adalah: glositis yg tidak nyeri, stomatitis angularis,kuku rapuh selain itu juga terjadi perubahan
sel epitel yang tidak jelas
PEMERIKASAAN LABORATURIUM ANEMIA MIKROSITIK HIPOKROM
Alur diagnostik anemia mikrositik hipokrom

Tes laboratorium interpretasi

MCV/MCH turun

Sediaan hapus darah tepi mikrositik hipokrom

Besi Serum (SI) Berkurang Normal / Meningkat

Kadar Feritin turun Normal / Meningkat

Elektroforesis Hb Normal Normal Abnormal

Sumsum tulang R ing sideroblast

Diagnosis Anemia anemia Thalassemia/ anemia


Defisiensi besi peny. Kronis Hb-pati Sideroblastik

Kesimpulan hasil laboraturium


• Kadar Hemoglobin : < 12 gr/ dL
• MCV&MCH : Menurun sebanding dengan berat anemia
• SADT : mikrositik hipokrom, tergantung stadium
• Besi Serum : Menurun
• TIBC : Meningkat
• sTfR : Menurun
• Ferritin serum : Menurun
• Cadangan Fe sum.tlg :Tidak ada
• Besi eritroblas :Tidak ada
• Elektroforesis HB : Normal

PENGOBATAN ;
Biasanya diberikan besi untuk mengoreksi anemia dan memulihkan cadangan besi
1. Besi oral
Berasal dari ferro sulfat yang mengandung 67 mg besi dalam tiap tablet 200mg dan paling baik diberikan
dalam perut keadaan kosong dalam dosisi yang berjarak 6 jam,jika me nimbulkan efek samping seperti
(mual nyeri perut,muntah) maka digantikan dengan preparat besi yg lebih rendah 37 mg pertablet
300mg eliksir tersedia bagi anak anak terapi oral harus diberikan selama 6 bualn diaman nantinya kadar
HB harus meningkat dengan kecepatan sekitar 2g/dl tiap minggu

2. Besi paretal
Besi-sorbitol-sitrat(jectofer)diberikan secara injeksi intramuscular sedangkan ferrihidroksida-
sukrosa(venover)diberikan melalui injeksi intravena

Sumber:

Buku ajar KAPITA SELEKTA HEMATOLOGI EDISI 4