Anda di halaman 1dari 3

entang Digoxin

Golongan Glikosida jantung


Kategori Obat resep
Manfaat Mengobati aritmia dan gagal jantung
Digunakan oleh Dewasa
Kategori kehamilan dan Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan
menyusui adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi
terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika
besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko
terhadap janin.Digoxin dapat diserap ke dalam ASI. Bila Anda
sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa memberi
tahu dokter.
Bentuk obat Tablet dan suntik

Peringatan:

 Gunakan dengan hati-hati pada pasien perikarditis, bradikardia, penyakit paru berat,
takikardia ventrikular, gangguan elektrolit, kontraksi ventrikular prematur, Sindrom
Wolff-Parkinson-White, hipoksia, hipotiroidisme atau hipertiroidisme, dan penyakit
ginjal.
 Hindari penggunaan digoxin pada pasien miokarditis dan serangan jantung.
 Jangan hentikan pemberian digoxin pada pasien gagal jantung meski kondisinya
sudah stabil, karena gejala gagal jantung bisa kembali terjadi.
 Hati-hati penggunaan bersama dengan diuretik.
 Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan digoxin, segera temui
dokter.
Dosis Digoxin

Kondisi Bentuk Obat Usia Dosis


Gagal jantung akut Suntik Dewasa 0,5-1 mg sebagai dosis
tunggal, infus selama 2 jam.
Gagal jantung, Tablet Dewasa Dosis awal 0,75-1 mg yang
aritmia. diberikan dalam 24 jam
sebagai dosis tunggal, atau
dibagi tiap 6 jam. Dosis
pemeliharaan 125-250 mcg per
hari.
Bayi dengan Dosis awal 25 mcg/kgBB per
berat badan hari, dibagi dalam 3 kali
hingga 1,5 kg pemberian. Dilanjutkan 4-6
mcg/kgBB per hari, dalam 1
atau 2 kali pemberian.
Bayi dengan Dosis awal 30 mcg/kgBB per
berat badan 1,5- hari, dalam 3 kali pemberian.
2,5 kg Dilanjutkan 4-6 mcg/kgBB per
hari, dalam 1 atau 2 kali
pemberian.
Bayi dengan Dosis awal 45 mcg/kgBB per
berat badan di hari, dalam 3 kali pemberian.
atas 2,5 kg dan Dilanjutkan 10 mcg/kgBB per
balita usia 1 hari, dalam 1 atau 2 kali
bulan hingga 2 pemberian.
tahun
Anak usia 2-5 Dosis awal 35 mcg/kgBB per
tahun hari, dalam 3 kali pemberian.
Dilanjutkan 10 mcg/kgBB per
hari, dalam 1 atau 2 kali
pemberian.
Anak usia 5-10 Dosis awal 25-750 mcg/kgBB
tahun per hari, dalam 3 kali
pemberian. Dilanjutkan 6-250
mcg/kgBB per hari, dalam 1
atau 2 kali pemberian.
Anak usia 10 Dosis awal 0,75-1,5 mg/kgBB
tahun hingga per hari, dalam 3 kali
usia 18 tahun pemberian. Dilanjutkan 62,5-
750 mcg per hari, dalam 1 atau
2 kali pemberian.
Menggunakan Digoxin dengan Benar

 Konsumsi digoxin sebelum atau sesudah makan dalam dosis yang disarankan dokter.
 Dosis yang diberikan tergantung pada usia, berat badan, kondisi dan respons pasien,
serta hasil tes kadar digoxin dalam darah.
 Gunakan digoxin secara teratur di waktu yang sama setiap harinya. Jangan berhenti
menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
 Beri tahu dokter jika kondisi tidak membaik setelah menggunakan digoxin.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah sejumlah interaksi yang dapat terjadi jika menggunakan digoxin bersama
dengan obat lainnya:

 Efektivitas digoxin bisa menurun jika digunakan bersamaan dengan antasida, kaolin,
neomycin, pectin, phenytoin, sulfasalazine. Efek digoxin juga dapat berkurang jika
digunakan pada pasien yang sedang menjalani radioterapi.
 Metoclopramide bisa menghambat penyerapan digoxin.
 Penggunaan digoxin bersamaan dengan antagonis kalsium atau spironolactone, bisa
meningkatkan kadar digoxin dalam darah.
 Kombinasi digoxin dengan diuretik hemat kalium atau kortikosteroid bisa
menyebabkan hipokalemia atau hipomagnesemia.

Efek Samping Digoxin

Efek samping yang dapat timbul setelah menggunakan digoxin, antara lain adalah:

 Gangguan mental.
 Pusing.
 Sakit kepala.
 Diare.
 Mual dan muntah.
 Ruam kulit.
 Anoreksia.
 Aritmia pada anak-anak.