Anda di halaman 1dari 107

PERATURAN PERUSAHAAN

PT SIGMA CIPTA UTAMA

PERIODE 2017 - 2019


KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN R.I.

KEPUTUSAN
DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN HUBUNGAN INDUSTRIAL
DAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA

NOMOR KEP. 425/PHIJSK-PK/PP/III/2017

TENTANG
PENGESAHAN PERATURAN PERUSAHAAN
PT. SIGMA CIPTA UTAMA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN HUBUNGAN INDUSTRIAL


DAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA,

Menimbang : a. bahwa pembuatan Peraturan Perusahaan dimaksudkan


sebagai upaya mewujudkan adanya kepastian hukum bagi
pekerja/buruh dan pengusaha dalam pelaksanaan hubungan
kerja di Perusahaan;
b. bahwa pengaturan syarat-syarat kerja dimaksudkan untuk
memperjelas hak dan kewajiban pekerja/buruh dan
pengusaha dengan tujuan untuk meningkatkan kegairahan
dan ketenangan bekerja, meningkatkan kesejahteraan
pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh di
perusahaan;

c. bahwa oleh karena pembuatan Peraturan Perusahaan adalah


tanggung jawab pengusaha setelah memperoleh saran dan
pertimbangan dari wakil pekerja/buruh dan/atau serikat
pekerja/serikat buruh sebagai ketentuan yang harus
dilaksanakan oleh kedua belah pihak di perusahaan, maka
Peraturan Perusahaan wajib mendapat pengesahan dari
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan
Jamman Sosial Tenaga Kerja;
d. bahwa memperhatikan surat permohonan pengesahan
Peraturan Perusahaan dari pimpinan perusahaan
PT. SIGMA CIPTA UTAMA, Nomor : L9.200-H-SCU 2017 137
tanggal 30 Maret 2017;
e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a, huruf b, huruf c dan huruf d, perlu
menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan
Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja
Nomor Kep. 425/PHIJSK-PK/PP/III/2017, Tentang
Pengesahan Peraturan Perusahaan PT. SIGMA CIPTA UTAMA;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 39; Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4279);
2. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 28 Tahun 2014
tentang Tata Cara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan
Perusahaan serta Pembuatan dan Pendaftaran Perjanjian
Kerja Bersama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2014 Nomor 2099).
3. Peraturan Menteri^^fe^g^kerjaan R.I Nomor 13 Tahun
2015 tentang oMsaOmX Tata Kerja Kementerian
Ketenagakerjaan jfflffa NegaA Republik Indonesia Tahun
2015 Nomor 622).
• •'
MEMUTUSKAN :

Menetapkan KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN HUBUNGAN


INDUSTRIAL DAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA NOMOR
KEP. 425/PHIJSK-PK/PP/III/2017 TENTANG PENGESAHAN
PERATURAN PERUSAHAAN PT. SIGMA CIPTA UTAMA.
KESATU Mengesahkan Peraturan Perusahaan :
Nama Perusahaan PT. SIGMA CIPTA UTAMA
Alamat Perusahaan Graha Elnusa Lt. 10
Jl. TB. Simatupang Kav. IB
Jakarta 12560
Telepon : (021) 7883 0856
Jenis/Bidang Usaha Jasa Penyimpanan Data Perdagangan
Barang dan Jasa
KEDUA
Peraturan Perusahaan PT. SIGMA CIPTA UTAMA yang disahkan
sebagaimana dimaksud diktum KESATU mulai berlaku terhitung
tanggal 31 Maret 2017 s.d. 30 Maret 2019 dan telah dimuat
dalam Buku Registrasi Pengesahan Peraturan Perusahaan pada
Kementerian Ketenagakerjaan R.I.cq. Direktorat Jenderal
Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga
Kerja Nomor: 164/PP/P-4/III/2017.
KETIGA
Pengusaha wajib memberitahukan dan menjelaskan isi serta
memberikan naskah Peraturan Perusahaan kepada
pekerja/buruh.
KEEMPAT
Dalam masa berlaku Peraturan Perusahaan sebagaimana
dimaksud dalam diktum KEDUA dilakukan perubahan maka
perubahan tersebut harus dilakukan atas kesepakatan antara
pekerja/buruh atau Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan
pengusaha, dan mendapat pengesahan dari Kementerian
Ketenagakerjaan R.I. c.q. Direktorat Jenderal Pembinaan
Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja.
KELIMA Dalam hal terdapat ketentuan yang diatur dalam Peraturan
Perusahaan sebagaimana dimaksud diktum KESATU
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, maka
ketentuan tersebut batal demi hukum dan yang berlaku adalah
ketentuan peraturan perundang-undangan.
KEENAM Bilamana di dalam Peraturan Perusahaan ini terdapat kekeliruan
pengajuan data dan/atau keterangan yang menjadi dasar dari
pengesahan Peraturan Perusahaan ini, atau terdapat
kesalahan/kekeliruan dalam pembuatan Keputusan ini, maka
data dan/atau keterangan Peraturan Perusahaan yang
bersangkutan dan/atau Keputusan ini dapat dibatalkan
dan/atau diperbaiki sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 31 Maret 2017

JENDERAL,
YARATAN KERJA,

A
AR. M.M.
8203 2 001

Tembusan :
1. Direktur Jenderal PPK dan K3;
2. Satuan Kerja Perangkat Daerah bidang ketenagakerjaan di
Prov. DKI Jakarta, Banten, Sumsel dan Kaltim.

KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL
PEMBINAAN HUBUNGAN INDUSTRIAL
DAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA
Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. No.51, Jakarta Selatan 12950, Telp. 5255733, Faks. 5255669,
website: www.kemnaker.go.id

31 Maret 2017

Nomor TAR. 425/PHIJSK-PK/PP/III/2017


Sifat Biasa
Lampiran
Perihal Pengesahan Peraturan Perusahaan

Yth,
Pimpinan Perusahaan
PT. SIGMA CIPTA UTAMA
Graha Elnusa Lt. 10
Jl. TB. Simatupang Kav. IB
Jakarta 12560

Memperhatikan surat Saudara Nomor : L9.200-H-SCU.2017.137 tanggal


30 Maret 2017 perihal Permohonan Pengesahan Peraturan Perusahaan dan
setelah meneliti kelengkapan persyaratan serta materi Peraturan Perusahaan,
maka sesuai dengan Pasal 108 dan Pasal 112 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI
Nomor 28 Tahun 2014 tanggal 31 Desember 2014 tentang Tata Cara Pembuatan
dan Pengesahan Peraturan Perusahaan serta Pembuatan dan Pendaftaran
Perjanjian Kerja Bersama, dengan ini terlampir disampaikan Surat Keputusan
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga
Kerja Nomor : Kep. 425/PHIJSK-PK/PP/III/2017 tanggal 31 Maret 2017 tentang
Pengesahan Peraturan Perusahaan PT. SIGMA CIPTA UTAMA.

Sehubungan dengan hal tersebut, agar Saudara memberitahukan dan


menjelaskan isi serta memberikan naskah/salinan Peraturan Perusahaan kepada
pekerja/buruh.

Demikian disampaikan untuk diketahui. Terima kasih.

NDERAL,
TAN KERJA,

M.M.
203 2 001

Tembusan :
1. Direktur Jenderal PPK dan K3;
2. Satuan Kerja Perangkat Daerah bidang ketenagakerjaan di
Prov. DKI Jakarta, Banten, Sumsel dan Kaltim.
PERATURAN PERUSAHAAN
elnusa <m 'sigma
KATA PENGANTAR

Dalam rangka mewujudkan suatu hubungan kerja yang baik antara Pekerja dengan Perusahaan

sesuai dengan yang digariskan dalam "Hubungan Industrial Pancasila", maka diperlukan suatu

aturan mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak, syarat-syarat kerja serta tata-tertib di

lingkungan Perusahaan. Untuk itulah Pimpinan Perusahaan telah menetapkan suatu Peraturan
Perusahaan PT Sigma Cipta Utama dengan harapan tercapainya hubungan kerja yang harmonis,
serasi, selaras, dan seimbang serta terciptanya ketenangan dan kenyamanan bekerja hal mana
penting untuk tercapainya tujuan bersama, yaitu peningkatan kemajuan Perusahaan yang akan
berlanjut dengan meningkatnya pula kesejahteraan Pekerja.

Peraturan Perusahaan ini disusun dengan berorientasi pada Visi & Misi Perusahaan,

pengembangan organisasi di masa mendatang serta bersumber pada Peraturan serta


Perundang-undangan yang berlaku.

Melalui Peraturan Perusahaan ini diharapkan Pekerja dapat lebih tenang dalam berkarya,
memiliki motivasi dan kesungguhan bekerja dalam rangka mengembangkan dan memajukan
kegiatan usaha Perusahaan yang menguntungkan, baik jangka pendek, menengah, maupun
jangka panjangdi bidang Services.

Sejalan dengan perkembangan peraturan Ketenagakerjaan yang dinamis serta dengan


terbatasnya kebijakan-kebijakan yang dicakup dengan rinci dalam Peraturan Perusahaan ini,

maka untuk hal-hal yang khusus akan diatur dengan Surat Keputusan tersendiri.
PERATURAN PERUSAHAAN
einusa sigma
KATA PENGANTAR

Akhirnya diharapkan semoga Peraturan Perusahaan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak,
khususnya para Pekerja dan Perusahaan. Dan kita semua diberikan kemudahan oleh Allah SWT,

Tuhan Yang Maha Esa untuk menjalankannya dengan sebaik-baiknya.

Jakarta,

PT Sigma Cipta Utama

Direktur,

/Eddy ArusSentani

til
elnusa PERATURAN PERUSAHAAN
'sigma
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR HI

DAFTAR ISI iii-vi

BAB I
PENDAHULUAN
Pasal 1 Maksud dan Tujuan 1
Pasal 2 Pengertian Istilah 1-4

BAB II
HUBUNGAN KERJA
Pasal 3 Penerimaan Pekerja 5-6
Pasal 4 Status Pekerja 6-7
Pasal 5 Keluarga Pekerja 7-8
Pasal 6 AnakAngkat 8
Pasal 7 AnakTiri 9
Pasal 8 AhliWaris 9
Pasal 9 Mutasi 10-14
Pasal 10 Penghargaan 14-15
Pasal 11 Masa Kerja 15-16

BAB III
PENGUPAHAN
Pasal 12 Ketentuan Pokok Pengupahan 17-18
Pasal 13 Pembayaran Upah 19
Pasal 14 Pajak Penghasilan 19
Pasal 15 Pembayaran Upah Selama Sakit 20-21
Pasal 16 Tunjangan Hari Raya Keagamaan 21
Pasal 17 Bantuan Keluarga Dari Pekerja Yang Ditahan 22

BAB IV
WAKTU KERJA DAN LEMBUR
Pasal 18 Waktu Kerja 23
Pasal 19 Waktu Kerja Regu Bergilir 23-24
Pasal 20 Daftar Hadir 24-25
Pasal 21 Ketentuan Umum Kerja Lembur 25-26
elnusa PERATURAN PERUSAHAAN
sigma
DAFTAR ISI

Pasal 22 Perhitungan Upah Lembur 26-28


Pasal 23 Makan dan Transport Waktu Kerja Lembur 28-29

BAB V

HARI - HARI LIBUR DAN CUTI


Pasal 24 Hari Libur Resmi 30
Pasal 25 CutiTahunan 30-31
Pasal 26 Cuti Besar 31
Pasal 27 Fasilitas Istirahat Tahunan 31-32
Pasal 28 Ijin Meninggalkan Pekerjaan 32
Pasal 29 Ijin Meninggalkan Pekerjaan dengan Upah 32-34
Pasal 30 Ijin Meninggalkan Pekerjaan Tanpa Upah/Cuti tanpa Upah 35

BAB VI
JAMINAN SOSIAL, PERLINDUNGAN KERJA, KESEHATAN DAN PENGOBATAN
Pasal 31 Jaminan Sosial Ketenagakerjaan 36-37
Pasal 32Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 37
Pasal 33 Keselamatan Kerja 37-39
Pasal 34 Kecelakaan Kerja 39-40
Pasal 35 Pemeriksaan Kesehatan 41
Pasal 36 Fasilitas Kesehatan 41-42
Pasal 37 Menolak Pemeriksaan atau Perawatan Kesehatan 42
Pasal 38 Pemeriksaan Kesehatan Khusus 42
Pasal 39 Pemeriksaan Kesehatan Berkala 43
Pasal 40 Bantuan Untuk Pembelian Kacamata 43
Pasal 41 Hearing Aid 43
Pasal 42 Prothese (Alat Bantu Anggota Badan CacatTubuh) 44
Pasal 43 Bantuan Persalinan 44
Pasal 44 Pemberian Hadiah /Cindera Mata Bagi Pekerja Yang Akan -
Menikah dan MPP 44-45
Pasal 45 Bantuan Pemakaman 45
Pasal 46 Ketergantungan Narkoba 45

IV

.{
sa PERATURAN PERUSAHAAN
sigma

DAFTAR ISI

BAB VII
PERJALANAN DINAS
Pasal 47 Perjalan Dinas 46-49
Pasal 48 Detasering 49-50
Pasal 49 Bekerja Di Daerah Terpencil 50

BAB VIII
PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN PEKERJA
Pasal 50Tugas Belajar 51
Pasal 51 Pekerja Tugas Belajar Dalam Negeri 52-53
Pasal 52 Pekerja Tugas Belajar Luar Negeri 54-55
Pasal 53 Pekerja Sambil Belajar 56

BAB IX
DISIPLIN DANTINDAKAN DISIPLIN
Pasal 54 Tata Tertib 57-58
Pasal 55 BentukTindakan Disiplin 58-64
Pasal 56 Konflik Kepentingan (Conflict Of interest) 65-74
Pasal 57 Pembebasan Tugas Sementara 75-78

BABX
PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA ( PHK )
Pasal 58 Pemutusan Hubungan Kerja Karena Permintaan Sendiri 79-80
Pasal 59 Pemutusan Hubungan Kerja Oleh Perusahaan 81-88
Pasal 60 Upah Bulan Berjalan 88
Pasal 61 Pengembalian Perlengkapan Perusahaan 88
Pasal 62 Pembayaran Dana Pensiun 88
Pasal 63 Surat Keterangan Pekerja 89

BAB XI
PENYELESAIAN KELUHAN
Pasal 64 Tata Cara Penyelesaian Keluhan ( Grievance Procedure ) 90-93
Pasal 65 Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial 94

4
einusa PERATURAN PERUSAHAAN
<£> sigma
DAFTAR ISI

BAB XII
DANA PENSIUN & KOPERASI
Pasal 66 Dana Pensiun 95
Pasal 67 Koperasi Pekerja 95

BAB XIII
PENUTUP
Pasal 68 Ketentuan Peralihan 96
Pasal 69 Ketentuan Penutup . 96-97

fflfr
u if •%V» \

v^C8*^—

VI

0(
PERATURAN PERUSAHAAN

G einusa BAB-I
sigma

PENDAHULUAN

Pasal 1

Maksud dan Tujuan

Peraturan Perusahaan ini dimaksudkan untuk mempertegas kewenangan dan kewajiban


Perusahaan, hak dan kewajiban Pekerja, serta syarat-syarat kerja dan tata tertib yang berlaku di

Perusahaan, dengan tujuan untuk mencapai suatu kondisi hubungan kerja yang harmonis,

serasi, selaras, dan seimbang, menciptakan dan memelihara ketenangan/kenyamanan bekerja,

serta kegairahan kerja dalam usaha meningkatkan kinerja Pekerja sekaligus meningkatkan

produktivitas.

Pasal 2

Pengertian Istilah

Dalam Peraturan Perusahaan ini yang dimaksud dengan :

1. Perusahaan adalah PT Sigma Cipta Utama, berkedudukan di Jakarta, didirikan berdasarkan

Akta Nomor 10, tanggal 8 April 1980 oleh Soelaeman Ardjasasmita, Sarjana Hukum Notaris

di Jakarta beserta akta-akta perubahannya.

2. Pimpinan Perusahaan adalah Direktur atau orang lain/badan hukum yang mendapat kuasa
tertulis dari Direktur untuk dan atas nama Perusahaan melakukan perbuatan hukum

tertentu.

3. Pekerja adalah setiap tenaga kerja Warga Negara Indonesia yang memenuhi kriteria atau
syarat-syarat penerimaan tenaga kerja dan bekerja di dalam hubungan kerja dengan
Perusahaan dan menerima Upah.

4. Pekerja Tetap adalah Pekerja yang memenuhi kriteria atau syarat-syarat penerimaan tenaga
kerja serta terikat dalam hubungan kerja dengan^tusahaan melalui pengangkatan.

(V
PERATURAN PERUSAHAAN

sigma
einusa BAB-I

PENDAHULUAN

5. Pekerja Tidak Tetap adalah Pekerja yang memenuhi kriteria atau syarat-syarat penerimaan

tenaga kerja serta terikat dalam hubungan kerja dengan Perusahaan untuk jangka waktu

tertentu yang diatur dalam perjanjian kerja yang disepakati oleh kedua belah pihak dengan

berpedoman pada Peraturan Perundangan yang berlaku.

6. Pekerja Perbantuan adalah Pekerja yang terikat hubungan kerja dengan PT Einusa Tbk.,

yang diperbantukan di Unit Usaha atau Perusahaan Affiliasi dan atau sebaliknya untuk

jangka waktu tertentu dengan mendapatkan Upah Tetap, Tunjangan-tunjangan, serta Hak-

hak dan Fasilitas-fasilitas yang besarnya minimal sama dengan apa yang diperoleh Pekerja

Perbantuan pada saat terakhir pekerja yang bersangkutan akan diperbantukan dan

selanjutnya untuk ketentuan kenaikan upah berkala setiap tahunnya selama masa

perbantuan berlaku sama seperti apa. yang diperolah Pekerja Einusa lainnya. Pengaturan

mengenai hal ini akan diatur lebih lanjut dalam Surat Keputusan Direktur dengan

memperhatikan pada kebijakan PT Einusa Tbk. dan tidak bertentangan dengan Peraturan

Perundangan yang berlaku.

7. Peraturan Perusahaan adalah Peraturan yang dibuat secara tertulis oleh Perusahaan yang

memuat ketentuan dan syarat-syarat kerja serta tata tertib Perusahaan.

8. Perjanjian Kerja adalah perjanjian secara tertulis antara Pekerja dengan Perusahaan, baik

untuk waktu tidak tertentu maupun untuk waktu tertentu yang memuat syarat-syarat kerja,

hak dan kewajiban para pihak.

9. Hubungan Kerja adalah hubungan kerja yang terjalin antara Perusahaan dan Pekerja

berdasarkan Perjanjian Kerja, baik untuk waktu tertentu maupun untuk waktu tidak tertentu

yang mengandung adanya unsur pekerjaan, upah, dan perintah.

10. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal

tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak serta kewajiban Pekerja dan Perusahaan.

{
PERATURAN PERUSAHAAN

'sigma
einusa BAB-I

PENDAHULUAN

11. Waktu Kerja dan Waktu Istirahat adalah hari kerja, jam kerja dan jam istirahat setelah

bekerja, yang berlaku di Perusahaan dan wajib ditaati oleh seluruh Pekerja.

12. Masa Kerja adalah masa yang dihitung sejak Pekerja yang bersangkutan bekerja sebagai
Pekerja Perusahaan yangterus-menerus dan tidak terputus.

13. Kerja lembur adalah pekerjaan yang dilakukan oleh Pekerja yang melebihi waktu kerja biasa

pada hari-hari kerja, atau pekerjaan itu dilakukan pada jam-jam atau hari-hari istirahat atau

hari-hari libur resmi.

14. Waktu Kerja Regu Bergilir adalah waktu kerja yang dilaksanakan dengan sistem

penggantian regu yang dilakukan setelah bekerja minimal 8 (delapan) jam atau maksimal 12

(dua belas) jam per hari sampai dengan digantikan oleh regu bergilir berikutnya atau
diijinkan untuk meninggalkan tugas oleh kepala regunya atau pengawas dengan
menyediakan penggantinya.

15. Istirahat Tahunan adalah keadaan tidak masuk kerja dengan berupah yang diijinkan

Perusahaan dalam jangka waktu tertentu setelah bekerja 12 (dua belas) bulan berturut-

turut.

16. Keluarga adalah Suami/lsteri dan Anak dari Pekerja yang sah dan terdaftar di HR.
17. Upah adalah hak Pekerja yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan

dari Perusahaan kepada Pekerja atas suatu pekerjaan atau jasa yang telah dilakukan,

ditetapkan dan dibayarkan menurut Peraturan Perusahaan.

18. Upah Tetap adalah komponen upah yang bersifat tetap dan tidak dipengaruhi oleh aspek

kehadiran yang besarnya ditetapkan berdasarkan ketentuan Perusahaan.

19. Kesejahteraan Pekerja adalah suatu pemenuhan kebutuhan dan/atau keperluan yang
bersifat jasmaniah dan rohaniah, baik selama maupun di luar hubungan kerja yang secara

langsung dan tidak langsung dapat menin duktivitas kerja.

<&
PERATURAN PERUSAHAAN
A %£>sigma
einusa BAB-I

PENDAHULUAN

20. Atasan adalah Pekerja yang jabatannya lebih tinggi dari pekerja lainnya dalam Struktur

Organisasi Perusahaan.

21. Atasan Langsung adalah Atasan yang secara struktur membawahi langsung Pekerja serta

mempunyai wewenang dan berhak memberi perintah kepada Pekerja di bawahnya.

22. Lingkungan Perusahaan adalah keseluruhan tempat yang secara sah berada di bawah

pengawasan dan digunakan untuk menunjang kegiatan Perusahaan.

23. Perselisihan Hubungan Industrial adalah perbedaan pendapat yang mengakibatkan

pertentangan antara Perusahaan dengan Pekerja atau Serikat Pekerja karena adanya

perselisihan Hak, Perselisihan Kepentingan dan Perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja.


PERATURAN PERUSAHAAN

p,emusa BAB-II
sigmi
HUBUNGAN KERJA

Pasal3

Penerimaan Pekerja

1. Penerimaan Pekerja adalah merupakan wewenang Perusahaan dengan syarat sesuai


dengan prosedur Perusahaan dan tidak bertentangan dengan Peraturan Perundang-
undangan yang berlaku dengan memperhatikan Pekerja yang ada.
2. Syarat Umum Penerimaan Pekerja Adalah :

a. Adanya kebutuhan formasi pekerjaan

b. Berusia 18 s/d 46tahun

c. Berbadan sehat yang dibuktikan dengan surat keterangan Dokter Perusahaan atau
Dokter yang ditunjuk oleh Perusahaan.

d. Lulus Seleksi serta memenuhi kriteria dasar persyaratan (Job requirement).

e. Dapat menunjukkan Surat-Surat Asli bukti pendidikan serta surat-surat lain yang
diperlukan secara sah.

f. Tingkat Pendidikan sesuai dengan kebutuhan minimal D3 atau SLTA yang telah
mempunyai pengalaman kerja minimal 3 (tiga) tahun.

g. Berkewarganegaraan Indonesia maupun berkewarganegaraan asing. Warga Negara


Asing diperkenankan dan bisa diterima menjadi Pekerja di Perusahaan dengan
memenuhi ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.

h. Tidak memiliki hubungan orangtua (bapak/ ibu) dan anak; baik anak kandung, anak
tiri maupun anak angkat yang telah disahkan oleh lembaga yang berwenang dengan
Pekerja PT. Elnusa Tbk. Untuk hubungan Pekerja orang tua dengan anak yang sudah
terjadi maka tidak ditempatkan dalam satu Divisi yang sama (untuk lokasi kantor
pusat Jakarta) atau unit/ proyek (untuk lokasi di luar kantor pusat).

H
PERATURAN PERUSAHAAN

elnusa BAB-II
af
signu
HUBUNGAN KERJA

i. Tidak memiliki hubungan suami - isteri.

j. Apabila adanya kebutuhan di Perusahaan untuk pro-hire Pekerja tertentu (minimal


setingkat Section Head/untuk tenaga kerja spesialis yang mempunyai keahlian
khusus atau tenaga kerja yang mempunyai kualifikasi langka) di atas usia 46 (empat
puluh enam) tahun harus dengan justifikasi persetujuan Direktur bidang terkait dan
Direktur bidang SDM.
k. Bersedia mentaati peraturan dan tata tertib kerja yang berlaku di Perusahaan.
I. Mengisi serta menandatangani formulir lamaran kerja dan dapat menunjukkan surat-
surat asli bukti pendidikan serta surat-surat lain yang diperlukan secara sah.
3. Calon Pekerja Tetap yang diterima bekerja harus melalui masa percobaan.

4. Kelulusan masa percobaan adalah merupakan wewenang Perusahaan berdasarkan

kompetensi kerja yang diberikan dan tidak dapat diganggu gugat. Pekerja yang diterima
tidak terikat kerja dengan instansi atau perusahaan lain.

5. Dalam prosedur penerimaan Pekerja, Perusahaan akan memperhatikan 5 (lima) aspek


yaitu: quality (kualitas), skill/competence (kecakapan/kemampuan), knowledge
(pengetahuan), acceptability (dapat diterima di lingkungan), attitude (sikap) dengan
melalui proses yang objektif, bersih dan transparan, profesional, adil dan tanpa
membedakan golongan agama, ras.
6. Ketentuan lebih lanjut mengenai penerimaan pekerja diatur lebih lanjut dalam

Surat Keputusan Direksi.

Pasal4

Status Pekerja

1. Ditinjau dari status penerimaannya :

a. Pekerja Tetap adalah Pekerja yang diterima bekerja untuk waktu tidak tertentu dan

telah memenuhi persyaratan penerimaaji—.sgbagai Pekerja Tetap yang diangkat

melalui Surat Keputusan Direktur.

I*
c<?
PERATURAN PERUSAHAAN

elnusa BAB-II
Wsiema
HUBUNGAN KERJA

b. Pekerja Tidak Tetap adalah Pekerja yang memenuhi kriteria atau syarat-syarat

penerimaan tenaga kerja serta terikat dalam hubungan kerja dengan perusahaan

untuk jangka waktu tertentu seperti yang diatur dalam perjanjian kerja yang telah

disepakati oleh kedua belah pihak sesuai dengan Peraturan Perundangan yang

berlaku.

Pasal5

Keluarga Pekerja

Keluarga Pekerja yang termasuk menjadi tanggungan Perusahaan adalah :

1. Istri/Suami

Fasilitas diberikan hanya kepada seorang isteri/suami yang sah menurut hukum dan
tercatat di Perusahaan. Perubahan data isteri/suami hanya dimungkinkan dalam hal

terjadinya perceraian sesuai dengan bukti yang sah menurut hukum.

2. Suami yang cacat dan tidak dapat memberi nafkah sehingga istri berperan sebagai kepala

rumah tangga dan atau suami yang tidak memiliki fasilitas serupa atau lebih rendah, maka
kondisi demikian harus dibuktikan dengan surat pengesahan atau keterangan dari pihak

yang berwenang.

3. Anak

a. Anak kandung yang sah menurut hukum yang menjadi tanggungan Perusahaan

ditetapkan maksimal 3 (tiga) orang anajs^Jtielum pernah nikah, belum bekerja tetapi

QP
PERATURAN PERUSAHAAN

elnusa BAB-
4>
•vsiema
HUBUNGAN KERJA

masih sekolah/kuliah yang dibuktikan dengan surat Keterangan dari tempat


sekolah/kuliahnya dan tidak lebih dari umur 24 tahun.

b. Khusus bagi anak sah, yang cacat dan belum pernah nikah meskipun yang bersangkutan

tidak sekolah/kuliah dan berdasarkan surat pernyataan dari dokter tetap dianggap

keluarga Pekerja yang menjadi tanggungan Perusahaan sampai mencapai umur 24 (dua

puluh empat) tahun.

Pasal 6

Anak Angkat

Pada dasarnya Perusahaan tidak ingin memperluas tanggungan Pekerja dan Keluarganya atas

beban Perusahaan sampai pada anak angkat. Namun demikian dalam hal-hal yang dipandang

perlu, Pekerja dapat mengambil seorang anak angkat berdasarkan pertimbangan-pertimbangan

sebagai berikut:

1. Prosedur Pengangkatan anak melalui Pengadilan Negeri atau Instansi yang berwenang

menurut Hukum Republik Indonesia.

2. Adopsi penyerahan anak yang diangkat ntuk selama-lamanya, dan tidak untuk

sementara saja.

a.
&
PERATURAN PERUSAHAAN

p, einusa BAB-II
4 sigm;
HUBUNGAN KERJA

Pasal7

AnakTiri

Yang dimaksud dengan anak tiri adalah :

1. Anak dari janda/duda yang ditinggal mati oleh pasangannya atau karena perceraian dan
menikah dengan Pekerja PT Sigma Cipta Utama.

2. Anak dari janda/duda tersebut diputuskan oleh keputusan Pengadilan Negeri atau
Pengadilan Agama, dengan ketentuan bahwa janda/duda tersebut terdaftar sebagai
istri/suami seperti dimaksud dalam ketentuan pasal 5 ayat 1 dan jumlah anak kandung
Pekerja belum mencapai 3 (tiga) orang.

Pasal8

Ahli Waris

Adalah keluarga atau orang yang ditunjuk pekerja untuk menerima setiap pembayaran dalam

hal kematian. Dalam hal tidak ada penunjukan^aj^jj^ahli warisnya, maka ahli warisnya diatur
sesuai Hukum yang berlaku.

li^
PERATURAN PERUSAHAAN

nusa BAB-II :%
wm
HUBUNGAN KERJA

Pasal9

Mutasi

1. Mutasi atau Pemindahan ialah pemindahan Pekerja dari satu jabatan ke jabatan lain, atau
dari satu unit ke unit lain, atau dari satu daerah ke daerah lain, atau dari satu lapangan atau

bidang pekerjaan ke bidang pekerjaan lain.

2. Untuk kepentingan pelaksanaan tugas Perusahaan atau dalam rangka "tour of duty" dan

"tour of area" setiap waktu dan / atau jika diperlukan Perusahaan dapat memindahkan
Pekerja dari tempat kedudukan iama ke tempat kedudukan baru.

3. Pekerja yang akan dipindahkan akan diberitahukan dalam jangka waktu yang layak sebelum

tanggal pemindahan.

4. Setiap pemindahan dilakukan melalui Surat Keputusan Direktur.

5. Perusahaan berwenang sepenuhnya untuk memindahkan Pekerja dalam rangka :

a. Kebutuhan Organisasi Perusahaan karenanya adanya perubahan struktur organisasi.

b. Optimalisasi tenaga berkwalitas atau potensial dari satu tempat tertentu kepekerjaan

lain yang lebih membutuhkan.

c. Memberi kesempatan yang lebih luas bagi Pekerja memperkaya pengalaman serta

mengembangkan kecakapannya dan / atau jabatannya (career).

d. Memenuhi permintaan Pekerja.

e. Menyelesaikan masalah-masalah khusus psikologis antara Pekerja dengan Pekerja

lainnya atau antara Pekerja dengan Pimpinan.


10

4^
PERATURAN PERUSAHAAN

einusa BAB-II
'siema
HUBUNGAN KERJA

6. Pekerja dapat mengajukan permohonan mutasi dengan syarat-syarat:

a. Adanya persetujuan dari atasan masing-masing.

b. Untuk permintaan mutasi luar kota atas permintaan sendiri seluruh biaya yang muncul

tidak ditanggung oleh Perusahaan.

7. Bagi Pekerja yang akan dimutasikan maka yang bersangkutan wajib melakukan serah terima

tugas dan tanggung jawab kepada atasan dan / atau penggantinya yang dinyatakan dalam
bentuk Berita Acara Serah Terima Pekerjaan sebelum meninggalkan tempat tugas yang

lama, dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Untuk mutasi dalam kota, serah terima pekerjaan harus telah dilakukan paling lambat

dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender sejak efektif mutasi.

b. Untuk mutasi luar kota, serah terima pekerjaan harus telah dilakukan paling lambat

dalam waktu 1 (satu) bulan kalender sejak tanggal efektif mutasi.

8. Biaya pemindahan luar kota Pekerja yang bersangkutan dan Keluarganya ditanggung oleh

Perusahaan yang meliputi :

(1). Transportasi Pindah.

(2). Tunjangan Pindah

(3). Bantuan Pindah Sekolah Anak

(4). Biaya Pengepakan & pengiriman Barang

(5). Fasilitas Perumahan/Mess Pekerja

(6). Biaya Lain-lain

11

c
PERATURAN PERUSAHAAN

Gelnusa BAB-II
I sigma
HUBUNGAN KERJA

Ketentuan lebih lanjut tentang pemindahan/mutasi pekerja serta besarnya biaya pindah

tersebut akan diatur tersendiri melalui Surat Keputusan Direktur.

9. Bagi Pekerja yang sudah berkeluarga yang tidak membawa keluarganya, maka penggantian

uang biaya pemindahan keluarga tidak dibayarkan oleh Perusahaan.

10. Upah Pekerja yang dipindahkan dari satu daerah ke daerah lain disesuaikan dengan indeks

kota tempat tinggal yang baru, di mana penyesuaian Upah dilakukan dengan cara

mengalikan angka Indeks kota dengan Tunjangan.tidak tetap (tunjangan makan, tunjangan

transport, dan tunjangan variable).

12

4^
>
COCUCOCOCOCONJNJNJNJrsJNJNJNJMIsj 3
IDMslOlUI^WMP
cooosjct><j-ij>conji-'0 cro
?r
£0
CO CO co co -O -a "O CD "• tx>
1>
^ C
S TO rx> Ul
fD
TO
LU
H
CU
CXI
ai
ro "a
CO
-0
Cl
7^ o
(.
-<
0 ft)
TO
(II
H
OJ
no -0
ft) —s CO CO
H
CO
CO
(L)
K CO
CO
CU
"^>
cu n <r (11 cu f ru m TO 7T
3 in C Ul 3 —* —* CL 7C 3 3
3 3 3 CO 3 T3 3 TO 3 3 3 rt> 3 CO „ „..

cn 3 co CO 3 CT C CO CL
cr 3 3 co TO 7? 3 CO -< TO CL CO cr CL cm
cu cr -< 7T CU co' 3 •a cr CO C cr CO
O ai act 7T cu cu Tu OJ 7T n 3 3 3 fll 3-
CU —t TO co' 3 CO ?r mMMffl
CL CU r-t- tu 7T 3 CT _J CO
3 ft) 3 3 TO CO 3 T3 cr TO cu
-a 7v" r* 3 7T TO 3 3 V»
O TO T3 3' 3 CO CO CO co >
CO cu O) a> CO —s
3 TO c O TO O
3 C co CO 3 —* OJ
7T r+ TO Ts1 3
3 =5 CO c: ft> 5'
CO CO TO TO
o UQ —*
Ex 3- Q.
3 -<
CO CO fD
3 3 7T
TO TO to
>
^-
O

7T
o
it
OJ

Q.
T3
m
I i I i I » I >> I » I » J »• 1 ^ I ' I ^ I » J ^ J—^ t—» o 5" 73
OCOOOOOOOOCUNJ NJ O O M NJ O M O l-» O m
Q.
OOOOCncncncncncnOCncncn OOOOOOOOOOCn OOOOOO On O O O O X >
Oo 3
ns

Qj'
siaicncimcncrimcriaioiwuiuiuiuiuiuiuiuiui^jiti^^jitijiji CO CO cu cu
OJ
OlDOOvlOlUl^UMPOlOCOslOltn^UJNJPOIOOOslOlUl^WMP ID 00 si CD
a.
££_
co co 1— TO T3 JO H O co co -o -I 7s co 7s
-1 73 Q > Z ^ OJ
> CO" 01 ^ ^ "X 3" g 0 -1 cu ft) cu o fD
CD CU CU
3. •< 3' fD in £_ (Z cu cu "^ I_ TJ 7T 3-
3 0 O ~i Tl m OO 3
c co TO —s 3 7^ —h 3
TO m CU 3 7^ — r+ n> •^ cr r> u 3 CO c CO TO 3 CL V)
CU CO CT cr co CU CO
—* cr CU cu cu cu CO 7T 7Z — c
3 •a CO 3 3 7^ o 7T CO n>
7T 3 cu CO CO TO O 7T CO cu c:
TO C ^CU co 3 3 cu "CS 3 co cu 3 m (/>
co cu c c cu' 3 TO 7T rb =!. cr
CU m CL 0
CO cu 'Hi' 3 7T 3 "D 3' cu CO o OJ
3 3 3 cu
3 > TO 0 TO C TO era 2 >
cu 3
TO _1 7T 3 I £ QJ_
CU < 3
ID
fD
& TO 1
fD cr
T3 TO 0 >
CU CD
l/i Z
T3 ?r
CU c
-a
3
>

h» h-1 (-» •-> I-1 h-> M 1—* 1—» 1—» l-» h-> •—>• i—^ 1—^ •—>• i-> i-> i-^ h-» I-1 h-1 ^ i-» M I-1 I-' t-» i-> 1-1 l-> t-» 1—^ 1—» 1-

H> M NJ co CO H> -P» CO O 0 -e> IV) 4^ NJ -P* cn NJ vj O") cn cn cn CT) ai Ul M h


-J cn CDPQ
Cn cn cn cn cn Cn cn O 0 Cn 0 cn O 0 0 cn Cn cn cn O O O cn cn cn cn Cn cn cn cn O C
0 0 0 7s
CO *"™™^
Q-J
PERATURAN PERUSAHAAN

elnusa
\**s BAB-II
I sigma
HUBUNGAN KERJA

Angka indeks tersebut di atas, sewaktu-waktu dapat ditinjau kembali dan ditetapkan dengan

Surat Keptusan Direktur dengan berdasarkan pada kesepakatan karyawan dan perusahaan.

Pasal 10

Penghargaan

1. Pimpinan Perusahaan akan memberikan penghargaan kepada Pekerja dengan syarat:

a. Pimpinan Perusahaan memberikan Penghargaan kepada Pekerja berdasarkan masa kerja

dan atau Prestasi kerja luar biasa

b. Pimpinan Perusahaan memberikan Penghargaan kepada Pekerja yang telah mempunyai

masa kerja secara resmi tercatat dan tidak terputus menjadi Pekerja Perusahaan (Ulang

Tahun Dinas) selama 5 (lima) tahun, 10 (sepuluh) tahun, 15 (lima belas) tahun, 20 (dua

puluh) tahun, 25 (dua puluh lima) tahun, 30 (tiga puluh) tahun dan 35 (tiga puluh lima)

tahun.

c. Pimpinan Perusahaan memberikan Penghargaan kepada Pekerja yang menunjukkan

prestasi kerja luar biasa, sehingga patut dijadikan teladan bagi Pekerja lainnya.

2. Bentuk Penghargaan yang akan diberikan kepada Pekerja adalah :

a. Penghargaan diberikan kepada Pekerja berdasarkan masa kerja atau Ulang Tahun Dinas

(UTD) tersebut pada ayat 1 huruf b di atas dapat berupa :

(1) Piagam Penghargaan dan

(2) Uang Penghargaan dan/atau


(3) Bentuk lain yang dianggap layak oleh Perusahaan.

14

t<&
l
PERATURAN PERUSAHAAN

emusa BAB-II
4 siemi
HUBUNGAN KERJA

b. Penghargaan yang diberikan kepada pekerja berdasarkan prestasi luar biasa di lingkungan

perusahaan dapat berupa :

(1) Surat pujian dan /atau


(2) Uang atau barang Penghargaan dan / atau

(3) TandaJasa dan/atau


(4) Kenaikan pangkat dan / atau

(5) Bentuk lain yang dianggap layak oleh Perusahaan

(6) Bentuk Penghargaan dan atau besarnya Penghargaan ditetapkan dengan Surat

Keputusan Direktur.

3. Penyerahan Penghargaan Masa Kerja atau Ulang Tahun Dinas dilaksanakan setiap bulan bagi

mereka yang pada bulan tersebut berulang tahun dinas.

4. Penyerahan Penghargaan berdasarkan prestasi kerja luar biasa dilaksanakan melalui suatu

Surat Keputusan Direktur.

Pasal 11

MASA KERJA

1. Masa Kerja adalah lamanya pekerja bekerja dalam perusahaan masa kerja yang dihitung sejak
Pekerja yang bersangkutan bekerja sebagai Pekerja secara terus-menerus dan tidak terputus.
2. Masa kerja dihitung untuk menentukan uang pesangon, Ulang Tahun Dinas (UTD) dan Cuti

Tahunan.

15
PERATURAN PERUSAHAAN

einusa BAB-II
w sigma
HUBUNGAN KERJA

3. Hal-hal yang termasuk dalam perhitungan masa kerja adalah :

a. Masa Percobaan ;

b. Masa mengikuti pendidikan dan latihan atas penugasan Perusahaan ;

c. Masa hak Cuti Tahunan

c. Masa Persiapan Pensiun (MPP);

d. Masa Perjanjian Kerja yang tidak terputus dan berlanjut ke Pengangkatan tetap.

4. Hal-hal yang tidak termasuk dalam perhitungan masa kerja :

a. Masa kerja pada instansi lain sebelum bekerja di PT Sigma Cipta Utama ;

b. Masa cuti tanpa upah atau ijin di luar tanggungan Perusahaan ;

c. Masa kerja yang uang pesangonnya telah dibayarkan oleh Perusahaan atau lembaga

yang ditunjuk oleh Perusahaan.

d. Masa pendidikan dan latihan yang diwajibkan kepada calon pekerja sebelum yang

bersangkutan diangkat sebagai Pekerja Tetap PT Sigma Cipta Utama

16

<
PERATURAN PERUSAHAAN

e elnusa BAB-III
$ sigm
PENGUPAHAN/IMBALAN

Pasal 12

Ketentuan Pokok Pengupahan

1. Upah adalah suatu penerimaan sebagai imbal jasa bagi Pekerja atas pekerjaan/jasa

yang telah dilakukan untuk Perusahaan sesuai dengan pekerjaan/jabatan yang


komponennya terdiri dari Upah Tetap, dan Tunjangan Tidak Tetap.

a. Upah Tetap merupakan komponen yang bersifat tetap dan tidak dipengaruhi
oleh aspek kehadiran yang dipakai untuk menghitung Uang Pesangon, Uang
Penghargaan Masa Kerja dan Uang Penggantian Hak (Tabel Besar dan Tabel
Kecil), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Jaminan Pensiun dan Lembur.

b. Tunjangan Tidak Tetap, terdiri dari:

1. Tunjangan Makan dan Tunjangan Transport (TMT)

2. Tunjangan Variabel (TV)

3. Tunjangan Jabatan (TJ)

4. Tunjangan Spesialis (TS)

5. Tunjangan Pulsa (TP)

6. Tunjangan Representative

Tunjangan Tidak Tetap adalah merupakan komponen yang tidak digunakan


sebagai dasar perhitungan Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja, Uang

Pisah & Uang Penggantian Hak (Tabel Besar dan Tabel Kecil), BPJS

Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Jaminan Pensiun dan Lembur serta Upah Masa

Persiapan Pensiun (MPP).

17

a
PERATURAN PERUSAHAAN

Gelnusa BAB- s
'SlHffli
PENGUPAHAN/IMBALAN

Ketentuan lebih lanjut tentang pengupahan akan diatur lebih rinci dengan Surat

Keputusan Direktur.

2. Pengupahan/lmbalan bertujuan untuk mendukung strategi pengelolaan Sumber

Daya Manusia yang terpadu, dinamika organisasi dalam penempatan Pekerja dan

mempertahankan Pekerja yang berkualitas atas dasar kinerjanya terhadap

Perusahaan.

3. Penentuan Upah pada dasarnya ditetapkan atas dasar klasifikasi/tingkat jabatan

(Grade/Band) sesuai dengan pengetahuan, ketrampilan, dan akuntabilitas sesuai

dengan kompetensi, prestasi kerja dan sosiometri dari Pekerja yang diperlukan dalam

persyaratan jabatan tersebut dengan skala upah tertentu

4. Besar Upah ditentukan berdasarkan nilai klasifikasi/tingkat jabatan (Job Grade/JG)


dan bobot kemampuan realita Pekerja (Personal Grade/PG) yang diberi tugas sebagai

pemangku jabatan tersebut (Job Matching).

5. Upah Paling rendah yang diterima pekerja berupa Upah Tetap harus lebih tinggi dari

Upah Minimum Propinsi (UMP) dan / atau Upah Minimum Kota Kabupaten (UMK).

6. Peninjauan Upah secara umum akan dilakukan setahun sekali. Untuk kenaikan upah

perorangan berdasarkan pertimbangan dan kemampuan kinerja Perusahaan serta

kinerja melalui Sistim Pengelolaan Kinerja (SPK) dan diatur secara khusus dengan

Surat Keputusan Direktur PT Sigma Cipta Utama.

7. Untuk kepentingan perlindungan privasi Pekerja maka Pihak Management dan

Pekerja wajib merahasiakan Upah Pekerja, kecuali bila diperlukan pada kondisi

khusus dengan ijin tertulis dari Pimpinan PejrjJsahaan.

18


PERATURAN PERUSAHAAN

p elnusa BAB-
'sigmi
PENGUPAHAN/IMBALAN

Pasal 13

Pembayaran Upah

1. Pembayaran Upah Tetap dan tunjangan tidak tetap dilaksanakan pada setiap tanggal

28 bulan bersangkutan, apabila tanggal dan hari tersebut jatuh pada hari Sabtu dan

hari Raya Keagamaan/libur, maka pembayaran Upah akan dilakukan 1 (satu) hari

sebelum hari dan tanggal tersebut.

2. Pembayaran Tunjangan Tidak Tetap dilaksanakan pada setiap tanggal 27 atau tanggal

28 bulan bersangkutan

3. Jika Pekerja mulai dipekerjakan tidak pada awal bulan dan demikian pula halnya jika

Pekerja diputuskan hubungan kerja tidak pada akhir bulan, upahnya untuk bulan

tersebut dihitung secara proporsional.

4. Kepada Pekerja Baru dalam masa percobaan tanpa pengalaman Upah Tetap adalah

90% dari minimum Skala Job Grade.

5. Kepada Pekerja Baru dengan memiliki pengalaman, Upah Tetap ditetapkan

berdasarkan negosiasi dengan memperhatikan pada jabatan yang akan diisi.

Pasal 14

Pajak Penghasilan

1. Semua Pajak yang dikenakan atas Penghasilan yang diterima Pekerja dari Perusahaan

menjadi tanggungan Perusahaan.

2. Ketentuan mengenai Pajak Penghasilan dapat berubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan

Perusahaan dengan syarat tidak mengurangi nilai pendapatan pekerja sebelumnya

19

#
k<*
PERATURAN PERUSAHAAN

g emusa BAB-III
4 sigm
PENGUPAHAN/IMBALAN

Pasal 15

Pembayaran Upah Selama Sakit

Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan atau mengalami kecelakaan kerja sehingga tidak
dapat melakukan tugasnya selama maksimum 12 (dua belas) bulan berturut-turut dan

dinyatakan tidak mampu bekerja menurut Surat Keterangan dokter yang ditunjuk oleh
Perusahaan, akan menerima Upah selama sakit yang terdiri dari Upah Tetap dan Tunjangan

Tidak Tetap hingga bulan ke 12 (dua belas) sebagai berikut:

1. Pekerja yang telah bekerja kurang dari 5 (lima) tahun akan mendapat:

100% untuk 4 (empat) bulan pertama

75% untuk 8 (delapan) bulan berikutnya

25% untuk bulan selanjutnya sebelum dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

2. Pekerja yang telah bekerja lebih dari 5 (lima) tahun sampai dengan 10 (sepuluh) tahun akan

mendapat:

100% untuk 6 (enam) bulan pertama

75% untuk 6 (enam) bulan berikutnya

25% untuk bulan selanjutnya sebelum dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

3. Pekerja yang telah bekerja lebih dari 10 (sepuluh) tahun atau lebih akan mendapat:

100% untuk 12 (dua belas) bulan dan

25% untuk bulan selanjutnya sebelum dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

20

<?
0?
PERATURAN PERUSAHAAN

emusa BAB
4 sigm;
PENGUPAHAN/IMBALAN

4. Jika setelah melebihi 12 (dua belas) bulan Pekerja masih sakit dan tidak dapat bekerja atau

belum dapat melakukan tugasnya, maka ia dinyatakan tidak mampu bekerja lagi, sehingga

hubungan kerjanya dapat diputuskan oleh Perusahaan sesuai dengan ketentuan

Perundangan - undangan yang berlaku.

Pasal 16

Tunjangan Hari Raya Keagamaan (THR)

1. Tunjangan Hari Raya Keagamaan diberikan kepada semua Pekerja sesuai dengan Peraturan

Perundangan yang berlaku.

2. Bagi Pekerja yang telah memiliki masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih akan memperoleh

Tunjangan Hari Raya sebesar 1 (satu) bulan upah.

3. THR tidak diberikan kepada Pekerja yang mempunyai masa kerja kurang dari 1 (satu) bulan,

dan bagi Pekerja yang mempunyai masa kerja lebih dari 1 (satu) bulan tetapi kurang dari 1

(satu) tahun maka diberikan THR dengan perhitungan proporsional.

4. Pelaksanaan pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan (THR) adalah 2 (dua) minggu

sebelum Hari Raya Keagamaan.

5. Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian THR akan diatur lebih rinci dengan Surat

Keputusan Direktur PT Sigma Cipta Utama.

21

V
PERATURAN PERUSAHAAN

e elnusa BAB-
4 sigma
PENGUPAHAN/IMBALAN

Pasal 17

Bantuan Keluarga Dari Pekerja Yang Ditahan

1. Apabila seorang Pekerja ditahan oleh yang berwajib, maka selama yang bersangkutan

ditahan, ia tidak mendapat upah dari Perusahaan. Namun kepada

keluarga yang ditinggalkan, Perusahaan memandang perlu memberi bantuan.

2. Bila seorang Pekerja ditahan sementara dan belum mendapatkan putusan hakim, kepada

keluarga Pekerja yang ditahan sementara dan belum mendapat keputusan hakim diberikan

bantuan sebagai berikut:

a. 1 s/d 3 bulan : 100% (seratus persen) dari Upah Tetap & Tunjangan Tetap

b. 4 s/d 6 bulan : 75% (tujuh puluh lima persen) dari Upah Tetap & Tunjangan Tetap

3. Bantuan Perusahaan seperti dimaksud pada ayat 2 di atas dibayarkan untuk waktu paling

lama 6 (enam) bulan dan apabila Pekerja terbukti bersalah maka dilakukan proses PHK dan

dilaksanakan dengan berpedoman pada peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

4. Setelah 6 (enam) bulan, Perusahaan akan memberhentikan bantuan, sedangkan yang

bersangkutan akan diputuskan hubungan kerjanya sesuai dengan UU No.13 Tahun 2003

tentang ketenagakerjaan.

5. Bila Pekerja yang ditahan sementara, dinyatakan bebas, atau dikenakan denda ringan, maka
hubungan kerjanya tidak diputuskan. Pekerja yang bersangkutan akan dipekerjakan kembali
dan upah yang belum dibayarkan kepada Pekerja selama ditahan, akan dibayarkan

kepadanya, dikurangi bantuan keluarga yar

22
PERATURAN PERUSAHAAN

elnusa BAB - IV
sigma

WAKTU KERJA DAN KERJA LEMBUR

Pasal 18

Waktu Kerja

1. Jam kerja di Perusahaan adalah 8 (delapan) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu,
hari Senin sampai dengan Jum'at dengan perincian sebagai berikut:

Senin s/d : Jam 08.00 WIB s/d 16.30 WIB dengan istirahat Jam 12.00 WIB
Kamis s/d Jam 12.30 WIB

Jum'at : Jam 08.00 WIB s/d 16.30 WIB dengan istirahat (termasuk
untuk Sholat Jum'at) Jam 11.30 s/d 13.00 WIB)

2. Hari Libur adalah hari Sabtu dan Minggu, serta hari-hari libur resmi lainnya yangditetapkan
oleh Pemerintah.

3. Bila situasi dan keadaan mengharuskan lain, atas dasar pertimbangan operasional

setempat, waktu kerja dapat disesuaikan

4. Waktu kerja bagi pekerja lapangan diatur sesuai dengan kegiatan proyek yang sedang

berjalan yang akan ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur dengan mengacu pada

ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

5. Kepada Pekerja diberikan kesempatan secukupnya untuk melaksanakan ibadah.

Pasal 19

Waktu Kerja Regu Bergilir

1. Waktu kerja regu bergilir ditetapkan atas dasar kebutuhan operasi, dengan berpedoman

pada kepmenaker trans No. 234/Men/20C

23

<&
K *
PERATURAN PERUSAHAAN

elnusa BAB - IV
-<£> sigma

WAKTU KERJA DAN KERJA LEMBUR

2. Waktu kerja regu bergilir adalah waktu kerja yang dilaksanakan dengan sistem penggantian
regu yang dilakukan setelah bekerja minimal 8 (delapan) jam atau maksimal 12 (dua belas)

jam per hari sampai dengan digantikan oleh regu bergilir berikutnya atau diijinkan untuk
meninggalkan tugas oleh kepala regunya atau pengawas dengan menyediakan
penggantinya.

3. Pekerja yang melakukan tugas bergilir menerima tunjangan kerja regu bergilir yang
ditetapkan sesuai Surat Keputusan Direktur.

4. Pekerja yang melakukan tugas bergilir dihari Raya Resmi akan menerima tunjangan sesuai
Surat Keputusan Direktur.

Pasal 20

Daftar Hadir

1. Setiap Pekerja wajib mengisi daftar hadir (absensi) pada waktu masuk kerja dan pulang kerja

serta mentaati peraturan jam kerja.

2. Pekerja yang tidak masuk karena sakit atau alasan lain yang dapat diterima Perusahaan,

wajib memberitahukan kepada atasannya.

3. Setiap fungsi/bagian harus memiliki catatan kehadiran/ketidak hadiran Pekerjanya disertai

alasan atau keterangannya serta bertanggung jawab atas terlaksananya ketertiban waktu

kerja dan berhak mengadakan peneguran secara^Jjsawroja^pun tulisan terhadap pekerjanya


yang melalaikan ketentuan-ketentuan di atas

24

Vh 01
PERATURAN PERUSAHAAN

p elnusa BAB - IV
m 'sigma

WAKTU KERJA DAN KERJA LEMBUR

4. Pelanggaran terhadap ketentuan waktu kerja dapat dikenakan sanksi berupa teguran lisan

dan tertulis, serta sanksi administratif sesuai dengan peraturan yang berlaku kecuali dengan
ijin atasan langsung karena alasan-alasan yang dapat diterima.

5. Pekerja dapat diperhitungkan telah hadir bekerja apabila telah bekerja minimal selama 4
(empat) jam. Jika kurang dari 4 (empat) jam, maka kehadiran Pekerja tidak dapat
diperhitungkan sebagai kehadiran.

Pasal 21

Ketentuan Umum Kerja Lembur

1. Kerja lembur adalah pekerjaan yang dilakukan oleh Pekerja yang melebihi waktu kerja biasa

pada hari-hari kerja, atau pekerjaan itu dilakukan pada jam-jam atau hari-hari istirahat atau

hari-hari libur resmi.

2. Waktu kerja lembur dapat dilakukan paling banyak 3 (tiga) jam dalam 1 (satu) hari dan 14

(empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu.

3. Dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan Perusahaan dan bilamana diperlukan,

Perusahaan berhak untuk meminta Pekerja melakukan kerja Lembur dan Perusahaan dapat

mengatur Pelaksanaan waktu kerja Lembur.

4. Pada dasarnya kerja lembur bukan merupakan suatu keharusan dan sedapat mungkin

dihindari, dan dilaksanakan dalam hal-hal mendesak seperti :

a. Menyelesaikan pekerjaan yang dapat meng^^t^Ncerugian besar bagi Perusahaan


dan masyarakat jika tidak dikerjakan.>/&/l /"

25

<&

V
PERATURAN PERUSAHAAN

elnusa BAB - IV
<Q sigma

WAKTU KERJA DAN KERJA LEMBUR

b. Pekerjaan yang menurut kepentingan Perusahaan tidak dapat ditunda dan harus

diselesaikan pada hari itu juga.

c. Dalam keadaan darurat seperti kebakaran, kebanjiran dan sebagainya.

d. Bilamana seorang Pekerja Regu Bergilir harus melanjutkan pekerjaan karena

penggantinya berhalangan.

4. Upah kerja lembur hanya diberikan kepada Pekerja Non-Management yang melakukan kerja

lembur. Sedangkan Pekerja Supervisor ke atas karena sifat dan tugasnya tidak dibayarkan

upah kerja lembur sekalipun yang bersangkutan melakukan kerja lembur tetapi diberikan

Uang makan dan transport yang besarnya diatur berdasarkan Surat Keputusan Direktur.

5. Kerja lembur dilakukan berdasar atas perintah Atasan/Pejabat yang berwenang.

6. Upah kerja lembur tidak diberikan dalam perjalanan dinas, karena sudah tercakup dalam

lumpsum dan ketentuan perjalanan dinas.

7. Perusahaan hanya diijinkan untuk memberikan Pekerja upah lembur yang besarnya

maksimal 75 % (tujuh puluh lima persen) dari upah sebulan.

Pasal 22

Perhitungan Upah Lembur

1. Apabila waktu kerja ditetapkan 8 (delapan) jam sehari dan 5 (lima) hari dalam waktu 1

(satu) minggu, maka cara perhitungan ko mbur adalah sebagai berikut

a. Kerja Lembur dilakukan pada hari bi

26

&

7 o?
PERATURAN PERUSAHAAN

elnusa BAB - IV
rsigma

WAKTU KERJA DAN KERJA LEMBUR

1. Untuk 1 (satu) jam kerja lembur pertama dibayar sebesar 1.5 (satu setengah) kali upah
sejam.

2. Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya dibayar sebesar 2 (dua) kali upah sejam.

b. Kerja lembur dilakukan pada Hari Istirahat Mingguan dan/atau Hari Libur Resmi.

1. Untuk setiap jam dalam batas 8 (delapan) jam pertama harus dibayar upah sebesar 2
(dua) kali upah sejam.

2. Untuk jam kerja pertama setelah 8 (delapan) jam atau jam kesembilan harus dibayar
upah sebesar 3 (tiga) kali upah sejam.

3. Untuk jam kerja kedua dan ketiga setelah 8 (delapan) jam atau jam kesepuluh dan

kesebelas harus dibayar upah sebesar 4 (empat) kali upah sejam.

2. Apabila waktu kerja ditetapkan berbeda dengan ayat satu, maka cara perhitungan upah

lembur disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.

3. Perhitungan upah kerja lembur pada hari kerja maupun pada hari istirahat mingguan

dan/atau hari libur resmi diberikan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku dengan

mengacu pada besaran upah masing-masing Pekerja yang melakukan kerja lembur.

4. Pekerjaan lembur yang kurang dari 0.5 (setengah) jam sehari tidak diperhitung kan sebagai

kerja lembur.

5. Untuk perhitungan upah lembur didasarkan pada upah sejam = 1/173 x Upah Tetap

6. Bila seorang pekerja dalam waktu istirahat berada dirumah atau ditempat lain dipanggil atau

diperintahkan melakukan pekerjaan darurat yang jarus diselesaikan, maka ia berhak


j&gJ££La£7^
H*£;
menerima upah lembur seperti pada ayat 1 a^M^an^effi^ur^arnbahan (ekstra) satu jam
27
ho

&
¥
PERATURAN PERUSAHAAN

Gelnusa BAB - IV
%^r sigma

WAKTU KERJA DAN KERJA LEMBUR

Perhitungan waktu kerja lembur panggilan darurat dimulai pada saat Pekerja berangkat dari

rumah/tempat tinggal Pekerja tersebut.

7. Jumlah jam kerja lembur sebulan : adalah hasil penjumlahan angka-angka jam lembur

setelah dikalikan dengan faktor pengganda pada ayat 1 dan ayat 4.

Pasal 23

Makan Dan Transport Waktu Kerja Lembur

1. Jika seorang Pekerja bukan regu bergilir harus melakukan kerja lembur minimal 2 (dua) jam,

maka kepada Pekerja bersangkutan diberikan makan lembur. Besar uang makan waktu kerja

lembur ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur.

2. Makan waktu kerja lembur tidak diberikan bila bekerja lembur kurang dari 2 (dua) jam

sehari.

3. Jika seorang Pekerja harus melakukan kerja lembur minimal 2 (dua) jam pada hari

istirahat/mingguan atau hari libur resmi dan Perusahaan tidak menyediakan kendaraan,

maka Pekerja mendapat bantuan biaya transportasi dari tempat kediaman Pekerja sampai ke

tempat kerja dan pulang kembali.

4. Kepada Pekerja yang bekerja dalam regu bergilir menurut jadwal kerja biasa tidak diberikan
uang makan kerja lembur, Kepada Pekerja bersangkutan diberikan tunjangan shift dan

kompensasi extra fooding yang besarnya sesuai Surat Keputusan Direktur..

5. Pekerja Regu Bergilir yang karena giliran kerjanyajstaJi^da hari Raya Resmi akan mengikuti
ketentuan Pasal 19 ayat 4.
ll$/&/ .. \ VAN
28
PERATURAN PERUSAHAAN

Pel nusa BAB - IV


v4> sigma

WAKTU KERJA DAN KERJA LEMBUR

6. Bila mereka bekerja lembur nyata, artinya da jam kerja regu bergilir yang

berlaku bagi mereka, maka dengan menapgKfatikaru tuan-ketentuan tersebut di atas,

kepada mereka diberikan makan.

29

&


PERATURAN PERUSAHAAN

C elnu! sigma
BAB-V

HARI-HARI LIBUR DAN CUTI

Pasal 24

Hari Libur Resmi

1. Perusahaan akan mengikuti Hari-hari libur resmi sebagaimana yang telah diumumkan oleh
Pemerintah Republik Indonesia, untuk itu Pekerja diliburkan pada hari-hari libur resmi

tersebut dengan tetap menerima Upah. Ketentuan lebih lanjut mengenai hal ini akan diatur

dalam Surat Keputusan Direktur.

2. Pekerja yang bekerja pada hari libur resmi karena kebutuhan operasional yang mendesak,
maka akan diberikan tunjangan sesuai Surat Keputusan Direktur.

3. Pekerja yang bekerja pada regu bergilir menurut jadwal kerjanya yang bertepatan pada hari
libur resmi mengikuti Pasal 19 Ayat 1.

Pasal 25

Cuti Tahunan

1. Setiap Pekerja berhak atas Istirahat Tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja setelah yang

bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus dengan Upah

penuh.

2. Permintaan Istirahat Tahunan harus diajukan secara tertulis dalam waktu 1 (satu) minggu

sebelum cuti dilakukan.

3. Setiap Pekerja baru dapat melaksanakan cuti setelah mendapat ijin dari atasan yang

bersangkutan secara tertulis dengan menggurj^fcarp^Qcm cuti yang diserahkan kepada


Departeman HR sebagai pencatatan arsip yaflg£

30

&

PERATURAN PERUSAHAAN
J -

elnusa
si em;
BAB-V

HARI-HARI LIBUR DAN CUTI

4. Hak Istirahat Tahunan gugur jika tidak dilaksanakan/tidak diminta dalam waktu 6 (enam)
bulan sesudah hak istirahat tahunan lahir.

5. Jangka waktu antara Istirahat Tahunan yang satu dan Istirahat yang berikutnya sekurang-
kurangnya 3 (tiga) bulan.

6. Cuti/lstirahat Tahunan tidak dapat dikumpulkan.


7. Perusahaan dapat mempertimbangkan pemberian panjar atas Istirahat Tahunan karena

keadaan mendesak. Dalam hal demikian harus ada sisa Istirahat Tahunan sedikit-dikitnya
separuh dari hak Istirahat Tahunan berjalan.

8. Dalam hal sangat dibutuhkan oleh Perusahaan pelaksanaan hak cuti untuk Pekerja dapat
ditunda untuk paling lama 6 ( enam ) bulan.

9. Hari-hari sakit pada waktu menjalankan Istirahat Tahunan ditambahkan pada hari-hari

Istirahat Tahunan, jika hari sakit tersebut tidak jatuh pada hari Istirahat mingguan/libur
resmi dan dinyatakan tertulis oleh dokter.

Pasal 26

Cuti Besar

1. Pekerja Tetap yang telah mempunyai masa kerja selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dan

kelipatannya, berhak atas Cuti Besar selama 24 (dua puluh empat) hari kerja atau 1 (satu)

bulan kalender.

Pasal 27

Fasilitas Istirahat Tahunan

1. Perusahaan akan memberikan bonus cuti minimal sebesar 1 (satu) bulan upah berdasarkan

pada perhitungan Upah terakhir saat jatu^jti^mpcr-ctttK.^esuai dengan ketentuan yang


berlaku.
31

&
Of
PERATURAN PERUSAHAAN

V. elnusa v^sigma
BAB-V

HARI-HARI LIBUR DAN CUTI

2. Bonus cuti diberikan kepada pekerja yang telah diangkat sebagai pekerja tetap dan telah
bekerja sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan.

3. Seorang Pekerja yang diputuskan hubungan kerja oleh Perusahaan berhak menerima

pembayaran atas hari-hari Istirahat Tahunan yang belum dijalankan dan Bantuan Fasilitas

Istirahat Tahunan secara proporsional.

Pasal 28

Ijin Meninggalkan Pekerjaan

1. Perusahaan dapat memberikan ijin kepada Pekerja sesuai ketentuan perundangan yang
berlaku, baik dengan atau tanpa upah, atas dasar permintaan Pekerja, selama tidak
mengganggu kepentingan dan kelancaran operasi Perusahaan,

2. Setiap Pekerja yang akan melakukan ijin meninggalkan Pekerjaan, harus mendapat ijin dari

atasan yang bersangkutan secara tertulis dengan menggunakan form ijin dan diserahkan

kepada Departemen HR sebagai pencatatan arsip yang bersangkutan.

3. Jika Pekerja meninggalkan kantor tanpa disertai dengan form ijin, maka pekerja yang

bersangkutan dapat dikenakan sanksi administratif.

Pasal 29

Ijin Meninggalkan Pekerjaan Dengan Upah

Pekerja dapat diberikan ijin meninggalkan Pekerjaan dengan Upah penuh untuk keperluan

sebagai berikut:

a. Melakukan Tugas Negara

b. Menjalani Wajib Militer

c. Memenuhi panggilan pihakyang berwajib

d. Meninggalkan pekerjaan untuk :


32

c?
/( *
PERATURAN PERUSAHAAN

Gel nusa
BAB-V
<& sigma

HARI-HARI LIBUR DAN CUTI

1. Perkawinan Pekerja Sendiri 3 hari

2. Isteri Pekerja melahirkan Anak 3 hari

3. Isteri Pekerja Keguguran 2 hari

4. Isteri/Suami/Anak/Orangtua/Mertua Pekerja meninggal dunia 3 hari

5. Saudara kandung/ipar meninggal dunia 1 hari


6. Orang yang menjadi tanggungan dan tinggal di rumah Pekerja

meninggal dunia 2 hari


7. Perkawinan anak Pekerja 2 hari

8. Perkawinan Saudara kandung/ipar Pekerja 1 hari

9. Pengkhitanan/Pembaptisan anak Pekerja 2 hari


10. Pekerja Wanita Haid 2 hari
11. Mentatah gigi (Hindu Bali) 1 hari
Pelaksanaan Ijin meninggalkan pekerjaan di atas harus diambil pada hari kejadian atau
diperhitungkan mulai hari kejadian. Jumlah hari meninggalkan pekerjaan yang melebihi ijin yang
diberikan tersebut di atas pekerja harus mengajukan cuti tahunan.

e. Istirahat Sakit

Pekerja yang tidak dapat bekerja karena alasan sakit sesuai dengan Surat Keterangan Dokter
(tertulis), dapat dibebaskan dari pekerjaan. Dalam kondisi tertentu Perusahaan berhak untuk
memastikan kondisi kesehatan Pekerja dengan menunjuk dokter yang disahkan oleh

Perusahaan.

f. Istirahat Melahirkan/Keguguran

1. Pekerja Wanita diberikan istirahat dengan mendapat upah penuh selama l1/2 (satu
setengah) bulan sebelum saat ia melahirkaij- itungan dokter (disertai Surat
33

&
fC«
PERATURAN PERUSAHAAN

C elnusa *wsigma
BAB-V

HARI-HARI LIBUR DAN CUTI

Keterangan Dokter) dan 1V2 (satu setengah) bulan setelah melahirkan. Apabila ternyata
yang bersangkutan telah melahirkan kurang dari 1V2 (satu setengah) bulan, maka hari-
hari kekurangannya tidak dapat diperhitungkan.

2. Pekerja Wanita yang mengalami gugur kandungan diberikan istirahat selama 11/2 (satu
setengah) bulan atau sesuai dengan Surat Keterangan Dokter.

g. Mengikuti Ujian Terakhir

Pekerja diberikan ijin maksimum 5 (lima) hari kerja untuk mengikuti ujian terakhir jenjang

Diploma 3 (tiga) dan gelar kesarjanaan.

h. Menunaikan Ibadah Haji

1. Untuk keperluan menunaikan ibadah haji, kepada Pekerja diberikan Ijin meninggalkan

pekerjaan dengan upah penuh selama waktu yang diperlukan sesuai jadwal yang
ditentukan Panitia Haji Indonesia (PHI) ditambah 2 (dua) hari sebelum keberangkatan

dan 2 (dua) hari setelah tiba di tanah air.

2. Ijin meninggalkan pekerjaan untuk keperluan menunaikan ibadah haji sebagaimana

tersebut butir "a" di atas hanya diberikan 1 (satu) kali selama pekerja bekerja di

Perusahaan.

34

( *
PERATURAN PERUSAHAAN

elnusa sigma
BAB-V

HARI-HARI LIBUR DAN CUTI

Pasal 30

Ijin Meninggalkan Pekerjaan Tanpa Upah/Cuti Tanpa Upah


(Cuti di luartanggungan Perusahaan )
1. Cuti di luar tanggungan Perusahaan hanya dapat diberikan untuk keperluan melanjutkan
pendidikan dan harus dibuktikan secara tertulis.
2. Cuti di luar tanggungan Perusahaan diberikan kepada Pekerja Tetap yang mempunyai masa
kerja minimal 5 (lima) tahun dan harus diajukan secara tertulis serta harus disetujui oleh
pimpinan unit terkait dan Departemen HR.
3. Selama cuti di luar tanggungan Perusahaan, Pekerja tidak mendapat Upah, Tunjangan-
tunjangan dan Fasilitas Kesehatan serta tidak diperkenankan bekerja di tempat lain.
4. Masa Cuti di luar tanggungan Perusahaan tidak diperhitungkan dalam masa kerja di
Perusahaan.

5. Hak Cuti Tahunan dan Hak Cuti Besar yang lahir pada saat Pekerja menjalani Cuti di luar
tanggungan Perusahaan dinyatakan gugur.
6. Atas ijin Perusahaan, Pekerja dapat diijinkan meninggalkan pekerjaan tanpa upah untuk
keperluan belajar paling lama 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang maksimal 1 (satu) kali
jika diperlukan dan hanya berlaku 1(satu) kali selama Pekerja bekerja di Perusahaan.
7. Apabila Pekerja telah selesai menjalankan cuti dan dalam kondisi Perusahaan tidak ada
pekerjaan/jabatan yang sesuai dengan kemampuan dan pendidikan yang dimiliki,
Perusahaan tidak berkewajiban menerima kembali Pekerja yang bersangkutan, dalam
kondisi demikian Perusahaan berhak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja dengan
memberikan Pesangon Tabel Besar dengan be^pje^f|RF^da peraturan perundangan yang
berlaku.

35

&

C-
PERATURAN PERUSAHAAN

efnusa
BAB - VI
-& sigma
JAMINAN SOSIAL, PERUNDUNGAN KERJA, KESEHATAN
DAN PENGOBATAN

Pasal 31

Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Kesehatan

1. Semua Pekerja diikutsertakan dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Jaminan

Sosial Kesehatan dan Jaminan Pensiun, sesuai ketentuan perundangan No. 03 tahun 1992,

tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Undang Undang, No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem

Jaminan Sosial Nasional (SJSN), Undang Undang No. 24 Tahun 2011 tentang Badan

Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 45

Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun, yangterdiri dari :

Beban luran
No. Program Ketenagakerjaan
Perusahaan Pekerja
1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) 0,89 % 0%

2. Jaminan Kematian (JKM) 0,30 % 0%

3. Tabungan Hari Tua (THT) 3,70 % 2%

4. Program Pensiun 2% 1%

Total 6,89 % 3%

Beban luran
Program Kesehatan
No.
Perusahaan Pekerja
1. Jaminan Kesehatan 4.00 % 1%

Total ^g§k,00 % 1%
*r—

36

&
<2
PERATURAN PERUSAHAAN

e einusa
BAB-VI
n4> sigma
JAMINAN SOSIAL, PERL1NDUNGAN KERJA, KESEHATAN
DAN PENGOBATAN

2. Besarnya iuran program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan Pekerja dihitung dari
UpahTetap.

Pasal 32

Jaminan Pemeliharaan Kesehatan ( BPJS Kesehatan )

Jaminan pemeliharaan kesehatan seperti dimaksud dalam undang-undang No. 03 tahun 1992

Undang Undang, No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang
Undang No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS),
diselenggarakan sendiri oleh Perusahaan sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam
peraturan Perusahaan dengan manfaat lebih baik dari Jaminan pemeliharaan kesehatan dasar

dari BPJS dan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi.

Pasal 33

Keselamatan Kerja

1. Untuk menjamin keselamatan kerja Pekerja, Perusahaan senantiasa akan menyediakan alat-

alat keselamatan kerja sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 1 tahun 1970 tentang

keselamatan kerja dan Undang Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal

86 dan 87 serta ketentuan lainnya yang berlaku.

2. Pekerja diwajibkan memakai dan memelihara alat keselamatan kerja yang disediakan oleh

Perusahaan untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu dengan baik dan benar dan sesuai

ketentuan yang berlaku.

3. Alat-alat keselamatan kerja merupakan aset^pmsahaan dan tidak dibenarkan


37

&
is*
PERATURAN PERUSAHAAN

Celnusa -<*> sigma


BAB - VI

JAMINAN SOSIAL, PERLINDUNGAN KERJA, KESEHATAN


DAN PENGOBATAN

menyalahgunakan/memindahtangankannya.

4. Perusahaan akan membebankan ganti rugi baik sebagian atau seluruhnya kepada Pekerja
yang karena kesengajaannya atau kelalaiannya menyebabkan alat-alat keselamatan kerja
yang disediakan hilang atau rusak.

5. Pekerja wajib ikut aktif mengambil bagian dalam usaha pencegahan dan penanggulangan
kecelakaan/kebakaran di lingkungan masing-masing.

6. Pekerja wajib melaporkan setiap kejadian kecelakaan/kebakaran di lingkungan Perusahaan,


serta wajib memberikan keterangan yang benar kepada petugas yang ditunjuk Perusahaan.

7. Pekerja dilarang merokok di lingkungan Perusahaan yang diberi tanda "Dilarang Merokok"

dan tempat tempat lain yang dilarang untuk merokok.

8. Setiap Pekerja mempunyai tanggung jawab untuk mematuhi/mentaati semua ketentuan

peraturan perundang-undang dan kebijakan yang berlaku untuk keselamatan dan kesehatan

kerja.

9. Setiap Pekerja diwajibkan untuk berperan aktif menjaga ketertiban, kebersihan dan

keselamatan kerja di tempat maupun lingkungan kerjanya.

10. Bagi Pekerja yang sifat pekerjaannya, menurut pertimbangan Perusahaan perlu

menggunakan pakaian kerja, diberikan pakaian kerja yang terdiri dari kemeja dan celana

atau overall setiap tahun. Penyalahgunaan atau tidak dipakainya pakaian kerja di dalam

waktu kerja, dianggap sebagai tindakan pelanggaran terhadap tata tertib Perusahaan dan

dapat dikenakan sanksi.

11. Berdasarkan pertimbangan Perusahaan, setiap ta da pekerja dapat diberikan

38

r
PERATURAN PERUSAHAAN
f
\ elnu sa *^fcr sigma
BAB-VI

JAMINAN SOSIAL, PERLINDUNGAN KERJA, KESEHATAN


DAN PENGOBATAN

pakaian seragam dan/atau pakaian dinas beserta atributnya dan diwajibkan memakainya di
dalam waktu kerja atau pada waktu yang ditentukan.

12. Perusahaan dapat pula memberikan perlengkapan kerja khusus lainnya sesuai dengan

kondisi dan sifat pekerjaan. Seluruh perlengkapan kerja tersebut harus digunakan sesuai
fungsi dan peruntukannya.

13. Pekerja wajib melaporkan setiap kejadian kecelakaan/kebakaran di lingkungan perusahaan


dan wajib memberikan keterangan yang benar kepada petugas yang ditunjuk perusahaan

untuk menyelidiki peristiwa tersebut.

14. Perusahaan melalui Departemen Unit Keselamatan dan Kesehatan Kerja (HSE) dapat

mengeluarkan sanksi atas pelanggaran ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja

yang dilakukan oleh pekerja, yang bentuk serta tata caranya akan ditentukan lebih lanjut

melalui Surat Keputusan Direktur.

15. Demi kepentingan Perusahaan dan pekerja, maka pekerja wajib mematuhi/mentaati
ketentuan kesehatan dan keselamatan kerja lingkungan yang berlaku.

16. Setiap Pekerja diwajibkan untuk mengikuti aturan Zero Tolerance dilingkungan area

Pekerjaan Perusahaan.

Pasal 34

Kecelakan Kerja

1. Pekerja yang mendapat kecelakaan kerja, mendapat jaminan penuh dari Perusahaan untuk

biaya transportasi pengangkutan ke rumah sakit atau ke rumahnya.

2. Perusahaan menanggung semua biaya pengobat ^erawatan Pekerja yang mendapat

*Is - \ v\\ --o


•iff • •*- • » i m1

&

c
*•
PERATURAN PERUSAHAAN

Oel nusa BAB - VI


<4> sigma
JAMINAN SOSIAL, PERUNDUNGAN KERJA, KESEHATAN
DAN PENGOBATAN

kecelakaan karena melaksanakan tugas, sejak kecelakaan terjadi sampai berakhirnya

keadaan sementara Pekerja yang bersangkutan tidak mampu bekerja.

3. Dalam hal Pekerja meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, Perusahaan melalui

BPJS Ketenagakerjaan akan menyampaikan kepada pekerja atau ahli warisnya sejumlah

uang sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku

4. Dalam hal Pekerja meninggal dunia akibat dari suatu kecelakaan kerja seperti tersebut pada

angka "3" di atas atau Pekerja meninggal dunia mendadak ditempat kerja dan ia patut

dijadikan teladan bagi Pekerja-Pekerja lainnya, maka kepadanya dapat diberikan kenaikan

grade (sub band) sebagai dasar perhitungan hak-haknya.

5. Bagi Pekerja yang mendapat kecelakaan kerja sehingga meninggal atau tidak mampu

berkerja lebih dari 12 (dua belas) bulan atau untuk selama-lamanya dapat diproses

Pemutusan Hubungan Kerja. Untuk Pekerja tersebut diberikan kenaikan Grade (Sub Band)

sebagai dasar perhitungan hak-haknya.

6. Pekerja yang mendapat kecelakaan kerja dan berakibat salah satu anggota badannya cacat

tetap, dan/atau berkurang fungsinya diberikan santunan sebagaimana diatur dalam

Undang-Undang No. 3 tahun 1992, Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 1993 tentang

Program Penyelenggaraan JAMSOSTEK dan Undang-Undang Republik Indonesia No. 24

tahun 2011 tentang Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial.

7. Yang dimaksud dengan meninggal dunia mendadak di tempat kerja termasuk kategori

kecelakaan kerja sesuai dengan ketentuan perundarjj

40

<&
4*
PERATURAN PERUSAHAAN

elnusa
BAB - VI
sigma

JAMINAN SOSIAL, PERUNDUNGAN KERJA, KESEHATAN


DAN PENGOBATAN

Pasal 35

Pemeriksaan Kesehatan

1. Pada dasarnya Pekerja yang akan diterima bekerja di Perusahaan sebelum diterima bekerja,

terlebih dahulu ia harus menjalani pemeriksaan kesehatan.

2. Hanya Fungsi HR yang berhak memintakan pemeriksaan calon Pekerja kepada Medical

Centre atau Dokter yang ditunjuk Perusahaan.

3. Kepada dokter yang menjalankan pemeriksaan kesehatan harus diberitahukan tugas

pekerjaan yang akan dilaksanakan calon Pekerja tersebut.

4. Kepada calon Pekerja yang akan diperiksa kesehatannya diminta untuk mengisi formulir

pernyataan akan menerima segala keputusan hasil pemeriksaan kesehatan.

5. Calon Pekerja yang tidak dapat dipekerjakan berhubung dengan hasil pemeriksaan

kesehatannya yang tidak memuaskan, maka Perusahaan tidak diwajibkan memberikan

alasan penolakannya.

6. Laporan Kesehatan bersifat rahasia untuk pekerja lainnya dan harus disimpan secara

rahasia oleh Departemen HR.

Pasal 36

Fasilitas Kesehatan

Setiap Pekerja dan Keluarganya mendapat penggantian Fasilitas Kesehatan dari Perusahaan

yang meliputi sebagai berikut:

a. RawatJalan.

b. Rawat Inap/Perawatan Rumah Sakit

41

V-^vpoNel;.;^

<<
PERATURAN PERUSAHAAN

elnusa 'sigma
BAB - VI

JAMINAN SOSIAL, PERLINDUNGAN KERJA, KESEHATAN


DAN PENGOBATAN

Pekerja dan keluarganya yang memerlukan rawat inap di rumah sakit ditanggung

sepenuhnya oleh Perusahaan melalui fasilitas asuransi kesehatan rawat inap dengan

batasan plafon sesuai group jabatan Pekerja.

c. Ketentuan lebih lanjut tentang rawat jalan dan rawat inap akan diatur lebih lanjut dalam
Surat Keputusan Direktur.

Pasal 37

Menolak Pemeriksaan atau Perawatan Kesehatan

1. Jika demi kepentingan Perusahaan dianggap perlu untuk memeriksakan kesehatan seorang
Pekerja oleh dokter yang ditunjuk Perusahaan dan Pekerja menolaknya, maka tindakan
penolakan merupakan pelanggaran disiplin dan dapat mengakibatkan Pemutusan
Hubungan Kerja.

2. Pekerja yang sedang dirawat di rumah sakit atas anjuran dokter yang ditunjuk Perusahaan,
dan yang bersangkutan melarikan diri dari rumah sakit dapat dikenakan suatu tindakan oleh

Perusahaan berupa Pemutusan Hubungan Kerja dengan mengacu pada ketentuan


perundangan yang berlaku.

Pasal 38

Pemeriksaan Kesehatan khusus

Kepada Pekerja yang akan dipekerjakan pada pekerjan tertentu dapat diadakan pemeriksaan
,•• -

kesehatan khusus.

42

^
PERATURAN PERUSAHAAN

elnusa <4> sigma


BAB - VI

JAMINAN SOSIAL, PERLINDUNGAN KERJA, KESEHATAN


DAN PENGOBATAN

Pasal 39

Pemeriksaan Kesehatan Berkala

1. Bila diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan kepada Pekerja Perusahaan secara

berkala.

2. Penolakan pemeriksaan kesehatan berkala dapat dikenakan sanksi.

Pasal 40

Bantuan Untuk Pembelian Kaca Mata

1. Bantuan biaya untuk pembelian lensa kaca mata termasuk bingkai besarnya ditentukan

dalam Surat Keputusan Direktur.

2. Perusahaan tidak menyediakan bantuan biaya untuk pembelian contact lens.

3. Biaya untuk prothese mata sebagai akibat kecelakaan kerja menurut peraturan

perundangan yang berlaku ditanggung oleh Perusahaan.

Pasal 41

Hearing Aid

1. Jika Pekerja yang menjadi tuli karena pekerjaan yang dijalankannya, berdasarkan saran

dokter THT yang ditunjuk Perusahaan akan mendapat penggantian 100% (seratus persen)

dari harga Hearing Aid kwalitas memadai.

2. Bantuan biaya untuk pembelian hearing aid diberikan hanya kepada Pekerja Perusahaan

saja.

43

"fa
PERATURAN PERUSAHAAN

\je\nma *> sigma


BAB - VI

JAMINAN SOSIAL, PERL1NDUNGAN KERJA, KESEHATAN


DAN PENGOBATAN

Pasal 42

Prothese

( Alat Bantu Anggota Badan Cacat Tubuh )

1. Biaya untuk prothese untuk cacat anggota gerak yang terjadi sebagai akibat kecelakaan kerja

menurut undang-undang kecelakaan kerja/peraturan perundangan yang berlaku ditanggung

oleh Perusahaan, yang meliputi :

harga prothese, ongkos-ongkos training dan job training untuk memakai prothese tersebut.

2. Prothese bukan akibat kecelakaan kerja seperti yang dimaksud dalam undang-undang

kecelakaan kerja/peraturan perundangan yang berlaku menjadi beban Pekerja yang

bersangkutan.

Pasal 43

Bantuan Persalinan

1. Bantuan bersalin bagi Pekerja wanita atau isteri Pekerja yang melahirkan dibatasi hanya

sampai melahirkan anak yang ke 3 (tiga) sesuai dengan plafon yang telah ditetapkan oleh

Perusahaan. Khusus untuk hal ini ditetapkan sesuai dengan Surat Keputusan Direktur.

2. Ketentuan lebih lanjut mengenai bantuan persalinan akan diatur dalam Surat Keputusan

Direktur.

Pasal 44

Pemberian Hadiah/Cinderamata Bagi Pekerja

Yang Menjalani Pernikahan dan MPP

1. Perusahaan memberikan Hadiah/Cinderamata bagi Pekerja yang akan menjalani Pernikahan

dan menjalani Masa Persiapan Pensiun (MPP).

44

^
/,
PERATURAN PERUSAHAAN

elnusa
BAB - VI
•*> sigma

JAMINAN SOSIAL, PERLINDUNGAN KERJA, KESEHATAN


DAN PENGOBATAN

2. Bentuk dan besarnya pemberian Hadiah/Cinderamata yang diberikan diatur tersendiri dalam
Surat Keputuan Direktur.

Pasal 45

Bantuan Pemakaman

1. Perusahaan akan memberikan bantuan biaya pemakaman bagi pekerja dan keluarga
pekerja yang meninggal dunia yangterdiri dari :

a. Pekerja

b. Keluarga Pekerja yaitu suami/istri, anak (termasuk yang gugur dalam kandungan pada
saat usia 7 bulan), orangtua/mertua.
2. Besarnya bantuan pemakaman akan diatur lebih rinci dengan Surat Keputusan Direktur.

3. Uang santunan meninggal dunia dari BPJS Ketenagakerjaan tetap diterimakan kepada

keluarga atau ahli waris sesuai dengan ketentuan BPJS Ketenagakerjaan yang berlaku.

Pasal 46

Ketergantungan Narkotika

Biaya Rehabilitasi/pengobatan akibat dari penggunaan narkoba oleh Pekerja atau anggota

keluarga Pekerja menjadi tanggungan sepenuhnya Pekerja yang bersangkutan. Terhadap

Pekerja yang ternyata menggunakan narkoba dan imrui.man keras/alkohol akan diproses

Pemutusan Hubungan Kerja.

45

^
PERATURAN PERUSAHAAN
C elnusa •<£> sigma
BAB-VII

PERJALANAN DINAS

Pasal 47

Perjalanan Dinas

A. Perjalanan Dinas adalah perjalanan yang dilakukan oleh Pekerja ke suatu tempat di luar
tempat kedudukan kerjanya/luar kota/luar negeri, untuk keperluan tugas Perusahaan atau
untuk kepentingan kelancaran pelaksanaan tugas Perusahaan termasuk bekerja, peninjauan,
survey, pengajuan penawaran, konferensi, lokakarya, seminar, pelatihan/kursus, dan hal-hal

yang berhubungan dengan tugas, dengan batas radius minimal 60 Km dari kantor ke tempat
tujuan tugas Perusahaan.

B. Jangka waktu Perjalanan Dinas terhitung mulai hari keberangkatan sampai dengan hari
kedatangan kembali di tempat kedudukan kerja sesuai waktu yang dimaksud Surat Perintah

Perjalanan Dinas dengan batas waktu paling lama 1 (satu) bulan.

C. Biaya perjalanan dinas yang dilakukan oleh Pekerja ditanggung Perusahaan sepanjang tidak

dibiayai oleh pihak lain berupa uang transport, makan dan penginapan dengan perincian

sebagai berikut:

A. Perjalanan Dinas Dalam Negeri.

Biaya Perjalanan Dinas Dalam Negeri diberikan sesuai yang ditetapkan dengan Surat

Keputusan Direktur, meliputi :

1. Biaya Makan bilamana Perusahaan menunjuk Hotel, di mana tidak disediakan makan
di penginapan tersebut, maka kepada Pekerja diberikan penggantian Biaya Makan

yang besarnya akan diatur lebih lanjut dengan Surat Keputusan Direktur.

2. Biaya Akomodasi/Penginapan Transportasl

46

<£#
<*
PERATURAN PERUSAHAAN

elnusa
BAB-VII
sigma

PERJALANAN DINAS

Bilamana Perusahaan tidak menyediakan hotel/penginapan, maka kepada Pekerja


diberikan kompensasi penginapan menurut grup jabatan yang besarnya akan diatur
lebih lanjut dengan Surat Keputusan Direktur.

3. Biaya Transportasi;
4. Uang Harian/UangSaku.
Biaya Transportasi serta Uang Harian/Uang Saku diberikan kepada Pekerja yang
melakukan perjalanan dinas setiap harinya yang besarnya akan diatur lebih lanjut
dengan Surat Keputusan Direktur.

B. Perjalanan Dinas Luar Negeri

1. Biaya dan Fasilitas Perjalanan Dinas Luar Negeri diberikan sesuai yang ditetapkan

dengan Surat Keputusan Direktur, antara lain meliputi:

a. Biaya Transportasi;

b. Biaya Akomodasi;

c. Biaya Makan;

d. Uang Harian;

e. Outfit Allowance;

f. Winter Allowance;

g. Premi Asuransi Kesehatan dengan basic benefit.

2. Kepada Pekerja yang diundang ke luar negeri oleh dan atas biaya Pihak Ketiga dan

menurut pimpinan Perusahaan berhubungan^e^rj^ffrH$§pentingan Perusahaan, maka


kepada Pekerja diberikan :

47


PERATURAN PERUSAHAAN

C elnusa NMsigma
BAB-VII

PERJALANAN DINAS

a. Selisih uang harian, bilamana uang harian yang diberikan lebih kecil daripada
ketentuan yang berlaku di Perusahaan.

b. Tunjangan perlengkapan seperti diatur dalam huruf B butir 1 (satu) di atas, bila
tidak diberikan oleh Pihak Ketiga.

c. Biaya perjalanan dinas, bila tidak diberikan oleh Pihak Ketiga.

3. Dalam hal Pekerja melakukan perjalanan dinas luar negeri untuk tugas belajar sampai

dengan 1 (satu) bulan, maka ketentuan biayanya adalah seperti yang diatur dalam
huruf B butir 1 (satu) di atas.

Apabila tugas belajar lebih dari 1 (satu) bulan, maka Pekerja hanya akan menerima

80% (delapan pluh persen) dari ketentuan biaya seperti yang diatur dalam huruf B
butir satu (1) di atas.

C. Transportasi Lokal

1. Pengganti biaya transportasi lokal pada waktu dinas, diberikan menurut group

jabatan/Band yang besarnya akan diatur lebih lanjut dengan Surat Keputusan
Direktur.

2. Penggantian Biaya Taksi dari rumah ke airport/stasiun kereta api/pelabuhan dan dari

airport di tempat tujuan ke hotel masing-masing untuk biaya pulang pergi besarnya

akan diatur lebih lanjut dengan Surat KeputyssHj^Dtrekti

48

^
0?
(
PERATURAN PERUSAHAAN

v el msH
BAB-VII
'sigma

PERJALANAN DINAS

4. Panjar biaya perjalanan Dinas

a. Sebelum berangkat melakukan perjalanan dinas, setiap Pekerja yang mendapat perintah
perjalanan dinas, bila diperlukan dapat menerima panjar biaya perjalanan dinas.
b. Pertanggung-jawaban perjalanan dinas harus dibuat selambat-lambatnya 2 (dua)
minggu setelah Pekerja yang bersangkutan selesai menjalankan perjalanan dinas (sesuai
pedoman Akuntansi).

Sebelum Pekerja menyelesaikan pertanggung-jawaban perjalanan dinas yang terdahulu,


maka Pekerja tidak dapat meminta panjar perjalanan dinas yang baru.
c. Bila panjar perjalanan dinas yang telah diterima lebih besar dari pengeluaran yang
dipertanggungjawabkan sehingga masih terdapat kelebihan uang atau yang tidak
dibuktikan dengan kuitansi pembayaran yang sah, maka kelebihan tersebut akan

diperhitungkan dari Upah Pekerja yang bersangkutan pada bulan berikutnya sampai
kelebihan panjar perjalanan dinas tersebut lunas.

Pasal 48

Detasering

1. Yang dimaksud dengan Detasering adalah :


Detasering adalah menjalankan "tugas sementara" di luar tempat kedudukan kerja Pekerja

yang bersangkutan (luar kota) untuk jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan guna

menjalankan Pekerjaan bagi kepentingan tempat di mana Pekerja tersebut dipekerjakan.

Apabila dipandang perlu, Perusahaan dapat memperpanjang masa Detasering dalam jangka

waktu yang sama, dengan memberi kesempatan kepada Pekerja untuk kembali ke tempat

kerja semula (home base) paling lama 5 (lim ambah 2 (dua) hari untuk

perjalanan pergi-pulang sebelum masa Detaseri


49

^r

i*
PERATURAN PERUSAHAAN

e einusa
'sigma
BAB-VII

PERJALANAN DINAS

2. Biaya yang timbul sebagai akibat penugasan tersebut akan menjadi beban Unit di mana

Pekerja yang bersangkutan ditugaskan dan rincian biaya detasering lebih lanjut akan

ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur.

3. Kepada Pekerja yang melakukan Detasering akan diberikan Tunjangan Detasering yang

besar nilainya akan disesuaikan dan diatur dengan Surat Keputusan Direktur.

Pasal 49

Bekerja Di Daerah Terpencil

1. Untuk keperluan pelaksanaan tugas, Perusahaan berwenang mengirimkan Pekerja ke

daerah terpencil.

2. Ketentuan mengenai Bekerja di Daerah T^^^clt^^fiteJoih lanjut dalam Surat Keputusan


': ;-•• •:': . V^\

50

<#
PERATURAN PERUSAHAAN

e elnusa
BAB-VIII
sigma

PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN PEKERJA

Pasal 50

Tugas Belajar

1. Untuk pengembangan sumber daya manusia dan memenuhi kebutuhan Perusahaan sesuai

dengan dana yang tersedia, Perusahaan dapat menugaskan Pekerja untuk belajar baik di
dalam negeri maupun di luar negeri.

2. Pekerja Tugas Belajar adalah Pekerja yang ditugaskan oleh Pimpinan Perusahaan untuk

mengikuti pendidikan di suatu Sekolah atau Akademi atau Perguruan Tinggi, atau mengikuti
latihan atau kursus di suatu lembaga, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Pemilihan

Sekolah, Akademi, Perguruan Tinggi atau Lembaga Pendidikan ditetapkan oleh Perusahaan.

3. Pekerja sambil belajar adalah Pekerja yang atas prakarsa sendiri menuntut ilmu di lembaga

pendidikan dengan tetap melakukan pekerjaannya, dengan persetujuan atasan tetapi tidak

merupakan penugasan Perusahaan.

4. Mahasiswa ikatan dinas adalah mahasiswa (bukan Pekerja) yang belajar di Akademi atau

Perguruan Tinggi tertentu, yang menjalin perjanjian ikatan dinas dengan Perusahaan.

5. Pekerja yang melakukan tugas belajar atas biaya (bantuan) Perusahaan dan setelah lulus

harus bersedia melaksanakan Ikatan Dinas dengan Perusahaan.

6. Pengaturan lebih lanjut mengenai tugas belaja^?k^TT^ra^r^lebih lanjut dalam Surat


Keputusan Direktur.

51

<&
I*
<f
PERATURAN PERUSAHAAN

Gel nusa
BAB-VIM
sigma

PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN PEKERJA

Pasal 51

Pekerja Tugas Belajar Dalam Negeri

1. Dalam Masa Pendidikan :

a. Ketentuan-ketentuan Perusahaan tetap diberlakukan kepada Pekerja tugas belajar


dalam negeri, sepanjangtidak bertentangan dengan ketentuan pendidikan yang berlaku.
b. Pekerja Tugas Belajar dalam negeri secara administratif tetap berada di tempat
kedudukan semula.

2. Hak dan Kewajiban Pekerja Tugas Belajar antara lain :

a. Pekerja Tugas Belajar dalam negeri diberikan :

- Upah Penuh

- Cuti tahunan

- Pemeliharaan Kesehatan

- Tunjangan belajar

- Kenaikan Upah berkala.

b. Biaya pendidikan ditanggung oleh Perusahaan yang akan diatur lebih lanjut dengan

Surat Keputusan Direktur.

c. Cuti tahunan Pekerja Tugas Belajar dalam negeri dilaksanakan bersamaan dengan masa

liburan pendidikan.

d. Pekerja Tugas Belajar yang keluarganya tinggal di daerah tempat kerja asal Pekerja,

dapat mengambil cuti tahunan pulang ke ke engan biaya pulang pergi

ditanggung oleh Perusahaan.

52

<l
PERATURAN PERUSAHAAN

C einusa "MPsigma
BAB-VIII

PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN PEKERJA

e. Masa Kerja selama mengikuti pendidikan diperhitungkan sebagai masa kerja penuh

untuk perhitungan pensiun dan penentuan Upah berkala.

f. Selama mengikuti pendidikan tidak diberikan kenaikan golongan jabatan.

g. Pekerja Tugas Belajar dalam negeri wajib :

Menyelesaikan pendidikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Jika

penyelesaian di atas waktu yang telah ditentukan maka tambahan biaya yang timbul

menjadi tanggung jawab Pekerja.

Memenuhi dan mentaati segala ketentuan yang berlaku dalam masa pendidikan.

Memberikan laporan kemajuan pendidikan secara berkala yang disahkan oleh

lembaga pendidikan yang bersangkutan kepada Perusahaan.

- Apabila Pekerja tidak lulus atau berhenti ditengah jalan karena permintaan Pekerja,

maka seluruh biaya yang telah dikeluarkan oleh Perusahaan harus dikembalikan oleh

Pekerja.

h. Pekerja Tugas Belajar hanya diperbolehkan pindah jurusan dengan persetujuan Pimpinan

terkait dan Departemen HR.

i. Pekerja Tugas Belajar dalam negeri yang telah lulus diharuskan kembali bekerja dengan

melaksanakan ikatan kerja. Apabila Pekerja ke luar sebelum masa ikatan dinas berakhir,

maka diwajibkan mengembalikan biaya-biaya yang telah dikeluarkan Perusahaan selama

masa pendidikan secara proporsional. Masa ikatan dinas akan diatur tersendiri dalam

Surat Keputusan Direktur.

3. Pekerja Tugas Belajar yang melakukan pelenggaran atas ketentuan yang berlaku dalam

pendidikan dapat dikenakan sanksi :

a. Dicabu t hak tugas belajarnya

b. Diharuskan membayar kembali biaya yang teiab;d$etuarkari oleh Perusahaan.



53

^
- I
PERATURAN PERUSAHAAN

0el nusa sigmi


BAB-VIII

PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN PEKERJA

Pasal 52

Pekerja Tugas Belajar Luar Negeri

1. Pimpinan Perusahaan dapat menugaskan Pekerja belajar di luar negeri dengan :


a. Biaya ditanggung oleh Perusahaan; atau

b. Biaya ditanggung oleh Pihak Ketiga/beasiswa; atau

c. Biaya ditanggung bersama oleh Perusahaan dan Pihak Ketiga .

2. Waktu Pulang

a. Pekerja Tugas Belajar Luar Negeri atas biaya Perusahaan dengan jangka waktu 1 (satu)

tahun atau kurang, tidak diperkenankan pulang ke Indonesia.

b. Apabila jangka waktu tugas belajar melebihi 1 (satu) tahun. Pekerja yang bersangkutan
diperkenankan pulang untuk cuti atas biaya Perusahaan.

3. Kepada Pekerja Tugas Belajar Luar Negeri diberi bantuan :

a. Upah sebesar 100% (seratus persen) bagi Pekerja yang telah menikah buat keluarganya,

dan 50% (lima puluh persen) dari Upah bagi Pekerja yang berstatus lajang.

b. Biaya perjalanan pulang pergi.

c. Biaya akomodasi, makan, transport lokal dan uang saku yang besarnya ditetapkan

dengan Surat Keputusan Direktur.

d. Biaya pembayaran sekolah atau kuliah dan uang ujian. Biaya ini tidak dikeluarkan jika

sudah ditanggung oleh Pihak Ketiga (Beasiswa).

e. Pembelian buku pelajaran.

4. Pembelian Buku dan Alat-Alat Belajar.

Pekerja Tugas Belajar luar negeri dalam tiap semester mendapat uang pembelian buku dan

alat-alat pelajaran yang besarnya akan ditetapkan der^i^^at^eputusan Direktujr.


54

^ /
PERATURAN PERUSAHAAN

einusa sigma
BAB-VIM

PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN PEKERJA

5. Kewajiban

a. Setiap Pekerja Tugas Belajar luar negeri diwajibkan :

- Menyelesaikan pendidikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Jika

penyelesaian diatas waktu yang telah ditentukan maka tambahan biaya yang timbul
menjadi tanggung jawab Pekerja.

- Memenuhi dan mentaati segala ketentuan yang berlaku dalam masa pendidikan.
- Memberikan laporan kemajuan pendidikan secara berkala yang disahkan oleh
lembaga pendidikan yang bersangkutan kepada Perusahaan.

- Apabila Pekerja tidak lulus atau berhenti ditengah jalan karena permintaan Pekerja,
maka seluruh biaya yang telah dikeluarkan oleh Perusahaan harus dikembalikan oleh

Pekerja.

b. Pekerja Tugas Belajar luar negeri yang telah lulus diwajibkan kembali bekerja
(melaksanakan ikatan dinas) 2 (dua) n + 1 dimana n adalah masa pendidikan. Apabila

Pekerja keluar sebelum masa ikatan dinas berakhir, maka diwajibkan mengembalikan

biaya-biaya yang telah dikeluarkan Perusahaan selama masa pendidikan secara

proporsional.

6. Sanksi

Pekerja Tugas Belajar luar negeri yang melakukan pelanggaran atas ketentuan yang berlaku

dalam pendidikan dapat dikenakan sanksi:

a. Dicabut hak tugasnya.

b. Diharuskan membayar kembali biaya yang telabjdrke^Erafkan oleh Perusahaan.

55

<&

<•
PERATURAN PERUSAHAAN

einusa '<««#
sigma
BAB-VIM

PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN PEKERJA

Pasal 53

Pekerja Sambil Belajar

1. Perusahaan memberikan persetujuan kepada Pekerja untuk belajar sambil bekerja dengan
syarat-syarat sebagai berikut:

a. Waktu dilakukan di luar jam kerja atas biaya dan resiko sendiri.

b. Belajar pada Perguruan Tinggi yang jurusannya sesuai dengan pekerjaannya dan telah

disetujui oleh atasannya.

c. Apabila waktu belajar memerlukan penyimpangan jam kerja, Pekerja harus mendapat

ijin tertulis dari atasan.

2. Pekerja sambil belajar bukan merupakan penugasan dari Perusahaan dan tidak

mendapatkan bantuan biaya dari Perusahaan.^oP

56

^f

k
PERATURAN PERUSAHAAN
V emu sa sigma
BAB-IX

DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPLIN

Pasal 54

Tata Tertib

1. Setiap Pekerja mempunyai kewajiban untuk mematuhi segala aturan/ketentuan yang


berlaku di Perusahaan dan segala ketentuan umum ketenagakerjaan yang berlaku.
Pelanggaran atas semua aturan/ketentuan tersebut akan dikenakan sanksi berupa tindakan
disiplin.

2. Perusahaan berusaha untuk mempertahankan disiplin yang baik dan mengembangkan


perasaan hormat menghormati serta penuh pengertian terhadap hak-hak dan tugas serta
tanggungjawab antara Pekerja dengan Perusahaan.

3. Dalam menegakkan disiplin, Perusahaan perlu memberikan petunjuk, bimbingan dan


instruksi (melalui Manager/Kepala Unit/Supervisor) dan diharapkan pelanggaran serta
pengambilan tindakan disiplin dapat dihindari.

4. Perlu disadari bahwa tujuan Perusahaan dalam mengambil tindakan disiplin adalah bersifat
memperbaiki serta mendidik, oleh karena itu terhadap Pekerja yang melanggar peraturan
dan dikategorikan pelanggaran ringan selalu diberikan kesempatan untuk memperbaiki
sikapnya.

57

<&
I*
PERATURAN PERUSAHAAN
C elnu sa siema
BAB - IX

DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPLIN

PETUNJUK TINDAKAN DISIPLIN

1. Petunjuk tindakan disiplin memuat macam-macam tindakan disiplin yang diambil terhadap
pelanggaran-pelanggaran peraturan dan tata tertib Perusahaan, sesuai dengan tingkatan
beratnya pelanggaran yang dilakukan.

Petunjuk ini hendaknya jangan dianggap telah memuat semua pelanggaran yang dilakukan
Pekerja. Jika seorang Pengawas ada keragu-raguan dalam menentukan tindakan yang akan
diambil, diharapkan berkonsultasi dengan Fungsi/Bidang HR.

2. Pelanggaran-pelanggaran disiplin, dapat bersifat kumulatif (berganda). Hal ini berarti bahwa

seorang Pekerja yang melakukan beberapa pelanggaran yang tidak ada hubungannya satu
dengan yang lain, dapat dikenakan tindakan disiplin berdasarkan akibat berganda daripada
berbagai pelanggaran yang dilakukan.

3. Dengan pengertian bahwa seluruh Pekerja akan mentaati dan mengikuti aturan-aturan serta

perintah yang diinstruksikan, maka terhadap Pekerja yang ternyata tidak mengikuti aturan-
aturan kerja dan tidak memenuhi syarat-syarat ketertiban, dapat diberikan lebih dari satu

jenis tindakan disiplin sesuai dengan beratnya pelanggaran yang dilakukan.

Pasal 55

Bentuk Tindakan Disiplin

1. Bentuk/Jenis tindakan disiplin disesuaikan dengan intensitas dan frekuensi pelanggaran


peraturan dan tata tertib Perusahaan yang dilakuk^rrjoTfrTpekerja.
2. Bentuk/Jenis-jenis tindakan disiplin dapat be^u^^
a. Teguran lisan/Surat Perhatian

58

<a

PERATURAN PERUSAHAAN
elnusa
sigrrsa
BAB - IX

DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPUN

b. Peringatan tertulis (Surat Peringatan Pertama, Surat Peringatan Kedua, Surat

Peringatan Ketiga)

c. Pemutusan Hubungan Kerja

Tindakan disiplin tersebut berpedoman pada peraturan perundangan yang berlaku


3. Sebagai bagian dari konsekuensi tindakan disiplin, Perusahaan dapat melakukan :
a. Pencabutan fasilitas

b. Penundaan kenaikan Upah.

c. Penundaan kenaikan jabatan

d. Demosi (Penurunan Jabatan)

e. Pemindahan (Mutasi)

f. Pengembalian kerugian Perusahaan

g. Pemutusan Hubungan Kerja

4. Teguran Lisan/Surat Perhatian

Peringatan lisan kepada Pekerja oleh atasannya dimaksudkan untuk menyadarkan dan

mengingatkan Pekerja untuk mentaati aturan/ketentuan Perusahaan serta tidak melalaikan


tanggung jawab dan tidak mengulangi pelanggaran yangtelah dilakukan, seperti :

a. Tidak merawat barang-barang Perusahaan yang dipercayakan kepadanya.

b. Kekurangan dalam prestasi kerja yang dituntut Perusahaan.

c. Terlambat hadir kerja/tidak hadir kerja tanpa ijin/pemberitahuan atau alasan yang wajar.
d. Pelanggaran lainnya yang mempunyai bobot pelanggaran setara dengan butir la. s/d lc.

di atas.

5. Pelanggaran Tingkat Pertama

Tindakan-tindakan yang mendapat sanksi berupa Sur^^eYfng5r^<g^tama (SP-1) adalah :

59

6?
L*
PERATURAN PERUSAHAAN
V elnu sa sigma
BAB - IX

DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPUN

a. Datangterlambat 5 (lima) kali dalam sebulan tanpa ijin atau alasan yang wajar.
b. Meninggalkan tempat kerja atau pulang lebih awal tanpa ijin tertulis dari
atasannya sebanyak 3 (tiga) kali dalam sebulan.

c. Tidak hadir/mangkir sebanyak 2 (dua) hari berturut-turut dalam sebulan tanpa memberi
laporan/keterangan tertulis.

d. Tidak hadir/mangkir sebanyak 3 (tiga) hari tidak berturut-turut dalam sebulan tanpa
memberi laporan/keterangan tertulis.

e. Menolak untuk mentaati perintah atau penugasan yang layak dari atasan.
f. Tidak mengisi atau scan kehadiran sebanyak 5 (lima) kali dalam sebulan tanpa alasan
yang dapat diterima.

g. Memindahkan atau meminjam peralatan kerja tanpa sepengetahuan atau ijin tertulis
dari pejabat yang memiliki otoritas sehingga mengganggu jalannya pekerjaan.
h. Bermain game atau chatting atau browsing yang tidak ada hubungan dengan pekerjaan
di ruang kerja pada saat jam kerja berlangsung.

i. Tidak memakai alat keselamatan kerja, seragam kerja atau ID Card yang teiah disediakan
dan ditentukan oleh Perusahaan.

j. Dengan sengaja tidak mengikuti pelatihan yang diberikan Perusahaan.

k. Merokok di dalam kawasan lingkungan kerja atau di tempat lain yang dilarang untuk
merokok selain tempat merokok yang telah disediakan.

I. Kekurangan dalam prestasi kerja.

m.Melakukan pelanggaran lain yang dapat dipertimbangkan untuk menerima Surat

Peringatan Pertama berdasarkan hasil^gfflf^rigan dan keputusan dari Manager Lini


setelah berkonsultasi dengan Bidangyj^fjK^

60

*ly*
PERATURAN PERUSAHAAN
elnusa
sigma
BAB - IX

DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPUN

6. Pelanggaran Tingkat Kedua.

Tindakan-tindakan pelanggaran yang mendapatkan sanksi berupa Surat Peringatan


Kedua (SP-2) adalah :

a. Tindakan pengulangan pelanggaran Tingkat Pertama.

b. Tidak hadir/mangkir sebanyak 3 (tiga) hari berturut-turut atau 4 hari tidak berturut-
turut dalam sebulan tanpa memberi laporan/keterangan tertulis.

c. Dua kali Pekerja menolak untuk mentaati perintah atau penugasan yang layak dari
atasan.

d. Melakukan pekerjaan yang tidak berhubungan dengan tugas kecuali atas ijin tertulis
atasan yang bersangkutan.

e. Melakukan pelanggaran lain yang dapat dipertimbangkan untuk menerima Surat

Peringatan Kedua berdasarkan hasil pertimbangan dan keputusan Manager lini setelah

berkonsultasi dengan Manager Bidang HR.

7. Pelanggaran Tingkat Ketiga /Terakhir.

Tindakan-tindakan yang mendapatkan sanksi berupa Surat Peringatan Ketiga (SP-3) adalah :

a. Tindakan pengulangan pelanggaran Tingkat Pertama dan/atau Kedua.

b. Tiga kali Pekerja menolak untuk mentaati perintah atau penugasan yang layak dari
atasan.

c. Menyembunyikan informasi kepada atasan atau pimpinan perusahaan mengenai

tindakan-tindakan pelanggaran yang dilakukan pekerja lain.

d. Tidak memenuhi standar kerja dan kinerja (Performance Kerja) dalam melaksanakan

tanggung jawab yang menjadi tugasnya.

e. Seluruh pelanggaran yang menyangkuty^c^flfk "k^pentingan Pekerja terhadap


Perusahaan
l\"E\M ,*'••" JSIfZII
61

?t*
PERATURAN PERUSAHAAN
elnusa sigma
BAB - IX

DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPUN

8. Pelanggaran Berat

Tindakan-tindakan yang merupakan pelanggaran berat dapat diproses Pemutusan

Hubungan Kerja (PHK) dengan alasan mendesak dan dilaksanakan sesuai dengan Peraturan

Perundang-undangan yang berlaku, jenis pelanggaran-pelanggarannya adalah :

a. Memberikan keterangan palsu atau pemalsuan apapun yang merugikan Perusahaan.

b. Mabuk, madat, memakai obat bius atau narkotika di lingkungan kerja.

c. Melakukan perbuatan asusila di tempat kerja.

d. Melakukan tindakan kriminal seperti penipuan, pencurian, atau penggelapan barang

dan/atau uang milik Perusahaan, pemalsuan, jual beli narkoba dan sejenisnya.
e. Menyerang, menganiaya, mengancam, menghina rekan sekerja, atasan atau Pimpinan

Perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.

f. Membujuk, memprovokasi pimpinan, rekan sekerja atau bawahan untuk melakukan

sesuatu yang bertentangan dengan hukum.

g. Membongkar rahasia Perusahaan atau mencemarkan nama baik Perusahaan rekan kerja,

bawahan, atasan dan atau pimpinan Perusahaan serta keluarganya yang seharusnya

dirahasiakan, kecuali untuk kepentingan Negara.

h. Perjudian dalam bentuk apa pun yang dilakukan di lingkungan kerja.

i. Mencari keuntungan pribadi dengan menggunakan fasilitas Perusahaan

j. Menerima komisi dari pemasok atau pelanggan.

k. Dengan sengaja atau ceroboh melakukan tindakan-tindakan yang menyebabkan

kerusakan barang milik perusahaan.

I. Berlaku tidak senonoh, melecehkan dan atau.melakukan pelecehan sex dengan rekan

kerja, bawahan, atasan atau Pimpinan Per^s.attal3jT_atau keluarganya.

62

6*

(
PERATURAN PERUSAHAAN
C el nusa sigma
BAB - IX

DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPLIN

m. Membawa senjata tajam yang berbahaya ke dalam lingkungan kerja yang tidak
berhubungan dengan tugas atau tanpa seijin atasan atau Pimpinan Perusahaan.

n. Menolak pemindahan, penugasan atau penempatan Pekerja yang layak dan yang

diperlukan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan.

o. Seluruh pelanggaran yang dapat merusak citra Perusahaan dan membahayakan

kelangsungan hidup Perusahaan. Konsekuensi dari pelanggaran berat, Perusahaan

langsung melakukan tindakan Pemutusan Hubungan Kerja dengan aiasan yang mendesak

dan dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Perundangan yang berlaku.

9. Surat Peringatan harus ditanda tangani juga oleh Pekerja yang bersangkutan di hadapan
atasan. Apabila Pekerja berkeberatan menandatangani, Surat Peringatan cukup dibacakan

di hadapan Pekerja disaksikan oleh 2 (dua) orang yang mencatatkan nama dan

menandatangani di atas Surat Peringatan sebagai bukti kesaksian terhadap isi peringatan

yang diberikan.

10. Surat Peringatan mempunyai masa berlaku sebagai berikut:

a. Surat Peringatan Pertama : 3 (tiga) bulan

b. Surat Peringatan Kedua : 6 (enam) bulan

c. Surat Peringatan Ketiga (Terakhir) : 6 (enam) bulan

11. Sambil menunggu keputusan untuk tindakan disiplin terhadap Pekerja, Pimpinan
Perusahaan dapat memberhentikan tugas sementara (skorsing) Pekerja yang bersangkutan

dengan tetap membayar Upah Tetap (Upah Pokok + Tunjangan Tetap) beserta hak-hak
lainnya yang biasa diterima.

12. Perusahaan dapat mewajibkan Pekerja membayar ganti rugi atas kelalaian atau tindakan

yangterbukti menimbulkan kerugian bagi Perusafraajav-

63

^
L*
PERATURAN PERUSAHAAN
C elnu sa kmWmtJr Sigma
BAB - IX

DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPLIN

13. Yang berwenang untuk menjatuhkan sanksi adalah

Tingkat Pejabat berwenang

Pelanggaran Dilakukan oleh yang mengeluarkan Tembusan

Surat Peringatan

A. Peringatan Di bawah Section Head / Dept Head


1. Dept Head HR
Pertama & Atasan yang bersangkutan
2. Section / Dept Head
Kedua ( Section / Dept Head )
terkait

Section Head / Dept Head Atasan yang bersangkutan 1. Dept Head HR


2. Section / Dept Head
terkait

Di atas Section Head / Dept Head: Direktur atas usulan Dept 1. Direktur
Head terkait 2. Dept Head HR

B. Ketiga / Di bawah Section Head / Dept Head Section Head HR atas 1. Dept Head HR
Terakhir usulan Section / Dept Head 2. Section / Dept Head
terkait terkait

Section Head / Dept Head Dept Head HR atas usulan 1. Direktur


Dept Head terkait 2. Dept Head terkait

Di atas Section Head / Dept Head Direktur atas usulan Dept 1.Direktur
Head terkait 2.Dept Head HR

C. Skorsing Di bawah Section Head / Dept Head Atasan langsung dan 1. Dept Head HR
Section HR atas usulan 2. Section / Dept Head
Section / Dept Head terkait terkait

Section Head / Dept Head Direktur atas usulan Dept 1. Direktur


Head terkait 2. Section / Dept Head
terkait

Di atas Section Head / Dept Head Direktur

64

t?
r
PERATURAN PERUSAHAAN
elnusa
sigma
BAB-IX

DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPLIN

Pasal 56

Konflik Kepentingan

(Conflict Of Interest)

1. Perusahaan menuntut standard integritas dan kejujuran yang tinggi dari pekerjanya. Oleh
sebab itu, seluruh Pekerja wajib mematuhi Peraturan Perusahaan.

2. Pekerja tidak diperkenankan untuk dan atas nama Perusahaan melakukan tindakan yang
bertentangan dengan hukum yang berlaku.

3. Selama bekerja di Perusahaan ini, Pekerja tidak diperkenankan untuk bekerja di Perusahaan
lain tanpa ijin tertulis dari Pimpinan Perusahaan.

4. Ketentuan lebih lanjut tentang Konflik Kepenti Interest) diatur lebih lanjut
dalam Surat Keputusan Direktur.

65

til
<&
-4
PERATURAN PERUSAHAAN
elnusa
Slgme
BAB - IX

DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPLIN

CONTOH FORMULIR

SURAT PERINGATAN PERTAMA


(Prestasi Kerja)

KepadaYth.
Sdr
No. Pekerja
Jabatan
No.
Perihal: Peringatan Pertama

Berdasarkan evaluasi kinerja Saudara selama tahun yang lalu, Pimpinan PT Sigma
Cipta Utama dengan ini menyampaikan kekecewaan karena kinerja Saudara dalam tahun
tersebut ternyata sangat rendah (D). (Atau : dalam melaksanakan tugas sehari-hari saudara
sering melakukan kesalahan/ keterlambatan, dll)

Oleh karena itu, diharapkan agar dalam 3 (tiga) bulan sejak tanggal diterbitkan Surat Peringatan
ini Saudara sudah harus mampu menunjukkan perbaikan dan peningkatan kinerja, karena kami
tidak menghendaki Saudara gagal sehingga berakibat dikenakan tindakan yang lebih berat
berupa Surat Peringatan Kedua atau Ketiga (Terakhir).
Terlampir data SPK Saudara (atau data pendukung lainnya yang terkait).

Demikian disampaikan untuk diperhatikan.

PT Sigma Cipta Utama


Diterima oleh Dibuat oleh,
(atasan Bersangkutan)

(• •)

Tembusan :
1. Section Head HR Development & GA
2. Direktur
66

't
PERATURAN PERUSAHAAN
elnusa sigma
BAB - IX

DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPLIN

CONTOH FORMUUR

SURAT PERINGATAN KEDUA & TERAKHIR

(Prestasi Kerja)

KepadaYth.

Sdr.

No. Pekerja

Jabatan

No

Perihal: Peringatan Kedua

Sesuai dengan Surat Peringatan Pertama yang telah diberikan pada tanggal , Saudara

telah diperingatkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja Saudara.

Dengan ini Pimpinan Perusahaan menyampaikan rasa kecewa karena sejak tanggal s/d

tanggal ternyata Saudara tidak mampu memperbaiki dan meningkatkan kinerja Saudara.

Terlampir data review kinerja Saudara selama 3 (tiga) bulan.

Untuk itu kembali Saudara kami berikan Surat Peringatan Kedua & Terakhir (SP-2) sebagai

kesempatan Saudara untuk berusaha lebih baik lagi. Adapun SP-2 ini diberikan sebagai

pembinaan kinerja Pekerja agar Saudara mengetahui kesalahan yang telah Saudara lakukan dan

segera melakukan pembenahan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja Saudara.

Surat ini berlaku untuk jangka waktu 6 (enam) bulan dan kami harap Saudara benar-benar

memberikan perhatian dan apabila setelah diberikan SP ini dan Saudara masih belum mampu

67

n
/•••• PERATURAN PERUSAHAAN
elnusa
sigma
BAB - IX

DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPLIN

menunjukkan perubahan, maka Pimpinan Perusahaan dapat mengambil tindakan lebih tegas
berupa Pemutusan Hubungan Kerja dengan Saudara.

Demikian disampaikan untuk diperhatikan.

PT. Sigma Cipta Utama

Diterima oleh Dibuat oleh,

(atasan Bersangkutan)

Tembusan :

1. Section Head HR Development & GA

2. Direktur

68

<*
? i
PERATURAN PERUSAHAAN
C elnu! sigma
BAB - IX

DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPLIN

CONTOH FORMULIR

SURAT PERINGATAN PERTAMA

(Tindakan Indisipliner)

KepadaYth.

Sdr.

No. Pekerja

Jabatan

No

Perihal: Peringatan Pertama

Sesuai dengan Peraturan Perusahaan Bab Butir disebutkan bahwa

Berdasarkan data yang diperoleh , yaitu pada hari tanggal Saudara terbukti telah

melakukan (sebutkan jenis, tempat, dan waktu pelanggaran, misalnya : tidak masuk

kerja di kantor tanpa ijin atau datang terlambat sebanyak kali)

Atas kelaiaian Saudara tersebut, maka dengan ini Saudara diberikan Surat Peringtan Pertama.

Perlu Saudara ketahui bahwa Surat Peringatan Pertama ini kami sampaikan sebagai bentuk

Pembinaan Pekerja agar Saudara mengetahui kesalahan atau pelanggaran yang telah Saudara

lakukan dan agar tidak mengulangi ataupun melakukan pelanggaran yang lain.

69

r
PERATURAN PERUSAHAAN

G elnusa sigma
BAB - IX

DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPLIN

Demikian surat ini disampaikan dan kami harap Saudara memberikan perhatian sepenuhnya
atas tugas-tugas dan kewajiban Saudara agar dapat bekerja dengan lebih baik lagi.

Demikian disampaikan untuk diperhatikan.

PT Sigma Cipta Utama.

Diterima oleh Dibuat oleh,

(atasan Bersangkutan)

Tembusan :

1. Section Head HR Development & GA

2. Direktur

70

^
C
PERATURAN PERUSAHAAN
Oel nusa
'sigma
BAB - IX

DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPLIN

SURAT PERINGATAN KEDUA

(Tindakan Indisipliner)

Kepada Yth.

Sdr.

No. Pekerja

Jabatan

No

Perihal: Peringatan Kedua

Sebelumnya Saudara telah diberikan Surat Peringatan Pertama pada tanggal perihal

pelanggaran terhadap

Pada hari tanggal kembali Saudara telah terbuklti melakukan Hal ini

menunjukkan bahwa Saudara telah melakukan pelanggaran Peraturan Perusahaan Bab butir

,yaitu:" "

Oleh karena itu, maka dengan ini disampaikan surat ini kepada Saudara sebagai "Surat
Peringatan Kedua" yang berlaku selama 6 (enam) bulan efektif terhitung tanggal s/d

tanggal

Sekali lagi kami peringatkan, bahwa perbuatan Saudara tersebut di atas merupakan pelanggaran
disiplin kerja yang berlaku di Perusahaan yang dapat berakibat kepada tindakan disiplin yang
lebih berat berupa Surat Peringatan Ketiga dan Terakl
71

<?
*{*
PERATURAN PERUSAHAAN
r ' ..

v/elnu sa mO sigma
BAB - IX

DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPLIN

Demikian disampaikan untuk diperhatikan.

PT Sigma Cipta Utama.

Diterima oleh Dibuat oleh,

(atasan Bersangkutan)

Tembusan :

1. Section Head HR Development &GA

2. Direktur

72

<2 J*
PERATURAN PERUSAHAAN
C elnu sa Q sigma
BAB - IX

DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPLIN

CONTOH FORMUUR

SURAT PERINGATAN KETIGA (TERAKHIR)

(Tindakan Indisipliner)

Kepada Yth.

Sdr.

No. Pekerja :

Jabatan :

No :

Perihal: Peringatan Ketiga (Terakhir)

Berdasarkan surat dari atasan Saudara No Tanggal Perihal yang


menginformasikan adanya kejadian/pelanggaran/perbuatan yang telah Saudara lakukan pada
hari tanggal ..., yaitu : (dikemukakan kejadian atau pelanggaran yang diperbuatnya dengan
jelas)

Oleh karena itu, secara jelas terbukti bahwa Saudara telah melakukan pelanggaran terhadap
Peraturan Perusahaan Bab .... butir , yaitu : " "

Berkenaan dengan hal tersebut diatas, maka dengan ini disampaikan kepada Saudara Surat
Peringatan Ketiga (Terakhir) yang berlaku untuk jangka waktu 6 (enam) bulan efektif terhitung
tanggal s/d tanggal

Kami harap Saudara menyadari kesalahan/pelanggaran yang telah Saudara lakukan dan benar-

benar memberikan perhatian khusus terhadap surat ini agar pada waktu yang akan datang
Saudara dapat bertingkah laku dan bekerja dengar

73

^ t <*
r
PERATURAN PERUSAHAAN
elnusa sigma
BAB - IX

DISIPUN DAN TINDAKAN DISIPUN

Bilamana di kemudian hari ternyata Saudara berbuat kesalahan/pelanggaran yang serupa

ataupun kesalahan lain, maka kami akan mengambil tindakan yang lebih tegas berupa

Pemutusan Hubungan Kerja.

Demikian disampaikan untuk diperhatikan.

PT Sigma Cipta Utama

Diterima oleh Manager HR

Tembusan

1. Direktur

74

64 / V
I.
PERATURAN PERUSAHAAN
elnusa sigma
BAB - IX

DISIPUN DAN TINDAKAN DISIPUN

Pasal 57

Pembebasan Tugas Sementara (Skorsing)

1. Pekerja dapat dibebaskan sementara (skorsing) dari tugas karena :

a. Diduga telah melakukan pelanggaran terhadap Peraturan Perusahaan pasal 55 ayat 7


tentang Pelanggaran Tingkat Ketiga/Terakhir.

b. Terdapat dugaan keras bahwa Pekerja yang bersangkutan melakukan hal-hal yang
merugikan Perusahaan;

c. Pekerja yang bersangkutan melakukan kesalahan/kecerobohan dalam pekerjaan sehingga


menyebabkan bahaya atau terhentinya pekerjaan atau di tegur tidak boleh bekerja oleh
Klien

2. Pembebasan tugas sementara (skorsing), merupakan tindakan pemberhentian sementara


yang dilakukan oleh Perusahaan untuk maksud berikut:

a. Menunggu tambahan bukti-bukti;

b. Kesaksian penyelesaian masalah-masalah yang bersifat administratif;

c. Menunggu keputusan dari Pimpinan Perusahaan.

3. Pembebasan tugas sementara (skorsing) yang kemudian dapat disusul dengan keputusan
berupa:

a. Rehabilitasi

b. Demosi, atau

c. Pemutusan Hubungan Kerja.

4. Upah selama skorsing sebesar 100 % (seratus persen) Upah Tetap dan Tunjangan Tetap
beserta hak-hak lainnya tetap dibayarkan.

5. Pekerja yang sedang menjalani skorsing tidak diperkenankan masuk ke dalam lingkungan
, - ;-, 75
\

IJJAKB^ //
^-J*
PERATURAN PERUSAHAAN

G elnusa sigma
BAB - IX

DISIPUN DAN TINDAKAN DISIPUN

Perusahaan tanpa ijin Perusahaan.

6. Surat skorsing ditandatangani oleh Pekerja yang bersangkutan dihadapan Atasan langsung

dan Section Head HR. Apabila Pekerja berkeberatan menandatangani, surat skorsing cukup
dibacakan dihadapan Pekerja disaksikan oleh 2 (dua) orang yang mencatatkan nama dan

menandatangani di atas surat skorsing sebagai bukti kesaksian terhadap isi skorsing yang
diberikan.

7. Skorsing dalam rangka Pemutusan Hubungan Kerja dilaksanakan sampai adanya penetapan
dari lembaga perselisihan hubungan industrial.

76

^
£*
/"V
PERATURAN PERUSAHAAN
elnusa
'sigma
BAB-IX

DISIPUN DAN TINDAKAN DISIPUN

Contoh : SURAT PEMBEBASAN TUGAS SEMENTARA (SKORSING)

Kepada Yth.

Sdr.

No. Pekerja

Jabatan

No

Perihal: Pembebasan Tugas Sementara (Skorsing)

Pada hari tanggal Saudara telah terbukti melakukan (misalnya : dengan sengaja

melakukan pengrusakan terhadap barang-barang Perusahaan atau orang lain), perbuatan yang

melanggar ketentuan Bab butir tentang Peraturan Perusahaan PT Sigma Cipta

Utama 2015-2017. Sementara persoalan tersebut dalam proses penyelidikan, maka terhitung

mulai tanggal s/d tanggal Saudara dibebas-tugaskan sementara dari Pekerjaan


(skorsing) sampai ada ketentuan lebih lanjut.

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka selama dalam pembebastugasan sementara,

kepada Saudara diberikan upah sebesar upah pokok dan tunjangan tetap sebagai berikut:

100 % (seratus persen) dari upah pokok dan tunjangan tetap

Selain upah tersebut kepada Saudara beserta keluarga tetap diberikan fasilitas jaminan Rawat

Inap sesuai ketentuan yang berlaku. Pelaksanaan pemberian upah dan fasilitas kepada keluarga

Saudara seperti tersebut diatas, baru dapat dijalankan apabila fasilitas yang diberikan oleh

Perusahaan, seperti ID Card atau izin masuk lapangan industri dan lain sebagainya atau

77

&
i *
PERATURAN PERUSAHAAN
Oelnusa sigma
BAB - IX

DISIPUN DAN TINDAKAN DISIPUN

kewajiban Saudara yang harus diselesaikan dengan Perusahaan sudah dikembalikan kepada
bagian yang bersangkutan melalui atasan Saudara atau diselesaikan perhitungannya.

Demikian untuk Saudara maklum.

PT Sigma Cipta Utama.

Diterima oleh Direktur/Manager HR

(•
Tembusan :

1. Section Head HR Development &GA

2. GM.terkait

78

<&
I.