Anda di halaman 1dari 15

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY

“Hidrolisis Garam”

Di Susun Oleh :

ALIVIA CHOLIDIANY (140301940

NUR AISYI SAKINAH (14030194070)

ANADHOFA AINURROHMAH (14030194072)

PENDIDKAN KIMIA B 2014

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2017
SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA

Satuan Pendidikan : SMA


Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas/Semester : XI/1
Kompetensi Inti:
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun,
responsif dan proaktif, dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
1.1 Keteraturan dari sifat  Laju Reaksi Mengamati Sikap 12 JP  Buku kimia
hidrokarbon,  Teori  Observasi perilaku kelas XI
termokimia, laju tumbukan  Mencari informasi dengan cara ilmiah dalam  Lembar
 Faktor-faktor membaca/ melihat/ mengamati reaksi melakukan percobaan kerja
reaksi, kesetimbang-
penentu laju dan presentasi,
an kimia, larutan dan yang berjalan sangat cepat dan reaksi  Berbagai
reaksi misalnya: melihat
koloid sebagai wujud  Orde reaksi yang berjalan sangat lambat, contoh skala volume dan sumber
kebesaran Tuhan dan petasan, perkaratan (korosi) suhu, cara lainnya
YME dan pengetahu-  persamaan laju Menanya menggunakan pipet,
an tentang adanya reaksi cara menimbang,
keteraturan tersebut Mengajukan pertanyaan terkait hasil keaktifan, kerja sama,
pengamatan mengapa ada reaksi yang komunikatif,
sebagai hasil
lambat dan reaksi yang cepat tanggungjawab, dan
pemikiran kreatif peduli lingkungan,
manusia yang Mengumpulkan Informasi dsb)
kebenarannya bersifat
tentatif. Pengetahuan
2.1 Menunjukkan perilaku  Mendiskusikan pengertian laju reaksi Tes tertulis uraian
ilmiah (memiliki rasa  Mendiskusikan faktor-faktor yang  Menganalsis data
ingin tahu, disiplin, mempengaruhi laju reaksi hasil percobaan
 Merancang percobaan tentang faktor- faktor-faktor yang
jujur, objektif, terbuka,
faktor yang mempengaruhi laju reaksi mempengaruhi laju
mampu membedakan reaksi
(ukuran, konsentrasi, suhu dan katalis)
fakta dan opini, ulet,  Membuat grafik
dan mempresentasikan hasilnya untuk
teliti, bertanggung menyamakan persepsi laju reaksi
jawab, kritis, kreatif,  Melakukan percobaan tentang faktor- berdasarkan data
inovatif, demokratis, faktor yang mempengaruhi laju reaksi.  Menganalisis data
komunikatif) dalam  Mengamati dan mencatat data hasil hasil percobaan untuk
menentu-kan orde
merancang dan percobaan
reaksi dan persamaan
melakukan percobaan laju reaksi
serta berdiskusi yang Menalar/Mengasosiasi
diwujudkan dalam Keterampilan
sikap sehari-hari.  Mengolah data untuk membuat grafik Portofolio
laju reaksi  Laporan
 Mengolah dan menganalisis data hasil percobaan
3.7. Menganalisis faktor- percobaan faktor-faktor yang
faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
 Mengolah dan menganalisis data hasil
mempengaruhi laju
percobaan untuk menentukan orde
reaksi dan reaksi dan persamaan laju reaksi
 Menyimpulkan peran katalis dalam
menentukan orde
industri kimia.
reaksi berdasarkan
data hasil percobaan.
Mengomunikasikan
4.7 Merancang,
melakukan, dan  Membuat laporan hasil percobaan
menyimpulkan serta dengan menggunakan tata bahasa yang
menyajikan hasil benar.
percobaan faktor-faktor  Mempresentasikan hasil percobaan
yang mempengaruhi laju dengan menggunakan tata bahasa yang
reaksi dan orde reaksi. benar.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

A. Identitas
Identitas Sekolah : SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas /Semester : XI/1
Materi Pokok : Hidrolisis Garam
Alokasi Waktu : 1x45 menit

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator:


KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,


peduli(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif,
dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,


prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan
KD dari KI 1 :

1.1 Keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju reaksi, kesetimbang-an kimia,
larutan dan koloid sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahu-an tentang
adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang
kebenarannya bersifat tentatif.
Indikator :
1.1.1 Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan belajar berlangsung
1.1.2 Mengucapkan salam sebelum dan sesudah memulai/mengakhiri pelajaran dan
ketika presentasi
1.1.3 Menghubungkan tentang fenomena hidrolisis garam dengan kebesaran Tuhan
1.1.4 Bersyukur atas pengetahuan yang telah Tuhan YME berikan yang kebenarannya
bersifat tentatif

KD dari KI 2:
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif,
terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis,
kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan
percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
Indikator :
2.1.1 Melakukan pengamataan atau percobaan dengan jujur, disiplin, dan
bertanggung jawab.
2.1.2 Menunjukkan perilaku bekerja sama serta berdiskusi dengan kelompok dalam
melakukan percobaan

KD dari KI 3 :

3.12 Menganalisis garam-garam yang mengalami hidrolisis.

Indikator:

3.12.1 Menganalisis fenomena garam yang mengalami hidrolisis dalam kehidupan


sehari-hari
3.12.2 Memanfaatkan pengetahuan tentang garam yang mengalami hidrolisis
untuk menyelesaikan masalah yang ada disekitarnya.
KD dari KI 4 :

4.12 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan untuk
menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis.

Indikator:

4.7.1 Merancang dan melakukan percobaan untuk mengetahui jenis garam yang
mengalami hidrolisis pada suatu fenomena
4.7.2 Mengolah data percobaan atau informasi, sehingga mampu menyimpulkan
jenis garam yang mengalami hidrolisis
4.7.3 Menganalisis data percobaan atau informasi, sehingga dapat menerapkan
pengetahuan tentang hidrolisis garam

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Peserta mampu mengetahui dan mensyukuri manfaat dan aplikasi fenomena


tentang hidrolisis garam sebagai wujud kebesaranTuhan Yang MahaEsa
2. Peserta didik melalui kerja kelompok siswa dapat menunjukkan prilaku kerja
sama dalam merancang dan melakukan percobaan dengan baik
3. Peserta didik mampu menunjukkan sikap jujur, disiplin, dan bertanggung
jawab dalam memecahkan masalah dan melakukan percobaan pada fenomena
tentang hidrolisis garam
4. Peserta didik melalui kajian pustaka, dapat meramalkan ciri-ciri jenis garam
yang terhidrolisis pada suatu fenomena
5. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian hidrolisis garam dan proses
terjadinya melalui percobaan dengan benar.
6. Peserta didik dapat menjelaskan dan menentukan jenis garam yang dapat
terhidrolisis dalam air melalui percobaan dengan benar.
7. Peserta didik mampu menentukan alat, bahan, dan variabel percobaan sesuai
dengan percobaan yang akan dilakukan dengan tepat
8. Peserta didik dapat menentukan rumusan masalah berdasarkan fenomena
dengan tepat
9. Peserta didik dapat menentukan hipotesis berdasarkan fenomena dengan tepat
10. Peserta didik dapat melakukan percobaan identifikasi sifat larutan garam
melalui kertas lakmus dan indikator universal sesuai dengan prosedur
percobaan dengan baik dan benar.
11. Peserta didik dapat melakukan percobaan untuk menguji hipotesis yang
diajukan dengan cermat
12. Peserta didik mengumpulkan data hasil percobaan dengan benar melalui tabel
hasil pengaamatan
13. Peserta didik mampu menganalisis data hasil percobaan yang diperoleh dengan
benar
14. Peserta didik mampu membuat kesimpulan berdasarkan hasil percobaan
dengan tepat

D. Materi Pembelajaran
Materi : Hidrolisis Garam
Sub Materi : Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi
E. Metode Pembelajaran :
 Pendekatan : Saintifik (Scientific Learning)
 Model pembelajaran : Inquiry
 Metode pembelajaran : Diskusi kelompok, investigasi dalam percobaan, Tanya
jawab dan percobaan
 Strategi : Mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi,
dan mengkomunikasi

F. Media,dan Sumber Belajar


 Media
1. Power point “Hidrolisis Garam”
2. Demostrasi berupa praktikum
Alat:

o Plat tetes
o Pipet tetes
o pinset
Bahan :
o Larutan KCl
o Larutan MgSO4
o Larutan NH4Br
o Larutan (NH4)2SO4
o Larutan Na2CO3
o Larutan (CH3COO)2Ca
o Larutan NH4CH3COO
o Larutan NH4CN
o Kertas lakmus merah dan biru
o Kertas indikator universal

Media:
 power point
 LKS Hidrolisis Garam
 Sumber belajar:
1. Buku Kimia SMA/MA kelas XI
1. A.Haris Watoni, KIMIA untuk SMA/MA Kelas XI, Yrama Widya, Bandung
2. Riandi Hidayat dkk, Panduan Belajar KIMIA 2A, Goyal Brother Prakashan
2. LKS Hidrolisis Garam
3. Internet atau sumber-sumber yang lain

G. URAIAN MATERI PEMBELAJARAN

Sebagaimana diketahui, garam merupakan senyawa ion yang terdiri dari


kation logam dan anion sisa asam. Kation garam dapat dianggap berasal dari suatu
basa, sedangkan anionnya berasal dari suatu asam. Jadi, suatu garam mempunyai
komponen basa (kation) dan komponen asam (anion).

Contoh:

Natrium klorida (NaCl) terdiri dari kation Na+ yang dapat dianggap dari NaOH, dan
anion Cl- yang berasal dari HCl. Di dalam air, NaCl terdapat sebagai ion-ion yang
terpisah.

NaCl(aq)  Na+(aq) + Cl-(aq)

Sebagian asam dan basa tergolong elektrolit kuat, sedangkan sebagian


lainnya tergolong elektrolit lemah. Di antara asam dan basa yang biasa ditemukan,
yang tergolong elektrolit kuat adalah:

Asam kuat: H2SO4, HCl, HNO3, (juga HI, HBr, dan HClO4)

Basa kuat : NaOH, KOH, (semua basa logam alkali tanah, kecuali Be(OH)2))

Sifat larutan garam bergantung pada kekuatan relatif asam-basa


penyusunnya. Sifat larutan garam dapat dijelaskan dengan konsep hidrolisis.
Hidrolisis merupakan istilah umum yang digunakan untuk reaksi zat dengan air
(hidrolisis berasal dari kata hydro yang berarti air dan lysis yang berarti peruraian).
Menurut konsep ini, komponen garam (kation dan anion) yang berasal dari asam
lemah atau basa lemah bereaksi dengan air (terhidrolisis). Hidrolisis kation
menghasilkan ion H3O+ (H+), sedangkan hidrolisis anion menghasilkan ion OH-.

a. Garam dari asam kuat dan basa kuat


Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis,
maka larutannya bersifat netral
Contoh:
NaCl(aq) Na+(aq) + Cl-(aq)
Na+(aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi)
Cl-(aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi)
b. Garam dari asam lemah dan basa kuat
Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat mengalami hidrolisis
anion (hidrolisis parsial) dan menghasilkan ion OH-, maka larutan bersifat basa
Contoh:
CH3COONa(aq) Na+(aq) + CH3COO-(aq)
CH3COO-(aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) + OH-(aq)
+
Na (aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi)
c. Garam dari asam kuat dan basa lemah
Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat mengalami hidrolisis
kation (hidrolisis parsial) dan menghasilkan ion H3O+, maka larutan bersifat
asam

Contoh:

NH4Cl(aq) NH4+(aq) + Cl-(aq)

NH4+(aq) + H2O(l) NH3(aq) + H3O+(aq)

Cl-(aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi)

d. Garam dari asam lemah dan basa lemah


Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah mengalami hidrolisis
total,
Contoh:
NH4CH3COO(aq) NH4+(aq) + CH3COO-(aq)

NH4+(aq) + H2O(l) NH3 (aq) + H3O+(aq)

CH3COO-(aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) + OH-(aq)


Sifat larutan bergantung pada harga tetapan ionisasi asam dan ionisasi basanya
(Ka dan Kb)
Ka > Kb : bersifat asam
Ka < Kb : bersifat basa
Ka = Kb : bersifat netral

H. Kegiatan Pembelajaran
KEGIATAN DESKRIPSI Alokasi
Waktu
KEGIATAN Fase 1 :memusatkan perhatian siswa dan menjelaskan 5 menit
AWAL proses inkuiri
1. Guru mengucapkan salam kepada
(PENDAHULUA
peserta didik
N)
2. Guru meminta salah satu peserta didik
untuk memimpin doa sebelum proses pembelajaran
dimulai.
3. Guru mengecek kehadiran peserta didik
sebelum proses pembelajaran dimulai.
4. (Apersepsi) Peserta didik mengaitkan
materi dengan pengetahuan awal yang mereka miliki
dengan mengajukan pertanyaan asam, basa, serta
larutan penyangga
5. (memotivasi) mengamati fenomena yang
terjadi pada Guru memotivasi siswa dengan
menunjukkan gambar sabun di slide powerpoint
untuk mengkaitkan materi yang akan disampaikan
yaitu hidrolisis garam. Serta mengkomunikasikan
sebuah fenomena kepada siswa tentang penggunaan
pupuk dalam tanaman melalui slide power point
(mengamati)
6. Peserta didik mengajukan pertanyaan.
7. Peserta didik untuk diarahkan ke topik
yang akan dibahas.
8. Guru menjelaskan secara singkat tentang
materi Hidrolisis Garam
9. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran pada pertemuan kali ini.
Inti Fase 2 : Menghadirkan masalah inkuiri atau 35 menit
fenomena
1. Peserta didik dibagi dalam beberapa
kelompok, setiap anggota kelompok terdiri dari 3-4
orang
2. Peserta didik menerima LKS yang
dibagikan oleh guru
3. Peserta didik dibimbing oleh guru
menemukan masalah yang sesuai dengan fenomena
yang telah disajikan oleh guru
4. Peserta didik menentukan rumusan
masalah berdasarkan fenomena yang telah disajikan
dan mengkaitkan pada materi Hidrolisis Garam yang
diajarkan dan menuliskan rumusan masalah yang tepat
di LKS. Rumusan masalah yang diharapkan
“Bagaimana pengaruh jenis asam dan basa
pembentuk garam terhadap sifat larutan garam?”
5. Peserta didik dan guru
mengklarifikasikan rumusan masalah yang tepat

Fase 3: Membantu peserta didik merumuskan hipotesis


untuk menjelaskan fenomena
6. Peserta didik berdiskusi dengan
kelompok untuk menentukan hipotesis yang sesuai
berdasarkan rumusan masalah yang telah disepakati
dengan membaca literature dari buku pegangan
peserta didik
7. Peserta didik menyatakan pendapatnya
sebagai upaya menyampaikan hipotesis yang tepat
untuk rumusan masalah tersebut.
8. Peserta didik berdiskusi dengan teman
sekelompok untuk menentukan alat dan bahan serta
variabel-variabel yang sesuia dengan percobaan yang
dilakukan
9. Peserta didik menyatakan pendapat
sebagai upaya menyampaikan alat dan bahan yang
tepat untuk percobaan yang dilakukan serta dapat
menyebutka variabel-variabel yang sesuai dengan
percobanan yang akan dilakukan
Fase 4 : Mendorong siswa mengumpulkan data untuk
menguji hipotesis
10. Peserta didik melakukan percobaan
untuk membuktikan hipotesis dan menemukan
jawaban atas pertanyaaan yang telah dirumuskan
dengan cermat (mengumpulkan data)
11. Peserta didik bekerja sama dengan
anggota kelompoknya untuk melakukan percobaan
(mengkomunikasikan)
12. Peserta didik mengajukan pertanyaan
kepada guru apabila mengalami kesulitan dalam
melaakukan percobaan
Fase 5 : Merumuskan Penjelasan
13. Peserta didik mengumpulkan data hasil
percobaan dengan benar dengan mengisi tabel hasil
pengamatan pada LKS dengan bimbingan guru
secara jujur, disiplin dan bertanggung jawab
(Mengasosiasi)
14. Peserta didik menganalisis data dan hasil
percobaan dengan menjawa soal yang ada di LKS
Fase 6 : Menganalisis dan mengevaluasi proses
pemecahan masalah
15. Peserta didik dari perwakilan kelompok
mempresentasiika hasil percobaannya dan
menjawab soal yang ada di LKS di depan kelas
(Mengkomunikasikan)
16. Peserta didik dapat meramalkan
17. Peserta didik dapat menjelaskan
18. Peserta didik menyampaikan kesimpulan
berdasarkan percobaan dengan bimbingan guru
Penutup 1. Guru memberikan peserta didik latihan lanjutan 5 menit
dengan memberikan tugas di rumah.
2. Peserta didik diberi tugas mempelajari materi yang
akan dipelajari saat pertemuan selanjutnya.
3. Guru mengakhiri pembelajaran dan meminta siswa
untuk memimpin doa.
4. Guru menutup dengan salam.

I. PENILAIAN
1. Penilaian Spiritual dalam bentuk Angket Diri
Bentuk Instrumen: Check List (Lampiran 01.)
2. Penilaian sikap (perilaku atau sosial)
Bentuk Instrumen: rubrik penilaian perilaku (Lampiran 02.)
3. Penilaian pengetahuan (kognitif) kelompok (soal uraian) dan individu (soal

pilihan ganda dan uraian)


Bentuk Instrumen: penskoran(Lampiran 03.)
4. Penilaian kinerja (psikomotorik)
Bentuk Instrumen: rubrik penilaian kinerja (Lampiran 04.)