Anda di halaman 1dari 17

TEKNIK SWITCHING DAN

REKAYASA TRAFIK

REC. E. 164 NUMBERING PLAN


Latar Belakang
• Untuk memberikan akses sambungan dari dan ke pelanggan, maka setiap
pelanggan harus mempunyai nomor atau alamat tertentu yang unik (tidak
ganda). Karena jaringan telepon bersifat global, yang berarti dapat
berhubungan dari mana dan ke mana saja di seluruh dunia, maka ITU
memberikan satu pedoman penomoran (numbering) yang seragam untuk
seluruh dunia yang dituangkan dalam satu rekomendasi. Rekomendasi
tersebut adalah ITU-T E.164 .
PETA KONSEP

Pengertian

Telephone Implementasi
Tujuan IT-TE.123
Numbering di Indonesia

Peraturan ITU-TX.121

UU RI NO. 36
TAHUN 19999
Telephone Numbering (penomoran)
• Sistem penomoran adalah suatu aturan/tatacara dalam memberikan
tanda/alamat pada suatu terminal telekomunikasi yang “unik” (tidak ada
duanya), sehingga dapat mengarahkan informasi dari suatu tempat (pengirim)
ketempat lainnya (tujuan) dengan tepat.
Tujuan Penomoran

1 • Mengidentifikasi panggilan pelanggan untuk pembebanan (charging)

• Membuat suatu metode nomor panggil yang seragam dan sederhana untuk suatu negara
2

3
• Merutekan setiap panggilan

4
• Membedakan setiap pelanggan dengan nomor yang unik

5
• Membuat sistem penomoran untuk jangka panjang
Telephone Numbering

Cakupan :
• –Pelanggan tetap (fixed) : pelanggan biasa, PABX (DDI), pelayanan khusus/darurat
• –Pelanggan bergerak (mobile)
• –Nomor pribadi (personal numbering) spt UPT (Universal Personal Telecommunication)
• Nomor pelayanan IN (spt free phone, credit card calling, premium call dll)
Peraturan Terkait
E.164

adalah rekomendasi ITU-T , yang diberi judul Rencana


penomoran telekomunikasi publik internasional , yang
menetapkan rencana penomoran untuk jaringan telepon
umum (PSTN) dan beberapa jaringan data lainnya
di seluruh dunia .
Definisi E.164
• format umum untuk nomor telepon internasional . Nomor-nomor yang
memenuhi syarat dibatasi hingga maksimum 15 digit, tidak
termasuk awalan panggilan internasional . Penyajian angka biasanya
diawali dengan tanda tambah ( + ), yang menunjukkan bahwa nomor
tersebut menyertakan kode panggilan negara . Ketika melakukan
panggilan, nomor tersebut biasanya harus diawali dengan awalan
panggilan internasional yang sesuai (menggantikan tanda tambah), yang
merupakan kode trunk untuk mencapai sirkuit internasional dari dalam
negara asal panggilan.
STRUKTUR PENOMORAN MENURUT
REKOMENDASI ITU-T E. 164
• CC : Country Code .
Untuk indonesia adalah 62
• Maksimum N(S)N : 13 digit
• NDC ( National Destination
Code) : 2 kategori tujuan
Implementasi Rec . E 164 di Indonesia
jasa teleponi dan ISDN melalui jaringan tetap

• Misalkan : +62 22 2534133


• 62 kode negara Negara Indonesia
• 2 kode wilayah bandung
• 2534133 nomor pelanggan
Untuk penyelenggaraan jasa teleponi melalui
jaringan bergerak

Sebagai contoh : +62 811 1932258


• 62 adalah kode Negara Indonesia
• 811 adalah kode Akses untuk operator seluler Telkomsel
• 1932258 adalah nomor Pelanggan


1. AHADIAH DEWI
2. ANDRIANI DEWI
3. DEO AGUS NUR
4. DHEA FIKY
5. DIO ALIF AL
6. IIN DEWI ANJANI