Anda di halaman 1dari 13

STANDAR AUDIT 600

PERTIMBANGAN KHUSUS–AUDIT ATAS

LAPORAN KEUANGAN GRUP

(TERMASUK PEKERJAAN AUDITOR KOMPONEN)

A. PENDAHULUAN

1. Ruang Lingkup

SPA 600 merupakan standar yang berkaitan dengan pertimbangan

khusus yang berlaku untuk audit grup, terutama audit yang melibatkan auditor

komponen. Auditor dapat menggunakan SA ini jika melibatkan auditor lain

dalam audit atas laporan keuangan yang diperlukan sesuai dengan kondisi.

Auditor komponen harus dilakukan oleh statua, regulasi, atau alasan lain,

untuk menyatakan opini audit atas laporan keuangan komponen sebagai bukti

audit grup.

2. Tanggal Efektif

SA ini berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk periode

yang dimulai pada atau setelah tanggal: (i) 1 Januari 2013 (untuk Emiten),

atau (ii) 1 Januari 2014 (untuk entitas selain Emiten). Penerapan dini

dianjurkan untuk entitas selain Emiten.

B. TUJUAN

Tujuan auditor dalam SA 600 adalah:

1. untuk menentukan apakah bertindak sebagai auditor laporan keuangan

grup, dan
2. Jika bertindak sebagai auditor laporan keuangan grup maka auditor harus

berkomunikasi secara jelas dengan auditor komponen mengenai ruang

lingkup dan waktu pekerjaan .

C. DEFINISI

1. Komponen: suatu entitas atau aktivitas bisnis yang untuk itu manajemen

grup atau komponen menyusun informasi keuangan yang harus disajikan

bagian dalam laporan keuangan grup.

2. Auditor komponen: Seorang auditor berdasarkan permintaan tim perikatan

grup, melaksanakan pekerjaan atas informasi keuangan yang berkaitan

dengan suatu komponen untuk tujuan audit grup.

3. Manajemen komponen: Manajemen yang bertanggung jawab atas

penyusunan informasi keuangan suatu komponen.

4. Materialitas komponen: Materialitas bagi suatu komponen yang

ditentukan oleh tim perikatan grup.

5. Grup: semua komponen yang informasi keuangannya dimasukkan ke

dalam laporan keuangan grup. Suatu grup selalu memiliki lebih dari satu

komponen.

6. Audit grup: Audit atas laporan keuangan grup.

7. Opini audit grup: Opini audit atas laporan keuangan grup.

8. Rekan perikatan grup: Rekan atau personel lain dalam firm yang

bertanggung jawab atas perikatan audit grup dan pelaksanaannya.

9. Laporan keuangan grup: Laporan keuangan yang mencakup informasi

keuangan lebih dari satu komponen.


10. Manajemen grup: Manajemen yang bertanggung jawab atas penyusunan

laporan keuangan grup.

11. Pengendalian grup secara keseluruhan: Pengendalian yang didesain,

diimplementasikan, dan dipertahankan oleh manajemen grup terhadap

pelaporan keuangan grup.

12. Komponen signifikan : Suatu komponen yang diidentifikasi oleh tim

perikatan grup

i. bahwa secara keuangan dan individual adalah signifikan bagi grup,

atau

ii. bahwa, karena secara sifat dan kondisi spesifiknya, kemungkinan

mengandung risiko kesalahan penyajian material yang signifikan

dalam laporan keuangan grup.

D. KETENTUAN

1. Tanggung Jawab

Rekan perikatan grup bertanggung jawab atas pengarahan,

penyupervisian, dan pelaksanaan perikatan audit grup sesuai dengan standar

profesional dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan

apakah laporan auditor yang diterbitkan telah sesuai dengan kondisinya.

2. Strategi Audit Keseluruhan dan Rencana Audit

Tim perikatan grup harus menetapkan strategi audit grup keseluruhan

dan harus mengembangkan rencana audit grup berdasarkan SA 300.6


3. Pemahaman atas Grup, Komponen, dan Lingkungannya

Auditor diharuskan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko

kesalahan penyajian material melalui pemerolehan pemahaman tentang entitas

dan lingkungannya. Tim perikatan grup harus:

a) Memperluas pemahamannya tentang grup dan komponen serta

lingkungannya, termasuk pengendalian grup secara keseluruhan, yang

diperoleh selama tahap penerimaan dan keberlanjutan; dan

b) Memperoleh pemahaman tentang proses konsolidasi, termasuk instruksi

yang dikeluarkan oleh manajemen grup kepada komponen.)

Tim perikatan grup harus memperoleh pemahaman yang cukup untuk:

a) Mengonfirmasi atau merevisi identifikasi awal tentang komponen yang

kemungkinan signifikan

b) Menilai risiko kesalahan penyajian material laporan keuangan grup, baik

yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan

Pemahaman Auditor Komponen

Jika tim perikatan grup merencanakan untuk meminta auditor

komponen untuk melaksanakan pekerjaan atas informasi keuangan komponen,

tim perikatan grup harus memperoleh pemahaman tentang hal berikut ini:

a) Apakah auditor komponen memahami dan akan mematuhi ketentuan

etika yang relevan dengan audit grup dan, terutama apakah auditor

komponen independen.

b) Kompetensi profesional auditor komponen


c) Apakah tim perikatan grup dapat terlibat dalam pekerjaan auditor

komponen sepanjang diperlukan untuk memperoleh bukti audit yang

cukup dan tepat.

d) Apakah auditor komponen beroperasi dalam suatu lingkungan yang aktif

mengawasi auditor.

4. Materialitas

Tim perikatan grup harus menentukan berikut ini :

a) Materialitas bagi laporan keuangan grup sebagai keseluruhan pada

waktu menetapkan strategi audit grup secara keseluruhan.

b) Jika, dalam kondisi spesifik grup, terdapat golongan transaksi, saldo

akun, atau pengungkapan tertentu dalam laporan keuangan grup di

mana kesalahan penyajian dalam jumlah yang lebih rendah dari

materialitas untuk laporan keuangan grup secara keseluruhan dapat

secara masuk akal diharapkan akan memengaruhi keputusan

ekonomi pengguna yang diambil berdasarkan laporan keuangan

grup.

c) Materialitas komponen untuk komponen yang di dalamnya auditor

komponen akan melaksanakan suatu audit atau suatu reviu untuk

tujuan audit grup.

d) Ambang batas di mana kesalahan penyajian di atas ambang batas

tersebut tidak boleh dianggap tidak penting bagi laporan keuangan

grup.
5. Respons terhadap Risiko yang Telah Dinilai

Auditor diharuskan untuk merancang dan mengimplementasikan

respons tepat yang ditujukan ke risiko yang telah dinilai atas kesalahan

penyajian material laporan keuangan. 9 Tim perikatan grup harus menentukan

tipe pekerjaan yang dilaksanakan oleh tim perikatan grup, atau auditor

komponen atas nama tim perikatan grup, terhadap informasi keuangan

komponen (lihat paragraf 26–29). Tim perikatan grup harus juga menentukan

sifat, saat, dan luas keterlibatan mereka dalam pekerjaan auditor komponen

(lihat paragraf 30–31).

6. Proses Konsolidasi

Berdasarkan pada paragraf 17, tim perikatan grup memperoleh

pemahaman tentang pengendalian grup secara keseluruhan dan proses

konsolidasi, termasuk instruksi yang dikeluarkan oleh manajemen grup

kepada komponen. Berdasarkan paragraf 25, tim perikatan grup, atau auditor

komponen, sesuai dengan permintaan tim perikatan grup, menguji efektivitas

operasi pengendalian grup secara keseluruhan jika sifat, saat, dan luas

pekerjaan yang harus dilaksanakan atas proses konsolidasi didasarkan pada

ekspektasi bahwa pengendalian grup secara keseluruhan beroperasi secara

efektif, atau jika prosedur substantif saja tidak dapat menyediakan bukti audit

yang cukup dan tepat pada tingkat asersi.

Tim perikatan grup harus merancang dan melaksanakan prosedur audit

lebih lanjut atas proses konsolidasi untuk merespons risiko yang telah dinilai

tentang kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan grup yang


timbul dari proses konsolidasi. Hal ini harus mencakup pengevaluasian apakah

semua komponen telah dimasukkan ke dalam laporan keuangan grup.

Tim perikatan grup harus mengevaluasi ketepatan, kelengkapan, dan

akurasi penyesuaian dan reklasifikasi konsolidasi, dan harus mengevaluasi

apakah terdapat faktor-faktor risiko kecurangan atau kemungkinan bias

manajemen.

7. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan

Jika tim perikatan grup atau auditor komponen melaksanakan audit

atas informasi keuangan komponen, tim perikatan grup atau auditor komponen

harus melaksanakan prosedur yang dirancang untuk mengidentifikasi

peristiwa di komponenkomponen tersebut yang terjadi antara tanggal

informasi keuangan komponen dengan tanggal laporan auditor atas laporan

keuangan grup, dan yang mungkin memerlukan penyesuaian terhadap atau

pengungkapan dalam laporan keuangan grup.

8. Komunikasi dengan Auditor Komponen

Tim perikatan grup harus mengomunikasikan ketentuanketentuannya

kepada auditor komponen. Komunikasi ini harus menegaskan pekerjaan yang

harus dilaksanakan, pemanfaatan pekerjaan tersebut, dan bentuk dan isi

komunikasi auditor komponen kepada tim perikatan grup. Di samping itu

komunikasi tersebut juga mencakup berikut ini:

a) Suatu permintaan bahwa auditor komponen, dengan mengetahui

konteks tim perikatan grup akan menggunakan pekerjaan auditor


komponen, mengonfirmasi bahwa auditor komponen akan bekerja

sama dengan tim perikatan grup.

b) Ketentuan etik yang relevan dengan audit grup dan, khususnya,

ketentuan

c) Dalam hal suatu audit atau reviu atas informasi keuangan komponen,

materialitas komponen (dan, jika berlaku, tingkat materialitas untuk

golongan transaksi, saldo akun, atau pengungkapan tertentu) dan

ambang batas di mana kesalahan penyajian di atas ambang batas

tersebut tidak boleh dianggap tidak penting bagi laporan keuangan

grup.

d) Risiko kesalahan penyajian material yang signifikan yang

teridentifikasi dalam laporan keuangan grup, karena kecurangan atau

kesalahan, yang relevan dengan pekerjaan auditor komponen. Tim

perikatan grup harus meminta auditor komponen untuk

mengomunikasikan secara tepat waktu risiko kesalahan penyajian

material yang signifikan yang teridentifikasi dalam laporan keuangan

grup, karena kecurangan atau kesalahan, dalam komponen, dan

respons auditor komponen terhadap risiko tersebut.

e) Suatu daftar pihak berelasi yang dibuat oleh manajemen grup, dan

pihak berelasi lain yang diketahui oleh tim perikatan grup. Tim

perikatan grup harus meminta kepada auditor komponen secara tepat

waktu tentang pihak berelasi yang sebelumnya tidak teridentifikasi

oleh manajemen grup atau tim perikatan grup. Tim perikatan grup
harus menentukan apakah perlu mengidentifikasi pihak berelasi

tambahan ke auditor komponen yang lain.

Tim perikatan grup harus meminta auditor komponen untuk

mengomunikasikan hal-hal yang relevan dengan kesimpulan tim perikatan

grup yang berkaitan dengan audit grup. Komunikasi tersebut harus mencakup:

a) Apakah auditor komponen telah mematuhi ketentuan etika yang

relevan dengan audit grup, termasuk independensi dan kompetensi

profesional;

b) Apakah auditor komponen telah mematuhi ketentuan tim perikatan

grup;

c) Identifikasi informasi keuangan komponen yang dilaporkan oleh

auditor komponen;

d) Informasi tentang ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-

undangan yang dapat mengakibatkan kesalahan penyajian material

dalam laporan keuangan grup;

e) Suatu daftar kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi dalam informasi

keuangan komponen (daftar ini tidak perlu berisi kesalahan penyajian

yang berada di bawah batas kesalahan penyajian yang secara jelas

tidak signifikan untuk dikomunikasikan oleh tim perikatan grup;

f) Indikator tentang kemungkinan bias manajemen;

g) Penjelasan adanya defisiensi signifikan dalam pengendalian internal

yang teridentifikasi di tingkat komponen;


h) Hal-hal signifikan lain yang dikomunikasikan oleh auditor komponen

atau diharapkan akan dikomunikasikan kepada pihak yang

bertanggung jawab atas tata kelola komponen, termasuk kecurangan

atau dugaan kecurangan yang melibatkan manajemen komponen,

karyawan yang memiliki peran signifikan dalam pengendalian internal

di tingkat komponen atau pihak lain, jika kecurangan mengakibatkan

kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan komponen;

i) Hal-hal lain yang mungkin relevan terhadap audit grup, atau hal-hal

yang auditor komponen inginkan untuk dijadikan perhatian bagi tim

perikatan grup termasuk penyimpangan yang dimasukkan (exceptions

noted) ke dalam representasi tertulis yang komponen auditor ingin

dapatkan dari manajemen komponen;

j) Temuan, kesimpulan, atau opini keseluruhan auditor komponen.

9. Pengevaluasian atas Kecukupan dan Ketepatan Bukti Audit yang

Diperoleh

Pengevaluasian atas Komunikasi dan Kecukupan Pekerjaan Auditor

Komponen

Tim perikatan grup harus mengevaluasi komunikasi auditor

komponen (lihat paragraf 41). Tim perikatan grup harus:

a) Mendiskusikan hal-hal signifikan yang timbul dari pengevaluasian

dengan auditor komponen, manajemen komponen, atau manajemen

grup, sebagaimana mestinya; dan


b) Menentukan apakah diperlukan untuk menelaah bagian relevan lain

dokumentasi audit auditor komponen. (Ref: Para. A61)

Jika tim perikatan grup menyimpulkan bahwa pekerjaan auditor

komponen tidak cukup, Tim perikatan grup harus menentukan prosedur

audit tambahan yang harus dilaksanakan, dan apakah prosedur tersebut

harus dilaksanakan oleh auditor komponen atau oleh tim perikatan grup.

Kecukupan dan Ketepatan Bukti Audit

Auditor diharuskan untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan

tepat untuk mengurangi risiko audit ke tingkat rendah yang dapat diterima

sehingga memungkinkan auditor untuk menarik kesimpulan masuk akal

yang dipakai sebagai basis opini auditor. Tim perikatan grup harus

mengevaluasi apakah bukti audit yang cukup dan tepat telah diperoleh dari

prosedur audit yang dilaksanakan dalam proses konsolidasi dan pekerjaan

yang dilaksanakan oleh tim perikatan grup serta auditor komponen atas

informasi keuangan komponen, yang menjadi basis bagi opini audit grup.

10. Komunikasi dengan Manajemen Grup dan Pihak yang Bertanggung

Jawab atas Tata Kelola Grup

a) Komunikasi dengan Manajemen Grup

Tim perikatan grup harus menentukan defisiensi teridentifikasi

dalam pengendalian internal untuk dikomunikasikan kepada pihak yang

bertanggung jawab atas tata kelola dan manajemen grup berdasarkan SA

265.Dalam penentuan ini, tim perikatan grup harus mempertimbangkan:


1. Defisiensi dalam pengendalian internal grup secara keseluruhan

yang telah diidentifikasi oleh tim perikatan grup;

2. Defisiensi dalam pengendalian internal yang telah ditemukan oleh

auditor grup di komponen; dan

3. Defisiensi dalam pengendalian internal yang dilaporkan oleh

auditor komponen kepada tim perikatan grup.

b) Komunikasi dengan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola

Grup

Tim perikatan grup harus mengomunikasikan hal-hal berikut ini

dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola grup, sebagai

tambahan atas hal-hal yang diharuskan oleh SA 260 dan SA-SA lain:

1) Ringkasan tipe pekerjaan yang harus dilaksanakan atas informasi

keuangan komponen.

2) Ringkasan sifat keterlibatan tim perikatan grup yang direncanakan

dalam pekerjaan yang dilaksanakan oleh auditor komponen atas

informasi keuangan komponen signifikan.

3) Hal-hal yang dihasilkan dari pengevaluasian tim perikatan grup

atas pekerjaan auditor komponen yang berkaitan dengan mutu

pekerjaan auditor tersebut.

4) Keterbatasan dalam audit grup, sebagai contoh, jika akses tim

perikatan grup terhadap informasi dibatasi.

5) Kecurangan atau dugaan kecurangan yang melibatkan manajemen

grup, manajemen komponen, karyawan yang berperan signifikan


dalam pengendalian grup secara keseluruhan atau pihak lain yang

kecurangannya mengakibatkan kesalahan penyajian material dalam

laporan keuangan grup.

11. Dokumentasi

Tim perikatan grup harus memasukkan hal-hal berikut ini ke dalam

dokumentasi auditnya:13

a) Suatu analisis atas komponen, yang menunjukkan bahwa komponen

tersebut signifikan, dan tipe pekerjaan yang telah dilaksanakan atas

informasi keuangan komponen.

b) Sifat, saat, dan luas keterlibatan tim perikatan grup dalam pekerjaan

yang dilaksanakan oleh auditor komponen atas komponen signifikan,

termasuk, jika relevan, penelaahan tim perikatan grup tentang bagian

relevan dokumentasi auditor komponen dan kesimpulannya.

c) Komunikasi tertulis antara tim perikatan grup dengan auditor

komponen tentang ketentuan tim perikatan grup.