Anda di halaman 1dari 45

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM

EVALUASI PROYEK USAHA


PERIKANAN

Disusun Oleh :

Dr. Ir. Nuddin Harahab, MP

Dr. Ir. Mimit Primyastanto, MS

Dr. Ir. Agus Tjahjono, MS

Dr. Ir. Anthon Effani, MP

TIM ASISTEN

JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERIKANAN DAN KELAUTAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG
2015
PENGANTAR

Kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan

rahmat serta hidayah-Nya kepada kami sehingga pembuatan BUKU PANDUAN

PRAKTIKUM EVALUASI PROYEK USAHA PERIKANAN ini dapat terselesaikan

dengan lancar.

Tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada:

• Kedua orang tua kami yang selalu mendoakan kesuksesan untuk kamu;

• Dr. Ir. Mimit Primyastanto, MS., Dr. Ir. Nuddin Harahab, MP., Dr. Agus

Tjahjono, MS., Dr.Ir Anthon Effani, MP., Candra Adi Intyas, S.Pi.;

• Dan pihak-pihak lain yang juga ikut serta dalam penyelesaian buku

panduan praktikum “EVALUASI PROYEK USAHA PERIKANAN” ini yang

tidak bisa kami ssebutkan satu persatu.

Kami berharap semoga BUKU PANDUAN PRAKTIKUM EVALUASI

PROYEK USAHA PERIKANAN ini bermanfaat dan memberikan informasi bagi

semua pihak yang memerlukan. Kritik dan saran sangat kami harapkan demi

kesempurnaan pembuatan BUKU PANDUAN PRAKTIKUM EVALUASI PROYEK

USAHA PERIKANAN pada masa mendatang.

Malang, April 2015

Tim Asisten
DAFTAR ISI

Halaman

1. PENDAHULUAN ........................................................................................ 1
A. Feasibility Study................................................................................... 1
B. Tujuan Studi Kelayakan Bisnis ............................................................. 1
C. Lembaga Yang Memerlukan Studi Kelayakan Bisnis ........................... 1
D. Aspek - Aspek Penilaian ...................................................................... 1
E. Tahap - Tahap Dalam Studi Kelayakan Bisnis ..................................... 3
Pertanyaan ........................................................................................... 5

2. ASPEK HUKUM .......................................................................................... 6


A. Penilaian Aspek Hukum ......................................................................... 6
B. Dokumen - Dokumen Yang Perlu Disiapkan .......................................... 6
Pertanyaan .............................................................................................. 8

3. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN ........................................................... 9


A. Pasar Dan Pemasaran .......................................................................... 9
B. Penilaian Aspek Pasar ........................................................................... 9
Pertanyaan ............................................................................................ 10

4. ASPEK KEUANGAN (FINANSIIL)............................................................. 11


A. Penilaian Aspek Finansiil ....................................................................... 11
Pertanyaan ............................................................................................ 12

5. ASPEK TEKNIS ........................................................................................ 13


A. Penilaian Aspek Teknis ......................................................................... 13
Pertanyaan ............................................................................................ 16

6. ASPEK MANAJEMEN .............................................................................. 17


A. Penilaian Aspek Manajemen ................................................................. 17
Pertanyaan ............................................................................................ 18

7. ASPEK SOSIAL DAN EKONOMI .............................................................. 19


A. Penilaian Aspek Sosial Dan Ekonomi .................................................... 19
Pertanyaan ............................................................................................ 21

8. ASPEK LINGKUNGAN ............................................................................. 22


A. Penilaian Aspek Lingkungan ................................................................. 22
Pertanyaan ............................................................................................ 23
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 24

LAMPIRAN .................................................................................................... 25
1

1. PENDAHULUAN

A. Feasibility Study
Kelayakan adalah penelitian yang dilakukan secara mendalam tersebut
dilakukan untuk menentukan apakah usaha yang akan dijalankan akan
memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya yang akan
dikeluarkan. Dengan kata lain, kelayakan finansiil dan nonfinansiil sesuai dengan
tujuan yang mereka inginkan. Layak disini diartikan juga akan memberikan
keuntungan tidak hanya bagi perusahaan yang menjalankannya tetapi juga bagi
investor, kreditur, pemerintah, dan masyarakat luas (Jakfar dan Khasmir, 2003).
Menurut Arsasi (2009), Feasibility Study adalah sebuah studi yang
bertujuan untuk menilai kelayakan implementasi sebuah bisnis, sedangkan
aspek-aspek yang dianalisis dalam FS adalah aspek-aspek sebagai berikut:
1. Financial Benefit, meliputi keuntungan untuk perusahaan tersebut
2. Macro Economic Benefit
3. Social Benefit, manfaat yang diterima oleh masyarakat berkaitan dengan
proyek tersebut.

B. Tujuan Studi Kelayakan Bisnis


Jakfar dan Khasmir (2003) menyebutkan paling tidak ada lima tujuan
mengapa suatu usaha atau proyek dijalankan perlu dilakukan studi kelayakan,
yaitu:
1. Menghindari resiko kerugian
2. Memudahkan perencanaan
3. Memudahkan pelaksanaan pekerjaan
4. Memudahkan pengawasan
5. Memudahkan pengendalian

C. Lembaga yang Memerlukan Studi Kelayakan Bisnis


Hasil penelitian melalui studi kelayakan ini sangat diperlukan dan
dibutuhkan oleh berbagai pihak, terutama pihak-pihak yang berkepentingan
terhadap usaha atau proyek yang akan dijalankan. Perusahaan yang melakukan
studi kelayakan akan bertanggung jawab terhadap hasil yang mereka katakan
layak, sehingga pihak-pihak yang berkepentingan merasa yakin dan sangat
percaya dengan hasil studi kelayakan yang telah dilakukan.
Jakfar dan Khasmir (2003) menyebutkan adapun pihak-pihak yang
berkepentingan terhadap hasil studi kelayakan tersebut antara lain:
1. Pemilik usaha
2. Kreditur
3. Pemerintah
4. Masyarakat luas
5. Manajemen

D. Aspek - Aspek Penilaian


2
Jakfar dan Khasmir (2003) menyebutkan dalam melakukan pembuatan
dan penilaian studi kelayakan melalui tahap-tahap yang telah ditentukan,
hendaknya dilakukan secara benar dan tepat. Kemudian setiap tahapan memiliki
berbagai aspek yang harus diteliti, diukur dan dinilai sesuai dengan ketentuan
yang telah ditentukan.
Ada beberapa aspek yang perlu dilakukan studi untuk menentukan
kelayakan suatu usaha. Masing-masing aspek tidak berdiri sendiri, akan tetap
saling berkaitan. Artinya, jika salah satu aspek tidak dipenuhi maka perlu
dilakukan perbaikan dan tambahan yang diperlukan.
Secara umum prioritas aspek-aspek yang perlu dilakukan studi kelayakan
diantaranya aspek hukum, aspek pasar dan pemasaran, aspek
keuangan/finansiil, aspek teknis/operasi, aspek manajemen dan organisasi,
aspek sosial/eknomi, dan aspek AMDAL.
Secara ringkas gambaran mengenai aspek-aspek yang akan dinilai dapat
dilihat dalam gambar 1.

Gambar 1. Aspek - Aspek Penilaian Studi Kelayakan Bisnis


E. Tahap - Tahap dalam Studi Kelayakan Bisnis
Menurut Arsasi (2009), tahapan-tahapan Feasibility Study meliputi:
1. Tahap Identifikasi
• Penentuan tujuan yang hendak dicapai dalam studi kelayakan
2. Tahap Pra-Seleksi Tahapan ini meliputi:
• Gambaran pasar secara umum
• Gambaran singkat tentang proses operasional dan informasi terkait
3

dengan ketersediaan faktor-faktor operasional yang utama


• Investasi pada peralatan yang dibutuhkan dan biaya operasi
• Perkiraan laba yang akan dicapai
• Antisipasi resiko dan problem utama yang akan dihadapi perusahaan
3. Tahap Analisis
Tahapan ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu Analisis Pasar, Analisis Teknikal
dan Analisis Keuangan.
• Analisis Pasar
> Gambaran singkat tentang pasar
> Analisis permintaan pasar saat ini dan masa lalu
> Analisis suplai pasar saat ini dan masa lalu
> Estimasi permintaan yang akan datang terhadap produk
> Estimasi share daripada project
• Analisis Teknikal
> Deskripsi singkat mengenai produk
> Deskripsi pada tahapan manufakturing produk yang bersangkutan
> Penentuan plant size dan jadwal produksi
> Pemilihan peralatan dan mesin produksi
> Identifikasi plant location
> Layout produksi
> Studi mengenai ketersediaan raw material dan utilities
> Estimasi kebutuhan tenaga kerja
> Penentuan tipe dan kuantitas sisa hasil produksi
> Estimasi biaya produksi
• Analisis Keuangan
> Pernyataan laporan keuangan yang telah diaudit untuk existing
companies
> Pernyataan total project cost, initial capital requirements, dan cash
flows relative to project timetable
> Proyeksi keuangan untuk beberapa tahun ke depan
> Supporting projections untuk proyeksi keuangan
> Analisis laporan keuangan
> Analisis sensitivitas
> Tahap evaluasi dan penentuan keputusan
Tahapan ini meliputi Proposal Investasi dan Social Profitability Analysis.
4

Menurut Jakfar dan Khasmir (2003), tahapan dalam studi kelayakan


dilakukan untuk mempermudah pelaksanaan studi kelayakan dan keakuratan
dalam penilaian. Adapun dalam tahap-tahap dalam melakukan studi kelayakan
dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2. Tahapan dalam Studi Kelayakan Bisnis


5

PERTANYAAN

1. Apa perbedaan kelayakan dengan Feasibility Study? Sebutkan aspek-aspek


yang di analisis dalam FS!

2. Mengapa dalam sebuah usaha atau proyek perlu diketahui studi kelayakan
usaha?

3. Aspek-aspek penilaian apa saja yang perlu dilakukan studi untuk menentukan
kelayakan suatu usaha?
6

2. ASPEK HUKUM

A. Penilaian Aspek Hukum


Menurut Jakfar dan Khasmir (2003), banyak sekali usaha yang telah
berjalan pada akhirnya di kemudian hari menimbulkan masalah. Masalah-
masalah yang timbul kadang-kadang sangat vital, sehingga usaha yang semula
kita nyatakan layak untuk semua aspek, ternyata menjadi sebaliknya. Hal ini
disebabkan karena kurang teliti dalam bidang hukum sebelum usaha tersebut
dijalankan.
Sebagai contoh, jika badan hukum yang ternyata fiktif, artinya tidak sah
secara hukum, sehingga tidak layak disebut sebagai perusahaan yang berbadan
hukum. Atau pula dapat terjadi izin-izin yang dimiliki ternyata palsu. Kemudian
peliknya masalah tanah, dimana sering terjadi pemalsuan surat-surat, sehingga
menimbulkan sengketa yang berkepanjangan. Pada akhirnya akibat kurang teliti
dalam penelitian dokumen akan sangat merugikan pihak perusahaan itu sendiri.
Oleh karena itu, hendaknya dalam melakukan analisis aspek hukum ini
dilakukan secara teliti dan cermat dengan mencari sumber-sumber informasi
yang jelas sampai ke tangan yang memang berkompeten untuk mengeluarkan
surat-surat yang hendak kita teliti. Demikian juga bagi mereka yang hendak
menyiapkan suatu proyek atau usaha maka perlu dilakukan sebagai persiapan
yang berkaitan dengan aspek hukum ini.

B. Dokumen - Dokumen yang Perlu Disiapkan


Penelitian ke lapangan untuk mengecek kebenaran dari data-data atau
yang kita butuhkan dan untuk menguji kebenaran dan keabsahan dokumen-
dokumen dapat kita lakukan dengan dua cara, yaitu:
1. Menandatangani sumber informasi yang berhak mengeluarkan surat-surat
atau dokumen-dokumen.
2. Mencari informasi dari laporan-laporan, koran, majalah, atau perpustakaan
yang memuat informasi yang relevan dengan analisis kita.
Secara ringkas dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan untuk aspek
hukum perusahaan serta yang menjadi bahan untuk penilaian studi kelayakan
dari segi aspek hukum dapat dilihat pada gambar 3.
7

Gambar 3. Dokumen yang Perlu Dipersiapkan dalam


Aspek Hukum
8

PERTANYAAN

1. Berikan contoh penilaian aspek hukum dalam sebuah usaha!

2. Apa yang kita lakukan untuk menguji kebenaran dan keabsahan


dokumen-dokumen yang kita butuhkan dalam studi kelayakan?
3. ASPEK PA
9

A. Pasar dan Pemasaran


Pasar dan pemasaran merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan
satu sama lainnya. Pasar dan pemasaran memiliki tingkat ketergantungan yang
tinggi dan saling mempengaruhi satu sama lainnya. Dengan kata lain, setiap ada
kegiatan pasar selalu diikuti oleh pemasaran dan setiap kegiatan pemasaran
adalah untuk mencari atau menciptakan pasar (Jakfar dan Khasmir, 2003).

B. Penilaian Aspek Pasar


Penilaian aspek pasar merupakan penilaian untuk menciptakan pasar dan
mengetahui kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh pengusaha tersebut. Hal-
hal yang dinilai dalam aspek pasar diantaranya:
1. Segmentasi pasar
2. Sasaran pasar
3. Posisi pasar
4. Strategi pemasaran
5. Peramalan di masa yang akan datang
6. Estimasi pasar
Contoh, pada penelitian Kajian Ranu Betok sebagai Usaha Budidaya
Keramba Jaring Apung dan Usaha Penangkapan Ikan di Kecamatan Tiris
Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Aspek pasar yang dinilai meliputi saluran
pemasaran, daerah pemasaran, strategi pemasaran, dan alat-alat dan cara
pembayaran.
10

Gambar 4. Penilaian Aspek Pasar pada Usaha Keramba Jaring Apung dan
Penangkapan Ikan di Ranu Betok
PERTANYAAN

1. Jelaskan perbedaan antara pasar dan pemasaran!

2. Hal-hal apa saja yang harus dinilai dari penilaian aspek pasar? Berikan
contohnya!
4. ASPEK K
11

A. Penilaian Aspek Finansiil


Menurut Jakfar dan Khasmir (2003), keseluruhan penilaian dalam aspek
keuangan meliputi hal-hal seperti:
1. Sumber-sumber dana yang akan diperoleh
2. Kebutuhan biaya investasi
3. Estimasi pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk
jenis-jenis dan jumlah biaya yang dikeluarkan selama umur investasi
4. Proyeksi neraca dan laporan laba/rugi untuk beberapa periode ke depan
5. Kriteria penilaian investasi
6. Rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan
Sehingga dapat dikatakan penilaian pada aspek keuangan bertujuan
menilai apakah investasi dalam suatu usaha layak untuk dijalankan dalam jangka
pendek maupun jangka panjang.
Contoh, pada penelitian Kajian Ranu Betok sebagai Usaha Budidaya
Keramba Jaring Apung dan Usaha Penangkapan Ikan di Kecamatan Tiris
Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Penilaian aspek finansiil pada usaha
Budidaya Keramba Jaring Apung dan Penangkapan Ikan terdiri dari permodalan
dan pembiayaan. Analisis jangka pendek meliputi penerimaan, keuntungan,
Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Rentabilitas, dan Break Even Point (BEP).
Analisis jangka panjang meliputi Net Present Value (NPV), Internal Rate of
Return (IRR), Profitability Index (PI) atau Benefit and Cost Ratio (B/C Ratio),
Payback Period (PP), dan Analisis Sensitivitas.
Gambar 5. Penilaian Aspek Finansiil pada Usaha Budidaya KJA dan Penangkapan
12

PERTANYAAN

1. Apa saya yang perlu dinilai dalam aspek keuangan? Berikan contohnya!
5. ASPEK TEK
13

A. Penilaian Aspek Teknis


Menurut Jakfar dan Khasmir (2003), aspek teknis atau operasi juga
dikenal sebagai aspek produksi. Penilaian kelayakan terhadap aspek ini sangat
penting dilakukan sebelum perusahaan dijalankan. Penentuan kelayakan teknis
atau operasi, sehingga apabila tidak dianalisis dengan baik, maka akan berakibat
fatal bagi perusahaan dalam perjalanannya di kemudian hari.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek ini adalah permasalahan
penentuan lokasi, luas produksi, tata letak (layout), penyusunan peralatan pabrik
dan proses produksinya termasuk pemilihan teknologi. Kelengkapan kajian aspek
operasi sangat tergantung dari jenis usaha yang akan dijalankan, karena setiap
jenis usaha memiliki prioritas tersendiri.
Jadi, analisis dari aspek operasi adalah untuk menilai kesiapan
perusahaan dalam menjalankan usahanya dengan menilai ketetapan lokasi, luas
produksi, dan layout serta kesiagaan mesin-mesin yang akan digunakan. Contoh
pada kegiatan usaha perikanan meliputi input, proses dan output.
Contoh, pada penelitian Kajian Ranu Betok sebagai Usaha Budidaya
Keramba Jaring Apung dan Usaha Penangkapan Ikan di Kecamatan Tiris
Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Menurut Kordi (2010), ada beberapa macam
KJA yang digunakan dalam pemeliharaan ikan mulai dari ukuran kecil hingga
yang paling besar. Tetapi ukuran yang umum digunakan adalah ukuran rakit 2 x 2
m, 4 x 4 m, 5 x 5 m, 6 x 6 m, 7 x 7 m, 8 x 8 m, atau 10 x 10 m, dan ukuran
keramba 3 x 3 x 3 m. Ukuran mata jaring (mesh size) disesuaikan dengan ukuran
ikan yang dipelihara dengan patokan yang tidak melebihi jarak kedua mata ikan.
❖ Persiapan Sarana dan Prasarana
> Sarana yang digunakan pada usaha budidaya keramba jaring apung
meliputi:
1. Pemilihan lokasi
2. Persiapan keramba jaring apung
3. Persiapan peralatan yang digunakan
4. Pemilihan bibit unggul
14
5. Pemilihan pakan
6. Penanggulangan hama penyakit
> Prasarana yang digunakan pada usaha budidaya keramba jaring apung
meliputi:
1. Kepemilikan lokasi
2. Sarana transportasi dan komunikasi
3. Alat dan bahan
4. Harga dan pasar
❖ Teknik Pembesaran
Ada beberapa teknik yang dilakukan dalam pembesaran ikan, yaitu:
1. Persiapan keramba jaring apung
2. Pengadaan dan seleksi benih
3. Pemberian pakan
4. Pengolahan kualitas air
5. Mencegah timbulnya hama dan penyakit
a. Melakukan pencegahan dengan mengatur pola makan ikan
b. Menghindarkan kontak fisik dengan induknya
c. Perawatan keramba jaring apung
d. Melakukan pengecekan rutin keramba jaring apung
e. Memelihara ikan yang benar-benar bebas penyakit
❖ Pemanenan
Pemanenan dilakukan setelah ikan mencapai ukuran yang diinginkan secara
total maupun panen sebagian. Dilakukan pada pagi hari dan sore hari yaitu
pada saat suhu tidak terlalu tinggi, sehingga ikan tidak mengalami stres
akibat suhu air yang mendadak.
1. Alat panen
2. Cara panen
• Panen total
• Panen sebagian
• Penanganan hasil panen
a. Penanganan ikan hidup
b. Penanganan ikan segar
❖ Pemasaran
1. Tujuan pemasaran
15
2. Potensi pasar

Gambar 6. Penilaian Aspek Teknis pada Usaha Budidaya Keramba Jaring


Apung
16

PERTANYAAN

1. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam penilaian aspek teknis? Berikan
contohnya!
6. ASPEK MA
17

A. Penilaian Aspek Manajemen


Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan
dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan
sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan
(Handoko, 2003).
Menurut Jakfar dan Khasmir (2003), fungsi manajemen dalam suatu
perusahaan atau organisasi ialah sebagai berikut:

Gambar 7. Fungsi - Fungsi Manajemen


Contoh, pada penelitian Kajian Ranu Betok sebagai Usaha Budidaya
Keramba Jaring Apung dan Usaha Penangkapan Ikan di Kecamatan Tiris
Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Analisis aspek manajemen yang dilakukan
dalam penelitian ini diantaranya ada perencanaan (planning), pengorganisasian
(organizing), menggerakkan (actuating), dan pengawasan (controlling) dalam
beberapa usaha yang terdapat di Ranu Betok serta sejauh mana perhatian peran
pemerintah setempat dalam pemanfaatan Ranu Betok sebagai usaha perikanan.

Gambar 8. Penilaian Aspek Manajemen pada Usaha Keramba Jaring Apung


18

PERTANYAAN

1. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam penilaian aspek manajemen?


Berikan contohnya!
7. ASPEK SO
19

A. Penilaian Aspek Sosial dan Ekonomi


Sebagai makhluk sosial, manusia tidak pernah bisa hidup seorang diri.
Dimana pun berada, manusia senantiasa memerlukan kerja sama dengan orang
lain. Manusia membentuk pengelompokkan sosial (social grouping) diantara
sesama dan upayanya mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupan.
Kemudian dalam kehidupan bersama, manusia memerlukan organisasi, yaitu
suatu jaringan sosial antar sesama untuk menjamin ketertiban sosial. Dari
interaksi-interaksi itulah yang kemudian melahirkan sesuatu yang dinamakan
lingkungan sosial. Lingkungan sosial erat sekali hubungannya dengan
pembangunan, baik secara fisik maupun pembangunan masyarakat secara
ekonomi dan sosial itu sendiri yang bersifat kontinyu dan berkelanjutan (Santoso,
2011).
Menurut Primyastanto (2011), setiap usaha yang dijalankan tentunya
akan memberikan dampak positif dan negatif, yang mana dampak tersebut akan
dapat dirasakan oleh berbagai pihak, baik bagi pengusaha itu sendiri, pemerintah
maupun masyarakat luas. Dalam aspek ekonomi dan sosial, dampak positif yang
diberikan dengan adanya investasi lebih ditekankan kepada masyarakat
khususnya, dan pemerintah umumnya.
1. Komponen Sosial
a) Komponen Demografi
a. Struktur penduduk
b. Tingkat kepadatan penduduk
c. Pertumbuhan penduduk
d. Tenaga kerja
b) Komponen Budaya
a. Kebudayaan (adat istiadat, nilai dan norma budaya)
b. Proses sosial
c. Warisan budaya (situs purbakala, cagar budaya)
d. Sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana usaha dan/atau
kegiatan
c) Kesehatan Masyarakat
a. Parameter lingkungan yang diperkirakan
b. Proses dan potensi terjadinya pencemaran
20

c. Potensi dampak timbulnya penyakit

1. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam penilaian aspek manajemen?


Berikan contohnya!
21

d. Kondisi lingkungan yang dapat memperburuk proses penyebaran


penyakit
2. Komponen Ekonomi
a) Ekonomi rumah tangga (tingkat pendapatan, pola nafkah, dan pola nafkah
ganda)
b) Ekonomi sumberdaya alam (pola kepemilikan dan penguasaan
sumberdaya alam, pola penggunaan lahan, nilai tambah sumberdaya
alam dan sumberdaya lainnya)
c) Perekonomian lokal dan regional (kesempatan kerja dan berusaha,
memberikan nilai tambah dan proses manufaktur, jenis dan jumlah
aktivitas ekonomi non formal, distribusi pendapatan, efek ganda ekonomi,
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendapatan Asli Daerah (PAD),
pusat pertumbuhan ekonomi, fasilitas umum dan fasilitas sosial,
aksebilitas wilayah)
d) Pengembangan wilayah
Contoh, pada penelitian Kajian Ranu Betok sebagai Usaha Budidaya
Keramba Jaring Apung dan Usaha Penangkapan Ikan di Kecamatan Tiris
Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Analisis aspek sosial ekonomi yang
dilakukan dalam penelitian ini diidentifikasi secara terpisah antara aspek sosial
dan aspek ekonomi. Identifikasi aspek sosial meliputi kelembagaan, suku bangsa
dan bahasa, agama, sejarah Ranu Betok, budaya lain, kondisi kesehatan
penduduk dan fasilitas kesehatan yang ada, sanitasi lingkungan, isu dan
permasalahan masyarakat sekitar Ranu Betok. Identifikasi aspek ekonomi
meliputi pendapatan masyarakat di bidang perikanan, pendapatan masyarakat
Ranu Betok di bidang non perikanan, program pemerintah dalam pengelolaan
Ranu Betok.
8. ASPEK LIN
22

PERTANYAAN
23

A. Penilaian Aspek Lingkungan


1. Apa saja yang perlu
Lingkungan diperhatikan
hidup dalamsalah
merupakan penilaian
satuaspek sosial
aspek yangdansangat
ekonomi?
penting
Berikan contohnya!
untuk ditelaah sebelum suatu investasi atau usaha dijalankan. Sudah tentu telaah
yang dilakukan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan jika suatu investasi
dilakukan, baik dampak positif maupun yang berdampak negatif. Dampak yang
timbul ada yang langsung mempengaruhi pada saat kegiatan usaha/proyek
dilakukan sekarang atau baru terlihat beberapa waktu kemudian di masa yang
akan datang. Dampak lingkungan hidup yang telah terjadi adalah berubahnya
suatu lingkungan dari bentuk aslinya seperti perubahan fisik kimia, bioogi atau
sosial. Perubahan lingkungan ini jika tidak diantisipasi dari awal akan merusak
tatanan yang sudah ada, baik terhadap fauna, flora, maupun manusia itu sendiri
(Jakfar dan Khasmir, 2003).
Oleh karena itu, sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan maka
sebaiknya dilakukan terlebih dahulu studi tentang dampak lingkungan yang akan
timbul, baik dampak sekarang maupun di masa yang akan datang. Studi ini
disamping untuk mengetahui dampak yang akan timbul, juga mencarikan jalan
keluar untuk mengatasi dampak tersebut. Studi inilah yang kita kenal dengan
nama Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL).
Pengertian Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) menurut PP No.
27 Tahun 1999 Pasal 1 adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang
dampak besar dan penting suatu rencana usaha dan kegiatan. Arti lain analisis
dampak lingkungan adalah teknik untuk menganalisis apakah proyek yang akan
dijalankan akan mencemarkan lingkungan atau tidak dan jika ya, maka diberikan
jalan alternatif pencegahannya.
24

PERTANYAAN

1. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam penilaian aspek lingkungan? Berikan
contohnya!
DAFTAR PUSTAKA

Arsasi. 2009. Belajar Tentang Investasi, Pajak dan Perbankan.


http://arsasi.wordpress.com. 17 Januari 2012.
Handoko, Hani T. 2003. Manajemen. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas
Gadjah Mada. Yogyakarta.
Jakfar dan Khasmir. 2003. Studi Kelayakan Bisnis. Prenada Media Kencana.
Jakarta.
Primyastanto, Mimit, 2011. Feasibility Study Usaha Perikanan Sebagai Aplikasi
dari Teori Studi Kelayakan Usaha Perikanan. Universitas Brawijaya Press
(UB Press). Malang.
Santoso, Urip. 2011. Jurnal Lingkungan Hidup. Pengaruh Pengelolaan
Lingkungan Hidup Terhadap Aspek Sosial dan Ekonomi Masyarakat.
Maret 2011.
26

Lampiran 1. Modal Tetap pada Usaha Budidaya Keramba Jaring Apung


Jumlah Harga Umur Teknis Penyusutan Sumber
No Jenis Modal Investasi
(Unit) (Rp/Unit) Harga Total (Tahun) (per Tahun) Modal
1 Kayu Balok 28 45.000 1.260.000 10 126.000 Sendiri
2 Rakit 24 25.000 600.000 5 120.000 Sendiri
3 Pelampung 10 300.000 3.000.000 5 600.000 Sendiri
4 Jaring 4 175.000 700.000 5 140.000 Sendiri
5 Bambu 8 28.000 224.000 5 44.800 Sendiri
6 Perahu rakit 1 260.000 260.000 5 52.000 Sendiri
7 Timbangan 1 200.000 200.000 5 40.000 Sendiri
8 Serok 2 25.000 50.000 5 10.000 Sendiri
9 Ember 6 7.000 42.000 5 8.400 Sendiri
TOT rAL 6.336.000 1.141.200

Jenis modal tetap yang digunakan pada Usaha Budidaya Keramba Jaring Apung merupakan jenis modal yang tidak habis pakai dalam
satu kali produksi, dan memiliki umur teknis (UT) yang berbeda-beda pada setiap jenis investasi tersebut. Jenis modal tetap (investasi)
tersebut mengalami penyusutan berdasarkan masing-masing dari umur teknisnya.
Lampiran 2. Modal Kerja pada Usaha Budidaya Keramba Jaring Apung Biaya
Tetap (Fixed Cost) pada Usaha Budidaya Keramba Jaring Apung
No Jenis Biaya Tetap Nilai (Rp)
1 Penyusutan 1.141.200
2 Perawatan KJA 600.000
3 Tenaga Kerja 3.000.000
TOTAL 4.741.200

Biaya Variabel (Variable Cost) pada Usaha Budidaya Keramba Jaring Apung
No Jenis Biaya Variabel Nilai (Rp)
1 Benih (3x siklus panen) 4.050.000
2 Pakan (3x siklus panen) 6.300.000
3 Sterofoam 250.000
4 Obat-obatan 15.000
5 Pemasaran 300.000
TOTAL 10.915.000

Total Cost = Modal Kerja = Rp 15.656.200,-


Biaya Tetap yang digunakan dalam Usaha Budidaya Keramba Jaring Apung diantaranya penyusutan, perawatan KJA dan tenaga kerja,
penyusutan merupakan hasil penyusutan dari modal tetap (investasi)

Biaya Variabel yang digunakan dalam Usaha Budidaya Keramba Jaring Apung diantaranya benih, pakan, sterofoam, obat-obatan, dan
pemasaran, biaya variabel merupakan biaya yang selalu berubah dalam suatu perriode tertentu.
26

Lampiran 3. Analisis Finansiil Jangka Pendek Usaha Budidaya Keramba Jaring


Apng

• Analisis Perhitungan Aspek Finansiil


Modal Tetap Rp 6.336.000
Modal Kerja Rp 15.656.200
Total Biaya Tetap (TFC) Rp 4.741.200
Total Biaya Variabel (TVC) Rp 10.915.000
Biaya Total (TC = TFC + TVC) Rp 15.656.200

• Biaya Produksi
Biaya Total (TC) = Total Biaya Tetap (TFC) + Total Biaya Variabel (TVC)
= Rp 4.741.200,- + Rp 10.915.000,- = Rp 15.656.200,-

• Produksi dan Penerimaan


Total Produksi dalam 3 siklus panen/1 tahun (Q) = 2.880
Kg Harga per Kilogram Ikan (P) = Rp 9.000,- Total
Penerimaan (TR) = Q x P
= 2.880 Kg x Rp 9.000,-
/Kg = Rp 25.920.000,-

• Keuntungan/Laba
Keuntungan (n) = Total Penerimaan (TR) - Total Biaya (TC)
= Rp 25.920.000,- - Rp
15.656.000,- = Rp 10.263.800,-

• Revenue Cost Ratio (REC)


Total Penerimaan (TR)
Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) = TotaL BLaya(Tc;

Rp 25.92QiQQ0,- "
Rp 15.656*200,—

= 1,66
Nilai dari R/C Ratio sebesar 1,66, jika nilai R/C Ratio > 1 maka usaha
Budidaya Keramba Jaring Apung dikatakan menguntungkan.
27

(Lanjutan dari lampiran 3)


• Rentabilitas
Rentabilitas = — x
100%
Ftp
M 1QL2£3.300.—
X 100%
Ftp 15,£5£.000.-

= 65,56%
Rentabilitas usaha adalah kemampuan suatu usaha untuk memperoleh
keuntungan dengan memutar modal sendiri yang mereka miliki dalam proses
produksinya. Hasil analisis Rentabilitas didapatkan 65,56%, artinya pada
Usaha Budidaya Keramba Jaring Apung setiap Rp 100,- dapat menghasilkan
keuntungan sebesar Rp 65,56,-

• Break Even Point (BEP)


a. BEP Sales

BEP Sales

Rp 4.741.2(10..-
ttp 1D.-91E.DDD.-
1 -
Rp 3E.9aD.DDDj-
Rp 4.741.200.
1-0.42
Rp 4.741.200.
0.58

Rp 8.190.064,-
b. BEP Unit
FC
BEP Unit
p-v

4.741.200.-
4.000.— -3.750
4.741 200 5.210

910
26

c. Gambar BEP Usaha Budidaya Keramba Jaring Apung


P (Rp)

FC
Q (Unit)
Lampiran 4. Analisis Penambahan Investasi (Re-Invest)
Re - Investasi tahun ke Sisa
Umur Nilai
Jenis Modal Jumlah Harga Harga Total Umur Nilai Sisa
No Teknis Kenaikan
Investasi (Unit) (Rp/unit) (Rp) 1 2 3 4 5 Teknis (Rp)
(tahun) 1%
(tahun)
1 Kayu Balok 28 45.000 1.260.000 10 12.600 4 504.000
2 Rakit 24 25.000 600.000 5 6.000 630.000 4 480.000
3 Pelampung 10 300.000 3.000.000 5 30.000 3.150.000 4 2.400.000
4 Jaring 4 175.000 700.000 5 7.000 735.000 4 560.000
5 Bambu 8 28.000 224.000 5 2.240 235.200 4 179.200
6 Perahu Rakit 1 260.000 260.000 5 2.600 273.000 4 208.000
7 Timbangan 1 200.000 200.000 5 2.000 210.000 4 160.000
8 Serok 2 25.000 50.000 5 500 52.500 4 40.000
9 Ember 6 7.000 42.000 5 420 44.100 4 33.600
TOTAL 5.329.800 4.564.800

29
Lampiran 5. Analisis Jangka Panjang dalam Keadaan Normal
Normal
Tahun Ke
No Uraian
0 1 2 3 4 5
0,12 Df (12%) 1,00 0,89 0,80 0,71 0,64 0,57
i Inflow (Benefit)
Hasil Penjualan 25.920.000 25.920.000 25.920.000 25.920.000 25.920.000
Nilai Sisa 4.564.800
Gross Benefit(A) 25.920.000 25.920.000 25.920.000 25.920.000 30.484.800
PVGB 23.142.857 20.663.265 18.449.344 16.472.629 17.297.894
Jumlah PVGB 96.025.989
li Outflow(Cost)
Investasi Awal 6.336.000
Penambahan Investasi 0 0 0 0 5.329.800
Biaya Operasional 15.656.200 15.656.200 15.656.200 15.656.200 15.656.200
Gross Cost (B) 6.336.000 15.656.200 15.656.200 15.656.200 15.656.200 20.986.000
PVGC 6.336.000 13.978.750 12.481.027 11.143.774 9.949.798 11.908.020
Jumlah PVGC 65.797.369
Net Benefit (A-B) -6.336.000 10.263.800 10.263.800 10.263.800 10.263.800 9.498.800
PVNB -6.336.000 9.164.107 8.182.239 7.305.570 6.522.830 5.389.874
lii NPV 20.653.840
Iv Net B/C 5,77
V IRR 160%
Vi PP 0,69

30
Lampiran 6. Biaya Naik 25% dan Benefit Turun 19%
Biaya Naik 25 % Dari 15.656.200 Menjadi 19.570.250
Biaya Turun 19%Dari25.920.000Menjadi20.995.200
No Uraian
Tahun Ke
0 1 2 3 4 5
0,12 Df (12%) 1,00 0,89 0,80 0,71 0,64 0,57
i Inflow (Benefit)
Hasil Penjualan 20.995.200 20.995.200 20.995.200 20.995.200 20.995.200
Nilai Sisa 4.564.800
Gross Benefit(A) 20.995.200 20.995.200 20.995.200 20.995.200 25.560.000
PVGB 18.745.714 16.737.245 14.943.969 13.342.829 14.503.430
Jumlah PVGB 78.273.187
li Outflow(Cost)
Investasi Tetap 6.336.000
Penambahan Investasi 0 0 0 0 5.329.800
Biaya Operasional 19.570.250 19.570.250 19.570.250 19.570.250 19.570.250
Gross Cost (B) 6.336.000 19.570.250 19.570.250 19.570.250 19.570.250 24.900.050
PVGC 6.336.000 17.473.438 15.601.283 13.929.717 12.437.248 14.128.957
Jumlah PVGC 79.906.643
Net Benefit (A-B) -6.336.000 1.424.950 1.424.950 1.424.950 1.424.950 659.950
PVNB -6.336.000 1.272.277 1.135.961 1.014.251 905.581 374.473
lii NPV -7.794.443
Iv Net B/C 0,74
V IRR 0%
Vi PP 4,98

31
Lampiran 7. Biaya Naik 25%
Biaya Naik 25% Dari 19.570.250 Menjadi 24.580.234
No Uraian
Tahun Ke
0 1 2 3 4 5
0,12 Df (12%) 1,00 0,89 0,80 0,71 0,64 0,57
i Inflow (Benefit)
Hasil Penjualan 25.920.000 25.920.000 25.920.000 25.920.000 25.920.000
Nilai Sisa 4.564.800
Gross Benefit(A) 25.920.000 25.920.000 25.920.000 25.920.000 30.484.800
PVGB 23.142.857 20.663.265 18.449.344 16.472.629 17.297.894
Jumlah PVGB 96.025.989
ii Outflow(Cost)
Investasi Tetap 6.336.000
Penambahan Investasi 0 0 0 0 5.329.800
Biaya Operasional 24.580.234 24.580.234 24.580.234 24.580.234 24.580.234
Gross Cost (B) 6.336.000 24.580.234 24.580.234 24.580.234 24.580.234 29.910.034
PVGC 6.336.000 21.946.638 19.595.212 17.495.725 15.621.183 16.971.757
Jumlah PVGC 97.966.514
Net Benefit (A-B) -6.336.000 1.339.766 1.339.766 1.339.766 1.339.766 574.766
PVNB -6.336.000 1.196.220 1.068.053 953.619 851.446 326.138
iii NPV -8.068.612
iv Net B/C 0,69
v IRR -2%
vi PP 5,30

32
Lampiran 8. Benefit Turun 19%
Benefit Turun 19% Dari 25.920.000 Menjadi 17.107.200
No Uraian
Tahun Ke
0 1 2 3 4 5
0,12 Df (12%) 1,00 0,89 0,80 0,71 0,64 0,57
i Inflow (Benefit)
Hasil Penjualan 17.107.200 17.107.200 17.107.200 17.107.200 17.107.200
Nilai Sisa 4.564.800
Gross Benefit(A) 17.107.200 17.107.200 17.107.200 17.107.200 21.672.000
PVGB 15.274.286 13.637.755 12.176.567 10.871.935 12.297.275
Jumlah PVGB 64.257.818
ii Outflow(Cost)
Investasi Tetap 6.336.000
Penambahan Investasi 0 0 0 0 5.329.800
Biaya Operasional 15.656.200 15.656.200 15.656.200 15.656.200 15.656.200
Gross Cost (B) 6.336.000 15.656.200 15.656.200 15.656.200 15.656.200 20.986.000
PVGC 6.336.000 13.978.750 12.481.027 11.143.774 9.949.798 11.908.020
Jumlah PVGC 65.797.369
Net Benefit (A-B) -6.336.000 1.451.000 1.451.000 1.451.000 1.451.000 686.000
PVNB -6.336.000 1.295.536 1.156.728 1.032.793 922.137 389.255
iii NPV -7.710.599
iv Net B/C 0,76
v IRR 1%
vi PP 4,89

33
Lampiran 9. Biaya Naik 20% dan Benefit Turun 22%
Biaya Naik 20% Dari 15.656.200 Menjadi 18.787.440
Benefit Turun 22% Dari 17.107.200 Menjadi 20.217.600
No Uraian
Tahun Ke
0 1 2 3 4 5
0,12 Df (12%) 1,00 0,89 0,80 0,71 0,64 0,57
i Inflow (Benefit)
Hasil Penjualan 20.217.600 20.217.600 20.217.600 20.217.600 20.217.600
Nilai Sisa 4.564.800

Gross Benefit(A) 20.217.600 20.217.600 20.217.600 20.217.600 24.782.400


PVGB 18.051.429 16.117.347 14.390.488 12.848.650 14.062.199
Jumlah PVGB 75.470.113
ii Outflow(Cost)
Investasi Tetap 6.336.000
Penambahan Investasi 0 0 0 0 5.329.800
Biaya Operasional 18.787.440 18.787.440 18.787.440 18.787.440 18.787.440
Gross Cost (B) 6.336.000 18.787.440 18.787.440 18.787.440 18.787.440 24.117.240
PVGC 6.336.000 16.774.500 14.977.232 13.372.529 11.939.758 13.684.770
Jumlah PVGC 77.084.788
Net Benefit (A-B) -6.336.000 1.430.160 1.430.160 1.430.160 1.430.160 665.160
PVNB -6.336.000 1.276.929 1.140.115 1.017.960 908.893 377.430
iii NPV -7.777.674
iv Net B/C 0,75
v IRR 0%
vi PP 4,96

34
Lampiran 10. Biaya Naik 24% dan Benefit Turun 20%

Biaya Naik 24% Dari 18.787.440 Menjadi 19.413.688


Benefit Turun 20% Dari 20.217.600 Menjadi 20.736.000
No Uraian
Tahun Ke
0 1 2 3 4 5
0,12 Df (12%) 1,00 0,89 0,80 0,71 0,64 0,57
i Inflow (Benefit)
Hasil Penjualan 20.736.000 20.736.000 20.736.000 20.736.000 20.736.000
Nilai Sisa 4.564.800
Gross Benefit(A) 20.736.000 20.736.000 20.736.000 20.736.000 25.300.800
PVGB 18.514.286 16.530.612 14.759.475 13.178.103 14.356.353
Jumlah PVGB 77.338.829
ii Outflow(Cost)
Investasi Tetap 6.336.000
Penambahan Investasi 0 0 0 0 5.329.800
Biaya Operasional 19.413.688 19.413.688 19.413.688 19.413.688 19.413.688
Gross Cost (B) 6.336.000 19.413.688 19.413.688 19.413.688 19.413.688 24.743.488
PVGC 6.336.000 17.333.650 15.476.473 13.818.280 12.337.750 14.040.120
Jumlah PVGC 79.342.272
Net Benefit (A-B) -6.336.000 1.322.312 1.322.312 1.322.312 1.322.312 557.312
PVNB -6.336.000 1.180.636 1.054.139 941.196 840.353 316.234
iii NPV -8.124.788
iv Net B/C 0,68
v IRR -3%
vi PP 5,37
35
34
37

TIM MATA KULIAH

EVALUASI PROYEK USAHA PERIKANAN

Dosen Pengampu
No. Nama NIP

1 Dr. Ir. MIMIT PRIMYASTANTO, MS 19630511 198802 1 001

2 Dr. Ir. NUDDIN HARAHAB, MP 19610417 199003 1 001


3 Dr. Ir. AGUS TJAHJONO, MS 19630820 198802 1 001
4 Dr. Ir. ANTHON EFFANI, MP 19650717 199103 1 006
5 CANDRA ADI INTYAS, S.Pi -

Asisten Praktikum
No. Nama NIM No. HP

1 Mohammad Yusuf H. K. 115080400111057 083897865040

2 Zaskia Iga Wildani 115080401111001 08993867797


3 Alief Qomaria G. 115080401111004 082330722298
4 Ibrahim Hasan R. 115080401111006 085749043904
5 Angela Natalie P. 115080401111012 081944847378

6 Citra Andina 115080401111026 082331157792


7 Asyifa Anandya 115080401111027 087759815030

8 Farah Ainun Jamil (Co) 115080407111004 085755056004