Anda di halaman 1dari 25

RISALAH KBK

MENINGKATKAN KINERJA GURU DAN KARYAWAN DENGAN MENERAPKAN


PRINSIP 3P (PROFESIONAL,PROSEDURAL DAN PROPORSIONAL)
SEBESAR 75 % DALAM WAKTU 3 BULAN DI SMP NEGERI 1 BANGSRI

Oleh
KBK WIJAYA KUSUMA
SMP NEGERI 1 BANGSRI

SMP NEGERI 1 BANGSRI


DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
PEMERINTAH KABUPATEN JEPARA
2016
Tema : MENINGKATKAN KINERJA DENGAN PRINSIP 3P
(PROFESIONAL,PROSEDURAL DAN PROPORSIONAL)
Judul : MENINGKATKAN KINERJA GURU DAN KARYAWAN DENGAN
PRINSIP 3P (PROFESIONAL,PROSEDURAL DAN PROPORSIONAL)
SEBESAR 75 % DALAM WAKTU 3 BULAN DI SMP NEGERI 1
BANGSRI
Nama KBK : WIJAYA KUSUMA
Ketua : ROSITA PUDJIASTUTI, S.Pd, M.Pd
Fasilitator : SRI SULISTYANINGSIH
Periode : Juni s.d. Agustus 2016

Bangsri, 25 Agustus 2016

Mengesahkan
Kepala Sekolah

MUGIYONO, S.Pd
NIP. 19620918 198303 1 011

2
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL
PENGESAHAN................................................................................................. 2
DAFTAR ISI...................................................................................................... 3
PROFIL KBK.................................................................................................... 4
BAB I PENDAHULUAN............................................................................
A. LATAR BELAKANG MASALAH ………………………….... 5
B. DASAR PEMIKIRAN ………………………………………… 6
C. METODE DAN JADWAL PEMECAHAN MASALAH …….. 6
D. REALISASI PERTEMUAN KBK WIJAYA KUSUMA …….... 7
BAB II LANGKAH PEMECAHAN MASALAH.....................................
A. LANGKAH I : MENENTUKAN TEMA DAN JUDUL............
.....................................................................................................8
B. LANGKAH II..............................................................................:
MENGANALISIS PENYEBAB.................................................
.....................................................................................................11
C. LANGKAH III :
MENGUJI DAN MENENTUKAN PENYEBAB DOMINAN..
.....................................................................................................13
D. LANGKAH IV :..........................................................................
MEMBUAT RENCANA DAN MELAKSANAKAN
PERBAIKAN..............................................................................
.....................................................................................................18
E. LANGKAH V.............................................................................:
MENELITI HASIL.....................................................................
.....................................................................................................22
F. LANGKAH VI : MEMBUAT STANDAR BARU.....................
.....................................................................................................23
G. LANGKAH VII : MENGUMPULKAN DATA BARU
DAN MENENTUKAN RENCANA BERIKUTNYA................
.....................................................................................................24

BAB III PENUTUP......................................................................................... 25


LAMPIRAN-LAMPIRAN.................................................................................. 26
Yel-yel KBK Wijaya Kusuma
Nilai Budaya Kerja
Surat Keputusan Pembentukan KBK.
Daftar Hadir dan Notulen Setiap Pertemuan

3
Dokumentasi Kegiatan
Kuesioner

PROFIL KBK

Instansi SMPN 1 BANGSRI

WIJAYA
Nama KBK Tanggal dibentuk Maret 2015
KUSUMA

Kami adalah PADI


P : PROFESIONAL
Nilai Budaya
A : AKUNTABEL
Kerja
D : DISIPLIN
I : INOVATIF

Visi Menjadi pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional


berorientasi pada persaingan global

Misi Meningkatkan profesionalitas melalui peningkatan kinerja, kreativitas,


inovasi, dan pengembangan kompetensi

Motto Berpikir positif dan selalu optimis

Struktur KBK

Ketua Rosita P, S.Pd, M.Pd Fasilitator Sri Sulistyaningsih

Sunarti, S.Pd
Hari Istiardi, S.Kom
Sekretaris Drs. Surana Anggota
Dita Listiawan, S.Pd
M. Firman Nogroho, S.Pd

4
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Sekolah merupakan salah satu organisasi pendidikan yang dapat dikatakan
sebagai wadah untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Keberhasilan tujuan
pendidikan di sekolah tergantung pada sumber daya manusia yang ada di sekolah
tersebut yang meliputi kepala sekolah, guru, siswa, staf tata usaha, dan tenaga
kependidikan lainnya. Selain itu harus didukung dengan adanya sarana dan prasarana
yang memadai untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran.
SMP Negeri 1 Bangsri sebagai salah satu sekolah pelaksana Kurikulum 2013
membutuhkan guru dan karyawan yang professional dan berkualitas. Banyak cara
yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja guru antara lain melalui
peningkatan jenjang pendidikan, penyediaan sarana dan prasarana, perbaikan dan
penyempurnaan kurikulum, perbaikan kesejahteraan guru, serta sistem pembinaan
guru. Dengan cara tersebut diharapkan guru dapat mengembangkan kreativitasnya
dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya. Selain guru, faktor pendukung
penyelenggaraan pendidikan adalah karyawan yang meliputi staf tata usaha dan
petugas kebersihan yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan administrasi,
kebersihan, kenyamanan, dan keamanan lingkungan sekolah. Antara guru dan
karyawan harus ada kerja sama yang baik, sehingga dapat mewujudkan lingkungan
belajar yang kondusif.
Keadaan yang kondusif dapat terjadi apabila semua unsur mempunyai tingkat
kinerja yang tinggi. Kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau
kelompok orang dalam suatu institusi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab
masing-masing dalam upaya mencapai tujuan imstitusi yang telah ditetapkan.
Penilaian kinerja sangat penting untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan guru dan
karyawan dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya, yang
didasarkan pada kuantitas dan kualitas kerja. Kuantitas kerja adalah jumlah pekerjaan
yang dapat diselesaikan dan kualitas kerja adalah mutu dari pekerjaan.

5
Salah satu budaya sekolah di SMP Negeri 1 Bangsri adalah berdoa bersama
sebelum proses pembelajaran dimulai, dilanjutkan dengan briefing untuk
menyampaikan beberapa informasi. Berdasarkan hasil pengamatan, terjadi penurunan
kualitas kerja pada guru dan karyawan di SMP Negeri 1 Bangsri. Hal ini terlihat dari
peningkatan persentase guru yang datang tidak tepat waktu sehingga kegiatan briefing
menjadi tidak efektif sebab informasi yang disampaikan tidak merata, beberapa guru
juga tidak fokus dalam melaksanakan proses pembelajaran karena bersamaan dengan
itu harus menyelesaikan pekerjaan lain. Selain itu petugas kebersihan juga tidak
maksimal dalam melaksanakan tugasnya sebab seringkali sudah istirahat sebelum
semua pekerjaan terselesaikan. Berdasarkan keadaan tersebut, perlu dicari solusi untuk
meningkatkan kinerja guru dan karyawan untuk menjaga mutu sekolah dan menjaga
kepercayaan masyarakat.

B. DASAR PEMIKIRAN
1. Peraturan Menteri PAN & RB Nomor 39 Tahun 2012 tentang Pengembangan
Budaya Kerja
2. SK Kepala SMP N 1 Bangsri Nomor 802.2/216.a tentang Pembentukan Kelompok
Budaya Kerja SMP N 1 Bangsri
3. Nilai-nilai budaya kerja SMP N 1 Bangsri

C. METODE DAN JADWAL PEMECAHAN MASALAH


Metode yang digunakan untuk memecahkan masalah dalam KBK WIJAYA
KUSUMA SMP N 1 Bangsri adalah melalui pendekatan siklus PDCA (Plan, Do,
Check, Action) yang terdiri dari tujuh langkah (7) langkah utama, yakni : (1)
menentukan tema dan judul, (2) menganalisa penyebab, (3) menguji & menentukan
penyebab dominan, (4) membuat rencana dan melaksanakan perbaikan, (5) meneliti
hasil, (6) membuat standar baru, dan (7) mengumpulkan data baru dan menentukan
rencana berikutnya.
Berkaitan dengan penyelesaian masalah dalam risalah ini, jadwal kegiatan yang
dilakukan adalah sebagai berikut

Waktu (2016)
LANGKAH KEGIATAN
Juni Juli Agustus
1. Menentukan tema & judul
PLAN 2. Menganalisis penyebab
Menguji & menentukan penyebab
3.
dominan
Membuat rencana dan melaksanakan
DO 4.
Perbaikan

6
CHECK 5. Meneliti hasil
6. Membuat standar baru
ACTION Mengumpulkan data baru dan
7.
menentukan rencana berikutnya

D. REALISASI PERTEMUAN KBK WIJAYA KUSUMA


Selama kurun waktu tiga bulan, KBK WIJAYA KUSUMA SMP N 1 Bangsri
telah melakukan beberapa pertemuan untuk mendiskusikan solusi permasalahan yang
teridentifikasi dan menjadi fokus KBK. Adapun rincian pertemuan tersebut adalah
sebagai berikut :

Pertemuan Persentase
Hari, tanggal Agenda pokok
ke kehadiran
1 1 Juni 2016 Menentukan tema dan judul 100%

2 15 Juni 2016 Menganalisis penyebab 100%


Menguji dan menentukan penyebab
3 22 Juni 2016 100%
dominan
Membuat rencana dan
4 29 Juli 2016 100%
melaksanakan Perbaikan
2 Agustus Meneliti hasil
5 100%
2016 Membuat Standar Baru
16 Agustus Mengumpulkan data baru dan
6 100%
2016 menentukan rencana berikutnya

7
BAB II
LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

A. LANGKAH I : MENENTUKAN TEMA DAN JUDUL


1. Menentukan Tema
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, fokus permasalahan yang akan
diselesaikan adalah upaya meningkatkan kinerja guru dan karyawan.
1.1. Identifikasi masalah

Aspek Masalah yang teridentifikasi


1. Tidak tepat waktu masuk kantor
Individu
2. Tidak tertib administrasi
1. Adanya kesenjangan hubungan antara guru dan
Sosial karyawan
2. Tidak ada kerja sama antara guru dan karyawan
Iklim 1. Kurangnya motivasi untuk peningkatan kinerja
Organisasi 2. Kurangnya komunikasi yang efektif

1.2. Stratifikasi masalah


Sumber data : Hasil pengamatan, dokumen sekolah
Periode : 2 – 11 Juni 2016
Frekuensi %
No Masalah yang teridentifikasi %
kasus Komulatif
1 1. Tidak tepat waktu masuk kelas 5 7 7
2. Tidak tertib administrasi 7 10 17
1. Adanya kesenjangan hubungan 6 23
4
antara guru dan karyawan
2
2. Tidak ada kerja sama antara 10 33
7
guru dan karyawan
1. Kurangnya motivasi untuk
35 51 84
peningkatan kinerja
3
2. Kurangnya komunikasi yang
11 16 100
efektif
Jumlah 69 100

Data pada tabel di atas dapat disajikan dalam bentuk diagram Pareto sebagai
berikut.

8
Berdasarkan diagram di atas, dapat disimpulkan bahwa kasus terbanyak yang
terjadi selama periode 2 – 11 Juni 2016 adalah banyaknya guru dan karyawan
yang kurang mempunyai motivasi untuk peningkatan kinerja. Oleh karena itu,
tim KBK WIJAYA KUSUMA menyepakati bahwa tema yang diangkat pada
periode ini adalah tentang peningkatan kinerja untuk pengembangan
profesionalisme.

a. Rumusan Tema
MENINGKATKAN KINERJA DENGAN MENERAPKAN PRINSIP 3P
(PROFESIONAL. PROSEDURAL DAN PROPORSIONAL)

b. Alasan Pemilihan Tema


1) Quality : berdasarkan pengamatan dan supervisi akademik oleh
Kepala Sekolah, menunjukkan bahwa tingkat kinerja
mengalami penurunan sehingga berdampak pada mutu
sekolah pada umumnya dan kualitas proses pembelajaran
pada khususnya. Sebaiknya semua guru dan karyawan
meningkatkan kinerjanya untuk mengembangkan
profesionalismenya
2) Cost : Dengan diterimanya tunjangan profesi bagi guru dan
tunjangan dari Pemerintah daerah untuk karyawan
diharapkan dapat membantu meningkatkan kinerjanya
3) Delivery : Kurangnya motivasi dan iklim kerja yang kurang kondusif
akan memperngaruhi kinerja guru dan karyawan
4) Productivity : kinerja yang rendah akan berpengaruh pada produktivitas
5) Safety : tidak adanya peningkatan kinerja menyebabkan guru dan
karyawan menjadi tidak produktif yang akan menghambat

9
proses kenaikan pangkat dan peningkatan
prrofesionalismenya
6) Morality : rendahnya kinerja akan mempengaruhi mutu guru dan
karyawan yang akan menghambat pencapaian tujuan
sekolah yang telah ditetapkan. Hal ini juga akan
mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap kualitas
sekolah, sehingga peningkatan kinerja sangat diperlukan
untuk peningkatan mutu pendidikan
3. Menentukan Judul
Selain data yang telah disajikan pada tabel dan diagram Pareto di atas,
berdasarkan pengamatan lanjutan, tim KBK juga telah memperoleh data tentang
banyaknya guru dan karyawan yang sudah dan belum mempunyai motivasi untuk
meningkatkan kinerja dan hasilnya dapat dilihat pada data berikut:

No Keterangan Jumlah Persentase


Guru dan karyawan yang
1 mempunyai motivasi tinggi untuk 12 17%
meningkatkan kinerja
Guru dan karyawan yang belum
2 mempunyai motivasi tinggi untuk 57 83%
meningkatkan kinerja
Jumlah 69 100%

Berdasarkan data awal pada tabel di atas, ada 83 % guru dan karyawan yang
belum mempunyai motivasi tinggi untuk meningkatkan kinerja yang ditunjukkan
dengan sikap stagnan, tidak ada upaya untuk mengembangkan diri yang akan
berdampak pada mutu dan kualitas sekolah,. Oleh karena itu TIM KBK Wijaya
Kusuma SMP Negeri 1 Bangsri akan berupaya untuk meningkatkan kinerja guru dan
karyawan sebesar 75 % sesuai dengan tupoksinya secara professional di bidangnya
sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran pada khususnya dalam waktu tiga
bulan.

Berdasarkan persentase kasus dari hasil pengamatan yang tertinggi maka


KBK SMP Negeri 1 Bangsri menetapkan judul
MENINGKATKAN KINERJA GURU DAN KARYAWAN DENGAN
MENERAPKAN PRINSIP 3P (PROFESIONAL. PROSEDURAL, DAN
PROPORSIONAL) SEBESAR 75 % DALAM WAKTU 3 BULAN DI SMP
NEGERI 1 BANGSRI”

B. LANGKAH II : MENGANALISIS PENYEBAB


1. Inventarisasi Penyebab

10
Inventarisasi Penyebab dilakukan untuk mengetahui secara mendasar
penyebab-penyebab baik internal maupun eksternal terkait dengan masalah
menurunnya kinerja guru dan karyawan. Inventarisasi dilakukan dengan cara
brainstorming KBK dan hasilnya sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel Inventarisasi Penyebab

No. Penyebab
1. Guru dan karyawan belum menciptakan iklim kerja yang kondusif
2. Pelaksanaan supervisi dan monitoring yang belum maksimal
Tidak adanya job description yang seimbang pada beberapa guru dan
3.
karyawan
Tidak adanya reward and punishment bagi yang berprestasi maupun yang
4
tidak disiplin
5 Kurangnya komunikasi yang efektif antar guru dan karyawan
6 Kurangnya fasilitasi untuk kegiatan pengembangan diri di sekolah

2. Stratifikasi Penyebab
Manusia Metode Material Lingkungan
1.Guru dan karyawan Briefing atau Tidak ada Belum ada kerja
belum menciptakan rapat dinas yang agenda rapat sama yang baik
iklim kerja yang tidak efektif bulanan
kondusif
2. Pelaksanaan Supervisi Belum terisinya Belum
supervisi dan kunjungan kelas lembar supervisi mengetahui
monitoring yang dan monitoring dan belum manfaat dari
belum maksimal lingkungan tidak adanya kegiatan
sesuai jadwal perangkat untuk supervise dan
monitoring monitoring
kinerja
karyawan di
lingkungan
sekolah
3. Tidak adanya job Pembagian tugas Belum adanya Beberapa tujuan
description yang yang tidak merata Standar tidak tercapai
seimbang pada bagi karyawan Operasional karena pemusatan
beberapa guru dan Prosedur pekerjaan pada
karyawan Sekolah satu orang
4. Tidak adanya Pemberian Tidak ada Tidak adanya
reward and penghargaan atau peraturan untuk reward and

11
Manusia Metode Material Lingkungan
punishment bagi teguran baik secara memberikan punishment
yang berprestasi langsung maupun penghargaan, menyebabkan
maupun yang tidak tidak langsung surat peringatan penurunan
disiplin bagi yang tidak motivasi karena
disiplin sesuai tidak ada bedanya
tingkatannya yang berprestasi
dan yang tidak
5.Kurangnya Memberikan Tidak ada Kurangnya
komunikasi yang kesempatan untuk agenda rapat komunikasi yang
efektif antar guru menyampaikan bulanan efektif
dan karyawan pendapat secara menyebabkan
umum melalui beberapa masalah
rapat dinas atau tidak teratasi dan
secara pribadi ada
kecenderungan
saling lempar
tanggungjawab
6.Kurangnya Mengalokasikan Tidak ada dana Tidak adanya
fasilitasi untuk dana di RAPBS bantuan untuk kegiatan
kegiatan kegiatan pengembangan
pengembangan diri pengembangan diri menyebabkan
di sekolah diri hambatan dalam
kenaikan pangkat

3. Diagram tulang ikan (fishbone diagram)

METHOD MAN
Iklim kerja kurang kondusif
Rapat dinas tidak efektif

Supervisi dan monitoring tidak sesuai jadwal


Job description tidak seimbang
Pembagian tugas tidak merata
Pemberian reward and punishment Tidak ada reward and punishment

Membuka komunikasi Kurangnya komunikasi

Mengalokasikan dana Kurangnya fasilitasi


Pengembangan diri

Belum ada Agenda rapat bulanan Belum ada kerja sama Penurunan
superbelumaterterisiterisi Kinerja
Belum ada perangkat Belum tau manfaat supervisi
Belum ada SOP
Tujuan tidak tercapai
belumaterterisiterisi
Tidak ada peraturan
Penurunan motivasi

12
Tidak ada agenda
Masalah tidak teratasi
rapat
Kenaikan pangkat terhambat
Belum ada dana
belumaterterisiterisi

MATERIAL ENVIRONMENT

C. LANGKAH III : MENGUJI & MENENTUKAN PENYEBAB DOMINAN

Pengujian dan penentuan penyebab dominan dapat dilakukan dengan rumus


Nominal Group Technique (NGT). Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan
survey melalui pengisian kuesioner. Sasarannya yaitu semua guru dan karyawan
sebanyak 69 orang dengan rincian sebagai berikut: jumlah guru 53 orang yang terdiri
dari 45 guru PNS dan 8 Guru Tidak Tetap. Sedangkan jumlah karyawan 16 orang yang
terdiri dari 6 PNS dan 10 Pegawai Tidak Tetap. Data yang dihasilkan berupa data
kuantitatif tentang penyebab yang paling dominan terjadinya penurunan kinerja,
sebagaimana disajikan pada tabel berikut.

Persentase
No. Penyebab Frekuensi (dari 69 Peringkat
sampel)
Guru dan karyawan belum
1. menciptakan iklim kerja yang 22 31,88 1
kondusif
Pelaksanaan supervisi dan
2. monitoring yang belum 12 17,39 3
maksimal
Tidak adanya job description
3. yang seimbang pada beberapa 5 7,25 6
guru dan karyawan
Tidak adanya reward and
punishment bagi yang
4. 14 20,29 2
berprestasi maupun yang tidak
disiplin
Kurangnya komunikasi yang
5 6 8,70 5
efektif antar guru dan karyawan
6 Kurangnya fasilitasi untuk 10 14,49 4

13
Persentase
No. Penyebab Frekuensi (dari 69 Peringkat
sampel)
kegiatan pengembangan diri di
sekolah
Jumlah 69

Dengan menggunakan NGT formula (1/2 n) + 1 dari data di atas diperoleh (1/2
x 6) +1 = 4 sehingga peringkat 1 sampai 4 ditetapkan sebagai penyebab dominan,
yaitu:
1. Guru dan karyawan belum menciptakan iklim kerja yang kondusif
2. Tidak ada reward and punishment bagi yang berprestasi maupun yang tidak disiplin
3. Pelaksanaan supervisi dan monitoring yang belum maksimal
4. Kurangnya fasilitasi untuk pengembangan diri
Berdasarkan ke empat penyebab dominan tersebut akan dicari korelasinya
terhadap kinerja guru dan karyawan dengan menggunakan diagram Scatter. Dari hasil
perhitungan akan diperoleh nilai r yang menunjukkan korelasi antara factor x dan factor
Y yang selanjutnya nilai r hitung dibandingkan dengan nilai r tabel untuk mengetahui
korelasinya positif atau negatif. Jika r hitung lebih besar dari r table maka ada korelasi
positif antara ke 2 faktor. Karena banyaknya sampel, maka untuk pembuatan diagram
Scatter dibuat dalam bentuk frekuensi yang terbagi menjadi 5 rentang hasil yaitu
rentang 75-80, 81-85, 86-90, 91-95, dan 96-100. Hasil penghitungan ke empat penyebab
dominan tersebut dapat dilihat pada diagram Scatter berikut:
1. Diagram Scatter untuk menunjukkan hubungan antara belum terciptanya iklim yang
kondusif (X1) terhadap kinerja guru dan karyawan (Y)
Frekuensi X1 Y Keterangan:
75 - 80 23 16
81 - 85 24 25 X1 : belum terciptanya iklim kerja yang
86 - 90 17 15 kondusif
91 – 95 4 10 Y : kinerja guru dan karyawan
96 -100 1 3 r : 0,8520
Jumlah 69 69
r tab : 0,2369 ; korelasi postif

14
2. Diagram Scatter untuk menunjukkan hubungan antara tidak adanya reward and
punishment (X2) terhadap kinerja guru dan karyawan (Y)

Frekuensi X2 Y
Keterangan:
75 - 80 15 16
81 - 85 25 25 X2 : tidak adanya reward and punishment
86 - 90 15 15
Y : kinerja guru dan karyawan
91 – 95 12 10
96 -100 2 3 r : 0,6316
Jumlah 69 69 r tab : 0,2369 ; korelasi postif

3. Diagram Scatter untuk menunjukkan hubungan antara pelaksanaan supervisi dan


monitoring yang belum maksimal (X3) terhadap kinerja guru dan karyawan (Y)

Frekuensi X3 Y
Keterangan:
75 - 80 33 16
81 - 85 18 25 X3 : pelaksanaan supervisi dan
86 - 90 14 15
monitoring yang belum maksimal
Y : kinerja guru dan karyawan
r : 0,6242 15

r tab : 0,2369 ; korelasi postif


91 – 95 3 10
96 -100 1 3
Jumlah 69 69

4. Diagram Scatter untuk menunjukkan hubungan antara kurangnya fasilitasi untuk


pengembangan diri (X4) terhadap kinerja guru dan karyawan (Y)

Frekuensi X4 Y
Keterangan:
75 - 80 26 16
81 - 85 15 25 X4 : kurangnya fasilitasi untuk
86 - 90 18 15
pengembangan diri
91 – 95 9 10
96 -100 1 3 Y : kinerja guru dan karyawan
Jumlah 69 69 r : 0,5080
r tab : 0,2369 ; korelasi postif

Berdasarkan persentase ke empat penyebab dominan tersebut dapat dilihat pada diagram
Pie berikut:

16
D. LANGKAH IV : MEMBUAT RENCANA PERBAIKAN & MELAKSANAKAN
PERBAIKAN
Pada tahap sebelumnya, penyebab masalah dominan sudah ditetapkan.
Selanjutnya, pada tahap ini, akan disusun rencana perbaikan dengan alat bantu 5W+2H.
Setelah rencana perbaikan ditetapkan, rencana tersebut diujicoba, dimonitor, dan
dievaluasi efektifitasnya untuk mengatasi permasalahan yang akan diselesaikan. Jika
perlu, langkah tersebut dapat dilakukan dalam beberapa siklus.

17
1. Penyusunan rencana perbaikan dengan 5W + 2H

FAKTOR HOW
WHY WHAT WHERE WHEN WHO HOW
DOMINAN MUCH
Menciptakan Agar dapat menciptakan Melakukan rapat Ruang Guru Juni Kepsek Kepala Sekolah
iklim kerja yang suasana yang nyaman dinas atau briefing minggu ke 2 memberikan 2x
kondusif untuk bekerja tanpa ada dukungan
tekanan, paksaan dan pentingnya
persaingan tidak sehat pengembangan
diri melalui
briefing
Adanya reward Agar dapat memberikan Melakukan rapat Ruang guru Mulai Juni Kepsek Memberikan
and punishment motivasi untuk dinas atau briefing Ruang KS minggu ke 3 Ka. TU penghargaan
100 %
bagi yang meningkatkan dan Guru bagi yang
berprestasi dan memeperbaiki diri berprestasi dan
yang tidak teguran bagi
disipilin yang tidak
disiplin
Pelaksanaan Agar dapat memberikan Melakukan supervise Ruang kelas Mulai Kepsek Memberikan
Supervisi dan umpan balik terhadap kunjungan kelas dan Ruang KS Juni minggu Ka. TU masukan dan 100 %
monitoring kualitas kinerjanya monitoring kinerja Ruang TU ke 3 umpan balik
karyawan untuk

18
FAKTOR HOW
WHY WHAT WHERE WHEN WHO HOW
DOMINAN MUCH
meningkatkan
kinerja

Fasiltasi untuk Agar dapat meningkatkan Menyusun rencana Ruang KS Mulai Juni Kepsek a. 100%
pengembangan jenjang karir dan kegiatan dan rencana Ruang Guru minggu ke 1 Wakasek Mengadakan
diri kenaikan pangkat anggaran Kurikulum workshop
Bendahara b. Mengalokasi
BOS kan dana
pada RAPBS
untuk
penelitian

19
2. Pelaksanaan rencana perbaikan
Program perbaikan telah dilaksanakan pada bulan Agustus. Untuk mengetahui
kemajuan yang terjadi, dilakukan pengukuran secara berkala setiap pekan. Pengukuran
dilakukan dengan melakukan supervise dan monitoring setiap hari. Berdasarkan
pengukuran pada pekan ketiga dan keempat, didapatkan hasil sebagai berikut.

Kondisi Awal (Sebelum Kondisi Akhir


Perbaikan) (Setelah Perbaikan)
NO MASALAH

FREK % KUM FREK % KUM


Menciptakan iklim kerja yang
1 22 38 38 39 38 38
kondusif
Adanya reward and
punishment bagi yang
2 14 24 62 24 23 61
berprestasi dan yang tidak
disipilin
Pelaksanaan Supervisi dan
3 12 21 83 21 20 81
monitoring
Fasilitasi untuk pengembangan
4 10 17 100 19 19 100
diri
- 103 100
JUMLAH 58 100

Perhitungan peningkatan sebelum perbaikan dan sesudah perbaikan pada penyebab


masalah adalah :
Jml.Frek .sesudahperbaikan  jml. frek .sebelumperbaikan
x100%  .......
jml. frek .sebelumperbaikan

103  58
% kenaikan = x100%  77,5%
58

Jadi setelah perbaikan mengalami penigkatan sebesar 77,5 %


Nilai ini sudah melebihi jika dibandingkan dengan target awal yaitu 75 % . Jadi
perbaikan yang dilakukan melebihi target yaitu sebesar: 77,5 % – 75% = 2,5 %

Perbandingan penyebab masalah sebelum dan setelah perbaikan dapat dilihat pada
diagram Paretto di bawah ini:

20
Sebelum perbaikan

Setelah perbaikan

LANGKAH V : MENELITI HASIL


1. Analisis Data
Pada tabel di atas telah disajikan data hasil perbaikan yang dilakukan dalam
dua pekan. Berdasarkan tabel tersebut, terlihat bahwa dibandingkan dengan kondisi
awal, banyaknya guru dan karyawan yang mempunyai motivasi tinggi untuk
meningkatkan kinerjanya mengalami kenaikan. Peningkatan tersebut terlihat lebih jelas
pada diagram garis berikut :

21
Pada pengukuran terakhir, persentase guru dan karyawan yang mempunyai
motivasi tinggi untuk meningkatkan kinerjanya mencapai 77,5 % . Dengan demikian
target yang telah ditetapkan oleh KBK telah tercapai.

2. Dampak Perbaikan
Program peningkatan kinerja guru dan karyawan di SMP N 1 Bangsri
memberikan dampak positif sebagai berikut.
a. Terwujudnya tenaga kerja yang professional dan melaksanakan tugas secara
prosedural dan proporsional
b. Membantu guru untuk meningkatkan kompetensinya
c. Membantu guru untuk meningkatkan pengembangan diri yang dapat digunakan
untuk keperluan kenaikan pangkat dan peningkatan karir

c. LANGKAH VI : MEMBUAT STANDAR BARU


Standar baru dimaksudkan sebagai alat motivasi dan kendali terhadap kualitas
lingkungan sekolah dan semua unsur di dalamnya termasuk siswa. Dengan demikian,
segala penyimpangan dapat diantisipasi dan diawasi bersama-sama.
Standar baru yang dimaksud dalam risalah ini berkaitan dengan peningkatan
produktivitas guru dan karyawan untuk mengembangkan profesionalisme. Beberapa
kriteria yang berkaitan dengan peningkatan kinerja dapat diuraikan sebagai berikut :
1) Tidak terlambat masuk kantor dan masuk kelas
2) Tertib administrasi
3) Bekerja secara efektif sesuai target waktu yang telah ditentukan
4) Meningkatkan 4 kompetensi untuk meningkatkan mutu pembelajaran

d. LANGKAH VII : MENGUMPULKAN DATA BARU DAN MENENTUKAN


RENCANA BERIKUTNYA
1. Tema Perbaikan yang Akan Datang

22
Diantara beberapa masalah yang telah teridentifikasi pada awal risalah ini, masalah
lain terkait dengan peningkatan kinerja yang belum ditangani yaitu tentang
produktivitas guru yang mendukung pengembangan profesinya. Oleh karena itu,
tema risalah yang akan dilaksanakan pada kegiatan berikutnya adalah
“Meningkatkan Produktivitas Guru Untuk Mewujudkan Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan”

2. Alokasi Sumber Daya


a. Jadwal kerja

Tahun 2016
LANGKAH KEGIATAN
Okt Nov Des
1. Menentukan tema & judul
PLAN 2. Menganalisis penyebab
Menguji & menentukan penyebab
3.
dominan
Membuat rencana dan melaksanakan
DO 4.
Perbaikan
CHECK 5. Meneliti hasil
6. Membuat standar baru
ACTION Mengumpulkan data baru dan
7.
menentukan rencana berikutnya

b. SDM yang terlibat


1) Dewan guru
2) Tata Usaha
3) Karyawan

BAB III
PENUTUP

Keberhasilan dalam menginternalisasikan dan mengejawantahkan nilai-nilai


budaya kerja di sekolah tergantung pada dukungan dari segenap elemen sekolah.
Kelompok Budaya Kerja (KBK) berperan sebagai motor dan fasilitiator. Oleh karena itu,
perlu upaya yang sistematis dan berkesinambungan serta dukungan dari berbagai pihak
untuk mewujudkan sekolah yang sarat dengan nilai-nilai budaya kerja yang baik dan
produktif.

23
Peningkatan mutu dan kualitas sekolah salah satunya dipengaruhi oleh kualitas
sumber daya manusia yang menyelenggarakan pendidikan. Kualitas sumber daya manusia
dapat diukur berdasarkan kinerjanya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Oleh karena itu peningkatan kinerja guru dan karyawan diperlukan untuk mewujudkan
tujuan tersebut dan menjaga kepercayaaan masyarakat.
Upaya peningkatan kinerja guru dan karyawan dapat dilakukan kegiatan melalui
seperti :
1. Mengadakan rapat dinas atau briefing untuk menampung semua aspirasi dan
masukan dari semua unsur
2. Membuat Standar Operasional Prosedur untuk membagi tugas secara merata
3. Memotivasi dengan adanya reward and punishment untuk memberikan
penghargaan bagi yang berprestasi dan sanksi bagi yang tidak disiplin
4. Menciptakan iklim kerja yang kondusif
5. Memberikan fasilitasi untuk pengembangan diri dalam upaya peningkatan karir dan
kenaikan pangkat jabatan
Dengan demikian diharapkan terjadi peningkatan mutu di SMP Negeri 1 Bangsri
dan dapat membudaya menjadi budaya sekolah.

LAMPIRAN

24
25