Anda di halaman 1dari 1

Penerapan di Indonesia

Di Indonesia sendiri EHR ini sangat mungkin untuk diterapkan, namun hal
ini harus disertai dengan kesiapan dari rumah sakit dan tenanga kesehatan itu
sendiri sebagai pengguna alat ini. Sebelum alat ini digunakan sumber daya
manusia harus sudah dipastikan terlebih dahulu, apakah mampu atau tidak.
Penenrapan alat ini juga akan meningkatkan biaya oprasional untuk rumah sakit
yang menerapkannya. Beberapa penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa
tidak ada perubahan dari penggunaan sistem EHR di beberapa rumah sakit. Hal
ini disebabkan oleh beberapa factor seperti kurangnya SDM, kurangnya minat
tenaga kesehatan untuk memanfaatkannya secara maksimal, serta ketidak
disiplinan dalam penggunaan alat ini.
Implementasi EHR merupakan suatu tuntutan dan kebutuhan bagi setiap
sarana pelayanan kesehatan yang dipicu oleh usaha peningkatan mutu pelayanan
kesehatan. Untuk itu diperlukan pemahaman bersama dalam strategi implementasi
EHR . Kunci sukses implementasi EHR di pelayanan kesehatan Indonesia tidak
terlepas dari peran serta pemerintah dalam menyiapkan kebijakan terkait dengan
implementasi EHR seperti, standarisasi model EHR yang sesuai di sarana
pelayanan kesehatan Indonesia serta tersedianya peraturan pemerintah yang
terkait implementasi EHR. Memulai EHR membutuhkan pengukuran kesiapan
organisasi yang berhubungan dengan tujuan, penkajian dasar dan fakta sebelum
memulai. Merencanakan dengan hati-hati transisi dari paper-based ke EHR
diperlukan untuk meminimalisir gangguan. Selain itu, identifikasi peran dari
setiap departemen dalam proses dan dampak jika teknologi diterapkan.
Selanjutnya, desain, pengujian, penginstallan aplikasi, lalu meminta feedback dari
pengguna layanan (users). Berikan waktu yang adekuat untuk pengguna untuk
menghasilkan suatu uji quality assuranceyang baik, pengguna dalam hal ini
adalah tenaga keperawatan perlu berpartisipasi untuk dapat familiar dengan
sistem yang akan dipakai kedepan, perlu disampaikan fungsinya, berbagi
pengalaman mereka dengan semua departemen untuk mengantisipasi masalah
sebelum terjadi.