Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN BIOLOGI

“PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN”

Di Susun oleh :

Kelas XII MIA 4

1. Deby Juniar (03)


2. Lisa Urmilatul A. (12)
3. Mustaghfiri (13)
4. Rifta Iga Wati (17)
5. Sri Wulandari (18)

PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG


DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI 3 LUAMJANG
Jl. Jend. Panjaitan No. 79 Telp. 0334 – 881057
http://www.sman3lumajnag.sch.id email:admin@sman3lumajang.sch.id
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga
kami dapat menyelesaikan praktikum Pertumbuhan dan Perkembangan ini dengan
baik dan tepat waktu laporan ini dibuat guna memenuhi tugas mata pelajaran
biologi.

Penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu,
penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada :

1. Pak didik selaku pengajar mata pelajaran Biologi SMA Negeri 3 Lumajang.
2. Serta pihak-pihak lain yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan ini.

Penulis juga menerima segala kritik dan saran dari semua pihak demi perbaikan
kami kedepannya. Akhir kata penulis meminta maaf jika dalam laporan ini masih
banyak kekurangan dan masih jauh dari sempurna, karena laporan ini hanyalah
setitik air di samudra ilmu pengetahuan, tetapi kami berharap semoga laporan ini
dapat bermanfaat, baik bagi pembaca maupun bagi penulis.

Lumajang, 10 November 2014

Penulis

A. Judul : Pertumbuhan dan Perkembangan

B. Tujuan
1. Mengetahui proses perkecambahan macam – macam tanaman yang
diletakkan di tempat terang dan gelap dengan menggunakan media kapas
basah .
2. Mengetahui faktor yang memepengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan.

C. Dasar Teori

PERTUMBUHAN:
pertambahan jumlah sel pada suatu organisme dan bersifat tidak dapat kembali
(irreversible) serta pertambahan ini dapat diukur secara kuantitatif seperti berat,
tinggi, dan lain - lain.

PERKEMBANGAN:
proses untuk mencapai kematangan fungsi organisme dan dapat diukur secara
kualitatif seperti fungsi organ reproduksi, dan fungsi fungsi organ lainnya.

Perbedaan antara Pertumbuhan dan Perkembangan


Pertumbuhan

 Proses pertambahan ukuran (volume, massa, jumlah) sel

 Bersifat kuantitatif

 Irreversible

Perkembangan

 Proses menuju kedewasaan makhluk hidup

 Kualitatif

 Reversible

Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan secara garis besar, tumbuhan


bertambah tinggi dan besar disebabkan oleh dua hal berikut:

 Pertambahan jumlah sel sebagai hasil pembelahan mitosis pada meristem (titk
tumbuh) di titik primer dan sekunder.

 Pertambahan komponen-komponen seluler dan adanya diferensiasi sel.


Misalnya penyerapan air ke dalam vakuola yang menyebabkan sel
membesar serta terbentuknya jaringan, organ, dan individu melalui proses
diferensiasi sel atau spesialisasi.

 Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dimulai dengan


perkecambahan biji.

 Kemudian, kecambah berkembang menjadi tumbuhan kecil yang sempurna,


yang kemudian tumbuh membesar. Setelah mencapai masa tertentu, tumbuhan
akan berbunga dan menghasilkan biji.

PERKECAMBAHAN
Periode pertumbuhan tiap jenis tumbuhan berbeda, namun semua diawali dari proses
yang sama, yaitu perkecambahan. Perkecambahan adalah munculnya plantula
(tanaman kecil) dari dalam biji yang merupakan hasil pertumbuhan. Embrio yang
terdapat di dalam biji mempunyai beberapa bagian, antara lain embrio akar (radikula),
embrio daun (plumula), embrio pucuk (epikotil) dan embrio batang (hipokotil).

PROSES PERKECAMBAHAN
Proses perkecambahan melibatkan proses fisika maupun kimiawi.
1) Proses fisika
Proses fisika terjadi ketika biji menyerap air (imbibisi) akibat dari potensial air
rendah pada biji yang kering
2) Proses kimia
Dengan masuknya air, biji mengembang dan kulit biji akan pecah. Air yang
masuk mengaktifkan embrio untuk melepaskan hormon giberelin (GA). Hormon ini
mendorong aleuron (lapisan tipis bagian luar endosperma) untuk mensintesis dan
mengeluarkan enzim. Enzim bekerja dengan menghidrolisis cadangan makanan yang
terdapat dalam kotiledon dan endosperma. Proses ini menghasilkan molekul kecil
yang larut dalam ai, misalnya enzim amilase menghidrolisis pati dalam endosperma
menjadi gula. Selanjutnya, gula dan zat-zat lainnya diserap dari endosperma oleh
kotiledon selama pertumbuhan embruo menjadi bibit tanaman (Purves et al. 2004)

TIPE PERKECAMBAHAN

Perkecambahan epigeal
apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga atau hipokotil
sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat ke atas tanah.
Contoh: perkecambahan pada biji buncis dan biji jarak.
Perkecambahan hipogeal
apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga
tertarik keatas tanah tetapi kotiledon tetap di dalam tanah.
Contoh: perkecambahan pada biji kacang tanah dan kacang kapri.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN


Suatu tanaman dalam proses pertumbuhannya sangat dipengaruhi oleh faktor-
faktor luar (eksternal) dan factor-faktor dalam (internal). Faktor eksternal adalah
faktor-faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan yang mempengaruhi
pertumbuhannya, sedangkan faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam
tubuh tumbuhan, terdiri atas faktor intrasel dan faktor intersel.

Faktor Luar (eksternal)


1. Cahaya/Sinar matahari
Cahaya sangat diperlukan tumbuhan hijau untuk kelangsungan hidupnya, sebab
cahaya/sinar matahari merupakan sumber energi yang digunakan untuk proses
berlangsungnya fotosintesis di dalam daun tumbuhan hijau.

2. Suhu (Temperatur)
Setiap proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan selalu dipengaruhi
oleh suhu lingkungannya. Suhu juga mempengaruhi kerja enzim. Suhu ideal yang
diperlukan untuk pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum, suhu optimum
berkisar antara 22-37 C.

3. Kelembapan Udara
Umumnya tanah dan udara sekitar yang kurang lembab (airnya cukup) akan
sangat baik atau cocok bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena pada
kondisi seperti itu, tanaman menyerap banyak air dan penguapan (transpirasi) air
semakin menurun, sehingga memungkinkan cepat terjadinya pembelahan dan
pemanjangan sel.
4. Air dan Unsur Hara Tanah
Air mutlak diperlukan tumbuhan. Fungsi air bagi tumbuhan adalah bahan
pembentuk karbohidrat (dalam proses fotosintesis), sebagai pelarut garam mineral di
tanah dan sebagai pelarut senyawa-senyawa dalam sel. Air juga sebagai
medium/tempat reaksi enzimatis
5. Nutrisi
Harus mengandung unsur makro (C,H,O,N,K,S,Ca,Fe,Mg) dan unsur mikro
(B,Mo,Zu,Cu,Cl).

Faktor Dalam (Internal)


1) Faktor gen
Yaitu factor penurunan sifat pada keturunan yang diturunkan adalah sifat-sifat
fisik.
2) Hormon
Hormon tumbuh disebut juga zat tumbuh yang komponennya terdiri atas senyawa
protein dengan substansi kimia yang aktif. Zat tumbuh ini banyak jenisnya, antara
lain auksin, giberelin, sitokini, asam absisat, gas etilen, asam traumalin, dan kalin.
a) Auksin
Hormon auksin merupakan senyawa kimia Indol Asetic Acid (IAA). Hormon
auksin diproduksi di bagian koleoptil ujung tunas lalu diangkut oleh jaringan
pembuluh angkut menuju tunas, selanjutnya tunas akan tumbuh menjadi tunas bagian
akar, batang dan daun. Hormon auksin sangat peka terhadap panas/sinar. Auksin akan
rusak dan justru akan menghambat terjadinya pembelashan sel, sehingga
pertumbuhan sel batang yang terkena sinar matahari akan menjadi lambat
dibandingkan dengan sel jaringan pada sisi batang yang tidak terkena sinar matahari.
Auksin bekerja di tempat yang gela dan berhenti di tempat terang (etiolasi)
Fungsi auksin : - Merangsang pembelahan sel
- Menaikkan tekanan osmotic
- Menaikkan permeabilitas sel terhadap air
b) Sitokinin
Ada dua jenis hormone ditokinin yaitu zeatin (merupakan sitokini alami yang
terdapat pada biji jagung) dan kinetin yang merupakan sitokinin buatan. Fungsi
sitokinin adalah merangsang pembelahan sel, mengahambat dominasi epical,
merangsang pembentukan tunas, mempercepat pertumbuhan memanjang, menunda
pengguguran daun, dan menghambat proses penuaan.
Efek dari sitokinin berlawanan dengan auksin pada tumbuhan. Contoh, jika
sitokinin banyak diberikan kepada tumbuhan, maka akan banyak tunas, tetapi jika
sedikit diberikan pada tumbuhan maka akan tumbuh banyak akar. Hal ini terjadi
karena sitokinin dapat menghentikan dominasi pertumbuhan kumcup atas (apikal)
dan merangsang pertumbuhan kuncup samping (lateral)
c) Giberelin
Hormon giberelin secara alami terdapat pada bagian tertentu tumbuhan yaitu pada
buah dan biji saat berkecambah. Giberelin adalah zat tumbuh yang sifatnya sama atau
menyerupai hormone auksin. Fungsinya adalah membantu pembentukan
tunas/embrio, menghambat perkecambahan dan pembentukan biji. Contoh pada
tanaman kerdil.
d) Asam Absisat
Asam absisat merupakan hormone yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman
(inhibitor) yaitu bekerja berlawanan dengan hormone auksin dan giberelin dengan
jalan mengurangi atau memperlambat pembelahan dan pembesaran sel. Fungsi asam
absisat yaitu dapat mengurangi kecepatan pertumbuhan dan pemanjangan sel pada
daerah titik tumbuh, macam pengguguran daun dan mendorong dormansi biji agar
tidak berkecambah.
e) Gas Etilen
Gas etilen adalah suatu gas yang dihasilkan oleh buah yang sudah tua sehingga
buah menjadi matang. Fungsi etilen adalah menyebabkan buah menjadi masak,
menyebabkan pertumbuhan batang menjadi kokh dan tebal, dapat memacu
pembungaan, yang bekerja bersamaan dengan auksin dan bersama giberelin dapat
mengatur perbandingan bunga betina dan jantan tumbuhan berumah satu.
f) Asam Traumalin
Asam traumalin disebut juga hormone luka/cambium karena hormone ini
berfungsi untuk memperbaikibagian tanaman yang rusak/menghasilkan kalus.
g) Kalin
Merupakan hormone yang berfungsi untuk memacu pertumbuhan organ
tumbuhan, di antaranya,
1) rhizokalin, dapat memacu pertumbuhan akar;
2) kaulokali, dapat memacu pertumbuhan batang;
3) fitokalin, dapat memacu pertumbuhan daun;
4) anthokalin, dapat memacu pertumbuhan bunga.
D. Bahan/Alat
Gelas aqua (8)
Tanah liat (secukupnya)
Cawan petri (3)
Kapas (secukupnya)
Air (secukupnya)
Biji jagung (secukupnya)
Biji kacang hijau (secukupnya)
Biji kelengkeng (secukupnya)
Biji cabai (secukupnya)
Padi (secukupnya)
Biji sawo (secukupnya)
Biji kedelai (secukupnya)
Biji papaya (secukupnya)

E. Langkah Kerja
 PERCOBAAN TEMPAT GELAP
1. Siapkan alat dan bahan.
2. Berilah label nama biji pada cawan petri.
3. Letakkan kapas pada cawan petri yang sudah di beri label, kemudian
basahi dengan air secukupnya sampai merata.
4. Taruhlah 4 biji kacang hijau, jagung, kedelai, ke dalam cawan petri1
Taruhlah 4 biji padi, papaya, cabai ke dalam cawan petri 2.
Taruhlah 4 biji kelengkeng, sawo, papaya ke dalam cawan petri 3.
5. Letakkan ke – 3 cawan petri yang sudah berisi macam – macam biji di
tempat yang tidak terkena sinar matahari (tempat gelap).
6. Amati dengan cermat setiap hari kondisi kecambah dan ukurlah panjang
kecambah dari ke – 3 cawan tersebut.

 PERCOBAAN TEMPAT TERANG


1. Siapkan alat dan bahan.
2. Beri label pada gelas aqua.
3. Pada ke – 8 gelas aqua masing – masing masukkan tanah liat.
4. Lalu masukkan beberapa biji ke dalam 8 gelas aqua yang sudah berisi
tanah liat.
5. Beri air secukupnya.
6. Letakkan 8 gelas aqua yang sudah berisi macam – macam biji di tempat
yang terkena sinar matahari langsung (tempat terang).
7. Amati dengan cermat setiap hari kondisi kecambah dan ukurlah panjang
kecambah.
F. Tabel Pengamatan
 Pada ruang gelap
Hari ke -
No.No. Jenis
Jenis
bijibiji 1 2 3 Hari 4 ke - 5 6 7

1 Kedelai 1 - 2 1 31,8 42,3 3 5cm 6


4 cm 6 cm 7
1 Kedelai - 1,5cm 3 cmcm 5 cm 8 cm 10 cm 11,5 cm

2 Jagung - cm0,3 0,8 1


2 cm
2,3 2,8
2 Jagung - 2 cmcm 3,5 cm 4,3
cm 6,5 11
cmcm cm 13 cm
3 Padi - - cm - -
cm -cm - -
3 4 Kelengkeng
Padi - - - - - - - - - - -- -0,8 cm
4 5 Sawo
Kelengkeng - - - - - - - - -- -- - -
5 6 Papaya
Sawo - - - - - - -- -- -- - -
6 7 Cabai
Papaya - - - - - - -- -- -- -0,5 cm
7 8 2,5 10 12
Kacang hijau -
Cabai - 1 cm 1.8
3 cm 2,5
5 cm 82,8 cm 3 cm 3,5 cm
cm cm cm cm cm cm
2,5
8 Kacang hijau - 3 cm 5 cm 8 cm 10 cm 12 cm
cm

 Pada ruang terang

G. Analisa Data
 pada ruang gelap
1. Pada ruang tertutup tanaman kedelai, jagung, padi, cabai, kacang hijau dan
pepaya mulai dari hari pertama sampai hari ke –7 selalu mengalami
pertambahan panjang
2. Pada ruang tertutup tanaman kelengkeng, sawo tidak mengalami
pertumbuhan.
 Pada ruang terang
1. Pada ruang tebuka tanaman Kedelai Jagung, Kacang hijau mengalami
pertumbuhan
2. Pada ruang tebuka tanaman padi, kelengkeng, sawo, papaya, cabai
tidak mengalami pertumbuhan
H. Kesimpulan
 Tumbuhan yang diletakkan ditempat terang dan gelap akan mengalami
pertumbuhan dan perkembangan karena biji mulai berkecambah dan tinggi
tumbuhan terus bertambah selama kapas tetap basah.
 Tumbuhan yang diletakkan di tempat terang dan tempat yang gelap terdapat
perbedaan dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya karena adanya
faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi.
 Perkecambahan banyak dipengaruhi oleh faktor cahaya , air, hormon, dan dari
gen biji itu sendiri.

Daftar Pustaka
http://biologimediacentre.com/pertumbuhan-dan-perkembangan-1-
pertumbuhan-dan-perkembangan-pada-tumbuhan/

http://mancinginfo.blogspot.com/2012/11/proses-perkecambahan-biji.html