Anda di halaman 1dari 3

SOAL

• Jelaskan dan uraikan pendapat saudara berkaitan dengan estimasi biaya proyek
konstruksi berdasarkan pada acuan Peraturan Menteri sebagai berikut :

1. Peraturan Menteri Keuangan No. 33/PMK.02/2016 tentang standar Biaya Masukan


Tahun Anggaran 2017.

2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat no.28/PRT/M/2016


tentang Analisa Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum.

3. Peraturan Menteri Perhubungan no. 78 Tahun 2014 tentang Standar Biaya di


lingkungan Kementerian Perhubungan.

JAWABAN

1. Penjelasan dan pendapat saya mengenai Peraturan Menteri Keuangan No.


33/PMK.02/2016 tentang standart Biaya Masukan Tahun Anggaran 2017 adalah :
1. Bahwa peraturan tersebut mengatur tentang estimasi dan batasan tertinggi Biaya
Administrasi Umum (BAU) penyelenggaraan suatu kegiatan semisal
honorarium dosen, honorarium panitia pelatihan, sewa mobil dinas, keperluan
kantor dll.
2. Peraturan tersebut lebih banyak ditujukan untuk kegiatan yang menggunakan
APBD / APBN. Sedangkan untuk swasta menurut saya tidak harus terikat
dengan PERMEN tersebut.
3. PERMEN tersebut mengatur batas tertinggi, sehingga calon pengguna anggaran
tetap harus mempertimbangkan kaedah efektifitas dan efisiensi, artinya saat
membuat estimasi anggaran juga diperlukan survey pasar sehingga tidak serta
merta mencantumkan angka sesuai lampiran PERMEN saja
4. Terhadap estimasi biaya konstruksi, PERMEN tersebut dapat digunakan pada
estimasi Biaya Administrasi Umum, semisal honor rapat tenaga ahli, biaya hotel
saat kunjungan kerja, perlengkapan kantor PPK dan sebagainya yang ada
korelasinya dengan proyek konstruksi
2. Penjelasan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
no.28/PRT/M/2016 tentang Analisa Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan
Umum adalah :
1. Bahwa peraturan tersebut adalah acuan untuk membuat analisa harga satuan
pekerjaan pada lingkup gedung, jalan, jembatan, irigasi dll
2. Analisa Harga Satuan yang mengacu pada PERMEN tersebut dapat digunakan
sebagai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan Harga Perkiraan Perencana (HPP)
3. PERMEN tersebut menjelaskan secara detail mengenai koefisien pekerjaan baik
itu bahan, alat, maupun tenaga kerja
4. PERMEN tersebut juga menjelaskan tentang produktifitas alat, produktifitas
tenaga kerja, kembang susut bahan, koefisien bahan bakar dll
5. Menurut pandangan saya, dengan PERMEN tersebut calon penyelenggara
pekerjaan atau calon Owner’s dapat dengan mudah memperkirakan biaya
maupun gambaran metode suatu proyek konstruksi yang selanjutnya dapat lebih
didetailkan oleh Perencana menjadi EE (Engineering’s Estimate) tanpa repot
melakukan survey pasar / survey lapangan
6. Dengan PERMEN tersebut di atas, dapat digunakan sebagai control terhadap
penyelewengan anggaran dan mark-up anggaran proyek, sebab batasan dan
semua harga sudah terukur secara jelas beserta dasar-dasar perhitungannya.

3. Penjelasan terkait Peraturan Menteri Perhubungan no. 78 Tahun 2014 tentang


Standar Biaya di lingkungan Kementerian Perhubungan, menurut saya adalah :
1. PERMEN tersebut mengatur standart harga satuan hanya di lingkungan
Kementrian Perhubungan, yaitu yang terkait dengan bangunan dan operasional
Perhubungan Darat, Perhubungan Laut dan Perhubungan Udara
2. Harga satuan di PERMEN tersebut jika ada yang serupa di Kementrian /
Lembaga lain, maka dapat diambil yang lebih menguntungkan Negara. Artinya
PERMEN ini tidak mengikat secara mutlak
3. Analisa Harga Satuan pada PERMEN ini lebih menitik beratkan pada pekerjaan
yang memang Lembaga lain tidak mengurusi, semisal pembuatan dan
pemasangan rambu-rambu lalulintas, pembuatan moveble bridge, pekerjaan
pemecah gelombang, pekerjaan rell kereta api, dll.
4. Pada pekerjaan arsitektural dan structural hamper mirip dengan PERMEN-
PUPR semisal pekerjaan beton, plester aci, pengecatan, jendela kayu dll.
Pekerjaan yang mirip inilah yang mewajibkan pengguna PERMEN untuk
mempertimbangkan asas efektifitas dan efisiensi sehingga Negara tidak
dirugikan.
5. PERMEN ini juga mengatur biaya operasional transportasi darat, udara dan laut
yang tidak ada di peraturan kementrian / lembaga lain, semisal gaji ABK,
perawatan/docking kapal, dll.
6. Pada lampiran PERMEN ini diberikan contoh secara jelas dari analisa harga
satuan, harga satuan sampai dengan rekapitulasi RAB lengkap dengan simulasi
volume pekerjaan.