Anda di halaman 1dari 5

DIFFRENTIAL DIAGNOSIS :

1. EFUSI PLEURA

A. Definisi :

Merupakan suatu kumpulan cairan ruang antara lapisan parietal dan visceral

pleura, biasanya berisi cairan serosa, namun dapat juga mengandung bahan

lainnya.

B. Penampakan radiologi :

Cairan pleura, pada posisi tegak, mengalami gravitasi pada bagian paling

bawah thoraks yang memberikan gambaran sinar-X dada sebagai berikut :

 Lesi opak homogen, umumnya dengan densitas yang sama dengan

bayangan jantung;

 Hilangnya garis diaphragm;

 Tidak terlihatnya gambaran paru atau bronkus;

 Batas atas cekung dengan level tertinggi pada aksilla.

Seiring bertambah banyaknya cairan, terjadi pengurangan volume paru

dan terjadi retraksi ke arah hilus. Pada awalnya cairan berkumpul di

bagian posterior, kemudian menuju ruang kostofrenikus di bagian

lateral. Ketika cairan terdeteksi pada film dada PA standar, yang

ditandai oleh penumpulan sudut kostofrenikus, efusi pleura telah

mencapai volume 200-300 ml. jika efusi bertambah luas, akan terjadi

pergeseran mediastinum ke arah yang berlawanan.


USG : merupakan pemeriksaan yang sangat sensitive dalam mendeteksi cairan

pleura.

CT-scan juga dapat memperlihatkan efusi pleura dan berbagai kelainan yang

terjadi.

(Tampak konsolidasi homogeny yang menutupi diaphragma pulmo sinistra)

(Tampak gambaran hiperdens di lobus bawah pulmo sinistra)


2. TB paru

A. Definisi :

Merupakan infeksi kronis yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis,

yang terutama menyerang saluran pernafasan, walaupun juga dapat

melibatkan semua system tubuh, populasi imigran, pasien dalam kondisi

lemah atau imunosupresi rentan terhadap infeksi ini.

B. Penampakan radiologi :

Pada tuberculosis primer hal-hal berikut dapat terlihat dengan sinar-X dada :

 Daerah konsolidasi pneumonik perifer (focus ghon) dengan

pembesaran kelenjar hilus mediastinum (kompleks primer). Keadaan

ini biasanya dapat sembuh dengan gambaran kalsifikasi.

 Daerah konsolidasi yang dapat berukuran kecil, lobaris, atau lebih luas

hingga seluruh lapangan paru.

Pada tuberculosis post primer atau tuberculosis reaktif :

 Konsolidasi bercak, terutama pada lobus atas atau segmen apical

sering disertai kavitasi

 Efusi pleura, empiema, atau penebalan pleura

 Tuberculosis milier : nodul-nodul di secret berukuran 1-2 mm yang

dapat terdistribusi di seluruh lapangan paru akibat penyebaran

hematogen
 Limfadenopati mediastinum atau hilus bukan merupakan gambaran

tuberculosis, kecuali pada pasien acquired immune deficiency

syndrome (AIDS)

Selama berlangsung proses penyembuhan, gambaran yang dapat dikenali

adalah fibrosis dan pengecilan volume paru; focus kalsifikasi; tuberculoma;

granuloma terlokalisasi yang sering mengalami kalsifikasi; kalsifikasi pleura.

(Tampak bercak-bercak infiltrate pada lobus atas pulmo dextra)

(tampak bayangan bintik-bintik granuler pada seluruh lapangan paru)


(tampak kalsifikasi pada apex pulmo dextra)