Anda di halaman 1dari 7

JIDAN

Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia


Atik Purwandari, Freike Lumy, Feybe Polak
Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Manado, Jl. R.W. Mongisidi Malalayang II Manado

ABSTRAK

Latar Belakang : Anemia dalam kehamilan masih merupakan masalah kronik di Indonesia terbukti
dalam prevalensi pada wanita hamil persentase mencapai 63,5%. Dalam empat tahun terakhir
prevalensi anemia tidak menunjukan penurunan yang cukup berarti. Anemia pada kehamilan dapat
berpengaruh buruk terutama saat kehamilan, persalinan dan nifas.
Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian
anemia.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif analitik dengan pendekatan cross
sectional. Populasi adalah semua ibu hamil trimester III yang mengalami anemia dan
memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Tonsea Lama Kecamatan Tondano Utara Kabupaten
Minahasa pada tahun 2009-2010 yang berjumlah 56 ibu hamil. Alat ukur yang digunakan adalah
buku register PWS KIA Puskesmas Tonsea Lama Kecamatan Tondano Utara Kabupaten Minahasa
tahun 2009-2010. Analisis data menggunakan uji statistik Non Parametrik yaitu chi-Square.
Hasil : Hasil uji statistik, didapatkan ada hubungan signifikan antara paritas dengan tingkat
anemia. Nilai X² = 14.761 dan p = 0.005 IK 95 % = 0.006 – 0.010, ada hubungan signifikan antara
umur dengan Tingkat anemia. Nilai X² = 16.967 dan p = 0.002 IK 95 % = 0.001 – 0.003, ada
hubungan signifikan antara kunjungan ANC dengan tingkat anemia. Nilai X² = 8.719 dan p =
0.013 IK 95 % = 0.011 – 0.015, ada hubungan signifikan antara konsumsi tablet zat besi dengan
tingkat anemia. Nilai X² = 11.059 dan p = 0.004 IK 95 % = 0.009 – 0.013, tidak ada hubungan
antara pendidikan dengan tingkat anemia.
Kesimpulan : ada hubungan paritas,umur, kunjungan ANC dan konsumsi tablet zat besi.

Kata Kunci : Paritas, umur, pendidikan, kunjungan ANC, tablet zat besi –Anemia

LATAR BELAKANG bermakna. Dalam era pembangunan di


Sampai saat ini tingginya angka Indonesia seperti sekarang ini dimana
kematian ibu di Indonesia masih mutu sumber daya manusia merupakan
merupakan masalah yang menjadi keadaan yang sangat diprioritaskan maka
prioritas di bidang kesehatan. Di samping masalah anemia perlu mendapat
menunjukan derajat kesehatan masyarakat, penanganan yang serius.
juga dapat mengambarkan tingkat Anemia dalam kehamilan dapat
kesejahteraan masyarakat dan kualitas berpengaruh buruk terutama saat
pelayanan kesehatan. Penyebab lansung kehamilan, persalinan dan nifas.
(1) Prevalensi anemia yang tinggi berakibat
kematian ibu adalah anemia.
Anemia dalam kehamilan masih negatif seperti 1) Gangguan dan hambatan
merupakan masalah kronik di Indonesia pada pertumbuhan, baik sel tubuh maupun
terbukti dalam prevalensi pada wanita sel otak, 2) Kekurangan Hb dalam darah
hamil sebanyak 63,5%. Dalam empat mengakibatkan kurangnya oksigen yang
tahun terakhir prevalensi anemia tidak dibawah/ditransfer ke sel tubuh maupun
menunjukan penurunan yang cukup ke otak. Ibu hamil yang menderita anemia

Volume 4 Nomor 1. Januari – Juni 2016 62


JIDAN
Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

memiliki kemungkinan akan mengalami Mengingat masih rendahnya


(2) konsumsi tablet tambah darah dan masih
perdarahan post partum.
Anemia dalam kehamilan rendahnya cakupan program distribusi
didefinisikan sebagai penurunan kadar tablet tambah darah, maka perlu dilakukan
hemoglobin kurang dari 11 gram% upaya peningkatan cakupan dan
selama masa kehamilan pada trimester 1 peningkatan konsumsi melalui
dan ke-3 dan kurang dari 10 gram% pemberdayaan masyarakat dan proaktif
selama masa post partum dan trimester 2. dari petugas dalam menjangkau sasaran
Anemia dalam kehamilan dapat ibu hamil agar sedini mungkin ibu hamil
mengakibatkan dampak yang mendapatkan pelayanan ANC
(3) memeriksakan kehamilannya kepada
membahayakan bagi ibu dan janin. (5)
Di berbagai Negara berkembang tenaga kesehatan.
masih banyak negara, khususnya yang Berdasarkan data Dinas Kesehatan
tinggal di pedesaan beranggapan bahwa Kabupaten Minahasa Induk Pada tahun
lebih baik memiliki keluarga besar dari 2009 jumlah ibu hamil trimester III
pada keluarga kecil. Hal ini sebanyak 1520 orang dan yang menderita
mengakibatkan banyak wanita yang anemia sebanyak 166 orang (10,92%).
terpaksa menikah dan melahirkan pada Pada tahun 2010 jumlah ibu hamil
usia muda dan tidak berhenti melahirkan trimester III sebanyak 1374 orang dan
(4) yang menderita anemia sebanyak 148
sebelum mencapai usia 40 tahun. orang (10,77%). Menurut data awal
Menurut Unicef paritas atau jumlah anak yang diperoleh di Puskesmas Tonsea
yang dilahirkan ibu sangat berkaitan Lama Kecamatan Tondano Utara, pada
dengan jarak kelahiran. Semakin tinggi tahun 2009 jumlah ibu hamil trimester III
paritasnya, maka semakin pendek jarak sebanyak 206 orang dan yang menderita
kelahirannya. Hal ini dapat membuat anemia 30 0rang ( 14.56% ). Sedangkan
seorang ibu belum cukup waktu untuk pada tahun 2010 jumlah ibu hamil
memulihkan kondisi tubuhnya. Paritas trimester III sebanyak 188 orang dan yang
yang tinggi dapat menyebabkan menderita anemia sebanyak 26 orang
kondisi kesehatan ibu menurun dan (13,82%).
sering mengalami kurang darah Berdasarkan uraian tersebut di atas
sehingga berpengaruh buruk pada maka penulis tertarik melakukan
kehamilan selanjutnya. penelitian dengan judul “ Faktor-faktor
Berdasarkan status pendidikan, yang berhubungan dengan kejadian
kebanyakan ibu hanya sampai sekolah anemia di Puskesmas Tonsea Lama
dasar, bahkan ada yang tidak bersekolah. Kecamatan Tondano Utara Kabupaten
Rendahnya pendidikan ibu akan Minahasa Induk”.
berdampak pada rendahnya pengetahuan
ibu yang berpengaruh pada keputusan ibu METODE
untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan
Makin rendah pengetahuan makin sedikit adalah bersifat deskriptif analitik yang
keinginannya untuk memanfaatkan berupaya mencari hubungan antara
pelayanan kesehatan. Pendidikan ibu variable. Deskriptif analitik menggunakan
adalah faktor yang cukup berpengaruh pendekatan cross sectional dengan
(5) (6)
terhadap terjadinya anemia. rancangan studi retrospektif. Lokasi

Volume 4 Nomor 1. Januari – Juni 2016 63


JIDAN
Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

penelitian adalah di Puskesmas Tonsea Tonsea Lama Kecamatan Tondano Utara


Lama Kecamatan Tondano Utara Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa. Penelitian Kunjungan ANC adalah untuk
dilaksanakan pada bulan Juli 2011. menghasilkan kehamilan yang sehat
Populasi dalam penelitian ini adalah melalui pemeriksaan fisik, pemberian
semua ibu hamil trimester III yang suplemen serta penyuluhan kesehatan ibu
Anemia yang memeriksakan kehamilanya hamil. Kunjungan antenatal yang teratur
di puskesmas Tonsea Lama Kecamatan mengakibatkan segera terdeteksinya
Tondano Utara Kabupaten Minhasa pada berbagai faktor risiko kehamilan, salah
tahun 2009 berjumlah 30 orang. satunya anemia. Ibu hamil trimester III
Sedangkan pada tahun 2010 berjumlah 26 yang memeriksakan kehamilan > 4 kali di
ibu hamil. Sampel dalam penelitian ini kategorikan baik, sedangkan yang
adalah semua total populasi yaitu semua memeriksakan kehamilan < 3 kali
ibu hamil trimester III yang Anemia yang dikategorikan cukup. di Puskesmas
memeriksakan kehamilanya di Puskesmas Tonsea Lama Kecamatan Tondano Utara
Tonsea Lama Kecamatan Tondano Utara Kabupaten Minahasa Induk.
tahun 2009-2010 berjumlah 56 ibu hamil. Tablet Zat Besi Tablet tambah
Definisi operasional darah dapat menghindari anemia besi dan
Paritas adalah jumlah anak yang anemia asam folat. Pada ibu hamil
dilahirkan hidup. Keadaan ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi tablet zat
trimester III yang berkaitan dengan jumlah besi minimal 90 tablet selama hamil. Ibu
anak yang dilahirkan hidup. Primipara hamil yang mendapat tablet zat besi < 60
yaitu wanita yang melahirkan pertama dan > 60 tablet di Puskesmas Tonsea
kali, multipara wanita yang melahirkan 2 – Lama Kecamatan Tondano Utara
4 kali dan grandemultipara wanita yang Kabupaten Minahasa.
melahirkan > 5 kali, yang memeriksakan Anemia adalah kondisi dimana sel
kehamilan di Puskesmas Tonsea Lama darah merah menurun atau menurunya Hb
Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Ibu hamil Trimester III yang
Minahasa. memeriksakan kehamilannya di
Umur beresiko jika umur ibu < 20 Puskesmas Tonsea Lama Kecamatan
dan > 35, dan yang tidak beresiko jika Tondano Utara Kabuaten Minahasa
umur ibu 20 – 34 tahun. Ibu hamil dengan kadar HB < 11 gr %. Analisis Data
trimester III yang berumur < 20 tahun dan meliputi : Analisis Univariat yaitu Untuk
> 35 tahun beresiko anemia dan umur ibu mendeskripsikan variabel umur, paritas,
20 – 34 tahun tidak beresiko anemia yang pendidikan, kunjungan ANC, Tablet Fe
memeriksakan kehamilan di Puskesmas yang disajikan dalam bentuk table
Tonsea Lama Kecamatan Tondano Utara distribusi frekwensi, gambar atau
Kabupaten Minahasa. histogram. Analisis Bivariat yaitu Untuk
Pendidikan yang dijalani seseorang uji statistik dengan data dengan
memiliki pengaruh pada peningkatan menggunakan uji stastik Chi – Square.
kemampuan berfikir, dengan kata lain Taraf signifikansi yang digunakan adalah
seseorang yang berpendidikan lebih tinggi 5 % atau taraf kesalahan 0,05.
akan dapat mengambil keputusan yang
lebih rasional. Ibu hamil trimester III yang HASIL
menempuh jenjang pendidikan (SD, SMP, Distribusi paritas responden
SMU, DIPLOMA, PT), di Puskesmas sebagian besar adalah multipara sebanyak
Volume 4 Nomor 1. Januari – Juni 2016 64
JIDAN
Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

36 orang (64,3%), primipara sebanyak 17 yang terdiri dari 8 responden (14%)


orang (30,4%), dan grandemultipara mengalami anemia ringan, 1 responden
sebanyak 3 orang (5,4%). tentang umur (2%) mengalami anemia sedang dan 2
didapatkan hasil adalah sebagian besar responden (4%) mengalami anemia berat,
umur responden 20 – 34 tahun berjumlah umur 21-34 sebanyak 32 responden (57%)
32 orang (57,1%), umur > 35 tahun terdiri dari 26 responden (46%)
berjumlah 13 orang (23,2%) dan umur < mengalami anemia ringan, 3 responden
20 tahun berjumlah 11 orang (19,6%). (5%) mengalami anemia sedang, 3
Distribusi Responden Menurut Pendidikan responden (5%) mengalami anemia berat,
sebagian besar adalah SMA, dimana umur ≥35 sebanyak 13 responden (23%)
berjumlah 28 responden (50 %), SMP terdiri dari 4 responden (7% ) mengalami
berjumlah 14 responden (25 %), PT 7 anemia ringan, 8 responden (14%)
responden (12 %), SD 5 responden (9 %) mengalami anemia sedang dan 1
dan Diploma 2 responden (4 %). Menurut responden (2% ) mengalami anemia berat.
Kunjungan ANC tampak bahwa Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan
sebagian besar > 4 kali kunjungan yang signifikan antara umur dengan kadar
yaitu 44 orang (79%). Dan < 3 kali anemia nilai X² = 16.967 dan p = 0.002
kunjungan yaitu 12 orang (21%). IK 95% = 0.001 – 0.003.
Distribusi Responden Menurut Jumlah Hasil analisis hubungan antara
Tablet Zat Besi diperoleh hasil bahwa pendidikan dengan tingkat anemia
sebagian besar mendapat > 60 tablet zat diperoleh bahwa pendidikan SD
besi yang berjumlah 46 orang (82%) dan < sebanyak 5 responden (8%) yang terdiri
60 tablet zat besi berjumlah 10 orang dari 3 responden (5%) mengalami anemia
(18%). Distribusi Kadar Anemia Pada ringan, 2 responden (3%) mengalami
Respondent diperoleh hasil bahwa anemia sedang dan tidak ada responden
sebagian besar responden dengan yang mengalami anemia berat, pendidikan
kadar anemia ringan berjumlah 38 orang SMP sebanyak 14 responden (25%) yang
(68%), anemia sedang 12 orang (21%) dan terdiri dari 7 responden (13%) mengalami
anemia berat 6 orang (11%). anemia ringan, 3 responden (5%)
Hasil analisis hubungan antara mengalami anemia sedang, 4 responden
paritas dengan tingkat anemia diperoleh (7%) anemia berat, untuk pendidikan
bahwa primipara sebanyak 17 (30%) yang SMA sebanyak 28 responden (50 %) yang
terdiri dari 15 (27%) mengalami anemia terdiri dari 21 responden (37 %)
ringan, 1 (2%) anemia sedang dan 1 (2%) mengalami anemia ringan, 5 responden (9
anemia berat, multipara sebanyak 36 %) mengalami anemia sedang, 2
(64%) terdiri dari 23 (41%) anemia responden (4 %) mengalami anemia berat,
ringan, 8 (14%) anemia sedang, 5 (9%) pendidikan Diploma sebanyak 2
anemia berat, Grandemultipara sebanyak 3 responden (4 %) yang terdiri dari 2
(6%) terdiri dari mengalami anemia responden (4 %) mengalami anemia
sedang. Hasil uji statistik diperoleh ada ringan dan tidak ada responden yang
hubungan yang signifikan antara paritas mengalami anemia sedang ataupun
dengan kadar anemia nilai X² = 14.761 anemia berat, pendidikan PT sebanyak 7
dan p = 0.005 IK 95% = 0.006 – 0.010. responden (13 %) yang terdiri dari 5
Hasil analisis hubungan antara Umur responden (9 %) mengalami anemia
dengan tingkat anemia diperoleh bahwa ringan, 2 responden (4 %) mengalami
umur ≤ 20 sebanyak 11 responden ( 20 %) anemia sedang, dan tidak ada responden
Volume 4 Nomor 1. Januari – Juni 2016 65
JIDAN
Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

pada tingkat pendidikan ini yang yaitu umur 20-34 tahun sebanyak 32
mengalami anemia berat. Hasil uji statistik responden (57%), usia resiko <20 tahun
diperoleh tidak ada hubungan yang sebanyak 11 responden (20%) dan ≥35
signifikan antara pendidikan dengan tahun sebanyak 13 responden (23%).
tingkat anemia dimana nilai X² = 8.798 Hasil uji statistik diperoleh nilai hitung X²
dan p = 0.360 IK 95% = 0.088 – 0.094. = 16.967 dan p = 0.002 IK 95% = 0.001 –
Hasil analisis hubungan antara 0.003 dan nilai chi-square tabel 9,448. Hal
kunjungan ANC dengan tingkat anemia ini menunjukkan nilai chi-square hitung
diperoleh bahwa kunjungan ANC ≤3 lebih besar dari nilai chi-square tabel
sebanyak 12 (21%) yang terdiri dari 7 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada
(12%) mengalami anemia ringan, 1 (1%) hubungan yang signifikan antara umur
anemia sedang dan 4 (7%) anemia berat, ibu hamil dengan tingkat anemia. Menurut
kunjungan ANC ≥4 sebanyak 44 (79%) wintrobe (1987) dikutip oleh Amirudin R
terdiri dari 31 (55%) anemia ringan, 11 dkk (2007), menyatakan bahwa usia ibu
(20%) anemia sedang, 2 (3%) anemia dapat mempengaruhi timbulnya anemia,
berat. Hasil uji statistik diperoleh ada yaitu semakin rendah usia ibu hamil maka
hubungan yang signifikan antara (7)
semakin rendah kadar hemoglobinnya.
kunjungan ANC dengan tingkat anemia Jumlah paritas responden dalam penelitian
dimana nilai X² = 8.719 dan p = 0.013 IK ini didapatkan paritas terbanyak ada pada
95% = 0.011 – 0.015 rentang jumlah paritas 2-4 sebanyak 36
Hasil analisis hubungan antara responden (64%) dan jumlah paritas 1
konsumsi tablet zat besi dengan tingkat sebanyak 17 responden (30 %) dan paritas
anemia diperoleh bahwa responden yang ≥ 5 sebanyak 3 responden (6%). Hasil uji
mengkonsumsi tablet zat besi ≤60 tablet statistik diperoleh nilai hitung X² = 14.761
sebanyak 10 responden (18%) yang terdiri dan p = 0.005 IK 95% = 0.006 – 0.010 dan
dari 5 responden (9%) mengalami anemia nilai chi-square tabel 9,448. Hal ini
ringan, 1 responden (2%) mengalami menunjukkan nilai chi-square hitung lebih
anemia sedang dan 4 responden (7%) besar dari nilai chi-square tabel sehingga
mengalami anemia berat, responden yang dapat disimpulkan bahwa ada hubungan
mengkonsumsi tablet zat besi >60 tablet yang signifikan antara paritas ibu hamil
sebanyak 46 responden (82%) terdiri dari dengan tingkat anemia.
33 responden (59%) mengalami anemia Paritas adalah jumlah anak yang
ringan, 11 responden (20%) mengalami dilahirkan hidup. Wanita yang sering
anemia sedang, 2 responden (3%) melahirkan resiko mengalami anemia pada
mengalami anemia berat. Hasil uji statistik kehamilan berikutnya apabila tidak
diperoleh ada hubungan yang signifikan memperhatikan kebutuhan nutrisi karena
antara konsumsi tablet zat besi dengan selama hamil zat-zat gizi akan terbagi
tingkat anemia dimana nilai X² = (7)
11.059 dan p = 0.004 IK 95% = 0.009 – untuk ibu dan janin.
0.013. Tingkat pendidikan sebagian besar
responden dalam penelitian ini adalah
PEMBAHASAN tingkat pendidikan SMA sebanyak 28
Berdasarkan hasil penelitian yang responden (50%) , selanjutnya tingkat
dilakukan pada 56 responden didapatkan pendidikan SMP sebanyak 14 responden
sebagian besar umur responden adalah (25%), tingkat pendidikan PT sejumlah 7
pada rentang usia sehat untuk reproduksi responden (13%), tingkat pendidikan SD

Volume 4 Nomor 1. Januari – Juni 2016 66


JIDAN
Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

sejumlah 5 responden (8%) dan tingkat Setiap ibu hamil dianjurkan


pendidikan diploma sejumlah 2 responden mengkonsumsi secara teratur tablet zat
(4%). Hasil uji statistic diperoleh nilai besi minimal 90 tablet selama kehamilan,
hitung X² = 8.798 dan p = 0.360 IK 95% = karena pada wanita hamil cenderung
0.088 – 0.094 dan nilai chi-square tabel mengalami defisiensi baik zat besi
15,507. Hal ini menunjukkan nilai chi- (8)
maupun folat
square hitung lebih kecil dari nilai chi-
square tabel sehingga dapat disimpulkan KESIMPULAN
bahwa tidak ada hubungan yang signifikan 1. Ada hubungan antara umur responden
antara pendidikan ibu hamil dengan dengan tingkat anemia pada ibu hamil
tingkat anemia 2. Ada hubungan antara paritas
Jumlah kunjungan ANC pada responden dengan tingkat anemia
penelitian ini terbanyak pada kunjungan pada ibu hamil
≥4 sebanyak 44 (79%) dan kunjungan ≤3 3. Tidak ada hubungan antara tingkat
sebanyak 12 (21%). Hasil uji statistic pendidikan responden dengan tingkat
diperoleh nilai X² hitung = 8.719 dan p = anemia pada ibu hamil
0.013 IK 95% = 0.011 – 0.015 dan nilai 4. Ada hubungan antara kunjungan
chi-square tabel 5,991. Hal ini ANC dengan tingkat anemia pada ibu
menunjukkan nilai chi-square hitung lebih hamil
besar dari nilai chi-square tabel sehingga 5. Ada hubungan antara konsumsi tablet
dapat disimpulkan bahwa ada hubungan zat besi dengan tingkat anemia pada
yang signifikan antara frekuensi ANC ibu hamil
hamil dengan tingkat anemia.Kunjungan
antenatal merupakan upaya preventif ibu SARAN
hamil untuk menghasilkan kehamilan 1. Perlu peningkatan pengetahuan
yang sehat melalui pemeriksaan fisik, melalui penyuluhan oleh petugas
pemberian suplemen serta penyuluhan kesehatan khususnya pada ibu hamil
kesehatan ibu hamil. Kunjungan antenatal tentang
yang teratur agar supaya segera 2. Bahaya anemia pada masa kehamilan
terdeteksinya berbagai faktor risiko 3. Pentingnya kunjungan ANC minimal
kehamilan salah satunya anemia. 4x selama hamil agar dapat memenuhi
Konsumsi tablet zat besi diperoleh kebutuhan tablet zat besi selama
jumlah ≤ 60 tablet sebanyak 46 (82%) dan kehamilan.
>60 sebanyak 10 (18%). Hasil uji statistic 4. Pentingnya mengkonsumsi tablet zat
diperoleh nilai hitung X² = 11.059 dan p = besi secara teratur minimal 90 tablet
0.004 IK 95% = 0.009 – 0.013 dan nilai selama kehamilan.
chi-square tabel 5,991. Hal ini 5. Perlu penelitian lebih lanjut tentang
menunjukkan nilai chi-square hitung lebih faktor-faktor lain yang berhubungan
besar dari nilai chi-square tabel sehingga dengan kejadian anemia dengan
dapat disimpulkan bahwa ada hubungan lingkup populasi yang lebih luas.
yang signifikan antara konsumsi tablet zat
besi ibu hamil dengan tingkat anemia.

DAFTAR PUSTAKA

Volume 4 Nomor 1. Januari – Juni 2016 67


JIDAN
Jurnal Ilmiah Bidan ISSN : 2339-1731

1. Munir. Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil. (2009) [22 Februari 2011]; Diakses dari:
http://kti.blogspot.com.
2. Manuaba IBG. Buku Ajar Patologi Obstetri - Untuk Mahasiswa Kebidanan. Jakarta: EGC;
(2008).
3. Manuaba I B G. Ilmu Kebidanan. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk
Pendidikan Bidan. Jakarta.: EGC; (2001).
4. Wiknjosastro. IlmuKebidanan Edisi 3. Jakarta: Yayasan bina Pustaka Sarwono Prawiroharjdo;
(2005).
5. Depkes RI. Panduan Pelayanan Antenatal. Jakarta: Depkes RI; (2011).
6. Hidayat A. Metode Penelitian Kesehatan Paradigma Kuantitatif. Surabaya.: Health Books
Publishing. ; (2010).
7. Amiruddin R, Syam M, Rusnah. Studi Kasus Kontrol Anemia Ibu Hamil. Jurnal Medika
Unhas; (2007) [24-05-2007]; Diakses dari: http://ridwanaruddin.com
8. Depkes RI. Panduan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar,. Jakarta: Dirjen
BPM; (2012).

Volume 4 Nomor 1. Januari – Juni 2016 68