Anda di halaman 1dari 3

TUGAS TUTORIAL KE : 1

Kode/Nama Matakuliah : EKS14205 / Bank dan Lembaga Keuangan


Nama Tuton : Elsye Fatmawati, SE., MM.
Masa Tutorial : 1,2 dan 3
Nomor Soal : 1 s/d 6
Skor Maks : 100
Kompetensi khusus : Mahasiswa mampu menjelaskan peranan aset keuangan dalam perekonomian beserta
contoh penjelasannya, mampu menjelaskan klasifikasi pasar keuangan
berdasarkan jatuh tempo klaim, menjelaskan manfaat dari sistem keuangan
yang modern dalam suatu perekonomian, pengertian dan keistimewaan
lembaga keuangan sebagai industri jasa keuangan, klasifikasi jenis lembaga
keuangan yang ada di indonesia, peranan dasar dan fungsi utama dari Bank
Sentral dalam perekonomian, menjelaskan tugas pengawasan yang dilakukan
BI dengan dua pendekatan dan mampu menjelaskan tugas pokok BI sesuai UU
no. 23 tahun 1999 yang sudah diubah menjadi UU no. 3 tahun 2004.

Pokok Bahasan/Sub- : Fungsi aset keuangan, Pasar Uang dan Pasar Modal, manfaat sistem keuangan
modern, jasa-jasa keuangan utama lembaga keuangan, depository dan non-
depository, uang inti dan kebijakan moneter, pengaturan dan pengawasan
bank, compliance based supervision & risk based supervision dan tiga tugas
utama BI.

Uraian Tugas
Jawablah pertanyaan dibawah ini :
1. Jelaskan dua peranan aset keuangan dalam perkekonomian beserta contoh penjelasannya?
2. Sebutkan dan jelaskan klasifikasi pasar keuangan berdasarkan jatuh tempo klaim ?
3. Sebutkan manfaat dari suatu sistem keuangan yang modern atau sistem keuangan yang baik bagi suatu
perekonomian ?
4. Jelaskan jasa-jasa keuangan utama apa saja yang dapat diberikan / ditawarkan oleh lembaga keuangan
sebagai industri jasa keuangan?
5. Sebutkan klasifikasi lembaga keuangan sebagai lembaga perantara (intermediary) beserta contohnya?
6. Sebutkan dan jelaskan peranan mendasar dan fungsi utama dari Bank Sentral dalam perekonomian ?
7. Sebutkan dan jelaskan 2 pendekatan yang dilakukan BI dalam menjalankan tugas pengawasan bank ?
8. Sebutkan tiga tugas pokok Bank Indonesia berdasarkan UU no. 23 tahun 1999 yang telah diubah dengan
UU no.3 tahun 2004 ?

JAWABAN
1. Sebagai media untuk memindahkan dana, aset keuangan dapat mengalihkan dana dari pihak yang kelebihan dan
kepada pihak yang membutuhkan dana. Misalnya ada seorang pengusaha membutuhkan tambahan modal untuk
memperbesar usahanya. Untuk itu, dia bisa menerbitkan aset keuangan (misal dalam bentuk saham, atau
obligasi) dan dijual kepada pemilik dana dan selanjutnya dana yersebut bisa membiayai perluasan usaha
Sebagai media untuk membagi risiko(risk sharing), aset keuangan mampu membagikan risiko arus kas dari aset
fisik yang tak terhindarkan. Bagi seorang pengusaha, risiko ketidakpastian pendapatan usahanya adalah sesuatu
yang pasti ada(tak terhindarkan). Apabila usahanya dibiayai dengan menjual saham kepada beberapa pihak,
maka risiko ketidakpastian tersebut tidak akan ditanggung sendiri, melainkan ditanggung oleh banyak pihak yang
memegang saham tersebut.

2. klasifikasi berdasarkan jatuh tempo klaim :


a) pasar uang (money market)
Merupakan pasar yang memperdagangkan aset keuangan dengan instrumen utang jangka pendek. Pada
umumnya jangka waktu jatuh tempo surat utang dibawah 12 bulan.
b) Pasar modal ( capital market)
Adalah pasar bagi aset-aset keuangan jangka panjang, yaitu aset keuangan yang jatuh tenponya diatas 12
bulan. Di pasar ini aset keuangan yang diperdagangkan bisa dengan instrumen utang, bisa juga dengan
instrumen ekuitas.

3. Bagi suatu perekonomian memiliki sistem keuangan yang modern akan memberikan beberapa manfaat, antara
lain :
a) kemudahan untuk melakukan transaksi pembayaran sehingga produksi dan oerekonomian dapat tumbuh
dengan pesat.
b) memudahkan pemindahan dana dari pihak yang kelebihan kepada pihak yang membutuhkan, yang
selanjutnya akan dibelanjakan alat-alat investasi untuk meningkatkan produksi.
c) memberikan keleluasaan bagi rumah tangga dan institusi-institusi lain untuk melakukan investasi, meskipun mereka
tidak perlu melakukan usaha secara teknis.
d) menentukan harga aset keuangan termasuk didalamnya bunga kredit
e) mampu memberikan sinyal perkembangan ekonomi makro ke depan.
4. Jasa-jasa keuangan utama yang diberikan oleh lembaga keuangan adalah :
a) mengubah aset keuangan yang didapatkan dari pasar menjadi bentuk aset keuangan yang berbeda, untuk tujuan
yang berbeda pula. Contoh, lembaga keuangan memberikan jasa mengubah aset keuangan berupa tabungan menjafi
kredit. Selanjutnya aset berupa tabungan ini menjadi kewajiban mereka, sementara kredit menjadi klaim mereka.
Pemberian jasa merubah bentuk aset keuangan ini, merupakan fungsi dari lembaga keuangan sebagai lembaga
perantara(intermediary) dari pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana.
b) membantu menciptakan berbagai bentuk aset keuangan untuk kepentingan klien perusahaannya.
c) memperdagangkan aset keuangan untuk berbagai kepentingan, baik kepentingan perusahaan keuangan sendiri,
maupun kepentingan pihak lain(klien).
d) memberikan jasa perlindungan atas risiko yang mungkin dihadapi oleh kliennya, baik risiko bisnis, maupun risiko
yang lain.
e) memberikan jasa konsultasi untuk para investor dan pelaku pasar keuangan lainnya.
f) memberikan jasa pengelolaan portofolio, baik untuk pelaku pasar keuangan maupun untuk masyarakat umum.
5. Sebagai lembaga perantara (intermediary), antara pihak yang kelebihan dan dengan pihak yang membutuhkan dana,
lembaga keuangan diklasifikasikan menjadi dua, yaitu lembaga keuangan depository dan lembaga keuangan
nondepository. Lembaga keuangan depository sebagian besar dananya diperoleh dengan cara menghimpun dana dari
masyarakat, yang dilakukan dengan menawarkan jasa tabungan,deposito,dan simpanan-simpanan lain. Selanjutnya
dana ini ditawarkan pada masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk lain misalnya kredit, atau membeli aset
keuangan lain. Contoh lembaga keuangan depository adalah bank, dan lembaga simpan pinjam.
Lembaga non-depository adalah lembaga keuangan dimana penghimpunan dana masyarakat tidak dilakukan dengan
menawarkan produk tabungan atau simpanan, melainkan dengan cara lain. Contoh lembaga non-depository adalah
asuransi, lembaga pembiayaan,lembaga dana pensiun, lembaga reksa dana(mutual funds), dan lembaga-lembaga lain.
6. Peranan Bank sentral tabg paling mendasar adalah sebagai penyedia uang inti, yaitu yang bertugas mencetak dan
mengedarkan uang. Selain itu ada tiga fungsi utama bank sentral dalam perekonomian yaitu
a) fungsi kebijakan moneter
Untuk menjaga stabilitas nilai uang, bank sentral diberi beberapa kewenangan antara lain merumuskan dan
melaksanakan kebijakan moneter untuk mengendalikan jumlah uang beredar.
b) Melakukan pengaturan dan pelaksanaan sistem pembayaran
Fungsi terkait dengan peraturan dan pelaksanaan sistem pembayaran, mencakup sekumpulan kesepakatan, aturan,
standar,dan prosedur peredaran uang antara pihak dengan menggunakan instrumen pembayaran yang sah.
c) bank sentral sebagai bank para bank
Selain sebagai otoritas moneter dan mengatur sistem pembayaran, bank sentral juga berperan sebagai banknya para
bank. Artinya, jika perbankan membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya , maka bank akan
meminjam uang dari bank sentral.
d) mengatur dan mengawasi perbankan
Dikarenakan negara yang sedang berkembang, lembaga keuangan non bank pada umumnya belum berkembang baik.
Selain itu, bank juga merupakan insfrastruktur kebijakan moneter dan bank juga berperan penting dalam proses
pembayaran tramsaksi antar anggota masyarakat. Oleh karena itu bank sentral perlu mengatur dan mengawasi
perbankan.
7. Dalam menjalankan tugas peengawasan bank, saat ini BI melaksanakan sistem.pengawasannya dengan
menggunakan 2 pendekatan yakni :
a) pengawasan berdasarkan kepatuhan
Pengawasan berdasarkan kepatuhan pada dasarnya menekankan pemantauan kepatuhan bank untuk melaksanakan
ketentuan-ketentuan yang terkait dengan operasi dan pengelolaan bank. Pendekatan ini mengacu pada kondisi bank
dimasa lalu dengan tujuan untuk memastikan bahwa bank telah beroperasi dan dikelola secara baik dan benar menurut
prinsip-prinsip kehati-hatian.
b) pendekatan penangawasan berdasarkan risiko
Pendekatan berdasarkan risiko merupakan pendekatan pengawasan yang berorientasi ke depan. Dengan menggunakan
pendekatan tersebut pengawasan suatu bank dufokuskan pada risiko-risiko yang melekat pada aktivitas fungsional
bank serta sistem pengendalian risiko. Melalui pendekatan ini akan lebih memungkinkan otoritas pengawasan bank
untuk proaktif dalam melakukan pencegahan terhadap permasalahan yang potensial timbul di bank.
8. Tugas pokok Bank Indonesia
a) menetapkan dan mekaksanakan kebijakan moneter
b) mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
c) mengatur dan mengawasi bank