Anda di halaman 1dari 9

Nama – Nama Benda Langit

->Bintang
Bintang adalah suatu benda yang bisa
mengeluarkan cahaya. Matahari yang tiap
hari menyinari bumi kita ini termasuk dalam
kategori bintang.

->Planet
Planet adalah sebuah benda yang
mengelilingi bintang, mempunyai
massa yang cukup sehingga memiliki
gaya tarik atau gravitasi sendiri serta
memiliki satu keseimbangan dan
mempunyai bentuk yang bulat atau
hampir bulat dengan diameter lebih
dari 800 Km.

->Satelit
Satelit adalah benda yang
mengorbit atau mengelilingi pada
sebuah planet atau benda lain
yang ukurannya lebih besar.
Contoh terdekat adalah Bulan
yang mengelilingi Bumi.
->Galaksi

Galaksi adalah benda yang terdiri dari


gas, bintang dan debu antar bintang serta
terikat pada gaya gravitasi. Jumlah
galaksi di alam semesta menurut para ahli
astronomi bisa mencapai 100 milyar.

->Asteroid
Asteroid memiliki ukuran yang
lebih kecil dari planet namun lebih
besar dari meteorid yang biasanya
berada pada bagian tata surya.
Asteroid dulu pernah disebut
dengan nama Planet minor atau
Planetoid.

->Meteorid

Meteroid adalah benda yang bergerak di


antara ruang planet yang berukuran lebih
kecil dari asteroid namun lebih besar dari
molekul.

->Nebula
Nebula merupakan awan yang berada di
antara bintang dan mengandung gas,
debu serta plasma. Nama nebula
sebelumnya sering ditujukan pada
semua benda astronomi yang berbentuk bentangan, termasuk
didalamnya adalah galaksi yang berada di luar bima sakti
FASE BULAN
Fase bulan adalah bentuk bulan Fase 3 – Third Quarter (Kuartal
yang selalu berubah-ubah jika III): Bulan mencapai tahap ini
dilihat dari bumi. Fase bulan itu ketika setengah dari itu terlihat.
tergantung pada kedudukan bulan
terhadap matahari dilihat dari Fase 4 – Waxing Gibbous: Awal
bumi. Fase bulan disebut juga fase ini ditandai saat bulan adalah
aspek bulan. setengah ukuran. Sebagai fase
berlangsung, bagian yang daftar
akan lebih besar.
Fase 5 – Full Moon (Bulam
purnama): Sisi bulan yang
menghadap bumi cahaya dari
matahari benar-benar, maka
seluruh bulan terlihat. Hal ini
terjadi ketika bulan berada di sisi
berlawanan dari Bumi.
Fase 6 – Waning Gibbous :
Selama fase ini, bagian dari
Berikut ini adalah deskripsi bulan yang terlihat dari Bumi
dari masing-masing fase secara bertahap menjadi lebih
Bulan : kecil.
Fase 1 – New Moon (Bulan Fase 7 – First Quarter (Kuartal
baru): Sisi bulan yang I): Bulan mencapai tahap ini
menghadap bumi tidak menerima ketika setengah dari itu terlihat.
cahaya dari matahari, maka,
bulan tidak terlihat. Fase 8 – Waning Crescent (Sabit
tua): Hanya sebagian kecil dari
Fase 2 – Waxing Crescent (Sabit bulan terlihat dalam fase yang
Muda) : Selama fase ini, kurang secara bertahap menjadi lebih
dari setengah bulan yang kecil. Penjelasan Sederhana
menyala dan sebagai fase Fase-Fase Bulan
berlangsung, bagian yang Rasanya akan lebih mudah untuk
menyala secara bertahap akan mengertikan siklus bulan dengan
lebih besar. mengenal fase Bulan Mati/Baru
dan Bulan Purnama, Kuartal I
dan Kuartal III dan fasa-fasa di Dengan mengenal ke empat fasa
antaranya. di atas maka keempat fasa
lainnya akan lebih mudah
Bulan Mati/Baru terjadi pada saat dimengerti, karena semuanya
Bulan kurang-lebih berada dalam merupakan gambaran dari proses
satu garis lurus di antara transisi dari satu fase ke fase
Matahari dan Bumi (Kenapa berikutnya
lebih-kurang akan diterangkan di
bawah). Seluruh permukaan Untuk memudahkan mengingat
bulan yang disinari matahari dan mengerti keempat fase
berada di bagian “belakang” lainnya itu kita istilahkan ; Sabit
bulan, di bagian yang tidak bisa (Crescent), Gibbous, Waxing
kita lihat dari Bumi. (membesar) dan Waning
(mengecil).
Pada Bulan Purnama, Bumi,
Bulan dan Matahari kembali Sabit (crescent) menunjukkan
kurang-lebih berada dalam satu fasa dimana bulan terkesan
garis lurus, tetapipada posisi disinari kurang dari separuh
yang berlawanan, sedemikian permukaannya . Sedangkan
rupa sehingga seluruh pemukaan Gibbous menunjukkan fasa
bulan yang disinari matahari dimana bulan disinari lebih dari
berhadapan dengan kita. Sisi separuh permukaannya. Waxing
gelapnya tersembunyi di pada prinsipnya menunjukkan
“belakang”. pembesaran atau perluasan
penyinaran. Sedangkan Waning
Kuartal I dan Kuartal III dari fasa adalah pengecilan atau penciutan
bulan (keduanya sering disebut penyinaran.
Bulan Setengah (Half Moon)
terjadi bila posisi Bulan, Bumi Sehingga kita bisa
dan Matahari membentuk sudut mengkombinasikan istilah istilah
900 sehingga kita melihat persis di atas untuk menunjukan fasa-
separuh bagian bulan yang fasa bulan, sebagai berikut :
disinari matahari dan separuh
bagian lagi gelap. Setelah fasa Bulan Baru (ijtima),
sinarnya mulai membesar, tapi
masih kurang dari setengahnya,
diistilahkan sebagai Waxing
Crescent (Sabit Muda). Setelah
Kuartal I (Bulan Setengah), porsi
penyinarannya tetap masih
bertambah sehingga lebih dari
setengahnya, sehingga disebut mencapai Kuartal III (Bulan
sebagai Waxing Gibbous. Setelah Setengah) untuk selanjutnya
mencapai Purnama, selanjutnya menjadi Waning Crescent (Sabit
penyinaran akan mulai mengecil, Tua) demikian seterusnya
sehingga disebut Waning menjadi Bulan Mati atau Bulan
Gibbous. Terus mengecil untuk Baru (ijtima) kembali.
KLIPING IPA
BENDA LANGIT

Disusun oleh:

Najwa Hani Khoerunissa


KELAS IV

SD NEGERI MANGKUKUSUMAN 9
KOTA TEGAL