Anda di halaman 1dari 9

CONTOH PROPOSAL USAHA CATERING

KATA PENGANTAR

CONTOH PROPOSAL USAHA CATERING


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt, karena atas rahmat dan karunia-Nyalah
Proposal Usaha ”RIZKI CATERING” yang bergerak di jasa katering dapat tersusun.
Proposal ini disusun untuk dijadikan bahan acuan serta dijadikan pedoman dan arah
langkah pengelola kegiatan usaha yang akan dijalankan.
Namun sebagai manusia biasa yang tidak luput dari segala kehilapan dan kekurangan,
jauh dari sifat sempurna, saya menyadari bahwa proposal ini masih terdapat kekurangan dan
kekeliruan baik dalam susunan kalimat, pilihan kata atau dalam sajian materinya, mengingat
keterbatasan kemampuan dan daya nalar penyusun.
Oleh karena itu penyusun sangat mengharapkan saran dan pendapat dari semua pihak
untuk perbaikan proposal ini dimasa yang akan datang, sehingga lebih berdaya guna bagi
kelancaran dan keberhasilan kegiatan usaha yang akan dijalankan oleh penyusun dan semua
pembaca yang ingin menjadi wirausahawan.
Tidak lupa kepada semua pihak yang telah membantu dan penyelesaian proposal ini
kami ucapkan terima kasih.
Semoga amal baik tersebut mendapat imbalan yang berlipat ganda dari Allah Swt.
Aamiin
Mari kita awali usaha catering ini dengan semangat, mulai dari saat ini kita berjuang,
seperti kata pepatah di bawah ini

Perjalanan seribu mil dimulai dengan langkah


pertama

I. LATAR BELAKANG
CONTOH PROPOSAL USAHA CATERING
Usaha catering rumahan merupakan usaha penyedian aneka makanan untuk jumlah yang
cukup besar. Usaha katering rumahan saat ini cukup diminati karena kebutuhan akan makanan
tidak pernah ada habisnya apalagi untuk penyedian makanan dalam jumlah besar. Selain itu bila
dilihat dari sudut pandang efisiensi dan biaya, usaha ini banyak menghemat biaya investasi
usaha. Seperti, tempat dan peralatan rumah tangga dapat menggunakan yang telah ada sebagai
langkah awal.
Selain itu, dilihat dari sisi pasar, masyarakat yang cenderung konsumtif memberikan
peluang keuntungan yang besar.
II. ANALISIS SWOT
2.1 Strength ( Kekuatan )
Membuka usaha makanan seperti nasi box untuk saat ini cukup menjanjikan karena
dewasa ini masyarat yang cenderung konsumtif dan memperhatikan efisiensi waktu, tempat dan
tenaga lebih memilih hal seperti ini ditangani oleh pihat tertentu yang kompeten.

2.2 Weaknesses ( Kelemahan )


Kelemahan dari usaha ini terdapat pada pemasaran. Pemasaran yang hanya
mengandalkan pesanan terkadang hanya berpatok pada waktu tertentu. Jadi kami harus handal
melobi pihak yang menjadi target pasar.

2.3 Opportunities( Peluang )


Peluang bisnis ini akan sangat menjanjikan sekali, hal ini karena saingan untuk usaha ini
bisa dikatakan belum banyak. Selain itu kita juga dapat mengurangi jumlah pengangguran di
daerah tempat tinggal kita, karena kita dapat mempekerjakan orang-orang di sekitar kita untuk
membantu usaha yang sedang kita jalankan ini.

2.4 Threats( Ancaman )


Ancaman dari usaha ini adalah makanan ini akan cepat basi . Hal ini dapat disebabkan
pada saat pemasaran makanan tersebut sudah dimasukan dalam kemasan karena proses
pemasaran tidak dilakukan dengan cara produksi langsung ditempat/dipasar. Ancaman yang lain
adalah akan banyak pihak lain yang akan meniru usaha kita ini, hal ini tentu akan membuat
saingan yang baru bagi kita.

III. PRODUK DAN JASA


Kegiatan usaha yang akan kami kembangkan meliputi pembuatan dan pemasaran
produk yang dipasarkan dengan cara pemesanan dan jasa lain yang terkait dengan produk-produk
tersebut, termasuk:
1 Pembuatan produk kami kerjakan dengan bersih mementingkan kebersihan serta kesehatan
makanan
2. Kami juga menyediakan pesananan berupa snack seperti kue, jajanan pasar untuk kebutuhan
rapat, pengajian dan sebagainya.

IV. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN


3.1 Aspek Pasar/ Target Pasar
Yang merupakan kunci penting untuk diperhatikan.Sudah menjadi kelaziman bahwa
usaha di bidang makanan bekerja berdasarkan kebutuhan konsumen serta berdasar pada pesanan.
Kegiatan produksi dimulai seperti biasa disesuaikan dengan kebutuhan serta jika mendapat
pesanan, maka kegiatan produksi dilakukan setelah pesanan telah diterima. Maka, tanpa pesanan
tambahan dari konsumen, kegiatan produksi makanan belum bisa dikatakan bekerja dengan
maksimal. Yang bekerja sepanjang tahun atau selama bisnis itu hidup adalah pemasaran,
keuangan dan administrasi. Target pasar adalah seluruh kalangan masyarakat yang ingin
memakan makanan yang sehat dan bergizi. Pesaing kita dari perusahaan makanan lainnya.
3.2 Pemasaran
- Peluang Pasar
Peluang pasar untuk makanan yang mengenalkan makanan yang sehat dan bergizi cukup baik.
Dari segi bisnis, kecenderungan belum banyak bermunculannya jenis usaha makanan tersebut di
daerah Sidareja, tentu saja membuka peluang untuk usaha ini. Lagipula, potensi pasar usaha jenis
ini belum banyak digarap orang. Orang-orang juga akan semakin mengerti pentingnya
memperhatikan rasa dan kebersihan sehingga pemasarannya bisa saja cukup asal standar harga
tidak terlalu tinggi.
- Daerah Pemasaran (Market Segmenting)
Untuk daerah pemasaran produk ini yaitu baru sekitar wilayah area proses produksi dan tempat-
tempat tertentu khusussnya di daerah Sidareja karena masih dalam tahap promosi.
- Pasar Sasaran (Market Targeting)
Untuk sasaran dari produk ini adalah semua kalangan dari mulai untuk anak-anak, remaja dan
orang dewasa sehingga sasaran pemasaran dari produk makanan ini bisa cukup luas.

V. ASPEK TEKNIK DAN MANAJEMEN


4.1 Aspek Teknis
a. Sifat Proyek
Penjualan produk makanan ini mengutamakan pemesanan dan promosi yang akan disebarkan
melalui pamflet, radio dan mulut ke mulut.
b. Jenis dan Jumlah Produk
Jenis produk ada dua yaitu dalam bentuk makanan berat yang berupa nasi dan lauk pauknya
serta makanan ringan.

c. Lokasi
Lokasi dari produksi makanan ini yaitu bertempat di rumah pribadi di Jalan Raya Kunci Nomor
50c Rt 02 Rw 5 dusun Cikondang desa Kunci Kecamatan Sidareja kabupaten Cilacap.
d. Peralatan

Kebutuhan Peralatan Masak


Kompor gas
Wajan besar
Wajan kecil
Panci kecil
Panci besar
Baskom
Oven
Tabung gas
Aneka peralatan kecil lainnya

4.2 Aspek Manajemen


Bisnis ini dimiliki perseorangan yang dibantu beberapa pegawai dalam hal pengelolaan
makanan.
Penanggung jawab

Bendahara

Produksi

Distribusi

Pemasaran

VI. Kondisi Keuangan dan Strategi Keuangan


5.1 Kebutuhan Dana
Untuk modal awal memulai usaha ini karena merupakan home industries maka hanya
diperlukan biaya sebesar Rp 2.000.000,- yang diperoleh dari dana pribadi.
5.2 Strategi keuangan
Dana berasal dari modal pribadi, apabila terjadi lonjakan permintaan/konsumen maka akan
dicoba untuk menambah modal melalui pinjaman dana melalui lembaga keuangan bukan bank
atau dari bank sekaligus.

VII. KONDISI OPERASIONAL DAN STRATEGI OPERASIONAL


6.1 Kondisi Operasional
Kegiatan operasional yang kami lakukan dalam pelaksanakan produksi makanan ini dilakukan
oleh 5 orang sekaligus anggota pemilik dari usaha tersebut, tapi dari 5 orang yang melakukan
proses produksi dibagi 2 kelompok yaitu bagian penanggung jawab produksi dan bagian
pencarian bahan baku produk.

6.2 Strategi Operasional


Untuk menjadi wirausahawan di bidang makanan tidak harus menjadi ahli masak dulu, tapi yang
terpenting adalah mampu mengelola usaha itu, sementara untuk tenaga ahli yang dapat memasak
akan dilakukan
Roman","serif"; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-themecolor: background2; mso-
themeshade: 26;" lang="EN-US">perekrutan. Telah di jabarkan di atas bahwa usaha ini dikelola
bersama-sama dan tiap orang punya tugas masing-masing. Cara penjaminan mutu dengan cara
kita hanya akan berproduksi setiap kebutuhan akan produk tersebut harus terpenuhi dan setelah
mendapatkan pesanan jadi makanan dijamin utuh dan menarik. Lokasi bisnis ini di jalankan
ditempat keramaian.

VIII. STRATEGI PENGEMBANGAN DI MASA DATANG


Strategi yang kami gunakan untuk pengembangan usaha kami di masa mendatang yaitu
dengan menambah modal untuk terus memperbaiki proses produksi dan promosi produk kami.
Memperbaiki atau meningkatkan kualitas makanan .
Selain itu kami juga akan memperbaiki kondisi manajemen dan menambah jumlah
pegawai agar dapat bekerja lebih efektif lagi sesuai dengan bagiannya masing – masing.dengan
strategi yang demikian, diharapkan usaha kami akan tetap tumbuh dan berkembang baik.
Antisipasi ke masa depan dalam menjalankan usaha ini yaitu :
- Menganalisis potensi pasar
Jika usaha ini berpotensi berkembang maka dalam menjalankan usaha ini harus mengetahui
potensi pasar yang dijalani agar usaha yang dijalani dapat diterima oleh semua kalangan
masyarakat (konsumen)
- Menentukan objek pasar
Dalam menjalankan usaha ini harus menentukan objek pasar dengan strategi yang mudah
dijangkau masyarakat (konsumen).
- Menetapkan target / sasaran pasar.
Dalam menjalankan usaha harus menetapkan target / sasaran pasar usaha dengan cara melihat
perbedaannya agar lebih mudah dijangkau oleh pembeli dalam membelinya.
- Selakanin itu juga jika usaha ini berpotensi berkembang maka proses produksi harus ada
peningkatan sesuai dengan kebutuhan pasar.
- Karena produk ini mudah ditiru maka harus siap bersaing dalam produk tersebut, baik harga,
tempat pemasaran serta tentunya kualitas produk itu sendiri.
- Harus mampu mempertahankan kualitas produk itu sendiri serat melakukan inovasi jika usaha
yang akan dijalankan bisa terus berjalan di kemudian hari.

IX. INFORMASI KEUANGAN


CONTOH PROPOSAL USAHA CATERING
Dalam perencanaan usaha ini, modal yang digunakan adalah hasil dana pribadi yang akan
ditambahkan dengan modal hasil pinjaman.

Modal awal
No Uraian Jumlah
1 Modal awal Rp 2.000.000,-
2 Kompor gas Rp 400.000,-
3 Wajan besar (2) Rp 150.000,-
4 Wajan kecil (2) Rp 80.000,-
5 Panci kecil (2) Rp 60.000,-
6 Panci besar Rp 100.000,-
7 Baskom (8) Rp 50.000,-
8 Oven Rp 50.000,-
9 Tabung gas Rp 600.000,-
10 Aneka peralatan kecil lainnya Rp 300.000,-
Jumlah Rp 3.790.000,-
X. MODAL POKOK (HPP)
Modal Pokok Nasi Box
No Uraian Jumlah
1 Nasi (1/5 x 7000) Rp 1.500
2 Ayam panggang ( ¼ x 20000 ) Rp 5.000
3 Capcay Rp 1.500
4 Oseng tempe Rp 1.500
5 Kerupuk+sambal Rp 1.000
6 Buah Rp 1.500
7 Air mineral Rp 500
JUMLAH Rp 11.500

XI. HARGA JUAL

Jenis Harga Nilai


Harga Tertinggi Rp 25.000
Harga Standar Rp 17.500
Harga Terendah Rp 10.000
Harga Pesaing Rp 17.500
Harga Jual Rp 15.000

XII . KEUNTUNGAN USAHA


Perhitungan keuntungan nasi boks :
Laba per unit
(Harga Jual-HPP) Rp 3.500,-
Laba per produksi minimal pesanan
(Laba per unit x total produksi)
Rp 3.500 x 50 Rp 175.000,-
XII. SIMPULAN
Harapan kami untuk produk nasi boks ialah supaya produk ini bisa lebih berkembang dan
maju. Di samping itu, kami mengharapkan supaya produk makanan ini bisa diterima dipasaran,
karena produk ini sangat bagus dan berkualitas.Serta dengan melakukan kegiatan
usaha/wirausaha seperti ini bisa menjadikan kita sebagai pelaku usaha untuk bisa hidup secara
mandiri dan bisa berinovasi dengan usaha yang kita jalankan. Demikianlah CONTOH
PROPOSAL USAHA CATERING

Anda mungkin juga menyukai