Anda di halaman 1dari 8

TEORI PASAR MODAL DAN INVESTASI

PERTEMUAN KE-9
BETA

OLEH:

OLEH KELOMPOK 7:

Putu Ayu Anggya Agustina (1781611016)

Kadek Ria Citra Dewi (1781611017)

A.A. Sg. Ary Nur Arista (1781611018)

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2018
BETA

1. Pengertian Beta ( β )
Pengertian Beta (β) adalah pengukur volatilitas (volatility) return suatu
sekuritas atau return portofolio terhadap return pasar. Dengan kata lain Beta (β)
merupakan bentuk perhitungan yang menyatakan risiko khusus atau risiko sistematik
(systematic risk) dari saham biasa suatu perusahaan terhadap pasar saham secara
keseluruhan (voltility).
Volatilitas (volatility) adalah fluktuasi dari return-return suatu sekuritas atau
portofolio dalam suatu periode waktu tertentu. Dimana fluktuasi atau perubahan (naik
atau turun) dari return sekuritas atau return portofolio pada pasar saham (bursa efek)
ini dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari faktor internal emitenwwrtt penerbit
sekuritas (misal kebijakan dividen saham) maupun dari faktor eksternal (misal huru-
hara, perang, dll).

2. Mengestimasi Beta
Mengetahui Beta suatu sekuritas atau Beta suatu portofolio merupakan hal yang
penting untuk menganalisis sekuritas atau portofolio tersebut. Beta suatu sekuritas
dapat dihitung dengan teknik estimasi yang menggunakan data historis. Beta historis
dapat dihitung dengan menggunakan data historis berupa beberapa jenis beta (β) pada
suatu sekuritas. Secara umum beta (β) sekuritas dikelompokkan menjadi 3, yaitu :
1. Beta Pasar (βm)
Beta Pasar merupakan beta yang paling lazim digunakan dimana beta ini dihitung
dengan menggunakan data historis dari pasar saham.
2. Beta Akuntansi (βacc)
Beta Akuntansi merupakan beta yang dihitung dari laporan keuangan emiten.
3. Beta Fundamental (βfund)
Beta Fundamental merupakan beta yang dihitung berdasarkan variabel
fundamental perusahaan seperti pertumbuhan penjualan, biaya, pendapatan,
pangsa pasar dan lain sebagainya.

3. Beta Pasar (βm)


Beta ini dapat dengan dua pendekatan, yaitu dengan teknik manual dan regresi.
1. Tehnik Manual (plotting)

2
Penghitungan beta dengan teknik ini dilakukan dengan mengumpulkan data pasar
dari nilai-nilai historis return suatu sekuritas selama periode tertentu, misal return
bulanan digunakan data historis selama 60 bulan (5 tahun) sedangkan untuk return
bulanan minimum digunakan data historis selama 180 hari (6 bulan).
Contoh Teknik penghitungan Beta (β) manual (plotting) :
1. Return-return sekuritas A (RA) dan return-return pasar (RM) selama 10 minggu
tampak di tabel berikut ini:
Minggu Return Saham A Return Pasar
Ke- (RA) (RM)
1. 7,5% 4,0%
2. 8,0% 4,5%
3. 9,0% 4,5%
4. 10,0% 5,5%
5. 10,5% 6,0%
6. 11,5% 7,0%
7. 11,0% 6,0%
8. 12,0% 6,5%
9. 12,0% 7,5%
10. 14,0% 8,0%

Secara manual, Beta sekuritas A dapat dihitung secara manual dengan cara
sebagai berikut :
a. Buat diagram tersebar (scatter diagram), dimana sumbu horizontalnya
adalah Retrun Pasar (RM) dan sumbu vertikalnya adalah Return Saham A
(RA)
b. Tarik garis lurus yang paling mendekati semua titik hubung diatas.
c. Beta historis sekuritas A dapat dihitung berdasarkan slope dari garis lurus
yang ditarik paling mendekati semua titik diatas (garis merah). Besarnya
beta A dapat dihitung :
(13,5% - 7,5%) = 1,5
(8–4)

2. Teknik Regresi
Penghitungan beta dengan tehnik ini dilakukan dengan mengunakan return-return
pasar sebagai variabel independen (mempengaruhi) dan return-return sekuritas
sebagai variabel dependen (dipengaruhi). Persamaan regresi yang dihasilkan dari
data time series ini akan menghasilkan koefisien beta yang diasumsikan stabil dari
waktu ke waktu selama periode observasi.
Persamaan regresi yang digunakan untuk mengestimasi beta dapat didasarkan
pada model indeks-tunggal atau model pasar, rumusnya yaitu:
3
Ri = i + i . RM + ei
Beta juga dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

i = Notasi : = kovarian return antara sekuritas ke-i

= varian return pasar

4. Beta Akuntansi
Salah satu contoh dari data akuntansi yakni laba akuntansi (accounting earnings)
yang dapat digunakan untuk mengestimasi beta. Perhitungan untuk beta akuntansi sama
dengan beta pasar (yang menggunakan data return), yakni dengan cara mengganti data return
dengan data akuntansi. Berikut ini adalah rumus untuk beta akuntansi:
σ laba, iM
hi = σ2 laba, M
Notasi:
hi = Beta akuntansi sekuritas ke-i
σ laba, iM = Kovarian antara laba perusahaan ke-i dengan indeks laba pasar
σ 2
laba, M = Varian dari indeks laba pasar

Persamaan regresi untuk mengestimasi Beta Akuntansi adalah sebagai berikut:

Ei,t = gi + hi EMt + wi,t

Notasi : Ei,t = perubahan laba akuntansi perusahaan ke-i untuk periode ke-t
EMt = perubahan indeks laba pasar untuk periode ke-t
wi,t = kesalahan residual
gi = intercept
hi = parameter regresi yang merupakan estimasi untuk beta akuntansi perusahaan
ke- i

5. Beta Fundamental
Beaver, Kettler dan Scholes (1970) telah mengembangkan penelitian Ball dan Brown
dengan menyajikan perhitungan Beta menggunakan beberapa variabel fundamental. Oleh
karena itu Beaver, Kettler dan Scholes menggunakan 7 macam variabel fundamental yang
sebagian besar merupakan variabel akuntansi, yaitu sebagai berikut :
1. Dividen Payout
Dividen payout diukur sebagai dividen yang dibayarkan dibagi dengan laba yang tersedia
untuk pemegang saham umum. Lintner (1956) memberikan alasan rasional bahwa

4
perusahaan-perusahaan enggan untuk menurunkan dividen. Jika perusahaan memotong
dividen, maka akan dianggap sebagai sinyal yang buruk karena dianggap membutuhkan
dana. Oleh karena itu perusahaan yang mempunyai risiko tinggi cenderung akan
membayar dividend payout yang lebih kecil supaya nanti tidak memtong dividen jika
laba yang diperoleh turun. Terdapat hubungan yang negatif antara risiko dan dividen
payout, yaitu risiko tinggi, dividen payout rendah. Karena Beta merupakan pengukur
risiko, maka dapat juga dinyatakan bahwa Beta dan dividend payout mempunyai
hubungan yang negatif. Alasan lain yang menyatakan hubungan negatif antara Beta
dengan dividend payout adalah pembayaran dividen dianggap lebih kecil risikonya
dibandingkan captital gains (Elton dan Gruber, 1994).
2. Asset Growth
Variabel pertumbuhan aktiva (asset growth) didefinisikan sebagai perubahan (tingkat
pertumbuhan) tahunan dari aktiva total. Variabel ini diprediksi mempunyai hubungan
poitif dengan Beta.
3. Leverage
Leverage didefinisikan nilai buku total hutang jangka panjang dibagi total aktiva.
Leverage diprediksi mempunyai hubungan positif dengan Beta. Bowman (1980)
menggunakan nilai pasar untuk total utang dalam menghitung leverage dan mendapatkan
hasil yang tidak berbeda jika digunakan dengan nilai buku.
4. Liquidity
Likuiditas diukur sebagai current ratio yaitu aktiva lancar dibagi dengan hutang lancar.
Likuiditas diprediksi mempunyai hubungan yang negatif dengan Beta, yakni secara
rasional diketahui bahwa semakin likuid perusahaan, semakin kecil risikonya.
5. Asset Size
Variabel asset size diukur sebagai logaritma dari total aktiva. Variabel ini diprediksi
mempunyai hubungan yang negatif dengan risiko. Ukuran aktiva dipakai sebagai wakil
pengukur besarnya perusahaan. Perusahaan yang besar dianggap mempunyai risiko yang
lebih kecil dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil. Alasannya karena
perusahaan yang besar dianggap lebih mempunyai akses ke pasar modal, sehingga
dianggap mempunyai Beta yang kecil (Eltonn dan Gruber, 1994). Dengan
menginvestasikan ke proyek dengan Beta yang rendah akan menurunkan resiko dari
perusahaan. Dengan demikian, dihipotesiskan hubungan antara ukuran perusahaan
dengan Beta adalah negatif.
6. Earnings Variability
Variabilitas laba diukur dengan nilai standar dari PER (Price Earnings Ratio) atau rasio
P/E (harga saham dibagi denngan laba perusahaan). Variabilitas dari laba dianggap

5
sebagai risiko perusahaan, sehingga hubungan antara variabel ini dengan Beta adalah
positif.
7. Accounting Beta
Beta akuntansi (accounting Beta) diperoleh dari koefisien regresi dengan variabel
dependen perubahan laba akuntansi dan variabel independen adalah perubahan indeks
laba pasar untuk laba akuntansi portofolio pasar. Karena Beta akuntansi dan Beta pasar
keduanya pengukur risiko yang sama, maka diprediksi keduanya mempunyai hubungan
positif.
Dimana rumus prediksi Beta akuntansi fundamental adalah sebagai berikut :

ĥ = â0 + â1DIV i + â2 GROWTH i + â3 LEV i + â4 LIQ i + â5 SIZE i + â6


EVAR i + â7 ABETAi

Notasi :
ĥ = Prediksi Beta akuntansi fundamental
DIV i = Dividen payout (pembayaran dividen) perusahaan ke-i
GROWTH I = Assets growt (pertumbuhan aktiva) perusahaan ke-i
LEV i = Leverage perusahaan ke-i
LIQ i = Liquidity perusahaan ke-i
SIZE i = Assets size (ukuran aktiva) perusahaan ke-i
EVAR i = Earnings variability (variabilitas laba) perusahaan ke-i
ABETA i = Accounting Beta (Beta akuntansi) perusahaan ke-i
ei = Residual Error (kesalahan residu) perusahaan ke-i

Jika koefisien-koefisien hasil regresi mempunyai nilai yang secara statistik


signifikan berarti menunjukkan bahwa variabel-variabel fundamental yang keofisiennya
signifikan mempunyai akurasi (ketepatan) untuk memprediksi beta pasar. Akibatnya,
Beta fundamental yang dihitung berdasarkan variabel-variabel fundamental tersebut
seharusnya juga memprediksi secara akurat Beta pasar.

6. Beta Pasar dan Beta Fundamental


Beta return pasar dan beta fundamental mempunyai kelebihan dan kekurangan
masing-masing. Beta return pasar mempunyai kelebihan dapat mengukur respon dari masing-
masing sekuritas terhadap pergerakan pasar. Kelemahan beta return pasar yaitu tidak
langsung mencerminkan perubahan dari karakteristik perusahaan karena beta return pasar
dihitung berdasarkan hubungan data pasar dan tidak dihitung berdasarkan data karakteristik
perusahaan. Beta pasar mungkin mencerminkan pembayaran dividen secara tidak langsung

6
yaitu melalui perubahan harga saham jika ada. Berbeda dengan Beta fundamental yang
mengukur perubahan pembayaran dividen secara langsung.
Sementara itu, beta fundamental mempunyai kelebihan secara langsung dapat
berhubungan dengan karakteristik perusahaan dan kelemahanya yaitu variabel-variabel
karakteristik perusahaan mempunyai efek terhadap beta fundamental yang sama untuk semua
perusahaan. Beta fundamental juga mempunyai kelemahan, yaitu variabel-variabel
karakteristik perusahaan mempunyai efek terhadap Beta fundamental yang sama untuk semua
perusahaan.
Rosenberg dan Marathe (1975) kemudian menggabungkan data return pasar dan data
karakteristik perusahaan untuk memghitung Beta. Dengan penggabungan ini diharapkan
kelemahan masing-masing perhitungan Beta tertutup dan semua kelebihannya tergabung,
sehingga diharapkan daya prediksinya untuk menghitung Beta dimasa mendatang lebih
akurat.

7. Beta Portofolio
Beta portofolio dihitung dengan cara rata-rata tertimbang sebagai berikut:

p =
Notasi : p = Beta portofolio
= beta individual sekuritas ke-i
= proporsi sekuritas ke-i

Beta portofolio umumnya lebih akurat dibanding beta tiap-tiap individual sekuritas. Alasanya
adalah sebagai berikut:
1. Beta individual sekuritas konstan dari waktu ke waktu. Kenyataanya Beta individual
sekuritas dapat berubah dari waktu ke waktu. Perubahan Beta individual sekuritas
dapat berupa perubahan naik atau perubahan turun. Beta portofolio akan meniadakan
perubahan Beta individual sekuritas dengan perubahan Beta Individual sekuritas yang
lainya. Denga demikian jika Beta tidak konstan dari waktu ke waktu, maka Beta
portofolio akan lebih tepat dibandingkan dengan Beta individual sekuritas.
2. Perhitungan beta individual tak lepas dari kesalahan pengukuran/ kesalahan acak.
Pembentukan portofolio akan mengurangi kesalahan acak ini, karena kesalahan acak
satu sekuritas mungkin akan ditiadakan oleh kesalahan acak sekuritas lainnya.
Dengan demikian, Beta portofolio juga diharapkan akan lebih tepat dibandingkan
dengan Beta individual sekuritas.
7
REFERENSI

Jogiyanto, H.M. 2014. Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi 8. BPFE: Yogyakarta.