Anda di halaman 1dari 7

TUGAS MATEMATIKA

“APLIKASI TURUNAN DALAM BIDANG TEKNIK”

Di Susun Oleh:

MUHAMMAD SALDI Y

ERWI B.

HAIRIL

ARSITEKTUR 1 B

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS

MUHAMMADIYAH MAKASSAR
APLIKASI TURUNAN DALAM TEKNIK

Turunan adalah pengukuran terhadap bagaimana fungsi berubah seiring


perubahan nilai input, atau secara umum turunan menunjukkan bagaimana
suatu besaran berubah akibat perubahan besaran lainnya. Proses dalam
menemukan turunan disebut diferensiasi.

Misalnya y merupakan fungsi dari x atau dapat ditulis juga y=f(x).


Turunan dari y terhadap x dinotasikan sebagai berikut:

Dengan menngunakan definisi turunan diatas dapat diturunkan beberapa


rumus-rumus turunan, yaitu :

1. Jika diketahui dimana C dan n konstanta real,

maka
2. Jika diketahui y=C dan

3. Untuk y = f(x)+g(x) maka

4. Untuk y = f(x).g(x) maka

atau dapat juga kita misalkan f(x)=u dan g(x) = v sehingga rumus turunan
u.v = u’v+uv’
5.

6.

A. Aplikasi Turunan Dalam Teknik Arsitektur


Berbagai hal memerlukan rancangan dan perhitungan yang tepat dan
sesuai, agar dapat menghasilkan sebuah rancangan gedung yang spektakuler
tanpa mengkhawatirkan kekuatan pondasi.

Apa itu fungsi turunan ? turunan fungsi adalah fungsi lain dari suatu
fungsi sebelumnya , misalkan fungsi f menjadi f’ yang mempunyai nilai tidak
beraturan. Konsep turunan sebagai bagian utama dari kalkulus dipikirkan
pada saat yang bersamaan oleh Sir Isaac Newton (1642-1727) dan Gottfried
Wilhem Leibniz (1646-1716). Turunan di gunakan sebagai suatu alat untuk
menyelesaikan berbagai masalah dalam geometrid dan mekanika.
Bidang teknik adalah untuk menentukan simpangan
horizontal tingkat pada sebuah bangunan. Apabila bangunan itu
mempunyai struktur MDOF maka model matematika yang terbentuk adalah
sistem persamaan diferensial linier (SPDL).Sistem persamaan differensial
linier (SPDL) merupakan kumpulan dari persamaan differensial linier
yang sering digunakan untuk melukiskan suatu persoalan di kehidupan
nyata ke dalam model matematika.

Apabila bangunan tersebut bertingkatmaka kita modelkan bangunan


tersebut dalam bentuk SPDL. Dalam skripsi ini penulis mengkaji
gedung bertingkat dua untuk mengetahui model persamaan padag e r a k a n
struktur MDOF dan simpangan masing-masing tingkat
d e n g a n menggunakan SPDL. Sehingga didapatkan SPDL
p a d a g e d u n g b e r t i n g k a t dengans edangkan solusi umum untuk mencari
simpangan horizontal pada tingkat satu dan dua yaitu :

y1 = -2c1e-t- 2c2 xe-t- 2c3 x2e-t- 2c4 x3e-t-et

y2 = c1e-t+ c2 xe-t+ c3 x2e-t+ c4 x3e-t+2.


Contoh 1 : Pada Gedung Miring
Dalam hal kami akan menghitung nilai ekstrim fungsi dan titik belok
gedungcapital Gate di Abu Dabhi

Y=f(x) = 1/3 x ˆ3+x+4


Uji turunan dan titik belok
1) F(x) = 1/3 x ˆ3+x+4
F’(x) = xˆ2+1
F”(x) = 2x
2)

3) F(O) = 0+0+0+4=4
Jadi di x = 0 mempunyai titik belok (0,f(0)) yaitu (0,4)

Contoh 2 : Pada bangunan


Sebuah halaman di belakang sebuah bangunan akan di pagari dengan
pagar kawat. Jika pagar yang tersedia 500m. berapa ukuran halaman yang
dapat di pagari seluas mungkin, jika ujung-ujung pagar di tempatkan di
tembok bangunan.

Penyelesaian:
Permasalahan di atas dapat di buat gambarnya untuk memudahkan
kita menentukan besaran tujuan dan pembatasnya.

Misalkan, halaman yang akan dipagari


Panjangnya = X
Lebarnya = Y

Tujuan : maksimumkan luas halaman yang dipagari.


A=x.y

Batasan : pagar kawat tersedia 500 m.


500 = x + 2y ↔ x = 500 - 2y
Substitusi fungsi pembatas dalam tujuan:
A = x . y = (500 – 2y) .y = 500y - 2𝑦 2

Karena y adalah lebar halaman yang harus di pagari, maka nilai yang
mungkin untuk y adalah (0,250).
Titik kritis stasioner diperoleh dari
500
A (y) = 0 ↔ 500 – 4y = 0 ↔ y = = 125
4

Uji titik kritis dan titik ujung interval :


A (0) = 500 (0) - 2(0)2 = 0
A (125) = 500 (125) – 2(125)2 = 31250
A(250) = 500 . (250) – 2 . (250)2 = 0
Dengan demikian nilai maksimumnya adalah 31250 untuk y = 125 dan
x = 500 – 2 . (125) = 250

jadi, ukuran halaman yang dapat dipagari seluas mungkin dengan


panjang pagar 500 m adalah 250 m x 125 m.