Anda di halaman 1dari 7

Bore Gauge, Pengertian dan Cara Kerjanya

1. Pengertian :

Bore gauge atau juga dikenal dengan Cylinder Gauge ialah alat ukur yang dipakai guna
mengukur diameter silinder. di bagian atas terdapat dial gauge dan di bagian bawahnya terdapat
measuring point yang bisa bergerak bebas. Dial gauge yang terletak di bagian atas bisa dilepas
caranya yaitu longgarkan securing position dial gaugenya. Sedangkan ujung batang pengukur
(measuring point) akan bergerak bila ditekan dan jarum pada dial gauge antara 0-2 mm akan
bergerak dari harga standarnya.
di sisi lain terdapat replacement rod yang panjangnya beragam tergantung pada kebutuhan, yang
dilengkapi dengan replacement securing thread merupakan semacam mur pengikat yang
berfungsi untuk mengunci supaya replacement rod dan washernya tidak lepas ketika bore gauge
digunakan.

2. Kegunaan/Fungsi :

Berguna untuk mengukur garis tengah bagian dalam dari sebuah benda kerja, seperti : Cylinder,
lubang dudukan poros dan lain-lain.

3. Cara Menggunakan/Mengukur :

Cara Menggunakan Bore Gauge :

 Ukur diameter silinder dengan memakai jangka sorong untuk mengetahui diameter secara
kasar guna memilih rod end yang tepat untuk dipasangkan pada bore gauge (atau lihat
ukuran standarnya pada maintenance standard), misal diperoleh hasil pengukuran : 75,40
mm.
 Pilih replacement rod yang panjangnya lebih besar dari hasil pengukuran tersebut misal
76 mm, setelah itu pasang replacement rod pada bore gauge.
 Ukur panjang replacement rod dengan mikrometer luar dan usahakan jarum dial gauge
tidak bergerak, misal diperolah hasil pengukuran 76,20.
 Masukan replacement rod kedalam lubang (cylinder), goyangkan tangkai bore gauge ke
kanan dan ke kiri hingga di peroleh penyimpangan terbesar (posisi tegak lurus).
 Baca besarnya penyimpangan yang ditunjukan dial gauge, misal diperoleh 0,13 mm.
 Besarnya diameter cylinder yaitu selisih antara hasil pengukuran panjang replecement rod
dengan besarnya penyimpangan jarum bore gauge. Jadi diameter cylinder = 76,20 -0,13 =
76,07 mm.
Cara menentukan ke ovalan silinder :

 Mula – mula tentukan sumbu X dan sumbu Y dari silinder.


 Lalu bagi silinder menjadi 3 bagian yaitu bagian atas (TOP), bagian tengah (CENTER),
dan bagian bawah (DEEP).
 setelah itu ukur sumbu X dan Y dari masing-masing bagian.
 Misalnya diperoleh hasil pengukuran bagian atas (TOP) cylinder sumbu X = 80.75 mm
dan sumbu Y = 80.73 mm, maka keovalannya cylinder bagian atas adalah 80.75 – 80.73
mm = 0.02 mm.
 Lanjutkan pengukuran pada bagian tengah (CENTER) dan bagian Bawah (DEEP).

Cara menentukan ketirusan cylinder :

 Ketirusan merupakan selisih ukuran antara cylinder bagian atas dengan cylinder bagian
bawah atau sebaliknya.
 Untuk menentukan ketirusan cylinder, dapat diambil dari keovalan masing-masing bagian
pada TOP, CENTER dan DEEP silinder.
 Misalnya, keovalan cylinder bagian atas adalah 0.02 mm dan bagian bawah cylinder
adalah 0.01 mm, maka ketirusannya adalah 0.02 – 0.01 mm = 0.01 mm.

4. Tingkat Ketelitian :

Tingkat ketelitian Bore Gauge adalah 0,01 mm.

5. Cara membaca Skala dan Hasil Pengukuran :

Apabila jarum kecil menunjukkan pada angka satu dan jarum besar pada strip yang ke-22 setelah
bergerak dari nol searah jarum jam, jadi hasil pengukuran :

 Jarum kecil = 1 pada pengetesan = 75 mm.


 Jarum besar = 22 x 0,01 mm = 0,22 mm.
 Hasil pembacaan = 75 – 0.22 = 74.78 mm.

Jika jarum kecil menunjukkan pada angka satu dan jarum besar pada strip yang ke-25 setelah
bergerak dari nol berlawanan jarum jam, jadi hasil pengukuran :

 Jarum kecil = 1 pada pengetesan = 75 mm.


 Jarum besar = 25 x 0,01 mm = 0,25 mm.
 Hasil pembacaan = 75 + 0.25 = 75.25 mm.

6. Bagian-bagian :
 Dial Indikator.
 Replacement Rod.
 Replacement Washer.
 Measuring Point.
 Batang Silinder Bore Gauge.

7. Cara Kalibrasi :

Caranya yaitu :

 mula mula kendorkan pengunci outer ring pada dial indicator


 kemudian masukkan dial indicator ke dalam rahang mikrometer dengan replacement rod
terlebih dahulu
 setelah itu setel angka nol pada dial gauge tepat pada jarum panjang dengan memutar
outer ring
 terakhir kunci kembali pengunci outer ring. Cylinder bore gauge siap dipakai.

8. Jenis-jenis :

 Bore Gauge Range 5-10mm.


 Bore Gauge Range 10-18mm.
 Bore Gauge Range 50-150mm.

9. Cara merawat :

 Simpat Bore Gauge pada tempatnya setelah digunakan


 Bore gauge sebaiknya disimpan ditempat yang stabil suhu dan kelembabannya. Suhu
tempat untuk menyimpan sekitar 20˚C dengan kelembaban 60-70%.
 Tempat penyimpanan harus bebas dari getaran-getaran yang kemungkinan dapat merusak
Bore gauge.

10 . Skala utama/ Skala nonius :

Pada bore gauge skala penunjukkan jarum terdiri dari angka 0 – 50 pada setengah lingkaran dari
arah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam
CYLINDER BORE GAUGE

Konstruksi

Cylinder Bore gauge adalah alat untuk mengukur diameter silinder, dengan ketelitian sampai
0,01 mm.Berguna untuk alat pelengkap untuk over houle,alat ini untuk mengidentifikasi
Keovalan,ketirusan,dan untuk menentukan besar-kecilnya pengeboran silinder.Sahabat otomotif
penggunaan Cylinder bore gauge wajib di kuasai ketika kamu lagi OH atau Ujian
praktek,perhatikan langkah-langkah penggunaannya.

Lihat Juga :
•Misteri Ada Kehidupan Di Mars Akan Terungkap

CARA PEMILIHAN REPLACEMENT ROD DAN WASHER


1. Ukur diameter silinder dengan vernier caliper.
2. Lihat angka di belakang koma, apakah lebih besar atau lebih kecil dari 0,5 mm.

Contoh :
• Bila hasil pengukuran = 52,30 mm Maka anda memilih :
• Replacement rod = 50 mm
• Replacement washer = 2 mm

• Bila hasil pengukuran = 52,70 mm


Maka pilih lah. :
• Replacement rod. = 50 mm
• Replacement washer. = 3 mm
METODA PENGUKURAN

1. Ukur diameter silinder dengan vernier caliper. Pilihlah replacement rod dan washer yang
sesuai, dan pasangkan pada silinder gauge. Bila hasil pengukuran diameter adalah 91,00 mm,
gunakan replacement rod 90 mm dan replacement washer 1 mm.

2. Set micrometer pada 91 mm (seperti penjumlahan replacement rod dan replacement washer),
masukkan replacement rod dan measuring point ke dalam micrometer, dan dial gauge diset ke
“0” dengan memasukan silinder bore gauge ke micrometer.

Baca juga :
• Cara Konstuksi Komponen dan Cara Kerja Nosel
• Cara Dan Prosedur Tune Up EFI Lengkap

• Tips cara cepat = Saya dapatkan cara ini waktu lomba LKS di Nusawungu.Penyetelan angka
'0' pada dial gauge dapat di lakukan di dalam silinder,dengan memasukan silinder bore gauge ke
dalam silinder dengan kedalaman ± 0,5 cm,karena daerah bagian atas ± 1 cm dari permukaan
block silinder tidak bergesekan langsung dengan piston sehingga ukurannya tidak berubah.

3. Masukkan cylinder gauge pada posisi diagonal ke dalam silinder, gerakkan cylinder gauge
sampai diperoleh hasil pembacaan terkecil. Bila hasil pembacaan adalah 0,08 mm sebelum “0”,
berarti diameter silinder adalah 0,08 mm lebih besar dari 91 mm. Karena itu diameter silinder
adalah 91,08 mm (91,00 + 0,08 mm).

Pengukuran dilakukan pada 3 titik yaitu :


a. Titik Atas (TA) ,yaitu pengukuran dilakukan ± 1 cm di bawah permukaan blok silinder
b. Titik Tengah (TT) ,yaitu pengukuran di lakukan tepat ditengah-tengah kedalaman silinder.
c. Titik Bawah (TB) ,yaitu pengukuran di lakukan di bagian paling dasar silinder.

ALAT UKUR TEKNIK : CYLINDER BORE GAUGE


Cylinder gauge adalah alat ukur yang juga menggunakan dial gauge. Cylinder gauge sering
digunakan untuk mengukur diameter silinder dan komponen lainnya secara teliti. Dalam
penggunaannya cylinder gauge tidak dapat digunakan sendiri, tapi juga membutuhkan alat ukur
lainnya, yaitu jangka sorong/vernier caliper dan micrometer. Ketelitian alat ini adalah 0,01 mm.
Cylinder bore gauge (dial bore gage) mempunyai beberapa bagian yaitu :
dial gauge
dial gauge securing position
replacement washer
replacement rod
replacement rod securing thread
measuring point
Measuring point ini dapat bergerak bebas dan jumlah gerakannya ditunjukkan oleh dial gauge.
Jarak antara measuring point dan replacement rod adalah sama dengan diameter benda yang
diukur.

Cara menentukan replacement rod dan replacement washer


Untuk menentukan berapa replacement rod dan replacement washer yang akan digunakan maka
kita ukur terlebih dahulu diameter dalam silinder dengan menggunakan vernier caliper/jangka
sorong. Dari hasil pengukuran tersebut kita bisa menentukan replacement rod dan replacement
washer yang digunakan. Yang perlu diperhatikan dari hasil pengukuran adalah bila angka di
belakang koma adalah lebih kecil dari 0,5 mm maka pembulatannya ke bawah. Namun jika angka
di belakang koma lebih besar dari 0,5 mm maka pembulatannya ke atas.
Contoh :
Hasil pengukuran dengan jangka sorong : 51,20 mm (pembulatannya 51 mm)
Maka replacement rod : 50 mm
Replacement washer : 1 mm
Hasil pengukuran dengan jangka sorong : 51,80 mm (pembulatannya 52 mm)
Replacement rod : 50 mm
Replacement washer : 2 mm

Pada saat memasang dial gauge yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
Dial gauge harus dipasang pada tangkainya dalam posisi sejajar atau tegak lurus measuring point.
Spindle dimasukkan ke dalam batangnya kira-kira setengah dari langkahnya.
Periksalah bahwa pointer dari dial gauge bergerak bila anda menekan measuring point.

Contoh penggunaan alat ukur


Ukur diameter dalam silinder dengan menggunakan jangka sorong. Baca hasilnya.
Tentukan replacement rod dan replacement washer berdasar hasil pengukuran dari jangka sorong.
Misal hasil dari pengukuran jangka sorong didapat : 91,00 mm. Maka pilihlah replacement rod
yang 90 mm dan replacement washer yang 1 mm.
Set mikrometer pada ukuran 91,00 mm. Masukan ke dalam replacement rod dan measuring point
ke dalam mikrometer dan dial gauge di set ”0”.
Masukkan cylinder gauge pada posisi diagonal ke dalam silinder, gerakan cylinder gauge sampai
diperoleh hasil pembacaan terkecil. Bila hasil pembacaan adalah 0,08 mm sebelum
”0”, berarti diameter silinder adalah 0,08 mm lebih besar dari 91 mm. Karena itu diameter silinder
adalah 91,08 mm (91,00 + 0,08). Namun jika hasil pembacaannya adalah 0,08 setelah "0", berarti
diameter silinder adalah 0,08 lebih kecil dari 91 mm. Karena itu diameter silinder adalah 90,92
mm(91,00 - 0,08).