Anda di halaman 1dari 12

PEMBAHSAN

Secara visual terlihat bahwa berkas cahaya yang dihasilkan antara cahaya
laser dengan cahaya dari sumber lain berbeda. Perbedaan tersebut dapat dilihat
pada gambar 1 dibawah ini.cahaya dari sumber lain, misalnya senter memilki sifat
yang tidak terarah sedangkan sifat cahaya laser dicirikan oleh empat macam sifat,
yaitu monokromatik, koheren, terarah, dan kecerahan.

(a) (b)
Gambar 1. (a) Cahaya Senter (b) Caya Laser

A. Monokromatik

Cahaya laser bersifat monokromatis yaitu hanya memiliki keluaran


satu warna dan satu panjang gelombang saja. Sifat ini diakibatkan oleh:

1. Hanya satu frekuensi yang dikuatkan, yaitu


E2  E1
v . …………………………………..(1)
h
Berdasarkan interaksi cahaya dengan material, foton tereksistasi dengan
persamaan E = hv. Dimana E2 > E1 sehingga diperoleh persamaan (1). Ini
memberikan arti bahwa laser yang ideal terbentuk dari suatu kumpulan
foton berfrekuensi tepat sama dan semua foton tersebut terfase.
2. Susunan dua cermin yang membentuk cavity-resonant, sehingga osilasi
hanya terjadi pada frekuensi yang sesuai dengan cavity. Dimana cavity-
resonant merupakan lubang resonansi yang berfungsi sebagai jalur untuk
foton.
Untuk memahami pernyataan diatas, dapat dilihat pada Gambar dibawah
ini

(a) (b)

(d) (c)

(e)

Gambar 2. (a) Keadaan awal, (b) Cahaya yang mengenai kristal Rubi
menyebabkan eksitasi atom, (c) Beberapa atom mengemisi
foton atau cahaya (d) Beberapa foton bergerak sejajar dengan
sumbu kristal Rubi dan dipantulkan oleh cermin, sehingga
menstimulasi emisi oleh atom lain ( e) Foton yang sefasa,
monokromatis akan keluar dari cermin menghasilkan cahaya
laser

Berikut adalah contoh jenis-jenis laser yang mempunyai keluaran


cahaya yang berbedabeda, dimana setiap satu laser menghasilkan satu cahaya
dengan satu panjang gelombang (monokromatis).

Gambar 3. Laser dengan cahaya monokromatis

B. Koher en

Salah satu sifat yang terjadi pada cahaya laser akibat kesamaan fase
adalah koherensi. ketika mengkarakterisasikan sistem laser yang sebenarnya,
secara umum diasumsikan bahwa sinar laser pada awalnya adalah terfase, dan
inkoherensi laser timbul karena sifat monokromatis yang jelek dari sumber.
Gambar 4. Perbedaan Sifat Mendasar antara Cahaya Laser dan Cahaya
Dari Sumber Lain

Dari gambar dapat kita lihat bahwa cahaya yang dihasilkan dari laser
dan yang dihasilkan dari sumber lain berbeda persebarannya. Jika cahaya
yang dihasilkan dari sumber lain memancarkan berkasnya (foton) ke segala
arah, karena foton yang dipancarkan ke segala arah maka gelombang
elektromagnetiknya memiliki beda fase yang berbeda sehingga sifatnya tidak
koheren, dan jika kita melihat cahaya yang dihasilkan matahari memiliki
kecenderungan sifat polikromatik yaitu bisa memancarkan banyak warna dan
banyak panjang gelombang, salah satu contohnya yaitu jika kita meneruskan
cahaya matahari atau cahaya lampu (cahaya putih) pada sebuah prisma maka
akan ada pembiasan warnawarna seperti warna pelangi seperti yang terlihat
pada gambar berikut.

Gambar 5. Cahaya Polikromatik Dari Cahaya Matahari dan Lampu

Cahaya monokromatik yang telah melewati prisma, hanya


memiliki lintasan searah yang tidak menyebar. Karena cahaya yang
dihasilkan searah, maka bersifat koheren dan memiliki kecerahan yang
tinggi. Sifat cahaya yang dihasilkan laser fokus pada satu arah dan
sangat kuat, sehingga memiliki energi dan daya yang mampu
dimanfaatkan di berbagai hal.

1. Koheren Ruang (Spatial Coherence)


Pandang dua buah titik P1 dan P2 dimana pada waktu t
= 0 terletak pada bidang muka gelombang cahaya (EM) yang
sama. Andaikan E1t dan E2t adalah medan-medan listrik pada
kedua titik tadi. Pada t = 0 , perbedaan fasa kedua medan ini
adalah nol. Jika perbedaan fasa ini dapat dipertahankan pada t >
0, maka dikatakan koheren ruang sempurna (perfect spatial
coherence). Jika titik P1 dan P2 terletak pada beberapa titik
memiliki korelasi fasa yang baik (perbedaan fasanya kecil), maka
disebut koheren ruang sebagian (partial spatial cohenrence).

2. Koheren Waktu (Temporal Coherence)

Pandang medan listrik suatu gelombang EM pada titik P


pada waktu t dan t + 𝞃. Jika pada sembarang waktu yang
diberikan, perbedaan fasa antara dua medan tetap sama seperti
pada waktu t , maka dikatakan terjadi koheren waktu sepanjang
waktu 𝞃. Jika hal ini terjadi pada sembarang nilai, maka
gelombang EM dikatakan koheren waktu sempurna (perfect
temporal coherence). Jika hanya terjadi untuk waktu delay 𝞃,
dimana 0 < 𝞃 < 𝞃0 , maka gelombang EM dikatakan koheren
waktu sebagian dengan waktu koherense 𝞃0. Contoh suatu
gelombang EM dengan waktu koherensi ditunjukkan pada
gambar di bawah ini, dimana medan listrik mengalami lompatan
fasa pada interval waktu 𝞃0.
Gambar 6. Contoh Gelombang EM dengan Waktu Koherensi 𝞃0

C. Terarah

Cahaya yang dihasilkan laser bersifat terarah artinya foton yang


dipancarkan dalam satu arah. Keterarahan ini merupakan konsekuensi
langsung ditempatkannya bahan aktif dalam cavity resonant, dimana hanya
gelombang yang merambat dalam arah yang tegak lurus terhadap cermin-
cermin yang dapat dipertahankan dalam cavity (lubang).

Gambar 7. Keterarahan Berkas Cahaya Laser

1. Kasus Koheren Ruang Sempurna


Pada jarak tertentu, masih terjadi divergensi akibat difraksi seperti
ditunjukkan pada gambar di bawah ini.
S
Gambar 8. Difraksi Berkas Cahaya Laser untuk Kasus Koheren
Ruang Sempurna

Prinsip Huyghens menyatakan: Muka-muka gelombang pada layar dapat


diperoleh akibat superposisi dari gelombang-gelombang yang dipancarkan
oleh tiap titik di aperture D, maka sudut difraksi diungkapkan oleh:

D 
D

Dimana,

𝝺 = Panjang gelombang laser

D = Diameter celah

β = Koefisien numerik

Suatu berkas cahaya dimana divergensinya dapat diungkapkan dalam


bentuk  D di atas disebut diffraction limited.

D. Kecerahan (Brightness)

Brightness suatu sumber cahaya didefinisikan sebagai daya yang


dipancarkan persatuan luas permukaan persatuan sudut ruang (lihat Gb. 7).
Gambar 9. Proyeksi Sudut RuanSSSSSg yang Dipancarkan

Berdasarkan gambar 7 dengan menggunakan aturan trigonometri diperoleh:

dP dS
B
d
dP
B
dS  d
dP
B
dS  d cos 

Daya yang dipancarkan dP oleh permukaan luas dS ke sudut ruang dΩ di


sekitar titik OO’:

dP = B cos θ dS dΩ

Faktor cos θ secara fisis merupakan proyeksi dS para bidang ortogonal


terhadap arah OO’. B adalah brightness sumber pada titik O dalam arah OO’.
Besaran ini bergantung pada koordinat θ. Bila B merupakan suatu konstanta,
maka sumber cahaya dikatakan isotropik (sumber Lambertian). Berkas laser
dengan daya P mempunyai diameter berkas D dan divergensi θ (biasanya θ
<<), maka cos θ ≈ 1 (Gb. 1.8).
Gambar 10. Diameter Berkas Laser D dan Sudut Difraksi θ.

Berdasarkan gambar 1.8 luas permukaan brightness yaitu:

dS  r 2
2
D
  
2
D 2

4

Sehingga A = D 2 / 4

Karena luas berkas laser A = πD2/4 dan sudut emisi πθ2, maka brightness
diungkapkan oleh :

dP 4P
B 
cos  dS d D 2

Sehingga:
dP
B
dS d
dP
B
 D 2  2
  
 
 4 
4P
B
D 2

Bila berkas adalah limit difraksi θ = θD, dimana θD =  / D maka brightness


maksimum:

4P
B 2
    
 D  
  D 
4P

 2  2
4P

  2 2
2

2
 2 
   P
  
Persamaan diatas merupakan persamaan yanng menyatakan kecerahan
suatu laser berdasarkan sifat kesearahan yang tinggi yang
menyebabkan cahaya laser hampir terkoliminasi. Dengan demikian,
walaupun laser mempunyai daya yang rendah mampu memberikan
kecerahan yang tinggi.

KESIMPULAN

Karakteristik sinar laser yaitu ada empat. Pertama laser bersifat


monokromatik, artinya bahwa laser memilki satu warna dan satu
panjang gelombang saja. Kedaua, laser bersifat koheren yaitu cahaya
yang dipancarkan tidak menyebar dan rentang frekuensinya sangat
sempit. Ketiga, cahaya bersifat terarah yang artinya yaitu cahaya laser
memilki kesearahan yang tinggi dimana berkas cahaya laser
terkolimasi dengan sudut divergensi yang kecil. Keempat yaitu laser
bersifat brightness yang didefinisikan sebagai daya persatuan luas
persatuan sudut ruang
DAFTAR PUSTAKA

https://sahrulh.files.wordpress.com/2012/09/jenis-jenis-laser.pdf diunduh 21
mei 2017

http://memeysains.blogspot.co.id/2012/06/jenis-jenis-laser.html diunduh 21
mei 2017

http://en.wikipedia.org/wiki/Dye_laserdiunduh 21 mei 2017

http://web.fe.infn.itdiunduh 21 mei 2017