Anda di halaman 1dari 38

Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LatarBelakang

Saluran adalah suatu sarana untuk mengalirkan fluida dari suatu tempat ketempat yang
lain. Saluran dapat berupa saluran terbuka (open chanel flow) dan saluran tertutup. Aliran-
saluran-terbuka harus memiliki permukaan bebas (free surface, sedangkan aliran-pipa tidak
demikian, karena air harus mengisi seluruh saluran. Permukaan bebas dipengaruhi oleh tekanan
udara. Aliran-pipa, yang terkurung dalam saluran tertutup, tidak terpengaruh langsung oleh
tekanan udara,kecuali oleh tekakan hidrolik. Dalam suatu saluran tertutup tidak selalu bersifat
aliran pipa. Bila terdapat suatu permukaan bebas, harus digolongkan sebagai aliran saluran
terbuka. Misalnya, saluran pembuangan air banjir yang merupakan saluran tertutup, biasanya
dirancang untuk aliran saluran terbuka sebab aliran dalam saluran pembuang diperkirakan hampir
setiap saat memiliki permukaan bebas.

Dalam suatu pengelolaan sumber daya air dengan perancangan bangunan air diperlukan
suatu informasi yang menunjukan jumlah air yang akan masuk ke bangunan tersebut dalam satuan
waktu yang dikenal sebagai debit aliran.Informasi mengenai besarnya debit aliran sungai
membantu dalam merancang bangunan dengan memperhatikan besarnya debit puncak ( banjir)
yang diperlukan untuk perancangan bangunan pengendalian banjir dan juga dilihat dari data debit
minimum yang diperlukan untuk pemanfaatan air terutama pada musim kemarau.Sehingga
dengan adanya data debit tersebut pengendalian air baik dalam keadaan berlebih atau kurang
sudah dapat diperhitungkan sebagai usaha untuk mengurangi dampak banjir pada saat debit
maksimum dan kekeringan atau defisit air pada saat musim kemarau panjang.

Dalam sebuah saluran irigasi, mengetahui debit aliran dalam sebuah sluran irigasi dalah
sangat penting. Ini bertujuan untuk dapat mengontrol laju penggunaan air pada petak sawah
dengan sesuai dengan kebutuhan suatu lahan atau tanaman di sebuah lahan tersebut. Dengan
mengetahui besarnya laju aliran per satuan waktu (debit) diharapkan akan dapat mengontrol laju
aliran sesuai dengan yang dibutuhkan.Oleh karena itu perlunya pengukuran debit aliran pada
sebuah saluran irigasi adalah merupakan suatu metoda ataupun kepentingan dalam sebuah
manajemen irigasi atau dalam sebuah system keirigasian.
1
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

Debit aliran merupakan satuan untuk mendekati nilai-nilai hidrologis proses yang terjadi
dilapangan. Kemampuan pengukuran debit aliran sangat diperlukan untuk mengetahui potensi
suatu sumber daya air disuatu daerah atau wilayah DAS (Daerah Aliran Sungai). Debit aliran
dapat dijadikan sebuah alat untuk memonitor dan mengefaluasi neraca air suatu kawasan melalui
pendekatan potensi sumber daya air permukaan yang ada.Salah satu fungsi utama dari DAS
adalah sebagai pemasok air dengan kuantitas dan kualitas yang baik terutama bagi orang di
daerah hilir. Dalam praktek, sering variasi kecepatan pada tampang lintang diabaikan, dan
kecepatan aliran dianggap seragam di setiap titik pada tampang lintang yang besarnya sama
dengan kecepatan rerata V,sehingga debit aliran adalah:
Q=A.V
Dengan :
Q = Debit Aliran (m3/s)
A = Luas Penampang (m2)
V = Kecepatan Aliran (m/s)`
Alih guna lahan hutan menjadi lahan pertanian akan mempengaruhi kuantitas dan kualitas tata
air pada daerah aliran sungai (DAS) yang akan lebih dirasakan oleh masyarakat
didaerah hilir.Konversi hutan menjadi lahan pertanian mengakibatkan penurunanfungsi hutan
dalam mengatur tata air, mencegah banjir, longsor dan erosi pada DAStersebut.Untuk menjaga
agar air yang keluar dari DAS tidak melebihi dari kapasitas penerimaan dihilir,perlu
dilakukan perhitungan debit air.

1.2 Lingkup Percobaan


Percobaan di laboratorium yang dilakukan mengenai ”Saluran Terbuka” ini, pengujiannya
terbatas hanya pada dua jenis bangunan air dalam saluran terbuka, yaitu:
a. Alat ukur Rechbock
b. Alat Ukur Thomson

1.3 Tujuan dan Kegunaan

Dalam setiap praktikum pasti selalu memiliki tujuan dan kegunaan. Adapun tujuan dan
kegunaan dari praktikum ini adalah:
2
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

Tujuan
 Untuk mengenalkan dan menambah pengetahuan mahasiswa dalam kaitannya dengan materi
yang diberikan pada kuliah tatap muka.
 Mahasiswa dapat memahami sifat-sifat aliran saluran terbuka setelah melakukan praktikum.

Manfaat
Adapun manfaat percobaan pintu ukur yaitu:
 Dapat menghitung debit, ketinggian dan koefisien debit aliran yangdiamati.
 Dapat membandingkan hubungan antara debit, ketinggian aliran dankoefisien debit.

3
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

BAB II

DASAR TEORI

2.1. PENGERTIAN DEBIT


Debit aliran adalah banyaknya fluida yang mengalir per satuan waktu. Pengukuran debit
dapat dilakukan dengan berbagai cara,antara lain:
1. Pengukuran debit dengan bending
2. Pengukuran debit berdasarkan kerapatan lautan obat
3. Pengukuran kecepatan aliran dan luas penampang melintang, dalam hal ini untuk
mengukur kecepatan arus digunakan pelampung atau pengukur arus dengan kincir
4. Pengukuran dengan menggunakan alat-alat tertentu seperti pengukur arus magnetis,
pengukur arus gelombang supersonis.

2.2. PENGERTIAN BANGUNAN UKUR


Dalam jaringan irigasi teknis, banyaknya debit air yang mengalir kedalam saluran harus
dapat diukur dengan seksama agar pembagian air dapatdilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Untuk itu diperlukan suatu bangunanyang fungsinya untuk mengukur debit air pada saluran
irigasi yang disebut banguan ukur debit.Bangunan ukur biasanya difungsikan pula sebagai
bangunan pengontrol. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan taraf muka air yangdirencanak
an dan untuk mengalirkan debit aliran air tertentu. Bangunanukur debit yang biasa digunakan
pada umumnya merupakan suatu pelimpahdengan ambang lebar atau ambang tajam.
Pengaliran pada bangunan pengontrol dilakukan dengan cara melaluiatas bangunan
(melimpah/ overflow) atau melalui bawah pintu/ celah.Kondisi hidraulik ini dimanfaatkan
dalam desain dan perancangan pintu-
pintu air, yang semuanya didasarkan pada sifat aliran sempurna. Jikaternyata aliran yang
terjadi bukan aliran sempurna, maka dalam aplikasinya pintu-pintu tersebut diberi tabel-tabel
koreksinya.
Pada jaringan irigasi bangunan ukur ini dipasang pada setiap pangkalsaluran tersier
dihilir pintu sadap. Pada bangunan bagi, dimana dihilir bangunan
terdapat lebih dari satu saluran sekunder atau primer, hanya satusaluran yang tidak dilengkapi
dengan bangunan ukur. Selebihnya
4
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

dipasang bangunan ukur pada saluran sekunder. Bagian bangunan ukur yang berfungsi untuk
mengukur debit adalah pintu ukur.

2.3. AMBANG
Ambang/Pelimpah adalah salah satu jenis bangunan air yang dapat digunakan untuk
menaikkan tinggi muka air serta menentukan debit aliran air. Dalam merancang bangunan air,
perlu diketahui sifat-sifat atau
karakteristik aliran air yang melewatinya. Pengetahuan ini diperlukan dalam perencanaan
bangunan air untuk pendistribusian air
maupun pengaturan sungai. Fungsi dari pelimpah adalah untuk mengatur debit dan tinggi
muka air yang melalui saluran air.

2.3.1 AMBANG LEBAR


Alat ukur ambang lebar adalah bangunan aliran atas (over flow), untuk ini tinggi energi
hulu lebih kecil dari panjang mercu. Karena pola aliran di atas alat ukur ambang lebar
dapat ditangani dengan teori hidrolika yang sudah ada sekarang, maka bangunan
ini bias mempunyai bentuk yang berbeda-beda, sementara debitnya tetap serupa.
Kelebihan-kelebihan yang dimiliki alat ukur ambang lebar :
 Bentuk hidrolis luwes dan sederhana
 Konstruksi kuat, sederhana dan tidak mahal
 Benda-benda hanyut bisa dilewatkan dengan mudah
Kelemahan-kelemahan yang dimiliki alat ukur ambang lebar adalah :
 Bangunan ini hanya dapat dipakai sebagai bangunan pengukur saja
 Agar pengukuran teliti, aliran tidak boleh tenggelam Peluap disebut ambang lebar
apabila B > 0,4 h, dengan B adalah lebar peluap, dan h adalah tinggi peluap.

Gambar 1.Alat ukur ambanglebar.


5
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

Keterangan:
Q = debit aliran (m3/dt)
H = tinggi tekanan total hulu ambang = Yo+v2
2.g
P = tinggi ambang (m)
Yo = kedalaman hulu ambang (m)
Yc = tinggi muka air di atas hulu ambang (m)
Yt = tinggi muka air setelah hulu ambang (m)
Hu = tinggi muka air di atas hilir ambang = Yo – P (m)

2.3.2 AMBANG TIPIS


Pelimpah ambang tipis adalah pelimpah ambang pendek dimana tidak pernah terjadi
aliran hidrostatik di atasnya. Alat Ukur Ambang tipis meliputi, :

1. Alat Ukur Thompson.


Alat Ukur Thompson Berbentuk segitigasama kaki dengansudut 90o yang dapat
dipindah - pindahkan karena bentuknya sangat sederhana (portable) dan lazim digunakan
untuk mengukur debit air yang relative kecil.

Gambar 2.Alat ukur Thompson.

Penggunaan dengan alat ini dengan memperhatikan sudut α = 900 , Cd = 0,6, percepatan grafitasi
g = 9,81 m/dtk, maka rumus untuk mencari debit yang melewati pelimpah ambang tipis
berpenampang segitiga adalah:

Q = 1,39. Cd . 1,417 x H (5/2)


6
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

Keterangan :

Q = debit air

H = tinggi permukaan air

2. Alat Ukur Rechbok


Alat ukur rechbok adalah alat pengukur debit yang berdasarkan peluapan sempurna, arus
lepas dan tanpa kontraksi tepi. Dinding saluran vertical dibuat licin dan lebar saluran
diusahakan sama dengan panjang ambang.

Gambar 3. Alat Ukur Rechbok

Besarnya debit yang melewati pelimpah ambang tipis berpenampang segi empat adalah:

Q = Cd. 2/3 . √(2.g) . B . H (1,5)

Denganketerangan :

Q = debit air
Cd = koefisien debit.

B = panjang pelimpah

H = tinggi muka air di depan ambang g


= percepatan gravitasi (10m/detik2)

7
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

Koefisien debit (Cd) merupakan fungsi dari tinggi muka air (H) dan tinggi ambang terhadap
dasar saluran (p). Hubungan C, H dan p adalah:

b/B Cd
1 1,00 0,602 + 0,075H/p
2 0,90 0,599 + 0,064H/p
3 0,80 0,597 + 0,045H/p
4 0,70 0,595 + 0,030H/p
5 0,60 0,593 + 0,018H/p
6 0,50 0,592 + 0,010H/p
7 0,40 0,591 + 0,0058H/p
8 0,30 0,590 + 0,0020H/p
9 0,20 0,589 - 0,0018H/p
10 0,10 0,588 - 0,0021H/p
11 0,00 0,587 – 0,0023H/p

( Sumber : modul petunjuk praktikum hidrolika, http://labsipilubhara.be,2015)

8
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

BAB III
METODOLOGI

3.1. ALAT DAN BAHAN

A. Alat dan bahan yang digunakan untuk praktikum saluran terbuka ini antara lain:
 Meteran
 Alat ukur Thomson dan Rechbok
 Rambu ukur
 Stop Watch
 Tempat penampung air.

B. Alat dan bahan yang digunakan untuk praktikum saluran terbuka ini antara lain:
 Pipa berdiameter 3 inci yang sudah dilubangi.
 Rambu ukur
 Air dengan selang
 Bejana atau bak ukur
 Stop watch

3.2 METODE
A. Adapun prosedur percobaan pintu ukur adalah sebagai berikut:

1. Memasang pintu yang hendak diamati pada posisi yang telah ditetapkan
2. Mengalirkan air dari bak penampungan dengan menjalankan pompaair ke bak
pengaliran, sehingga melimpah ke pintu.
3. Diamkan
4. beberapa menit hingga pengaliran menjadi konstan, dan setelah muka air konstan,
baru diadakan pengukuran tinggi muka air menggunakan meteran.
5. Mencatat volume air yang melimpah melalui pintu, untuk satuan waktu tertentu.
Pengukuran dilakukan beberapa kali untuk tiap satuanwaktu.
6. Untuk masing-masing pintu dilakukan perubahan debit sebanyak tigakali.
7. Lakukan langkah 2– 5 untuk bentuk pintu yang berbeda.

9
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

B. Prosedur percobaan pipa lubang kecil dalah sebagai berikut:

1. Siapkan pipa yang sudah dilubangi lalu letakkan secara vertical dengan ketinggian
295 cm dari permukaan tanah.
2. Masukkan selang ke dalam pipa, dan nyalakan pompa air.
3. Tunggu hingga pipa terisi penuh oleh air, hingga tumpah.
4. Disaat air sudah tumpah melebihi permukaan pipa, lepas penutup lubang pipa yang
paling bawah, yaitu yang 15 cm.
5. Disaat penutup lubang dibuka maka kita akan mendapatkan jarak pancar horizontal
dari pancaran air tersebut, ukurlah panjang jarak pancar tersebut menggunakan
rambu ukur atau mistar.
6. Tampung air yang keluar melalui lubang kecil menggunakan bejana selama 2 detik.
(lalukan sebanyak 3 kali penampungan)
7. Setelah 3 kali penampungan air selama 2 detik, lakukan penampungan pula dalam
waktu 4 detik dan sebanyak 3 penampungan pula.
8. Jangan lupa di ukur berapa ml air yang di dapat dari setiap penampungan air.
9. Lakukan tahap-tahap di atas pada lubang 25, 50, 60, 75, dan 95 cm pula.

Gambar Contoh Pipa diameter 3 Inci

10
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

BAB IV

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

4.1 DATA ALAT UKUR THOMSON


4.1.1 Setelah dilaksanakan praktik percobaan pengukuran debit pada saluran terbuka
pintu air menggunakan alat ukur Thompson maka didapatkan hasil data berupa
tabel dan grafik sebagai berikut :
Waktu H Muka Air Volume Debit Rerata
Pintu Air
(dtk) (cm) (ml) (ml/dtk) (ml/dtk)
2 2 400 200
2 2 420 210 195
2 2 350 175
4 2 460 115
4 2 560 140 135
4 2 600 150
2 4 2560 1280
2 4 1800 900 1021,666667
2 4 1770 885
4 4 3380 845
4 4 4230 1057,5 972,5
4 4 4060 1015
2 6 4360 2180
2 6 4550 2275 2018,333333
2 6 3200 1600
4 6 7650 1912,5
4 6 6900 1725 1837,5
4 6 7500 1875

Tabel1. Alat Ukur Thomson Waktu 2 dan 4 Detik

11
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

Alat Ukur Thompson Waktu 2 detik


5000 2275
2180
4500
Debit (ml/dtk) 4000
3500 1600

3000 1280
2500
900 885
2000
1500
1000
200 210 175
500
0
2 2 2 4 4 4 6 6 6
H Muka Air (cm)

Grafik1. Alat Ukur Thomson Waktu 2 Detik

Alat Ukur Thompson Waktu 4 detik


4500
1912.5 1875
4000
1725
3500
Debit (ml/dtk)

3000

2500 1057.5 1015


2000 845

1500

1000
115 140 150
500

0
2 2 2 4 4 4 6 6 6
H Muka Air (cm)

Grafik2. Alat Ukur Thomson Waktu 4 Detik

12
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

4.2 DATA ALAT UKUR RECHBOK


4.2.1 Setelah dilaksanakan praktik percobaan pengukuran debit pada saluran
terbuka pintu air menggunakan alat ukur Rechbok maka didapatkan hasil
data berupa tabel dan grafik sebagai berikut :
Waktu H Muka Air Volume Debit Rerata
Pintu Air
(dtk) (cm) (ltr) (ltr/dtk) (ltr/dtk)
2 2 2,22 1,11
2 2 1,57 0,785 0,87833333
2 2 1,48 0,74
2 4 3,7 1,85
2 4 4,41 2,205 2,03
2 4 4,07 2,035
2 6 8,02 4,01
2 6 8,38 4,19 4,05666667
2 6 7,94 3,97
4 2 2,67 0,6675
4 2 3,43 0,8575 0,7425
4 2 2,81 0,7025
4 4 7,06 1,765
4 4 6,55 1,6375 1,8725
4 4 8,86 2,215
4 6 12,02 3,005
4 6 12,7 3,175 3,0625
4 6 12,03 3,0075

Tabel3. Alat Ukur Rechbok Waktu 3 Detik

13
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

Alat Ukur Rechbok Waktu 2 detik


4.5 4.19
4.01 3.97
4
3.5
Debit (ltr/dtk)

3
2.5 2.205
2.035
1.85
2
1.5 1.11
0.785 0.74
1
0.5
0
2 2 2 4 4 4 6 6 6
H Muka Air (cm)

Grafik3. Alat Ukur Rechbok Waktu 2 Detik

Alat Ukur Rechbok Waktu 4 detik


3.5

2.5
Debit (ltr/dtk)

1.5

0.5

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9
H Muka Air (cm)

Grafik4. Alat Ukur Rechbok Waktu 4 Detik

14
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

4.3 DATA HASIL PERCOBAAN PENGUKURAN DEBIT PADA PIPA

Setelah dilaksanakan praktik percobaan pengukuran debit pada pipa ( saluran


kecil ) maka didapatkan hasil data berupa tabel dan grafik sebagai berikut :
Data Hasil Pengukuran Pada Pipa Dengan Diameter 3" Dalam Waktu 2 Detik
1. Data Hasil Pengukuran Pada Pipa Diameter 3” Dalam Waktu 2 Detik

Tinggi Waktu Volume DebitDiameter Lubang Jarak Pancar


No. Percobaan
titik dari (dtk) (ml) (ltr/dtk) (mm) Vertikal Horizontal
1 1 0,15 2 90 0,45 6 310 100
2 2 0,15 2 100 0,5 6 100
3 3 0,15 2 90 0,45 6 100
4 1 0,25 2 110 0,55 6 320 135
5 2 0,25 2 120 0,6 6 135
6 3 0,25 2 130 0,65 6 135
7 1 0,5 2 160 0,8 6 345 195
8 2 0,5 2 190 0,95 6 195
9 3 0,5 2 230 1,15 6 195
10 1 0,6 2 150 0,75 6 355 180
11 2 0,6 2 140 0,7 6 180
12 3 0,6 2 170 0,85 6 180
13 1 0,75 2 210 1,05 6 370 230
14 2 0,75 2 200 1 6 230
15 3 0,75 2 200 1 6 230
16 1 0,9 2 240 1,2 6 385 235
17 2 0,9 2 250 1,25 6 235
18 3 0,9 2 230 1,15 6 235
Tabel5. Pipa Diameter 3”

15
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

4 1.15
3.5
1
1.15
3
1.25
2.5 0.85
1
2 0.65 0.95
0.45 0.7
1.5 0.6 1.2
0.5 1.05
1 0.8 0.75
0.45 0.55
0.5

0
0.15 0.25 0.5 0.6 0.75 0.9
Percobaan ke 3 0.45 0.65 1.15 0.85 1 1.15
Percobaan ke 2 0.5 0.6 0.95 0.7 1 1.25
Percobaan ke 1 0.45 0.55 0.8 0.75 1.05 1.2

Grafik5. Pipa Diameter 3”

16
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

2. Data Hasil Pengukuran Pada Pipa Diameter 3” Dalam Waktu 4 Detik


Tinggi Waktu Volume Debit Diameter Lubang Jarak Pancar
No. Percobaan
titik dari (dtk) (ml) (ltr/dtk) (mm) Vertikal Horizontal
1 1 0,15 4 150 0,375 6 310 100
2 2 0,15 4 145 0,3625 6 100
3 3 0,15 4 160 0,8 6 100
4 1 0,25 4 190 0,95 6 320 135
5 2 0,25 4 230 1,15 6 135
6 3 0,25 4 220 1,1 6 135
7 1 0,5 4 280 1,4 6 345 195
8 2 0,5 4 310 1,55 6 195
9 3 0,5 4 320 1,6 6 195
10 1 0,6 4 240 1,2 6 355 180
11 2 0,6 4 260 1,3 6 180
12 3 0,6 4 280 1,4 6 180
13 1 0,75 4 330 1,65 6 370 230
14 2 0,75 4 340 1,7 6 230
15 3 0,75 4 340 1,7 6 230
16 1 0,9 4 400 2 6 385 235
17 2 0,9 4 430 2,15 6 235
18 3 0,9 4 400 2 6 235
Tabel6.Pipa Diameter 3”

7
2
6
1.7
5 1.6
2.15
1.4
4
1.1 1.7
1.55
3 1.3
1.15 2
2 0.8 1.65
1.4
1.2
0.95
0.3625
1 0.375

0
0.15 0.25 0.5 0.6
Percobaan ke 3 0.8 1.1 1.6 1.4 1.7 2
Percobaan ke 2 0.3625 1.15 1.55 1.3 1.7 2.15
Percobaan ke 1 0.375 0.95 1.4 1.2 1.65 2

Grafik7. Pipa Diameter 3

17
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

3. Data Hasil Pengukuran Pada Pipa Diameter 4” Dalam Waktu 2 Detik


Tinggi Waktu Volume DebitDiameter Lubang Jarak Pancar
No. Percobaan
titik dari (dtk) (ml) (ltr/dtk) (mm) Vertikal Horizontal
1 1 0,15 2 95 0,475 6 310 106
2 2 0,15 2 110 0,55 6 106
3 3 0,15 2 105 0,525 6 106
4 1 0,25 2 140 0,7 6 320 138
5 2 0,25 2 145 0,725 6 138
6 3 0,25 2 120 0,6 6 138
7 1 0,5 2 180 0,9 6 345 195
8 2 0,5 2 180 0,9 6 195
9 3 0,5 2 190 0,95 6 195
10 1 0,6 2 180 0,9 6 355 185
11 2 0,6 2 200 1 6 185
12 3 0,6 2 200 1 6 185
13 1 0,75 2 230 1,15 6 370 230
14 2 0,75 2 220 1,1 6 230
15 3 0,75 2 200 1 6 230
16 1 0,9 2 230 1,15 6 385 245
17 2 0,9 2 225 1,125 6 245
18 3 0,9 2 230 1,15 6 245
Tabel 9. Pipa Diameter 4” dalam waktu 2 detik

4
1.15
3.5 1
1
3 0.95

2.5 1.1 1.125


0.6
1
2 0.9
0.525
0.725
1.5
1.15 1.15
0.55
0.9 0.9
1 0.7
0.475
0.5

0
0.15 0.25 0.5 0.6 0.75 0.9
Percobaan ke 3 0.525 0.6 0.95 1 1 1.15
Percobaan ke 2 0.55 0.725 0.9 1 1.1 1.125
Percobaan ke 1 0.475 0.7 0.9 0.9 1.15 1.15

Grafik10. Pipa Diameter 4” dalam waktu 2 detik


18
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

4. Data Hasil Pengukuran Pada Pipa Diameter 4” Dalam Waktu 4 Detik

Tinggi Waktu Volume DebitDiameter Lubang Jarak Pancar


No. Percobaan
titik dari (dtk) (ml) (ltr/dtk) (mm) Vertikal Horizontal
1 1 0,15 4 150 0,375 6 310 100
2 2 0,15 4 145 0,3625 6 100
3 3 0,15 4 160 0,8 6 100
4 1 0,25 4 190 0,95 6 320 135
5 2 0,25 4 230 1,15 6 135
6 3 0,25 4 220 1,1 6 135
7 1 0,5 4 280 1,4 6 345 195
8 2 0,5 4 310 1,55 6 195
9 3 0,5 4 320 1,6 6 195
10 1 0,6 4 240 1,2 6 355 180
11 2 0,6 4 260 1,3 6 180
12 3 0,6 4 280 1,4 6 180
13 1 0,75 4 330 1,65 6 370 230
14 2 0,75 4 340 1,7 6 230
15 3 0,75 4 340 1,7 6 230

Tabel 11. Pipa Diameter 4” dalam waktu 4 detik

7
2
6 1.8

1.6 1.55
5

1.95
4 1.8
1.1 1.55
1.55
3
1.1 1.9 2
2 0.85 1.7
1.5

0.425 0.95
1
0.4

0
0.15 0.25 0.5 0.6
Percobaan ke 3 0.85 1.1 1.6 1.55 1.8 2
Percobaan ke 2 0.425 1.1 1.55 1.55 1.8 1.95
Percobaan ke 1 0.4 0.95 1.5 1.7 1.9 2

Grafik10. Pipa Diameter 4” dalam waktu 4 detik

19
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

BAB V

ANALISA DATA

5.1 Perhitungan debit air yang melalui alat ukur Thomson :


Penggunaan dengan alat ini dengan memperhatikan sudut α = 900 , Cd = 0,6 percepatan grafitasi
g = 9,81 m/dtk, maka debit aliran adalah:

Q = 1,39. Cd . 1,417 x H(5/2)


Keterangan :

Q Debit air yang kita cari (ml/dtk)

Cd Koefisien Debit dari penelitian dan modul praktikum Ditetapkan 0,6

H Tinggi muka air dari dasar lubang pintu air Thomson

G Gravitasi ditetapkan 9,81 m/dtk2

Q 2 detik = 1,39 x 0,6 x 1,417 x 2(5/2) = 6,69 cm³/dtk = 6688,9 ml/dtk

Q 4 detik = 1,39 x 0,6 x 1,417 x 4(5/2) =


37,82cm³/dtk = 3781,7 𝑚l/dtk

Q 6detik = 1,39 x 0,6 x 1,417 x 6(5/2) = 104. `209cm³/dtk = 10420,9 𝑚l/dtk

20
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

5.2 Perhitungan debit air yang melalui alat ukur Rechbok :

Besarnya debit yang melewati pelimpah ambang tipis berpenampang segi empat adalah :

𝟐
𝑸 = 𝐂𝐝 . √(𝟐𝒈) . 𝐡𝟏,𝟓
𝟑

Dengan Keterangan :

Q = Debit Air

Cd = Koefisien Debit = 0,6

h = Tinggi Muka Air Di muka Ambang = 2 cm ,4 cm ,6 cm

g = Percepatan Gravitasi = 9,81 m/detik = 981 cm/detik

2
𝐐 2 detik = 0,6 . 3
√(2.981) . 21,5 = 61,77 𝑐𝑚³/𝑑𝑡𝑘 = 6,177 ltr/dtk

2
𝐐 4 detik = 0,6 .
3
√(2.981) . 41,5 = 174,7152 cm³/dtk = 17,47152 ltr/dtk

2
𝐐 6 detik = 0,6 . 3
√(2.981) . 61,5 = 320,9723 cm³/dtk = 32,1 ltr/dtk

21
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

5.3. Kecepatan Air Berdasarkan Hasil Percoban Dengan Pipa 3”

Hasil percobaan dilaksanakan 3 kali dari setiap lubang kecil dengan hasil Sebagai berikut :

a. Percobaan 1 titik 15
V : Kecepatan Semburan Air

A : Luas Penampang = diameter 3 Inchi = 7 cm = (  . 𝑟²) = 3,14 x 3,5 x 3,5 = 38 cm²

g : Percepatan Gravitasi ( ditetapkan 980 cm/det)

h : Tinggi titik lubang dari permukaan air 85 cm

ℎ2 : Tinggi titik lubang permukaan tanah 310 cm

Kecepatan semburan dapat di hitung menggunakan rumus sebagai berikut:

V = √2. 𝑔. ℎ

V = √2𝑥 980 𝑥 85

= 408 cm/detik

Untuk waktu yang dibutuhkan semburan air untuk mencapai tanah ( t ) dapat dihitung menggunakan rumus
:

2ℎ2
t=√ 𝑔

2 . 310
=√ 980

= 0,795 detik

Untuk menghitung jarak jangkauan air ( x ) dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :

x = √2ℎ . ℎ2

= √2 .85 .310

= 229,6 cm

22
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

b. Percobaan 2 titik 25
V : Kecepatan Semburan Air

A : Luas Penampang = diameter 3 Inchi = 7 cm = (  . 𝑟²) = 3,14 x 3,5 x 3,5 = 38 cm²

g : Percepatan Gravitasi ( ditetapkan 980 cm/det)

h : Tinggi titik lubang dari permukaan air 75 cm

ℎ2 : Tinggi titik lubang permukaan tanah 320 cm

Kecepatan semburan dapat di hitung menggunakan rumus sebagai berikut:

V = √2. 𝑔. ℎ

V = √2𝑥 980 𝑥 75

= 383,4 cm/detik

Untuk waktu yang dibutuhkan semburan air untuk mencapai tanah ( t ) dapat dihitung menggunakan rumus
:

2ℎ2
t=√
𝑔

2 . 320
=√ 981

= 0,81 detik

Untuk menghitung jarak jangkauan air ( x ) dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :

x = √2ℎ . ℎ2

= √2 . 75 . 320

= 219,1 cm

23
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

c. Percobaan 3 titik 50
V : Kecepatan Semburan Air

A : Luas Penampang = diameter 3 Inchi = 7 cm = (  . 𝑟²) = 3,14 x 3,5 x 3,5 = 38 cm²

g : Percepatan Gravitasi ( ditetapkan 980 cm/det)

h : Tinggi titik lubang dari permukaan air 50 cm

ℎ2 : Tinggi titik lubang permukaan tanah 345 cm

Kecepatan semburan dapat di hitung menggunakan rumus sebagai berikut:

V = √2. 𝑔. ℎ

V = √2𝑥 980 𝑥 50

= 313,1 cm/detik

Untuk waktu yang dibutuhkan semburan air untuk mencapai tanah ( t ) dapat dihitung menggunakan rumus
:

2ℎ2
t=√
𝑔

2 . 345
=√
981

= 0,84 detik

Untuk menghitung jarak jangkauan air ( x ) dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :

x = √2ℎ . ℎ2

= √2 .50 .345

= 185,7 cm

24
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

d. Percobaan 4 titik 60
V : Kecepatan Semburan Air

A : Luas Penampang = diameter 3 Inchi = 7 cm = (  . 𝑟²) = 3,14 x 3,5 x 3,5 = 38 cm²

g : Percepatan Gravitasi ( ditetapkan 980 cm/det)

h : Tinggi titik lubang dari permukaan air 40 cm

ℎ2 : Tinggi titik lubang permukaan tanah 355 cm

Kecepatan semburan dapat di hitung menggunakan rumus sebagai berikut:

V = √2. 𝑔. ℎ

V = √2𝑥 980 𝑥 40

= 280 cm/detik

Untuk waktu yang dibutuhkan semburan air untuk mencapai tanah ( t ) dapat dihitung menggunakan rumus
:

2ℎ2
t=√
𝑔

2 . 355
=√
981

= 0,85 detik

Untuk menghitung jarak jangkauan air ( x ) dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :

x = √2ℎ . ℎ2

= √2 .40 .355

= 168,5 cm

25
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

e. Percobaan 5 titik 75
V : Kecepatan Semburan Air

A : Luas Penampang = diameter 3 Inchi = 7 cm = (  . 𝑟²) = 3,14 x 3,5 x 3,5 = 38 cm²

g : Percepatan Gravitasi ( ditetapkan 980 cm/det)

h : Tinggi titik lubang dari permukaan air 25c m

ℎ2 : Tinggi titik lubang permukaan tanah 370 cm

Kecepatan semburan dapat di hitung menggunakan rumus sebagai berikut:

V = √2. 𝑔. ℎ

V = √2𝑥 980 𝑥 25

= 221,3 cm/detik

Untuk waktu yang dibutuhkan semburan air untuk mencapai tanah ( t ) dapat dihitung menggunakan rumus
:

2ℎ2
t=√
𝑔

2 . 370
=√ 981

= 0,87 detik

Untuk menghitung jarak jangkauan air ( x ) dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :

x = √2ℎ . ℎ2

= √2 .25 .370

= 136 cm

26
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

f. Percobaan 6 titik 90
V : Kecepatan Semburan Air

A : Luas Penampang = diameter 3 Inchi = 7 cm = (  . 𝑟²) = 3,14 x 3,5 x 3,5 = 38 cm²

g : Percepatan Gravitasi ( ditetapkan 980 cm/det)

h : Tinggi titik lubang dari permukaan air 10 cm

ℎ2 : Tinggi titik lubang permukaan tanah 385 cm

Kecepatan semburan dapat di hitung menggunakan rumus sebagai berikut:

V = √2. 𝑔. ℎ

V = √2𝑥 980 𝑥 10

= 140 cm/detik

Untuk waktu yang dibutuhkan semburan air untuk mencapai tanah ( t ) dapat dihitung menggunakan rumus
:

2ℎ2
t=√
𝑔

2 . 385
=√
981

= 0,89 detik

Untuk menghitung jarak jangkauan air ( x ) dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :

= √2ℎ . ℎ2

= √2 .10 .385

= 87,7 cm

27
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

Kesimpulan :

Titik 15 Titik 25 Titik 50 Titik 60 Titik 75 Titik 90


V 408 383,4 313,1 280 221,3 140
t 0,795 0,81 0,84 0,85 0,87 0,89
X 229,6 219,1 185,7 168,5 136 87,7
Tabel.Hasil Perhitungan Menggunakan Rumus

Kesimpulan dari hasil pratikum jarak pancar air pada pipa 3” beserta isi debit air pada pipa maka
dapat disimpulkan kecepatan pancaran air pada tiap lubang kecil. Semakin rendah posisi lubang
kecil terhadap permukaan air maka jarak pancar air semakin jauh, begitu pula sifat kecepatan
pancaran air pada tiap lubang. Semakin rendah posisi lubang kecil terhadap permukaan air maka
kecepatan pancaran air yang keluar dari lubang kecil semakin cepat atau deras.

28
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

4. Data Hasil Pengukuran Pada Pipa Diameter 4” Dalam Waktu 2 Detik


Tinggi Waktu Volume DebitDiameter Lubang Jarak Pancar
No. Percobaan
titik dari (dtk) (ml) (ltr/dtk) (mm) Vertikal Horizontal
1 1 0,15 2 95 0,475 6 310 106
2 2 0,15 2 110 0,55 6 106
3 3 0,15 2 105 0,525 6 106
4 1 0,25 2 140 0,7 6 320 138
5 2 0,25 2 145 0,725 6 138
6 3 0,25 2 120 0,6 6 138
7 1 0,5 2 180 0,9 6 345 195
8 2 0,5 2 180 0,9 6 195
9 3 0,5 2 190 0,95 6 195
10 1 0,6 2 180 0,9 6 355 185
11 2 0,6 2 200 1 6 185
12 3 0,6 2 200 1 6 185
13 1 0,75 2 230 1,15 6 370 230
14 2 0,75 2 220 1,1 6 230
15 3 0,75 2 200 1 6 230
16 1 0,9 2 230 1,15 6 385 245
17 2 0,9 2 225 1,125 6 245
18 3 0,9 2 230 1,15 6 245
Tabel 9. Pipa Diameter 4” dalam waktu 2 detik

4
1.15
3.5 1
1
3 0.95

2.5 1.1 1.125


0.6
1
2 0.9
0.525
0.725
1.5
1.15 1.15
0.55
0.9 0.9
1 0.7
0.475
0.5

0
0.15 0.25 0.5 0.6 0.75 0.9
Percobaan ke 3 0.525 0.6 0.95 1 1 1.15
Percobaan ke 2 0.55 0.725 0.9 1 1.1 1.125
Percobaan ke 1 0.475 0.7 0.9 0.9 1.15 1.15

Grafik10. Pipa Diameter 4” dalam waktu 2 detik


29
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

4. Data Hasil Pengukuran Pada Pipa Diameter 4” Dalam Waktu 4 Detik

Tinggi Waktu Volume DebitDiameter Lubang Jarak Pancar


No. Percobaan
titik dari (dtk) (ml) (ltr/dtk) (mm) Vertikal Horizontal
1 1 0,15 4 150 0,375 6 310 100
2 2 0,15 4 145 0,3625 6 100
3 3 0,15 4 160 0,8 6 100
4 1 0,25 4 190 0,95 6 320 135
5 2 0,25 4 230 1,15 6 135
6 3 0,25 4 220 1,1 6 135
7 1 0,5 4 280 1,4 6 345 195
8 2 0,5 4 310 1,55 6 195
9 3 0,5 4 320 1,6 6 195
10 1 0,6 4 240 1,2 6 355 180
11 2 0,6 4 260 1,3 6 180
12 3 0,6 4 280 1,4 6 180
13 1 0,75 4 330 1,65 6 370 230
14 2 0,75 4 340 1,7 6 230
15 3 0,75 4 340 1,7 6 230

Tabel 11. Pipa Diameter 4” dalam waktu 4 detik

7
2
6 1.8

1.6 1.55
5

1.95
4 1.8
1.1 1.55
1.55
3
1.1 1.9 2
2 0.85 1.7
1.5

0.425 0.95
1
0.4

0
0.15 0.25 0.5 0.6
Percobaan ke 3 0.85 1.1 1.6 1.55 1.8 2
Percobaan ke 2 0.425 1.1 1.55 1.55 1.8 1.95
Percobaan ke 1 0.4 0.95 1.5 1.7 1.9 2

Grafik10. Pipa Diameter 4” dalam waktu 4 detik

30
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

5.4. Kecepatan Air Berdasarkan Hasil Percoban Dengan Pipa 4”

Hasil percobaan dilaksanakan 3 kali dari setiap lubang kecil dengan hasil Sebagai berikut :

a. Percobaan 1 titik 15
V : Kecepatan Semburan Air

A : Luas Penampang 4 Inchi = diameter 10 cm (  . 𝑟 2 ) = 3,14 x 5 x 5 = 78 cm²

g : Percepatan Gravitasi ( ditetapkan 980 cm/det)

h : Tinggi titik lubang dari permukaan air 85 cm

ℎ2 : Tinggi titik lubang permukaan tanah 310 cm

Kecepatan semburan dapat di hitung menggunakan rumus sebagai berikut:

V = √2. 𝑔. ℎ

V = √2𝑥 980 𝑥 85

= 408 cm/detik

Untuk waktu yang dibutuhkan semburan air untuk mencapai tanah ( t ) dapat dihitung menggunakan
rumus :

2ℎ2
t=√ 𝑔

2 . 310
=√ 980

= 0,795 detik

Untuk menghitung jarak jangkauan air ( x ) dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :

x = √2ℎ . ℎ2

= √2 .85 .310

= 229,6 cm

31
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

b. Percobaan 2 titik 25
V : Kecepatan Semburan Air

A : Luas Penampang 4 Inchi = diameter 10 cm (  . 𝑟 2 ) = 3,14 x 5 x 5 = 78 cm²

g : Percepatan Gravitasi ( ditetapkan 980 cm/det)

h : Tinggi titik lubang dari permukaan air 75 cm

ℎ2 : Tinggi titik lubang permukaan tanah 320 cm

Kecepatan semburan dapat di hitung menggunakan rumus sebagai berikut:

V = √2. 𝑔. ℎ

V = √2𝑥 980 𝑥 75

= 383,4 cm/detik

Untuk waktu yang dibutuhkan semburan air untuk mencapai tanah ( t ) dapat dihitung

menggunakan rumus :

2ℎ2
t=√ 𝑔

2 . 320
=√ 981

= 0,81 detik

Untuk menghitung jarak jangkauan air ( x ) dapat dihitung menggunakan rumus sebagai

berikut :

x = √2ℎ . ℎ2

= √2 . 75 . 320

= 219,1 cm

32
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

c. Percobaan 3 titik 50 m
V : Kecepatan Semburan Air

A : Luas Penampang 4 Inchi = diameter 10 cm (  . 𝑟 2 ) = 3,14 x 5 x 5 = 78 cm²

g : Percepatan Gravitasi ( ditetapkan 981 c m/det)

h : Tinggi titik lubang dari permukaan air 50 cm

ℎ2 : Tinggi titik lubang permukaan tanah 345 cm

Kecepatan semburan dapat di hitung menggunakan rumus sebagai berikut:

V = √2. 𝑔. ℎ

V = √2𝑥 980 𝑥 50

= 313,1 cm/detik

Untuk waktu yang dibutuhkan semburan air untuk mencapai tanah ( t ) dapat dihitung

menggunakan rumus :

2ℎ2
t=√ 𝑔

2 . 345
=√ 981

= 0,84 detik

Untuk menghitung jarak jangkauan air ( x ) dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :

x = √2ℎ . ℎ2

= √2 .50 .345

= 185,7 cm

33
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

d. Percobaan 4 titik 60
V : Kecepatan Semburan Air

A : Luas Penampang 4 Inchi = diameter 10 cm (  . 𝑟 2 ) = 3,14 x 5 x 5 = 78 cm²

g : Percepatan Gravitasi ( ditetapkan 981 cm/det)

h : Tinggi titik lubang dari permukaan air 40 cm

ℎ2 : Tinggi titik lubang permukaan tanah 355 cm

Kecepatan semburan dapat di hitung menggunakan rumus sebagai berikut:

V = √2. 𝑔. ℎ

V = √2𝑥 980 𝑥 40

= 280 cm/detik

Untuk waktu yang dibutuhkan semburan air untuk mencapai tanah ( t ) dapat dihitung menggunakan rumus
:

2ℎ2
t=√
𝑔

2 . 355
=√
981

= 0,85 detik

Untuk menghitung jarak jangkauan air ( x ) dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :

x = √2ℎ . ℎ2

= √2 .40 .355

= 168,5 cm

34
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

e. Percobaan 5 titik 75
V : Kecepatan Semburan Air

A : Luas Penampang 4 Inchi = diameter 10 cm (  . 𝑟 2 ) = 3,14 x 5 x 5 = 78 cm²

g : Percepatan Gravitasi ( ditetapkan 981 cm/det)

h : Tinggi titik lubang dari permukaan air 25 cm

ℎ2 : Tinggi titik lubang permukaan tanah 370 cm

Kecepatan semburan dapat di hitung menggunakan rumus sebagai berikut:

V = √2. 𝑔. ℎ

V = √2𝑥 980 𝑥 25

= 221,3 cm/detik

Untuk waktu yang dibutuhkan semburan air untuk mencapai tanah ( t ) dapat dihitung

menggunakan rumus :

2ℎ2
t=√ 𝑔

2 . 370
=√ 981

= 0,87 detik

Untuk menghitung jarak jangkauan air ( x ) dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :

x = √2ℎ . ℎ2

= √2 .25 .370

= 136 cm

35
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

f. Percobaan 6 titik 90
V : Kecepatan Semburan Air

A : Luas Penampang 4 Inchi = diameter 10 cm (  . 𝑟 2 ) = 3,14 x 5 x 5 = 78 cm²

g : Percepatan Gravitasi ( ditetapkan 981 cm/det)

h : Tinggi titik lubang dari permukaan air 10 cm

ℎ2 : Tinggi titik lubang permukaan tanah 385 cm

Kecepatan semburan dapat di hitung menggunakan rumus sebagai berikut:

V = √2. 𝑔. ℎ

V = √2𝑥 980 𝑥 10

= 140 cm/detik

Untuk waktu yang dibutuhkan semburan air untuk mencapai tanah ( t ) dapat dihitung menggunakan rumus
:

2ℎ2
t=√
𝑔

2 . 385
=√
981

= 0,89 detik

Untuk menghitung jarak jangkauan air ( x ) dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :

= √2ℎ . ℎ2

= √2 .10 .385

= 87,7 cm

36
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

Kesimpulan :

Titik 15 Titik 25 Titik 50 Titik 60 Titik 75 Titik 90


V 408 383,4 313,1 280 221,3 140
t 0,795 0,81 0,84 0,85 0,87 0,89
X 229,6 219,1 185,7 168,5 136 87,7
Tabel.Hasil Perhitungan Menggunakan Rumus

Tidak jauh berbeda dari hasil percobaan pada pipa 3”. Pipa 4” juga mendapatkan hasil kesimpulan yang
sama. Kesimpulan dari hasil pratikum jarak pancar air pada pipa 4” beserta isi debit air pada pipa maka
dapat disimpulkan kecepatan pancaran air pada tiap lubang kecil. Semakin rendah posisi lubang kecil
terhadap permukaan air maka jarak pancar air semakin jauh, begitu pula sifat kecepatan pancaran air pada
tiap lubang. Semakin rendah posisi lubang kecil terhadap permukaan air maka kecepatan pancaran air yang
keluar dari lubang kecil semakin cepat atau deras.

37
Laporan Praktikum Mekanika Fluida Teknik Sipil Ubhara 2017

BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
1. Terdapat perbedaan waktu pada tiap pengulangan praktikum sehingga menyebabkan perbedaan
nilai debit pada masing-masing pengulangan.

2. Dilihat dari gerakan daun kering yang mengalir, aliran pada percobaan ini adalah aliran laminer.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi debit aliran air pada saluran terbuka antara lain penampang
saluran, kekasaran permukaan saluran, kemiringan saluran, debit aliran, kecepatan aliran,
pertemuan saluran (junction) dan angin.

4. Debit aliran dapat dijadikan sebuah alat untuk memonitor dan mengevaluasi neraca air suatu
kawasan melalui pendekatan potensi sumber daya air permukaan yang ada.

6.2 saran
1. Praktikum sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari, misalnya dalam membuat saluran air
dengan menggunakan pipa dan juga digunakan pada sistem irigasi. Sehingga praktikum ini sangat
penting untuk dilakukan agar mahasiswa mengetahui berapa debit dalam Daerah Aliran Sungai
tersebut.

2. Pelaksanaan praktikum ini, perlu adanya penambahan alat, karena jumlah mahasiswa yang
banyak sehingga diperlukan penambahan jumlah alat yang banyak juga, sehingga waktu yang
digunakan tidak terbuang dengan sia-sia.

38