Anda di halaman 1dari 2

JAKARTA, JITUNEWS.

COM – Berbicara urusan hati memang tidak bisa dipaksakan,


ungkapan tersebut ternyata berlaku juga untuk burung, tak terkecuali burung murai batu.
Iswahyu Wiwoho, seorang peternak murai asal Buaran, Duren Sawit, Jakarta Timur,
memiliki cara tersendiri dalam hal menjodohan murai batu ini. Dalam 4 tahun terakhir,
sedikitnya Iswahyu telah berhasil menelurkan puluhan anakan murai hasil perkawinan di
bawah bendera usaha Digdaya besutannya.

Intinya,menurut Iswahyu, perjodohan murai bisa dilakukan sesuai dengan keinginan si


empunya.

“Jadi, jika si owner ingin mengawinkan langsung betina berbadan besar dengan jantan
suara lantang, itu sah-sah saja terjadi,” kata Iswahyu saat ditemui JITUNEWS.COM
beberapa waktu lalu.

Lanjut Iswahyu, secara pribadi, selain jodoh pilihan si empunya, si burung juga berhak
memilih pasangannya sendiri. Caranya, yakni dengan menganut perbandingan 1 jantan
untuk 5 betina. Ya, 1 jantan dikelilingi 5 betina yang masing-masing dipisahkan oleh
sangkar yang berbeda. Dari perbandingan itulah Iswahyu dapat melihat si jantan akan
lebih condong ke sudut mana.

“Kalau jantan sudah terlihat condong ke salah satu betina itu akan saya diamkan selama
beberapa hari untuk memastikan, sebelum masuk ke tahap berikutnya,” jelas Iswahyu.

Iswahyu mengatakan, dengan tidak memaksakan jodoh si burung, burung akan merasa
lebih happy dan sejahtera. Dan itu bisa dilihat dari hasil anakannya yang berkualitas lebih
bagus.

Lanjut Iswahyu, langkah selanjutnya, setelah indukan jantan dan betina terlihat mulai ada
ketertarikan satu sama lain, dempetkan kedua kandang selama 1 minggu. Selama proses
tersebut, berikan obat dan vitamin untuk merangsang gairah murai dan vitalitas burung
sehingga proses perkawinan bisa dipercepat.

Cara lainnya, kata Iswahyu, bisa juga dengan meletakan wadah pakan di sisi kandang
yang berdekatan antar sangkar, sehingga burung akan sering berinteraksi.

“Di tahap ini bukan masalah suka sama suka lagi, tapi lebih ke menyesuaikan tingkat
birahi. Tingkat birahinya harus sama dulu agar proses perkawinan lancar. Kalau belum,
nanti yang ada si jantan ngejar-ngejar betina dan bisa berdampak pada kematian si
betina,” ungkap Iswahyu.

Tingkat birahi indukan telah sama tersebut bisa dilihat dari cara tidur burung yang sudah
berdekatan, meski masih berbeda sangkar. Jika tingkat birahi telah sama dan telah satu
frekuensi, barulah murai jantan dan betina dimasukan dalam 1 kandang secara
bersamaan.

Sejak dimasukan ke dalam satu sangkar dan kawin, indukan betina paling cepat akan
bertelur 5- 10 hari kemudian dengan catatan tidak terjadi hal-hal yang membahayakan
burung ketika proses perkawinan berlangsung.

@jitunews http://www.jitunews.com/read/28643/teknik-jitu-menjodohkan-murai-ala-
iswahyu-digdaya#ixzz4MkxxUyQi