Anda di halaman 1dari 5

Daftar Farmakope di Dunia

DAFTAR FARMAKOPE DARI BEBERAPA NEGARA


REGIONAL DAN INTERNASIONAL

No. Negara / Regional Singkatan Judul Dalam Bahasa Judul Dalam Bahasa Asli
/ Internasional Inggris

I Afrika
Mesir Egyp. P Egypt’ Pharmacopoeia

II Amerika
Agentina Arg. P Argentinian Pharmacopoeia Farmacope Nacional
Argentina
Brazilia Braz. P Brazilian Pharmacopo Farmacopea dos Estandos
Unidos do Brazil
Chili Chil. P Chilean Pharmacopoeia Farmacopea Chilena
Mexico Mex. P Mexican Pharmacopoeia Farmacopea Nacional de Los
Estandos Unidos Mexicanos
U.S.A. U.S.P. The United States The United States
Pharmacopoeia Pharmacope
III Asia
China Chin. P Chinese Pharmacopoeia
India Ind. P Pharmacopoeia of India
Indonesia F.I. Indonesia Pharmacopoeia Frmakope Indonesia
Jepang Jap. P The Pharmacopoeia of Japan

IV Eropa
Regional Eur. P Europen Pharmacopoeia
Austria Aust. P Austrian Pharmacopoeia Osterreichisches Arzheiburg
Belanda Neth. Netherlands Pharmacopoeia Nederlandse Farmakopee
(Ned.F)
Belgia Belg. P Belgian Phamacopoeia Pharmacopee Belge
Cekoslowakia Ce. P Ceechoslovak Pharmacopoeia Ceskoslovenski / Lekopis
Vydenitreti, Pharmacopoeia
Bohemoslovenica
Denmark Nord. P Nordic. Pharmacopoeiae Pharmacopoea Nordica
Fairlandia Ph. Dan Ditambah Danish Ditambah Dispensatorium
Dispensatory Danica
Dahulu
Denmark : Pharmacopoea
Danica
No. Negara / Regional Singkatan Judul Dalam Bahasa Judul Dalam Bahasa Asli
/ Internasional Inggris
Norwegia : Den Norske
Islandia Nord. P Farmakopy,
Swedia Sewd. P ( Pharmacopoea Norvegica )
Swedia : Stenska Farmakopen
( Pharmacopoea Svecica )

Hongaria Hung. P Hungarian Pharmacopoeia Magyar Gyogyszerkonyv


Inggris B. P British Pharmacopoeia
Itali It. P Italian Pharmacopoeia Farmacpoea officinale della
Reppublica Italiana

Jerman Barat Ger. P German Pharmacopoeia Deutsches Arzneibuch


(D.A.B)
Jugoslavia Jug. P Jugoslav Pharmacopoeia Farmakopeja SFRJ.
Pharmacopea Jugoslavica
Perancis Fr. P French Pharmacopoeia Pharmacopee Francaise.
Pharmacopoeia Gallica
Polandia Pol. P Polish Pharmacopoeia Frmakope Palska.
Portugis Port. P Portuguese Pharmacopoeia Farmacopeia Portuguese
Rumania Roum. P Roumanian Pharmacopoeia Farmacopea Romania
Rusia RUS. P Russian Pharmacpoeia.
State Pharmacopoeia of The
USSR
Spayol Span. P Spanish Pharmacopoeia Farmacopea Oficial Espanola
Swiss Swiss. P Swiss Pharmacopoeia Pharmacopoea Helvetica
(Ph. Helv)

V International I.P Specification for The Quality Pharmacopee Internationalis


WHO / PBB Control of Pharmaceutical
Prepation

Macam-macam sediaan dalam Farmakope Indonesia

Aqua aromatica : Adalah larutan jenuh minyak atsiri dalam air.


( Air aromatik )

Aqua demineralisata : Air yang dibebaskan sesempurna mungkin dari zat anorganik ( mineral
)
dibuat dengan penukar ion yang cocok
Aqua destilata : Dibuat dengan menyuling air yang dapat diminum.
( Air suling )

Aqua pro injection : Air suling segar yang disuling kembali, disterilkan dengan cara
sterilisasi
( Air untuk injeksi ) cara A atau C.

Capsulae : Bentuk sediaan yang terbungkus dalam suatu cankang yang terbuat
dari metil
( Kapsul ) selulosa, gelatin atau bahan lain yang cocok.

Compressi : Sediaan padat berbentuk rata atau cembung rangkap, umumnya bundar
( Tablet ) dibuat dengan mengempa atau mencetak obat atau campuran obat
dengan atau
tanpa zat tambahan

Cremores : Bentuk sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat
terlarut
( Krim ) atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai.

Emulsa : Sediaan yang mengandung bahan obat cair atau larutan obat terdispersi
dalam
( Emulsi ) cairan pembawa, distabilkan dengan emulgator atau surfaktan yang
cocok.

Extracta : Sediaan kering, kental atau cair dibuat dengan menyari simplisia
nabati atau
( Ekstrak ) hewani menurut cara yang cocok, diluar pengaruh cahaya matahari
langsung.
Ekstrak kering harus mudah digerus menjadi serbuk.

Guttae : Sediaan cair berupa larutan atau suspensi homogen, digunakan sebagai
obat
( Obat tetes ) luar, boleh mengandung bahan tambahan yang cocok.

Guttae Auriculares : Obat tetes yang digunakan dengan cara meneteskan kedalam telinga,
kecuali
( Obat tetes telinga ) dinyatakan lain, dibuat dengan pelarut bukan air.

Guttae Nasales : Obat tetes yang digunakan dengan cara meneteskan kedalam rongga
hidung,
( Obat tetes hidung ) dapat mengandung pensuspensi, pendapar dan pengawet yang cocok.

Guttae Ophtalmicae : Obat tetes steril, umumnya isotonik dan digunakan dengan cara
meneteskan
( Obat tetes mata ) kedalam lekuk mata atau kepermukaan selaput bening, umumnya
mengandung
pengawet yang cocok, disterilkan dengan cara A dan C yang tertera
pada cara
sterilisasi atau dibuat secara aseptik.

Infusa : Sediaan cair yang dibuat dengan menyari simplisia nabati dengan air
pada suhu
( Infus ) 90o selama 15 menit.

Inhalationes : Sediaan yang dimaksudkan untuk disedot melalui hidung atau mulut,
atau
( Inhalasi ) disemprotkan dalam bentuk kabut kedalam saluran pernafasan.

Injectiones : Sediaan berupa larutan, emulsa atau suspensi dalam air atau
pembawa lain yang
( Injeksi / Obat suntik ) cocok, steril dan digunakan secara parentral, yaitu dengan merobek
lapisan
kulit atau lapisan mukosa.

Oculenta : Salep steril untuk pengobatan mata menggunakan dasar salep yang
cocok.
( eye Oitment = salep mata )

Ovulae = Pessaries : Sediaan padat yang digunakan melalui vagina, umumnya berbentuk
telur, dapat
( Ovula ) melarut, melunak dan meleleh pada suhu tubuh.

Pilulae : Sediaan padat berupa massa bulat, mengandung satu atau lebih bahan
obat.
( Pil )

Sirupi : Sediaan cair berupa larutan yang mengandung sakharosa, kecuali


dinyatakan
( Sirop ) lain kadar sakharosa tidak kurang dari 64 % dan tidak lebih dari 66
%.

Solutiones : Sediaan yang mengandung bahan kimia terlarut kecuali dinyatakan


lain sebagai
( Larutan ) pelarut digunakan air suling.

Suppositoria : Sediaan padat yang digunakan melalui dubur, umumnya berbentuk


torpedo,
( Supositoria ) dapat melarut, melunak atau meleleh pada suhu tubuh.
Suspensiones : Sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan
tidak larut
( Suspensi ) terdispersi dalam cairan pembawa, zat yang terdispersi harus halus
dan tidak
boleh cepat mengendap, jika dikocok perlahan-lahan endapan harus
segera
terdispersi kembali.

Tincturae : Sediaan cair yang dibuat dengan cara maserasi atau perkolasi
simplisia nabati
( Tingtur ) atau hewani dalam pelarut yang tertera pada pada masing-masing
monografi,
kecuali dinyatakan lain tingtur mengandung obat berkhasiat keras
dibuat
dengan menggunakan 10 % bahan berkhasiat, tingtur lain dibuat
dengan
menggunakan 20 %.

Unguentum : Sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai
obat luar,
( Salep ) bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep
yang cocok.

Vaccina : Sediaan yang mengandung zat antigen yang dapat menimbulkan


kekebalan
( Vaksin ) khas terhadap infeksi atau keracunan oleh jasad renik tertentu.

Irigationes : Larutan steril yang digunakan untuk mencuci / membersihkan luka


terbuka atau
( Irigasi ) rongga tubuh, digunakan secara topikal, tidak boleh secara parental,
pada etiket
diberi tanda-tanda tidak dapat digunakan untuk injeksi.

Lozenges : Sediaan padat mengandung satu atau lebih bahan obat, umumnya
dengan bahan
( Tablet hisap ) dasar beraroma dan manis yang dapat melarut atau hancur perlahan-
lahan
dalam mulut.

Gel = Jel : Sistem semi padat berupa suspensi yang dibuat dari partikel
anorganik yang
( Jeli ) kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh cairan.
.