Anda di halaman 1dari 4

Defining The Marketing Research Problem And Developing A Research Approach

RESUME INDIVIDU

CHAPTER 2

Disusun Oleh :

Yordan Hermawan Apidana, S.E

NIM C2C017002

MAGISTER MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

PURWOKERTO

2018
A. APA ITU MARKETING RESEARCH ?
Marketing Research memiliki 2 kata yaitu Marketing dan Research.
Marketing memiliki arti menciptakan, mengkomunikasikan dan menyampaikan sebuah nilai
kepada pelanggan dan mengelola hubungan dengan pelanggan
Research memilik arti mempelajari suatu masalah secara lengkap dan sistematik. Dilakukan
oleh ahli dan menggunakan metode yang ilmiah.
Maka dari itu Marketing Research bisa diartikan sebagai sebuah metode yang sistmatis
dalam mengumpulkan, merekam dan menganalisis data, dimana nantinya akan digunakan
untuk menyelesaikan permasalahan dalam pemasaran
Marketing Research adalah sebuah fungsi yang menghubungkan konsumen, pelanggan, dan
masyarakat umum dengan pemasar melalui informasi. Informasi ini digunakan untuk
mengidentifikasi dan menentukan peluang dan masalah pemasaran; merumuskan,
menyempurnakan. dan mengevaluasi tindakan pemasaran; memantau kinerja pemasaran;
dan menyempurnakan pemahaman mengenai pemasaran sebagai sebuah proses serta
pemahaman atas cara-cara yang dapat membuat aktivitas pemasaran lebih efektif.
B. Menetapkan masalah dalam riset pemasaran
Meskipun setiap langkah dalam riset pemasaran itu merupakan hal yang penting, penentuan
sebuah masalah merupakan hal yang paling mendasar. Untuk tujuan dalam sebuah riset
pemasaran, penentuan masalah dan kesempatan itu diperlakukan secara bergantiaan.
Penentuan sebuah masalah melibatkan perumusan sebuah masalah yang mendasar dan untuk
mengenali komponen yang spesifik pada masalah riset pemasaran.
 Hanya ketika masalah riset pemasaran telah didefinisikan secara jelas, penelitian
dapat dirancang dan dilakukan dengan benar
 Definisi masalah yang tidak benar adalah penyebab utama kegagalan dalam riset
pemasaran.
 Dengan komunikasi yang baik dan lebih banyak keterlibatan dalam penentuan suatu
masalah adalah cara yang paling sering disebutkan untuk meningkatkan kegunaan
sebuah riset.

C. Proses Menetapkan Masalah Riset dan Mengembangkan Pendekatan


 Keterlibatan dalam sebuah Tugas
 Diskusi dengan Pembuat Keputusan
 Wawancara dengan para Ahli (Pakar)
 Analisis Data Sekunder
 Penelitian kualitatif
 Konteks Lingkungan Masalah

D. Audit Masalah
Audit sebuah masalah menyediakan sebuah kerangka kerja yang berguna untuk berinteraksi
dengan pengambil keputusan dan mengidentifikasi dasar penyebah suatu masalah. Audit
sebuah masalah adalah pemeriksaan sacara menyeluruh terhadap masalah pemasaran dengan
tujuan memahami asal dan sifat dari masalah tersebut. Sangat penting untuk melakukan
audit masalah karena pembuat keputusan dalam banyak kasus hanya tau sedit tentang apa
sebenarnya masalah yang akan diteliti. Audit sebuah masalah melibatkan diskusi dengan
pengambil keputusan mengenai isu isu berikut :
 Sebuah peristiwa yang melatarbelakangi terjadinya keputusan untuk membuat
keputusan dan harus dilakukan tindakan. Atau bias tentang sejarah masalah tersebut
 Alternatif sebuah tindakan yang nantinya dapat digunakan untuk pembuat keputusan
(DM)
 Kriteria yang akan digunakan untuk mengevaluasi alternatif tindakan.
 Kemungkinan tindakan yang mungkin disarankan berdasarkan temuan penelitian.
 Informasi yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan DM
 Budaya perusahaan berkaitan dengan pengambilan keputusan.

Interaksi Antara DM dan Peneliti Harus Ditandai dengan:


 Komunikasi (Bebas bertukar ide)
 Kerjasama (Riset pemasaran adalah proyek tim)
 Keyakinan (saling percaya)
 Candor (sikap keterbukaan, tidak ada agenda tersembunyi)
 Kedekatan (perasaan hangat dan kedekatan, antara DM dan peneliti)
 Kontinuitas (harus berinteraksi terus menerus)
 Kreativitas (interaksi antara DM dan peneliti harus lebih kreatif

E. Wawancara dengan Pakar Industri


 Wawancara dengan pakar industri, individu yang memiliki pengetahuan tentang
perusahaan dan industri, dapat membantu merumuskan masalah penelitian
pemasaran.
 Pakar ini bisa ditemukan baik di dalam maupun di luar perusahaan.
 Biasanya, informasi ahli diperoleh dengan wawancara pribadi yang tidak terstruktur,
tanpa memberikan kuesioner formal.
 Tujuan mewawancarai para ahli adalah untuk membantu menentukan masalah riset
pemasaran daripada mengembangkan solusi konklusif.

F. Analisis Data Sekunder


 Data primer, dikumpulkan atau diproduksi oleh peneliti untuk tujuan spesifik dalam
menangani masalah penelitian.
 Data sekunder adalah: data yang dikumpulkan untuk beberapa tujuan selain masalah
yang dihadapi.
 Mencakup informasi yang disediakan oleh sumber bisnis dan pemerintah, perusahaan
komersil dan database yang sudah terkomputerisasi.
 sumber informasi latar belakang yang ekonomis dan cepat.
G. Penelitian Kualitatif
Terkadang penelitian kualitatif harus dilakukan untuk mendapatkan pemahaman tentang
masalah dan factor faktor utamanya. Penelitian kualitatif tidak terstruktur, bersifat
eksploratif, berdasarkan sampel kecil, dan mungkin menggunakan teknik kualitatif
populer seperti :
 Focus Gruup (wawancara kelompok),
 Word association (meminta responden untuk menunjukkan tanggapan pertama
mereka terhadap kata-kata stimulus)
 Depth interviews atau wawancara mendalam (wawancara satu lawan satu yang
menyelidiki pemikiran responden secara rinci).

H. Konteks Lingkungan Pada Masalah Yang Dihadapi


Untuk memahami latar belakang masalah riset pemasaran, peneliti harus memahami
perusahaan dan industry yang akan diteliti. Secara khusus, peneliti menganalisis faktor-
faktor yang berdampak pada definisi masalah penelitian pemasaran seperti:
 informasi masa lalu dan perkiraan yang berkaitan dengan industri dan perusahaan;
 sumber daya dan batasan dalam perusahaan;
 tujuan pengambil keputusan
 perilaku konsemen
 lingkungan hukum
 lingkungan ekonomi
 keterampilan pemasaran dan teknologi perusahaan.

I. Masalah Keputusan Manajemen dan Masalah Riset Pemasaran


Masalah keputusan manajemen menanyakan apa yang seharusnya dilakukan DM,
sedangkan masalah riset pemasaran menanyakan informasi apa yang dibutuhkan dan
bagaimana cara terbaik untuk mendapatkannya. Penelitian dapat memberikan informasi
yang diperlukan untuk membuat keputusan yang tepat.
Masalah keputusan manajemen adalah tindakan yang berorientasi pada tindakan. Hal ini
terkait dengan kemungkinan tindakan yang dapat dilakukan DM.
 Bagaimana seharusnya hilangnya pangsa pasar dihentikan atau ditangani ?
 Haruskah pasar tersegmentasi secara berbeda ?