Anda di halaman 1dari 3

SAKIATU SAHRAH (A31115050)

Rangkuman Materi Kuliah Metodologi Penelitian Akuntansi Kelas A

BAB 3: DEFINISI & RUMUSAN MASALAH


Perlu diketahui bahwa sebagian besar penelitian dimulai keinginan untuk
menghadapi masalah, kekhawatiran, dan konflik di dalam perusahaan atau
lingkungannya, sehingga dapat dikatakan bahwa penelitian berawal dari sebuah
masalah.
1. Pengumpulan Informasi Awal
 Sifat Informasi yang Dikumpulkan: Pengumpulan informasi awal melalui
intropeksi, wawancara tidak terstruktur, wawancara terstruktur, dan/atau
tinjauan melalui sumber informasi yang ada, seperti artikel berita, buku
teks, penyelanggaraan konferensi, dan internet akan membantu peneliti
untuk mempersempit bidang masalah yang luas dan menentukan rumusan
masalah yang spesifik. Meskipun sifat informasi tertentu yang diperlukan
untuk tujuan ini bergantung pada jenis masalah yang dihadapi oleh
seseorang, hal tersebut secara umum dapat diklasifikasikan ke dalam dua
hal:
1) Latar belakang informasi pada organisasi dan lingkungan-yaitu faktor
konsektual.
2) Literatur-jumlah informasi yang tersedia atau sudah diketahui dan
ditulis bersifat relevan dengan proyek penelitian.
Terdapat dua jenis data yang digunakan dalam hal ini, yakni Data
Sekunder, dan Data Primer. Data sekunder yaitu data yang telah ada dan
tidak perlu dikumpulkan oleh peneliti, beberapa sumber data ini antara
lain: buletin statistik, publikasi pemerintah, data yang tersedia dari
penelitian sebelumnya, dan lain sebagainya. Sedangkan data Primer
merujuk pada informasi yang dikumpulkan oleh peneliti sendiri melalui
instrumen sperti survei, wawancara, kelompok fokus, atau observasi.
2. Menentukan Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang baik melibatkan tujuan penelitian dan pertanyaan
penelitian. Ketika tujuan studi telah teridentifikasi, maka telah dapat
merumuskan pertanyaan penelitian dari studi tersebut, cakupan dari satu
pertanyaan penelitian atau lebih dalam rumusan masalah menjelaskan lebih
lanjut permasalahan yang akan diselesaikan. Rumusan masalah berkaitan
dengan “mengapa” (maksud dab tujuan tertentu dari studi), dan “apa”
(pertanyaan penelitian utama atau serangkaian pertanyaan penelitian ) dari
penelitian tersebut. Terdapat tiga kriteria utama untuk menilai kualitas
rumusan masalah: 1) rumusan masalah harus relevan, 2) dapat dilakukan,
dan 3) menarik.
3. Proposal Penelitian
Proposal penelitian yang disusun oleh peneliti merupakan hasil dari
usaha yang terencana, terorganisasi, teliti, dan pada dasarnya meliputi:
1) Judul penelitian.
2) Latar belakang studi.
3) Rumusan Masalah:
a. Tujuan studi.
b. Pertanyaan penelitian.
4) Cakupan studi.
5) Relevansi studi.
6) Desain penelitian, memberikan rincian tentang:
a. Jenis studi – eksploratif, deskriptif, dan/atau kausal.
b. Metode pengumpulan data.
c. Desain pengambilan sampel.
d. Analisis data.
7) Kerangka waktu studi, termasuk informasi mengenai kapan laporan
tertulis akan diserahkan kepada sponsor.
8) Anggaran yang merinci biaya dengan keterangan poin pengeluaran yang
spesifik.
9) Bibliografi yang dipilih

BAB 4: TINJAUAN LITERATUR KRITIS


1. Tujuan Tinjauan Literatur Kritis
Tinjauan Literatur adalah proses langkah demi langkah yang
melibatkan identifikasi tulisan yang dipublikasikan dan yang tidak
dipublikasikan dari sumber data sekunder pada topik kepentingan,
eveluasi penelitian terkait dengan masalah, dan dokumentasi penelitian.
Tujuan dari literatur kritis bergantung pada pendekatan penelitian yang
diambil.
2. Pendekatan Tinjauan Literatur
a. Sumber Data. Kualitas tinjauan literatur bergantung pada pemilihan
yang berhati-hati. Pada umumnya, buku dan jurnal akademik adalah
sumber informasi yang paling berguna. Sebagai sebuah aturan,
sangat perlu menggunakan kombinasi sember-sumber informasi yang
tepat.
b. Buku Teks. Keuntungan dari buku teks adalah memiliki cakupan topik
yang luas, sehingga dapat menjadi titik awal dalam menemukan
sumber yang lebih terperinci. Kekurangannya buku teks kurang
pembaruan dibandingkan sumber data yang lain.
c. Jurnal. Artikel dalam jurnal profesional adalah sumber penting dari
perkembangan terkini dalam bidang tertentu, fakta, serta gambar.
d. Disertasi, mengandung tinjauan lengkap dari informasi dalam bidang
tertentu, biasanya meliputi beberapa bab empiris yang memiliki
struktur dan karakteristik yang sama seprti artikel jurnal akademik
e. Acara Konferensi, berguna untuk menyediakan penelitian terkini.
f. Naskah yang dipublikasikan.
g. Laporan
h. Surat Kabar
i. Internet.
3. Pencarian Literatur
Di masa lalu, pencarian literatur harus dilakukan secara manual,
melalui perantara sumber-sumber data seadanya, tetapi di era modern
ini, pencarian literatur dapat dengan mudah dilakukan dimana saja, yakni
dengan bantuan internet dalam pencarian literatur yang sesuai dengan
topik yang disusun.
4. Evaluasi Literatur
Tidak semua buku, artikel, atau beberapa sumber data yang
digunakan adalah relevan, sehingga sikap kehati-hatian terhadap dalam
memilih referensi harus ditingkatakan, dengan meningkatkan sikap kritis
dalam mengevaluasi beberapa referensi tersebut.
5. Menulis Tinjauan Literatur
Survei literatur harus menampilkan semua informasi yang relevan
dengan cara yang jelas dan logis.