Anda di halaman 1dari 32

SEMINAR P.T.

Sari Warna Asli


KERJA PRAKTIK TEXTILE INDUSTRY

Disusun oleh:
Nanang Febriyanto
(5 1 4 0 7 1 1 0 2 2)
Judul Penelitian :
Mesin Schlafhorst Pada Proses Winding di PT. Sari Warna Asli Unit II Boyolali
Pelaksanaan:
Lokasi: Departemen Spinning 2
PT. Sari Warna Asli unit II Boyolali
Desa Randusari, Kec. Teras, Kab. Boyolali
Waktu: 12 Juni 2017 s/d 31 Juli 2017
Latar Belakang
Kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat tinggal (rumah) adalah
pakaian. Menurut istilah pakaian adalah bahan tekstil dan serat yang digunakan
sebagai penutup tubuh. Berbicara mengenai tekstil, orang awam biasanya
mengartikan kata tekstil (textile) sebagai bahan sandang. Proses pembuatan
produk tekstil melalui dua langkah, langkah yang pertama adalah proses
pemintalan benang (Spinning process) dan langkah yang kedua proses
penenunan (Weaving process) sampai jadilah tekstil. Proses penenunan
dibutuhkan kualitas benang yang sangat kuat agar tidak putus pada proses
penenunan sehingga tetap menjaga kulitas tekstil tersebut, oleh karena itu
peranan kualitas benang sangatlah penting.
Proses Winding (winding process) adalah proses akhir pembuatan benang
untuk mendapatkan benang yang memiliki kualitas sesuai keinginan. Proses ini
adalah penggulungan benang dari bentuk tube spinning ke dalam bentuk cones
sehingga panjang benang menjadi sesuai panjang yang diinginkan. Pada mesin
winding terdapat sensor panjang benang yang digulung, ketika panjang benang
telah sesuai keinginan maka penggulungan akan berhenti secara otomatis.
Dalam proses ini terjadi pula perbaikan kualitas benang meliputi kekuatan,
kerataan, kebersihan dan sambungan benang yang kurang baik, hal ini terjadi
karena pada alur yang dilewati benang saat penggulungan terdapat sensor (yarn
clearer device). Yarn clearer inilah yang memonitor benang yang melewatinya.
Alur yang dilewati benang harus selalu halus sehinga gesekan pada benang
didapat sekecil mungkin, karena permukaan yang kasar akan mengakibatkan
timbul bulu-bulu (hairnes) pada permukaan benang yang dapat mengganggu
proses berikutnya.
Rumusan Masalah Batasan Masalah
a. Tidak membahas keseluruhan proses
a. Bagaimana proses yang terjadi pada
pembuatan benang yang ada di
Proses Winding menggunakan mesin
PT.Sari Warna Asli unit II Boyolali.
Schlafhorst?
b. Hanya membahas tentang cara kerja
b. Bagaimana kerja Sensing Head
secara singkat, bagian mesin, dan
sebagai sensor pembaca kualitas
perawatan mesin Schlafhorst pada
benang (yarn clearer device)?
proses winding.
Tinjauan Instansi

PT. Sari Warna Asli Textile Industry merupakan sebuah perusahaan swasta yang
bergerak di bidang industry sandang. Awalnya bahan sandang yang diproses
merupakan bahan sandang setengah jadi menjadi bahan sandang siap pakai.
Sejarah Instansi

Perusahaan Perorangan dengan Bp.Budhi Mulyono kerjasama


nama Sari Warna. Perusahaan diperluas dalam dengan Bp. Bambang Setyo dari
Pendiri Bp. Budhi Mulyono. bidang hand printing perusahaan Rukun Jaya
Kegiatannya pencelupan (dying) (pengecapan) yang Surabaya dalam bidang Produksi
dan pewarnaan (bleaching). menghasikan batik printing dan pemasaran yang bidang
Produk yang dihasilkan berupa berkualitas sedang. produksinya sama yaitu dying,
kain putih dan kain warna. bleaching dan hand printing.

Masuk dalam wadah badan hukum yaitu: Perseroan Terbatas yang didirikan melalui Akta Notaris
NY. Darwani Sidi Baharudi, S.H. dengan Akta Notaris Nomer: 134. Tepatnya tanggal:12 Desember
1977 dan berubah nama menjadi PT.SARI WARNA ASLI TEXTILE INDUSTRY yang berlokasi
di Solo, tepatnya Jl.Pucang Sawit Rk. I Rt. 6.
Menambah jumlah mesin- Mulai mengembangkan
Di atas tanah itulah dibangun Perusahaan dengan
mesin untuk lebih Perusahaan Sari Warna Asli II
meningkatkan jumlah mendirikan unit Pemintalan
yang mulai mengembangkan yaitu menghasilkan benang.
produksi. Karena merasa perlu usahanya dalam bidang
untuk mengembangkan dan Benang tersebut digunakan
Weaving ( Pertenunan ). Hasil untuk kepentingan produksi
memperluas usahanya, maka pertenunan itu merupakan
Bp.Budhi Mulyono membeli kain Perusahaan sendiri. PT.
kain mentah yang sebagian Sari Warna Asli II diresmikan
tanah didaerah Boyolali yaitu besar hasil produksinya
di Desa Randusari Kecamatan pada tanggal: 14 Agustus 1982
digunakan sendiri oleh oleh Bp. Ir. Suhartoyo (Ketua
Teras dengan luas 13 Ha. perusahaan tersebut. BKPM Pusat Jakarta).
Landasan Teori
a. Pemintalan Benang Maksud dari pemintalan yaitu proses pembuatan benang
BLOWING dengan mempergunakan mesin-mesin yang khusus.
Bahan baku pembuat tekstil adalah serat, baik serat-serat
CARDING yang berasal dari alam (nabati, hewani atau mineral) maupun
serat-serat buatan (nilon, poliester, dan lain-lain). Proses
DRAWING pembuatan tekstil tersebut mula-mula serat melalui proses
pencampuran, pembukaan dan pembersihan di mesin blowing
SPEED FRAME (mencacah dan mengurai serat yang masih berbentuk kotak
padat), dan sebagai hasil akhir berupa gulungan lap. Gulungan
RING FRAME
lap hasil dari mesin blowing kemudian diolah pada mesin
carding (mengolah gulungan lap untuk dijadikan menjadi
WINDING
gulungan sliver), lap akan mengalami proses pembukaan dan
pembersihan lebih lanjut, sehingga menjadi serat-serat
individu dan hasilnya berupa sumbu yang disebut sliver.
Hasil sliver dari mesin carding keadaan serat-seratnya masih belum lurus dan
belum sejajar satu sama lain, serta belum rata. Untuk meluruskan dan mensejajarkan
serat-serat serta meratakan slivernya, maka beberapa sliver tersebut dirangkap dan
disuapkan melalui mesin drawing (memperkecil dan meratakan sliver dari hasil mesin
carding). Pelurusan dan pensejajaran serat-serat dilakukan dengan jalan penarikan
oleh pasangan-pasangan rol-rol penarik, dan hasilnya berupa sliver yang lebih
rata. Hasil sliver drawing kemudian dikerjakan pada mesin speed frame (memperkecil
dan menambahkan puntiran sliver dari mesin drawing) untuk diperkecil diameternya,
hasil gulungan mesin speed frame disebut roving. Untuk memberikan kekuatan pada
roving agar dapat digulung pada bobbin (tempat penggulung roving), maka pada
roving tersebut diberikan sedikit puntiran (twist).
Setelah selesai di mesin speed frame, selanjutnya dikerjakan pada mesin pintal
ring frame/ring spinning (memperkecil gulungan roving sehingga menjadi
gulungan benang) hingga menjadi benang melalui proses penarikan dan pemberian
puntiran serta digulung pada tube (penggulung benang hasil dari mesin ring
spinning). Setelah melalui ring spinning digulung kembali menggunakan mesin
winding (memindahkan gulungan benang dari tube ke cones) menjadi bentuk
gulungan cones (penggulung benang hasil dari mesin winding). Proses
penggulungan benang di mesin winding ini terjadi pula perbaikan kualitas benang
yaitu pada kekuatan, kerataan benang, kebersihan dan sambungan-sambungan
yang kurang baik, hal ini terjadi karena pada alur yang dilewati benang terdapat
sensor pembaca kualitas benang (yarn clearer device). Yarn Clearer inilah yang
berfungsi memonitor benang yang lewat. Apabila benang yang tidak masuk
kriteria maka benang akan dipotong otomatis.
b. Mesin Autoconer

Mesin Autoconer merupakan sistem kontrol dalam mesin aplikasi membuat benang.
Pada Mesin Autoconer terjadi proses penggulungan (winding process) sebagai proses
terakhir untuk mendapatkan benang yang memiliki kualitas sesuai dengan parameter-
parameter yang telah ditentukan oleh laborat.
Ada bermacam-macam jenis Mesin Autoconer, antara yang satu dengan yang lain
pada dasarnya memiliki prinsip kerja yang sama. Pada 1 Mesin Autoconer terdapat 60
spindel, yang masing-masing spindel memiliki 1 sensor kualitas benang yang sering
disebut yarn clearer device .
Pembahasan
a. Cara Kerja Mesin Schlafhorst
Saklar pada bagian kepala mesin winding dihidupkan/dinyalakan, setelah mesin
hidup/nyala kemudian tekan tombol power pada kepala mesin winding tunggu beberapa
saat sampai semua mesin hidup. Proses awal penggulungan benang pada cones, benang
dari tube bawah ditarik ke atas untuk digulung ke cones menggunakan tangan. Tekan dan
tahan tombol kuning pada spindle, maka spindle akan bekerja secara otomatis. Benang
dari tube bawah ke atas untuk digulung kembali ke cones dan melewati sensing head
yang berfungsi sebagai pembaca kualitas benang. Benang yang tidak masuk kualitas
baik, maka secara otomatis benang akan dipotong. Benang yang sudah digulung pada
cones akan ditarik kembali oleh section arm. Benang yang putus pada bagian bawah
akan ditarik oleh griper arm. Benang dari section arm dan griper arm disatukan untuk
disambung kembali di bagian splicer.
Sambungan benang yang baru kembali kembali melewati sensing head, bila kualitas
sambungan baik akan dilanjutkan proses penggulungan, tetapi bila sambungan jelek akan
dipotong kembali dan dilakukan penyambungan ulang, begitu seterusnya. Penggulungan
pada cones akan berhenti/selesai jika panjang benang telah sesuai dengan panjang yang
diinginkan, yang ditandai dengan nyalanya indikator lampu kuning pada spindle. Setelah
lampu kuning menyala dan proses penggulungan berhenti, putuskan benang dengan
menekan tombol uji yang ada pada sensing head. Ambil cones yang kosong, lepaskan
cones yang telah selesai proses penggulungan dan pasag cones pada tempat cones
(tempat proses penggulungan). Gulung benang dengan tangan pada cones, kemudian
tekan dan tahan tombol kuning pada spindle, begitu seterusnya sampai proses
penggulungan benang selesai.
b. Bagian-bagian Mesin Schlafhorst

1. Kepala mesin

Bagian kepala mesin Schlafhorst bisa dibilang adalah


bagian induk mesin, karena pada bagian ini terdiri dari
banyak komponen yang menunjang jalannya seluruh
spindle yang ada pada satu line mesin winding.
Bagian kepala ini juga terdapat monitor yang bisa
mengendalikan atau mengatur segala parameter-
parameter mesin winding tersebut. Satu line mesin
winding terdiri dari 60 spindle, dari 60 spidle tersebut
pada bagian inilah yang mengatur parameter-
parameter untuk dipakai pada masing-masing spindle.
2. Spindle

Spindle bisa dikatakan otak yang mengatur


jalannya penggulungan benang atas perintah
yang telah disetting pada bagian kepala mesin.
3. Penggulung Cones

Penggulung Cones berfungsi sebagai


penggulun hasil benang dari mesin ke
tempat gulungan (cones), jika gulungan
sudah sesuai pada panjang yang
diinginkan maka proses penggulungan
akan terhenti. Pada gulungan cones
dilengkapi dengan sensor rpm yang
berfungsi membaca panjangnya benang
yang telah digulung.
4. Sensing Head

Sensing head merupakan sensor yang berfungsi membaca kualitas benang. Dimana,
apabila ada benang yang tidak memiliki kualitas sesuai dengan parameter-parameter
yang ditentukan oleh laborat maka benang tersebut secara otomatis akan dipotong oleh
pisau (cutting device) yang tertanam pada sensing head ini. Selanjutnya benang yang
tidak terpotong (kondisi baik) akan digulung hingga menghasilkan gulungan cones
sampai penuh.
Bagian-bagian sensing head:

Keterangan: 1. Elemen optik untuk pemindaian diameter benang


2. Elemen optik untuk pemindaian benda asing
3. Pisau (Cutting device)
4. P-Sensor 6. Tombol uji
5. Penahan benang 7. Tampilan 7-Segmen
Klasifikasi Kesalahan Benang
5. Splicer

Splicer berfungsi sebagai penyambung


benang otomatis dengan menggunakan
bantuan angin dari kompressor. Benang
dari section arm dan griper arm disatukan
pada splicer ini. Prosesnya ketika ujung
benang dari section arm dan griper arm
sudah di tempelkan satu sama lain akan
diurai menggunakan bantuan angin dan
ketika sudah diurai, angin ditiupkan
seperti memberikan puntiran sehingga
benang tersambung kembali.
6. Sction Arm dan Griper Arm
Section arm dan griper
arm adalah lengan
penyedot yang berfungsi
menyedot dan menarik
benang. Beda antara
section arm dan griper arm
adalah arah lengan
penyedot tersebut. jika
section arm menyedot
benang yang cacat (benang
yang dipotong) dari cones
ditarik menuju ke bagian
spicer. Sedangkan griper
arm berfungsi menyedot
dan menarik benang dari
bawah (tube) di tarik
menuju spicer.
7. Tempat Tube Atas

Seperti namanya tempat tube atas berfungsi


sebagai tempat tube pada bagian atas yang
nanti akan digulung benangnya dan
memindahkan tube ke tempat tube
dibawahnya. Pada bagian griper arm
dilengkapi dengan sensor low end (low end
sensor), jika tidak ada benang yang melewati sensor maka akan mengirimkan perintah
untuk menggerakkan tempat tube atas secara memutar untuk meminta benang dari tube
atas untuk disambung dengan benang dari section arm dan dilanjutkan proses
penggulungan.
8. Tempat Tube Bawah

Tempat tube bawah berfungdi


menangkap tube dari tempat tube atas
dan jika benang sudah habis akan
dibuang secara otomatis dan digantikan
dengan tube selanjutnya.
9. Sabuk berjalan (conveyor belt)

Sabuk berjalan (conveyor


belt) berfungsi untuk
memindahkan barang
menggunakan sabuk yang
digerakkan oleh motor.
pada mesin ini ada dua
tempat untuk penempatan
sabuk berjalan sesuai
dengan fungsi masing-
masing penempatan sabuk
berjalan. Pada bagian
bawah-depan mesin, conveyor belt berfungsi memindahkan tube yang kosong ke tempat
penampungan. Sementara pada bagian atas-belakang mesin, conveyor belt berfungsi
memindahkan cones yang sudah penuh dari semua splicer ke belakang kepala mesin.
10. Ekor Mesin

Bagian ekor mesin berada pada bagian paling


ujung mesin. Pada bagian ini terdapat tombol
emergency yang berfungsi mematikan mesin
dalam cakup satu line. Pada bagian ekor di
bawah tombol emergency terdapat bak
penampungan tube yang kosong. Tube-tube
yang benangnya sudah selesai digulung (telah
kosong) selanjutnya diangkut conveyor belt
menuju tempat penampungan ini.
c. Perawatan Mesin Schlafhorst

Setiap pagi hari (jam awal kerja) dilakukan


pembersihan kepala dan bagian spindle dengan
menyemprotkan angin di daerah sekitar mesin
menggunakan angin dari kompresor. Selain itu
pada bagian atas mesin terpasang alat seperti
penyedot debu. Penyedot tersebut dilengkapi
Setiap Hari dengan pipa yang tersambung dibagian samping
kanan kiri yang menggantung kebawah sampai
hampir mengenai lantai dan banyak lubang di
bagian dalam (bagian pipa yang menghadap ke
mesin). tujuan dari penyedot tersebut adalah
untuk menyedot kapas yang beterbangan dan
sisa-sisa kapas atau benang yang berserakan di
lantai ikut tersedot ke dalam pipa penyedot.
Perawatan pada bagian dalam sensing head menggunakan
cotton-bud yang diberi cairan zippo. Untuk sensing head
tidak diperbolehkan dibersihkan dengan cara disemprot atau
dicelup ke dalam cairan karena terlalu basah akan membuat
sensing head rusak, cukup dengan diusap menggunakan Pemberian grease/pelumas
cotton-bud yang diberi cairan zippo. pada main motor dengan alat
Perawatan untuk splicer dengan menggunakan sikat gigi spet. Tujuannya supaya
yang dilumuri alkohol. Perawatan kedua alat tersebut gerak putaran motor dapat
dilakukan secara berkala supaya bersih dari debu sehingga bekerja maksimal.
alat tidak cepat rusak.

Setiap minggu Setiap bulan Setiap tahun

Pembersihan bagian dalam spindle dari debu. Tujuannya supaya


komponen elektronika pada spindle selalu bersih dari debu yang dapat
merusak komponen pada spindle.
d. Perbaikan Mesin Schlafhorst
Sebelum proses perbaikan
dilakukan setiap spindle dicek
terlebih dahulu menggunakan alat
gembot. Gembot berfungsi untuk
mendeteksi bagian mana yang
rusak atau perlu diganti.
Setelah menemukan bagian yang
rusak, pada bagian tersebut
langsung diganti dengan yang
baru atau yang masih berfungsi
dengan normal. Komponen yang
rusak jika ada kemungkinan bisa
diperbaiki akan diperbaiki di
kantor, untuk komponen yang
sudah tidak bisa diperbaiki lagi
langsung digantikan dengan
komponen yang baru.
Kesimpulan

Winding adalah proses penggulungan benang dari bentuk tube ke bentuk cones. Ketika
panjang benang sudah sesuai maka penggulungan akan berhenti secara otomatis
karena adanya sensor yang mengukur panjang pengglungan. Perawatan untuk mesin
winding ini dilakukan secara berkala sebab kotoran yang banyak menempel pada mesin
biasanya adalah debu, sisa ujung benang putus, dan kapas yang beterbangan akibat
dari proses produksi pada setiap harinya.
Sensing head merupakan sensor yang berfungsi membaca kualitas benang.
Dimana, apabila ada benang yang tidak memiliki kualitas sesuai dengan parameter-
parameter yang ditentukan oleh laborat maka benang tersebut secara otomatis akan
dipotong. Perbaikan kualitas benang antara lain pada kekuatan, kerataan benang,
kebersihan dan sambungan yang kurang baik.
THANK YOU!
Do You Have Any Questions?