Anda di halaman 1dari 4

DAFTAR PUSTAKA

1. Kepmenkes, RI. Profil kesehatan Indonesia tahun 2013. Jakarta:


Kementerian Kesehatan RI; 2014.

2. Dinkes Daerah Istimewa Yogyakarta. Profil kessehatan DIY tahun 2014.


Jakarta: Pusat Data dan Informasi Departemen Kesehatan RI; 2015.

3. BKKBN. Angka kematian ibu dan bayi. Jakarta: BKKBN; 2012.

4. Saifuddin Abdul Bari, Trijatmo Rachimhadhi, Gulardi H Wiknjosastro.


2009. Ilmu kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

5. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Usulan PNPK


ketuban pecah dini: Draft 1. Jakarta: POGI; 2012 [diakses 26 Mei 2016];
diperoleh dari: http://pogi.or.id/publish/download/pnpk-dan-ppk/

6. RSUD Wates. Laporan kesehatan RSUD Wates tahun 2015. Kulon Progo:
Wates; 2016.

7. Leiwakabessy Alice dan Asmijati. 2014. Pengaruh anemia terhadap


kejadian ketuban pecah dini di RSUD Cibinong Tahun 2013. Jurnal Health
Quality. Kebidanan Poltekkes Kemenkes: Jakarta, V (1) 1-66.

8. Edrin, V.L., dkk. 2014. Gambaran Karakteristik Ibu Hamil pada Persalianan
Preterm di RSUD Dr. M. Djamil Padang tahun 2012. Jurnal Kesehatan
Andalas. Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas: Padang.

9. Kemenkes RI. Profil kesehatan Indonesia tahun 2012. Jakarta: Kementerian


Kesehatan RI; 2013.

10. Setyawati, Ba’ul dan Ahmad Syanqy. 2014. Perbedaan asupan protein, zat
besi, asam folat, dan vitamin B12 antara ibu hamil trimester III anemia dan
tidak anemia di Puskesmas Tanggungharjo Kabupaten Grobogan. Journal
of Nutritrion College. Prodi Ilmu Gizi FK Undip: Semarang, III (1) 228-
234.

11. Manuaba, Ida Bagus Gde. 2010. Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan
keluarga berencana untuk pendidikan bidan. Jakarta: EGC.

12. Allen, LH. 2001. Biological mechanisms that might underline iron’s effects
on fetal growth and preterm birth. The Journal of Nutrition. Department of
Nutrition, University of California: USA, 131 (2S-2): 518S-589S.

64
65

13. Zhang Qiaoyi, Cande V Ananth, Zhu Li, John C Smulian. 2009. Maternal
anemia and preterm birth: a prospective cohort study. International Journal
of Epidemiology. Oxford University: USA, 38:1380-1389.

14. Ritawati. Hubungan anemia dengan kejadian ketuban pecah dini di


Kabupaten Purworejo [tesis]. Yogyakarta: FK Universitas Gadjah Mada;
2009.

15. F. Gary, Cunningham., et al. 2012. Obstetri williams. Jakarta: EGC, Ed 23.

16. Saifuddin Abdul B, George Adriaanz, Gulardi Hanifa Wiknjosastro, Djoko


Waspodo. 2006. Buku acuan nasional pelayanan kesehatan maternal dan
neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

17. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, RI. Riset kesehatan dasar.
Jakarta: Kemenkes RI; 2013.

18. Sarimawar, Djaja., dkk. 2013. Faktor resiko yang mempengaruhi anemia
kehamilan. Buletin Penelitian Kesehatan. Pusat Penelitian Ekologi
Kesehatan. Badan Litbang Kesehatan: Jakarta.

19. Wibowo Noroyono dan Regina Tatiana Purba. 2006. Anemia defisiensi besi
dalam kehamilan. Dexa Media. Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI:
Jakarta, 19 (1) 3-7.

20. Linda Wylie, H.B. 2010. Manajemen kebidanan gangguan medis kehamilan
dan persalinan. Jakarta: EGC.

21. Manuaba Ida Bagus Gde., et al. 2007. Pengantar kuliah obstetri. Jakarta:
EGC.

22. Varney, Hellen. 2007. Buku ajar asuhan kebidanan. Jakarta; EGC, Ed 4.

23. F. Gary, Cunningham., et al. 2006. Obstetri Williams. Jakarta: EGC.

24. Kusuma, A.A.N.Jaya. 2013. Matrix Metalloproteinase (MMP) dan ketuban


pecah dini. Bagian Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan FK
Universitas Udayana: Denpasar.

25. Nugroho, T. 2012. Obstetri dan ginekologi untuk kebidanan dan


keperawatan. Yogyakarta : Nuha Medika.

26. Kemenkes RI. 2013. Buku saku pelayanan kesehatan ibu di fasilitas
kesehatan dasar dan rujukan. Jakarta: Kemenkes.
66

27. Lone, F.W., et al. 2004. Maternal anemia and its impact on perinatal
outcome in a tertiary care hospital in Pakistan. East mediterr Health J, 10(6)
801-807.

28. Swarjana, I Ketut. 2012. Metodologi penelitian kesehatan. Yogyakarta:


ANDI.

29. Sastroasmoro, Sudigdo dan Sofyan Ismail. 2014. Dasar-dasar metodologi


penelitian klinis. Jakarta: Sagung Seto.

30. Lapau, Buchari. 2012. Metodologi penelitian kesehatan: metode ilmiah


penulisan skripsi, tesis, dan disertasi. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor
Indonesia.

31. Fatbinan, Justina., dkk. 2013. Faktor risiko kematian maternal di RSUD
Piere Paolo Magreti Saumlaki Kabupaten Maluku Tenggara Barat. [skripsi].
Makasar: FKM Universitas Hasanudin.

32. Edyanti, Deal Baby dan Rachmah Indawati. 2014. Faktor pada ibu yang
berhubungan dengan kejadian komplikasi kebidanan. Jurnal Biometrika dan
Kependudukan. FKM Universitas Airlangga: Surabaya, 3(1) 1-7.

33. Fibriana, Arulita Ika. 2007. Faktor-faktor resiko yang mempengaruhi


kematian maternal (studi kasus di Kabupaten Cilacap). [tesis]. Semarang:
FK Universitas Diponegoro.

34. Manggiasih, Vidia Atika. 2014. Hubungan umur dengan kejadian ketuban
pecah ditinjau dari paritas ibu. [tesis]. Surakarta: Pascasarjana UNS.

35. Melisa, dkk. 2011. Faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian anemia
pada ibu hamil. [skripsi]. Jambi: Universitas Jambi.

36. Asyirah, Siti. 2012. Faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada
ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bajeng Kecamatan Bajeng Kabupaten
Gowa tahun 2012. [skripsi]. Jakarta: FKM Universitas Indonesia.

37. Salmariantity. 2012. Faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada


ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Gadjah Mada Tembilahan Kabupaten
Indragiri Hilir tahun 2012. [skripsi]. Jakarta: FKM Universitas Indonesia.

38. Oktaviani, Indah., dkk. 2016. Profil haemoglobin pada ibu hamil dilihat dari
beberapa faktor pendukung. Jurnal Ilmiah Bidan. Puskesmas Ranomurut
Kecamatan Paal Dua: Manado, 4 (1) 22-30.
67

39. Agustiana, Tria. 2012. Faktor-faktor yang berhubungan dengan persalinan


prematur di Indonesia tahun 2010 (analisis data Rikerdas 2010). [skripsi].
Jakarta: FKM Universitas Indonesia.

40. Lowing, G. A. Joshua. 2015. Gambaran ketuban pecah dini di RSUP Prof.
Dr.R. D. Kandau Manado. E-Clinic. FK Universitas Sam Ratulangi:
Manado, 3(3)1-4.

41. Huda, Nurul. 2013. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketuban pecah dini
di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. [skripsi]. Surakarta: FIK Universitas
Muhammadiyah Surakarta.

42. Sari, Ni Kadek Indah Kusuma. 2013. Status anemia dengan kejadian
ketuban pecah dini. Jurnal Genta Kebidanan. Akademi Kebidanan Kartini:
Bali, 3(2)73-76.

43. Riyami, Al Nihal., et al. 2013. Extreme preterm premature rupture of


membranes: risk factors and feto maternal outcomes. Oman medical
Journal, 28(2) 108-111.