Anda di halaman 1dari 19

TEKNIK MESIN

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI CHASIS
Semester VI OVERHAUL PROPELLER SHAFT 3 X 50’
Tgl : 21 Februari 2018

LAPORAN OVERHAUL PROPELLER SHAFT


“ PRAKTEK TEKNOLOGI CHASIS ”

Dosen pengampu :
Dr. Mohammad Efendy, S.T.,M.T.
Rachmad Syaifudin H, S.Pd.,M.Pd.

Disusun oleh:

Achmad Musonif (15050524050)

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2018

Laporan praktek teknologi chasis I OVERHAUL PROPELLER SHAFT


TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI CHASIS
Semester VI OVERHAUL PROPELLER SHAFT 3 X 50’
Tgl : 21 Februari 2018

BAB I
PENDAHULUAN
I. Tujuan:
Setelah selesai praktik diharapkan mahasiswa dapat :
1. Menjelaskan prinsip kerja propeller shaft pada mobil.
2. Menganalisis kerusakan dan perbaikan propeller shaft mobil
3. Membongkar dan merakit kembali unit propeller shaft dengan benar
4. Memeriksa keolengan propeller shaft
5. Mengukur tebal snap ring
6. Melepas dan memasang propeller shaft dari mobil
7. Memeriksa universial joint

II. Alat dan Bahan :


1. Engine stand 4. Buku manual

2. Satu set Tool 3.Wadah penampung dan lap

a. Kunci momen
b. Kunci sock 1 box
c. Obeng + dan -
d. Tang snap ring
e. Kunci pas 12
f. Kunci ring 12, 10
g. Jangka sorong

III. Keselamatan Kerja dan Alat :

a. Keselamata kerja
1. Melakukan praktikum sesuai dengan prosedur kerja
2. Hati-hati anda bekerja dengan komponen yang berukuran kecil
3. Letakkan komponen yang telah dilepas pada tempat yang bersih
b. Keselamatan Alat
1. Menggunakan alat sesuai dengan SOP
2. Mengkalibrasi alat sebelum digunakan

Laporan praktek teknologi chasis I OVERHAUL PROPELLER SHAFT


TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI CHASIS
Semester VI OVERHAUL PROPELLER SHAFT 3 X 50’
Tgl : 21 Februari 2018

BAB II
KAJIAN TEORI

1) Propeller Shaft
Pada kendaraan tipe FR (front engine rear drive) dan FWD/AWD (four wheel drive),
untuk memindahkan tenaga mesin dari transmisi ke differential, diperlukan propeller
shaft atau sering juga disebut sebagai drive shaft. Panjang pendeknya propeller shaft
tergantung dari panjang kendaraan. Pada kendaraan yang panjang, propeller dibagi
menjadi beberapa bagian untuk menjamin supaya tetap dapat bekerja dengan baik.
Suspensi kendaraan mengakibatkan posisi differential selalu berubah-ubah terhadap
transmisi, sehingga propeller harus dapat menyesuaikan perubahan sudut dan
perubahan jarak, agar tetap mampu meneruskan putaran denganlancar. Mekanisme
atau komponen tersebut adalah universal joint atau sering disebut U-joint.

Gambar Bentuk-bentuk propeller shaft

Propeller shaft pada umumnya terbuat dari pipa besi, karena profil pipa lebih tahan
terhadap puntiran. Dimensi poros propeller akan menentukan beban putaran yang
diijinkan, yang dirumuskan sebagai berikut :
9
n  1.2  10
L2
D2  d 2
Dimana :
n : putaran yang diijinkan (rpm) D : diameter luar (cm)
Laporan praktek teknologi chasis I OVERHAUL PROPELLER SHAFT
TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI CHASIS
Semester VI OVERHAUL PROPELLER SHAFT 3 X 50’
Tgl : 21 Februari 2018

d : diameter dalam (cm) L : panjang (cm)

2) Universal joint
Kondisi jalan mempengaruhi kerja suspensi dan berakibat pada posisi differential
selalu berubah-ubah terhadap transmisi. Universal joint dipakai untuk mengatasi
kondisi tersebut agar poros selalu dapat berputar dengan lancar, sehingga universal
joint harus mempunyai syarat : dapat mengurangi resiko kerusakan propeller saat
poros bergerak naik/ turun, tidak berisik atau berputar dengan lembut, konstruksinya
sederhana dan tidak mudah rusak.
Dilihat dari konstruksinya, universal joint dibagi dalam beberapa jenis, yaitu :
a) Hook Joint Balance weight

Propeller shaft
Yoke

Yoke Spider

Needle bearing
Sleeve

Bearing cup
Snap ring

Gambar Konstruksi Hook Joint

Pada umumnya poros propeller menggunakan konstruksi tipe ini, karena selain
konstruksinya yang sederhana tipe ini juga berfungsi secara akurat dan konstan.
Konstruksi hook joint adalah seperti gb. 5 di atas. Ada dua tipe hook joint yaitu shell
bearing cup type dan solid bearing cup type. Pada tipe shell bearing cup universal joint
tidak bisa dibongkar sedangkan pada tipe solid bearing cup bisa dibongkar. Ilustrasi
konstruksi kedua tipe universal joint tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar Konstruksi hook joint tipe shell bearing cup

Laporan praktek teknologi chasis I OVERHAUL PROPELLER SHAFT


TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI CHASIS
Semester VI OVERHAUL PROPELLER SHAFT 3 X 50’
Tgl : 21 Februari 2018

Gambar Konstruksi hook joint tipe solid bearing cup

b) Flexible Joint

Rubber Coupling

Center ring ball


Sleeve Yoke

Center spring ball

Sleeve Yoke

Transmission main shaft Coupling ball feat

Gambar Konstruksi Flexible Joint

Konstruksi dari universal joint model flexible joint dapat dilihat pada gambar 7 di atas.
Model ini mempunyai keuntungan tidak mudah aus, tidak berisik dan tidak memerlukan
minyak/ grease.

c) Trunion Joint
Model ini berusaha menggabungkan tipe hook joint dan slip joint, namun hasilnya
masih dibawah slip joint sendiri, sehingga jarang digunakan. Konstruksinya dapat
dilihat pada gambar 8 di bawah ini.

Laporan praktek teknologi chasis I OVERHAUL PROPELLER SHAFT


TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI CHASIS
Semester VI OVERHAUL PROPELLER SHAFT 3 X 50’
Tgl : 21 Februari 2018

Shaft
Compression
spring Body
Booth

Propeller shaft
Yoke
Ball
Needle bearing

Gambar Konstruksi Trunion Joint

d) Uniform Velocity Joint


Model ini dapat membuat kecepatan sudut yang lebih baik, sehingga dapat
mengurangi getaran dan suara bising. Konstruksinya dapat dilihat pada gambar di
bawah ini.

Gambar Konstruksi Uniform Velocity Joint

Laporan praktek teknologi chasis I OVERHAUL PROPELLER SHAFT


TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI CHASIS
Semester VI OVERHAUL PROPELLER SHAFT 3 X 50’
Tgl : 21 Februari 2018

e) Slip Joint
Bagian ujung propeller yang dihubungkan dengan poros out-put transmisi terdapat
alur-alur untuk pemasangan slip joint. Hal ini memungkinkan panjangnya propeller
shaft sesuai dengan jarak output transmisi dengan differential. Konstruksinya dapat
dilihat pada gambar di bawah ini.

Sleeve
joint yoke Yoke
Transmission Universal
body Tube joint

Flange

Gambar Konstruksi Slip Joint

3) Center Bearing
Merupakan unit yang dipasang pada ujung propeller shaft depan (intermediate shaft)
dan menempel pada body melalui bracket. Center bearing berfungsi sebagai tumpuan
antara pada poros propeller yang panjang (3-joint type) untuk mengurangi kemungkinan
poros propeller melengkung/ bengkok, untuk meredam bunyi dan getaran pada saat
propeller shaft bekerja.

Gambar Konstruksi Center Bearing

4) Pemeriksaan, Servis dan Perbaikan Propeller Shaft, Universal Joint dan


Center Bearing
Perawatan yang dilakukan pada propeller shaft adalah memberikan pelumasan dengan
grease pada universal joint.
Laporan praktek teknologi chasis I OVERHAUL PROPELLER SHAFT
TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI CHASIS
Semester VI OVERHAUL PROPELLER SHAFT 3 X 50’
Tgl : 21 Februari 2018

Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah suatu kerusakan atau untuk memastikan


penyebab suatu keusakan. Pemeriksaan pencegahan atau perawatan dilaksanakan
secara berkala dan rutin untuk memeriksa/ menjaga kondisi komponen dan kerjanya.
Sedang pemeriksaan guna memastikan penyebab kerusakan harus dilakukan dengan
betul-betul cermat dan perlu analisa kasus dan perlu pemeriksaan komponen dengan
urutan yang cepat, tepat dan benar.
Berikut dicontohkan, diagram analisa dan urutan pemeriksaan:

a) Bunyi dari propeller shaft

Aus/ macet
Periksa spider bearing Ganti

Ok

Aus
Periksa sleeve yoke spline Ganti

Ok

Aus
Periksa center bearing Ganti

Gambar 13. Bagan alir diagnosis

Pemeriksaan terhadap bunyi diperlukan pendengaran yang baik, ketelitian dan


kecermatan yang tinggi, karena pada kendaraan akan terdapat sumber bunyi yang
komplek sehingga kalau tidak cermat sering terkecoh pada bunyi-bunyi yang lain.

b) Getaran dari propeller shaft

Salah pemasangan
Periksa universal joint Betulkan/ Ganti

Ok
Baut-baut kendor
Periksa flange mounting Keraskan/ Ganti

Ok

Baut-baut kendor
Periksa center
Keraskan/ Ganti
bearing support
maounting
Laporan praktek teknologi chasis I OVERHAUL PROPELLER SHAFT
TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI CHASIS
Semester VI OVERHAUL PROPELLER SHAFT 3 X 50’
Tgl : 21 Februari 2018

Ok
Macet
Periksa sleeve yoke spline Ganti

Ok

Aus atau rusak


Periksa spider bearing Ganti

Ok

Rusak/ pecah Periksa karet bushing


Ganti
center bearing support

Ok

Melintir
Periksa propeller shaft Ganti

Ok

Un-balance
Periksa balancie propeller Setel/ Ganti

Gambar Bagan alir diagnosis

Pemeriksaan terhadap getaran dan bunyi pada propeller shaft harus dilaksanakan
secara teliti dan cermat, dengan mengangkat roda penggerak, dan menghidupkan
mesin pada posisi gigi transmisi masuk. Naikkan putaran mesin secara bertahap dan
amati getaran dan bunyi dari propeller shaft. Jika ditemukan adanya getaran atau bunyi
dari propeller shaft maka lakukan pemeriksaan baut-baut pengikat dan atau lepaskan
unit propeller dan lakukan pemeriksaan komponen.

Laporan praktek teknologi chasis I OVERHAUL PROPELLER SHAFT


TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI CHASIS
Semester VI OVERHAUL PROPELLER SHAFT 3 X 50’
Tgl : 21 Februari 2018

Flang Yoke

Gambar Bagian–bagian poros propeller

Pemeriksaan komponen dilakukan dengan melepas unit propeller, yakni dengan


melepas baut pengikat flange yoke ke differential dan melepaskan center bearing
(pada propeller 3 joint). Setelah propeller terlepas lakukan pemeriksaan :
(1). Kebengkokan poros propeller depan dan belakang.
Dengan menggunakan V-blok dan dial tester indikator ukurlah run-out poros
(kebengkokan). Run-out max. =0.8 mm

Gambar Pemeriksaan kebengkokan poros propeller


Laporan praktek teknologi chasis I OVERHAUL PROPELLER SHAFT
TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI CHASIS
Semester VI OVERHAUL PROPELLER SHAFT 3 X 50’
Tgl : 21 Februari 2018

(2). Keausan dan kekocakan bantalan spider.


Putar spider dan pastikan bahwa tidak ada hambatan saat berputar. Periksa juga
kebeb asan aksial spider bearing oleh putaran yoke ketika tertahan poros dengan kuat.
Kebebasan axial max. 0.05 mm.

Gambar Pemeriksaan keausan dan kekocakan bantalan spider

(3). Periksa clearance antara universal joint spider dan needle roller bearing

Gambar Pengukuran clearance spider bearing

(4). Keausan dan kerusakan center support bearing Periksalah bahwa bearing
dapat berputar dengan bebas tanpa hambatan namun tidak longgar/ goyang/
kocak.

Gambar Pemeriksaan keausan center support bearing

Laporan praktek teknologi chasis I OVERHAUL PROPELLER SHAFT


TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI CHASIS
Semester VI OVERHAUL PROPELLER SHAFT 3 X 50’
Tgl : 21 Februari 2018

(5). Pemeriksaan keausan alur-alur sleeve yoke


Lakukan pengamatan secara visual terhadap kondisi spline. Lakukan pengujian
dengan memasangkan sleeve yoke ke poros lalu putar bolak-balik sleeve yoke dan
gerakkan maju-mundur (axial). Pastikan tidak terjadi kekocakan yang berlebihan tetapi
bisa bergerak maju- mundur dengan lancar.

Gambar Pemeriksaan keausan alur-alur sleeve yoke

(6). Pemeriksaan keausan alur-alur ujung propeller depan terhadap flange


maupun yoke propeller belakang. Menggunakan metode yang sama dengan di atas
lakukan pengecekan alur-alur ujung propeller depan terhadap flange maupun yoke
propeller belakang

Gambar Pemeriksaan keausan alur-alur ujung propeller


Laporan praktek teknologi chasis I OVERHAUL PROPELLER SHAFT
TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI CHASIS
Semester VI OVERHAUL PROPELLER SHAFT 3 X 50’
Tgl : 21 Februari 2018

7) Pemeriksaan karet bushing maupun penutup debu pada center bearing.


Lakukan pengamatan terhadap kondisi karet bushing maupun karet penutup debu
pada center bearing.
8) Pemeriksaan keseimbangan/ balance poros propeller.
Menggunakan alat khusus (roller instrument) lakukan pengecekan ketidak seimbangan
poros propeller. Bila ditemukan tidak seimbang (un-balance) maka lakukan balancing
dengan memasang bobot pemberat tertentu.

Setelah pemeriksaan dan penyebab kesalahan atau kerusakan ditemukan maka


segera dilakukan perbaikan atau penggantian dengan pembongkaran. Pada saat
sebelum melakukan pembongkaran poros propeller sebaiknya diberikan tanda pada
bagian-bagian yang berpasangan (gb. 23). Pemasangan poros propeller setelah
dilakukan pembongkaran harus memperhatikan tanda-tanda yang telah dibuat atau
dengan memperhatikan pola pemasangan poros propeller yang terdapat pada buku
manual dari kendaraan tersebut

Laporan praktek teknologi chasis I OVERHAUL PROPELLER SHAFT


TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI CHASIS
Semester VI OVERHAUL PROPELLER SHAFT 3 X 50’
Tgl : 21 Februari 2018

BAB III
OVERHAUL SISTEM PROPELLER SHAFT

A. PEMBONGKARAN
Langkah Kerja :

NO LANGKAH KERJA GAMBAR

1 Menyiapkan mesin, alat dan bahan yang


diperlukan

2 Lepas poros propeller dari differential

(a) Buatlah tanda pada kedua flens


(b) Lepas empat baut dan mur

3 . Lepas poros propeller dari transmisi

(a) Tarik yoke dari trasmisi

(b) Masukkan SST ke dalam transmisi untuk


mencegah kebocoran oli

Laporan praktek teknologi chasis I OVERHAUL PROPELLER SHAFT


TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI MOTOR BENSIN
Semester V OVERHAUL PROPELLER SHAFT 4 X 50’
Tgl : 21 Februari 2018

B. PEMERIKSAAN DAN PENGUKURAN

A. PEMERIKSAAN DAN PENGUKURAN PROPELLER SHAFT

NO GAMBAR JENIS PEMERIKSAAN

1 Memeriksa Kebengkokan poros propeller depan dan


belakang.
Dengan menggunakan V-blok dan dial tester indikator
ukurlah run-out poros (kebengkokan). Run-out max. =0.8
mm

PEMERIKSAA SECARA VISUAL;


Secara visual propeller terdapat sedikit korosi

HASIL PENGUKURAN DAN ANALISA ;


Hasil pengukuran : 0,7

Analisa:
Setelah melakukan praktikum menunjukkan bahwa
propeller masih dalam kondisi bagus dan tidak aus atau
bengkok hal ini dapat dilihat dari hasil pengukuran yang
menunjukkan bahwa pengukuran yang dilakukan disetiap
empat sisi dengan bolak balik masih sesuai setandard
atau tidak kurang dari batas maximum yaitu 0,8 mm
2 Memeriksa Keausan dan kekocakan bantalan spider.
Putar spider dan pastikan bahwa tidak ada hambatan saat
berputar. Periksa juga kebeb asan aksial spider bearing oleh
putaran yoke ketika tertahan poros dengan kuat. Kebebasan
axial max. 0.05 mm

Cara mengganti bantalan spider


a. buatlah tanda di poros dan flens pada yoke
b. melepas snap ring dan bantalan spider

PEMERIKSAA SECARA VISUAL;


Secara visual bantalan spider masih bagus hanya saja

Laporan praktek teknologi chasis I OVERHAUL PROPELLER SHAFT


TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI MOTOR BENSIN
Semester V OVERHAUL PROPELLER SHAFT 4 X 50’
Tgl : 21 Februari 2018

perlu ditambahkan stempet

HASIL PENGUKURAN DAN ANALISA ;


Hasil pemeriksaan :
Adalah 0,03
Analisa :
Setelah melakukkan pemeriksaan menunjukkan bahwa
bantalan masih bagus , hal ini dapat dilihat dari hasil
pengukuran yang menunjukkan bats standar yang masih
terpenuhi

3 Memeriksa Keausan dan kerusakan center support


bearing Periksalah bahwa bearing dapat berputar dengan
bebas tanpa hambatan namun tidak longgar/ goyang/
kocak
PEMERIKSAA SECARA VISUAL;
Secara visual tidak ada goresan
HASIL PENGUKURAN DAN ANALISA ;

Analisa :
center support bearing berputar dengan baik tidak kocak.
Sehingga masih dapat digunakan dengn normal

4 Memeriksa dan mengukur ketebalan snap ring

PEMERIKSAA SECARA VISUAL;


Secara visual bantalan masih bagus dan tidak ada goresan

HASIL PENGUKURAN DAN ANALISA ;


Snap ring 1 = 2,40
Snap ring 2 = 2,45
Snap ring 3 = 2,50
Snap ring 4 = 2,55

Analisa :
Snap ring masih kondisi normal dan masih dapat digunakan
karena hasil pengukuran menunjukkan snap ring masih
sesuai standard

Laporan praktek teknologi chasis I OVERHAUL PROPELLER SHAFT


TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI MOTOR BENSIN
Semester V OVERHAUL PROPELLER SHAFT 4 X 50’
Tgl : 21 Februari 2018

C. PEMASANGAN DAN PERAKITAN PROPELLER SHAFT


NO LANGKAH KERJA GAMBAR
1 Masukkan yoke pada transmisi

(a) Lepas SST dari transmisi


(b) Masukkan yoke poros pada transmisi

2 Pasang poros propeller pada differential

(a) Tepatkan tanda pada flens dan pasangkan


poros propeller dengan empat baut, ring
pegas dan
mur
(b) Kencangkan baut dan mur

Laporan praktek teknologi chasis I OVERHAUL PROPELLER SHAFT


TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI MOTOR BENSIN
Semester V OVERHAUL PROPELLER SHAFT 4 X 50’
Tgl : 21 Februari 2018

BAB IV
ANALISA KESIMPULAN, DAN SARAN
A. ANALISA SECARA KESELURUHAN
1. Propeller Shaft yaitu salah satu bagian sistem pemindah tenaga yang berfungsi untuk
meneruskan putaran dan daya mesin dari transmisi ke differensial dengan variasi
perubahan sudut yang selalu terjadi pada poros tersebut saat memindahkan putaran dan
daya.
2. Setelah melakukan praktikum menunjukkan bahwa propeller masih dalam kondisi
bagus dan tidak aus atau bengkok hal ini dapat dilihat dari hasil pengukuran yang
menunjukkan bahwa pengukuran yang dilakukan disetiap empat sisi dengan bolak
balik masih sesuai setandard atau tidak kurang dari batas maximum yaitu 0,8
mmSetelah melakukan praktikum menunjukkan bahwa pelat kopling masih dalam
kondisi bagus dan tidak aus hal ini dapat dilihat dari hasil pengukuran yang
menunjukkan bahwa pengukuran yang dilakukan disetiap empat sisi dengan bolak
balik masih sesuai setandard atau tidak kurang dari batas minimum yaitu 0,3 mm
3. Setelah melakukkan pemeriksaan menunjukkan bahwa bantalan masih bagus , hal ini
dapat dilihat dari hasil pengukuran yang menunjukkan bats standar yang masih
terpenuhi
4. center support bearing berputar dengan baik tidak kocak. Sehingga masih dapat
digunakan dengn normal
5. Setelah dilakukkan pengukuran dan pemeriksaan menunjukkan bahwa pegas dalam
Snap ring masih kondisi normal dan masih dapat digunakan karena hasil pengukuran
menunjukkan snap ring masih sesuai standard dengan batas limit , 5 mm.

B. KESIMPULAN

1. Konstruksi kopling terdiri dari beberapa komponen utama diataranya adalah tuas
pembebas, fly wheel, bantalan tekan, poros kopling, poros engkol, bantalan pilot, pegas
koil, plat penekan dan unit penekan.
2. Pada proses pemeriksaan beberapa komponen dalam sistem pemindah daya, keseluruhan
komponennya masih dalam batas standar pengukuran pada Manual Book. Jadi tidak
dilakukan penggantian komponen dalam dikarenakan masih berada didalam batas
standar.
3. Hasil identifikasi pengukuran dan pemeriksaan pada sistem dan komponen propeller
shaft tidak ada kerusakan dan tidak perlu adanya penggantian komponen karena
kondisinya masih layak untuk digunakan..

Laporan praktek teknologi chasis I OVERHAUL PROPELLER SHAFT


TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI MOTOR BENSIN
Semester V OVERHAUL PROPELLER SHAFT 4 X 50’
Tgl : 21 Februari 2018

C. SARAN

Setelah melakukan praktikum ada beberapa hal yang harus diperhatikan :


1) Hendaknya melakukan perawatan sistem k propeller shaft secara berkala. Hal ini
bertujuan untuk mencegah kerusakan yang terjadi pada sistem kopling dan transmisi
manual sehingga kerusakan dapat diminimalisir, serta nantinya sistem propeller shaft
dapat bekerja dengan optimal.
2) Pada waktu melakukan pembongkaran dan pemeriksaan harus dilakukan sesuai dengan
prosedur, kemudian saat melakukan pengukuran dan pemeriksaan harus berpedoman
buku panduan.

Laporan praktek teknologi chasis I OVERHAUL PROPELLER SHAFT