Anda di halaman 1dari 22

Laporan Praktikum Fisika Dasar

H-1
Menentukan Koefisien Pergeseran Zat Cair
(Koefisien Viskositas Zat Cair)

Disusun Oleh :

Kelompok 3

Fakultas Farmasi

Institut Sains dan Teknologi Nasional

Jakarta

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas pembuatan Laporan
Praktikum Fisika ini tepat pada waktunya adapun judul laporan yang telah ditentukan yaitu
“Menentukan Koefisien Pergeseran Zat Cair (Koefisien Viskositas Zat Cair)”

Laporan ini berisikan tentang hasil pengamatan yang kami lakukan di laboratorium
fisika beserta tugas-tugas yang diberikan oleh para Asisten Pembimbing. Kami harap ini
sesuai dengan yang diharapkan.

Kami menyadari bahwa dalam laporan ini masih terdapat banyak kekurangan dan
kelemahan baik dalam penyajian materi ataupun tata bahasa yang digunakan karena kami
masih dalam tahap pembelajaran. Saran dan kritik kami harapkan untuk dapat lebih
menyempurnakan tugas laporan kami di kemudian hari.

Jakarta, Januari 2017

Penyusun

DAFTAR ISI

2
KATA PENGANTAR………………………………………………………………….......
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………..........
BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG PRATIKUM………………………………….........
1.2. TUJUAN PRATIKUM………………………………………………..........

BAB II PEMBAHASAN

2.1. TEORI DASAR……………………………………………………….........


2.2. TUGAS PENDAHULUAN…………………………………………...........
2.3. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN………………………………...........
2.4. LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN…………………………….........
2.5. HASIL PENGAMATAN……………………………………………...........
2.6. PERHITUNGAN HASIL PENGAMATAN………………………….........

BAB III PENUTUPAN

3.1 ANALISA / KESIMPULAN…………………………………………….....


3.2 KRITIK DAN SARAN................................................................................

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………....................

BAB I
PENDAHULUAN

3
1.1 Latar Belakang Praktikum

Setiap zat cair mempunyai karakteristik yang khas, berbeda satu zat cair
dengan zat cair yang lain. Oli mobil sebagai salah satu contoh zat cair dapat kita lihat
lebih kental dari pada minyak kelapa. Apa sebenarnya yang membedakan cairan itu
kental atau tidak. Kekentalan atau viskositas dapat dibayangkan sebagai peristiwa
gesekan antara satu bagian dan bagian yang lain dalam fluida. Dalam fluida yang
kental kita perlu gaya untuk menggeser satu bagian fluida terhadap yang lain. Di
dalam aliran kental kita dapat memandang persoalan tersebut seperti tegangan dan
regangan pada benda padat. Kenyataannya setiap fluida baik gas maupun zat cair
mempunyai sifat kekentalan karena partikel di dalamnya saling menumbuk. Salah
satu alat yang digunakan untuk mengukur kekentalan suatu zat cair adalah
viskosimeter. Apabila zat cair tidak kental maka koefesiennya sama dengan nol
sedangkan pada zat cair kental bagian yang menempel dinding mempunyai kecepatan
yang sama dengan dinding.
1.2 Tujuan Pratikum

Tujuan dari percobaan :

● Dapat menentukan koefisien pergeseran zat cair (koefisien viskositas zat cair)
● Mengetahui pengaruh jarak dan diameter bola terhadap angka kekentalan
(viskositas)
● Mampu mengetahui pengaruh kekentalan (viskositas) zat cair terhadap angka
kecepatan bola yang dijatuhkan ke dalam zat cair tersebut
● Mampu mengetahui pengaruh massa bola terhadap kecepatan bola yang
dijatuhkan kedalam zat cair.

BAB II

PEMBAHASAN

4
2.1 Teori Dasar

Bila suatu zat cair yang viskos mengalir melalui suatu bola secara laminar (lapisan
yang tipis) atau bila sebuah bola bergerak di dalam suatu zat cair viskos yang berada
dalam keadaan diam, maka akan timbul suatu gaya perlawanan R (Resisting force),
sebesar :

R=6 π ƞ r v

ƞ=Koefisien Viskositas

r=Jari− jari bola

v =Kecepatan gerak bola

2.2 Tugas Pendahuluan

1. Apakah manfaat yang kita peroleh, bila kita mengetahui koefisien viskositas
sesuatu zat cair? Apakah hubungan antara viskositas suatu zat cair dengan gaya
kohesi yang terdapat diantara molekul-molekul zat cair tersebut?

viskositas merupakan fungsi suhu maka apabila kita mengetahui koefisien


viskositas,kita dapat mengetahui suhu yang terdapat dalam suatu zat cair.
Besarnya viskositas dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti temperatur,
gaya tarik antar molekul dan ukuran serta jumlah molekul terlarut. Fluida, baik
zat cair maupun zat gas yang jenisnya berbeda memiliki tingkat kekentalan yang
berbeda. Pada zat cair, viskositas disebabkan karena adanya gaya kohesi (gaya
tarik menarik antara molekul sejenis).

2. Apakah kekentalan suatu zat cair dapat menyatakan tingkat viskositas zat cair
tersebut?
Ya, karena kental atau tidaknya suatu zat cair mempengaruhi suhu, massa,
gaya gesek, dan tekanan yang dimiliki oleh zat cair tersebut. Sehingga
mempengaruhi waktu jatuh dari suatu benda
Namun untuk suatu zat cair yang kental tersebut juga mempunyai kekentalan
yang sama (baik besar maupun kecil).

5
3. Berikan contoh zat cair yang perlu kita ketahui koefisien viskositas bersangkutan!
Contoh glycerin dan oli yang akan kita praktekan

4. Apakah satuan koefisisen viskositas yang digunakan?

Ns/ m2 = Pa.s (Pascal sekon)


Sedangkan dalam satuan CGS (centimeter gram sekon) adalah
Dyn.s/cm2 = poise (P)
Viskositas juga sering dinyatakan dalam sentipoise (cP). 1 cP = 1/100 P.
Satuan poise digunakan untuk mengenang seorang Ilmuwan Perancis, almahrum
Jean Louis Marie Poiseuille.
● 1 poise = 1 dyn . s/cm2 = 10-1 N.s/m2

5. Perhatikan gambar H-1 dibawah ini. Pada bola yang sedang meluncur jatuh
didalam zat cair viskos yang berada dalam keadaan diam ini bekerja 3 (tiga) buah
gaya, yaitu :
Gaya berat bola =W
Gaya Archimedes =B
Gaya perlawanan =R
Berapakah besar volume dibawah ini?

B
Bola bergerak didalam zat cair (ρb)

Fs Ft
Mg

Volume bola tersebut adalah gaya berat bola (W) x gaya archimedes
(B).

6. Bila massa jenis bola ... berapakah besar W?

6
4
W= π r ² ρ g
3

W = gaya berat
r = jari – jari bola
ρ = rapat massa bola
g = percepatan gravitasi bola

4
B= π r ³ ρρ g
3

B = gaya Archimedes
ρρ = massa jenis zat cair

7. Bila massa jenis zat cair ... berapakah besar B?


Apakah sebutan lain gaya Archimedes bagi benda bergerak jatuh?

Gaya apung (buoyant force )

Bila gaya resultan yang menyebabkan gerak bola kita sebut F, maka berlaku :
F=ma
Berapakah harga F dipandang dari gaya-gaya yang bekerja pada bola?
Buatlah kesamaan (kesehargaan) antara kedua harga F diatas, dan turunkanlah
harga percepatan a.

F=ma

m. g – Fb – Fs = m .a

Fb = gaya apung

Fs = gaya stokes

8. Apakah harga a ini ajeg (konstan) selama perjalanan bola di dalam zat cair itu?
Faktor apakah yang mempengaruhi a ini?

7
Konstan, perjalanan bola mempunyai kecepatan yang konstan yang disebut
kecepatan terminal atau kecepatan sedimentasi. Dalam zat cair dipengaruhi oleh
massa jenis zat cair, massa jenis benda, dan percepatan gravitasi.

9. Pada saat bola dilepaskan di permukaan zat cair, berapakah kecepatan bola itu?
Berapakah besar gaya perlawanan R pada saat itu?
Berapakah percepatan pada saat itu maksimum, atau kah minimum?

Kecepatan bola dapat didapatkan dengan rumus Vt = g.t . Dimana g


adalah percepatan gravitasi bumi (m/s2) dan t adalah waktu yang ditempuh (s).

10. Apakah harga a dapat mencapai nol?


Kalau dapat, bisakah hal ini terjadi?
Bila ini terjadi, gerak apakah yang dilakukan bola itu?

Benda akan mengalami percepatan dan mengakibatkan kecepatan terus


bertambah. Kecepatan yang terus bertambah memberikan gaya Stokes yang
semakin membesar dan percepatan semakin berkurang, suatu saat benda akan
mempunyai percepatan sama dengan nol dan benda mempunyai kecepatan yang
konstan yang disebut kecepatan terminal atau kecepatan sedimentasi

11. Bagaimanakah kita dapat mengetahui bahwa tidak ada percepatan pada bola itu?

Tidak ada gaya yang bekerja pada bola itu sehingga tidak ada percepatan
pada bola.

12. Dampak apakah yang timbul, bila bola dilepaskan tidak tepat dipermukaan zat
cair, melainkan ada suatu jarak kecil yang ditempuh bola diatas permukaan zat
cair itu?

bola dilepaskan tidak tepat di permukaan zat cair maka dampaknya


adalah waktu yang dibutuhkan bola untuk menyentuh dasar akan semakin
lama.

13. Turunkanlah rumus untuk menentukan koefisian viskositas zat cair. Tuliskanlah
rumus lengkap dengan memasukkan faktor kesalahan.

8
2
2 g r ( y− y1 )
η = *ket : η = koeffisien viskositas
9v
: r = jari-jari bola
: v = kecepatan gerak bola
: y = massa jenis bola
: y 1 = massa jenis zat cair
: g = gravitasi

14. Sebutkanlah alat – alat yang anda butuhkan untuk percobaan ini.

2.3 Alat – alat yang digunakan


a. Termometer
b. Mikrometer skrup
c. Neraca dan Anak Timbangan
d. Stopwatch
e. Meteran
f. 2 buah bola yang berbeda.

2.4 Langkah-langkah Percobaan


1. Siapkanlah alat-alat anda berupa pensil, ballpoint, tip-x, kertas folio,
kalkulator, set segitiga, busur derajat, jangka, dan kertas milimeter
2. Isilah Bon Peminjaman Alat sesuai dengan alat-alat yang dibutuhkan untuk
praktikum ini.
3. Isilah lembar pengamatan dengan :
- Data akademis anda
- Data keadaan ruangan praktikum
- Tanggal percobaan
- Nama Asisten Pembimbing

4. Lakukan percobaan, dan catat semua hasil pengamatan pada kertas pengamat
anda dalam kotak – kotak yang tersedia.
5. Ukurlah diameter setiap bola yang akan digunakan (bola kuning dan bola
hitam).
6. Timbanglah massa setiap bola.
7. Catatlah massa jenis zat cair yang akan digunakan, atau timbanglah gelas
ukur kosong, kemudian timbanglah gelas ukur yang sudah diisi dengan zat
cair yang akan digunakan, dan catatlah volume zat cair itu.

9
8. Tentukanlah batas bawah kira – kira 5cm dari dasar tabung, dan berilah tanda
dengan karet.
9. Berilah juga karet pada batas atas, dan cobalah mulai dengan menjatuhkan
salah satu bola (bola kuning), lakukanlah ini untuk bermacam-macam jarak
dengan menggesr letak karet batas atas sedikit demi sedikit kebawah (kira-
kirasetiap3cm), dan catatlah waktu jatuh bola.
10. Buatlah Perhitungan singkat, agar anda dapat menentukan daerah gerak lurus
beraturan sepanjang mungkin, kemudian ukurlah waktu jatuh untuk jarak itu
beberapa kali sesuai instruksi.
11. Lakukanlah hal serupa di atas untuk bola hitam
12. Ulangi percobaan pada point 9, 10, dan 11 dengan menggunakan zat cair yang
lain.
Catatan : lakukan percobaan pada salah satu zat cair hingga tuntas, dan baru
kemudian mencoba zat cair yang lain; mulailah dengan zat cair yang bermassa
jenis paling besar dan jangan lupa membersihkan semua bola sebelum
melakukan percobaan berikut.
13. Kembalikan semua alat yang dipinjam kepada petugas
14. Periksalah hasil pengamatan anda kepada asisten yang bertugas

2.5 Hasil Pengamatan

10
HASIL PENELITIAN PRAKTIKUM

FISIKA DASAR

11
Keadaan Ruangan : Sebelum Praktikum: Sesudah
Praktikum :
SUHU : 29,5 ( °C ) 30 (°C )
Tekanan Udara : 74,106 (cmHg) 74,106 (cmHg)
Kelembaban : 87 (%) 87 (%)

I. Mengukur Diameter Bola (mm)

Pengukuran 1 2

Bola I 14,47 14,985

Bola II 15,7 15,69

II. Mengukur Diameter tabung ( Bagian Dalam ) – ( cm )

Pengukuran 1 2

Tabung Gliserin - -

Tabung Oli - -

III. Menimbang Bola Secara Gauss ( gr )

Pengukuran Kiri Kanan

Bola I 2,7 gr 2,5 gr

Bola II 4,7 gr 5 gr

12
IV. Massa Jenis

Glyserine (1,26 ± 0,01) gr/cm3


Oli (0,86 ± 0,01) gr/cm3

V. Temperature Cairan :

Temperature Cairan Sebelum Percobaan Sesudah Percobaan


Glyserin 29 ºC 30 ºC
Oli 29,5 ºC 30 ºC

VI. Dalam Glyserin Jarak tempuh Bola ( cm )

1 2

32,5 cm 33 cm

Dalam Oli Jarak tempuh Bola ( cm )

1 2

32,3 cm 32 cm

Waktu Jatuh Bola dalam Glyserin ( Detik )

1 2

Bola I 5,0 5,4

Bola II 1,9 2,2

Waktu Jatuh Bola dalam Oli ( Detik )

13
1 2

Bola I 2,69 1,56

Bola II 1,33 1,46

2.6 Perhitungan hasil pengamatan

1. Diameter bola :
Bola 1 : d1.1 = 14,47 cm

d1.2 = 14,985 cm

£d1 29,455 cm = 14,727 cm

∆ d1.1 = [£d1 – d1.1] = 14,727 -14,47 = 0,257 cm


∆ d1.2 = [£d1 – d1.2] = 14,727 -14,985 = 0,258 cm
£ ∆ d1 = 0,515 cm = 0,2575 cm
2
£d1 ± ∆ d1 = { 14,727 cm ± 0,2575 cm }
- Bola 2 : d2.1 = 15,7 cm

d2.2 = 15,69 cm

£d2 31,39 cm = 15,699

∆ d2.1 = [£d2 – d2.1] = 15,699 -15,7 = 0,001 cm


∆ d2.2 = [£d2 – d2.2] = 15,699 -15,69 = 0,009 cm
£ ∆ d2 0,010 cm = 0,005 cm
2

£d2 ± ∆ d2 = { 15,699 cm ± 0,005 cm }

14
2. Jari – jari bola :
- Bola 1 : r1.1 = 7,235 cm

r1.2 = 7,85 cm

£r1 = 15,085 cm = 7,542 cm

∆ r1.1 = [£r1 – r1.1] = 7,542-7,235 = 0,307 cm


∆ r1.2 = [£r1 – r1.2] = 7,542-7,85 = 0,308 cm

£ ∆ r1 = 0,615 cm = 0,307 cm

2
£r1 ± ∆ r1 = { 7,542 cm ± 0,307 cm }

- Bola 2 : r2.1 = 7,492 cm

r2.2 = 7,845cm

£r2 = 15,377 cm = 7,668 cm

∆ r2.1 = [£r2 – r2.1] = 7,668 -7,492 = 0,176 cm


∆ r2.2 = [£r2 – r2.2] = 7,668 -7,845 = 0,177 cm
£ ∆ r2 = 0,353 cm = 0,176 cm
2
£r2 ± ∆ r2 = { 7,668 cm ± 0,176 cm }

3. Massa Bola :
- Bola 1 : m1.1 = 2700 g

m1.2 = 2500 mg

£m1 = 5200 mg = 2600 mg

15
∆ m1.1 = [£m1 – m1.1] = 2600-2700 = 100 mg
∆ m1.2 = [£m1 – m1.2] = 2600-2500 = 100 mg
£ ∆ m1 = 200 g = 100 g
2
£m1 ± ∆ m1 = { 2600 mg ± 100 mg }

- Bola 2 : m2.1 = 4700 mg

m2.2 = 5000 mg

£m2 = 9700 mg = 4850 g

∆ m2.1 = [£m2 – m2.1] = 4850 – 4700 = 150 mg


∆ m2.2 = [£m2 – m2.2] = 4850 - 5000 = 150 mg
£ ∆ m2 = 300 mg = 150 g
2
£m2 ± ∆ m2 = { 4,85 g ± 0,15 g }

4. Jarak tempuh bola :


- Dalam gliserin : y1.1 = 32,5 cm

y1.2 = 33 cm

£y1 = 65,5 cm = 32,75 cm

∆ y1.1 = [£y1 – y1.1] = 32,75-32,5 = 0,25 cm


∆ y1.2 = [£y1 – y1.2] = 32,75-33 = 0,25 cm
£ ∆ y1 = 0,5 cm = 0,25 cm
2
£y1 ± ∆ y1 = { 32,75 cm ± 0.25 cm }

- Dalam Oli : y2.1 = 32,3 cm

y2.2 = 32 cm

16
£y2 = 64,3 cm = 32,15 cm

∆ y2.1 = [£y1 – y2.1] = 32,15-32,3 = 0,15 cm


∆ y2.2 = [£y1 – y2.2] = 32,15-32 = 0,15 cm
£ ∆ y2 = 0,30 cm = 0,15 cm
2

£y2 ± ∆ y2 = { 32,15 cm ± 0,015 cm }

5. Waktu jatuh bola dalam gliserin

- Bola 1 : t1.1 = 5,0 detik

t1.2 = 5,4 detik

£t1 = 11,4 detik = 5,7 detik

∆ t1.1 = [£t1 – t1.1] = 5,7 -5,0 = 0,7 detik


∆ t1.2 = [£t1 – t1.2] = 5,7 -5,4 = 0,3 detik
£ ∆ t1 = 0,10 detik = 0,5 detik
2
£t1 ± ∆ y1 = { 5,7 detik ± 0,5 detik}

- Bola 2 : t2.1 = 1,9 detik

t2.2 = 2,2 detik

£t2 = 4,1 detik = 2,05 detik

∆ t2.1 = [£t2 – t2.1] = 2,05-1,9 = 0,15 detik


∆ t2.2 = [£t2 – t2.2] = 2,05-2,2 = 0,15 detik
£ ∆ t1 = 0.30 detik = 0,15 detik
2
£t1 ± ∆ y1 = { 2,05 detik ± 0,15 detik}

17
6. Waktu jatuh bola dalam oli
- Bola 1 : t1.1 = 2,69 detik

t1.2 = 1,56 detik

£t1 = 4,25 detik = 2,125 detik

∆ t1.1 = [£t1 – t1.1] = 2,125-2,69 = 0,565 detik


∆ t1.2 = [£t1 – t1.2] = 2,125-1,56 = 0,565 detik

£ ∆ t1 = 1,13 detik = 0,565 detik


2
£t1 ± ∆ y1 = { 2,125 detik ± 0,565 detik }

- Bola 2 : t2.1 = 1,33 detik

t2.2 = 1,46 detik

£t2 = 2,79 detik = 1,395 detik

∆ t2.1 = [£t2 – t2.1] = 1,395-1,33 = 0,065 detik


∆ t2.2 = [£t2 – t2.2] = 1,395-1,46 = 0,065 detik

£ ∆ t1 = 0,13 detik = 0,065 detik


2
£t1 ± ∆ ^y1 = { 1,395 detik ± 0,065 detik}

7. Massa jenis bola

a. Massa jenis bola 1


Rumus :

18
m1 m1 ∆ m1 3 ∆ r 1
ρ b 1= = {1 ± + }
V1 4 3 m1 r1
πr
3 1

m1 2 6 00 0,1 3 × 0,307
ρ b 1= = {1 ± + }
V1 4 2 6 00 7,542
×3,14 ×7,5423
3

2,6
= {1 ±0,160 }
1786,08

= 0,0014 ± 0,0160

b. Massa jenis bola II


Rumus :
m2 m2 ∆ m2 3 ∆ r 2
ρb = = { + }
2
V2 4 m2 r2
π r 23
3

m2 4,850 15 0 3 × 0,176
ρb = = { + }
2
V2 4 3 4 85 0 7,688
× 3,14 ×7,688
3

4 85 0
= {0,1580 }
1902,42

= 2,549 × 0,098

RUMUS YANG DIGUNAKAN

2 ( ρb−ρ b z ) gtr ² 2 ∆ r ∆ t ∆ y ∆ ρb+∆ ρz


η+ Δη= {1 ±( + + + )} dyne dt cm-2
9 Y r t y ρb− ρ2

19
Pada Glycerin
a. Viskositas bola I pada glycerin

b. Viskositas bola II pada glycerin

Pada Oli
a. Viskositas bola II pada Oli

b. Viskositas bola II pada Oli

BAB III

PENUTUP

3.1 Analisa / Kesimpulan

Dari hasil prakrikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa suatu zat
cair yang viskos mengalir melalui suatu bola secara laminar (lapisan yang tipis) atau

20
bila sebuah bola bergerak di dalam suatu zat cair viskos yang berada dalam keadaan
diam, maka akan timbul suatu gaya perlawanan R (Resisting force).
Viskositas (kekentalan) berasal dari kata “Viscous”. Suatu bahan apabila
dipanaskan sebelum menjadi cair terlebih dahulu menjadi viscous, yaitu menjadi
lunak dan dapat mengaliir pelan-pelan.
Viskositas dapat dianggap sebagai gerakan dibagian dalam ( internal ) suatu
fluida. Salah satu contohnya seperti pada percobaan yang kami lakukan untuk
menyusun laporan ini, yakni sebuah bola kecil yang dijatuhkan kedalam oli yang
cukup dalam. Nampak mula-mula bola bergerak dipercepat. Tetapi beberapa saat
setelah menempuh jarak cukup jauh, terlihat bola bergerak dengan kecepatan konstan
( bergerak lurus beraturan ). Ini berarti bahwa disamping gaya berat dan gaya apung
zat cair masih ada gaya lain yang bekerja pada bola tersebut. Yaitu gaya gesekan yang
disebabkan oleh kekentalan fluida.
Semakin besar koefisien kekentalan suatu fluida maka semakin besar gaya
gesek yang ditimbulkan oleh fluida. Viskositas juga dipengaruhi oleh perubahan suhu.
Apabila suhu naik maka viskositas menjadi turun atau sebaliknya. Terdapat hubungan
antara lama waktu alir suatu fluida cair dan besar viskositasnya.

3.2 Kritik dan Saran

Semoga laporan yang kami buat dapat diterima dengan baik dan
bermanfaat bagi pembaca. Mohon maaf bila ada kekurangan yang terdapat dalam
laporan ini. Apabila terdapat kekurangan dalam penulisan laporan ini, kami menerima
kritik dan saran untuk melengkapi laporan yang telah kami kerjakan.

21
DAFTAR PUSTAKA

● www.google.com
● http://rumushitung.com/2013/10/03/rumus-definisi-viskositas/
● http://id.m.wikipedia.org/wiki/Viskositas

● http://ginaangraeni10.wordpress.com/about/viskositas

● http://wennypuspita.wordpress.com/2011/02/28/viskositas

22