Anda di halaman 1dari 7

JERE 1 (2) (2012)

Journal of Educational Research and Evaluation


http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jere

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INDUKTIF KATA


BERGAMBAR BERMUATAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER
ASPEK MEMBACA PERMULAAN SEKOLAH DASAR

Kusminah

Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang,
Indonesia

Info Artikel Abstrak


Sejarah Artikel: Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi karakteristik model pembelajaran induktif kata
Diterima Agustus 2012 bergambar sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan guru sekolah dasar, merumuskan
Disetujui September 2012 prinsip-prinsip model pembelajaran induktif kata bergambar, mengembangkan prototipe
Dipublikasikan November model pembelajaran induktif kata bergambar, dan menentukan keefektifan model
2012 pembelajaran induktif kata bergambar bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter aspek
membaca permulaan di sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan dengan desain research and
Keywords: development dengan tahapan pengumpulan informasi dan kajian teori, penyusunan desain dan
Picture word inductive model pengembangan, pengumpulan data lapangan, analisis data awal, penyusunan model
models pengembangan, validasi, dan uji coba kekefektifan. Sumber data penelitian adalah para guru
The values of characters dan peserta didik kelas I sekolah dasar, ahli model pembelajaran, dan ahli bahasa. Analisis
Beginning reading data dilakukan dengan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Karakteristik model pembelajaran
Elementary school induktif kata bergambar bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter aspek membaca
berdasarkan kebutuhan guru dan peserta didik ditinjau dari dimensi sintakmatik, sistem
sosial, sistem pendukung, sistem reaksi, dan tujuan instruksional serta dampak pengiring yang
menjadi dasar merumuskan prinsip-prinsip model pembelajaran induktif kata bergambar.
Hasil uji kekefektifan menunjukan 27 dari 30 peserta didik tuntas belajar (93%) dengan
nilai rata-rata kelas 8.3. Hasil uji t menunjukkan ada perbedaan antara hasil sebelum dan
setelah memanfaatkan model pembelajaran induktif kata bergambar, terbukti efektif untuk
meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik .

Abstract
This study aims to idenfity the characters of inductive learning model of character
building based on the needs of students and teachers, formulate the principles
of inductive learning model, and develop the prototype of the model. This study
employs a research and development. Data is collected from teachers, students of
the first grade, learning model experts, and linguists. Data is analysed qualitatively
and quantitatively. The characteristic model of inductive learning in this study is
analysed from syntaxmatics system, social system, support system, reaction system,
and instructional goals, as well as the impact factors of formulating the model. The
results of effectiveness test show that 27 out of 30 students (93%) have 8.3 average.
The t test shows that there are differences between the pre-test and post test after using
the learning model.

© 2012 Universitas Negeri Semarang



Alamat korespondensi: ISSN 2252 - 6420
Kampus Unnes Bendan Ngisor, Semarang 50233
E-mail: jurnalpps@unnes.ac.id
Kusminah / Journal of Educational Research and Evaluation 1 (2) (2012)

Pendahuluan bergambar bermuatan nilai-nilai pendidikan


karakter kelas 1 Sekolah Dasar? Tujuan
Pembelajaran bahasa Indonesia di penelitian ini mengidentifikasi karakteristik
Sekolah Dasar (SD) bertujuan menumbuhkan model pembelajaran membaca permulaan dengan
keterampilan berbicara, membaca termasuk induktif kata bergambar sesuai kebutuhan guru
membaca permulaan, menyimak, dan menulis. dan peserta didik; mengindentifikasi karakteristik
Keempat aspek tersebut harus dikembangkan model pembelajaran membaca permulaan
sejak peserta didik kelas satu. Salah satu hal dengan induktif kata bergambar sesuai dengan
yang harus ditanamkan adalah cara peserta kebutuhan peserta didik; merumuskan prinsip-
didik membaca buku. Cara membaca buku yang prinsip pengembangan model pembelajaran
benar bagi peserta didik kelas satu merupakan membaca permulaaan dengan induktif kata;
pondasi untuk pendidikan selanjutnya. Namun, mengembangkan prototipe model pembelajaran
keterampilan membaca permulaan di SD kurang membaca permulaan dengan induktif kata
mendapat perhatian yang serius dari guru. Peserta bergambar bermuatan nilai-nilai pendidikan
didik enggan membaca buku dan tidak tertarik karakter kelas 1 sekolah dasar, dan memaparkan
membaca. Agar minat baca dan hasil belajar keefektifan model pembelajaran membaca
membaca peserta didik meningkat perlu kegiatan permulaan dengan induktif kata bergambar
pembelajaran yang bervariasi dengan model bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter kelas
pembelajaran membaca permulaan yang sesuai. 1 sekolah dasar.
Subyantoro (2009:177) memaparkan bahwa Revell dan Arthur (2007) dalam artikel
pembaca pemula adalah pembaca yang baru hasil penelitiannya yang berjudul “Character
pertama kali membaca atau belajar membaca. Education in Schools and the Education of
Secara formal pembaca pemula adalah peserta Teachers”yang dimuat di Jurnal internasional
didik didik kelas I. Membaca bukan saja kegiatan menegaskan perlunya pendidikan nilai-nilai
mata, namun aspek bagian tubuh lainnya juga dalam pelatihan mengajar yang menerapkan
berperan. pendidikan karakter. Perlu upaya untuk
Berdasarkan kondisi tersebut, inovasi mempengaruhi dan mendorong peserta
model pembelajaran penting dilakukan, antara didik berperilaku dan bertindak tepat sesuai
lain model induktif kata bergambar. Model pendidikan karakter. Peneliti terdahulu yang
pembelajaran induktif kata bergambar ini berkaitan dengan aspek membaca adalah
diaplikasikan dalam pembelajaran membaca Cubukcu (2008) yang berjudul “How to Enhance
permulaan di kelas I bermuatan pendidikan Reading Comprehensif Through Metacognitive
karakter. Untuk dapat menerapkan pendidikan Strategies” menemukan bahwa membaca
karakter dan budaya dalam pembelajaran pemahaman dapat dikembangkan melalui
membaca permulaan ini, maka perlu instruksi yang sistematis dalam metakognitif
dikembangkan model pembelajaran membaca strategi belajar bahasa. Hasil penelitian tentang
permulaan dengan induktif kata bergambar yang aktivitas membaca dilakukan oleh McKool and
dilengkapi perangkat pembelajaran meliputi Gespass (2011) yang berjudul “Does Johnny’s
silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran Reading Teacher Love to Read? How Teachers’
(RPP) mata pelajaran bahasa Indonesia di Personal Reading Habits Affect Instructional
Sekolah Dasar. Practices.” Penelitian yang dilakukan McKool
Permasalahan penelitian ini adalah ini berhasil mendeskripsi hubungan antara
bagaimpeserta didikah karakteristik model kebiasaan membaca pribadi guru dan praktik
pembelajaran membaca permulaan dengan pembelajaran mereka.
induktif kata bergambar sesuai dengan kebutuhan Hasil penelitian tentang pendidikan
guru dan peserta didik; bagaimpeserta didikah karakter dapat dilihat pula dalam Amanda (2009)
karakteristik model pembelajaran membaca dan Benson (2010) dalam penelitiannya yang
permulaan dengan induktif kata bergambar berjudul “Practical Possibilities in American
sesuai dengan kebutuhan peserta; bagaimpeserta Moral Education A Comparison of Values
didikah prinsip-prinsip model pembelajaran Clarification and the Character Education
membaca permulaan dengan induktif kata Curriculum”. Benson mengemukakan bahwa
bergambar; bagaimpeserta didikah prototipe pendidikan karakter belum dimasukkan dalam
model pembelajaran membaca permulaan dengan kurikulum pendidikan di Amerika. Peneliti
induktif kata bergambar; dan bagaimpeserta lainnya yang mengemukakan pentingnya
didikah keefektifan model pembelajaran pendidikan karakter adalah Rees (2010)
membaca permulaan dengan induktif kata dengan hasil penelitiannya bahwa guru dalam

114
Kusminah / Journal of Educational Research and Evaluation 1 (2) (2012)

program pendidikan karakter cenderung untuk Pendidikan Nasional (2011:10) merumuskan


mengembangkan harapan yang lebih tinggi materi pendidikan karakter yang ditanamkan
untuk perilaku peserta didik. Hasilnya, setelah di sekolah dasar mencakup aspek-aspek: (1)
pelaksanaan program pendidikan karakter religius, (2) jujur, (3) toleran, (4) disiplin, (5) kerja
peringkat perilaku peserta didik dapat dilakukan keras, (6) kreatif, (7) mandiri, (8) demokratis, (9)
dengan menggunakan standar yang lebih tinggi. rasa ingin tahu, (10) semangat kebangsaan, (11)
Model pembelajaran adalah kerangka cinta tanah air, (12) menghargai prestasi, (13)
konseptual yang melukiskan prosedur yanng bersahabat atau komunikatif, (14) cinta damai,
sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman (15) gemar membaca permulaan, (16) peduli
belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, lingkungan, (17) peduli sosial, dan (18) tanggung
dan berfungsi sebagai pedoman bagi para jawab. Tujuan pelaksanaan pendidikan karakter
perancang pembelajaran dan para pengajar dikemukakan Asmani (2011:32) adalah untuk
dalam merencpeserta didikan dan melakspeserta membentuk pribadi supaya menjadi manusia yang
didikan aktivitas pembelajaran benar-benar baik. Proses internalisasi nilai-nilai pendidikan
merupakan kegiatan bertujuan yang tertata secara karakter ke dalam kegiatan pembelajaran
sistematis (Winataputra 2001:3). Joyce (2011:7) melalui tahapan-tahapan secara sinergis.
mendefinisikan model pembelajaran adalah Asmani (2011:85) menyatakan bahwa nilai-nilai
rancangan pembelajaran yang membantu peserta karakter tersebut dikembangkan melalui tahapan
didik memperoleh informasi, gagasan, skill, nilai, pengetahuan (knowing), pelaksanaan (acting), dan
cara berpikir, dan tujuan mengkespresikan diri kebiasaan (habit). Untuk dapat menanamkan
mereka sendiri, serta mengajari mereka untuk nilai-nilai karakter yang dilakukan peserta didik
belajar. Jadi, model pembelajaran merupakan perlu memahami komponen karakter yang
kerangka konseptual yang dapat dimanfaatkan baik, yaitu: moral knowing (pengetahuan tentang
sebagai pedoman dalam penyusunan rencana moral), moral felling (penguasaan emosi, perasaa),
pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dan moral action (perbuatan bermoral).
dalam penelitian ini adalah model induktif kata Model induktif kata bergambar (picture
bergambar kata bergambar yang termasuk dalam word inductive model) merupakan salah satu
kelompok model memproses informasi. strategi pengajaran tambahan yang sangat
Membaca permulaan merupakan aktivitas menarik dan luar biasa, utamanya dalam hal
membaca yang dilakukan oleh peserta didik- keluasan landasan dan penerapannya. Langkah-
peserta didik untuk melafalkan huruf, suku langkah pembelajaran model induktif kata
kata, kata, frase, kalusa, kalimat, dan wacana bergambar dalam membaca permulaan adalah
sesuai dengan intonasi dalam bacaan. Tujuan (1) pilih sebuah gambar, (2) mintalah peserta
utama kegiatan membaca permulaan menurut didik mengidentifikasi apa yang mereka lihat
Subyantoro (2009:177) adalah kemahiran dalam gambar tersebut, (3) tandai bagian-bagian
membaca. Pembaca pemula adalah pembaca gambar yang telah teridentifikasi, (4) membaca
yang baru pertama kali membaca atau belajar bagan kata bergambar, (5) meminta peserta didik
membaca. Secara formal, pembaca pemula mengklasifikasi kata-kata ke dalam berbagai jenis
adalah peserta didik didik kelas satu sekolah kelompok, (6) membaca bagan kata bergambar
dasar. Kemahiran membaca pada peserta didik dengan mengucapkan, mengeja, (7) menambah
dapat dilihat pada mekanik atau visual yang kata-kata jika diinginkan, (8) menyuruh peserta
berhubungan dengan kemahiran pembaca didik berpikir tentang judul untuk bagan gambar
semula dengan menggerakkan mata pada waktu tersebut, (9) menyuruh peserta didik menyu
membaca. Membaca permulaan yang dilakukan sun sebuah kalimat yang berhubungan dengan
dalam penelitian ini adalah membaca kata-kata gambar, dan (10) membaca kalimat-kalimat
yang disertai gambar yang sesuai. yang ditulis peserta didik sendiri sesuai dengan
Pendidikan karakter merupakan upaya gambar.
menanamkan nilai-nilai moral dan budi Model pembelajaran membaca permulaan
pekerti kepada peserta didik melalui kegiatan dengan model pembelajaran induktif kata
pembelajaran. Pendidikan karakter diuraikan bergambar bermuatan nilai-nilai pendidikan
oleh Noor (2011:63) dengan istilah tranfer of karakter diduga efektif untuk meningkatkan
value yang dijabarkan dengan memberikan nilai- hasil belajar pembelajaran Bahasa Indonesia
nilai kebaikan dan memberikan teladan terhadap aspek membaca permulaan di kelas I sekolah
peserta didik. Pusat Kurikulum Kementerian dasar khususnya dan pendidikan dasar pada
umumnya.

115
Kusminah / Journal of Educational Research and Evaluation 1 (2) (2012)

(7) metode yang dimanfaatkan dalam kegiatan


Metode eksplorasi, diskusi dan penugasan kelompok,
(8) kegiatan pembelajaran membaca permulaan
Dalam penelitian ini digunakan pendekatan dapat dilakukan di kelas secara inividu maupun
research and development. Data penelitian ini ada kelompok, (9) kegiatan untuk memperdalam
dua macam. Pertama, data yang menunjukkan kegiatan pembelajaran membaca permulaan
karakteristik pengintegrasian pendidikan karakter menjawab pertanyaan bacaan dengan kelompok,
ke dalam model pembelajaran Bahasa Indonesia (10) kegiatan untuk mengetahui pemahaman
aspek membaca permulaan. Kedua, data yang siswa terhadap materi yang disimak, (11) kegiatan
berupa penggunaan model pembelajaran konfirmasi dalam pembelajaran membaca
bahasa Indonesia yang mengungkapkan 9 pilar permulaan di kelas dengan cara menyimpulkan
pendidikan karakter dan 18 nilai pendidikan isi, (12) kegiatan pembelajaran dilakukan secara
karakter. Pengumpulan data dilakukan dengan kelompok, kegiatan konfirmasi menulis laporan
teknik angket, teknik tes, dan teknik observasi hasil tugas kelompok, (13) kegiatan akhir dalam
yang dilengkapi dengan instrumen angket, tes, pembelajaran membaca permulaan di kelas yang
dan lembar observasi untuk memperoleh data dapat dilakukan dengan melakukan refleksi, (14)
keefektifan penerapan model pembelajaran setelah siswa selesai melakukan tugas membaca
induktif kata bergambar kata bergambar. Teknik permulaan di kelas kegiatan akhir yang dilakukan
analisis data yang digunakan adalah deskriptif guru adalah meminta siswa mempraktikkan
kualitatif, yakni melalui pemaparan data dan peran dalam materi, dan (15) sebelum mengakhiri
simpulan data. Data hasil eksperimen yang kegiatan pembelajaran membaca permulaan yang
membandingkan nilai peserta didik dalam dilakukan guru menekankan nilai-nilai.
pembelajaran sebelum memanfaatkan model Sistem Sosial. Karakteristik kebutuhan
pembelajaran induktif kata bergambar kata model pembelajaran induktif kata bergambar
bergambar dan setelah memanfaatkan model berdasarkan dimensi sistem sosial, meliputi: (1)
pembelajaran induktif kata bergambar kata kegiatan siswa yang diutamakan dalam kegiatan
bergambar bermuatan nilai-nilai pendidikan pembelajaran membaca permulaan secara
karakter membaca permulaan di kelas I sekolah individu mengerjakan tugas secara kelompok,
dasar dianalisis dengan tolok ukur kriteria (2) keterampilan siswa yang diharapkan dari
ketuntasan minimal (KKM) minimal 70 dengan tugas pembelajaran membaca permulaan adalah
ketententuan bahwa model dikatakan efektif keterampilan mendengarkan, menulis, dan
bila jumlah peserta didik yang mencapai KKM berbicara, (3) kegiatan siswa dalam pembelajaran
sebesar 70 minimal 75%. Selain itu nilai peserta membaca permulaan di kelas siswa dilanjutkan
didik dianalisis dengan membandingkan nilai pre menulis ringkasan, (4) kegiatan siswa setelah
tes dan post tes dengan uji t-tes satu sampel dan membaca permulaan adalah siswa mendiskusikan
uji gain. isi bacaan, dan (5) setelah mengerjakan tugas
secara kelompok, kegiatan siswa yang dapat
Hasil dan Pembahasan dilakukan adalah siswa mengemukakan isi.
Peran Guru. Karakteristik kebutuhan
Model pembelajaran induktif kata model pembelajaran induktif kata bergambar
bergambar bermuatan nilai-nilai pendidikan dimensi peran guru: (1) merencanakan kegiatan
karakter aspek membaca permulaan disusun pembelajaran membaca permulaan dengan
berdasarkan kebutuhan peserta didik dan guru menyusun rencana pembelajaran, (2) pemilihan
adalah (1) kegiatan awal pembelajaran menyanyi, bahan membaca permulaan yang sesuai untuk
(2) kegiatan awal pembelajaran membaca di pembelajaran membaca, guru menyusun teks
kelas, dengan mengadakan appersepsi, (3) setelah bacaan sendiri, (3) memilih media audio,
kegiatan awal pembelajaran dilakukan yanng (4) menyampaikan pembelajaran membaca
dilakukan guru adalah mendemonstrasikan permulaan secara kooperatif adalah drill dan
kegiatan, (4) kegiatan menyajikan materi diskusi kelompok, (5) kegiatan pembelajaran
pembelajaran menyajikan materi pelajaran membaca secara, (6) membimbing secara
dengan buku teks dan media yang sesuai, (5) kelompok, (7) mengarahkan cara membaca
media yang dapat digunakan dalam pembelajaran permulaan, (8) memberi tugas mendengarkan
membaca kata bergambar (6) kegiatan dapat radio di rumah, dan (9) memberikan pujian.
dilakukan setelah siswa memahami kegiatan Sistem Pendukung. Karakteristik kebutuhan
yang akan dilakspeserta didikan adalah selalu model pembelajaran induktif kata bergambar
mengingatkan siswa cara membaca yang baik, ditinjau dari dimensi sistem pendukung, meliputi:

116
Kusminah / Journal of Educational Research and Evaluation 1 (2) (2012)

media dalam pembelajaran membaca permulaan komunikasi, metode yang dapat dimanfaatkan
secara cooperative dapat berupa tape recorder, dalam menyampaikan pembelajaran membaca
LCD. secara kooperative adalah drill dan diskusi
Dampak Instrksional dan Dampak kelompok, kegiatan pembelajaran membaca
Pengiring. Karakteristik kebutuhan model secara kooperative berupa panduan peserta didik,
pembelajaran induktif kata bergambar terrdiri ketika kelompok peserta didik mengerjakan
atas: (1) tujuan pembelajaran membaca tugas, kegiatan guru adalah membimbing
permulaan adalah melafalkan kata, kalimat, secara kelompok, agar peserta didik membaca
(2) keterampilan yang diharapkan muncul dalam secara efektif. Sistem pendukung media dalam
pembelajaran membaca permulaan, (3) selain pembelajaran membaca secara kooperative dapat
memahami isi, tujuan pengiring dari pembelajaran berupa kartu bacaan, media kartu bacaan yang
membaca permulaan adalah menanamkan dapat membantu kegiatan membaca secara
nilai-nilai dari materi pelajaran, (4) nilai-nilai kelompok berupa teks bacaan, kartu tugas, kartu
karakter ditanamkan dalam pembelajaran petunjuk tugas, kunci jawaban, media kartu yang
membaca permulaan melalui isi materi, dan 5) disukai peserta didik apabila terbuat dari kertas
dampak pengiring dalam pembelajaran membaca warna-warni, sumber bacaan dalam pembelajaran
permulaan secara kelompok maupun individu membaca berasal dari guru mengarang sendiri,
berupa perubahan tingkah laku siswa. bahan bacaan yang akan dipergunakan dalam
Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran pembelajaran membaca yang menarik perhatian
Induktif Bermuatan Nilai-Nilai Pendidikan peserta didik apabila ditulis dalam bentuk kartu
Karakter Aspek Membaca Permulaan. Prinsip- warna-warni.
prinsip model pembelajaran induktif kata Pengembangan buku didesain berdasarkan
bergambar bermuatan nilai-nilai pendidikan kecenderungan yang diharapkan oleh guru
karakter aspek membaca permulaan dari dimensi dan peserta didik terhadap kebutuhan model
sintakmatik pembelajaran membaca di kelas pembelajaran Induktif kata bergambar bermuatan
adalah mengadakan apersepsi, menyajikan nilai-nilai pendidikan karakter aspek membaca
materi pembelajaran dengan buku teks dan media permulaan di SD. Desain prototipe buku, terdiri
yang sesuai, media yang dapat digunakan dalam atas: bagian awal buku, fisik buku, petunjuk
pembelajaran membaca media kartu kalimat, penggunaan buku, pendahuluan, isi buku, dan
kegiatan dapat dilakukan setelah peserta didik bagian akhir buku.
memahami kegiatan yang akan dilakspeserta Hasil pembelajaran antara kegiatan
didikan adalah selalu mengingatkan peserta didik pembelajaran sebelum dan sesudah
cara membaca yang baik. Kegiatan konfirmasi memanfaatkan model pembelajaran induktif
dalam pembelajaran membaca di kelas dengan kata bergambar bermuatan nilai-nilai pendidikan
cara menyimpulkan isi bacaan secara individu. karakter aspek membaca kemudian dibandingkan
Kegiatan akhir dalam pembelajaran membaca di dan dianalisis dengan menggunakan uji t. Adapun
kelas yang dapat dilakukan dengan melakukan hasilnya adalah 5,6374 pada α = 5% dengan dk
refleksi dari kegiatan pembelajaran. =30 - 1 = 29 diperoleh t(0.95)(29) = 2.03.
Prinsip model pembelajaran induktif kata Karena t berada pada daerah penolakan
bergambar dilihat dari dimensi sistem sosial Ho, maka dapat disimpulkan bahwa ada
kegiatan peserta didik adalah secara individu perbedaan membelajaran dengan menerapkan
mengerjakan tugas secara kelompok. Peserta model pembelajaran Induktif kata bergambar
didik diharapkan terampil membaca, menulis, bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter aspek
dan berbicara. Kegiatan peserta didik dalam Membaca Permulaan di kelas I antara pre test
pembelajaran membaca di kelas peserta didik dan post test. Adapun peningkatan hasil be;ajar
adalah membaca buku dilanjutkan menulis dari pre tes ke pos tes sebesar 0,52, yang termasuk
ringkasan. dalam kategori sedang.
Prinsip model pembelajaran induktif Uji keefektifan model pembelajaran
kata bergambar dilihat dari dimensi peran guru Induktif kata bergambar bermuatan nilai-nilai
adalah guru dalam merencanakan kegiatan pendidikan karakter aspek membaca permulaan,
pembelajaran membaca adalah menyusun selain bertujuan untuk mencapai substansi
Rencana Pembelajaran berdasarkan Silabus, materi sesuai dengan kompetensi dasar, juga
pemilihan bahan bacaan yang sesuai untuk diharapkan mencapai dampak pengiring yang
pembelajaran membaca guru menyusun teks berupa penanaman nilai-nilai pendidikan
bacaan sendiri, media perlu disiapkan dalam karakter dalam proses pembelajaran. Dalam
pembelajaran membaca media teknologi dan kegiatan pembelajaran ini, upaya penanaman

117
Kusminah / Journal of Educational Research and Evaluation 1 (2) (2012)

Tabel 1. Analisis Hasil Pengamatan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter

Aspek yang Diamati


Responden (30 ) Kerja Gemar Komuni- Menghargai
Kejujuan Toleransi
sama Membaca katif prestasi
Skor yang diperoleh 144 138 124 126 133 127
Skor mak 144 144 144 144 144 144
Persentase 100% 96% 86% 88% 92% 88%
Analisis baik sekali baik baik sekali baik baik sekali baik sekali
sekali sekali

nilai-nilai pendidikan karakter diperoleh peneliti yang akan diberikan ini mendukung pendapat
melalui hasil observasi selama kegiatan proses Ismawati (2011:1) bahwa perencanaan adalah
pembelajaran. Adapun hasil dari pengamatan penentuan serangkaian tindakan untuk
terhadap penerapan nilai-nilai pendidikan mencapai sesuatu hasil yang diinginkan.
karakter tersebut dapat dilihat dalam Tabel 1. Prinsip penyusunan buku model pembelajaran
Hasil pembelajaran dengan memanfaatkan Induktif kata bergambar bermuatan nilai-nilai
model pembelajaran Induktif kata bergambar pendidikan karakter ditinjau dari segi kelayakan
bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter isi memperhatikan perihal materi yang disajikan,
pada Membaca Permulaan kaitannya dengan keakuratan materi, serta unsur pendukung
penanaman nilai-nilai pendidikan karakter isi materi buku sesuai dengan kebutuhan dan
dapat katakan bahwa pembelajaran ini bernilai perkembangan jaman.
positif. Berdasarkan hasil pengamatan, aspek Pengembangan buku ini didesain
kejujuran memiliki kategori baik sekali, kerja berdasarkan kecenderungan guru dan peserta
sama baik sekali, kreatif baik sekali, komunikatif didik terhadap kebutuhan model pembelajaran
baik sekali, menghargai prestasi baik sekali, dan Induktif kata bergambar bermuatan nilai-nilai
toleransi juga dalam kategori baik sekali. pendidikan karakter aspek Membaca Permulaan
Karakteristik kebutuhan model di SD. Prototipe buku, terdiri atas: bagian awal
pembelajaran induktif kata bergambar aspek buku, fisik buku, petunjuk penggunaan buku,
membaca permulaan sesuai dengan kebutuhan pendahuluan, isi buku, dan bagian akhir buku.
guru dan peserta didik dapat dipaparkan dari Pembelajaran membaca permulaan dengan
dimensi akan sintaks pembelajaran, sistem model pembelajaran Induktif kata bergambar
sosial, peran guru, sistem pendukung, dampak bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter di
instruksional maupun dampak pengiring kelas satu B diakhiri dengan evaluasi. Hasil
dari model pembelajaran yang hendak evaluasi terhadap 30 peserta didik, menunjukkan
dikembangkan. Prinsip atau kaidah penyusunan bahwa nilai rata-rata 83. Peserta didik yang
model pembelajaran Induktif kata bergambar mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)
bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter aspek sebesar 70, sebanyak 27 peserta didik dan masih
membaca permulaan ini dipaparkan berdasarkan ada tiga peserta didik yang tidak tuntas. Ketiga
dimensi sintakmatik, sistem sosial, sistem reaksi, peserta didik yang tidak tuntas ini, dikarenakan
sistem pendukung, tujuan instrusksional dan peserta didik tersebut kurang konsentrasi dalam
dampak pengiring. Berikut ini akan dipaparkan pembelajaran. Nilai tertinggi yang dicapai
prinsip-prinsip tersebut secara terinci. peserta didik sebesar 100 dan nilai terendah
Prinsip model pembelajaran induktif sebesar 50. Data nilai peserta didik tersebut
kata bergambar bermuatan nilai-nilai pendidikan dibandingkan dengan hasil nilai peserta didik
karakter dari dimensi sintakmatik (tahap-tahap) dalam pembelajaran bahasa Indonesia aspek
pelaksanaan model pembelajaran. Kegiatan Membaca Permulaan dengan pembelajaran
awal, kegiatan inti pembelajaran dilakukan secara sebelum menggunakan model pembelajaran
bertahap dari kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan Induktif kata bergambar bermuatan nilai-nilai
konfirmasi. Pembelajaran yang menarik apabila pendidikan karakter aspek membaca permulaan.
memanfaatkan media pembelajaran. Prinsip Hasil analisis uji t antara pre tes dan pos tes
pembelajaran diawali dengan penyusunan terdapat peningkatan relatif 0,52. Pada α = 5%
rencana pembelajaran sesuai dengan kompetensi dengan dk =30 - 1 = 29 diperoleh t(0.95)(29) =
2.03.

118
Kusminah / Journal of Educational Research and Evaluation 1 (2) (2012)

Karena gain berada kurang dari 0,7 maka membaca juga efektif untuk menanamkan nilai
dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan karakter jujur, kreatif, komunikatif, toleransi,
sedang dalam membelajaran dengan menerapkan kerja sama, dan menghargai prestasi.
model pembelajaran Induktif kata bergambar
bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter aspek Daftar Pustaka
Membaca Permulaandi kelas enam antara pre test
dan post test. Dengan demikian, dapat dikatakan Amanda .2009. Book and Becoming good:
bahwa pembelajaran dengan menerapkan Demonstrating Aristotle’s Theory of moral
model pembelajaran Induktif kata bergambar Development in The Art of Reading. The
bermuatan nilai-nilai karakter aspek Membaca Journal Of International Social Research,
Volume1/2Winter. Diunduh dari www.
Permulaan terbukti efektif dapat meningkatkan
sosyalarastirmalar.comcilt1/sayi2/sayi2pdf/
hasil belajar peserta didik. Hal ini sesuai dengan cubukcu feryal.pdf. tanggal 25 Juli 2010
hasil penelitian dari Kristianto (2011) bahwa Asmani, M. A. 2011. Buku Panduan Internalisasi
pembelajaran dengan kooperatif terbukti menarik Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta:
dan meningkatkan hasill belajar peserta didik. Diva Press
Berdasarkan hasil pengamatan, aspek kejujuran Benson And T. S. Engeman (2010) .Journal of Moral
memiliki kategori baik sekali, kerja sama baik Education .Vol 4, No 1, pp 53-59
sekali, kreatif baik sekali, komunikatif baik sekali, Cubukcu, Feryal. 2008. “How to Enhance Reading
menghargai prestasi baik sekali, dan toleransi Comprehensif Through Metacognitive
Strategies.” The Journal Of International Social
juga dalam kategori baik sekali. Oleh karena itu,
Research. Volume1/2 Winter 2008. Diunduh
model pembelajaran Induktif kata bergambar dari www.sosyalarastirmalar. com/cilt1 /
dalam pembelajaran Membaca Permulaan ini sayi2/sayi2pdf/cubukcu_feryal.pdf. tanggal 25
dikatakan efektif untuk mencapai hasil belajar Pebruari 2010
membaca dan dapat menanamkan nilai-nilai Gall, Meredith D., Joyce P. Gall, dan Walter R. Borg.
pendidikan karakter dengan baik sekali. Hal ini 1983. Educational Research An Introduction (4th
sesuai dengan hasil penelitian Revell dan Arthur ed.). New York : Pearson Education, Inc
(2007) yang menemukan bahwa pendidikan Ghazali, Syukur.2010. Pembelajaran Keterampilan
nilai-nilai, pelatihan mengajar perlu menerapkan Berbahasa dengan Pendekatan Komunikatif-
Interaktif. Bandung: Refika Aditama
pendidikan karakter, perlu upaya untuk
Ismawati, Esti. 2011. Perencanaan Pengajaran Bahasa.
mempengaruhi dan mendorong berperilaku Surakarta: Yuma Perkasa
dan bertindak secara tepat sesuai pendidikan Joyce, Bruce. 2011. Models of Teaching.Yogyakarta:
karakter. Guru harus menjadi teladan, ’peran Pustaka Pelajar
guru mendorong murid menerapkan moral, dan Kristianto. 2011. Pengembangan Perangkat
guru harus terlibat dalam proses pendidikan Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team
karakter. Assisted Individualization) Berbasis Inquiri untuk
Meningkatkan Motivasi, Aktivitas, dan Hasil
Simpulan Belajar Peserta didik pada Materi Kalor dan
Perpindahannya. Tesis. Semarang: Program
Pascasarjana Unnes
Karakteristik model pembelajaran induktif McKool, Sharon S. and Suzanne Gespass. 2011.
kata bergambar aspek membaca permulaan “Does Johnny’s Reading Teacher Love to
sesuai dengan kebutuhan guru terdiri atas Read? How Teachers’ Personal Reading Habits
sintakmatiks, sistem sosial, sistem reaksi, sistem Affect Instructional Practices”. http://perpus.
pendukung, dan dampak pengiring. Prinsip unnes.ac.id_situs jurnal_ProQuest_ Literacy Re-
penyusunan buku model pembelajaran Induktif search and Instruction. Diunduh 4-5-2010
kata bergambar bermuatan nilai-nilai pendidikan Revell, Lynn dan James Arthur. 2007. “Character Edu-
karakter ini disajikan berdasarkan pada dimensi cation in Schools and the Education of Teach-
ers”. Journal of Moral Education Vol. 36, No. 1,
kelayakan isi, dimensi kelayakan bahasa, dan
March 2007. London: Routledge Informa Ltd.
dimensi kelayakan penyajian. Peserta didik yang www.4shared.com. Diunduh 11-4-2010
mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) Rees, C.R. 2010. Department of Health Studies, Physi-
sebesar 70, sebanyak 27 peserta didik dan masih cal Education and Human Performance Sci-
ada tiga peserta didik yang tidak tuntas. Model ence, Adelphi University, Garden City, New
pembelajaran induktif kata bergambar bermuatan York. Jurnal Internasional. Volume 10.2. diun-
nilai-nilai karakter aspek membaca permulaan duh 12 April 2011
terbukti efektif dapat meningkatkan hasil belajar Subyantoro. 2009. Pelangi Pembelajaran Bahasa. Sema-
peserta didik. Selain itu, model pembelajaran rang: Unnes Pres
Winataputra, Udin S. 2001. Model-Model Pembelajaran
induktif kata bergambar dalam pembelajaran
Inovatif.Jakarta: Universitas Terbuka

119