Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Discharge plenning merupakan suatu proses terintegrasi yang terdiri dari
fase-fase yang ditujukan untuk memberikan asuhan keperawatan yang
berkesinambungan. (Raden dan Tafii, 2010). Perencanaan pasien pulang
bertujuan untuk memandirikan pasien dirumah sehingga pelaksanaan dan
pendokumentasian perencanaan pulang diperlukan komunikasi yang efektif
dan tepat yang diharapkan tercapainya suatu tujuan.
Pelaksanaan discharge plenning di ruang Asoka RSUD Bangil kabupaten
pasuruan sudah berjalan setelah rumah sakit terakreditasi dan terus berjalan
sampai sekarang yang dilakukan oleh perawat ruangan berdasarkan observasi
dischard planning sudah dilakukan di ruangan Asoka tetapi tidak dilakukan
secara intensif pada semua pasien.Dischard planning dilakukan di nurse
stasion tanpa adanya leflet. From discharge planning sudah tersedia dan
merupakan bagian dari data rekam medis.
Discharge planning yang berjalan belum optimal dapat mengakibatkan
kegagalan dalam program perencanaan perawatan pasien di rumah yang akan
berpengaruh terhadap tingkat ketergantungan pasien, dan tingkat keparahan
pasien saat dirumah.
Dengan adanya mahasiswa praktik manajemen keperawatan diharapkan
pelaksanaan discharge planning di ruang Asoka RSUD Bangil kabupaten
pasuruan dapat dilakukan lebih baik lagi, sehingga tujuan yang diharapkan
dapat tercapai secara maksimal.

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Setelah dilakukan praktek manajemen keperawatan diharapkan
mahasiswa dan perawat di ruang Asoka RSUD Bangil kabupaten

PROFESI NERS | STIKes KENDEDES MALANG 2018 Page 1


pasuruan mampu menerapkan discharge planning dengan baik dan
benar.

1.3.2 Tujuan Khusus


1. Mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk discharge planning
2. Mengidentifikasi masalah pasien dalam discharge planning
3. Memperioritaskan masalah untuk discharge planning
4. membuat jadwal pelaksanaan untuk pasien discharge planning
5. Melakukan discharge planning
6. Membuat evaluasi pada pasien selama pelaksanaan discharge
planning
7. Pendokumentasian discharge planning

1.4 Manfaat
1.4.1 Bagi Pasien dan keluarga
1. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam melakukan perawatan
klien dirumah
2. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam kesiapan melakukan
perawatan dirumah
3. Meningkatkan pengetahuan sikap dan keterampilan keluarga dalam
memperbaiki dan mempertahankan status kesehatan klien

1.4.2 Bagi Perawat


1. Terjadi pertukaran informasi antara mahasiswa sebagai perawat
dengan klien sebagai penerima pelayanan
2. Mengevaluasi pengaruh intervensi yang terencana pada
penyembuhan pasien
3. Membantu kemandirian pasien dalam kesiapan melakukan
perawatan dirumah
4. Meningkatkan kualitas perawatan secara berkelanjutan pada pasien
saat dirumah.

PROFESI NERS | STIKes KENDEDES MALANG 2018 Page 2


BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1 Pengertian
Discharge planning atau perencanaan pulang merupakan suatu proses
yang dinamis agar tim kesehatan mendapatkan kesempatan yang cukup untuk
menyiapkan pasien melakukan keperawatan mandiri di rumah. Perencanaan
pulang di dapat dari proses interaksi ketika keperawatan professional, pasien,
dan keluarga berkolaborasi untuk memberikan dan mengatur kontinuitas
keperawatan yang diperlukan oleh pasien saat perencanaan harus berpusat
pada masalah pasien yaitu pencegahan, terapieutik, rehabilitative, serta
keperawatan rutin yang sebenarnya (Swenberg, 2000 dalam Nursalam, 2016)

2.2 Tujuan
Menurut Nursalam, 2016 discharge planning bertujuan untuk
1. Menyiapkan klien secara fisik, psikologi dan sosial
2. Meningkatkan kemandirian klien saat perawatan dirumah
3. Meningkatkan perawatan yang berkelanjutan pada klien
4. Membantu rujukan pada klien pada sistem pelayanan yang lain
5. Membantu klien dan keluarga agar memiliki pengetahuan, sikap dan
keterampilan dalam mempertahankan status kesehatan klien

2.3 Jenis – Jenis Discharge Planning


Menurut Chesca 1982 dalam Nursalam 2016 terdiri dari
1. Conditioning discharge (pemulangan sementara)
Jika pasien pulang dalam keadaan baik dan tidak mempunyai komplikasi
klien pulang untuk sementara di rumah dan masih dalam proses perawatan
dan harus ada pengawasan dari pihak rumah sakit atau puskesmas terdekat.
2. Absolute discharge planning (pulang mutlak atau selamanya)
Jika klien sudah selesai masa perawatan dan dinyatakan sembuh dari
sakitnya. Jika klien perlu perawatan kembali, maka prosedur perawatan
dapat dilakukan kembali.

PROFESI NERS | STIKes KENDEDES MALANG 2018 Page 3


3. Judicial discaharge (pulang paksa)
Jika kondisi klien masih perlu perawatan dan belum memungkinkan untuk
pulang, tetapi klien harus dipantau dengan melakukan kerjasama dengan
keperawatan puskesmas terdekat.

2.4 Komponen Perencanaan Pulang


1. Perawatan dirumah
2. pemberian pembelajaran dan pendidikan kesehatan mengenai diet, waktu
kontrol, tempat control.
3. Penjelasan mengenai obat-obatan yang masih diminum, dosis cara
pemberian dan waktu yang tepat untuk minum obat
4. Obat – obat yang dihentikan. Walaupun obat – obatan klien sudah tidak
diminum lagi namun tetap di bawa oleh klien serta ditentukan siapa yang
akan menyimpan obat tersebut
5. Hasil pemeriksaan
6. Hasil pemeriksaan luar sebelum MRS dibawakan kepada klien waktu
pulang.
7. Surat –surat seperti surat keterangan sakit

2.5 Tindakan Keperawatan pada Waktu Perencanaan Pulang


1. Tindakan perawat yang diberikan pada perencanaan pulang yaitu meliputi
: pendidikan (edukasi, reedukasi, reorientasi) kesehatan yang diharapkan
dapat mengurangi angka kekambuhan dan meningkatkan pengetahuan
pasien serta keluarga.
2. Program pulang bertahap
Pasien kembali kelingkungan dan masyarakat antara lain yang dilakukan
pasien dirumah sakit, dan tugas keluarga
3. Rujukan
4. Integrasi pelayanan kesehatan harus mempunyai hubungan langsung
anatara perawat komunitas dengan rumah sakit sehingga dapat
mengetahui perkembangan pasien dirumah

PROFESI NERS | STIKes KENDEDES MALANG 2018 Page 4


2.6 Alur Discharge Planning

Dokter dan tim Ners, PP di


kesehatan lain bantu PA

Penentuan keadaan pasien


1. Klinis dan pemeriksaan
penunjang lain
2. Tingkat ketergantungan
pasien

Perencanaan pulang

Penyelesaian Program HE Lain - lain


administrasi  Control dan obat
 Nutrisi
 Aktivitas dan istirahat
 Perawatan diri

Monitor sebagai program


service safety oleh keluarga
dan petugas

Keterangan :

1. Tugas keperawatan primer


a. Membuat rencana discharge planning
b. Membuat leaflet
c. Memberikan konseling
d. Memberikan pendidikan kesehatan
e. Menyediakan format discharge planning
f. Mendokumentasikan discharge planning
2. Tugas keperawatan associate
Melaksanakan agenda discharge planning

PROFESI NERS | STIKes KENDEDES MALANG 2018 Page 5


BAB III
KEGIATAN DISCHARGE PLANNING

3.1 Pelaksanaan Kegiatan


Topik : Penyuluhan cara pemberian obat
Hari/tanggal : 29 januari 2018
Pukul : 13.00
Tempat : Di Ruang Asoka
Sasaran : Perawat, Pasien, dan Keluarga

3.2 Pengorganisasian
Kepala ruangan : Muhammad Subairi
PP 1 (pagi) :
PA (pagi) :
PA (pagi) :
PA (pagi) :
PJS (sore) :
PA (sore) :
PJS (Malem) :
PA (malem) :

3.3 Metode
Metode yang digunakan dalam discharge planning adalah diskusi dan
Tanya jawab setelah diberikan penjelasan tentang hal-hal yang diberikan
dalam perencanaan pulang, meliputi :
3.3.1 Komponen perencanaan pulang
1. Perawatan dirumah
2. Pemberian pendidikan kesehat mengenai :diet, waktu kontrol, tempat
kontrol
3. Obat obatan yang masih diminum dan penjelasan mengenai obat-
obatan yang masih diminum, dosis, pemberian, dan waktu yang tepat
untuk meminum obat.
4. Obat obat yang dihentikan

PROFESI NERS | STIKes KENDEDES MALANG 2018 Page 6


5. Walaupun obat-obatan klien sudah tidak diminum lagi, namaun tetap
dibawa oleh klien serta ditentukan siapa yang akan menyimpan obat
tersebut
6. Hasil pemeriksaan
7. Hasil pemeriksaan luar sebelum MRS dibawakan kepada klien
waktu pulang
8. Surat surat seperti keterangan sakit.

3.3.2 Tindakan keperawatan pada waktu perencanaan pulang


1. Pendidikan (edukasi, reduksi, reorientasi) kesehatan yang diharapkan
dapat mengurangi angka kambuhan dan meningkatkan pengetahuan
klien serta kluarga
2. Program pulang bertahap
3. Klien kembali ke lingkungan dan masyarakat antara lain yang
dilakukan klien di rumah sakit, dan tugas kluarga
4. Rujukan
5. Integrasi pelayanan kesehatan harus mempunyai hubungan langsung
antara perawatan komunitas dan rumah sakit sehingga dapat
mengetahui perkembangan klien di rumah

3.4 Instrumen
1. Status klien
2. Lembar discharge planning (terlampir)
3. Leaflet (terlampir)
4. Obat obatan, hasil laboratorium dan pemeriksaan penunjang

3.5 Mekanisme kegiatan

Tahap Kegiatan Waktu Tempat Pelaksana

Persiapan 1. Karu mengucapkan salam 10 Nursing Karu


kemudian menanyakan menit stasion
bagaimana persiapan ketua tim
untuk pelaksanaan dischare

PROFESI NERS | STIKes KENDEDES MALANG 2018 Page 7


planning
2. Ketua tim sudah siap dengan
status kilen dalam format PP
discharge planning
3. Menyebutkan masalah-
masalah klien
PA
4. Menyebutkan hal hal yang
perlu diajarkan pada klien dan
keluarga
5. Karu memeriksa kelengkapan Karu
discharge planning
1. Karu membuka acara 30 Bed Karu
Pelaksana
discharge planning menit pasien
an
2. Ketua tim dibantu PA Bed
menyampaikan pendidikan pasien
kesehatan :
a. Definisi
b. Etiologi
PP dan PA
c. Tanda dan gejala
d. Pencegahan dan
penatalaksanaan
3. Menjelaskan aturan
Bed
pengobatan dan rencana
pasien
kontrol setelah pulang dari
rumah sakit saat ada keluhan
atau sesuai jadwal kontrol
4. Cara minum obat, perawatan
dirumah Bed PP

5. Ketua tim menanyakan pasien


kembali kepada klien dan
keluarga tentang materi yang
telah disampaikan PP

PROFESI NERS | STIKes KENDEDES MALANG 2018 Page 8


6. Ketua tim mengucapkan Bed
terimakasih pasien
Karu, katim,
7. Pendokumentasian timbal
anggota tim
balik antara karu, ketua tim,
PA Dengan keluarga klien 30
menit bed pasien karu

3.6. Evaluasi
3.6.1 Struktur
Penatalaksanann discharge planning dilaksanakan di ruang Asoka
RSUD Bangil kabupaten pasuruan. :
1. Persiapan dilakukan sebelumnya
2. Perawat yang bertugas
3.6.2 Proses
1. Kelancaran kegiatan
2. Peran serta perawat yang bertugas
3. Klien dan keluarga berperan aktif dalam diskusi
3.6.3 Hasil
Informasi yang disampaikan dapat diterima oleh klien dan keluarga
klien dapat menyebutkan kembali tentang :
1. Definisi
2. Etiologi
3. Tanda dan gejala
4. Pencegahan dan pentalaksanaan
5. Menjelaskan manfaat aturan pengobatan, minum obat, dan kontrol
setelah pulang dari rumah sakit saat ada keluhan atau jadwal kontrol
6. Cara minum obat, perawatan dirumah, dll

PROFESI NERS | STIKes KENDEDES MALANG 2018 Page 9


DAFTAR PUSTAKA

Nursalam. 2012. Manajemen Keperawatan: Aplikasi Dalam Praktek


Keperawatan Prifesional, Jakarta, Salemba Medika

Nursalam. 2011. Proses Dan Dokumentasi Keperawatan Konsep Dan Praktek,


Jakarta, Salemba Medika

PROFESI NERS | STIKes KENDEDES MALANG 2018 Page 10