Anda di halaman 1dari 12

UPAYA PENANGGULANGAN SISTEM KEAMANAN LINGKUNGAN

(SISKAMLING) TERHADAP PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR


DI WILAYAH KECAMATAN KALIREJO

(Jurnal)

Oleh :
Rahmat Asnawi
1312011258

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2017
UPAYA PENANGGULANGAN SISTEM KEAMANAN LINGKUNGAN (SISKAMLING)
TERHADAP PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR DI WILAYAH KECAMATAN
KALIREJO

Oleh
Rahmat Asnawi, Tri AndrismanS.H.,M.H, Budiono,S.H.,M.H
(Email: Rahmatasnawi1995@gmail.com)

Abstrak

Upaya penanggulangan tindak pidana adalah kegiatan menghidupkan kembali hubungan nilai-
nilai yang terjabarkan dalam kaidah-kaidah sebagai rangkaian penjabaran nilai untuk menciptakan,
memelihara, dan mempertahankan kedamaian hidup. Dalam hal ini bentuk partisipasi masyarakat
dalam pemeliharaa lingkungan diwujudkan didalam suatu bentuk Sistem Keamanan Lingkungan
(siskamling). Sistem Keamanan Lingkungan yang selanjutnya disingkat Siskamling adalah suatu
kesatuan yang meliputi komponen-komponen yang saling bergantung dan berhubungan serta
saling mempengaruhi, yang menghasilkan daya kemampuan untuk digunakan sebagai salah satu
upaya untuk memenuhi tuntutan kebutuhan akan kondisi keamanan dan ketertiban. Permasalahan
yang diteliti oleh penulis adalah Bagaimanakah upaya penanggulangan tindak pidana pencurian
kendaraan bermotor oleh sistem keamanan lingkungan (siskamling) di wilayah kecamatan kalirejo
dan Faktor-faktor apakah yang menghambat upaya penanggulangan yang dilakukan sistem
keamanan lingkungan (siskamling) terhadap tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di
wilayah kecamatan kalirejo.Pendekatan masalah dalam penelitian ini menggunakan pendekatan
yuridis normatif dan yuridis empiris.Data yang digunakan berupa data primer dan data
sekunder.Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan penelitian
kepustakaan dan penelitian lapangan.Analisis data menggunakan analisis data kualitatif.Dari hasil
penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan ataupun aktivitas
Siskamling, dilakukan dengan ronda.Adapun faktor-faktor penghambat dalam penyelenggaraan
bentuk keamanan lingkungan tersebut ialah faktor Penegakan hukumnya dan faktor masyarakatnya
sendiri.Penulis menyarankan alam pelaksanaan bentuk penanggulangannya tidak hanya cukup
dengan kegiatan ronda malam saja,bahwasanya mengupayakan keamanan lingkungan dengan di
bentuknya lembaga-lembaga atau organisasi khusus yang menangani keamanan lingkungan
tentunya mencakup sumber daya manusia yang baik dan fasilitas yang memadai sebagai
pengoptimalan kegiatan tersebut. Untuk mengurangi faktor-faktor penghambat ini untuk terus
diadakannya penyuluhan tentang sistem keamanan lingkungan oleh pihak polsek, pembinaan
kepala kampung, dan membuat suatu wadah untuk menampung pemuda desa agar dibentuk
menjadi anggota keamanan yang memiliki integritas.
.
Kata Kunci : Upaya Penangulangan, Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling)
4

digunakan sebagai salah satu upaya untuk


memenuhi tuntutan kebutuhan akan kondisi
I. PENDAHULUAN keamanan dan ketertiban di lingkungan. Dalam
Pasal 2 Peraturan Kepala Kepolisian Negara
Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2007
Tindak pidana pencurian adalah gejala sosial
mengatur tentang Sistem Keamanan
yang senantiasa dihadapi oleh masyarakat,
Lingkungan (siskamling). Siskamling
berbagai upaya yang dilakukan oleh pihak yang
diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut:
berwajib maupun warga masyarakat sendiri
untuk memghapusnya, akan tetapi upaya
a. menciptakan situasi dan kondisi yang aman,
tersebut tidak mungkin akan terwujud secara
tertib, dan tentram di lingkungan masing-
keseluruhannya, karena setiap kejahatan tidak
masing;
akan dapat dihapuskan dengan mudah
b. terwujudnya kesadaran warga masyarakat
melainkan hanya dapat dikurangi tingkat
di lingkungannya dalam penanggulangan
intensitasnya maupun kualitasnya. Dalam Kitab
terhadap setiap kemungkinan timbulnya
Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)
gangguan kamtibmas”
kejahatan mengenai pencurian diatur dalam
buku ke-2 Bab XXII khususnya mulai dari Pasal
Sistem Keamanan Lingkungan atau Siskamling
363.1 Tindak pidana pencurian ini diatur dalam
merupakan salah satu usaha dalam rangka
Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP),
menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di
dimana bentuk dan jenis dari tindak pidana
kampung/desa tersebut. Dalam hal menjaga
pencurian ini dibedakan dalam 5 (lima) bagian,
keamanan dan ketertiban masyarakat, seluruh
yaitu :
warga wajib ikut serta dalam melaksanakannya.
Siskamling merupakan upaya bersama dalam
1) Pencurian biasa (diatur dalam Pasal 362
rangka meningkatkan sistem keamanan dan
KUHP)
ketertiban masyarakat. Sistem keamanan
2) Pencurian yang diberatkan (diatur dalam
lingkungan merupakan bentuk-bentuk swadaya
Pasal 363KUHP)
yang merupakan suatu kesatuan komponen yang
3) Pencurian ringan (diatur dalam Pasal 364
saling bergantung dan berhubungan, saling
KUHP)
memengaruhi untuk memenuhi rasa aman di
4) Pencurian dengan kekerasan, atau ancaman
masyarakat dan untuk mendukung terwujudnya
kekerasan (diatur dalam Pasal 365 KUHP)
masyarakat yang adil, makmur, dan beradab
5) Pencurian dalam keluarga (diatur dalam
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam
Pasal 367 KUHP)
pelaksanaan siskamling biasanya dilakukan
dengan sistem ronda. Ronda merupakan
Upaya penanggulangan tindak pidana adalah
kegiatan atau aktivitas berkeliling kampung
kegiatan menghidupkan kembali hubungan
untuk menjaga keamanan dan ketertiban
nilai-nilai yang terjabarkan dalam kaidah-kaidah
kampung setempat. Pada UUD 1945 perubahan
sebagai rangkaian penjabaran nilai untuk
kedua Bab XII pasal 30:
menciptakan, memelihara, dan mempertahankan
kedamaian hidup2. Salah satu bagian terpenting
1) Tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib
dalam pemeliharan keamananlingkunganadalah
ikut serta dalam usaha pertahanan dan
peran serta masyarakat itu sendiri. Dalam hal ini
keamanan Negara.
bentuk partisipasi masyarakat dalam
2) Untuk pertahanan dan keamanan Negara
pemeliharaa lingkungan diwujudkan didalam
dilaksanakan melalui system pertahanan
suatu bentuk Sistem Keamanan Lingkungan
dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara
(siskamling). Sistem Keamanan Lingkungan
Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara
yang selanjutnya disingkat Siskamling adalah
Republik Indonesia, sebagai kekuatan
suatu kesatuan yang meliputi komponen-
utama, dan rakyat, sebagai kekuatan
komponen yang saling bergantung dan
pendukung.
berhubungan serta saling mempengaruhi, yang
menghasilkan daya kemampuan untuk
Sehubungan dengan hal tersebut berdasarkan
Undang-Undang No. 2 tahun 2002 tentang
1
Tri Andrisman. Delik Tertentu Dalam KUHP, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dalam
Bandar Lampung, Universitas Lampung.. 2011 pertimbangan Huruf b ditegaskan “bahwa
hlm. 157. pemeliharaan keamanan dalam negeri melalui
2
Soerjono Soekanto.Pengantar Penelitian upaya penyelanggaraan fungsi kepolisian yang
Hukum.Jakarta, UI Press.1986. hlm 5 meliputi pemeliharaan keamanan dan ketertiban
5

masyarakat, penegakkan hukum, perlindungan, Penanggulangan Sistem Keamanan Lingkungan


pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat (siskamling) Terhadap Pencurian Kendaraan
dilakukan oleh kepolisian Negara Repulbik Bermotor Di Wilayah Kecamatan Kalirejo”.
Indonesia selaku alat Negara yang dibantu oleh
masyarakat dengan menjujung tinggi hak asasi Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan
manusia. Dari landasan tersebut diatas bahwa diatas, maka permasalahan yang akan dibahas
siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan) dala skripsi ini adalah sebagai berikut :
dipandang perlu diadakannya siskamling 1. Bagaimanakah upaya penanggulangan
tersebut karena kita smua sebagai warga Negara tindak pidana pencurian kendaraan
Indonesia yang baik; berhak mendapatkan bermotor oleh sistem keamanan lingkungan
perlindungan, keamanan dan ketentraman pada (siskamling) di wilayah kecamatan
warga disetiap saat ketika warga kita sedang kalirejo?
beristirahat terutama pada malam hari. Dan 2. Faktor-faktor yang menghambat upaya
sebagai warga Negara Indonesia yang baik; penanggulangan tindak pidana pencurian
berkewajiaban melindungi, memberi rasa aman kendaraan bermotor oleh sistem keamanan
dan rasa damai, tentram disetiap saat ketika lingkungan (siskamling) di wilayah
warga kita sedang beristirahat terutama pada kecamatan kalirejo?
malam hari.
Pendekatan masalah dalam penelitian ini
Kegiatan siskamling adalah suatu kegiatan yang menggunakan pendekatan yuridis normatif dan
dilakukan secara bersama-sama dan bersifat yuridis empiris. Data yang digunakan berupa
suka rela agar masyarakat mendapatkan data primer dan data sekunder. Metode
perlindungan serta keamanan untuk masyarakat pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu
itu sendiri. Sistem keamanan lingkungan menggunakan penelitian kepustakaan dan
merupakan bentuk-bentuk swadaya, yang penelitian lapangan. Analisis data menggunakan
merupakan suatu kesatuan komponen yang analisis data kualitatif. Dalam hal ini penulis
saling bergantung dan berhubungan, saling melakukan wawancara dengan tiga orang
mempengaruhi untuk mendapatkan hasil daya narasumber yakni Babinkamtibmas resort
kemampuan untuk memenuhi kebutuhan rasa kalirejo, tokoh msyarakat desa sukosari dan
aman dan ketertiban masyarakat dalam upaya dosen fakultas hukum universitas lampung.
mendukung terwujudnya masyarakat madani
yang adil, makmur dan beradab berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
II. HASIL PENELITIAN DAN
Giat dan malasnya mengikuti kegiatan PEMBAHASAN
siskamling akan menentukan hasil yang
diperoleh dalam kegiatan siskamling tersebut.
2.1 Upaya Penanggulangan Tindak Pidana
Adanya kegiatan siskamling akan memberikan
Pencurian Kendaraan Bermotor Oleh Sistem
perlindungan dan keamanan bagi masyarakat,
Keamanan Lingkungan (siskamling) di
kegiatan siskamling juga akan menumbuhkan
Wilayah Kecamatan Kalirejo
rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Dalam
kegiatan siskamling tidak hanya masyarakat saja
Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan)
yang bergerak didalam siskamling tersebut,
merupakan upaya bersama dalam meningkatkan
anggota polisi ikut andil dalam kegiatan
sistem keamanan dan ketertiban masyarakat
siskamling tersebut. Anggota polisi yang ikut
yang memberikan perlindungan dan
andil tersebut dinamakan Babinkamtibmas.
pengamanan bagi masyarakat dengan
Yang mana sesuai dengan Fungsi kepolisian
mengutamakan upaya-upaya pencegahan dan
adalah salah satu fungsi pemerintahan negara di
menangkal bentuk-bentuk ancaman dan
bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban
gangguan oleh Kamtibmas (Keamanan dan
masyarakat, penegakan hukum, perlindungan,
Ketertiban Masyarakat).
pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat
yang mana diatur dalam Undang-Undang
Kesadaran masyarakat dalam berpartisipasi
Republik Indonesia No.2 tahun 2002 tentang
bidang keamanan dan ketertiban, merupakan
Kepolisian Negara Republik Indonesia.
potensi pengamanan swakarsa yang perlu
dilestarikan dan ditingkatkan guna menumbuhn
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis
kembangkan sikap mental, kepekaan dan daya
tertarik untuk mengkaji lebih jauh masalah
tanggap setiap warga masyarakat dalam
tersebut menjadi skripsi dengan judul “Upaya
6

mewujudkan keamanan dan ketertiban disetiap anggota team ronda. Sehingga kami
dilingkungannya masing-masing.Siskamling berharap dapat terciptanya keutuhan,
juga merupakan salah satu model Polmas (Polisi persaudaraan, dan kebersamaan sehingga
Masyarakat) dalam memberikan risribusi kegiatan siskamling benar-benar berjalan
komunikasi serta informasi secara external (dari maksimal di perumahan tercinta ini.
dan bagi masyarakat) dalam rangka 4. Fungsikan Pos Ronda dengan kegiatan-
menciptakan keamanan dan ketertiban kegiatan yang positif, sehingga
masyarakat di setiap waktu dan merupakan kenyamanan dan ketentraman dapat
potensi pengamanan swakarsa yang berazaskan dirasakan oleh semua anggota ronda.
gotong royong, kerjasama, budaya paguyuban 5. Menjaga keindahan dan kebersihan Pos.
yang menjiwai dalam setiap kehidupan sehingga pada saat ada pergantian jadwal
masyarakat Indonesia untuk memenuhi ronda dihari berikutnya anggota ronda
kebutuhan rasa aman. yang lain bisa merasakan kerjasama yang
terjalin.
Siskamling juga merupakan bentuk-bentuk pam 6. Tidak membiasakan ronda di Pos, akan
swakarsa, merupakan suatu kesatuan komponen tetapi biasakan ronda keliling di
yang saling bergantung dan berhubungan, saling lingkungan perumahan, dan biasakan
mempengaruhi untuk mendapatkan hasil daya control di setiap rumah warga minimal 2
kemampuan untuk memenuhi kebutuhan rasa kali putaran selama ronda.
aman dan ketertiban masyarakat dalam upaya 7. Pada saat jam ronda “ 23:00 s/d 04:00
mendukung terwujudnya masyarakat madani WIB, kami harap bagi warga yang bukan
yang adil, makmur dan beradap berdasarkan jadwal rondanya, tidak menggunakan Pos
Pancasila dan UUD 1945. Ronda untuk kegiatan-kegiatan lain. Agar
anggota ronda dapat melaksanakan
Menurut Omri Situmorang selaku Bintara tugasnya dalam menjalankan siskamling.
Pembinaan dan Keamanan Ketertiban 8. Membiasakan saling berkoordinasi
Masyarakat atau yang sering disingkat dengan dengan sesama anggota ronda, sehingga
Babinkamtibmas desa Sukosari kecamatan tidak terjadi mis komuniakasi sesama
Kalirejo mengatakan siskamling diciptakan angota ronda.
sebagai bentuk menumbuh kembangkan sikap 9. Jika menemukan aktifitas-aktifitas lain
mental serta meningkatkan kepekaan yang mengganggu dan merusak kegiatan-
masyarakat dan daya tanggap setiap warga kegiatan anggota ronda dan pos ronda,
masyarakat, dalam mewujudkan keamanan dan segerakan laporkan kepada pengurus RT
ketertiban lingkungannya masing-masing. beserta jajarannya.
Tujuan utama menciptakan kondisi keamanan 10. Dan jika menemukan hal-hal yang
dan ketertiban masyarakat, serta rasa aman mengganggu keamanan dan ketentraman
dilingkunganya masing-masing dan warga perumahan, anggota ronda harus
terwujudnya kesadaran warga masyarakat di segera melaporkan ke pengurus RT dan
lingkungannya dalam penanggulangan terhadap Jajarannya, agar segera dapat ditindak
setiap kemungkinan timbulnya gangguan lanjuti penyelesaiannya.
kamtibmas maupun bencana alam.3 Demikian kami paparkan dasar dari
landasan hukum, manfaat dan ketentuan
Omri Situmorang juga menjelaskan secara rinci program siskamling agar dapat berjalan
ketentuan dari kegiatan siskamling bgi warga dengan baik nantinya sampai kapanpun.
masyarakat di desa sukosari , sebagai berikut : Sehingga warga perumahan sukamanah
1. Ikut berperan aktif dan konsistensi dalam residence dapat merasakan keamanan dan
menjaga keamanan dan ketentraman ketentraman lingkungan dari hasil kegiatan
lingkungan. siskamling tersebut.
2. Memiliki kesadaran tinggi akan
pentingnya menciptakan keamanan dan Penerapan sistem keamanan lingkungan yang
ketentraman di lingkungan. masih banyak dilakukan di desa ini tentu
3. Budayakan saling harga-menghargai, memiliki manfaat yang sangat baik bagi warga
saling berbagi dan saling mengerti sesama masyarakat. Selain menumbuhkan kepekaan
masyarakat terhadap lingkungan sekitar tentu
3
Wawancara dengan Omri Situmorang Selaku juga akan menumbuhkan rasa sosialisasi antar
Babinkamtibmas Desa Sukosari Kecamatan warga untuk saling berinteraksi guna terciptanya
Kalirejo Lampung Tengah Tanggal 21 keadaan lingkungan sekitar yang aman tentram
September 2017 dan terhindar dari kejahatan.
7

Daroji selaku Lurah desa Sukosari juga Pada masing-masing lingkungan yang
memberikan pendapatnya tentang beberapa kegiatannya menjaga keamanan dan ketertiban
manfaat dari diadakannya siskamling, berikut masyarakat sekitar dengan maksud agar rakyat
beberapa manfaat ronda dalam sistem keamanan merasakan keamanan lahir dan ketenangan batin
lingkungan di antaranya : bebas dari kecemasan akan gangguan dari
dalam. Didesa Sukosari sendiri terdapat 20 RT
1. Menjaga keamanan dari pencurian, yang masing-masing terdapat 3-4 orang hansip.5
perampokan, maupun pelanggaran lain
yang melanggar norma-norma hukum, 2) Ronda Malam
norma susila, maupun norma-norma Atau jaga malam dimana masing-masing warga
yang berlaku di masyarakat. mendapat giliran untuk ronda atau jaga malam.
2. Sebagai upaya antisipasi dalam Pembentukan seksi-seksi keamanan pada setiap
penanganan masalah yang ditimbulkan lingkungan pada setiap posko yang ada tersebut
karena adanya ganguan keamanan dibentuk juga Satpam atau satuan pengamanan.
masyarakat, musibah, dan bencana alam. Pada Kecamatan Kalirejo khususnya Desa
3. Sebagai sarana mempererat tali Sukosari telah tersedia pos ronda serta telah
silaturahmi antar masyarakat, karena dibuat daftar jadwal ronda malam dimana
seluruh bagian dari masyarakat setempat masing-masing warga mendapatkan giliran
akan diikutsertakan dalam jadwal roda untuk ronda atau jaga malam. Pos ronda atau
siskamling dengan penjadwalan / piket. pos kamling (pos keamanan lingkungan) atau
4. Meningkatkan rasa kebersamaan antar gardu ronda di wilayah rukun tetangga di kota
penghuni suatu kampung / desa ataupun adalah contoh untuk melihat dan mengurai
penduduk secara umum yang tinggal dan arsitektur sebagai fenomena kontrol kekuasaan
atau menetap di lingkungan setempat. 4 atas ruang hidup masyarakat.

Tindak pencurian sepeda motor yang sering Kemunculan dan keberadaan pos ronda sebagai
terjadi di kecamatan Kalirejo membuat warga bagian dari sistem keamanan lingkungan
masyarakat peka terhadap lingkungan sekitar. (siskamling), jelas bersifat politis dan
Adapun upaya penanggulangan yang dilakukan militeristik. Munculnya kebijakan siskamling
oleh aparat desa mencakup kebijakan yang dilatarbelakangi perpecahan dua kubu di tubuh
bersifat preventif dan represif, dengan Orde Baru yang militeristik pada awal tahun
penekanan pada kebijakan yang bersifat 1980-an. Kebijakan itu menjadi representasi
preventif. Kebijakan yang diambil secara penganjur/pendukung pedekatan jalur hukum,
preventif antara lain adalah penyuluhan yang sedangkan pihak yang lain, yaitu pendukung
dilakukan oleh Sat Binmas dan Sat Lantas, pendekatan ekstrayuridis ( di luar jalur hukum )
pengawasan dan peningkatan kualitas personil direpresentasikan oleh operasi “penembakan
kepolisian. Sementara kebijakan misterius” terhadap para gali dan preman.
penanggulangan secara represif dilakukan Sebuah pos ronda harus didirikan di tempat
dengan melaksanakan kegiatan razia terhadap strategis, misalnya area gerbang masuk wilayah
kendaraan bermotor, menasihati para pelaku kampung, di persilangan antargang, atau di
curanmor yang telah tertangkap serta tempat yang lebih leluasa agar bisa memandang
memaksimalkan usaha penanganan dan semua arah, dan bisa menguasai situasi, ketika
penyelesaian perkara curanmor. gangguan keamanan lingkungan datang. 6
Menurut ketentuan, seperti disebutkan dalam
Omri Situmorang mengatakan bahwa kegiatan buku petunjuk siskamling, setiap wilayah rukun
Siskamling juga diadakan melalui persetujuan tetangga (RT) minimal harus memiliki gardu
masyarakat dengan diketuai oleh Kepala desa
(Lurah) dengan disaksikan oleh aparatur negara.
Dimana kegiatan tersebut dimulai dengan 5
Wawancara dengan Omri Situmorang Selaku
pembentukan posko atau pos-pos keamanan Babinkamtibmas Desa Sukosari Kecamatan
pada setiap masing-masing lingkungan. Tindak Kalirejo Lampung Tengah Tanggal 21
lanjut dari pembentukan posko ini terdirid dari September 2017
beberapa bentuk, yakni :
1) Hansip ( Pertahanan Sipil ) 6
Wawancara dengan Omri Situmorang Selaku
Babinkamtibmas Desa Sukosari Kecamatan
4 Kalirejo Lampung Tengah Tanggal 21
Wawancara dengan Daroji selaku Lurah Desa
Sukosari Kecamatan Kalirejo Lampung Tengah September 2017
Tanggal 21 September 2017
8

ronda, bahkan idealnya setiap wilayah RT 2) Jenis kelamin


mempunyai dua pos ronda. Nilai yang cukup lama dominan dalam
kultur berbagai bangsa mengatakan bahwa
3) Penanganan Tindak Kejahatan pada dasarnya tempat perempuan adalah
Kriminalitas merupakan ancaman nyata bagi “di dapur” yang berarti bahwa dalam
terciptanya masyarakat yang aman, tentram dan banyak masyarakat peranan perempuan
damai. Kembali meningkatkan indeks yang terutama adalah mengurus rumah
kriminalitas maka harus diwaspadai dan tangga, akan tetapi semakin lama nilai
diantisipasi oleh aparat keamanan dalam peran perempuan tersebut telah bergeser
meningkatkan kinerjanya agar dapat dengan adanya gerakan emansipasi dan
memberikan jaminan keamanan bagi pendidikan perempuan yang semakin baik.
masyarakat. Begitu pula dengan warga 3) Pendidikan
masyarakat agar ikut serta dalam menjaga Dikatakan sebagai salah satu syarat mutlak
keamanan lingkungannya, dengan demikian untuk berpartisipasi. Pendidikan dianggap
keamanan dapat terwujud. dapat mempengaruhi sikap hidup
seseorang terhadap lingkungannya, suatu
Penanganan tindak kejahatan harus sesuai sikap yang diperlukan bagi peningkatan
dengan ketentuan hukum yang berlaku, kesejahteraan seluruh masyarakat.
penanganan tindak kejahatan tersebut diikuti 4) Pekerjaan dan penghasilan
oleh perangkat hukum setempat, tidak dengan Hal ini tidak dapat di pisahkan satu sama
jalan main hakim sendiri yang biasa dilakukan lain karena pekerjaan seseorang akan
oleh warga. Apabila suatu kasus tindak menentukan berapa penghasilan yang akan
kejahatan tersebut ( seperti perjudian ) dapat diperolehnya. Pekerjaan dan penghasilan
diselesaikan oleh pihak aparatur keamanan yang baik dan mencukupi kebutuhan
setempat dan warga, maka penyelesaian tersebut sehari-hari dapat mendorong seseorang
cukup deselesaikan secara kekeluargaan saja. untuk berpartisipasi dalam kegiatan-
Jika suatu kasus tersebut sudah tergolong pada kegiatan masyarakat. Pengertiannya bahwa
tindak kejahatan besar. (seperti pembunuhan, untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan,
pencurian, penganiayaan, narkotika) maka perlu harus didukung oleh suasana yang mapan
kiranya diserahkan pada pihak Kepolisian perekonomian.
setempat. 5) Lamanya tinggal
Lamanya seseorang tinggal dalam
lingkungan tertentu dan pengalamannya
2.2 Faktor Penghambat Dalam Upaya berinteraksi dengan lingkungan tersebut
Penanggulangan Tindak Pidana akan berpengaruh pada partisipasi
Pencurian Kendaraan Bermotor Oleh seseorang. Semakin lama ia tinggal dalam
Sistem Keamanan Lingkungan lingkungan tertentu, maka rasa memiliki
(siskamling) di Wilayah Kecamatan terhadap lingkungan cenderung lebih
Kalirejo terlihat dalam partisipasinya yang besar
dalam setiap kegiatan lingkungan
Menurut Daroji mengatakan partisipasi atau tersebut.7
kemauan yang tumbuh dalam masyarakat Omri Situmorang juga berpendapat bahwa
dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor faktor dasar yang menjadi penghambat
yang mempengaruhi kecenderungan seseorang masyarakat melakukan kegiatan siskamling atau
untuk berpartisipasi atau tidaknya dalam dalam arti partisipasi sosial yang juga dapat
program keamanan lingkungan atau faktor yang mempengaruhi masyarakat adalah:
menghambat terlaksananya dengan baik 1. Kepercayaan diri masyarakat;
kegiatan siskamling, yaitu: 2. Solidaritas dan integritas sosial
1) Usia masyarakat;
Faktor usia merupakan faktor yang 3. Tanggung jawab sosial dan komitmen
mempengaruhi sikap seseorang terhadap masyarakat;
kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang 4. Kemauan dan kemampuan untuk
ada. Mereka dari kelompok usia menengah mengubah atau memperbaiki keadaan dan
ke atas dengan keterikatan moral kepada membangun atas kekuatan sendiri;
nilai dan norma masyarakat yang lebih
mantap, cenderung lebih banyak yang 7
Wawancara dengan Bapak Daroji selaku Lurah
berpartisipasi daripada mereka yang dari Desa Sukosari Kecamatan Kalirejo Lampung
kelompok usia lainnya. Tengah Tanggal 21 September 2017
9

5. Prakarsa masyarakat atau prakarsa antara kepastian hukum dan keadilan, hal ini
perseorangan yang diterimadan diakui disebabkan oleh konsepsi keadilan merupakan
sebagai/menjadi milik masyarakat; suatu rumusan yang bersifat abstrak, sedangkan
6. Kepekaan dan ketanggapan masyarakat kepastian hukum merupakan suatu prosedur
terhadap masalah, kebutuhan-kebutuhan yang telah ditentukan secara normatif. Justru
dan kepentingan-kepentingan umum itu, suatu kebijakan atau tindakan yang tidak
masyarakat.8 sepenuhnya berdasar hukum merupakan sesuatu
yang dapat dibenarkan sepanjang kebijakan atau
Faktor yang mempengaruhi partisipasi tindakan itu tidak bertentangan dengan hukum.
masyarakat dalam suatu kegiatan juga dapat
berasal dari unsur luar atau lingkungan. Ada 4 Pada hakikatnya, hukum itu mempunyai unsur-
poin yang dapat mempengaruhi partisipasi unsur antara lain hukum perundang-undangan,
masyarakat yang berasal dari luar/lingkungan, hukum traktat, hukum yuridis, hukum adat, dan
yaitu: hukum ilmuwan atau doktrin. Secara ideal
1. Komunikasi yang intensif antara sesama unsur-unsur itu harus harmonis, artinya tidak
warga masyarakat, antara warga saling bertentangan baik secara vertikal maupun
masyarakat dengan pimpinannya serta secara horizontal antara perundang-undangan
antara sistem sosial di dalam masyarakat yang satu dengan yang lainnya, bahasa yang
dengan sistem di luarnya; dipergunakan harus jelas, sederhana, dan tepat
2. Iklim sosial, ekonomi, politik dan budaya, karena isinya merupakan pesan kepada warga
baik dalam kehidupan keluarga, pergaulan, masyarakat yang terkena perundang-undangan
permainan, sekolah maupun masyarakat itu.
danbangsa yang menguntungkan bagi serta
mendorong tumbuh dan berkembangnya 2. Faktor Aparat Penegak Hukum
partisipasi masyarakat; Berfungsinya hukum tak lepas dari mentalitas
3. Kesempatan untuk berpartisipasi. Keadaan atau kepribadian petugas penegak hukum yang
lingkungan serta proses dan struktur sosial, memainkan peranan penting, kalau peraturan
sistem nilai dan norma-norma yang sudah baik, tetapi kualitas petugas kurang baik,
memungkinkan dan mendorong terjadinya ada masalah. Oleh karena itu, salah satu kunci
partisipasi sosial; keberhasilan dalam penegakan hukum adalah
4. Kebebasan untuk berprakarsa dan mentalitas atau kepribadian penegak hukum
berkreasi. Lingkungan di dalamkeluarga
masyarakat atau lingkungan politik, sosial, Konteks di atas yang menyangkut kepribadian
dan mentalitas penegak hukum memperlihatkan
budaya yang memungkinkan dan
bahwa selama ini ada kecenderungan yang kuat
mendorong timbul dan berkembangnya
di kalangan masyarakat untuk mengartikan
prakarsa, gagasan, perseorangan atau
kelompok. hukum sebagai petugas atau penegak hukum,
artinya hukum diidentikkan dengan tingkah laku
nyata petugas atau penegak hukum. Sayangnya
Menurut Soerjono Soekanto penegakan hukum
dalam melaksanakan wewenangnya sering
bukan semata-mata hanya pelaksanaan
timbul persoalan karena sikap atau perlakuan
perundang-undangan saja, namun terdapat juga
yang dipandang melampaui wewenang atau
faktor-faktor yang mempengaruhi, yaitu
subtansi hukum, petugas, sarana dan prasarana, perbuatan lainnya yang dianggap melunturkan
masyarakat, dan kebudayaan. Faktor-faktor citra dan wibawa penegak hukum, hal ini
disebabkan oleh kualitas yang rendah dari
penghambat upaya penanggulangan tindak
aparat penegak hukum tersebut. Hal ini dapat
pidana pencurian sepeda motor oleh sistem
berakibat tidak memahami batas-batas
keamanan kalirejo adalah sebagai berikut;
kewenangan, karena kurang pemahaman
terhadap hukum, sehingga terjadi
1. Substansi Hukum (Undang-Undang)
penyalahgunaan wewenang dalam melakukan
Dalam praktik penyelenggaraan hukum di tugas penyidikan dan tugas kepolisian lainnya.
lapangan ada kalanya terjadi pertentangan Menurut Omri Situmorang diketahui bahwa
faktor aparat penegakan hukum yang
menghambat upaya penanggulangan tindak
8
Wawancara dengan Omri Situmorang Selaku pidana pencurian sepeda motor adalah secara
Babinkamtibmas Desa Sukosari Kecamatan kuantitas yaitu masih kurangnya personil
Kalirejo Lampung Tengah Tanggal 21 penyidik, sedangkan jumlah tindak pidana ini
September 2017 cenderung mengalami peningkatan. Maka
10

diharapkan penegak hukum dapat melaksanakan kelompok sedikit banyaknya mempunyai


fungsinya secara maksimal dalam kesadaran hukum, persoalan yang timbul adalah
menanggulangi dan memberantas kasus taraf kepatuhan hukum, yaitu kepatuhan hukum
pencurian sepeda motor tersebut. Dengan yang tinggi, sedang, atau kurang. Adanya
semakin meningkatnya kinerja aparat penegak derajat kepatuhan hukum masyarakat terhadap
hukum maka di harapkan angka tindak pidana hukum, merupakan salah satu indikator
pencurian sepeda motor ini akan mengalami berfungsinya hukum yang bersangkutan.
penurunan.9
Berdasarkan hasil wawancara dengan Daroji,
Faktor aparat penegak hukum lain yang dapat dalam usaha penanggulangan tindak pidana
menghambat dalam menanggulangi pencurian pencurian sepeda motor inisering dirasakan
sepeda motor oleh sistem keamanan lingkungan kurangnya partisipasi dari warga masyarakat,
ini adalah Lemahnya koordinisi dan kerja sama meskipun media-massa telah cukup gencar
antar petugas dan antar instansi terkait di memuat berita-berita tentang pemberantasan
lapangan memberikan peluang bagi pelaku. tindak pidana pencurian sepeda motor, hal ini
Dengan melihat lokasi daerah rawan disebabkan karena warga masyarakat tidak
penyelundupan yang dari waktu ke waktu tidak peduli dengan keadaan libngkungan sekitar.
berubah, dapat diduga bahwa petugas penegak
hukum yang ada dilokasi tersebut kurang Bardasarkan penjelasan tersebut maka dapat
“kemauan” maupun “kemampuan” untuk dianalisis bahwa masyarakat diharapkan
menanggulangi masalah penyelundupan memiliki kepedulian dan keberanian dalam
tersebut. melaporkan apabila mengetahui tindakan
pencurian maka pelaku akan semakin sulit
untuk melakukan tindakan seperti itu.
Penjelasan diatas menunjukan peran serta
3. Sarana dan Prasarana masyarakat secara aktif akan sangat mendukung
Sarana dan fasilitas yang mendukung mencakup keberhasilan proses penegakan hukum, sebab
tenaga manusia yang berpendidikan dan dengan semakin aktifnya dukungan dari
terampil, organisasi yang baik, peralatan yang masyarakat maka akan semakin optimal pula
memadai, keuangan yang cukup. Tanpa sarana upaya penanggulangan terhadap pencurian
dan prasarana yang memadai maka penegakan sepeda motor di kecamatan kalirejo.
hukum tidak dapat berjalan dengan lancar dan
penegak hukum tidak mungkin menjalankan 5. Budaya
perannya sebagaimana mestinya. Dalam kebudayaan sehari-hari, orang begitu
Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat sering membicarakan soal kebudayaan.
dianalisis bahwa faktor sarana dan prasarana Kebudayaan menurut Soerjono Soekanto,
yang lengkap sangat diperlukan dalam proses mempunyai fungsi yang sangat besar bagi
penyidikan kasus, sehingga kurang memadainya manusia dan masyarakat, yaitu mengatur agar
sarana dan prasarana yang tersedia dapat manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya
menghambat proses penyidikan dan bertindak, berbuat, dan menentukan sikapnya
menghambat penanggulangan tindak pidana kalau mereka berhubungan dengan orang lain.
pencurian sepeda motor. Tersedianya sarana dan Dengan demikian, kebudayaan adalah suatu
prasarana yang memadai akan sangat garis pokok tentang perikelakuan yang
menentukan keberhasilan penanggulangan menetapkan peraturan mengenai apa yang harus
tindak pidana pencurian sepeda motor, sebab dilakukan, dan apa yang dilarang masyarakat.
sarana dan prasarana tersebut akan menunjang Penjelasan tersebut maka dapat dinyatakan
kinerja penyidikan oleh pihak Kepolisian Sektor bahwa apabila masyarakat peduli dan tidak
Kalirejo. individualism maka akan terbentuk suatu
mekanisme kontrol sosial yang kuat dari
4. Masyarakat masyarakat dalam rangka mengantisipasi
Penegak hukum berasal dari masyarakat dan terjadinya potensi pelanggaran tindak pidana
bertujuan untuk mencapai kedamaian di dalam pencurian. Budaya masyarakat yang mendukung
masyarakat. Setiap warga masyarakat atau kinerja aparat penegak hukum adalah
kebudayaan yang terlahir dari nilai-nilai luhur
9
Wawancara dengan Omri Situmorang Selaku bangsa Indonesia sebagai Negara yang
Babinkamtibmas Desa Sukosari Kecamatan menjunjung tinggi keamanan dan ketertiban
Kalirejo Lampung Tengah Tanggal 21 dalam kehidupan sehari-hari.
September 2017
11

Menurut Gunawan Jatmiko selaku akademisi minim akan memperlambat dalam proses
bagian Hukum Pidana, Fakultas Hukum pengawasan dan penyidikan yang dilakukan, hal
Universitas Lampung, mengatakan bahwa ini akan mempengaruhi proses
beberapa faktor yang mempengaruhi penanggulangannya.
terhambatnya upaya penangulangan tindak
pidana pencurian sepeda motor ini adalah :
1. Masyarakat
Faktor ini merupakan faktor yang sangat umum
III. PENUTUP
terjadi di masyarakat luas. Kesadaran dalam diri
seseorang untuk menyadari bahwa bersosialisasi
3.1. Simpulan
dan ikut serta dalam menjaga keamanan
lingkungan menjadi satu hal yang sangat sulit
Berdasarkan uraian sebagaimana yang telah
untuk dijangkau dengan berbagai alasan yang dikemukakan di atas, maka dapat ditarik
mendukung seperti rasa malas, lelah dan
simpulan sebagai berikut:
sebagainya.
1. Upaya penanggulangan tindak pidana
pencurian kendaraan bermotor oleh sistem
2. Pekerjaan
keamanan lingkungan (siskamling) di wilayah
Setiap masyarakat memiliki kesibukannya Kecamatan Kalirejo merupakan upaya
masing-masing, mulai dari bekerja, sekolah dan bersama dalam meningkatkan sistem
lain sebagainya. Untuk hal pada umumnya
keamanan dan ketertiban masyarakat dengan
masyarakat yang biasa diminta untuk ikut
memberikan perlindungan dan pengamanan
berpartisipasi dalam menjaga keamanan
bagi masyarakat dengan mengutamakan
lingkungan adalah yang berusia dewasa atau
upaya-upaya pencegahan dan menangkal
bahkan sudah tua. Kendala pekerjaan setiap bentuk-bentuk ancaman dan gangguan
masyarakat yang berbeda satu dengan yang Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban
lainnya membuat masyarakat memiliki alasan
Masyarakat). Dalam pelaksanaan kegiatan
tersendiri, seperti halnya seseorang yang bekerja
ataupun aktivitas Siskamling, dilakukan
kantoran, jika suatu haru ia dituntut untuk ada
dengan ronda. Ronda adalah kegiatan berjalan
jam lembur maka kemungkinan besar ia akan
berkeliling (patroli) untuk menjaga keamanan
pulang larut malam dan membuat ia kelelahan di kampung / desa setempat baik dengan jalan
untuk ikut ronda malam. kaki ataupun menggunakan kendaraan
bermotor yang dilakukan oleh warga desa.
3. Memudarnya nilai dan norma dalam
Ronda biasanya terbagi menjadi beberapa
masyarakat
kelompok untuk berpatroli menyebar di setiap
Untuk faktor yang satu ini memang masih lini perumahan warga yang termasuk dalam
menjadi masalah yang belum menemukan solusi kampung / desa bersangkutan. Dan
ataupun pencegahan yang cukup signifikan.
pelaksanaan kegiatan bentuk penanggulangan
Memudarnya nilai dan norma masyarakat untuk
ini sudah terlaksana dengan cukup baik di
menyadari arti pentingnya bersosialisasi dengan
kecamatan kalirejo khususnya di desa sukosari
masyarakat sekitar merupakan hal yang terjadi
kabupaten lampung tengah.
di sekitar kita. Ketidakpedulian sosial 2. Adapun faktor-faktor penghambat dalam
masyarakat yang satu dengan masyarakat yang penyelenggaraan bentuk keamanan
lainnya, masyarakat dengan lingkungnnya
lingkungan tersebut ialah;
menjadi pemandangan yang sering terlihat di
a. Faktor Penegakan hukumnya yang belum
sekitar.10
dilaksanakan dengan baik. Dengan kata lain
tidak ada tindakan tegas yang diberikan
Oleh karena itu, salah satu kunci keberhasilan kepada warga masyarakat yang tidak mau ikut
dalam penegakan hukum adalah mentalitas dan serta menjaga keamanan lingkungan sekitar
kepribadian aparat penegak hukum. Selain
dengan bentuk kegiatan ronda malam. Belum
kualitas maka faktor dari kuantitas aparat
adanya fasilitas sarana dan prasarana yang
penegak hukumnya pun juga dapat
cukup memadai yaitu mencakup tenaga
mempengaruhi dalam menanggulangi pencurian
manusia yang berpendidikan dan terampil,
sepeda motor. Karena jumlah petugas yang organisasi yang baik, peralatan yang memadai,
keuangan yang cukup.
10
Wawancara dengan Bapak Gunawan Jatmiko b. Faktor masyarakatnya sendiri yang kurang
S.H.,M.H selaku Dosen Bagian Hukum Pidana akan kesadaran hukumnya sendiri.
Univesitas Lampung Tanggal 15 November
2017
12

3.2 . Saran
Berdasarkan simpulan yang telah dikemukakan
di atas, maka penulismemberikan saran sebagai
berikut:
1. Dalam pelaksanaan bentuk
penanggulangannya menurut penulis tidak
hanya cukup dengan kegiatan ronda malam
saja, sebagai wujud penyelenggaraan visi dan
misi dari Bupati Lampung Tengah sendiri
bahwasanya mengupayakan keamanan
lingkungan dengan di bentuknya lembaga-
lembaga atau organisasi khusus yang
menangani keamanan lingkungan tentunya
mencakup sumber daya manusia yang baik
dan fasilitas yang memadai sebagai
pengoptimalan kegiatan tersebut. Seperti
halnya Desa Sri Way Langsep yang juga
berada di Kecamatan Kalirejo, desa tersebut
memiliki suatu lembaga atau organisasi yang
dipimpin langsung oleh babinsa dan
babinkamtibmas dengan merekrut pemuda
desa membentuk suatu lembaga yang
dinamakan GAMANSA (Gabungan
Keamanan Desa).
2. Untuk mengurangi faktor-faktor penghambat
ini penulis menyarankan untuk terus
diadakannya penyuluhan tentang sistem
keamanan lingkungan oleh pihak polsek,
pembinaan kepala kampung, dan membuat
suatu wadah untuk menampung pemuda desa
agar dibentuk menjadi anggota keamanan
yang memiliki integritas.

DAFTAR PUSTAKA

Soerjono Soekanto.Pengantar Penelitian


Hukum. Jakarta, UI Press.1986. hlm 5

Tri Andrisman. Delik Tertentu Dalam KUHP,


Bandar Lampung, Universitas Lampung.
2011 hlm. 157

Perundang-Undangan :

Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik


Indonesia Nomor 23 Tahun 2007 Tentang
Sistem Keamanan Lingkungan (siskamling)

Undang-Undang Republik Indonesia No.2 tahun


2002 tentang Kepolisian Negara Republik
Indonesia.