Anda di halaman 1dari 17

APOTEK AMARTHA STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

Jl. Sutisna Senjaya No.111


Kota Tasikmalaya PELAYANAN RESEP DI APOTEK
No. Revisi: - Halaman: 1/2
SPO Penanggung Jawab:
PELAYANAN RESEP
DI APOTEK
Syara Nur Insani, S.Farm., Apt
Pengertian Pelayanan resep di Apotek merupakan suatu proses kegiatan yang
meliputi aspek teknis dan nonteknis yang harus dikerjakan mulai dari
penerimaan resep dokter sampai penyerahan obat kepada pasien.
Tujuan Bertujuan sebagai pedoman kerja unit Apotek dalam melakukan
pelayanan distribusi obat untuk mendukung pelayanan yang bermutu
untuk mencapai kepuasan pelanggan.
Referensi  PP No 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian
 PERMENKES No 73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian Di Apotek
Prosedur a. Skrining Resep
1. Melakukan pemeriksaan kelengkapan dan keabsahan resep
(administratif) yaitu nama dokter, nomor izin praktek, alamat,
tanggal penulisan resep, tanda tangan atau paraf dokter serta nama,
umur, jenis kelamin dan berat badan pasien.
2. Melakukan pemeriksaan kesesuaian farmasetik yaitu bentuk
sediaan, dosis, kekuatan, cara dan lama pemberian obat.
3. Mengkaji aspek klinik yaitu adanya alergi, efek samping, interaksi,
kesesuaian (dosis, durasi, jumlah obat dan kondisi khusus lainnya).
4. Mengkonsultasikan kepada dokter tentang masalah resep apabila
diperlukan atau adanya ketidaksesuaian.
b. Penyiapan Sediaan Farmasi dan Perbekalan Kesehatan
1. Menyiapkan sediaan farmasi sesuai dengan permintaan pada resep.
2. Menghitung kesesuaian dosis dan tidak melebihi maksimum.
3. Mengambil obat yang tertera pada resep.
4. Menutup kembali wadah obat setelah pengambilan dan
mengembalikan ke tempat semula.
5. Mercik obat (timbang, campur, kemas) apabila resep racikan.
6. Menyiapkan etiket.
7. Menulis nama dan cara pemakaian obat pada etiket sesuai dengan
permintaan pada resep.
c. Penyerahan Sediaan Farmasi dan Perbekalan Kesehatan
1. Melakukan pemeriksaan akhir sebelum dilakukan penyerahan.
2. Memanggil nama dan nomor tunggu pasien.
3. Memeriksa ulang identitas dan alamat pasien.
4. Menyerahkan obat yang disertai pemberian informasi obat.
5. Membuat salinan resep sesuai dengan resep asli dan diparaf oleh
Apoteker.
6. Menyiapkan resep pada tempatnya dan mendokumentasikannya.
Resep Datang

Skrining Resep

Resep Diberi Harga

Pasien Tidak Setuju Pasien Setuju

Diajukan obat alternatif dengan


jenis, jumlah, jumlah item dan
harga sesuai kemampuan pasien

Pasien Setuju

Penyiapan/ Peracikan Obat

Pemeriksaan Akhir

Penyerahan Obat

Pemberian Konseling, informasi,


Edukasi

Monitoring Penggunaan Obat

Dilaksanakan Oleh: Diperiksa Oleh:

(Ttd) (Ttd)
Asisten Apoteker Apoteker Pengelola Apotek
APOTEK AMARTHA STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Jl. Sutisna Senjaya No.111
Kota Tasikmalaya PELAYANAN OTC (Over The Counter)
No. Revisi: - Halaman: 1/1
SPO Penanggung Jawab:
PELAYANAN OTC
(Over The Counter)
Syara Nur Insani, S.Farm., Apt
Pengertian Pelayanan OTC di Apotek merupakan suatu proses kegiatan pelayanan
pembelian obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter biasa disebut dengan
obat bebas yang terdiri atas obat bebas dan obat bebas terbatas.
Tujuan Bertujuan sebagai pedoman kerja unit Apotek dalam melakukan
pelayanan distribusi obat untuk mendukung pelayanan yang bermutu
untuk mencapai kepuasan pelanggan.
Referensi  PP No 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian
 PERMENKES No 949/Menkes/Per/VI/2000 Tentang Penggolongan
Obat
Prosedur 1. Ucapan kata sambutan dan tersenyum tulus sebagai tanda
penghormatan kepada pasien
2. Jika pasien membutuhkan obat yang belum dikenalnya, lakukan
wawancara, berikan informasi, serta alternatif pilihan obatnya.
3. Setelah disepakati bersama, pasien dipersilahkan melakukan
pembayaran di Kasir.
4. Kasir mengkalkulasi dan menginformasikan harga obatnya kepada
pasien, jika pasien telah membayar, kasir memberikan copy nota
kelunasannya dan disertai ucapan terimakasih yang tulus.
5. Obat yang dikehendaki pasien dimasukan ke dalam pengemas dan
diserahkan kepada pasien dengan disertai KIE serta ucapan
terimakasih yang tulus.
Dilaksanakan Oleh: Diperiksa Oleh:

(Ttd) (Ttd)
Asisten Apoteker Apoteker Pengelola Apotek
APOTEK AMARTHA STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Jl. Sutisna Senjaya No.111
Kota Tasikmalaya PELAYANAN OWA (Obat Wajib Apotek)
No. Revisi: - Halaman: 1/1
SPO Penanggung Jawab:
PELAYANAN OWA
(Obat Wajib Apotek)
Syara Nur Insani, S.Farm., Apt
Pengertian Pelayanan OWA di Apotek merupakan suatu proses kegiatan pelayanan
pembelian obat keras yang dapat diserahkan oleh Apoteker di Apotek
tanpa resep dokter.
Tujuan Bertujuan sebagai pedoman kerja unit Apotek dalam melakukan
pelayanan distribusi obat untuk mendukung pelayanan yang bermutu
untuk mencapai kepuasan pelanggan.
Referensi  PP No 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian
 KEPMENKES No 347 Tahun 1990 Tentang Obat Wajib Apotek 1
 PERMENKES No 919 Tahun 1993 Tentang Kriteria Obat Yang Dapat
Diserahkan Tanpa Resep
 PERMENKES No 924 Tahun 1993 Tentang OWA 2
 KEPMENKES No 1176 Tahun 1999 Tentang OWA 3
Prosedur 1. Ucapkan kata sambutan dan tersenyum tulus sebagai tanda
penghormatan kepada pasien.
2. Apoteker melakukan wawancara dengan pasien.
3. Apoteker melakukan assesment dan memberikan alternative
pengobatan dengan mempertimbangkan 4T 1W (tepat obat, tepat
golongan, tepat dosis, tepat waktu dan waspada efek samping obat.
4. Setelah disepakati, pasien dipersilahkan melakukan pembayaran di
Kassa.
5. Apoteker atau kasir melakukan kalkulasi harga, pasien melakukan
pembayaran obatnya.
6. Kasir memberikan copy nota pelunasan kepada pasien disertai
ucapan terimakasih yang tulus kepada pasien.
7. Apoteker menyerahkan obat kepada pasien dengan disertai KIE
terkait OWA yang diberikan.
Dilaksanakan Oleh: Diperiksa Oleh:

(Ttd) (Ttd)
Asisten Apoteker Apoteker Pengelola Apotek
APOTEK AMARTHA STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Jl. Sutisna Senjaya No.111
Kota Tasikmalaya BIDANG KEUANGAN (UANG MASUK)
No. Revisi: - Halaman: 1/1
SPO
Penanggung Jawab:
BIDANG
KEUANGAN
(UANG MASUK)
Syara Nur Insani, S.Farm., Apt
Pengertian Bidang keuangan (uang masuk) adalah suatu kegiatan yang bertugas
dalam mengelola uang masuk dari hasil penjualan di Apotek.
Tujuan Bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan atau kekurangan
ataupun kelebihan uang di kasir.
Referensi  PP No 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian
Prosedur 1. Kasir melakukan rekap kalkulasi pendapatan tiap shift kepada
petugas keuangan dengan menandatangani berita acara penyerahan
bersama dengan petugas keuangan.
2. Kasir menyerahkan pendapatan tiap shift kepada petugas keuangan
dengan menandatangani berita acara penyerahan bersama dengan
petugas keuangan.
3. Petugas keuangan melakukan pencatatan pada buku kas, untuk
kemudian melakukan penyimpanan uang sesuai tanggung jawabnya.
Dilaksanakan Oleh: Diperiksa Oleh:

(Ttd) (Ttd)
Asisten Apoteker Apoteker Pengelola Apotek
APOTEK AMARTHA STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Jl. Sutisna Senjaya No.111
Kota Tasikmalaya BIDANG KEUANGAN INKASO
No. Revisi: - Halaman: 1/1
SPO
Penanggung Jawab:
BIDANG
KEUANGAN
INKASO
Syara Nur Insani, S.Farm., Apt
Pengertian Bidang keuangan (inkaso) adalah suatu layanan untuk penagihan
pembayaran atas surat/dokumen yang telah diberikan baik dalam bentuk
cek, kuitansi, giro, ataupun surat pesanan.
Tujuan Bertujuan untuk membantu lebih efektif dan efisien dalam penyelesaian
tagihan antar kota.
Referensi  PP No 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian
Prosedur 1. Colletor atau salesman minimal seminggu sebelum jatuh tempo harus
sudah menitipkan faktur tagihannya kepada petugas keuangan.
2. Petugas keuangan berdasarkan faktur tagihan yang sudah dititipkan
melakukan kalkulasi terhadap jumlah tagihan.
3. Petugas keuangan melaporkan total tagihan maksimal sehari sebelum
hari inkaso kepada APA disertai informasi yang dibutuhkan.
4. Petugas keuangan meminta persetujuan APA untuk melakukan
penarikan tabungan yang akan digunakan untuk inkaso.
5. Petugas membayar tagihan inkaso setiap hari rabu kepada supplier
sesuai yang dilaporkan.
6. Petugas keuangan membuat bukti pembayaran (kuintasi) yang
ditandatangani oleh collector atau salesman sebagai tanda LUNAS.
7. Petugas keuangan melakukan rekap pelunasan tagihan dan
melaporkannya kepada APA.
Catatan : dalam keadaan tertentu dimana harus membayar tagihan
diluar yang dilaporkan, dapat dilakukan dengan persetujuan APA.
Dilaksanakan Oleh: Diperiksa Oleh:

(Ttd) (Ttd)
Asisten Apoteker Apoteker Pengelola Apotek
APOTEK AMARTHA STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Jl. Sutisna Senjaya No.111
Kota Tasikmalaya PERENCANAAN OBAT
No. Revisi: - Halaman: 1/1
SPO Penanggung Jawab:
PERENCANAAN
SEDIAAN FARMASI
Syara Nur Insani, S.Farm., Apt
Pengertian Perencanaan merupakan suatu proses kegiatan seleksi sediaan farmasi
untuk menentukan kesesuaian dengan jumlah, jenis dan waktu yang
tepat, yang akan dipesan kepada Pedagang Besar Farmasi (PBF) untuk
kebutuhan jangka waktu tertentu
Tujuan Mendapatkan jenis dan jumlah sediaan farmasi sesuai kebutuhan serta
menghindari kekosongan atau penumpukan obat.
Referensi  PP No 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian
 PERMENKES No 73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian Di Apotek.
Prosedur 1. Tenaga Teknis Kefarmasian menyampaikan data stok dan laporan
pelayanan sediaan farmasi dan alat kesehatan setiap bulan (bila
fasilitas telah berjalan)
2. Apoteker melakukan review terhadap : pola penyakit, kemampuan
daya beli serta kebiasaan sekitar fasilitas.
3. Apoteker melakukan kompilasi penggunaan obat setiap bulan
berdasarkan data kartu stok dan laporan pelayanan (bila fasilitas
telah berjalan).
4. Apoteker melakukan review distributor/PBF untuk menjamin bahwa
perencanaan yang diadakan memenuhi persyaratan jumlah dan
spesifikasi.
5. Apoteker menyusun rencana kebutuhan dan prakiraan (pengadaan)
ke masing-masing ditributor serta frekuensi pengadaan.
Dilaksanakan Oleh: Diperiksa Oleh:

(Ttd) (Ttd)
Asisten Apoteker Apoteker Pengelola Apotek
APOTEK AMARTHA STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Jl. Sutisna Senjaya No.111
Kota Tasikmalaya PENGADAAN SEDIAAN FARMASI
No. Revisi: - Halaman: 1/1
SPO Penanggung Jawab:
PENGADAAN
SEDIAAN FARMASI
Syara Nur Insani, S.Farm., Apt
Pengertian Pengadaan merupakan kegiatan untuk merealisasikan perencanaan
kebutuhan.
Tujuan Bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kekosongan barang.
Referensi  PP No 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian
 PERMENKES No 73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian Di Apotek
Prosedur 1. Dilakukan pemeriksaan barang yang memiliki stok kurang atau habis
setiap seminggu sekali.
2. Petugas membuat SP kepada PBF/distributor.
3. Distributor mengirimkan barang ke Apotek dengan membawa SP yang
sudah dibuat oleh Apotek.
Dilaksanakan Oleh: Diperiksa Oleh:

(Ttd) (Ttd)
Asisten Apoteker Apoteker Pengelola Apotek
APOTEK AMARTHA STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Jl. Sutisna Senjaya No.111
Kota Tasikmalaya PENERIMAAN SEDIAAN FARMASI
No. Revisi: - Halaman: 1/1
SPO Penanggung Jawab:
PENERIMAAN
SEDIAAN FARMASI
Syara Nur Insani, S.Farm., Apt
Pengertian Penerimaan Sediaan Farmasi adalah suatu kegiatan pengecekan barang
datang dari PBF (Pedagang Besar Farmasi) ke Apotek yang disertai
dengan faktur, disesuaikan antara yang di pesan dengan yang diterima.
Tujuan Bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan atau kekurangan
barang antara barang di pesan dengan barang yang diterima.
Referensi  PP No 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian
 PERMENKES No 73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian Di Apotek
Prosedur 1. Petugas melakukan check kesesuaian atas barang datang dengan
surat pesanan.
2. Petugas melakukan check kesesuaian pengiriman dengan Surat
Pesanan atau copy Surat Pesanan yang disertakan, tujuan, nama,
jumlah, serta ED obat (catatan : kecuali dinyatakan lain, barang yang
diterima memiliki ED minimal 1 tahun).
3. Petugas meminta paraf kepada apoteker, maupun asisten apoteker
yang memiliki SP atau SIK.
4. Petugas membutuhkan nomor pada faktur sesuai urutannya dan
menempatkan faktur pada tempatnya.
Dilaksanakan Oleh: Diperiksa Oleh:

(Ttd) (Ttd)
Asisten Apoteker Apoteker Pengelola Apotek
APOTEK AMARTHA STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Jl. Sutisna Senjaya No.111
Kota Tasikmalaya PENYIMPANAN SEDIAAN FARMASI
No. Revisi: - Halaman: 1/1
SPO Penanggung Jawab:
PENYIMPANAN
SEDIAAN FARMASI
Syara Nur Insani, S.Farm., Apt
Pengertian Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan menempatkan obat-
obatan yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta
gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat.
Tujuan Bertujuan untuk memelihara mutu obat, menghindari penggunaan yang
tidak bertanggung jawab, menjaga kelangsungan persediaan dan
memudahkan pencarian dan pengawasan.
Referensi  PP No 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian
 PERMENKES No 73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian Di Apotek
Prosedur 1. Obat harus disimpan dalam wadah asli dari pabrik. Dalam hal
pengecualian atau darurat dimana isi dipindahkan pada wadah lain,
maka harus dicegah terjadinya kontaminasi dan harus ditulis
informasi yang jelas pada wadah baru.
2. Semua Obat harus disimpan pada kondisi yang sesuai sehingga
terjamin keamanan dan stabilitasnya.
3. Tempat penyimpanan obat tidak dipergunakan untuk penyimpanan
barang lainnya yang menyebabkan kontaminasi.
4. Sistem penyimpanan dilakukan dengan memperhatikan bentuk
sediaan dan kelas terapi Obat serta disusun secara alfabetis.
5. Pengeluaran obat memakai sistem FEFO (First Expire First Out) dan
FIFO (First In First Out).
Dilaksanakan Oleh: Diperiksa Oleh:

(Ttd) (Ttd)
Asisten Apoteker Apoteker Pengelola Apotek
APOTEK AMARTHA STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Jl. Sutisna Senjaya No.111
Kota Tasikmalaya PEMUSNAHAN SEDIAAN FARMASI
No. Revisi: - Halaman: 1/1
SPO Penanggung Jawab:
PEMUSNAHAN
SEDIAAN FARMASI
Syara Nur Insani, S.Farm., Apt
Pengertian Pemusnahan merupakan kegiatan penyelesaian terhadap obat-obatan
yang tidak terpakai karena kadaluwarsa, rusak, ataupun mutunya sudah
tidak memenuhi standar.
Tujuan Untuk melindungi massyarakat dari bahaya yang disebabkan oleh
penggunaan obat yang tidak memenuhi persyaratan mutu keamanan dan
kemanfaatan.
Referensi  PP No 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian
 PERMENKES No 73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian Di Apotek
Prosedur 1. Obat kadaluwarsa atau rusak harus dimusnahkan sesuai dengan jenis
dan bentuk sediaan.
2. Pemusnahan obat harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Dilaksanakan Oleh: Diperiksa Oleh:

(Ttd) (Ttd)
Asisten Apoteker Apoteker Pengelola Apotek
APOTEK AMARTHA STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Jl. Sutisna Senjaya No.111
Kota Tasikmalaya PENGENDALIAN SEDIAAN FARMASI
No. Revisi: - Halaman: 1/1
SPO Penanggung Jawab:
PENGENDALIAN
SEDIAAN FARMASI
Syara Nur Insani, S.Farm., Apt
Pengertian Pengendalian merupakan cara untuk mempertahankan jenis dan jumlah
persediaan sesuai kebutuhan pelayanan, melalui pengaturan sistem pesanan
atau pengadaan, penyimpanan dan pengeluaran.
Tujuan Untuk menghindari terjadinya kelebihan, kekurangan, kekosongan,
kerusakan, kadaluwarsa, kehilangan serta pengembalian pesanan.
Referensi  PP No 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian
 PERMENKES No 73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian Di Apotek
Prosedur 1. Memberikan label expire date pada kotak obat, sehingga diketahui
waktu kadaluwarsa masing-masing obat.
2. Melakukan stok opname setiap bulan.
Dilaksanakan Oleh: Diperiksa Oleh:

(Ttd) (Ttd)
Asisten Apoteker Apoteker Pengelola Apotek
APOTEK AMARTHA STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Jl. Sutisna Senjaya No.111
Kota Tasikmalaya PENCATATAN KARTU STOK
No. Revisi: - Halaman: 1/1
SPO Penanggung Jawab:
PENCATATAN
KARTU STOK
Syara Nur Insani, S.Farm., Apt
Pengertian Pencatatan kartu stok adalah suatu kegiatan pencatatan barang masuk dan
barang keluar di Apotek.
Tujuan Bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kehilangan barang.
Referensi  PP No 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian
 PERMENKES No 73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian Di Apotek
Prosedur 1. Petugas yang bertanggung jawab melakukan pencatatan barang
masuk dengan berdasarkan faktur barang yang diterima dan
lakukan setiap hari.
2. Petugas melakukan pencatatan barang keluar berdasarkan nota
penjualan, resep dokter yang masuk dan dilakukan setiap hari.
Dilaksanakan Oleh: Diperiksa Oleh:

(Ttd) (Ttd)
Asisten Apoteker Apoteker Pengelola Apotek
APOTEK AMARTHA STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Jl. Sutisna Senjaya No.111
Kota Tasikmalaya BIDANG ADMINISTRASI (PELAPORAN SIPNAP)
SPO No. Revisi: - Halaman: 1/1
BIDANG Penanggung Jawab:
ADMINISTRASI
(PELAPORAN
SIPNAP) Syara Nur Insani, S.Farm., Apt
Pengertian Pelaporan SIPNAP adalah sistem pelaporan narkotika dan psikotropika
yang dilakukan secara online setiap bulannya.
Tujuan Bertujuan untuk pencatatan penggunaan narkotika dan psikotropika yang
berasal dari resep dokter setiap bulan.
Referensi  PP No 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian
 PERMENKES No 3 Tahun 2015 Tentang Peredaran, Penyimpanan,
Pemusnahan, Dan Pelaporan Narkotika, Dan Psikotropika, Dan
Prekursor Farmasi
Prosedur 1. Apoteker malakukan pencatatan terhadap penerima narkotika dan
psikotropika pada kartu stock untuk kemudian memberikan tanda
Narkotik (merah)/ Psikotropik (biru) pada faktur.
2. Apoteker memberikan tanda garis merah untuk resep narkotika dan
biru untuk resep psikotropika setiap hari dan melakukan pencatatan
terhadap pengeluaran obat-obat tersebut.
3. Apoteker melakukan rekap dan membuat laporan bulanan sebelum
tanggal 10 bulan kemudian.
4. Apoteker wajib melaporkan kepada Dinas Kesehatan Kota melalui
sistem Online SIPNAP (Sistem Pelaporan Narkotik dan Psikotropika)
di sipnap.binfar.depkes.go.id dan melaporkan printout ke DKK.
Dilaksanakan Oleh: Diperiksa Oleh:

(Ttd) (Ttd)
Asisten Apoteker Apoteker Pengelola Apotek
APOTEK AMARTHA STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Jl. Sutisna Senjaya No.111 BIDANG ADMINISTRASI
Kota Tasikmalaya (PELAPORAN LABA RUGI DAN NERACA)
SPO No. Revisi: - Halaman: 1/1
BIDANG Penanggung Jawab:
ADMINISTRASI
(PELAPORAN LABA
RUGI DAN NERACA) Syara Nur Insani, S.Farm., Apt
Pengertian Pelaporan laba, rugi dan neraca adalah laporan mengenai pendapatan dan
beban-beban suatu perusahaan selama periode tertentu.
Tujuan Bertujuan untuk evaluasi kinerja masalah perusahaan, memberikan dasar
untuk kinerja masa depan, membantu nilai resiko/ketidakpastian
pencapaian arus kas masa depan.
Referensi  PP No 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian
Prosedur 1. Petugas keuangan melaporkan laporan rugi laba dan neraca setiap
bulan.
2. Petugas keuangan meminta pengesahan laporan laba dan neraca
kepada APA.
Dilaksanakan Oleh: Diperiksa Oleh:

(Ttd) (Ttd)
Asisten Apoteker Apoteker Pengelola Apotek
APOTEK AMARTHA STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Jl. Sutisna Senjaya No.111
Kota Tasikmalaya PENGARSIPAN RESEP
No. Revisi: - Halaman: 1/1
SPO Penanggung Jawab:
PENGARSIPAN
RESEP
Syara Nur Insani, S.Farm., Apt
Pengertian Pengarsipan resep adalah penyimpanan resep dan copy resep yang telah
dilayani di Apotek.
Tujuan Bertujuan untuk resep dan copy resep tersimpan dengan rapi,
memudahkan pencarian kembali resep dan copy resep bila sewaktu-
waktu dibutuhkan.
Referensi  PP No 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian
 PERMENKES No 73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian Di Apotek
Prosedur 1. Resep dibendel setiap hari urut nomor resep.
2. Pisahkan resep yang mengandung psikotropik maupun narkotika
dalam bendelan tersendiri.
Dilaksanakan Oleh: Diperiksa Oleh:

(Ttd) (Ttd)
Asisten Apoteker Apoteker Pengelola Apotek
APOTEK AMARTHA STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Jl. Sutisna Senjaya No.111
Kota Tasikmalaya PENGARSIPAN FAKTUR
No. Revisi: - Halaman: 1/1
SPO Penanggung Jawab:
PENGARSIPAN
FAKTUR
Syara Nur Insani, S.Farm., Apt
Pengertian Pengarsipan faktur adalah penyimpanan faktur yang telah diterima oleh
pihak Apotek dari PBF.
Tujuan Bertujuan untuk faktur tersimpan dengan rapi, memudahkan pencarian
kembali faktur bila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Referensi  PP No 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian
 PERMENKES No 73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian Di Apotek
Prosedur Salah satu copy faktur barang yang telah dicatat pada kartu stock diarsip
dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Kelompokkan faktur barang datang sesuai dengan nama supplier nya.
2. Urutkan berdasarkan abjad supplier, dan urut tanggal faktur.
3. Arsipkan setiap hari dan dibendel setiap bulannya.
Satu copy faktur diserahkan pada bagian keuangan untuk cross check
saat titip faktur. Faktur yang telah lunas diarsipkan dengan ketentuan
sebagai berikut:
1. Kelompokkan faktur sesuai nama supplier nya.
2. Urutkan berdasarkan abjad supplier dan urut tanggal faktur.
3. Lakukan pengarsipan setiap selesai inkaso dan dibendel setiap
bulannya.
Dilaksanakan Oleh: Diperiksa Oleh:

(Ttd) (Ttd)
Asisten Apoteker Apoteker Pengelola Apotek