Anda di halaman 1dari 31

ARAHAN

TERKAIT PENCAPAIAN PELAKSANAAN


TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (TPB)/
SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs)
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

Disampaikan dalam Sosialisasi Penyusunan RAD TPB/SDGs


Semarang, 15 Desember 2017
REPUBLIK 
INDONESIA
Outline

1 CAPAIAN MDGS DAN UNFINISHED AGENDA

2 TPB/SDGS : KEMAJUAN SEMUA BANGSA

3 ARAHAN PRESIDEN RI

4 PENGARUSUTAMAAN TPB/SDGS DALAM RPJMN 2015‐2019

5 PRINSIP DAN PARTISIPASI PARA PIHAK

6 BATAS WAKTU PENYELESAIAN DOKUMEN TPB/SDGS

7 PENDANAAN TPB/SDGS

2
REPUBLIK 
INDONESIA
I. CAPAIAN MDGS DAN UNFINISHED AGENDA

Capaian Indonesia pada 2015:


Dari 8 tujuan, 18 target dan 1. PENDUDUK
MISKIN
67 indikators MDGs 2. GIZI & ASUPAN
KALORI ANGKA KEMATIAN
IBU (AKI)

18 Belum
Tercapai PREVALENSI HIV
DAN AIDS

1. TUTUPAN KAWASAN
HUTAN

49 Tercapai 2. EMISI CO2


3. AIR MINUM PERDESAAN
1. RASIO EKSPOR &
IMPOR 4. SANITASI LAYAK
TERHADAP PDB 5. KAWAN KUMUH
2. AKSES INTERNET PERKOTAAN

3
REPUBLIK 
INDONESIA
Keberhasilan MDGS

1. KEMISKINAN DENGAN UKURAN USD 1,00/KAPITA/HARI

2. AKSES PENDIDIKAN DASAR


3. KESETARAAN GENDER DALAM PENDIDIKAN

4. ANGKA KEMATIAN BAYI DAN BALITA

5. PENGENDALIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS (TB) DAN MALARIA


6. AKSES TERHADAP AIR BERSIH DAN SANITASI PERKOTAAN
7. PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN

4
REPUBLIK 
Agenda MDGs Yang Belum Tercapai
INDONESIA

1. KEMISKINAN BERDASARKAN GARIS KEMISKINAN NASIONAL


2. ANGKA KEMATIAN IBU
3. PREVALENSI HIV DAN AIDS
4. TUTUPAN LAHAN
5. AIR MINUM LAYAK PERDESAAN
6. SANITASI LAYAK PERDESAAN

5
REPUBLIK 
INDONESIA
II. TPB/SDGS: KEMAJUAN SEMUA BANGSA

Kemajuan pada satu dimensi


membutuhkan keterlibatan aktif
dimensi lain;
Katalis untuk kemitraan
internasional;
Kepemilikan bersama;
SDGs sebagai kerangka
komprehensif, terintegrasi dan
tidak terpisahkan.
Prinsip Universal SDGs bertujuan untuk
kemajuan semua bangsa di dunia
6
REPUBLIK 
TPB/SDGS Menyempurnakan MDGS
INDONESIA

MDGs Penyempurnaan:
8 Goals, 18 Target,
67 Indikator Lebih Komprehensif  Melibatkan lebih 
(49 tercapai, 18 belum tercapai) banyak negara dengan tujuan universal

Memperluas Sumber Pendanaan


SDGs (Pemerintah, Swasta, dan Sumber Lain)
17 Goals, 169 Target,
Menekankan pada hak asasi manusia dalam 
241 Indikator
penanggulangan kemiskinan

Inklusif  no one left behind

lingkungan Melibatkan Seluruh Pemangku


Kepentingan: Pemerintah; OMS & Media; 
sosial
Filantropi & Bisnis; serta Pakar & Akademisi 

ekonomi ”Zero Goals”  Menargetkan untuk 


menuntaskan seluruh indikator

Cara Pelaksanaan (Means of 
Implementation)

7
REPUBLIK 
Dari MDGS Ke TPB/SDGS : Transformasi yang Ambisius
INDONESIA

Indikator
67 Indikator
MDGs  241 SDGs 

8
REPUBLIK 
Tujuan Baru di Dalam TPB/SDGS
INDONESIA

Tujuan 9 Membangun
Tujuan 11 Menjadikan
Infrastruktur yang
Kota dan Permukiman
Tangguh, Meningkatkan
Inklusif, Aman,
Industri Inklusif dan
Tangguh dan
Berkelanjutan, serta
Berkelanjutan
Mendorong Inovasi

Tujuan 16 Menguatkan
Tujuan 10 Masyarakat Inklusif &
Mengurangi Damai, Akses Keadilan
Kesenjangan Intra untuk Semua &
dan Antarnegara Kelembagaan Efektif,
Akuntabel, & Inklusif

9
Relevansi TPB/SDGS dengan Pembangunan Nasional
REPUBLIK 
INDONESIA

Indonesia:
 Negara Kepulauan Terbesar (17,000 pulau)
Pertumbuhan
 Negara Keempat dengan Populasi Terbesar ekonomi yang
(255 Juta Orang) relatif tinggi

Inflasi yang
rendah dan
Tantangan Terbesar: nilai tukar
Memastikan yang stabil
pertumbuhan yang
inklusif dan Kondisi
pemerataan
kesejahteraan untuk
saat ini
semua Berkurangnya
tingkat
pengangguran
dan koefisien
 TPB/SDGs menawarkan gini
kerangka pelaksanaan yang Peningkatan
fokus pada pengurangan Indeks
kesenjangan dan memastikan Pembangunan
tidak ada satu orang pun yang Manusia
tertinggal
10
REPUBLIK 
Komitmen Indonesia dalam Pelaksanaan TPB/SDGS
INDONESIA

Tujuan Pembangunan  Komitmen:
Berkelanjutan/SDGs 
1. Melaksanakan TPB/SDGs untuk transformasi
adalah pembangunan yang 
peradaban global yang lebih adil, damai, 
menjaga:
sejahtera, dan berkelanjutan;
 peningkatan 
kesejahteraan ekonomi  2. Penepatan Perpres Nomor 59 Tahun 2017
masyarakat;  tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan;
 keberlanjutan kehidupan 
sosial masyarakat,  3. Melaksanakan Nawacita yang selaras dengan
 kualitas lingkungan  TPB/SDGs, diterjemahkan ke dalam RPJMN 2015‐
hidup;  2019;
 pembangunan yang  4. Presiden RI memimpin dan memantau
menjamin keadilan dan  pelaksanaan TPB/SDGs karena pencapaian
terlaksananya tata  TPB/SDGs sekaligus menjadi tolok ukur
kelola. tercapainya agenda pembangunan nasional. 
11
III. ARAHAN PRESIDEN
REPUBLIK 
INDONESIA (Sidang Kabinet Akhir Desember 2015)
1.Mengoptimalkan peran koordinasi 
Kementerian PPN/Bappenas dalam 
pembangunan, mengingat hampir seluruh 
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 
(TPB/SDGs) telah terakomodasi dalam 
RPJMN;
2.Melibatkan semua pihak (pemerintah, 
parlemen, ormas & media, filantropi & 
bisnis, pakar & akademisi) untuk 
bersinergi sesuai peran, fungsi dan 
kemampuan para pihak; dan
3.Kelembagaan bisa langsung bekerja, baik 
secara strategis maupun operasional.
12
REPUBLIK 
Struktur Tim Koordinasi Nasional TPB/SDGS
INDONESIA

 Perpres No. 59 tahun
2017 ttg Pelaksanaan
Pencapaian TPB Dewan Pengarah
Dipimpin oleh Presiden RI
Koordinator Pelaksana
Menteri PPN/Kepala
Bappenas

Tim Pelaksana
Dikoordinasikan oleh Deputi Tim Pakar
Bidang KSDA, Kemen PPN/
Bappenas
Sekretariat

Kelompok Kerja Kelompok Kerja Kelompok Kerja Kelompok Kerja


Pilar Pembangunan Pilar Pembangunan Pilar Pembangunan Pilar Pembangunan
Sosial Ekonomi Lingkungan Hukum & Tata Kelola

13
REPUBLIK 
IV. PENGARUSUTAMAAN TPB/SDGS DALAM RPJMN 2015‐2019
INDONESIA

PENGARUSUTAMAAN PEMBANGUNAN
BERKELANJUTAN

KESESUAIAN TARGET GLOBAL DAN


RPJMN 2015-2019

14
REPUBLIK 
INDONESIA
V. PRINSIP & PARTISIPASI PARA PIHAK
Prinsip Kemitraan Platform Partisipasi TPB/SDGs
P A
1.Penetapan Indikator dalam  1.Peningkatan Kapasitas;
2.Pemantauan dan Evaluasi; 
Trust Building Setiap Target/Sasaran;
dan
2.Pengembangan Kebijakan, 
Regulasi, & Penyelarasan 3.Policy Research.
Program /Kegiatan;
Equal 3.Penyiapan Data dan Informasi
Partnership yang Digunakan;
4.Sosialisasi/Diseminas, 
Komunikasi & Advokasi;
Participation 5.Monev & Pelaporan; dan
Implementasi
6.Pendanaan. TPB/SDGs

Accountable F O
1.Diseminasi dan Advokasi
1. Advokasi kepada Pelaku
kepada Masyarakat;
Usaha;
2.Fasilitasi Program/Kegiatan 
Mutual 2. Fasilitasi Program/Kegiatan 
di Lapangan;
Benefits kepada Pelaku Usaha;
3.Membangun pemahaman
3. Peningkatan Kapasitas; dan
publik;  dan
4. Dukungan Pendanaan.
4.Monitoring Pelaksanaan.

15
REPUBLIK 
VI. BATAS WAKTU PENYELESAIAN DOKUMEN TPB/SDGS
INDONESIA

• Dokumen Rencana RAD ditetapkan 12   


Pencapaian Rencana bulan setelah Perpres
TPB/SDGs Tingkat  Aksi
Daerah
berlaku (10 Juli 2018) 
Daerah    
RAN ditetapkan 6   
• Dokumen Rencana Rencana
Aksi bulan setelah
Pencapaian Nasional Perpres berlaku
TPB/SDGs Tingkat  Peta  (10 Januari 2018) 
Nasional    
Jalan
SDGs  Peta Jalan
• Dokumen Rencana ditetapkan 12 bulan
Pencapaian TPB/SDGs  setelah Perpres
Tahun 2017‐2030    berlaku
(10 Juli 2018) 
16
REPUBLIK 
INDONESIA
VII. SUMBER‐SUMBER PEMBIAYAAN (1/2)

1. Optimalisasi
•Pajak, Cukai, PNBP, Grant, dan
Penerimaan
Negara Retribusi.

• Masyarakat yang berasal dari para Filantropi


• Dana sosial keagamaan dalam bentuk Zakat, 
2. Sumber Infaq, Shadaqah, Perpuluhan, Kolekte, Dana 
pendanaan non‐ Punia dll
pemerintah • Pelaku Usaha dalam bentuk Corporate Social 
Responsibility (CSR)  not one time CSR –
should be sustainable CSR
17
REPUBLIK 
INDONESIA
VII. SUMBER‐SUMBER PEMBIAYAAN (2/2)

• PINA (Pembiayaan Investasi Non‐Anggaran


Pemerintah;
• PPP (Public Private Partnership) / Kerjasama
Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU);
• Blended Finance (Pemerintah, Swasta, 
3. Sumber‐sumber  Filantropi);
lainnya yang sah  • Pembiayaan inovatif melalui pasar modal (mis: 
dan tidak mengikat Kehati Index) & pasar uang (green bond);
• Pengembangan pembiayaan berkelanjutan
(bussiness approach) melalui berbagai Lembaga Keuangan (Bank, 
LKM, modal ventura, dll);
• Pengembangan mekanisme debt swap to 
SDGs; dan
• Pengembangan mekanisme impact investing.

18
19 Sektor Proyek KPBU Yang Mendukung Pencapaian
REPUBLIK 
INDONESIA TPB/SDGS

Perumahan Kawasan
Ketenagalistrikan Jalan
Rakyat

Lembaga
Fasilitas Pendidikan Fasilitas Perkotaan
Pemasyarakatan

Sarana Olahraga, Pariwisata


Kesenian dan Budaya Migas dan EBT Transportasi

Telekomunikasi & Pengelolaan Pengelolaan Limbah SDA & Irigasi


Kesehatan Konservasi Energi Air Minum Pengelolaan Limbah
Informatika Sampah Terpusat Setempat

19
Solusi Melalui KPBU
REPUBLIK 
INDONESIA …meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur…
Tinggi

•KF tinggi + KI rendah =  SILPA  •KF Tinggi + KI Tinggi = Penyediaan 
tinggi. infrastruktur terlaksana dengan 
•KPBU memindahkan risiko 
Kapasitas Fiskal (KF)

baik.
17 PERKARA
konstruksi dan operasi kepada  •KPBU meningkatkan kualitas dan 
Badan Usaha sehingga on  kuantitas proyek infrastruktur
schedule‐on budget.  
Rendah  Tinggi 

•KF Rendah + KI Rendah =  •KF Rendah + KI Tinggi = Proyek 
Proyek tidak berjalan. Infrastruktur terlaksana namun 
•KPBU membantu  dengan kuantitas terbatas
merealisasikan proyek yang  •KPBU membantu meningkatkan 
dibutuhkan. jumlah proyek infrastruktur.
Rendah 
Kemampuan Implementasi (KI)
20
REPUBLIK 
Regulasi KPBU
INDONESIA

Aspek Pengaturan
Pemerintah Badan Usaha
PERPRES 38/2015
1. Menteri 1. BUMN/BUMD PERMEN PPN NO. 4/2015
Subyek Kerjasama 2. Kepala Lembaga 2. Badan Usaha Asing TENTANG PANDUAN UMUM
3. Kepala Daerah 3. Perseroan Terbatas
4. BUMN/BUMD 4. Koperasi PERATURAN KEPALA LKPP NO 19 TAHUN 
2015 TENTANG PENGADAAN BADAN USAHA
Infrastruktur Ekonomi dan Infrastruktur Sosial
Obyek Kerjasama
(19 Jenis Infrastruktur)
PEMBAYARAN KETERSEDIAAN LAYANAN
1.Pembiayaan Sebagian KPBU
Kontribusi
2.Dukungan pemerintah PMK NO. 260/2016
Pemerintah
3.Jaminan pemerintah
1.Pembayaran oleh pengguna dalam bentuk tarif PERMENDAGRI No. 96/2016
(User Charge).
Pengembalian PENJAMINAN PEMERINTAH
2.Pembayaran ketersediaan layanan (Availability 
investasi Badan • Peraturan Presiden No. 78/2010
Payment).
Usaha • PMK 260/PMK.011/2010 Jo. PMK 8/PMK.08/2016
3.Bentuk lain sepanjang tidak bertentangan dengan
Perundang‐undangan. DUKUNGAN PEMERINTAH
1.Tahap Perencanaan PMK No. 223/PMK.11/2012 (VGF)
Tahapan 2.Tahap Penyiapan
3.Tahap Transaksi
21
Skema Tarif dan VGF
REPUBLIK 
INDONESIA …Me‐leverage Dana Pemda…
CONTOH KPBU DENGAN PENGEMBALIAN TARIF + VGF
Proyek KPBU SPAM Umbulan
PEMERINTAH PUSAT

Men. PUPR Menkeu
KETERANGAN:
Dalam Struktur Proyek Leverage dana Pemda 
ini:

Dukungan
• Perjanjian Konsesi
Mengatur Hak & 
berupa:
PT. SMI Pembanguan PT. PII
fisik
Kewajiban PJPK dan

Penyiapan Proyek Perjanjian Regres


Dukungan
Kelayakan
(VGF)
Badan Usaha untuk
BOT SPAM Umbulan 1. Dukungan sebagian 
tidak Termasuk Jual
Perjanjian Penjaminan
Beli.
• Kewajiban
konstruksi dari 
Perjanjian Konsesi antara
Kab. Pasuruan

PKS
GUBERNUR
JAWA TIMUR
PJPK dengan Bandan Usaha BADAN
USAHA
Pembayaran Tarif
Diatur Dalam
Kementerian PUPR, 
Kota Pasuruan
Penugasan
PDAB
Perjanjian II Jual Beli
Air Antara PDAB 
Perjanjian Jual Beli
Air Minum antara dan 
Kab. Sidoarjo dengan Bandan Usaha PDAB dan Badan
Kapitalisasi Pembayaran Air Curah
Usaha.
Kota Surabaya
PDAB
• Dalam Perjanjian
KPS juga diatur 2. Dukungan VGF dari 
Jaminan PJPK 
Kab. Gresik
Perjanjian Jual Beli Air Curah antara
Kepada Badan Kementerian 
PDAB dengan PDAM Usaha Atas Gagal
Pembayaran Air Curah

5 PDAM
Bayar PDAB Keuangan
Dukungan
Pemkab/Pemkot

22
KPBU Menambah Ruang Kapasitas Fiskal Daerah,
REPUBLIK 
INDONESIA
Mengurangi Risiko, dan Meningkatkan Kualitas Pelayanan
…meningkatkan kualitas pelayanan, menghemat 20,3%, meratakan beban anggaran…
CAPEX Cost
Overrun
Analisis Potensi Government Saving pada Proyek Palapa Ring
PSC PPP
Pengadaan Infrastruktur dengan Government Expenditure
Belanja Modal ‐CAPEX 4,743,922,993,248  0
‐OPEX 3,369,789,444,263  0
OPEX Cost ‐Availability Payment 0 8,823,556,862,337 
Overrun
‐Financing 332,074,609,527  0
s/d 32 tahun ‐Ancillary 474,392,299,325  711,588,448,987 
Risk Value
• Masa konstruksi tepat waktu ‐Competitive Neutrality 0 (792,398,870,316)
• Kinerja pelayanan terjamin ‐Retained Risk 2,049,442,259,087 

Profil Belanja Pemerintah jika Total Government Expenditure 


10,969,621,605,450  8,742,746,608,165 
Proyek dibangun dengan skema Including Risk
AP Government Saving 20.30%
• Untuk Ancillary cost, yang sebagian besar dari biaya penyiapan proyek. Untuk PPP
perkirakan 1.5 kali lebih besar dari PSC
• Competitive Neutrality, pada PPP terdapat potensi pembayaran PPh 25 dari Earning
Before Tax (EBT) berdasarkan proyeksi keuangan untuk masing‐masing Paket.
s/d 32 tahun • RETAINED RISK = CAPEX Cost Overrun + OPEX Cost Overrun
PSC = Public Sector Comparator Suku bunga obligasi 2017 7.5%
Masa konstruksi Masa operasi PPP = KPBU ‐ AP Inflasi 2010‐2017 5.4%
23
PPP Project Pipeline
REPUBLIK 
INDONESIA 10 proyek konstruksi dan 40 proyek sedang dilaksanakan
PLANNING PREPARATION TRANSACTION
CONSTRUCTION
Preliminary  Outline Business Case Final Business Case Tender Request for Bid PPP Agreement  Financial 
study (OBC) (FBC) Preparation PQ Proposal Award Signing Close

1. UNDIP’s  1. Yogya ‐ Solo Toll Road 1. Semarang – Demak  1. Serang  1. Probo‐ Nambo  Cisumdawu  1. Manado ‐ Bitung Toll 
Marine  2. Yogya ‐ Bawen Toll  Toll Road Panimban wangi Toll  Regional Waste  Toll Road Road
Institute Road 2. Surabaya ‐ Madura   g Toll  Road Management 2. Balikpapan ‐Samarinda 
2. ITB Cirebon 3. Bitung Port Toll Bridge Road 2. Bandar  Toll Road
3. UGM  4. Surakarta Street  3. Tanjung Sauh Port 2. Jakarta ‐ Lampung  3. Pandaan ‐ Malang Toll 
Teaching  Lighting 4. Batu Ampar Port Cikampek  Water  Road
Hospital 5. Multifunction  5. Hang Nadim Airport South Toll  Supply 4. Batang ‐ Semarang 
4. UIN Malang  Satellite 6. Medan Municipal  Road Toll Road
Dormitory 6. Pirngadi Hospital Transport 5. Serpong ‐ Balaraja Toll 
5. UIN Jakarta   7. University of Udayana  7. Batam LRT Road
Teaching  Teaching Hospital 8. Pekanbaru Regional  6. Umbulan Water Supply
Hospital 8. Dharmais Cancer  Water Supply 7. Central Java Power 
6. UIN  Hospital 9. Pondok Gede Water  Plant
Makassar 9. Polytechnic Batam  Supply TOTAL: 6 project US$ 4 Billion 8. West Palapa Ring
7. Bandung  Education Facility  10. West Semarang  9. Central Palapa Ring
Smart  Development  Water Supply 3 Sektor KPBU 10. East Palapa Ring 
Classroom 10. National Integrated  11. Legok Nangka 
Welfare System Waste Treatment mendukung 2 goal SDGs
11. Papua Sports Arena 12. Bandung Street 
12. Nusakambangan  Lighting
TOTAL: 10 project 
Industrial Correctional  13. University of Sam  US$ 7.8 Billion
Facility Ratulangi Teaching 
13. Correctional Facility  Hospital
Relocation 14. Sidoarjo General 
Hospital

TOTAL: 22 project US$ 6.8 Billion + 12 under calculation 4 Sektor KPBU


mendukung 3 goal SDGs
10 Sektor KPBU
mendukung 6 goal SDGs
24
REPUBLIK 
Kantor Bersama KPBU
INDONESIA

 Bappenas dalam pemilihan proyek  BKPM dalam menjajaki minat dan nilai pasar


 Kemenkeu dalam pemberian fasilitas fiskal  Kemendagri dalam pemberian rekomendasi AP Daerah
 LKPP dalam proses pengadaan  Kemenko Perekonomian dalam debottlenecking
 PT. PII dalam pemberian Penjaminan Pemerintah
25
REPUBLIK 
INDONESIA
Penutup

1. Integrasi TPB/SDGs dalam Agenda Pembangunan


Daerah;
2. Pembentukan Tim Koordinasi Pelaksanaan
TPB/SDGs di Tingkat Daerah;
3. Penyusunan RAD dengan melibatkan
kabupaten/kota dan 4 platform; dan
4. Monitoring, Evaluasi dan Laporan.

26
TERIMA KASIH
REPUBLIK 
INDONESIA

LAMPIRAN

28
Kemiskinan Ekstrem (USD 1,00/Kapita/Hari),
REPUBLIK 
INDONESIA Tahun 1990‐2008

25,0

20,6
Target MDGs : Menurunkan
20,0
hingga setengahnya proporsi
penduduk dengan tingkat
pendapatan kurang dari USD
15,0 14,8 1,00 (PPP) per hari dalam kurun
waktu 1990‐2015
10,8
12,0
10,0
9,9 9,9

7,8
9,2
8,5 Capaian : Persentase kemiskinan
7,2 7,4
5,0 6,6
6,0
6,7
5,9 ekstrem telah dicapai pada tahun
2000 dan dapat dipertahankan
0,0
serta bahkan diturunkan menjadi
1990 1993 1996 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 5.9 % pada tahun 2008
Aktual Target

29
Angka Partisipasi Pendidikan Tingkat SD/MI,
REPUBLIK 
INDONESIA Tahun 2000‐2015

99,09
99,02

Target MDGs : Menjamin pada


98,42
98,02

98,02
97,95
97,88
97,64

97,62
97,39
97,14
96,77
96,42
95,61

96,1
95,5

100 2015 semua anak‐anak, laki‐laki


95
maupun perempuan di manapun
96,70
96,45
95,59
94,76
94,37
93,98

90
dapat menyelesaikan pendidikan
93,75
93,54
93,25
93,04
093

093

92,55

92,54
092

91,07

85
dasar.
80
75
70
Capaian : Angka Partisipasi
65
Pendidikan pada tingkat
60
SD/MI/sederajat terus mengalami
55
peningkatan selama 15 tahun
50 terakhir dan telah mencapai target
2000

2001

2002

2003

2004

2005

2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

MDGs.
APS 7‐12 APM SD

30
Rasio Angka Partisipasi Pendidikan Perempuan/
REPUBLIK 
INDONESIA Laki‐laki, Tahun 2000‐2015

Target MDGs : Menghilangkan


125 Ketimpangan Gender di Tingkat Pendidikan
120
Dasar dan Lanjutan pada tahun 2005 dan
di Semua Jenjang Pendidikan Tidak Lebih
115 dari Tahun 2015.
Rasio APM Perempuan 

110
Terhadap Laki‐laki

105
Capaian : Kesetaraan gender di tingkat
SD/MI telah lama terwujud dan tetap
100 bertahan hingga tahun 2015. Kesetaraan
gender pada jenjang pendidikan SMP/MTs
95
dan SMA/SMK/MA telah terwujud
90 meskipun penduduk perempuan usia
sekolah memperoleh akses sedikit lebih
85
Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 tinggi daripada penduduk laki‐laki usia
sekolah.
SD/MI 100,3 100,29 100,11 100,12 99,85 99,86 99,42 99,72 99,83 99,73 99,86 98,76 99,83 99,75 99,68 100,33
SMP/MTs 104,2 104,85 102,61 102,97 103,42 103,31 99,97 101,95 102,05 102,02 102,02 103,45 103,87 102,95 100,78 104,45
SMA/SMK/MA
PT
103,7
90,00
100,10
87,10
97,12
92,78
100,38
94,87
98,68
94,87
99,69
99,77
99,69
102,49
98,84
107,90
98,84
107,99
96,13
102,95
96,04
102,11
101,40
97,82
99,60
107,34
94,81
108,95
103,28
112,01
103,45
122,14
Ketimpangan gender dalam pendidikan
terjadi pada jenjang Pendidikan Tinggi.

31