Anda di halaman 1dari 7

KARSINOGEN KIMIA

Sejumlah besar senyawa kimia bersifat karsinogenik. Kontak dengan senyawa kimia
dapat terjadi akibat pekerjaan seseorang, makanan atau gaya hidup. Adanya interaksi senyawa
kimia karsinogen dengan DNA dapat mengakibatkan kerusakan pada DNA. Karsinogen bahan
kimia melalui metabolisme membentuk gugus elektrofilik yang kurang muatan elektron
sebagai hasil antara yang kemudian dapat berikatan dengan pusat-pusat nukleofilik pada
protein, RNA, dan DNA.

Agen Kegunaan/Kejadian Jenis Kanker


Asbestos Biasanya digunakan sebagai Karsinoma paru-paru,
atap rumah esophageal, gastric, dan
kolon

Vinilklorida Bahan yang digunakan pada Menginduksi angiosarkoma


industri plastik. hepatis terutama pada
karyawan di industri plastik
2-naftilamin Bahan yang digunakan pada Menimbulkan karsinoma
industri bahan celup kandung kemih.
Benzo[a]pirena (gugus Terdapat dalam asap rokok, Kanker paru pada perokok
yang terkandung dalam tembakau, lemak binatang
hidrokarbon polisiklik pada saat proses
aromatik (HPA)) pemanggangan daging atau
ikan. HPA dimetabolisme
oleh p450-dependent oxidase
menjadi gugus elektrofilik
yang bereaksi dengan asam
nukleat dan menimbulkan
mutasi.
Benz[a]antrasena Apabila dioleskan ke kulit
zat ini menyebabkan kanker
kulit, apabila disuntikkan
secara subkutan zat ini
memicu fibrosarkoma.
Senyawa kromium Komponen pada cat, zat Karsinoma paru-paru
warna, pengawet
Benzene Komponen utama light oil, Acute myeloid leukemia
meskipun mengandung
resiko. Banyak digunakan
dalam printing, detergent, dry
cleaning.
Cadmium dan senyawa Digunakan dalam aki, metal Karsinoma prostate
cadmium plating dan coating
Senyawa nikel Komponen pada keramik, Karsinoma paru-paru dan
aki, dan pada produk oropharyngeal
stainless steel
Nitrosamin Terbentuk dalam saluran Karsinoma saluran
pencernaan dari gugus nitrat pencernaan
dan nitrit yang merupakan
bahan aditif pada makanan.
Di dalam saluran pencernaan,
bahan ini dimetaabolisme
oleh bakteri komensial dan
berikatan dengan amine atau
amida
Hidroksilamin Amin aromatic dan zat warna Kanker kandung kemih
azo yang masuk kedalam
tubuh dan dalam saluran
kemih mengalami hidrolisis
membentuk hidrosilamin

KARSINOGEN BIOLOGI

1. Virus
 Virus yang bersifat karsinogen disebut virus onkogenik
 Virus DNA atau RNA dapat menimbulkan transformasi sel
 Virus DNA mengandung DS-DNA yang dapat berintegrasi sebagian atau
seluruhnya dengan kromosom sel pejamu. Mereka dapat bergabung untuk
waktu yang lama. Pada perpaduan yang lama ini menimbulkan mutasi
sehingga terbentuk neoplasma.
a. Virus DNA
 Human Papiloma Virus (HPV)
- Dikenal 50 jenis HPV
- 20 jenis HPV menyebabkan penyakit beresiko rendah karena jenis jenis
tersebut tidak menyebabkan kanker serviks. Contoh: HPV tipe 1,2,4,dan
7 yang menyebabkan papiloma skuamosa jinak (kutil)
- HPV beresiko tinggi menyebabkan kanker serviks karena menyerang
sel-sel dalam mulut rahim yang mengakibatkan perubahan sel yang
tidak normal. Contoh: HPV tipe 16,18,dan 31 yang menyebabkan
karsinoma serviks.
 Virus Hepatitis B (HBV)
- HBV menyebabkan peradangan hati akut/menahun yang biasanya dapat
berlanjut menjadi kanker hati
- Efek onkogenik HBV dapat menyebabkan multifactor

 Cytomegalovirus (CMV)
- Suatu virus herpes yang dihubungkan dengan sarkoma Kaposi pada
penderita AIDS yang dapat menyebar melalui cairan tubuh, seperti
darah, air liur, urin, mani, dan air susu ibu
- Ada 3 tipe CMV :
 CMV primer (ketika seseorang mengalami infeksi untuk
pertama kalinya)
 CMV rekuren (reaktifasi dari infeksi CMV sebelumnya yang
dorman)
 CMV Kongenital (Infeksi CMV yang berasal dari ibu yang
terinfeksi CMV)

 Epstein-Barr Virus (EBV)


- Virus EBV masuk ke dalam tubuh manusia kemudian bereplikasi dalam
sel-sel epitel dan menjadi laten dalam limfosit B
- Infeksi virus terjadi pada dua tempat yaitu sel epitel kelenjar saliva dan
sel limfosit
- Golongan herpes ini dihubungkan dengan terjadinya karsinoma
nasofaring, limfoma Burkitt/ beberapa subtipe penyakit Hodgkin
b. Virus onkogenik RNA
 Pada binatang virus RNA banyak menimbulkan neoplasma.
Contoh: Rous sarcoma virus dan Bither milk factor
 Pada manusia : Contoh : Virus HLTV-1 (virus leukimia sel T manusia tipe 1)
menimbulkan leukimia limfoma sel-T pada penderita AIDS
Mekanisme : infeksi HLTV-1  stimulasi proliferasi sel limfosit T  mutasi 
proliferasi klonal sel T.
Terdapat 3 kemungkinan:

 Jika DNA provirus tanpa v-onkogen bergabung dengan DNA sel pada tempat jauh
dari proto-onkogen, replikasi virus tidak menimbulkan transformasi sel
 Jika DNA provirus tanpa v-onkogen bergabung dengan DNA sel di samping proto-
onkogen sel penjamu, maka akan menimbulkan transformasi sel sehingga terjadi
neoplasma (slow transforming retroviruses)
 Jika DNA provirus mengandung v-onkogen bergabung dengan DNA sel di
sembarang tempat, akan langsung terjadi transformasi sel sehingga terbentuk
neoplasma (acute transforming viruses)

2. Hormon, beberapa jenis hormon bekerja sebagai kofaktor pada karsinogenesis.


Contoh: Hormon estrogen yang membantu pembentukan kanker endometrium dan
payudara
3. Mikotoksin adalah toksin yang dibuat oleh jamur
Contoh: Aspergilus flavus ialah jamur yang terdapat pada kacang-kacangan yang
apabila kurang baik pengolahan dan penyimpanannya dapat membuat aflatoksin bisa
menyebabkan karsinoma pada pengidap sirosis hati.
4. Parasit : Contoh: Schistosoma dan Clonorchis sinensis.
Infeksi Schitosoma dihubungkan dengan terjadinya kanker kandung kemih
Infeksi Clonorchis sinensis dihubungkan dengan terjadinya kanker saluran empedeu
DAFTAR PUSTAKA

Sumardjo, Damin.2006. Pengantar Kimia Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran.


Jakarta : Buku Kedokteran EGC

Jeyaratnam, J dan Koh, David. 2006. Buku Ajar Praktik Kedokteran Kerja. Jakarta : Buku
Kedokteran EGC