Anda di halaman 1dari 4

TUGAS KULIAH UMUM KEWIRAUSAHAAN

INTEGRASI PASAR KEUANGAN GLOBAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP EKONOMI BISNIS INDONESIA

AGENDA 1 ;

Asesmen Perekonomian Global

Pemulihan ekonomi global pada tahun 2016 masih moderat dan diliputi oleh ketidakpastian.
Meskipun diperkirakan akan membaik di tahun 2017, masih terdapat sejumlah downside risk yang
berpotensi menahan laju perbaikan.

Kebijakan proteksionisme trump, menguatnya euroscepticism , dan proses rebalancing


perekonomian tiongkok yang cenderung lambat menjadi resiko utama yang menambah
ketidakpastian dalam pemulihan ekonomi global.

Kekhawatiran para investor

Kebijakan trump yang cenderung inward-looking dan proteksionis menjadi resiko utama terhadap
perekonomian dunia karena dapat menurunkan perdagangan global, bahkan memicu currency &
trade war

Selain itu, gaya implementasi kebijakan trump dapat meningkatkan ketidakpastian di pasar
keuangan:

-. Kebijakan diluncurkan tanpa dilengkapi detail implementasi, menyebabkan implementasi di


lapangan tidak lancar.

-. Komunikasi kebijakan trump melalui social media memungkinkan informasi yang disampaikan
kepada publik tidak akurat.

-. Gaya komunikasi tidak sesuai dengan pakem diplomasi, khususnya diplomasi dengan pimpinan
negara lain.

Dua faktor yang mendorong apresiasi USD dan peningkatan suku bungan di pasar keuangan global:

-. Saat ini USD menjadi reserve currency yang dominan. Apabila ketidakpastian meningkat, maka
akan mendorong terjadinya flight to quality, sehingga permintaan reserve currency meningkat.

-. Kebijakan fiskal trump yang ekspansif (memotong pajak dan meningkatkan pengeluaran

AGENDA 2:
Asesmen perekonomian domestik

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, ekonomi domestik tercatat tumbuh 5,02% yoy (2015:
4,88% yoy), level yang relatif tinggi dibanding emerging markets lainnya. Sementara itu, stabilitas
makroekonomi domestik dan pasar keuangan indonesia secara umum masih solid dan terjaga.

Sepanjang januari 2017, IHSG bergerak stabil. Secara point-to-point IHSG hanya membukukan
koreksi -0,05%, dengan rentang volatilitas yang tipis.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan positif indeks antara lain perbaikan pada harga
minyak dan rilis laporan keungan perbankan yang mampu memperbaiki kinerja indeks.

Tekanan jual nonresiden pada saham terpantau mereda dibandinkan bulan-bulan sebelumnya. Pada
minggu keempat bulan laporan, nonresiden mulai mencatatkan net buy, sehingga sepanjang januari
2017 terdapat nel sell Rp 1 triliun

AGENDA 3:

TANTANGAN EKONOMI DOMESTIK DI TAHUN 2017

Meskipun stabilitas makroekonomi dan pasar keuangan domestik secara umum masih solid dan
terjaga, namun , beberapa tantangan perlu diwaspadai di sepanjang tahun 2017 seperti:

-. Pengetatan likuditas

-. Tekanan inflasi, dan

-. Kemampuan fiskal yang terbatas

Ditengah perbaikan ekonomi dan kebijakan fiskal pemerintah baru amerika serikat, kita akan
menghadapi potensi risiko capital outflow dan tekanan likuiditas di pasar keungan domestik.

Perbaikan ekonomi di nebgara maju dan kebijakan fiskal pemerintah baru amerika serikat dipastikan
akan mendorong imbal hasil di pasar keungan negara maju khususnya amerika serikat menjadi lebih
kompetitif dan lebih atraktif bagi para investor.

Perluj juga diwaspadai tekanan fiskal akibat masih melemahnya ekonomi negara mitra dagang
utama

Sementara itu, kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur nilainya cukup besar.
Dengan kondisi fiskal yang terbatas peran swasta perlu ditingkatkan.

Realisasi penerimaan pajak tahun 2016 hanya mencapai 83,4% dari APBN-P, berdampak pada
membengkaknya defisit fiskal menjadi 2,46%.

Dalam meningkatkan peran swasta dalam pembiayaan, diperlukan upaya untuk menyediakan
likuiditas yang cukup dalam membiayai pembangunan.

1. Mengoptimalkan pemanfaatan global master repo agreement (GMRA) oleh lembaga jasa
keungan;
2. Pembentukan lembaga pendanaan efek (securities financing) yang berfungsi sebagai
penyedia likuiditas dan sekaligus meningkatkan efisiensi penyelesaian transaksi efek;
3. Penerbitan obligasi oleh korporasi dan mendorong perusahaan asuransi dan dana pensiun
untuk berivestasi di pasar modal
4. Implementasi ketetuan liqidity coverage ratio (LCR)

AGENDA 4 :

INDONESIA KE DEPAN

Pertumbuhan ekonomi global di 2017 diperkirakan membaik, namun masih menghadapi downside
risk terkait kebijakan pemerintah baru AS,Brexit,euroscepticism, dan capital outflow di tiongkok

Demikian juga dengan pertumbuhan domestik 2017 yang diperkirakan juga membaik, namun perlu
dicermati meningkatnya tekanan inflasi, ketatnya fiskal dan potensi tekanan likuiditas.

Upaya untuk meningkatkan peran pasar modal sebagai alternatif pembiayaan

1. Penyederhanaan dan kemudahan proses penawaran umum melalui electronic registration


2. Pemanfaatan produk reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) dalam pembiayaan
pembangunan sektor-sektor produktif dan infrasruktur di berbagai daerah
sepertipembiayaan sektor parawisata, penyediaan kelisrikan, pembangunan jalan dan
pelabuhan
3. Pengoptimalan pemanfaatan produk dana investasi real estate untuk mendorong
perkembangan properti di indonesia, terutama properti yang bermanfaat bagi masyarakat
banyak seperti rumah sakit ,hotel, dan kompleks perbelanjaan
4. Pembelian efek beresifat ekuitas melalui media online atau equity crownfounding , sebagai
alternatif akses terhadap permodalan bagi perusahaan rintisan dan ukm dapat berkembang
dalam koridor prinsip-prinsip kehati-hatian dan perlindungan konsumen.