Anda di halaman 1dari 8

International Baccalaureate

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

International Baccalaureate® (IB) adalah yayasan pendidikan internasional yang berkantor pusat
di Jenewa, Swiss, dan memiliki empat program pendidikan formal:

 IB Primary Years Programme (PYP) untuk usia 3-12 tahun


 IB Middle Years Programme (MYP) untuk usia 11-14 tahun
 IB Diploma Programme (DP) untuk usia 15-18 tahun
 IB Career-Related Programme (CP) untuk usia 15-18 tahun
Adopsi program IB tersebar di seluruh dunia. Sekitar 60% pelaksananya berada di dataran Amerika,
17% di Asia Pasifik, dan sisanya di Afrika, Eropa, serta Timur Tengah. Per tahun 2017, program IB
telah digunakan di lebih dari 4.500 sekolah di seluruh dunia. Di Indonesiasendiri, tercatat sebanyak
52 sekolah yang tersebar di 11 provinsi menggunakan satu atau lebih program IB.[1] Hanya sekolah
yang memiliki sertifikasi IB dan terdaftar resmi di yayasan IB yang diperbolehkan melaksanakan
program belajar dengan menggunakan kerangka pendidikan IB. Sertifikat program IB Diploma
Programme (DP) diakui oleh 2.192 universitas di seluruh dunia untuk penerimaan mahasiswabaru.[2]
Untuk menggunakan program IB, sekolah harus mendapatkan izin resmi dari organisasi
International Baccalaureate (IB). Istilah "IB" dapat merujuk pada organisasi perancang program IB,
keempat program pembelajaran IB, maupun diploma dan sertifikat IB yang diberikan kepada para
murid lulusan program IB.

Organisasi
Kantor pusat IB berada di Jenewa, Swiss sedangkan Kantor Pusat Penilaian (Assessment
Centre) di Cardiff, Wales dan Pusat Kurikulumnya dipindahkan ke Den Haag, Belandapada tahun
2011. Organisasinya terbagi menjadi tiga pusat regional: IB Afrika, Eropa, dan Timur Tengah
(IBAEM), yang berpusat di Den Haag, Belanda; IB Amerika (IBA), yang berpusat di
Bethesda, Maryland, Amerika Serikat; dan IB Asia-Pasifik (IBAP), yang berpusat di Singapura.
Di bawah masing-masing pusat regional tersebut, terdapat asosiasi sub-wilayah yang dibuat pula
oleh IB untuk memfasilitasi sekolah, guru, dan pembelajar IB di wilayah cakupan masing-masing,
mulai dari penerapan program IB hingga forum dialog dan pelatihan bagi para pendidik IB. Saat ini
terdapat 56 asosiasi sub-wilayah, yaitu:

 15 di IB Afrika, Eropa, dan Timur Tengah (IBAEM);


 36 di IB Amerika (IBA); dan
 5 di IB Asia Pasifik (IBAP).
Pada tahun 2003, IB mendirikan IB Fund, incorporated di Amerika Serikat untuk menggalang dana
non-operasional. Visi organisasi dalam lima tahun kedepan adalah untuk menjadikan IB sebagai
pemimpin di bidang pendidikan internasional. IB bekerja sama dengan pemerintah dan organisasi
non-pemerintah di seluruh dunia termasuk dengan pemerintah Amerika
Serikat, Kanada, Jerman, Jepang, Armenia, Makedonia, Spanyol, Ekuador, dan Uni Emirat Arab

Sejarah
Pada tahun 1948, Marie-Thérèse Maurette menulis “Educational Techniques for peace. Do they
exist?” [4] yang menjadi awal mula terciptanya kerangka program IB Diploma Programme (DP) yang
diperuntukkan bagi anak-anak usia 16-19 tahun. Pada pertengahan tahun 1960-an, sekumpulan
guru dari Sekolah Internasional Jenewa (Ecolint) membuat Sindikat Ujian Sekolah
Internasional (International Schools Examinations Syndicate) yang menjadi cikal bakal International
Baccalaureate Organization (IBO) yang lalu berubah menjadi International Baccalaureate (IB) pada
tahun 2007.[5] Pada tahun 1968, program IB DP mulai digunakan di sekolah-sekolah.[6]
Pada tahun 1994, Asosiasi Sekolah-Sekolah Internasional (ISA)[7] memperkenalkan program
barunya IB Middle Years Programme (MYP) yang kemudian diadopsi oleh 51 sekolah dalam lima
tahun pertamanya setelah diperkenalkan.[8] Program ini sempat mengalami perombakan dan
revisinya diluncurkan pada tahun 2014.[9] Per tahun 2017, program MYP telah digunakan oleh 1.356
sekolah di 108 negara.[10] Sedangkan, IB Primary Years Programme (PYP) yang diperuntukkan bagi
anak usia 3-12 tahun mulai digunakan secara resmi pada tahun 1997 dan kini digunakan di 1.472
sekolah di 109 negara yang menggunakan program PYP (per 16 Maret 2017)

Program International Baccalaureate


International Baccalaureate memiliki empat program: Primary Years Programme (PYP) untuk usia 3-
12 tahun, Middle Years Programme (MYP) untuk usia 11-16 tahun, Diploma Programme (DP) untuk
usia 16-19 tahun, dan Career-Related Programme (CP) untuk usia 16-19 tahun. Masing-masing
berdiri sendiri dan sekolah dapat menggunakan salah satu atau semua program sekaligus.

Primary Years Programme (PYP)


Program ini diperuntukkan bagi anak-anak usia 3-12 tahun. Fokus program adalah untuk
membentuk anak-anak yang aktif, peduli terhadap sekitarnya, serta menanam bibit kesukaan pada
pembelajaran. Murid-murid diajarkan untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar-
mengajar. Kerangka PYP terdiri dari lima faktor: Pengetahuan, Konsep, Keterampilan, Perilaku, dan
Tindakan. Semua faktor ini diajarkan kepada para murid melalui partisipasi pembelajaran aktif serta
memakai topik-topik relevan yang diajarkan secara trans-disiplin ilmu dari enam area
pengetahuan: Bahasa, Kajian Sosial, Matematika, Seni, Sains, dan Pendidikan Kepribadian, Sosial,
dan Jasmani.

Middle Years Programme (MYP)


Program lima-tahun ini diperuntukkan bagi pelajar usia 11-16 tahun. Tujuan program adalah untuk
mengajak pembelajar mencari garis hubung antara ilmu yang mereka pelajari dengan kehidupan
sehari-hari. Kurikulumnya terdiri dari delapan kelompok mata pelajaran yang perlu diambil pada
tahun pertama hingga ketiga. Pada tahun keempat dan kelima, pelajar dapat memilih mata-mata
pelajaran dari enam kelompok saja.
Kelompok mata pelajaran tersebut adalah:

1. Bahasa dan Sastra: mempelajari penggunaan bahasa dalam berkomunikasi secara lisan
maupun tulisan, pemahaman bahasa sastra, serta kemampuan dalam mempresentasikan
ide.
2. Bahasa Asing: Murid harus mempelajari dua bahasa asing untuk komunikasi sehari-hari
dan pembelajaran budaya asing terkait.
3. Pribadi dan Masyarakat: mempelajari ilmu-ilmu sosial
seperti Sejarah, Geografi, Ekonomi, Politik, Bisnis, Filsafat, Sosiologi, Psikologi, Antropologi,
dan Hubungan Internasional yang dapat diajarkan sebagai mata-mata pelajaran terpisah
atau secara tergabung dalam satu mata pelajaran Pribadi dan Masyarakat
4. Sains: terdiri dari Biologi, Kimia, dan Fisika. Sains lainnya yang dapat ditambahkan oleh
sekolah: Ilmu Lingkungan Hidup, Ilmu Hayati, Ilmu Jasmani, Ilmu Olahraga, Ilmu Kesehatan,
dan Geologi.
5. Matematika: pilihan antara Standard Mathematics (Matematika Standar) atau Extended
Mathematics (Matematika Lanjutan)
6. Seni: seni visual (seni visual, media) dan seni pertunjukan (drama, musik, tari)
7. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan: mempelajari masing-masing dari hal di bawahi ni:
 Ilmu Kesehatan dan Olahraga, contoh: metode pelatihan, gaya hidup sehat, nutrisi, P3K
 Olahraga Estetika, contoh: senam, aerobik, bela diri, lompat tali
 Olahraga Tim, contoh: sepakbola, basket, voli
 Olahraga Perorangan, contoh: renang, atletik, tenis, anggar
 Aktivitas olahraga internasional, contoh: atletik
8. Desain: mempelajari desain digital dan/atau desain produk
Selain itu murid MYP perlu menyelesaikan sebuah tugas jangka panjang yang mereka tentukan
sendiri topiknya untuk pembelajaran mandiri. Mereka juga perlu berpartisipasi di setidaknya satu unit
interdisipliner yang menggabungkan pengetahuan dari minimal dua kelompok mata pelajaran diatas.

Diploma Programme (DP)


Program rintisan awal IB ini diperuntukkan bagi pelajar usia 16-19 tahun dan merupakan jalur
persiapan menuju perguruan tinggi maupun bursa kerja. Kurikulumnya terdiri dari enam kelompok
mata pengetahuan serta tiga kerangka inti IB: Theory of Knowledge (TOK), Creativity, Action, and
Service (CAS), dan esai panjang.

Kelompok Mata Pengetahuan IB Diploma Programme


Setiap murid harus mengambil minimal satu mata pelajaran dari setiap kelompok di bawah ini,
kecuali Seni. Murid yang lulus dari dua mata pelajaran Bahasa dan Sastra akan mendapatkan
sertifikasi IB Bilingual. Murid boleh mengambil lebih dari enam mata pelajaran tetapi kelompok Seni
tidak boleh lebih dari satu mata pelajaran.

Tujuan
Kelompok Wajib Pilihan Mata Pelajaran
Pengetahuan

 Sastra: 55 bahasa
Pemahaman dan
1 - Bahasa  Bahasa dan sastra: 17 bahasa
penggunaan bahasa YA
dan Sastra  Sastra dan Pertunjukan: bahasa Inggris,
dan sastra bahasa
Spanyol, dan Perancis

Pemahaman budaya
 Ab Initio: untuk pembelajar pemula
2 - Bahasa asing melalui
YA  Bahasa B: bagi yang pernah mempelajari
Asing pembelajaran bahasa terkait
bahasanya  Bahasa Latin & Yunani

Manajemen Bisnis, Ekonomi, Geografi, Politik


Berpikir kritis dan
3 - Pribadi Global, Sejarah, Teknologi Informasi dan
memahami dirinya
dan YA Globalisasi, Filsafat, Psikologi, Antropologi Sosial
sendiri dan posisinya
Masyarakat Budaya, Agama Dunia, dan Sistem Lingkungan dan
di tengah masyarakat
Masyarakat*
Memahami dan
Biologi, Ilmu Komputer, Kimia, Teknologi
mampu
4 - Sains YA Desain, Fisika, Ilmu Olahraga dan Kesehatan, dan
menggunakan
Sistem Lingkungan dan Masyarakat*
metode ilmiah

Mengembangkan
kemampuan berpikir
5 - Kajian Matematika, Matematika Standar,
kritis dan analitis dan YA
Matematika Matematika Tinggi, Matematika Lanjutan
memahami konsep
matematika.

Mengembangkan
seni berekspresi,
Seni Tari, Seni Musik, Seni Film, Seni Teater, dan
6 - Seni kepercayaan diri, dan TIDAK
Seni Visual.
pengetahuan tentang
seni.

*Catatan: Mata pelajaran Sistem Lingkungan dan Masyarakat adalah mata pelajaran interdisipliner
ang dianggap memenuhi Kelompok Pengetahuan 3 (Pribadi dan Masyarakat) dan 4 (Sains)
sekaligus.
Contoh pilihan mata pelajaran IB Diploma Programme:

Kelompok Murid A Murid B Murid C

Sastra Inggris
1 - Bahasa Sastra Inggris Sastra Inggris
Sastra Gujarati
Sastra Spanyol Sastra Norwegia
dan Sastra Sastra Norwegia

Bahasa Spanyol ab initio


2 - Bahasa Bahasa Jepang ab initio
Bahasa Inggris B
Bahasa Perancis B
Asing Bahasa Perancis B
Bahasa Jerman B

Sejarah
3 - Pribadi dan Sejarah Ekonomi
Geografi
Masyarakat Antropologi Sosial Budaya Geografi
Manajemen Bisnis

Biologi Kimia
4 - Sains Fisika
Kimia Fisika
Fisika Biologi

5 - Matematika Matematika Standar Kajian Matematika Matematika Standar


Matematika Tinggi Matematika Standar Matematika Tinggi

6 - Seni Seni Teater Seni Visual -

Kerangka Inti IB Diploma Programme


Teori Pengetahuan (TOK) adalah tugas yang meminta murid memikirkan dan merefleksikan
perjalanan pembelajarannya dan berbagi tentang apa yang ia pelajari tentang pengetahuan dan
bagaimana ia dapat memastikan apa yang telah ia ketahui. Kreativitas, Tindakan, dan Pelayanan
(CAS) adalah tugas praktek yang terkait dengan ketiga hal tersebut, biasanya dalam bentuk
melayani masyarakat atau berpartisipasi dalam sebuah kerja sosial kemasyarakatan. Esai
panjang merupakan esai riset sejumlah 4.000 kata dengan topik yang ditentukan sendiri dan dibuat
secara mandiri.

Career-Related Programme (CP)


Program CP menggabungkan unsur teori dan praktek dalam pembelajarannya. Murid mengambil
minimal dua mata pelajaran IB Diploma Programme, menyelesaikan empat komponen kerangka inti
IB CP, dan mempelajari ilmu praktis terkait kariernya di luar program IB. Empat komponen kerangka
inti IB CP terdiri dari pembekalan pengembangan diri dan profesionalisme, tugas analisa kebutuhan
masyarakat, tugas penelitian analitis terkait karier, dan pengembangan kemampuan bahasa dan
komunikasi.[15]

Riset dan Penelitian IB


IB melakukan penelitiannya sendiri atau menggunakan hasil riset dari universitas maupun institusi
penelitian ternama dari seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menilai standar
implementasi dan dampak dari program IB yang kemudian digunakan untuk peningkatan program
selanjutnya. Akses terhadap riset terkait IB tersedia di:

 International Education Research Database: sumber referensi publikasi penelitian mengenai


pendidikan internasional, sekolah internasional, dan International Baccalaureate.
 Journal of Research in International Education: banyak artikel sehubungan dengan riset IB atau
Pendidikan Internasional.
 Higher Education Statistics Agency (HESA) di Inggris yang menilai karakteristik dan tren para
pembelajar IB dibandingkan dnegan pembelajar kurikulum A-level dan kelompok pembelajar
lainnya di tingkat universitas dan didokumentasikan dalam bentuk laporan lengkap yang
terperinci.

International Baccalaureate di Indonesia


Kurikulum IB dibandingkan Kurikulum Lainnya di Indonesia
Banyak yang membandingkan perbedaan mencolok antara kurikulum nasional Indonesia dengan
kurikulum IB, terutama karena kurikulum nasional Indonesia menekankan pada banyaknya
pengetahuan (knowledge based) sedangkan kurikulum IB menekankan pada pemahaman
konsep (concept based) sehingga seringkali terdapat kesulitan pada murid yang harus berpindah
sekolah antara dua kurikulum tersebut. Kurikulum nasional mengevaluasi murid melalui pekerjaan
rumah (PR) dan ulangan, sedangkan IB mengevaluasi murid melalui tugas pribadi dan kelompok
serta kemampuan mempresentasikan ide.[16]
Cambridge, kurikulum internasional yang juga banyak dipakai di Indonesia, mendapatkan
momentum yang lebih bagus untuk diadopsi oleh murid-murid di Indonesia karena konsepnya mirip
dengan kurikulum nasional Indonesia, yaitu, berbasis pengetahuan. Jika ujian IB hanya terdapat
pada IB Diploma (usia 16-19 tahun), Cambridge merilis ijazah kelulusan pada akhir sekolah dasar
(Cambridge Primary Checkpoint), kelas 8 (Cambridge Checkpoint), kelas 10 (IGCSE atau O-Level),
dan kelas 11-12 (A-Level).

International Baccalaureate
Cambridge K 2013 Nasional
(IB)

Badan International Baccalaureate Cambridge International Departemen


Penilai (internasional) Examination (CIE) Pendidikan Nasional

Cambridge Primary
Checkpoint (kelas 6)
Ujian Sekolah SD
IB Diploma Programme (kelas Cambridge Lower (kelas 6)
12) Secondary Checkpoint
Ujian Ujian Nasional SMP
(kelas 8)
Bersertifikat (kelas 9)
IB Career Related Cambridge IGCSE / O-
Programme Level (kelas 10) Ujian Nasional SMA
(kelas 12)
Cambridge A-Level (kelas
11-12)

SD: Bahasa Indonesia,


Theory of Knowledge Matematika, IPA
Checkpoint: English,
Extended Essay Mathematics, Science SMP: Bahasa
Indonesia,
Mata Creativity, Activity, Service IGCSE / O-Level: English, Matematika, IPA,
Pelajaran Min. 1 pelajaran di masing- Mathematics, Science + 2- Bahasa Inggris
Ujian masing kategori: Sastra 11 mata pelajaran lain
SMA: Bahasa
Bahasa, Bahasa Asing, A-Level: biasanya 2 mata Indonesia, Bahasa
Pribadi dan Masyarakat, pelajaran AS-Level + 3 Inggris, Matematika +
Sains, Matematika, dan Seni mata pelajaran A-Level 3 mata pelajaran
(lihat: Kurikulum IB Diploma) jurusan (lihat: Ujian
Nasional)

Ujian
YA (melalui Kejar
menerima TIDAK YA
Paket C)
murid privat

Sekolah IB di Indonesia
Indonesia pertama kalinya menggunakan program International Baccalaureate (IB) pada tahun
1978. Menurut situs resmi International Baccalaureate (IB), per Oktober 2017 tercatat sebanyak 52
sekolah di Indonesia yang menggunakan program IB dengan rincian 31 program PYP, 17 program
MYP, 38 program DP, dan 1 program CP.[17] Beberapa sekolah merupakan bagian dari yayasan
pendidikan yang sama.
Sumatera Utara

 Medan Independent School, Medan


 Singapore School, Medan
Riau

 Sekolah Global Indo-Asia, Batam


Sumatera Barat

 Mutiara Harapan, Kerinci


Banten

 Global Jaya School, Bintaro


 Mentari Intercultural School, Bintaro
 Sekolah Pelita Harapan, Karawaci
 Sinarmas World Academy, Serpong
 Stella Maris, Serpong
Jakarta

 ACG School
 ACS Jakarta
 Al Jabr Islamic School
 Australian International School
 Beacon Academy
 Bina Tunas Bangsa
 Binus School Simprug
 British School
 Jakarta Intercultural School
 Jakarta Multicultural School
 Mentari Intercultural School
 Sekolah Cikal
 Sekolah Pelita Harapan
 Singapore Intercultural School
 Singapore School Kelapa Gading
 Singapore School PIK
 Tunas Bangsa
 Tunas Muda Kedoya
 Tunas Muda Meruya
 Tzu Chi School PIK
Jawa Barat

 Sekolah Pelita Harapan, Cikarang


 Sekolah Pelita Harapan, Sentul
 Victory Plus, Bekasi
 Sekolah Bogor Raya, Bogor
 Sekolah Madania, Bogor
 Pilar Indonesia, Bogor
 The Intercommunity School of Bogor, Bogor
 Mutiara Nusantara, Bandung
 SD Penabur Banda, Bandung
Jawa Tengah

 Yogyakarta Independent School, Yogyakarta


Jawa Timur

 Cita Hati School, Surabaya


 Gandhi Memorial International School, Surabaya
 Sekolah Ciputra, Surabaya
 Sekolah Cikal, Surabaya
 SMA Cita Hati, Surabaya
 Surabaya Intercultural School, Surabaya
Bali

 Bali Island School, Denpasar


 Gandhi Memorial International School, Denpasar
 Canggu Community School, Kuta
Nusa Tenggara Barat

 Sekolah Buin Batu, Sumbawa


Papua Barat

 Mount Zaagkam School, Mimika


 Sekolah Yayasan Pendidikan Jayawijaya, Timika